Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi. (ANTARA Jatim/HO-Korlantas Polri)
batampos – Korlantas Polri berencana mengurangi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan bekas dan menghapus pajak progresif.
Nantinya, pemilik motor lebih dari dua tidak akan kena biaya penambahan pajak progresif. Selain itu, beban biaya balik nama untuk kendaraan bekas juga akan dikurangi.
Kakorlantas, Irjen Firman Shantyabudi mengatakan, pengurangan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta penghapusan pajak progresif itu, akan mempermudah masyarakat.
“Pengurangan beban dari BBNKB II bahkan penghapusan sampai ke pajak progresif. Ini adalah memudahkan masyarakat,” ujar Firman seperti dikutip dalam YouTube NTMC Polri yang diunggah pada Selasa (14/3/2023).
Dengan adanya penghapusan beban BBNKB II dan pajak progresif, menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi ragu untuk balik nama kendaraan bermotor. “Jadi masyarakat tidak perlu ragu-ragu, setiap pindah, balik nama, lapor. Toh nol biayanya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan, banyak masyarakat yang menahan pembayaran pajak kendaraan karena enggan membayar bea balik nama kendaraan bekas.
Soal kapan berlakunya pembebasan BBN II, Yusri memohon agar seluruh kepala daerah bisa segera melakukannya dan tidak lagi menggunakan pemutihan.
“Kebijakan ini adanya di Pergub. Enggak ada gunanya pemutihan, ini sudah kewenangan setiap daerah. Jadi kapan, kita akan berlakukan secepatnya,” tegas Yusri seperti diberitakan Radar Bogor (Jawa Pos Group), Kamis (6/4). (*)
Kebakaran yang terjadi di Plasa Botania 1. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Salah seorang pemilik toko di Plaza Botania, Manahara, mengaku kecewa terhadap petugas keamanan di tempatnya membuka usaha.
Pasalnya petugas keamanan tidak segera memberikan informasi kepada para tenant adanya peristiwa tersebut.
Manahara mengatakan, dirinya memiliki dua toko kosmetik di Plaza Botania 1. Akibat kebakaran tersebut lanjutnya, tidak ada satu barang pun yang bisa diselamatkan.
Pasalnya, jika kebakaran diinformasikan lebih awal, pedagang bisa langsung menyelamatkan barang-barang mereka.
“Saya kecewa dengan petugas security di kompleks ini, seharusnya mereka sejak awal kejadian memberitahukan kepada pemilik toko agar dapat menyelamatkan barang-barang yang ada,” kata Manahara.
Menurutnya, api berasal dari arah belakang di dekat toilet yang tidak jauh dari mesin genset. Kemudian kebakaran mulai terlihat sejak pukul 03.00 WIB.
“Saya kebetulan tinggal di perumahan belakang dan saksi mata juga menyebutkan jam segitu,” kata Manahara.
Menurutnya, jika insiden diketahui lebih awal kepada dirinya selaku pemilik toko dan tenant-tenant yang lain, kemungkinan peluang untuk melakukan evakuasi terhadap barang-barang dagangan dapat lebih dahulu dilakukan.
“Saya juga baru tahu kejadian kebakaran dari orang lain, seharusnya petugas security yang mengutip iuran keamanan bisa menyampaikan kepada kami,” kata Manahara.(*)
Tersangka kasus pembunuhan berencana 11 orang Mbah Slamet dan tangan kanannya, BS digelandang di Polres Banjarnegara. (Pujud/Radar Banyumas)
batampos – Mbah Slamet punya cara khusus untuk menggaet calon korbannya. Dia merekrut BS, warga Pekalongan, untuk mempromosikan kesaktian abal-abalnya. BS ditugasi meng-upload sosok Mbah Slamet di media sosial (medsos).
Dalam unggahannya, BS menyebut Mbah Slamet merupakan tokoh sakti asal Banjarnegara yang mampu menggandakan uang. Mbah Slamet sengaja merekrut BS karena dia tidak bisa menggunakan medsos. ’’Jadi, BS sebatas memasang iklan dan mengenalkan kemampuan saya,’’ ujar Mbah Slamet kepada polisi seperti dilansir Radar Banyumas. Jika ada yang tertarik, BS juga berperan mempertemukan para korban dengan Mbah Slamet. Untuk satu korban yang berhasil terjerat bujuk rayu melalui medsos itu, BS menerima bayaran Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.
