Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 569

4 Sehat 5 Sempurna Sudah Tak Relevan, Ini Cara Penuhi Gizi Seimbang di Rumah

0
Ilustrasi makanan sehat. (ANTARA/Pexels)

batampos – Pemenuhan gizi seimbang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan persoalan gizi masyarakat bukan hanya stunting, tetapi juga berat badan kurang, gizi kurang, hingga gizi lebih, dengan kondisi yang berbeda-beda di setiap provinsi.

Meski hasil SSGI 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 persen atau setara dengan 4.482.340 balita yang menurun 1,7 persen dibandingkan tahun 2023, masih banyak PR yang harus dikerjakan.

Kemenkes telah menargetkan penurunan stunting pada 2025 menjadi 18,8 persen yang membutuhkan upaya lebih keras dan kolaborasi lebih erat, terutama di enam provinsi dengan jumlah balita stunting terbesar. Yakni Jawa Barat (638.000 balita), Jawa Tengah (485.893 balita), Jawa Timur (430.780 balita), Sumatera Utara (316.456 balita), Nusa Tenggara Timur (214.143 balita), dan Banten (209.600 balita).

Tak hanya itu, dalam SSGI 2024 juga menunjukkan bahwa wilayah Indonesia timur memiliki prevalensi tertinggi untuk gabungan stunting, gizi kurang, dan berat badan kurang.

Sementara Indonesia bagian tengah hingga timur terlihat banyak wilayah dengan prevalensi tinggi sejak usia anak 12 bulan ke atas. Kondisi ini menandakan bahwa intervensi pemenuhan gizi tidak cukup hanya dilakukan saat kehamilan, tetapi harus berlanjut setelah anak lahir.

Beberapa faktor yang tercatat dalam data SSGI dan menjadi perhatian Kementerian Kesehatan antara lain cakupan pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI, imunisasi, serta prevalensi diare.

Cara Memenuhi Gizi Seimbang di Rumah

Seiring masih tingginya masalah gizi, pendekatan lama ‘4 Sehat 5 Sempurna’ dinilai sudah tidak lagi relevan. Dokter Spesialis Konsultasi Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, MSc, Sp.GK, menjelaskan bahwa saat ini masyarakat dianjurkan menerapkan konsep gizi seimbang sesuai pedoman piring sehat.

“Gizi seimbang sesuai piring sehat, di mana 1/4 karbohidrat kompleks, 1/2 sayur dan buah, 1/4 protein. Untuk anak komposisinya sama seperti dewasa, disesuaikan saja dengan jumlah kebutuhan kalorinya,” jelas dr. Jovita kepada JawaPos.com, dikutip Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, konsep 4 Sehat 5 Sempurna menekankan makanan pokok, lauk, sayur, dan buah, dengan susu sebagai penyempurna. Namun dalam pedoman gizi seimbang, susu tidak lagi diposisikan sebagai penyempurna, melainkan asupannya dibatasi sesuai kebutuhan.

Selain komposisi makanan, dr. Jovita menekankan pentingnya variasi dan pola hidup sehat. Sayur dan buah dianjurkan beraneka warna untuk memastikan kecukupan vitamin dan mineral.

Adapun penggunaan minyak sehat perlu dibatasi, asupan cairan harus cukup, dan aktivitas fisik tetap dilakukan secara rutin.

Tantangan Edukasi Gizi

Di akhir, dr. Jovita menyoroti masalah umum dalam pemenuhan gizi di Indonesia yang masih kerap ditemui. Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah kurangnya informasi gizi yang benar di masyarakat.

“Mungkin karena kurangnya informasi gizi yang benar. Justru yang banyak beredar itu informasi-informasi gizi dari orang-orang yang tidak memiliki kompetensi di bidangnya,” ujarnya.

Kondisi ini membuat edukasi gizi berbasis data dan tenaga ahli menjadi semakin penting, agar upaya pencegahan stunting dan masalah gizi lainnya bisa dilakukan sejak dari rumah, dengan pola makan seimbang yang tepat.(*)

Artikel 4 Sehat 5 Sempurna Sudah Tak Relevan, Ini Cara Penuhi Gizi Seimbang di Rumah pertama kali tampil pada Lifestyle.

