Mardani H Maming saat mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin secara virtual dari gedung KPK, Jumat (10/2/2023). (ANTARA/Firman)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin yang memperberat hukuman mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming menjadi 12 tahun pidana penjara. Hukuman ini lebih berat dari putusan pengadilan tingkat pertama pada Pengadilan Negeri Banjarmasing yang menjatuhkan hukuman 10 tahun pidana penjara.
“KPK kembali sampaikan apresiasi atas putusan Majelis Hakim PT Banjarmasin yang menyatakan terdakwa Mardani H Maming terbukti bersalah melakukan korupsi dan menambah masa pidana penjara menjadi 12 tahun,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (4/4).
Juru bicara KPK bidang penindakan ini meyakini, Majelis Hakim tingkat banding dalam putusannya telah mempertimbangkan seluruh uraian fakta hukum sebagaimana analisa yuridis Tim Jaksa dalam surat tuntutannya.
“Namun demikian, saat ini Tim Jaksa masih menunggu salinan putusan lengkap untuk mempertimbangkan langkah hukum berikutnya,” ucap Ali.
Dalam putusan tingkat banding, Mardani Maming divonis 12 belas tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan. Putusan itu juga diketok oleh Hakim Ketua PT Banjarmasin yakni Dr.H.Gurizal, S.H.,M.Hum.
Mardani Maming juga diuhukum dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 110.601.731.752. Dengan ketentuan, apabila tidak membayar dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.
“Jika Terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana penjara selama dua tahun,” bunyi putusan tersebut.
Mardani Maming terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 12 huruf b Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat menerima kunjungan calon investor asing. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, terus berupaya untuk menjaga iklim investasi di Kota Batam.
Rudi pun telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk mendukung upaya tersebut. Seperti mempercepat pembangunan infrastruktur dan kemudahan dalam pengurusan izin usaha.
Hal ini selaras dengan komitmen BP Batam yang mendukung penuh pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ke depan.
“Kami menjamin dan mendukung penuh kemudahan investasi yang ada. Kita bersama-sama wajib menjaga iklim investasi agar produksinya bisa berjalan baik dan bermanfaat untuk banyak orang,” ujar Rudi, Selasa (4/4/2023).
Selain itu, Rudi mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Kota Batam mampu menjaga situasi kondusif daerah agar nilai investasi asing ataupun dalam negeri terus meningkat dari waktu ke waktu.
Mengingat, BP Batam senantiasa berusaha untuk menjadikan Kota Batam sebagai destinasi unggulan investasi.
“Kami berharap, langkah ini dapat meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Ia menargetkan, pembangunan infrastruktur jalan utama saat ini bisa selesai akhir tahun 2023 nanti.
Oleh sebab itu, Rudi terus memacu semangat jajaran di BP Batam untuk dapat menyelesaikan proyek prioritas sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan.
Mengingat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengharapkan KEK dapat merealisasikan investasi sebesar Rp 61,9 triliun di tahun 2023.
Sebagaimana yang telah disampaikan Airlangga dalam Sidang Dewan Nasional KEK pertengahan bulan Januari 2023 lalu di Jakarta.
Harapan atas realisasi investasi itu pun diharapkan datang dari KEK Nongsa yang bergerak di bidang pariwisata maupun data center, digital serta industri film dan KEK Kesehatan Internasional Batam.
Dalam penyampaiannya, Airlangga menuturkan agar target investasi sebesar Rp 61,9 triliun tersebut dapat terealisasi, Dewan Nasional KEK juga telah memberikan sejumlah pengarahan.
Beberapa di antaranya adalah pemberian dukungan infrastruktur kepada KEK yang prospektif, peningkatan sistem One Single Submission (OSS), peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), penyelesaian isu-isu strategis yang dialami oleh setiap KEK, serta sejumlah arahan lainnya yang bersifat penting.
