Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 546

TPS Baru di Batuaji Mulai Beroperasi, Solusi Atasi Tumpukan Sampah

0
Ilustrasi: Pemandangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Marina City, Kecamatan Batuaji, Senin (29/12).

batampos – Pemerintah Kecamatan Batuaji mulai mengoperasikan tempat penampungan sampah sementara (TPS) baru di Jalan Diponegoro, tepatnya di seberang TPU Sei Temiang. Kehadiran TPS ini diharapkan mampu mengurai persoalan tumpukan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.

Camat Batuaji, Addi Harnus, mengatakan TPS tersebut telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat. Saat ini hanya tersisa penyempurnaan minor seperti pemasangan pagar.

“TPS baru ini sudah bisa digunakan. Kemarin tahap penyelesaian, seperti pemasangan pagar,” ujar Addi, Jumat (23/1).

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Ia menjelaskan, pembukaan TPS ini juga menjadi bagian dari upaya penertiban TPS liar yang masih banyak ditemukan, khususnya di wilayah Tanjung Uncang.

“Di Tanjung Uncang masih kita temukan TPS liar, terutama di pinggir jalan dan dekat permukiman. Ini yang akan kita atasi secara bertahap,” katanya.

Menurut Addi, persoalan sampah di Batuaji sudah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius pemerintah kota. Bahkan, Tim Task Force bentukan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya telah mengangkut ratusan ton sampah dari sejumlah TPS liar di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya bisa memicu banjir dan masalah kesehatan,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah masih kerap terlihat di TPS Jalan Marina City, tepatnya di sekitar Simpang Jupiter. Di sisi kiri dan kanan jalan, sampah menumpuk disertai lalat dan aroma menyengat yang tercium hingga puluhan meter.

Baca Juga: PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

Jeri, warga Perumahan Jupiter, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, bau sampah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terlebih lokasi TPS berada di jalan utama menuju kawasan perumahan.

“Seharusnya TPS dipindahkan ke lahan yang jauh dari jalan utama. Setiap hari kami harus mencium bau sampah saat melintas,” katanya.

Dengan mulai beroperasinya TPS baru di Jalan Diponegoro, pemerintah kecamatan berharap persoalan tumpukan sampah di Batuaji dapat berangsur teratasi, sekaligus menekan keberadaan TPS liar di wilayah tersebut. (*)

Artikel TPS Baru di Batuaji Mulai Beroperasi, Solusi Atasi Tumpukan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal

0
Kabiro Humas dan Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

Rekayasa Jaringan Berhasil, Ariastuty Pimpin Koordinasi RT/RW

batampos – Krisis air bersih yang sempat memicu keluhan warga di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah mulai berangsur teratasi. BP Batam memastikan distribusi air ke rumah-rumah warga kini telah berjalan kembali, disertai penguatan koordinasi pengiriman truk tangki untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah cepat untuk meredam dampak gangguan suplai, termasuk membangun sistem koordinasi langsung dengan perangkat RT dan RW.

“Untuk mengatasi krisis air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, kami sudah membuat grup koordinasi bersama para RT dan RW untuk pengiriman truk-truk tangki. Kami juga menyusun daftar kebutuhan masing-masing RT, berapa tangki yang dibutuhkan, sehingga distribusinya lebih terukur,” katanya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Ia mengakui, pada awal penerapan sistem tersebut sempat terjadi kendala teknis. Pengiriman pada 20 Januari lalu berlangsung dinamis karena adanya tambahan permintaan dari beberapa RT serta persoalan armada pengangkut. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem baru.

“Ini pertama kali kami menjalankan pola koordinasi langsung dengan RT/RW. Sebelumnya berbasis nomor tiket, tetapi ternyata belum optimal. Sekarang kami bisa memonitor langsung kekurangan air di masing-masing wilayah,” kata Tuty.

Selain distribusi tangki, perbaikan teknis di jaringan utama juga telah dilakukan. Rekayasa jaringan yang diterapkan BP Batam memungkinkan air kembali mengalir sekitar 3-4 jam pada malam hari. Beberapa pompa di hulu yang sebelumnya mengalami kerusakan juga tengah diganti untuk memulihkan tekanan air.

