
batampos – Pasca lebaran Idul Fitri 1444 H harga-harga kebutuhan pokok atau Sembako di Pulau Karimun masih stabil. Bahkan, relatif turun dibandingkan pada saat bulan Ramadan, khususnya menjelang lebaran.
”Harga-harga Sembako di daerah kita bisa saya katakan relatif stabil dan tersedia. Mulai dari beras, gula, terigu dan termasuk untuk harga telur ayam. Khusus untuk telur ayam harga per papannya masih di bawah Rp60 ribu,” ujar Kepala Dinas Koperasi,Usaha Mikro, Perdagangan (Dinkop UMP) dan ESDM, Basori, Rabu (24/5).
Untuk diketahui, katanya, telur ayam yang beredar di Karimun ini ada yang berasal dari hasil peternakan lokal dan ada juga didatangkan dari luar provinsi. Sehingga, harganya juga berbeda. Untuk telur ayam lokal berasal dari peternakan ayam petelur di Sawang atau biasa disebut telur Sawang. Harga per papan Rp58 ribu. Sedangkan untuk telur ayam yang didatangkan dari Medan harganya Rp55 ribu.
BACA JUGA:Per Papan, Harga Telur Ayam di Tanjungbatu Capai Rp 58 Ribu
”Harga Sembako ini merupakan harga yang dijual di Pasar Puan Maimun, Meral dan Pasar Teluk Uma. Namun, jika sudah sampai di warung-warung tempat pemukiman warga bisa berubah. Apalagi, jika membeli dengan harga per butir. Terkait harga Sembako ini setiap awal pekan kita laporakan ke pusat,” papar Basori.
Sementara itu, salah seorang warga Jailani yang dikonfirmasi Batam Pos secara terpisah menyebutkan, harga telur ayam Sawang jika dibeli per butir memang lebih mahal dibandingkan dengan telur ayam dari Medan.
”Harga telur Sawang kalau beli per butir Rp2.500 dan kalau beli 10 butir harganya dapat Rp24 ribu. Kalau telur ayam Medan dijual biasanya per butir Rp2 ribu dan kalau 10 butir ada yang kasih harga Rp19 ribu. Atau tetap dihitung harga per butir nya, jadinya 10 butir dijual dengan harga Rp20 ribu,” ungkap warga Kecamatan Karimun ini. (*)
reporter: sandi