“Yang penting, kita harus kompak untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Batam bisa maju karena dukungan kita semua,” pungkasnya. (*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat menerima kunjungan calon investor asing. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, terus berupaya untuk menjaga iklim investasi di Kota Batam.
Rudi pun telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk mendukung upaya tersebut. Seperti mempercepat pembangunan infrastruktur dan kemudahan dalam pengurusan izin usaha.
Hal ini selaras dengan komitmen BP Batam yang mendukung penuh pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ke depan.
“Kami menjamin dan mendukung penuh kemudahan investasi yang ada. Kita bersama-sama wajib menjaga iklim investasi agar produksinya bisa berjalan baik dan bermanfaat untuk banyak orang,” ujar Rudi, Selasa (4/4/2023).
Selain itu, Rudi mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Kota Batam mampu menjaga situasi kondusif daerah agar nilai investasi asing ataupun dalam negeri terus meningkat dari waktu ke waktu.
Mengingat, BP Batam senantiasa berusaha untuk menjadikan Kota Batam sebagai destinasi unggulan investasi.
“Kami berharap, langkah ini dapat meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Ia menargetkan, pembangunan infrastruktur jalan utama saat ini bisa selesai akhir tahun 2023 nanti.
Oleh sebab itu, Rudi terus memacu semangat jajaran di BP Batam untuk dapat menyelesaikan proyek prioritas sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan.
Mengingat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengharapkan KEK dapat merealisasikan investasi sebesar Rp 61,9 triliun di tahun 2023.
Sebagaimana yang telah disampaikan Airlangga dalam Sidang Dewan Nasional KEK pertengahan bulan Januari 2023 lalu di Jakarta.
Harapan atas realisasi investasi itu pun diharapkan datang dari KEK Nongsa yang bergerak di bidang pariwisata maupun data center, digital serta industri film dan KEK Kesehatan Internasional Batam.
Dalam penyampaiannya, Airlangga menuturkan agar target investasi sebesar Rp 61,9 triliun tersebut dapat terealisasi, Dewan Nasional KEK juga telah memberikan sejumlah pengarahan.
Beberapa di antaranya adalah pemberian dukungan infrastruktur kepada KEK yang prospektif, peningkatan sistem One Single Submission (OSS), peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), penyelesaian isu-isu strategis yang dialami oleh setiap KEK, serta sejumlah arahan lainnya yang bersifat penting.
“Yang penting, kita harus kompak untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Batam bisa maju karena dukungan kita semua,” pungkasnya. (*)
Logo badan sepak bola dunia FIFA terlihat di kantor pusatnya di Zurich. (ANTARA/Fabrice COFFRINI / AFP)
batampos – Berbeda dari saat FIFA mencabut Indonesia dari status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, mereka menyatakan dengan jelas alasan mencabut Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17. Yakni ketidakmampuan memenuhi komitmen membangun infrastruktur untuk menyelenggarakan turnamen FIFA.
Hal itu berbeda ketika FIFA melakukan hal serupa kepada Indonesia dengan hanya menyebut due to current circumstances atau karena keadaan-keadaan yang saat ini terjadi. Ini membuktikan, dalam soal infrastruktur turnamen, Indonesia tak bermasalah.
Namun, FIFA mencantumkan kemungkinan menjatuhkan sanksi. Kata seperti ini tak ada dalam keputusan FIFA saat mencabut Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 yang baru akan digelar 10 November mendatang. Dengan kata lain, kesalahan Peru lebih ringan ketimbang Indonesia, hanya ketidaksanggupan menyiapkan fasilitas, padahal turnamen itu baru akan digelar sepuluh bulan ke depan.
Sebaliknya, sembari mencantumkan kalimat “karena keadaan yang saat ini terjadi”, FIFA mencantumkan “kemungkinan sanksi” kepada Indonesia. Artinya, pelanggaran komitmen oleh Indonesia mungkin dianggap FIFA lebih berat ketimbang yang dilakukan Peru.