“Memang ada sedikit penurunan tekanan karena pompa rusak, tetapi sekarang sudah mulai diganti. Air sudah teraliri ke rumah-rumah warga secara bertahap. Kami juga tetap merekayasa pola distribusi agar seluruh daerah bisa merasakan suplai,” ujar dia.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

Untuk jangka pendek, kombinasi suplai bergilir dan pengiriman tangki menjadi solusi terbaik. Tuty memastikan, setiap laporan kebutuhan tambahan dari warga bakal segera ditindaklanjuti.

“Seluruh RT/RW sudah terhubung langsung dengan saya melalui grup WhatsApp agar komunikasi lebih cepat. Dari laporan para RW, truk tangki di beberapa wilayah sudah mencukupi,” katanya.

“Sambil menunggu proses pembangunan jaringan air dari Sukajadi ke M3G (Simpang Jam) dan dari Ozon ke Bukit Senyum estimasi akhir juni ini. Itu akan akan membantu distribusi air wilayah Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong serta daerah lainnya” tambah Tuty.

Di tingkat warga, kondisi juga mulai menunjukkan perbaikan. RW 01 Tanjung Sengkuang, Azis, menyebut pasokan air di wilayahnya sudah kembali mengalir walaupun tekanan belum sepenuhnya normal.

“Alhamdulillah, air sudah mengalir seperti sediakala walaupun belum begitu besar,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Ia bilang, kebutuhan air tangki pun menurun seiring kembalinya aliran air. Dari semula mengajukan 17 tangki, kini hanya memesan 5 sampai 6 tangki per hari sebagai cadangan.

“Kemarin kami pesan 6 tangki. Hari ini 5 tangki. Kami lihat sampai sore apakah perlu tambahan atau tidak. Respons petugas cepat, tidak ada kendala dalam pemesanan,” ujar Azis.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang proses normalisasinya berlangsung bertahap. Ia menyampaikan, bahwa besar harapan warga sekitar agar perbaikan pompa dan stabilisasi jaringan dapat segera tuntas sehingga distribusi kembali normal sepenuhnya.

Distribusi air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah kini berangsur membaik. BP Batam juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus berkomunikasi melalui jalur resmi apabila membutuhkan bantuan tambahan. (*)

Artikel Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal

0
Kabiro Humas dan Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

Rekayasa Jaringan Berhasil, Ariastuty Pimpin Koordinasi RT/RW

batampos – Krisis air bersih yang sempat memicu keluhan warga di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah mulai berangsur teratasi. BP Batam memastikan distribusi air ke rumah-rumah warga kini telah berjalan kembali, disertai penguatan koordinasi pengiriman truk tangki untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah cepat untuk meredam dampak gangguan suplai, termasuk membangun sistem koordinasi langsung dengan perangkat RT dan RW.

“Untuk mengatasi krisis air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, kami sudah membuat grup koordinasi bersama para RT dan RW untuk pengiriman truk-truk tangki. Kami juga menyusun daftar kebutuhan masing-masing RT, berapa tangki yang dibutuhkan, sehingga distribusinya lebih terukur,” katanya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Ia mengakui, pada awal penerapan sistem tersebut sempat terjadi kendala teknis. Pengiriman pada 20 Januari lalu berlangsung dinamis karena adanya tambahan permintaan dari beberapa RT serta persoalan armada pengangkut. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem baru.

“Ini pertama kali kami menjalankan pola koordinasi langsung dengan RT/RW. Sebelumnya berbasis nomor tiket, tetapi ternyata belum optimal. Sekarang kami bisa memonitor langsung kekurangan air di masing-masing wilayah,” kata Tuty.

Selain distribusi tangki, perbaikan teknis di jaringan utama juga telah dilakukan. Rekayasa jaringan yang diterapkan BP Batam memungkinkan air kembali mengalir sekitar 3-4 jam pada malam hari. Beberapa pompa di hulu yang sebelumnya mengalami kerusakan juga tengah diganti untuk memulihkan tekanan air.

“Memang ada sedikit penurunan tekanan karena pompa rusak, tetapi sekarang sudah mulai diganti. Air sudah teraliri ke rumah-rumah warga secara bertahap. Kami juga tetap merekayasa pola distribusi agar seluruh daerah bisa merasakan suplai,” ujar dia.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

Untuk jangka pendek, kombinasi suplai bergilir dan pengiriman tangki menjadi solusi terbaik. Tuty memastikan, setiap laporan kebutuhan tambahan dari warga bakal segera ditindaklanjuti.

