Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 576

Serpihan dan Jenazah Korban Pesawat ATR Ditemukan di Bulusaraung

0
Tim SAR Gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan jatuh di Maros, Sulsel. (TNI AD)

batampos – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) kru serta penumpang pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus berlanjut. Penyisiran yang dilakukan Tim SAR Gabungan pada Minggu (18/1) membuahkan hasil dengan ditemukannya sejumlah serpihan pesawat yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar tersebut, mulai dari roda, mesin, hingga bagian badan pesawat. Tim juga menemukan jenazah korban di sekitar lokasi.

Di antara ribuan personel yang terlibat, TNI Angkatan Darat mengerahkan kekuatan dari Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa prajurit TNI AD bersama Tim SAR Gabungan berhasil mencapai titik jatuh pesawat di medan ekstrem.

“Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan berhasil mencapai hasil signifikan meskipun dihadapkan pada cuaca buruk dan medan yang sangat berat,” ujar Donny.

Lokasi tersebut berhasil dijangkau dengan perjuangan ekstra. Angin kencang berkecepatan 20–22 knot, jarak pandang terbatas hingga lima meter, kabut tebal sejak pukul 08.30 WITA, serta hujan pada siang hari menjadi kendala utama. Medan pencarian berada di kawasan perbukitan batu karst dengan tebing curam dan vegetasi rapat pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut.

“Sebanyak 1.214 personel SAR Gabungan dikerahkan, dengan TNI AD menjadi unsur terbesar dan penggerak utama operasi. Personel berasal dari Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad, didukung kemampuan mountaineering, evakuasi darat, kesehatan lapangan, zeni, komunikasi, serta teknologi pengamatan udara,” jelas Donny.

Berdasarkan informasi tim udara pada pukul 07.17 WITA, tim darat bergerak menuju lokasi serpihan pesawat yang terpantau dari udara. Prajurit TNI AD dikerahkan dari dua titik berbeda dan berhasil mencapai lokasi. Hasilnya, bagian utama pesawat, termasuk badan dan ekor, ditemukan sekitar 300 meter dari Puncak Gunung Bulusaraung.

“Pada pukul 08.37 WITA, Tim SAR Gabungan memastikan temuan dua bagian utama pesawat dan langsung menggelar sistem komunikasi Starlink di lokasi untuk mempercepat pelaporan dan koordinasi,” imbuhnya.

Bagian pesawat yang ditemukan meliputi mesin, ekor, roda, serta Emergency Locator Transmitter (ELT). Tidak jauh dari ekor pesawat, tim juga menemukan body part korban berjenis kelamin laki-laki. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari disiplin operasi, ketangguhan fisik, serta kemampuan teknis prajurit TNI AD dalam melaksanakan SAR di wilayah ekstrem. TNI AD berkomitmen melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi lanjutan,” tegas Donny.

Dalam operasi ini, prajurit TNI AD didukung alutsista dan peralatan modern, seperti drone, Night Vision Goggle (NVG), GPS, sistem komunikasi Starlink, radio taktis, kendaraan taktis, motor trail, hingga perlengkapan mountaineering. Operasi SAR masih terus berlanjut hingga hari ini. (*)

Artikel Serpihan dan Jenazah Korban Pesawat ATR Ditemukan di Bulusaraung pertama kali tampil pada News.

Kedaulatan Fiskal Hingga Reorientasi Hubungan Pusat-Daerah Mengemuka dalam Rakernas Apkasi

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad berbincang dengan Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi saat menghadiri Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Apkasi Tahun 2026 yang digelar di Kota Batam, Minggu (18/1) malam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Dari Batam, suara perlawanan daerah menggema. Ratusan bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara terbuka mengkritisi arah hubungan pusat–daerah yang dinilai kian menjauh dari semangat otonomi. Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Apkasi Tahun 2026 yang digelar di Kota Batam, Minggu (18/1) malam, menjadi panggung konsolidasi sekaligus seruan tegas: daerah menuntut kedaulatan fiskal dan reorientasi kebijakan nasional yang lebih adil.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menyebut dalam satu dekade terakhir terjadi kecenderungan “sentralisasi terselubung” yang secara perlahan menggerus kewenangan kabupaten. Bupati Lahat itu menegaskan, kabupaten bukan sekadar pelaksana teknis kebijakan pusat, melainkan fondasi utama negara yang langsung bersentuhan dengan rakyat.