“Curent” atau “saat ini” tentunya bukan peristiwa bulan lalu atau bulan sebelum FIFA mencabut Indonesia dari status tuan rumah Piala Dunia U20, dan apalagi bukan tahun lalu ketika sepak bola Indonesia diguncang Tragedi Kanjuruhan. Beberapa hari sebelum FIFA membuat keputusan terhadap Indonesia memang terjadi gelombang protes yang menolak timnas Israel mengikuti turnamen Piala Dunia U20 2023 di Indonesia yang berpuncak pada penolakan yang sama yang dilakukan gubernur Bali dan Jawa Tengah yang keduanya menjadi tempat penyelenggaraan turnamen tersebut.
Sejumlah kalangan menganggap langkah itu sebagai bentuk lain dari intervensi pemerintah, kendati yang melakukan adalah pemerintah daerah.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir sendiri menyinggung intervensi pemerintah sebagai alasan FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Erick dan para petinggi PSSI, juga komunitas sepak bola nasional, khawatir sanksi FIFA kepada Indonesia akan keras, apalagi sudah ada preseden pada 2015 ketika Indonesia dijatuhi sanksi keras berupa larangan mengikuti turnamen-turnamen internasional yang juga karena intervensi pemerintah.
Menurut Erick, jika sanksi seperti itu yang dijatuhkan FIFA, bukan saja sepak bola nasional yang dirugikan, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam industri sepak bola Indonesia.
Erick dan PSSI tahu pasti FIFA dan aturan-aturannya sehingga tak gampang menganggap FIFA bersikap tidak adil. Sebaliknya, sejumlah kalangan menganggap FIFA berlaku tidak adil terhadap Indonesia. Mereka bahkan menuding FIFA berstandar ganda, seraya menunjuk sikap FIFA terhadap Rusia setelah menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.
Antara Rusia dan Yugoslavia
Orang lupa bahwa sanksi FIFA kepada Rusia didasari alasan yang kuat. Sejak era 1990-an, badan-badan olahraga dunia seperti FIFA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sudah berubah dengan kerap melihat diri mereka penguat gerakan moral, termasuk melawan kesewenang-wenangan sebuah negara terhadap negara lainnya.
Sebelum periode 1990-an, badan-badan olahraga itu sangat apolitik. Salah satu contohnya adalah ketika Uni Soviet menginvasi Afghanistan pada 1979. Komite Olimpiade Internasional (IOC) tak membatalkan Olimpiade 1980 yang diadakan di Moskow ini. Olimpiade itu jalan terus sekalipun diboikot oleh sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Sebelum era 1990-an kerap terjadi perang yang berakhir dengan pendudukan sebuah negara oleh negara lainnya di berbagai belahan dunia, termasuk di Asia Tenggara dan termasuk perang Arab-Israel pada 1949-1967 dan 1967-1973.
Memang ada kasus unik ketika invasi AS dan sekutu-sekutunya ke Irak pada 2003 tidak mendatangkan sikap dari organisasi-organisasi olahraga dunia. Ini karena invasi Irak 2003 terjadi setelah mendapatkan persetujuan PBB, berkaitan dengan isu proliferasi senjata nuklir dan dukungan Irak terhadap terorisme dua tahun setelah AS diguncang serangan teror 11 September 2001.
Suka atau tidak suka, invasi di Irak itu sudah melalui forum global PBB sehingga aspek legal telah dipenuhi. Ini berbeda dari aksi Rusia di Ukraina yang unilateral atau sepihak tanpa persetujuan internasional dan rekomendasi legal dari PBB.
Karena proses multilateral telah dilewati, aksi AS di Irak secara hukum internasional adalah sah. Dan karena dianggap sah, maka badan-badan dunia, termasuk badan-badan olahraga global pun tak bersikap. Sebaliknya, pada kasus invasi Rusia di Ukraina, badan-badan olahraga, mengeluarkan sikap yang sejalan dengan posisi PBB yang menyebut aksi Rusia di Ukraina sebagai pelanggaran yang harus dikecam.