PKS Batam Kota Awali Kepengurusan Baru dengan Peluncuran Buku “Batam 2045”

0
Ketua DPC PKS Batam Kota, Ir. Suryanto, menunjukkan buku karyanya “Batam 2045: Jalan Emas Menuju Kota Global” saat peluncuran di Batam. Buku ini menjadi penanda komitmen PKS Batam Kota menghadirkan gagasan strategis untuk masa depan Batam. F. Istimewa

batampos – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Batam Kota mengawali kepengurusan baru dengan peluncuran buku Batam 2045: Jalan Emas Menuju Kota Global. Buku tersebut memuat gagasan strategis arah pembangunan Batam menuju kota berdaya saing global.

Buku ini merupakan karya Ketua DPC PKS Batam Kota yang baru, Ir. Suryanto, dan diluncurkan bertepatan dengan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) PKS Batam Kota di Hotel PIH, Minggu (25/1).

Peluncuran buku ini menegaskan komitmen PKS Batam Kota untuk tidak hanya bergerak melalui kerja-kerja organisasi, tetapi juga menghadirkan ide, pemikiran, dan visi besar yang relevan bagi masa depan daerah.

“Partai besar tidak hanya dibangun oleh struktur dan aktivitas organisasi, tetapi juga oleh gagasan dan visi. Buku ini adalah ikhtiar menghadirkan arah strategis Batam menuju kota global pada 2045,” ujar Suryanto.

Menurutnya, tantangan pembangunan Batam ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya loyal dan aktif, tetapi juga kompeten serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“PKS hari ini tidak cukup hanya loyal, tapi harus kompeten. Tidak cukup hanya aktif, tapi harus hadir dan berdampak,” tegasnya.

Usai peluncuran buku, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Ranting sekaligus pelantikan pengurus DPC dan Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS se-Kecamatan Batam Kota untuk periode 2025–2030.

Ketua DPD PKS Kota Batam, M. Yusuf, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap penguatan PKS di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Batam Kota. Ia menargetkan PKS mampu meraih dua kursi legislatif dari wilayah tersebut.

“Salah satu harapan kami dalam peta perjuangan PKS adalah Dapil 1 Batam Kota bisa meraih dua kursi. Kami optimistis di bawah kepemimpinan Pak Suryanto, DPC PKS Batam Kota akan terus bertumbuh dan solid,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus untuk menjaga kekompakan serta marwah partai dalam setiap langkah perjuangan.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Batam Kota periode 2021–2025, Mulyanto, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kepengurusan baru.

“Terima kasih dan selamat bertugas. Mudah-mudahan cita-cita besar menuju 2029 sudah mulai terlihat hasilnya pada periode 2025–2030,” katanya.

Mulyanto menambahkan, pembangunan kantor DPC PKS Batam Kota telah rampung sehingga kepengurusan baru dapat langsung fokus pada program dan kerja-kerja perjuangan.

Menutup rangkaian acara, Suryanto menekankan pentingnya menjaga karakter, kesetiaan pada nilai perjuangan, serta konsistensi dalam kerja-kerja sunyi.

“Struktur tanpa ruh akan rapuh. Kepemimpinan tidak dibangun dalam satu hari, tetapi tumbuh dari kesabaran, ketekunan, dan kesetiaan pada nilai,” pungkasnya. (*)

Artikel PKS Batam Kota Awali Kepengurusan Baru dengan Peluncuran Buku “Batam 2045” pertama kali tampil pada News.

Aktivis Lingkungan Soroti Reklamasi Pesisir Tanjung Ayun Sakti, Diduga Ilegal

0
Kondisi reklamasi di pesisir Tanjung Ayun Sakti, Tanjungpinang. Penimbunan pantai dan pembangunan tanggul terlihat memanjang ke arah laut, Senin (26/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Aktivitas reklamasi atau penimbunan di kawasan pesisir Tanjung Ayun Sakti, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), disorot karena berpotensi merusak ekosistem mangrove dan mengancam keberlangsungan biota pesisir.

Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian area pesisir telah ditimbun material tanah dan batu. Di lokasi tersebut juga tampak pembangunan struktur penahan berupa susunan batu dan cor beton di bibir laut.