“Kabupaten adalah ujung tombak pelayanan publik. Jika kewenangan fiskal dan ruang gerak daerah terus dipersempit, kita sedang mempertaruhkan stabilitas sosial dan politik di masa depan,” ujar Bursah di hadapan ratusan kepala daerah.

Ia membandingkan semangat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang memberi ruang luas bagi daerah dengan kondisi saat ini yang dinilainya justru regresif. Bursah juga menyoroti kebijakan fiskal nasional yang dianggap tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat pedesaan.

“Kita menyaksikan ratusan triliun rupiah mengalir ke sektor perbankan, tetapi dampaknya nyaris tak terasa di desa. Padahal, jika dana tersebut dikelola dan didistribusikan langsung ke daerah, daya beli dan pertumbuhan ekonomi lokal bisa jauh lebih cepat,” tegasnya.

Menurut Bursah, keadilan fiskal bukan semata soal perimbangan angka di APBN, tetapi menyangkut pengakuan terhadap kedaulatan daerah dalam mengurus rumah tangganya sendiri. Tanpa perubahan paradigma, ia menilai visi Indonesia Emas 2045 berisiko menjadi slogan kosong.

Rakernas XVII Apkasi juga menjadi arena penguatan kolaborasi strategis. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) hadir mendorong peran aktif pemerintah kabupaten dalam berbagai program nasional, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), riset, beasiswa sawit, hingga pengembangan sumber daya manusia. Sinergi ini turut diperluas ke sektor kesehatan, penanganan stunting, ketahanan pangan, serta promosi Minyak Makan Merah sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekonomi daerah melalui sektor usaha kecil dan menengah. Dalam kesempatan tersebut, BTN bersama Apkasi meluncurkan Digikab by Bale, platform transformasi digital kabupaten yang dirancang untuk mempercepat modernisasi layanan publik dan membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Momentum Rakernas juga dimanfaatkan Apkasi untuk meluncurkan buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten”, bertepatan dengan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut. Buku ini mendokumentasikan berbagai inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lahir dari inisiatif daerah.

“Kami ingin membantah stigma bahwa daerah hanya pandai meminta dana. Di tengah keterbatasan, banyak bupati justru melahirkan terobosan yang layak direplikasi secara nasional,” kata Bursah.

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Rudy Mas’ud, memberikan perspektif mengenai pentingnya transisi ekonomi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada Dana Transfer ke Daerah (TKD) harus mulai dikurangi dengan cara menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara kreatif.

“Jangan lagi kita hanya mengandalkan sumber daya alam yang bersifat ekstraktif. Tambang akan habis, hutan bisa gundul. Masa depan kita ada pada kualitas SDM yang mampu mengelola ekonomi hijau dan ekonomi biru. Di sinilah peran Apkasi menjadi krusial untuk menyatukan suara bupati agar kebijakan nasional benar-benar memihak pada keberlanjutan lingkungan dan daya saing manusia,” ujar Gubernur Kalimantan Timur tersebut.

Rudy juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadi jembatan strategis, bukan sebagai penghambat birokrasi, melainkan sebagai akselerator yang menghubungkan aspirasi kabupaten dengan kebijakan di tingkat pusat.

Sebagai tuan rumah sekaligus Dewan Penasehat Apkasi wilayah Kepri, Gubernur Ansar Ahmad mengajak para bupati untuk menjadikan Rakernas ini sebagai titik balik penguatan sinergi. Ia berharap para delegasi dapat menikmati potensi wisata bahari dan kuliner Batam sebagai inspirasi bagaimana daerah bisa bangkit melalui sektor jasa dan pariwisata yang kuat.