Sikap FIFA terhadap Rusia juga diawali oleh sikap badan sepak bola Eropa (UEFA) yang sekalipun bukan bagian dari Uni Eropa, keduanya berkoordinasi erat. Sikap FIFA terhadap Rusia juga didasari preseden 1996 ketika FIFA dan UEFA mencabut keikutsertaan Yugoslavia dalam Piala Eropa 1992 di Swedia.
Sikap kedua badan sepak bola didasari oleh resolusi PBB yang menjatuhkan sanksi kepada Yugoslavia setelah pasukan etnis Serbia dukungan Yugoslavia, membombardir Sarajevo, ibu kota Bosnia Herzegovina yang mayoritas Muslim. Sikap PBB itu menjadi dasar pada FIFA dan UEFA untuk mengusir Yugoslavia dari putaran final Euro 2016 walau negara yang kini telah tiada itu sudah memastikan diri lolos ke putaran final turnamen tersebut. Yugoslavia lalu digantikan Denmark yang akhirnya menjadi juara turnamen Eropa edisi itu.
Situasi terhadap Yugoslavia ini mirip dengan situasi ketika UEFA dan FIFA membekukan keikutsertaan Timnas Rusia dari turnamen-turnamen internasional.
Tidak Kompatibel
Situasi itu pun bermula dari UEFA yang sudah pasti tak bisa melepaskan diri dari Uni Eropa yang langsung menjatuhkan sanksi kepada Rusia setelah negara ini menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022. Sanksi ini mengikat semua anggota Uni Eropa.
Lalu muncul persoalan lain ketika Republik Ceko, Polandia, dan Swedia yang semuanya anggota Uni Eropa, menolak bertanding melawan Rusia dalam playoff zona Eropa untuk memperebutkan satu dari empat jatah Eropa tersisa untuk Piala Dunia 2022.
FIFA tadinya menghendaki Rusia tetap tampil dalam play-off dengan syarat pertandingan kandang Rusia diadakan di negara netral tanpa penonton. Namun, setelah mendapatkan rekomendasi IOC yang merupakan badan olahraga paling tinggi di dunia, sikap FIFA dan UEFA berubah. Pada 15 Maret 2022 mereka mengeluarkan larangan resmi kepada Rusia.
Peristiwa-peristiwa itu melukiskan perubahan sikap pada badan-badan olahraga global seperti FIFA semenjak era 1990-an di mana mereka tidak lagi terlalu apolitik. Sikap itu pun tidak ditentukan sepihak, melainkan atas pandangan mayoritas anggota, rekomendasi IOC dan mengacu kepada sikap PBB.
Jadi, pembandingan sikap FIFA terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 dengan Rusia pada Piala Dunia 2022, adalah tidak kompatibel. Mungkin akan lain persoalannya jika Perang Arab-Israel terjadi pada era setelah 1990-an, FIFA mungkin akan mengambil sikap seperti mereka bersikap terhadap Rusia.
Menyamakan situasi saat ini dengan masa lalu juga tidak terlalu bijak, karena keadaan-keadaan masa kini sudah banyak berubah. Apalagi meminta keluar dari FIFA yang beranggotakan 211 negara (asosiasi sepak bola nasional).
Ada yang juga terlalu emosional membuat forum tandingan. Pada era Perang Dingin akan lebih gampang mendirikan ajang tandingan, tetapi pada era ini sulit sekali dilakukan. Kalaupun ada, ajang itu menjadi lebih menyerupai gerakan solidaritas ketimbang kompetisi olahraga sejati.
Semoga, FIFA tidak menjatuhkan sanksi karena alasan intervensi pemerintah, karena jika jenis sanksi ini yang dijatuhkan, maka bukan saja sepak bola nasional yang terbunuh, tetapi juga menjadi preseden buruk untuk upaya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA dan Olimpiade.