“Seluruh RT/RW sudah terhubung langsung dengan saya melalui grup WhatsApp agar komunikasi lebih cepat. Dari laporan para RW, truk tangki di beberapa wilayah sudah mencukupi,” katanya.

“Sambil menunggu proses pembangunan jaringan air dari Sukajadi ke M3G (Simpang Jam) dan dari Ozon ke Bukit Senyum estimasi akhir juni ini. Itu akan akan membantu distribusi air wilayah Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong serta daerah lainnya” tambah Tuty.

Di tingkat warga, kondisi juga mulai menunjukkan perbaikan. RW 01 Tanjung Sengkuang, Azis, menyebut pasokan air di wilayahnya sudah kembali mengalir walaupun tekanan belum sepenuhnya normal.

“Alhamdulillah, air sudah mengalir seperti sediakala walaupun belum begitu besar,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Ia bilang, kebutuhan air tangki pun menurun seiring kembalinya aliran air. Dari semula mengajukan 17 tangki, kini hanya memesan 5 sampai 6 tangki per hari sebagai cadangan.

“Kemarin kami pesan 6 tangki. Hari ini 5 tangki. Kami lihat sampai sore apakah perlu tambahan atau tidak. Respons petugas cepat, tidak ada kendala dalam pemesanan,” ujar Azis.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang proses normalisasinya berlangsung bertahap. Ia menyampaikan, bahwa besar harapan warga sekitar agar perbaikan pompa dan stabilisasi jaringan dapat segera tuntas sehingga distribusi kembali normal sepenuhnya.

Distribusi air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah kini berangsur membaik. BP Batam juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus berkomunikasi melalui jalur resmi apabila membutuhkan bantuan tambahan. (*)

Artikel Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal pertama kali tampil pada Metropolis.

Begini Hitung-hitungan Barcelona Bisa Masuk Peringkat 8 Besar di Liga Champions

0
Fermin Lopez cetak brace untuk Barcelona saat melawan Slavia Praha. (@FCBarcelona/X)

batampos – Barcelona kembali membuka asa untuk lolos otomatis ke babak knock-out Liga Champions setelah meraih kemenangan 4-2 pada Rabu (21/1) malam.

Hasil tersebut menjadi dorongan penting bagi tim asuhan Hansi Flick, yang kini masih harus berjuang hingga pertandingan terakhir fase grup.

Kemenangan itu membawa Barcelona naik ke posisi kesembilan klasemen dengan koleksi 13 poin. Mereka hanya terpaut satu peringkat dari zona aman delapan besar, yang berarti peluang masih terbuka lebar meski sama sekali belum aman.

Persaingan Super Ketat di Papan Tengah

Melansir Barca Blaugranes, dengan satu laga tersisa, persaingan menuju delapan besar berada pada titik paling menegangkan.

Delapan tim teratas akan langsung melaju ke babak berikutnya, sementara tim peringkat ke-9 hingga ke-24 harus melewati babak play-off yang melelahkan.

Masalahnya, jarak poin di papan tengah hampir tak ada. Delapan tim saat ini sama-sama mengoleksi 13 poin, mulai dari posisi keenam hingga ke-13.

Artinya, satu kemenangan, satu hasil imbang, atau bahkan selisih gol bisa mengubah segalanya dalam semalam.

Barcelona akan menutup fase grup dengan laga kandang melawan Copenhagen. Skenarionya cukup jelas: mereka harus menang, lalu berharap hasil pertandingan lain berpihak pada mereka.

Faktor Laga Lain dan Selisih Gol

Ada kabar baik bagi Barcelona. Dua tim yang berada tepat di atas mereka di klasemen akan saling berhadapan di laga terakhir.

Situasi ini memastikan salah satu—atau bahkan keduanya—kehilangan poin, membuka peluang Barca untuk menyodok ke delapan besar.

Namun, selisih gol juga bisa menjadi penentu krusial. Saat ini, Barcelona memiliki selisih gol +5, tetapi beberapa rival langsung mereka memiliki catatan yang lebih baik. Artinya, kemenangan saja mungkin belum cukup jika hasil lain berjalan tidak sesuai harapan.

Dalam kondisi seperti ini, Barcelona bukan hanya dituntut menang, tetapi juga tampil meyakinkan.