Menutup prosesi pembukaan dengan nuansa khidmat, Apkasi menunjukkan sisi kemanusiaannya melalui rutinitas pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa di wilayah Batam. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara kolektif oleh Ketua Umum Apkasi, Gubernur Kepri, Ketua APPSI, serta jajaran Dewan Pengurus Harian Apkasi. Hal ini menjadi pengingat bahwa di balik debat kebijakan yang pelik, tujuan utama organisasi ini adalah kesejahteraan rakyat kecil. (*)

Artikel Kedaulatan Fiskal Hingga Reorientasi Hubungan Pusat-Daerah Mengemuka dalam Rakernas Apkasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kedaulatan Fiskal Hingga Reorientasi Hubungan Pusat-Daerah Mengemuka dalam Rakernas Apkasi 2026 di Batam

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad berbincang dengan Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi saat menghadiri Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Apkasi Tahun 2026 yang digelar di Kota Batam, Minggu (18/1) malam. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Dari Batam, suara perlawanan daerah menggema. Ratusan bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara terbuka mengkritisi arah hubungan pusat–daerah yang dinilai kian menjauh dari semangat otonomi. Forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Apkasi Tahun 2026 yang digelar di Kota Batam, Minggu (18/1) malam, menjadi panggung konsolidasi sekaligus seruan tegas: daerah menuntut kedaulatan fiskal dan reorientasi kebijakan nasional yang lebih adil.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menyebut dalam satu dekade terakhir terjadi kecenderungan “sentralisasi terselubung” yang secara perlahan menggerus kewenangan kabupaten. Bupati Lahat itu menegaskan, kabupaten bukan sekadar pelaksana teknis kebijakan pusat, melainkan fondasi utama negara yang langsung bersentuhan dengan rakyat.

“Kabupaten adalah ujung tombak pelayanan publik. Jika kewenangan fiskal dan ruang gerak daerah terus dipersempit, kita sedang mempertaruhkan stabilitas sosial dan politik di masa depan,” ujar Bursah di hadapan ratusan kepala daerah.

Ia membandingkan semangat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang memberi ruang luas bagi daerah dengan kondisi saat ini yang dinilainya justru regresif. Bursah juga menyoroti kebijakan fiskal nasional yang dianggap tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat pedesaan.

“Kita menyaksikan ratusan triliun rupiah mengalir ke sektor perbankan, tetapi dampaknya nyaris tak terasa di desa. Padahal, jika dana tersebut dikelola dan didistribusikan langsung ke daerah, daya beli dan pertumbuhan ekonomi lokal bisa jauh lebih cepat,” tegasnya.

Menurut Bursah, keadilan fiskal bukan semata soal perimbangan angka di APBN, tetapi menyangkut pengakuan terhadap kedaulatan daerah dalam mengurus rumah tangganya sendiri. Tanpa perubahan paradigma, ia menilai visi Indonesia Emas 2045 berisiko menjadi slogan kosong.

Rakernas XVII Apkasi juga menjadi arena penguatan kolaborasi strategis. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) hadir mendorong peran aktif pemerintah kabupaten dalam berbagai program nasional, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), riset, beasiswa sawit, hingga pengembangan sumber daya manusia. Sinergi ini turut diperluas ke sektor kesehatan, penanganan stunting, ketahanan pangan, serta promosi Minyak Makan Merah sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) menegaskan komitmennya mendukung penguatan ekonomi daerah melalui sektor usaha kecil dan menengah. Dalam kesempatan tersebut, BTN bersama Apkasi meluncurkan Digikab by Bale, platform transformasi digital kabupaten yang dirancang untuk mempercepat modernisasi layanan publik dan membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Momentum Rakernas juga dimanfaatkan Apkasi untuk meluncurkan buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten”, bertepatan dengan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut. Buku ini mendokumentasikan berbagai inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lahir dari inisiatif daerah.

“Kami ingin membantah stigma bahwa daerah hanya pandai meminta dana. Di tengah keterbatasan, banyak bupati justru melahirkan terobosan yang layak direplikasi secara nasional,” kata Bursah.

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Rudy Mas’ud, memberikan perspektif mengenai pentingnya transisi ekonomi. Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada Dana Transfer ke Daerah (TKD) harus mulai dikurangi dengan cara menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara kreatif.

“Jangan lagi kita hanya mengandalkan sumber daya alam yang bersifat ekstraktif. Tambang akan habis, hutan bisa gundul. Masa depan kita ada pada kualitas SDM yang mampu mengelola ekonomi hijau dan ekonomi biru. Di sinilah peran Apkasi menjadi krusial untuk menyatukan suara bupati agar kebijakan nasional benar-benar memihak pada keberlanjutan lingkungan dan daya saing manusia,” ujar Gubernur Kalimantan Timur tersebut.