Bagi sebagian orang menjadi tuan rumah dua ajang global itu tidak penting, tetapi bagi mereka yang menganggap ajang-ajang akbar olahraga global bertautan dengan posisi nasional manakala skala pengaruh dan postur ekonomi sebuah negara semakin meraksasa, maka menjadi tuan rumah ajang olahraga akbar adalah bagian sangat penting dalam menjadi negara besar.
Indonesia sendiri memiliki visi menjadi negara maju pada 2045. Bloomberg pada 2019 bahkan memprediksi Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2030. Dan, tak ada negara besar yang tak ingin memproyeksikan pengaruh dan pencapaiannya di panggung-panggung global, termasuk dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia dan Olimpiade.
Namun, sampai Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel yang mustahil terjadi kecuali Israel membiarkan Palestina menjadi negara berdaulat dan menyerahkan wilayah-wilayah Palestina yang didudukinya, masyarakat negeri ini tampaknya mesti menyimpan dalam-dalam mimpi menjadi tuan rumah turnamen FIFA dan Olimpiade. (*)
PT Daikin Airconditioning Indonesia melakukan aksi sosial melalui perwakilannya di Batam di Panti Asuhan Permate, Tembesi, Sabtu (1/4)
batampos – PT Daikin Airconditioning Indonesia kembali melakukan aksi sosial melalui perwakilannya di Batam. Hal ini diwujudkan melalui distribusi 200 paket sembilan bahan pokok bagi anak-anak penghuni Panti Asuhan Permate yang berlokasi di Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam pada Sabtu lalu (1/4).
“Bertepatan dengan Ramadan, kami bermaksud memberikan sedikit kebahagiaan yang harapannya dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak kita yang hidup di panti asuhan,” ujar Danny Chandra, kepala cabang DAIKIN di Batam dan sekitarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, aksi sosial ini merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) DAIKIN di Indonesia yaitu Roda-Roda Ramadan.
Menjadi agenda aksi sosial tahunan DAIKIN di Indonesia, tersirat dari namanya, Roda-Roda Ramadan selalu dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadan pada setiap tahunnya.
Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, berbagai pengembangan dilakukan DAIKIN. Termasuk didalamnya yaitu jumlah donasi, kategori penerima manfaat hingga daerah cakupan yang terus membesar seiring pertumbuhan area kantor perwakilan DAIKIN di Indonesia.
Pada tahun ini, DAIKIN menggelontorkan Rp 1,25 miliar hanya untuk paket donasi yang didistribusikan pada 17 area di Indonesia dengan mencakup difabel, masyarakat pra sejahtera dan lanjut usia sebagai penerima manfaatnya. “Perkembangan ini dilakukan seiring dengan upaya DAIKIN untuk bertumbuh pula sebagai perusahaan yang memberi dampak positif pada kehadirannya di tengah masyarakat,” ujar Danny Chandra.
Pilihan Panti Asuhan Permate sebagai penerima manfaat donasi Roda-Roda Ramadan di Batam sendiri tak lepas dari kolaborasi DAIKIN dengan Benihbaik.com sebagai mitra yayasan sosial yang memastikan donasi tepat sasaran bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Sebagai panti asuhan bagi anak usia 5-19 tahun, Panti Asuhan Permate dipandang layak dengan pertimbangan biaya operasionalnya yang lebih mengandalkan bantuan masyarakat umum dan usaha budidaya pertanian.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, sekitar 33 perwakilan DAIKIN turut serta langsung membagikannya pada penghuni panti. Selain karyawan DAIKIN di Batam, turut beserta mitra bisnis DAIKIN sejumlah 11 dealer resmi DAIKIN di Batam.
“Keikutsertaan langsung karyawan serta perwakilan dealer DAIKIN ini merupakan bentuk upaya kami untuk meningkatkan rasa empati dan solidaritas diantara keluarga besar DAIKIN di Indonesia pada kelompok masyarakat yang masih memerlukan uluran tangan kita,” ujar Danny Chandra.