Perubahan kontur pantai terlihat cukup signifikan. Garis pantai mulai maju ke arah laut, sementara kawasan mangrove masih berdiri tidak jauh dari area penimbunan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Aktivis lingkungan Tanjungpinang, Kherjuli, menyoroti aktivitas reklamasi tersebut. Ia menduga penimbunan dilakukan tanpa izin yang sah oleh pemilik lahan.

“Pemanfaatan ruang laut dan reklamasi pantai tidak bisa dilakukan secara serampangan. Semua harus mengikuti peraturan perundang-undangan,” kata Kherjuli, Senin (26/1).

Menurutnya, setiap kegiatan reklamasi wajib mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Tanpa dokumen tersebut, aktivitas penimbunan dinilai ilegal.

Ia menegaskan, reklamasi yang dilakukan tanpa kajian dan izin dapat menimbulkan berbagai dampak lingkungan, mulai dari kekeruhan air laut, hilangnya biota pesisir, meningkatnya risiko banjir, hingga rusaknya ekosistem mangrove.

“Seharusnya ini ditindaklanjuti oleh Dinas Kelautan dan Satpol PP, karena dampaknya langsung terhadap ekosistem laut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Said Sudrajat, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah reklamasi di kawasan Tanjung Ayun Sakti telah mengantongi PKKPRL atau belum.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap penimbunan yang bertujuan membentuk daratan baru di kawasan pesisir wajib memiliki izin PKKPRL dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

“Kalau penimbunan di dekat laut untuk membuat daratan baru, izinnya langsung dari kementerian,” kata Said.

DKP Kepri, lanjutnya, hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi kesesuaian pemanfaatan ruang laut, bukan menerbitkan izin reklamasi.

Terpisah, Lurah Tanjung Ayun Sakti, Muhammad Rizky, memastikan aktivitas penimbunan di kawasan bakau tersebut belum mengantongi izin. Pihak kelurahan telah menegur pelaksana kegiatan dan menyurati Satpol PP Kota Tanjungpinang.

“Kemarin informasinya Satpol PP melalui PPNS sudah turun ke lokasi,” ujar Rizky.

Ia mengungkapkan, aktivitas penimbunan itu telah berlangsung sejak tahun lalu. Pihak kelurahan sebelumnya juga telah meminta pemilik pekerjaan untuk segera mengurus perizinan yang diperlukan.

“Jadi diduga kuat memang belum memiliki izin,” pungkasnya. (*)

Artikel Aktivis Lingkungan Soroti Reklamasi Pesisir Tanjung Ayun Sakti, Diduga Ilegal pertama kali tampil pada Kepri.

Girl Group No Na Hadirkan Pop Dance Enerjik Lewat Single Work

0
Girl group No Na hadirkan pop dance enerjik lewat single Work. F. x.com/entamerush_jp.

batampos – Girl group asal Indonesia No Na kembali menegaskan eksistensinya di industri musik internasional dengan merilis single terbaru berjudul “Work”. Lagu bernuansa pop dance tersebut resmi diluncurkan pada Jumat (23/1).

Single Work hadir dengan warna musik yang energik dan berorientasi pada performa tarian. No Na yang beranggotakan Christy, Esther, Baila, dan Shaz menampilkan kekuatan vokal yang berpadu dengan koreografi dinamis sebagai ciri utama lagu ini.

No Na merupakan grup pop Indonesia yang berada di bawah naungan label internasional 88rising. Perilisan Work dilakukan bersamaan dengan peluncuran video musik resmi di kanal YouTube No Na.

Lagu ini memadukan irama pop global dengan beat drum yang kuat serta sentuhan ritme yang terinspirasi dari gamelan Indonesia, menghadirkan karakter musik yang segar dan berbeda. Visual tajam serta koreografi penuh energi turut memperkuat konsep lagu sebagai anthem motivasi.

Work mengangkat tema tentang semangat kerja keras, ketekunan, dan pencapaian diri, sekaligus merepresentasikan evolusi identitas musikal No Na di awal 2026.

Grup ini menonjolkan kekuatan performa panggung dan gaya bermusik yang modern, dengan fokus pada momentum dan percussive hits ketimbang eksplorasi vokal semata.