Flick Fokus Selesaikan Tugas Sendiri

Hansi Flick menegaskan bahwa target utama timnya adalah menghindari babak play-off, terutama di tengah jadwal musim yang padat. Ia menyadari awal perjalanan Barcelona di Liga Champions tidak ideal, tetapi peluang masih ada di tangan mereka sendiri.

“Kami memiliki kesempatan untuk finis di delapan besar, dan itulah tujuan kami,” kata pelatih asal Jerman tersebut.

“Kami tidak memulai Liga Champions ini dengan baik, tetapi pada akhirnya kami memiliki kesempatan untuk berada di antara delapan besar, dan itulah yang kami inginkan, karena itu berarti kami akan memiliki dua pertandingan lebih sedikit dan akan membantu kami pulih.”

Meski begitu, ia juga bersikap realistis.

“Tetapi jika kami harus memainkan dua pertandingan, kami akan memainkannya.”

Kini, semua mata tertuju pada laga terakhir. Barcelona sudah melakukan bagian tersulit dengan menjaga peluang tetap hidup. Tinggal satu pertandingan lagi—dan sedikit bantuan dari hasil lain—untuk menentukan apakah mereka bisa menghindari jalur play-off dan melangkah lebih tenang ke fase berikutnya.(*)

Artikel Begini Hitung-hitungan Barcelona Bisa Masuk Peringkat 8 Besar di Liga Champions pertama kali tampil pada Olahraga.

Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. F. Antara

batampos – Kekhawatiran terkait dugaan kasus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) di Batam dipastikan mereda. Hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK) menyatakan pasien dewasa yang sebelumnya dirawat usai pulang umrah dinyatakan negatif MERS-CoV.

“Spesimen sudah diperiksa dan hasil laboratorium telah keluar dengan hasil negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (23/1).

Pemeriksaan dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK). Berdasarkan data yang diterima Dinkes Batam, spesimen pasien diperiksa pada 19 Januari 2026 dan hasilnya keluar pada hari yang sama.

Baca Juga: Kebakaran Dekat Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam, Operasional Tetap Aman

Jenis spesimen yang diuji meliputi swab orofaring dan sputum. Seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan negatif MERS-CoV dan telah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.

Pasien sebelumnya dirawat di rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan sepulang dari Timur Tengah usai menunaikan ibadah umrah. Riwayat perjalanan tersebut sempat membuat tenaga kesehatan menetapkan pasien sebagai suspek MERS, mengingat penyakit ini endemik di kawasan Timur Tengah.

Didi menjelaskan, MERS berbeda dengan influenza A maupun COVID-19. Penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan berat yang disebabkan oleh virus corona jenis MERS-CoV.

“MERS bukan super flu dan bukan COVID-19. Ini infeksi paru atau pneumonia berat akibat virus corona jenis MERS-CoV,” jelasnya.

Ia menambahkan, MERS pertama kali teridentifikasi pada 2012 di Timur Tengah dengan gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi gagal napas dengan tingkat kematian relatif tinggi.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Meski hasil pemeriksaan pasien dinyatakan negatif, Didi mengimbau masyarakat tetap waspada. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan berat, terutama yang disertai demam tinggi dan sesak napas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan terhadap isu MERS-CoV maupun super flu, namun tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggunakan masker saat mengalami flu dan berinteraksi dengan orang lain.

“Sejauh ini, Batam masih aman dari sebaran MERS-CoV maupun super flu,” pungkas Didi. (*)

Artikel Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif pertama kali tampil pada Metropolis.

PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

0
Pengecekan jaringan gas di salah rumah warga di Batam.

batampos – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam menargetkan pembangunan 10.000 sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga sepanjang tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung energi bersih di Kota Batam.

Sales Head Area PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan pembangunan jargas tersebut akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026.

“Pembangunan 10.000 sambungan jargas ini dilakukan bertahap dan ditargetkan selesai dalam tahun 2026,” ujar Wendi, Jumat (23/1).

Untuk tahap awal, pemasangan jaringan gas rumah tangga direncanakan mulai Maret 2026. Saat ini, PGN Batam masih menuntaskan proses pengiriman material sebagai persiapan pelaksanaan di lapangan.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

“Perkiraan Maret sudah mulai pemasangan. Saat ini kami sedang dalam proses pengiriman material,” jelasnya.

Adapun pembangunan jargas tahap awal akan difokuskan di tiga kecamatan, yakni Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota. Wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar dari sisi jumlah rumah tangga serta kesiapan infrastruktur pendukung.