Setelah terjadi kesepakatan penggandaan uang, Mbah Slamet membuat janji dengan korban untuk melakukan ritual. Sebelum ritual, korban diminta datang lagi dengan menggunakan kendaraan umum. ’’Setelah sampai rumah, sekitar pukul 16.00 WIB, saya mengajak korban ke lokasi ini untuk melakukan ritual,’’ kata Mbah Slamet.
Sembari menunggu langit gelap, tersangka mengajak korbannya berbincang hingga satu jam. Lalu, sebelum ritual dimulai, korban diminta minum air yang disiapkan Mbah Slamet. Dia menyebut minum air itu sebagai bagian dari ritual. Padahal, Mbah Slamet telah memasukkan racun potas ke dalam minuman tersebut. Hanya dalam waktu sekitar 5 menit, menurut Mbah Slamet, semua korbannya muntah-muntah dan tak berdaya. ’’Setelah nadinya tidak berdetak dan benar-benar sudah meninggal, saya baru menggali lubang dan menguburnya, lalu mengambil uangnya,’’ katanya. Biasanya pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 19.30.
Aksi pembunuhan berdarah dingin itu dilakukan Mbah Slamet sejak 2020 dan berakhir pada 24 Maret 2023. Saking banyaknya korban, dia bahkan tidak ingat satu per satu namanya. Mbah Slamet juga tidak ingat pasti berapa uang yang berhasil dikumpulkan dari aksi kejinya itu. Dia hanya menyebut kisaran ratusan juta rupiah. ’’Totalnya nggak tahu karena dipakai untuk membayar utang dan kebutuhan hidup, tetapi ada yang Rp 50 juta, Rp 70 juta, dan ada juga yang Rp 40 juta,’’ ujarnya. (*)
Mayat lansia berinisial T saat dibawa ambulan menuju RSUD MUhammad Sani. f.dok Polsek Meral
batampos– Warga Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, heboh, Rabu (5/5). Pasalnya, seorang wanita lanjut usia berinisia T (70) ditemukan tergeletak tak bernyawa di pondok kebun pisang, Jelutung.
Saksi U (35), adalah yang pertama kali menemukan jasad lansia tersebut. Saat itu, saksi U hendak menjenguk korban yang dikabarkan sedang sakit.
Selain itu, warga RT.02 RW.02 Kelurahan Darussalam ini pun hidup sendirian.
“Saksi U ingin menjenguk korban setelah mendapat kabar dari temannya kalau korban sedang sakit. Sesampainya di rumah korban, saksi U masuk ke dalam rumah korban yang pintunya tidak terkunci. Kemudian mendapati korban dalam keadaan terlentang tanpa busana hanya menggunakan selimut. Saksi mencoba membangunkan korban dengan menggoyang-goyangkan badannya, namun korban tidak bergerak,” ungkap Kapolsek Meral AKP Brasta Pratama.
Melihat kondisi korban sudah tak bernyawa, saksi U lalu melapor ke Letua RT.02 RW.01 berinisial M (48 tahun), dan langsung menghubungi pihak kepolisian setempat.
“Tidak ada tanda-tanda tindak kekerasan di tubuh korban,” beber Kapolsek.
Korban berasal dari Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja. Hal itu diketahui berdasarkan surat jalan yang dibawanya ke Kabuaten Karimun. Saat tiba di Karimun, korban menumpang tinggal di pondok kebun pisang milik warga setempat berinisial DS.
“Mayat korban langsung dibawa petugas ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum et repertum,” imbuh Kapolsek.(*)
Personel kepolisian menyita minuman keras dari salah seorang pedagang. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
batampos – Polsek Lubukbaja menggelar Operasi Pekat Seligi, Minggu (2/4) malam. Dalam operasi ini, polisi mendatangi 2 toko dan kios kelontong penjual minuman alkohol (mikol) dan menyita ratusan botol.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yudi Arvian, mengatakan, kegiatan operasi ini dilakukan guna memberantas penyakit masyarakat. Kemudian mengantisipasi hal-hal yang dapat menganggu umat muslim melaksanakan ibadah.
“Tujuannya juga untun menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama bulan Ramadan,” ujar Yudi.
Yudi menjelaskan 2 toko yang disisir yakni berada di kawasan Pasar Tos 3000 dan Komplek Newton. Hasilnya, polisi mengamankan 147 botol mikol berbagai jenis.
“Mikol kita amankan dan diserahkan ke Satreskrim untuk dimusnahkan,” katanya.