Perilisan single ini disambut antusias oleh para penggemar, baik di dalam maupun luar negeri. Sejak debut pada 2025, No Na telah terlibat dalam sejumlah proyek besar yang menguatkan posisi mereka di kancah musik global.

Single Work menjadi salah satu langkah penting No Na dalam menancapkan eksistensi mereka sepanjang 2026, sekaligus memperluas jangkauan pasar musik internasional dengan membawa identitas pop Indonesia. (*)

Artikel Girl Group No Na Hadirkan Pop Dance Enerjik Lewat Single Work pertama kali tampil pada Lifestyle.

Di Balik Seragam Cokelat, Ipda Vicky Satria Irawan Tanamkan Mimpi Anak-anak Tarempa

0
Kanit Reskrim Polsek Siantan, Ipda Vicky Satria Irawan memberikan nasihat kepada pelajar SD Negeri 001 Tarempa. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Suasana pagi di halaman SD Negeri 001 Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, mendadak berbeda pada Senin (26/1). Ketika barisan siswa tengah bersiap mengikuti upacara bendera, sekelompok polisi berseragam lengkap dari Polsek Siantan melangkah masuk ke area sekolah.

Kehadiran aparat berseragam cokelat itu sontak menyedot perhatian para pelajar. Sebagian tampak terkejut, bahkan ada yang terlihat cemas. Tatapan polos bercampur rasa penasaran dan khawatir tergambar jelas di wajah anak-anak yang berdiri rapi di lapangan.

Bagi siswa sekolah dasar, polisi kerap diasosiasikan dengan peristiwa serius. Namun, ketegangan itu perlahan mencair. Kedatangan polisi pagi itu bukan untuk mencari kesalahan, apalagi melakukan penindakan.

Mereka hadir dengan misi berbeda: menjadi pembina upacara sekaligus menyampaikan pesan-pesan kehidupan yang sarat makna bagi masa depan generasi muda.

Upacara bendera pun berlangsung dengan nuansa tak biasa. Barisan polisi berdiri berdampingan dengan para guru, memberi warna baru dalam rutinitas sekolah.

 

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Siantan, Ipda Vicky Satria Irawan, melangkah ke mimbar. Dengan sikap tenang dan bahasa sederhana, ia menyampaikan amanat yang mudah dipahami anak-anak.

Ipda Vicky menekankan pentingnya bersungguh-sungguh dalam belajar sebagai bekal utama meraih masa depan. Menurutnya, sekolah adalah fondasi awal pembentukan karakter, disiplin, dan tanggung jawab yang akan melekat hingga dewasa.

“Waktu belajar tidak akan terulang. Manfaatkan masa sekolah ini sebaik mungkin,” pesannya kepada para pelajar.

Tak hanya menyinggung soal akademik, Vicky juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku sosial di lingkungan sekolah. Ia meminta para siswa menjauhi perundungan, ejekan, serta segala bentuk kenakalan yang bisa melukai perasaan teman.

“Adik-adik harus saling menyayangi. Jangan mengejek, apalagi menyakiti teman. Kalau melihat teman kesusahan, bantulah,” ujar Vicky.

Menurutnya, keberanian sejati bukan ditunjukkan lewat kekerasan, melainkan dari kemampuan menghormati dan menjaga perasaan orang lain.

Suasana semakin hangat ketika Vicky berbagi kisah pribadinya. Ia mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi polisi. Mimpi itu, kata dia, tumbuh dari kebiasaan belajar dengan giat, patuh kepada orang tua, dan menghormati guru.

“Dulu saya juga seperti adik-adik. Punya mimpi, lalu belajar sungguh-sungguh. Jangan pernah malu dengan cita-cita dan jangan mudah menyerah,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.

Ratusan pelajar tampak menyimak dengan penuh perhatian. Upacara yang biasanya berlangsung formal, hari itu berubah menjadi ruang refleksi dan motivasi yang membekas di hati.

Para guru pun mengapresiasi kehadiran polisi sebagai pembina upacara. Pesan moral yang disampaikan langsung oleh aparat penegak hukum dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa.

Kehadiran polisi di SD Negeri 001 Tarempa menjadi pengingat bahwa sosok berseragam tidak selalu identik dengan ketegasan semata. Di balik itu, ada peran sebagai sahabat, pembimbing, dan penyemai harapan bagi generasi penerus.

