
batampos – Sebanyak 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Karimun dipastikan kembali mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sebelumnya menghentikan operasional sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Harian Satgas MBG Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Karimun hingga Rabu (10/6) pukul 10.00 WIB, sebanyak 18 SPPG telah menerima transfer dana dan siap kembali beroperasi.
“Sudah ada 18 SPPG yang menerima transfer dana dari BGN. Rata-rata dana baru ditransfer pada Senin sore sehingga dapur tidak bisa langsung membeli bahan kebutuhan memasak dan baru dapat kembali mendistribusikan MBG keesokan harinya,” ujar Sukrianto.
Menurutnya, meski sebagian besar dapur MBG mulai kembali beroperasi, belum seluruh SPPG di Karimun dapat menjalankan distribusi makanan bergizi gratis secara normal.
Saat ini terdapat 29 SPPG yang beroperasi di wilayah perkotaan Kabupaten Karimun. Dari jumlah tersebut, 18 SPPG telah kembali menyalurkan MBG, sementara sembilan SPPG lainnya masih menunggu transfer dana operasional dari pemerintah pusat.
Selain itu, terdapat satu SPPG yang tidak beroperasi karena mendapat penundaan atau suspend dari BGN. Satu dapur lainnya juga belum mendistribusikan MBG karena terkendala kerja sama dengan mitra pelaksana.
Sukrianto menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima Satgas MBG Karimun, masih terdapat empat dapur yang belum mulai beroperasi karena baru menerima surat keputusan (SK) operasional.
Empat dapur tersebut masing-masing berada di Kecamatan Sugie Besar sebanyak tiga unit dan satu dapur lainnya berada di Kecamatan Karimun.
“Kami terus berkoordinasi dengan Korwil BGN Kabupaten Karimun untuk memastikan distribusi MBG kembali normal dan mengetahui perkembangan dapur-dapur yang masih belum beroperasi,” katanya.
Menurut Sukrianto, perkembangan operasional SPPG di Karimun akan terus dipantau karena menjadi bagian dari laporan rutin yang disampaikan kepada Satgas MBG Provinsi Kepulauan Riau.
Ia berharap proses transfer dana dari pusat dapat segera tuntas sehingga seluruh dapur MBG di Karimun dapat kembali beroperasi penuh dan distribusi makanan bergizi gratis kepada para penerima manfaat tidak lagi mengalami gangguan.
Sebelumnya, sejumlah SPPG di Karimun terpaksa menghentikan sementara distribusi MBG akibat belum diterimanya dana operasional dari BGN, yang berdampak pada proses pengadaan bahan baku dan aktivitas dapur. (*)
Artikel Satgas MBG Karimun: 18 SPPG Sudah Aktif Lagi, 9 Lainnya Belum Terima Dana pertama kali tampil pada Kepri.