Yudi menambahkan dalam operasi tersebut pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada selama beraktiviyas di malam hari. Selain itu kepada masyarakay yang meninggalkan rumah untuk beribadah
“Saat ibadah dan meninggalkan rumah, pastikan rumah terkunci,” tutupnya.(*)
IR memeluk istriknya RF sesaat setelah menerima Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) dari Kepala Kejari Batam, Herlina Setyorini (kanan). Foto: Yashinta/Batam Pos
batampos – IR, tersangka KDRT terhadap RF, istri sendiri yang telah dinikahinya selama 2 tahun akhirnya bisa bernafas lega. Pria berusia 27 tahun ini dibebaskan dari segala tuntutan melalui program Restoratif Justice di Kejaksaan Negeri Batam.
Raut wajah lega sekaligus bahagia tak bisa disembunyikan IR usai menerima Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) dari Kepala Kejari Batam, Herlina Setyorini.
Ia memeluk istrinya, dan berjanji tak akan melakukan perbuatan KDRT serta bertanggung jawab sebagai suami sekaligus ayah dari anak-anaknya.
Kajari Batam, Herlina Setyorini, mengatakan, tersangka bisa bebas karena dimaafkan oleh istrinya. Sehingga bisa mendapat pengampunan melalui program Restoratif Justice.
“Tersangka bisa bebas, karna mendapat maaf dari istri di bulan Ramadan ini. Kami melakukan ekspos perkara secara berjenjang, dan Alhamdulillah pada Selasa kemarin, permintaan RJ dikabulkan Jampidum Kejaksaan Agung, sehingga tersangka bisa bebas,” ujar Herlina didampingi Kasi Pidum Kejari Batam, Amanda, penyidik polisi dan Jaksa penuntut umum (JPU) di aula lantai 3 Kejari Batam, Rabu (5/4).
Dijelaskan Herlina, penganiayaan terhadap RF, yang berprofesi sebagai dokter di salah satu puskesmas cukup membuatnya merinding.
Sebab penganiayaan dilakukan dengan cara didicekik, diinjak, dipukul hingga korban babak belur. Padahal, korban baru melahirkan anak berusia 5 bulan.
“Agak miris sebenarnya saya melihat kejadian seperti ini. Semoga dengan kasus ini, tersangka bisa lebih bertanggung jawab terhadap istri dan anak, baik secara materi, materil dan lainnya. Dimana suami merupakan sosok pemimpin yang harus melindungi keluarga,” tegas Herlina.
Sementara, IR mengaku sangat menyesal dengan perbuataan yang telah melukai istrinya secara fisik dan batin. Ia berjanji ke depannya akan berubah, lebih baik lagi dan tak akan melakukan tindakan kekerasan lagi.
“Saya berjanji tak ada mengulangi kekerasaan. Memperbaiki kehidupan saya dan bertanggung jawab sebagai suami,” tegas pria yang bekerja sebagai servis komputer ini.
Sementara, RF mengaku memaafkan suaminya karena masih cinta dan telah memiliki anak. Ia memberi kesempatan pertama dan terakhir kepada sang suami yang telah menikahinya 2 tahun silam.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan Kejari Batam karena telah
Memberi kesempatan kepada kepada kami, begitu juga kepada penyidik. Semoga dengan ini suami saya benar-benar berubah dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Kasi Pidum Kejari Batam, Amanda, menjelaskan kasus ini merupakan yang ke 8 di tahun 2023. Kali ini kasus merupaka KDRT yang dilakukan suami terhadap istri.
Dimana sangat suami ketahuan selingkuh dan melakukannkekerasan terhadap istri. Sang sistri akhinya melaporkan suami ke polisi dan ditahan.(*)
Ilustrasi. Para jamaah haji menjalani perekaman biometrik untuk pembuatan visa haji. (YUAN EDO/RDR.BJN)
batampos – Persiapan pemberangkatan jamaah haji musim 2023 terus dikebut. Saat ini calon jamaah haji di sejumlah daerah sudah menjalani perekaman biometrik. Perekaman ini dilakukan untuk proses bio visa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.
Laporan yang masuk ke Kementerian Agama (Kemenag), perekaman biometrik diantaranya dilakoni calon jamaah haji dari Kota Banda Aceh. Perekaman biometrik itu dilakukan melalui aplikasi Saudi Bio Visa yang dibuat oleh pemerintah Saudi.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh Abrar Zym mengatakan perekaman biometrik itu dilakukan setelah keluar nama-nama calon jemaah berhak lunas. ’’Proses perekaman biometrik sudah berjalan beberapa hari ini,’’ katanya kemarin (5/4). Dia mengatakan sedikitnya sudah seratus calon jemaah yang selesai melakukan proses perekaman biometrik.