Lebih lanjut Danny Chandra menyatakan, bersanding dengan Roda-Roda Ramadan yang telah menjadi agenda sosial tahunan perusahaan, DAIKIN Batam pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program sosial kemasyarakatan untuk area Batam dan sekitarnya. Program ini dikatakannya akan pula menyentuh bidang lain termasuk diantaranya pendidikan dan lingkungan hidup. (*)
One Heart Community Kepri ikut serta berbagi kasih di bulan suci ramadan 1444H. Foto: Honda untuk Batam Pos
batampos – One Heart Community Kepri ikut serta berbagi kasih di bulan suci ramadan 1444H, dengan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang seru, menarik dan bermanfaat tentunya.
Seperti komunitas CB150X Adventure Indonesia Chapter Kepri yang tergabung di One Heart Community Kepri para member serentak ikut serta melaksanakan kegiatan Berbagi Takjil kepada masyarakat sekitar.
Berbeda dengan komunitas CB150X, Para Bikers yang tergabung di Honda CRF Batam (HCB) melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama & Bakti Sosial di panti asuhan Uswatun Hasanah.
“Di bulan suci Ramadhan kali ini kami mengunjungi sekaligus bertemu dengan adik-adik untuk merayakan berbuka puasa bersama serta memberikan sedikit paket sembako, semoga bisa bermanfaat,” ujar Toberson Saing selaku ketua HCB.
Tidak hanya itu para member komunitas Verza Rider Community Indonesia Region Batam (VRCI) melaksanakan kegiatan Sahur On The Road atau SOTR.
Selain bersantap sahur bersama, para member akan berkeliling jalan untuk membagikan makanan sahur kepada saudara muslim lain yang membutuhkan.
Kegiatan yang dilaksanakan ini adalah bentuk kepedulian dan kasih kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitar, kegiatan ini juga menjadi gambaran bagi masyarakat bahwa One Heart Community Kepri memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi, dari kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi komunitas lainnya untuk bisa melakukan kegiatan kepedulian kepada masyarakat.
Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Syaiful, sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman one heart community kepri.
“Harapan kami untuk seluruh teman-teman One Heart Community Kepri bisa terus peduli dengan masyarakat sekitar, terlebih kepada masyarakat yang membutuhkan karena berbagi adalah hal yang indah dan menciptakan kebersamaan antar komunitas dan masyarakat,” tutur Syaiful.(*)
Antrean kendaraan yang akan berangkat melalui Pelabuhan Roro Punggur, Batam.
batampos – Animo masyarakat Batam yang melakukan pendaftaran antrean mudik Lebaran 2023 melalui layanan online di hotline PT ASDP Batam, sangat tinggi. General Manager PT ASDP Batam, Marsadik mengatakan, beberapa tanggal telah penuh oleh calon pemudik.
“Misalnya kuota tujuan Sei Selari, Riau, di tanggal 14, 15, 16 dan 18 sudah penuh oleh calon pemudik. Jadi kalau ada yang mendaftar untuk tanggal tersebut, bisa diganti ke tanggal yang lain,” kata Marsadik, Selasa (4/4).
Ia menegaskan, antrean mudik lebaran 2023 melalui hotline WhatsApp tersebut khusus bagi pemudik yang akan berangkat menggunakan kendaraan roda empat.
“Banyak yang tanya, kalau roda dua dan pejalan kaki apa harus daftar juga? Jadi saya tegaskan tidak. Roda dua dan pejalan kaki langsung saat hari keberangkatan,” ujarnya.
Marsadik juga mengimbau kepada masyarakat untuk sabar dalam melakukan antrean, sebab para petugas akan siap melayani para calon penumpang.
“Kami mendahulukan yang lebih dahulu menghubungi. Jadi kami mulai dari yang paling bawah,” kata dia.