Hari itu, halaman sekolah bukan sekadar tempat upacara. Ia menjelma ruang berbagi nilai tentang kasih sayang, mimpi, dan masa depan—sebuah momen sederhana yang mungkin akan terus dikenang para pelajar sebagai awal tumbuhnya semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik. (*)

Artikel Di Balik Seragam Cokelat, Ipda Vicky Satria Irawan Tanamkan Mimpi Anak-anak Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Film “Para Perasuk” Wakili Indonesia di Sundance Film Festival 2026

0
Adegan dalam film “Para Perasuk” yang tampil di Sundance Film Festival 2026. F. x.com/FilmIndoSource.

batampos – Industri perfilman Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Film Para Perasuk (Levitating) berhasil lolos seleksi dan tampil perdana di Sundance Film Festival 2026, salah satu festival film independen paling bergengsi di dunia.

Film garapan sutradara Wregas Bhanuteja tersebut terpilih sebagai salah satu dari 10 film internasional yang berkompetisi dalam kategori World Cinema Dramatic Competition, bersaing dengan karya-karya dari berbagai negara.

Sundance Film Festival 2026 berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Park City dan Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Para Perasuk merupakan hasil kolaborasi produksi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Singapura, Prancis, dan Taiwan. Film ini mengangkat kisah seorang pemuda bernama Bayu, yang hidup di tengah komunitas dengan tradisi unik, di mana praktik kerasukan menjadi bagian dari ritual dan perayaan lokal.

Bayu bercita-cita menjadi seorang shaman trance untuk menggalang dana demi menyelamatkan desanya dari ancaman penggusuran. Cerita film ini memadukan unsur spiritualitas, budaya lokal, dan konflik sosial dalam balutan narasi yang kuat.

Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Indra Birowo. Maudy Ayunda juga berkontribusi sebagai pengisi lagu tema dengan merilis original soundtrack berjudul Aku yang Engkau Cari yang telah diluncurkan di platform streaming pada Senin (19/1).

Pemutaran perdana Para Perasuk di Sundance disebut mendapat sambutan hangat dari penonton internasional, termasuk standing ovation.

Film ini dinilai menonjol lewat penggunaan elemen musikal, eksplorasi emosi batin para karakter, serta penggambaran spiritualitas adat yang berpadu dengan isu modernitas dan kapitalisme.

Penampilan Para Perasuk di Sundance menjadi langkah penting dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada audiens global. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air, meski tanggal rilis resminya belum diumumkan.(*)

Artikel Film “Para Perasuk” Wakili Indonesia di Sundance Film Festival 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Mobile Legends Jadi Gim Perdana di Esports Nations Cup 2026

0
Mobile Legends masuk Esports Nations Cup 2026 di Riyadh. F. x.com/ENC_EN.

batampos – Gim Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) resmi diumumkan sebagai judul pertama yang akan dipertandingkan dalam ajang Esports Nations Cup (ENC) 2026, turnamen esports internasional antarnegara.

ENC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–29 November 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Sebanyak 32 tim nasional Mobile Legends dari berbagai negara akan bertanding secara offline (LAN) dalam kompetisi berskala global tersebut.

Mobile Legends ditetapkan sebagai satu dari 16 judul gim kelas dunia yang akan dipertandingkan di ENC 2026. Seluruh pertandingan akan digelar mulai dari fase grup hingga partai puncak grand final.

Turnamen diawali dengan fase grup round robin, di mana 32 tim nasional dibagi ke dalam empat grup, masing-masing berisi delapan tim. Setiap pertandingan fase grup dimainkan dengan format Best of Two (Bo2).

Sebanyak empat tim terbaik dari setiap grup berhak melaju ke babak playoff single elimination. Pada fase playoff, seluruh laga sebelum final akan menggunakan format Best of Five (Bo5).

Sementara itu, grand final akan digelar dengan format Best of Seven (Bo7) untuk menentukan juara nasional Mobile Legends pertama dalam sejarah Esports Nations Cup.

Sebanyak 16 tim nasional akan mendapatkan undangan langsung berdasarkan MLBB Nation Ranking System, yang disusun dari analisis prestasi tim di kompetisi internasional dan regional resmi.