Abrar mengatakan kuota haji di Kota Banda Aceh berjumlah 566 orang. Dia mengatakan aplikasi Saudi Bio Visa ini baru pertama kali diberlakukan. Data biometrik calon jemaah haji yang diunggah adalah wajah, sidik jari, serta fotokopi paspor.
’’Dengan adanya sistem Saudi Bio Visa ini, nanti memberikan kemudahan dan kecepatan pemeriksaan saat jemaah datang di bandara Arab Saudi,’’ katanya. Upload data biometrik itu bisa dilakukan secara mandiri oleh tiap-tiap calon jemaah haji. Jemaah tidak perlu mengunjungi kedutaan atau konsulat Arab Saudi di Indonesia. Selain itu juga tidak perlu ke pusat penerbitan visa mitra pemerintah Arab Saudi di Indonesia.
Aplikasi Saudi Bio Visa bisa langsung diunduh calon jemaah melalui ponsel masing-masing. Sayangnya saat melihat respon pengguna, banyak yang mengeluhkan proses input biometrik. Beberapa diantaranya mengeluhkan keluarganya yang lansia kesulitan saat input sidik jari dan lainnya.
Kepala Subdirektorat Transportasi Udara dan Perlindungan Jamaah Haji Reguler Kemenag Noer Alya Fitra mengatakan, input biometrik di aplikasi Saudi Visa Bio itu sebagai syarat awal pemrosesan visa haji. Proses visa haji tetap dilakukan oleh Kemenag. Visa tidak langsung dikirim ke ponsel jemaah meskipun sudah sukses input data biometrik.
Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengatakan, tidak menutup kemungkinan proses input biometrik ada kendala. ’’Misalnya sidik jadi jemaah tidak terbaca di ponselnya,’’ katanya. Bagi calon jemaah yang kesulitan input biometrik, bisa mendatangi kantor Kemenag kabupaten dan kota setempat. Nanti akan dibantu prosesnya sampai selesai. Dia membenarkan bahwa input biometrik di aplikasi itu untuk memudahkan pengecekan jemaah saat kedatangan. (*)
Polisi mengamankan pelajar inisial PP, yang ditemukan narkoba jenis sabu dalam bungkus rokok. F.Satresnarkoba Polres Bintan untuk Batam Pos.
batampos– Seorang pelajar di Bintan, inisial PP, 17, diamankan polisi setelah disuruh seseorang untuk mengambil paket berisikan narkoba jenis sabu di jalan WR Supratman, Toapaya, Bintan pada Kamis (23/3/2023) dini hari.
Kasatresnarkoba Polres Bintan, AKP Iwan Nopriawan membenarkan pihaknya mengamankan seorang pelajar di Bintan karena kasus penyalahgunaan narkoba.
“Dia (pelajar) diamankan pada hari pertama operasi pekat seligi,” kata dia saat ditemui di ruangannya, Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Rabu (5/4/2023).
Dari pengakuannya, dia mengatakan, ada seseorang yang menyuruhnya untuk mengambil paket berisikan sabu.
“Dia (pelajar itu) ngakunya disuruh seseorang, katanya tidak ada hubungan dengannya, tapi masih kita dalami,” kata dia.
Pihaknya pun masih mendalami keterlibatan pelajar tersebut dalam kasus ini.
Warga Rusun Batamec, Tanjunguncang mengambil air dan mandi dari bak penampungan, Rabu (5/4). Sudah 5 bulan penhuni rusun ini kesulitan air bersih. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) Batamec, Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, mengalami kesulitan akses air bersih. Bahkan, kondisi ini sudah warga rasakan sejak lima bulan yang terakhir. Warga berharap pemerintah bisa menyelesaikan permasalahan air di Rusunawa Batamec Batuaji ini.
“Sudah lima bulan lebih kami sangat sulit dengan air bersih,” kata warga yang menggelar aksi damai, Rabu (5/4).
Mereka membentangkan sepanduk besar di depan rusunawa yang bertukisan “Tolong bantu kami Bapak Wali Kota. Kami warga Rusunawa Batamec tidak sanggup lagi atas krisis air yang sudah 5 bulan lebih. Kami tidak sanggup lagi mengangkat air dari lantai 1 ke lantai 4 rusun hanya sekedar buang hajat,” tulis dalam spanduk yang dibuat warga RT 003/RW 022.