Sehingga ia berharap, bagi para calon pendaftar yang menghubungi melalui hotline WhatsApp agar melakukan dobel pesan.
“Kalau dia hubungi dobel, otomatis antrean dia nanti jadi paling atas. Kalau ada pesan baru dia naik ke atas, sehingga yang kami utamakan yang di bawah,” kata dia.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi ke depan.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Kota Batam meroket pada tahun 2022 dengan capaian 6,84 persen.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, persentase ini naik 2,09 persen dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 yang mencatatkan persentase 4,75 persen.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kota Batam pun lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri dan Nasional yang hanya mencatatkan masing-masing sebesar 3,15 persen dan 5,31 persen.
Dengan beberapa rencana strategis BP Batam saat ini, Rudi optimistis jika pertumbuhan ekonomi tersebut akan terus naik di tahun 2023.
“Pencapaian ini tak terlepas dari peran serta seluruh pihak. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung juga memberi pengaruh positif untuk pertumbuhan ekonomi Batam. Kita yakin, angka ini bisa naik terus hingga 7 persen,” ujar Rudi di sela-sela pertemuannya dengan masyarakat, Senin (3/4/2023).
Rudi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini juga tak terlepas dengan peningkatan investasi di Kota Batam.
Baginya, investasi merupakan hal penting untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah.
Keberhasilan BP Batam dalam mendongkrak peningkatan nilai investasi juga merupakan suatu pencapaian yang tak bisa dilepaskan dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasalnya, realisasi investasi Batam mencapai Rp 13,63 triliun di tahun 2022.
Realisasi investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing sebesar 82 persen atau setara Rp 11,11 triliun dengan jumlah 1.738 proyek.
Sedangkan penanaman modal dalam negeri di Batam mencapai Rp 2,52 triliun dengan total 2.153 proyek.
Dengan lokasi Batam yang strategis untuk jalur perdagangan internasional ataupun kegiatan ekspor-impor, lanjut Rudi, bukan tak mungkin jika pertumbuhan ekonomi bakal terus naik ke depannya.
“Hari ini, semua infrastruktur sedang kita bangun untuk mendukung kemajuan investasi. Jika Kota Batam maju, maka daya beli masyarakat pun meningkat dan pertumbuhan ekonomi pun terus naik,” tambahnya.
Ia mengimbau agar seluruh masyarakat dapat berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang sedang berjalan.
Pasalnya, kata Rudi, dukungan tersebut menjadi modal awal pemerintah untuk mewujudkan Batam sebagai kota baru, madani, dan modern.
“Semua sepakat, Batam harus menjadi satu kota modern. Mudah-mudahan seluruh pembangunan bisa terselesaikan. Kita berupaya untuk menata pembangunan itu agar tidak menabrak aturan dan tata kota yang telah disiapkan,” pungkasnya.(*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi ke depan.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Kota Batam meroket pada tahun 2022 dengan capaian 6,84 persen.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, persentase ini naik 2,09 persen dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 yang mencatatkan persentase 4,75 persen.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kota Batam pun lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri dan Nasional yang hanya mencatatkan masing-masing sebesar 3,15 persen dan 5,31 persen.
Dengan beberapa rencana strategis BP Batam saat ini, Rudi optimistis jika pertumbuhan ekonomi tersebut akan terus naik di tahun 2023.
“Pencapaian ini tak terlepas dari peran serta seluruh pihak. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung juga memberi pengaruh positif untuk pertumbuhan ekonomi Batam. Kita yakin, angka ini bisa naik terus hingga 7 persen,” ujar Rudi di sela-sela pertemuannya dengan masyarakat, Senin (3/4/2023).
Rudi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini juga tak terlepas dengan peningkatan investasi di Kota Batam.
Baginya, investasi merupakan hal penting untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah.
Keberhasilan BP Batam dalam mendongkrak peningkatan nilai investasi juga merupakan suatu pencapaian yang tak bisa dilepaskan dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasalnya, realisasi investasi Batam mencapai Rp 13,63 triliun di tahun 2022.
