
batampos– Kondisi pelantar RT 01 RW 01 Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan sangat mengkhawatirkan.
Ketua RW 01 Desa Kelong, Bisri Mustofa Lamin membenarkan, kondisi pelantar yang berada di RT 01 RW 01 Desa Kelong sudah sangat memprihatinkan karena kayunya banyak yang keropos dan goyang kalau dilewati.
Masyarakat yang tinggal di sana berusaha menganti kayu yang sudah keropos, tapi tidak bertahan lama.
“Diganti sekeping-sekeping tapi tidak tahan lama,” kata dia saat dihubungi melalui whatsapp, Jumat (7/4/2023).
Dikatakannya, ada belasan kepala keluarga yang memanfaatkan plantar tersebut sebagai akses jalan untuk ke rumah.
Selain akses jalan, pelantar digunakan sebagai tambatan perahu nelayan.
“Ada juga yang buka warung di sana,” tambah dia.
Dia khawatir kalau tidak segera diperbaiki, plantar tersebut akan roboh.
“Kalau jalan takutnya roboh,” kata dia.
Karenanya, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi dari masalah ini.
“Menurut saya, pelantar ini sudah urgent, kalau tidak semuanya, mungkin separuh-separuh diperbaiki,” kata dia berharap.
Kepala Desa Kelong, Alimin membenarkan kondisi pelantar RT 01 RW 01 yang sudah memprihatinkan.
Setiap usulan masyarakat, kata dia, dibahas dalam musyawarah desa dan ada usulan yang masuk skala prioritas yang disepakati.
“Jadi giliran,” kata dia.
Dikatakannya, di Desa Kelong banyak sekali pelantar. Jumlahnya sekira ratusan.
Untuk memperbaiki pelantar, diakuinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit namun pihaknya tetap memprioritaskan perbaikan pelantar RT 01 RW 01 Desa Kelong.
Belum lama ini, ada program dari Pemerintah Provinsi Kepri. Hanya yang mendapat program tersebut di Air Glubi, karena akses jalan ke kampung di sana rusak.
“Tahun depan, perbaikan pelantar RT 01 tetap diprioritaskan, karena pelantar diperlukan mayoritas nelayan,” kata dia. (*)
reporter: slame









batampos– Terdakwa inisial P yang juga siswa di Bintan, divonis 8 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (6/4).