Sujianto Ketua RT003 menyebutkan selama 5 bulan ini PT. Moya memberikan solusi dengan menyedikan dua tangki air bersih per harinya. Namun warga harus berjibaku mengangkat air dengan galon atau ember dari lantai 1 menuju lantai 4.
“Masalah ini tidak terselesaikan sudah 5 bulan warga kesulitan dapat air. Mereka warga sudah tidak sanggup ngangkat air dari lantai dasar menuju lantai 4,” kata Sujianto.
Krisis air bersih yang dialaminya membuat ia dan keluarga terpaksa harus menahan buang air besar (BAB). Sebab dua unit tangki yang yang disediakan PT. Moya juga tidak cukup mengakomodir kebutuhan warga.
“Kami minta 5 tangki per hari, tapi yang bisa disuplai hanya 2 tangki air. Apalagi kalau malam mau BAB sangat sulit. Kami berharap Wali Kota Batam bisa menyelesaikan permasahan ini,” harapnya.
Penghuni rusun lainnya, Adi mengaku, terbatasnya air bersih ini membuat aktifitas sehari-hari warga menjadi terganggu. Mereka menjadi kesusahan ketika hendak mencuci baju hingga piring. “Kita mau buang air besar, buang air kecil di malam hari jadi susah. Mencuci baju pun juga susah,” kata dia.
Adanya truk tangki air Moya dirasa belum menyelesaikan masalah. Tangki itu mengisi air di bak penampungan sehingga dapat disalurkan ke unit rusun. Akan tetapi warga terpaksa harus mengangkut air dari pantai dasar ke lantai empat rusun.
Terpisah, Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam Roni saat dikonfirmasi mengakui, sudah lama krisis air bersih terjadi di rusun tersebut. Pihaknya sudah berulang kali menyampaikan ke pengelola air bersih namun tanggapan hanya sekedar saja.
“Kita sudah sampaikan. Ini masalah lama. Awalnya disuplai pakai mobil tanki tapi belakangan malah tak disuplai lagi. Masyarakat semakin kesulitan,” ujar Roni.
Imbas dari krisis air bersih ini kata Roni, banyak penghuni rusunawa yang sudah hengkang. Penghuni yang tersisa hanya sekitar 70 KK dari ratusan KK sebelumnya. “Lama-lama gak tahan lah kalau airnya bermasalah, ” ungkapnya. (*)
Suasana di Plaza Botania 1 setelah api berhasil dipadamkan. (F.Yulitavia)
batampos – Nasib naas menimpa ratusan pedagang di Plaza Botania 1, Batamcenter. Toko dan kios mereka terbakar, Rabu (5/3/2023) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.
Pemilik toko pun tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mereka akibat kebakaran yang melahap isi toko mereka.
Salah satu pemilik kios, Manahara mengaku dari dua toko kosmetik miliknya, tidak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Manahara menyebutkan keadaan kiosnya baru menambah pasokan barang.
Kerugian mencapai Rp700-900 juta, untuk dua kios kosmetik miliknya. Pedagang kosmetik ini mengaku kecewa dengan sekuriti atau tim keamanan di komplek pasar ini.
Pasalnya, jika kebakaran bisa diinformasikan lebih awal, pedagang bisa langsung menyelamatkan barang-barang mereka.
“Saya kecewa dengan petugas sekuriti di kompleks ini, seharusnya mereka sejak awal kejadian memberitahukan kepada pemilik toko agar dapat menyelamatkan barang-barang yang ada,” kata Manahara.
Menurutnya, api berasal dari arah belakang di dekat toilet yang tidak jauh dari mesin genset, kemudian kebakaran mulai terlihat sejak pukul 03.00 WIB.
“Saya kebetulan tinggal di perumahan belakang dan saksi mata juga menyebutkan jam segitu,” kata Manahara.
Menurutnya, jika insiden diketahui lebih awal kepada dirinya selaku pemilik toko dan tenant-tenant yang lain kemungkinan peluang untuk melakukan evakuasi terhadap barang-barang dagangan dapat lebih dahulu dilakukan.
“Saya juga baru tahu kejadian kebakaran dari orang lain, seharusnya petugas sekuriti yang mengutip iuran keamanan bisa menyampaikan kepada kami,” kata Manahara. (*)