Selain jalur undangan, 14 tim nasional lainnya akan lolos melalui kualifikasi regional online yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Dua slot tersisa akan diisi melalui wildcard guna melengkapi total 32 negara peserta.

Hingga saat ini, penyelenggara ENC belum merilis daftar resmi negara-negara yang dipastikan tampil di cabang Mobile Legends pada ENC 2026.

Penunjukan Mobile Legends sebagai gim pertama yang diumumkan untuk ENC 2026 menunjukkan pengakuan kuat terhadap besarnya basis pemain dan ekosistem kompetitif MLBB secara global.

ENC 2026 akan menjadi turnamen esports tingkat nasional, berbeda dari kompetisi berbasis klub atau organisasi, dan diproyeksikan menjadi salah satu agenda terbesar dalam kalender esports internasional 2026. (*)

Artikel Mobile Legends Jadi Gim Perdana di Esports Nations Cup 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Bupati Anambas Rombak Besar-besaran Camat dan Lurah, HP Wajib Aktif 24 Jam

0
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menyematkan tanda jabatan kepada Syamsir, Camat Siantan. Aneng merombak habis total Camat dan Lurah demi pelayanan maksimal. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, merombak total jajaran camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Perombakan dilakukan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang digelar pada Senin (26/1).

Langkah tersebut merupakan bagian dari penataan birokrasi di tingkat kecamatan dan kelurahan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Aneng menegaskan, rotasi dan mutasi jabatan diperlukan agar kinerja pemerintahan tetap dinamis dan tidak stagnan.

Menurut Aneng, camat dan lurah memiliki peran strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pejabat yang mengisi posisi tersebut harus siap bekerja cepat dan responsif.

“Perombakan ini bukan sekadar pergantian orang, tetapi penyegaran agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal dan merata,” kata Aneng.

Ia menekankan pentingnya kehadiran camat dan lurah di tengah masyarakat. Aneng meminta seluruh pejabat yang baru dilantik membangun komunikasi intens dan tidak berjarak dengan warga.

“Handphone harus aktif 24 jam. Kalau masyarakat butuh, harus langsung turun ke lapangan. Jangan hanya mengandalkan staf,” tegasnya.

Dalam perombakan tersebut, sebanyak 10 camat dan dua lurah resmi dilantik. Mereka adalah Syamsir sebagai Camat Siantan, Amiruddin sebagai Camat Siantan Utara, Kaharuzzaman sebagai Camat Siantan Selatan, Lilik Widodo sebagai Camat Siantan Timur, dan Firdaus sebagai Camat Siantan Tengah.

Selanjutnya, Ajmain dilantik sebagai Camat Palmatak, Tetti Amelia sebagai Camat Jemaja Timur, Syamsuherman sebagai Camat Jemaja Barat, Azhar sebagai Camat Kute Siantan, serta Mudahir sebagai Camat Jemaja.

Untuk jabatan lurah, Muhammad Rido dipercaya sebagai Lurah Tarempa dan Febrina Siregar sebagai Lurah Letung.

Selain camat dan lurah, Aneng juga merombak jabatan struktural lainnya. Tercatat sebanyak 50 jabatan eselon III dan IV turut mengalami rotasi dalam pelantikan tersebut.

Usai dilantik, Camat Siantan, Syamsir, menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan. Ia berkomitmen meningkatkan pelayanan dan mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pembangunan.

“Saya siap bekerja maksimal dan mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung jalannya pemerintahan,” ujar Syamsir.

Ia juga berencana menerapkan program-program yang bersentuhan langsung dengan warga, salah satunya kegiatan gotong royong rutin membersihkan lingkungan.

“Program Jumat Berlian akan kami terapkan di Siantan agar lingkungan tetap bersih dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Artikel Bupati Anambas Rombak Besar-besaran Camat dan Lurah, HP Wajib Aktif 24 Jam pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Buaya di Bintan, BPBD Minta KKP Turunkan Personel dari Pekanbaru

0
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Maraknya kemunculan buaya di Kabupaten Bintan mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menurunkan personel tambahan dari Pekanbaru.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengatakan permintaan tersebut disampaikan karena keterbatasan sumber daya manusia KKP di Tanjungpinang yang dinilai tidak mencukupi untuk menangani kasus buaya secara efektif.