Realisasi investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing sebesar 82 persen atau setara Rp 11,11 triliun dengan jumlah 1.738 proyek.
Sedangkan penanaman modal dalam negeri di Batam mencapai Rp 2,52 triliun dengan total 2.153 proyek.
Dengan lokasi Batam yang strategis untuk jalur perdagangan internasional ataupun kegiatan ekspor-impor, lanjut Rudi, bukan tak mungkin jika pertumbuhan ekonomi bakal terus naik ke depannya.
“Hari ini, semua infrastruktur sedang kita bangun untuk mendukung kemajuan investasi. Jika Kota Batam maju, maka daya beli masyarakat pun meningkat dan pertumbuhan ekonomi pun terus naik,” tambahnya.
Ia mengimbau agar seluruh masyarakat dapat berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang sedang berjalan.
Pasalnya, kata Rudi, dukungan tersebut menjadi modal awal pemerintah untuk mewujudkan Batam sebagai kota baru, madani, dan modern.
“Semua sepakat, Batam harus menjadi satu kota modern. Mudah-mudahan seluruh pembangunan bisa terselesaikan. Kita berupaya untuk menata pembangunan itu agar tidak menabrak aturan dan tata kota yang telah disiapkan,” pungkasnya.(*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi dukungan seluruh pihak dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi ke depan.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Kota Batam meroket pada tahun 2022 dengan capaian 6,84 persen.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, persentase ini naik 2,09 persen dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 yang mencatatkan persentase 4,75 persen.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kota Batam pun lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri dan Nasional yang hanya mencatatkan masing-masing sebesar 3,15 persen dan 5,31 persen.
Dengan beberapa rencana strategis BP Batam saat ini, Rudi optimistis jika pertumbuhan ekonomi tersebut akan terus naik di tahun 2023.
“Pencapaian ini tak terlepas dari peran serta seluruh pihak. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung juga memberi pengaruh positif untuk pertumbuhan ekonomi Batam. Kita yakin, angka ini bisa naik terus hingga 7 persen,” ujar Rudi di sela-sela pertemuannya dengan masyarakat, Senin (3/4/2023).
Rudi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini juga tak terlepas dengan peningkatan investasi di Kota Batam.
Baginya, investasi merupakan hal penting untuk pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah.
Keberhasilan BP Batam dalam mendongkrak peningkatan nilai investasi juga merupakan suatu pencapaian yang tak bisa dilepaskan dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasalnya, realisasi investasi Batam mencapai Rp 13,63 triliun di tahun 2022.
Realisasi investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing sebesar 82 persen atau setara Rp 11,11 triliun dengan jumlah 1.738 proyek.
Sedangkan penanaman modal dalam negeri di Batam mencapai Rp 2,52 triliun dengan total 2.153 proyek.
Dengan lokasi Batam yang strategis untuk jalur perdagangan internasional ataupun kegiatan ekspor-impor, lanjut Rudi, bukan tak mungkin jika pertumbuhan ekonomi bakal terus naik ke depannya.
“Hari ini, semua infrastruktur sedang kita bangun untuk mendukung kemajuan investasi. Jika Kota Batam maju, maka daya beli masyarakat pun meningkat dan pertumbuhan ekonomi pun terus naik,” tambahnya.
Ia mengimbau agar seluruh masyarakat dapat berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang sedang berjalan.
Pasalnya, kata Rudi, dukungan tersebut menjadi modal awal pemerintah untuk mewujudkan Batam sebagai kota baru, madani, dan modern.
“Semua sepakat, Batam harus menjadi satu kota modern. Mudah-mudahan seluruh pembangunan bisa terselesaikan. Kita berupaya untuk menata pembangunan itu agar tidak menabrak aturan dan tata kota yang telah disiapkan,” pungkasnya.(*)