Hingga Desember 2025, PGN Batam mencatat jumlah pelanggan jargas rumah tangga telah mencapai 8.829 pelanggan. Jaringan tersebut tersebar di 30 perumahan yang berada di Kecamatan Batuai, Sagulung, dan Batam Kota.

Dalam lima tahun ke depan, PGN Batam menargetkan jumlah pelanggan jargas di Batam dapat mencapai 250 ribu sambungan rumah. Untuk mencapai target tersebut, PGN telah menyiapkan sejumlah strategi.

“Strategi kami antara lain melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keuntungan menggunakan gas bumi, berkoordinasi dengan perangkat setempat untuk mempermudah pendaftaran calon pelanggan, serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan,” papar Wendi.

Baca Juga: Kebakaran Dekat Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam, Operasional Tetap Aman

Ia menambahkan, hingga saat ini belum terdapat kendala berarti dalam pelaksanaan program jargas di Batam. Hal tersebut tidak lepas dari dukungan masyarakat serta sinergi yang terjalin baik antara PGN, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kendala berarti karena adanya sinergi yang baik antara PGN, masyarakat, dan stakeholder,” pungkasnya. (*)

Artikel PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret pertama kali tampil pada Metropolis.

Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis

0
Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan. F. Dok. Batam Pos

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali membuka program magang mahasiswa tahun 2026 sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia perguruan tinggi. Program ini berlaku secara nasional dan memberi kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan pemerintahan, khususnya sektor keagamaan.

Namun hingga saat ini, Kantor Kemenag Kota Batam belum menerima edaran resmi dari Kemenag RI terkait teknis pelaksanaan program magang 2026 di tingkat daerah.

Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menjelaskan bahwa kebijakan program magang Kemenag selama ini ditetapkan oleh pemerintah pusat dan diberlakukan secara nasional. Daerah, kata dia, hanya menjalankan kebijakan setelah menerima surat edaran resmi.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

“Untuk Kemenag Kota Batam, sampai sekarang belum ada pengumuman resmi yang dirilis secara khusus. Biasanya kebijakan magang ditetapkan oleh Kemenag RI dan berlaku nasional,” ujar Budi, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, selama ini program magang Kemenag menggunakan skema magang mandiri mahasiswa melalui rekomendasi resmi dari perguruan tinggi. Pola tersebut juga diterapkan di Kemenag Kota Batam.

“Mahasiswa mengajukan permohonan melalui kampus masing-masing. Kampus mengirimkan surat resmi ke Kemenag, lalu kami proses sesuai kebutuhan unit kerja,” jelasnya.

Dalam praktiknya, Kemenag Kota Batam rutin menerima mahasiswa magang dan menempatkan mereka di berbagai unit kerja strategis. Di antaranya Seksi Pendidikan Madrasah, Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Tata Usaha, hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kota Batam.

“Penempatan disesuaikan dengan kebutuhan unit dan latar belakang pendidikan mahasiswa,” tambah Budi.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Lebih lanjut, Budi menyebut berdasarkan informasi sementara yang diterima, Kemenag RI telah membuka pendaftaran magang melalui aplikasi resmi dengan batas waktu hingga April 2026. Meski demikian, detail teknis seperti kuota, mekanisme seleksi, serta penempatan di daerah masih menunggu petunjuk resmi dari pusat.

“Informasi sementara yang kami terima, pendaftaran sudah dibuka lewat aplikasi dan berlangsung sampai April. Tapi ini masih menunggu edaran resmi,” katanya.

Ia pun mengimbau mahasiswa untuk bersabar dan hanya mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi Kemenag RI maupun Kemenag daerah.

“Kalau edaran resminya sudah keluar, pasti akan kami sampaikan ke publik,” pungkasnya. (*)

Artikel Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis pertama kali tampil pada Metropolis.

Aturan Baru, Registrasi Kartu Seluler Wajib Pakai Pengenalan Wajah

0
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid. (Humas Kementerian Komdigi)

batampos – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memberlakukan ketentuan baru terkait registrasi kartu seluler yang memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat untuk mengelola seluruh nomor seluler yang terdaftar atas identitas mereka. Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam mempersempit ruang gerak penipuan digital dan berbagai bentuk kejahatan siber.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler.