“KKP di Tanjungpinang sangat terbatas sumber daya manusianya. Karena itu, kami mohon agar dilaporkan ke pimpinan yang lebih tinggi di Pekanbaru supaya bisa menurunkan personel ke Bintan,” kata Ramlah, Senin (26/1).

Ramlah menegaskan penanganan buaya merupakan kewenangan KKP. Meski demikian, BPBD Bintan menyatakan siap memberikan dukungan dalam upaya penanganan satwa liar tersebut.

“Kami dari BPBD siap mendukung KKP dalam penanganan buaya di Bintan,” ujarnya.

Namun, Ramlah berharap persoalan buaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah, mengingat kewenangan teknis berada di KKP.

“Jangan semuanya dibebankan ke pemerintah daerah. Yang kami butuhkan adalah kewenangan dan peran aktif dari KKP,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BPBD Bintan telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi lintas instansi terkait penanganan buaya. Saat ini, BPBD tengah menyusun rencana pembentukan satuan tugas (satgas) penanganan satwa liar.

“Harapannya setelah satgas terbentuk, seluruh pihak yang terlibat bisa menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing dengan baik,” pungkas Ramlah. (*)

Artikel Kasus Buaya di Bintan, BPBD Minta KKP Turunkan Personel dari Pekanbaru pertama kali tampil pada Kepri.

Imlek Bertepatan Ramadan, Pola “Low Season” Penerbangan di Kepri Bergeser

0
Penumpang melakukan check-in di Bandaran Hang Nadim Batam beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Trafik penumpang pesawat Lion Air Group di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini masih terpantau stabil. Namun untuk beberapa jalur, pada pertengahan puasa ada pergerakan, yang mana biasanya penumpang lebih cenderung turun. Hal itu diduga yang juga bertepatan dengan Tahun Baru Imlek.

Area Manager Lion Air Group Kepri, Amar Fernando, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, belum terlihat lonjakan ataupun penurunan jumlah penumpang secara mencolok.

“Untuk sekarang ini, berdasarkan data yang kami cek kemarin, memang belum terlihat signifikan, baik kenaikan maupun penurunannya. Masih relatif datar,” ujar Amar, Senin (26/1).

Menurutnya, secara umum periode tengah Ramadan memang cenderung menjadi masa sepi (low season) bagi penerbangan. Namun, pada tahun ini kondisi tersebut sedikit bergeser karena bertepatan dengan perayaan Imlek.

“Biasanya sebelum puasa itu low. Tapi karena Imlek bertepatan dengan Ramadan, low season-nya justru bergeser ke tengah puasa. Di awal puasa ini justru masih ada pergerakan,” jelasnya.

Amar menyebut, perayaan Imlek turut mendorong peningkatan trafik pada sejumlah rute tertentu, meski tidak merata di semua tujuan. Beberapa destinasi menunjukkan tren kenaikan yang cukup terlihat.

“Untuk Imlek, trafik yang cukup mendominasi itu Pangkal Pinang. Selain itu Palembang dan Pontianak juga terlihat jelas peningkatannya,” katanya.

Sementara itu, untuk rute Medan, peningkatan trafik dinilai belum terlalu signifikan. Adapun rute Jakarta tetap menjadi salah satu tujuan utama penumpang dari Batam dan sekitarnya.

“Jakarta termasuk, dan kami rencananya akan menambah extra flight khusus untuk Jakarta untuk mengakomodasi penumpang,” ujar Amar.

Selain Jakarta, Lion Air Group juga berencana menambah frekuensi penerbangan ke Pangkal Pinang. Rute yang sebelumnya hanya dilayani dua kali dalam sepekan, akan ditingkatkan menjadi empat kali seminggu.

“Jakarta dan Pangkal Pinang itu yang kami tambah frekuensinya. Arahnya ke situ,” ungkapnya.

Terkait waktu penambahan frekuensi tersebut, Amar mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat manajemen. Ia dijadwalkan melaporkan pembaruan rencana tersebut dalam rapat rutin bersama jajarannya.(*)

Artikel Imlek Bertepatan Ramadan, Pola “Low Season” Penerbangan di Kepri Bergeser pertama kali tampil pada Metropolis.