Melalui regulasi ini, pemerintah menutup celah penggunaan nomor tanpa identitas yang selama ini kerap dimanfaatkan untuk aktivitas penipuan, penyebaran spam, serta penyalahgunaan data pribadi, sekaligus memastikan setiap nomor seluler memiliki pertanggungjawaban hukum yang jelas.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa kebijakan registrasi kartu seluler kini tidak lagi sekadar bersifat administratif, melainkan menjadi instrumen utama dalam melindungi masyarakat di ruang digital.

“Registrasi pelanggan jasa telekomunikasi wajib dilakukan dengan prinsip mengenal pelanggan (KYC) yang akurat dan bertanggung jawab, termasuk penggunaan teknologi biometrik pengenalan wajah untuk memastikan identitas pelanggan yang sah dan berhak,” jelas Menteri Meutya di Davos, Swiss, Jumat (23/1).

Melalui penerbitan Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026, Meutya menyampaikan komitmen Komdigi untuk membangun ekosistem telekomunikasi nasional yang lebih aman, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

“Registrasi berbasis biometrik, pembatasan kepemilikan nomor, serta hak masyarakat untuk mengecek dan mengendalikan nomor atas identitasnya menjadi fondasi penting dalam mempersempit ruang kejahatan digital di Indonesia,” tuturnya.

Dalam aturan ini, pemerintah juga menetapkan bahwa kartu perdana hanya boleh diedarkan dalam kondisi tidak aktif. Aktivasi baru dapat dilakukan setelah proses registrasi yang telah tervalidasi, guna mencegah peredaran nomor aktif tanpa identitas yang jelas.

Ketentuan registrasi mengatur bahwa Warga Negara Indonesia wajib menggunakan NIK dan data biometrik berupa pengenalan wajah. Sementara itu, Warga Negara Asing diwajibkan menggunakan paspor serta dokumen izin tinggal yang sah. Untuk pelanggan berusia di bawah 17 tahun, proses registrasi dilakukan dengan melibatkan identitas dan biometrik kepala keluarga.

Pemerintah juga membatasi kepemilikan maksimal tiga nomor prabayar untuk setiap identitas pelanggan pada masing-masing penyelenggara jasa telekomunikasi. Pembatasan ini ditujukan untuk menekan praktik penyalahgunaan identitas dan kepemilikan nomor dalam jumlah besar.

Selain itu, penyelenggara layanan diwajibkan menyediakan fasilitas pengecekan nomor agar masyarakat dapat mengetahui seluruh nomor seluler yang terdaftar atas identitas mereka. Jika ditemukan nomor yang digunakan tanpa persetujuan, pelanggan berhak mengajukan pemblokiran.

“Kebijakan tersebut juga mencakup mekanisme pengaduan nomor seluler yang disalahgunakan untuk tindak pidana atau perbuatan melanggar hukum. Nomor yang terbukti disalahgunakan wajib dinonaktifkan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi,” ungkapnya.

Dari sisi pelindungan data pribadi, pemerintah menegaskan bahwa keamanan dan kerahasiaan data pelanggan menjadi tanggung jawab utama penyelenggara jasa telekomunikasi. Hal ini mencakup penerapan standar internasional keamanan informasi serta sistem pencegahan penipuan.

“Pemerintah memastikan adanya fasilitas registrasi ulang, khususnya bagi pelanggan yang sebelumnya terdaftar menggunakan NIK dan Kartu Keluarga, agar dapat beralih ke sistem registrasi berbasis biometrik sesuai ketentuan terbaru,” tandasnya.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, sanksi administratif akan dikenakan kepada penyelenggara jasa telekomunikasi yang melanggar ketentuan registrasi, tanpa menghapus kewajiban untuk melakukan perbaikan atas pelanggaran yang terjadi.(*)

Artikel Aturan Baru, Registrasi Kartu Seluler Wajib Pakai Pengenalan Wajah pertama kali tampil pada News.

Kasus Ledakan Kapal Federal II Masuk Tahap Satu, 7 Tersangka Dicekal

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Penyidikan kasus ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL Shipyard memasuki perkembangan baru. Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyatakan berkas perkara telah dilimpahkan.

“Berkas kasus Federal II sudah tahap satu,” ujar Kompol Debby di Polresta Barelang, Jumat (23/1).

Ia menegaskan meski para tersangka tidak dilakukan penahanan, proses hukum tetap berjalan dan menjadi perhatian serius penyidik.

Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka. Dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA). Seluruh tersangka telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Baca Juga: Nama Kasubdit Tipikor Polda Kepri Dicatut, Kirim Pesan ke Pejabat yang Tengah Diperiksa

Kompol Debby memastikan ketujuh tersangka masih dikenakan pencekalan. “Tujuh tersangka masih dicekal. Cekal pasti ada,” tegasnya.

Pencekalan dilakukan guna memastikan para tersangka tetap berada di wilayah hukum Indonesia selama proses hukum berlangsung.

Terkait tidak dilakukannya penahanan, Debby menjelaskan hal tersebut berdasarkan pertimbangan penyidik serta adanya permohonan dari kuasa hukum para tersangka.

“Tersangka tidak dilakukan penahanan karena kooperatif dan ada permohonan dari kuasa hukum,” jelasnya.

Meski demikian, kepolisian menegaskan status hukum para tersangka tidak berubah. Mereka tetap wajib memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti seluruh proses hukum hingga perkara dinyatakan tuntas.

Baca Juga: Jalur Mukakuning–Tembesi Macet dan Rawan Kecelakaan, Masyarakat Desak Pelebaran Jalan

Kompol Debby juga mengungkapkan bahwa kasus ledakan maut ini masih menjadi atensi kepolisian.

Seperti diketahui, ledakan kapal Federal II terjadi pada 15 Oktober 2025 saat proses perbaikan berlangsung di galangan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 14 pekerja dan melukai belasan lainnya.

Peristiwa ini memicu sorotan luas terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri galangan kapal Batam. (*)

Artikel Kasus Ledakan Kapal Federal II Masuk Tahap Satu, 7 Tersangka Dicekal pertama kali tampil pada Metropolis.

Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

0
Ilustrasi. Perumahan di bilangan Batamcentre. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Di tengah tren masyarakat yang mulai melirik investasi emas, minat terhadap properti di Kota Batam pada awal tahun ini dinilai masih relatif stabil. Real Estate Indonesia (REI) Batam menyebut, sektor properti khususnya untuk segmen menengah ke bawah masih menunjukkan kondisi yang cukup baik.

Ketua REI Batam, Robinson Tan, mengatakan mayoritas pengembang yang tergabung dalam REI Batam memasarkan hunian untuk konsumen akhir atau end user, bukan semata untuk kebutuhan investasi.

“Kalau di anggota REI, boleh dikatakan mayoritas jual ke end user. Jadi konsumen membeli rumah bukan karena investasi, tapi memang karena kebutuhan,” ujar Robinson, Jumat (23/1).

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasar properti di segmen menengah ke bawah masih cukup kuat. Sementara itu, segmen menengah ke atas yang sebagian pembelinya berorientasi investasi, dinilai berpotensi terdampak tren investasi lain seperti emas, meski pengaruhnya tidak signifikan.

“Mungkin segmen menengah atas yang ada sebagian untuk investasi bisa berpengaruh, tapi secara keseluruhan tidak signifikan,” jelasnya.

Robinson menambahkan, kondisi pasar properti Batam saat ini masih cenderung sama seperti tahun lalu. Namun, pihaknya masih akan memantau perkembangan pasar pada kuartal pertama tahun ini untuk melihat respons masyarakat.

“Market masih seperti tahun lalu, tapi kita masih pantau di kuartal satu dulu bagaimana reaksi pasar,” katanya.

Terkait isu nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) yang fluktuatif, Robinson memastikan hingga kini belum ada laporan dari anggota REI Batam mengenai dampaknya terhadap penjualan properti.

Baca Juga: Jalur Mukakuning–Tembesi Macet dan Rawan Kecelakaan, Masyarakat Desak Pelebaran Jalan

“Sejauh ini belum ada laporan dari anggota kita mengenai pengaruh nilai tukar USD,” ujarnya.

Adapun jika terjadi kenaikan harga jual properti, Robinson menegaskan hal tersebut bukan disebabkan oleh faktor kurs, melainkan kenaikan biaya produksi yang bersifat normal.

“Kalau ada kenaikan harga jual, itu karena material dan UMK naik, sehingga biaya produksi ikut naik dan ada penyesuaian harga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan harga properti yang disebabkan oleh pelemahan atau penguatan nilai tukar.“Sementara ini belum kelihatan lonjakan kenaikan harga karena kurs,” tutup Robinson. (*)

Artikel Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat pertama kali tampil pada Metropolis.