Rudy juga menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadi jembatan strategis, bukan sebagai penghambat birokrasi, melainkan sebagai akselerator yang menghubungkan aspirasi kabupaten dengan kebijakan di tingkat pusat.

Sebagai tuan rumah sekaligus Dewan Penasehat Apkasi wilayah Kepri, Gubernur Ansar Ahmad mengajak para bupati untuk menjadikan Rakernas ini sebagai titik balik penguatan sinergi. Ia berharap para delegasi dapat menikmati potensi wisata bahari dan kuliner Batam sebagai inspirasi bagaimana daerah bisa bangkit melalui sektor jasa dan pariwisata yang kuat.

Menutup prosesi pembukaan dengan nuansa khidmat, Apkasi menunjukkan sisi kemanusiaannya melalui rutinitas pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa di wilayah Batam. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara kolektif oleh Ketua Umum Apkasi, Gubernur Kepri, Ketua APPSI, serta jajaran Dewan Pengurus Harian Apkasi. Hal ini menjadi pengingat bahwa di balik debat kebijakan yang pelik, tujuan utama organisasi ini adalah kesejahteraan rakyat kecil. (*)

Artikel Kedaulatan Fiskal Hingga Reorientasi Hubungan Pusat-Daerah Mengemuka dalam Rakernas Apkasi 2026 di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Jay Idzes Bikin Rasmus Hojlund Mati Kutu

0
Jay Idzes

batampos – Sassuolo memang takluk dari tuan rumah Napoli 1-0 dalam lanjutan Serie A Italia di Stadion Diego Armando Maradona. Namun, sang palang pintu yang juga pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, bermain cukup cemerlang.

Ia sukses mematikan pergerakan penyerang Rasmus Hojlund. Meski demikian, Idzes mengakui bahwa mantan pemain Manchester United itu merupakan sosok penyerang yang kuat.

“Dia benar-benar kuat, kami mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk menghadapinya pada laga ini,” kata Idzes seperti dikutip dari Sassuolo News.

‎Ia pun tidak menampik bahwa penyerang Napoli lainnya juga tidak kalah berbahayanya, seperti Romelu Lukaku dan Lorenzo Lucca.

‎”Tak hanya Hojlund, tetapi juga (Romelu) Lukaku dan (Lorenzo) Lucca, mereka adalah striker yang hebat, kuat juga. Tetapi, performa kami juga tidak buruk,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pemain yang akrab disapa Bang Jay ini menyayangkan kekalahan timnya dari tim berjuluk Il Partenopei tersebut, karena serangan tuan rumah sebenarnya mampu diredam.

“Kami sebenarnya bermain sangat baik dan menjalani pertandingan sesuai arahan. Kami berhasil menahan serangan Napoli, yang berarti kami siap secara defensif, tetapi ada sesuatu yang kurang karena kami perlu mencetak gol,” kata kapten Timnas Indonesia.

‎Sementara itu, pelatih Sassuolo, Fabio Grosso juga sepakat dengan Jay Idzes bahwa skuadnya bermain cukup baik dalam meredam agresivitas Napoli.

‎”Kami memainkan pertandingan yang hebat, sayang sekali kami tidak mendapatkan poin. Terlepas dari begitu banyak kesulitan di hadapan Napoli, para pemain merespons dengan baik,” ungkap mantan bintang Timnas Italia itu.

‎Grosso yang menjadi penentu kemenangan Timnas Italia atas Perancis untuk meraih gelar Piala Dunia 2006 itu bertekad memperbaiki diri agar laga-laga ke depannya bisa menghasilkan poin.

‎”Kami harus menunjukkan performa yang bagus dalam pertandingan ke depannya, karena lawan-lawan kami ke depannya pasti akan sulit, dan pastinya tim-tim besar juga sudah menunggu,” tegasnya. (*)

Artikel Jay Idzes Bikin Rasmus Hojlund Mati Kutu pertama kali tampil pada Olahraga.

Polisi Selidiki Jaringan Pengedar Sabu di Apartemen Baloi

0
Unit Reskrim Polsek Lubukbaja mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di sebuah kamar Apartemen Permata Residence, Baloi, Kota Batam. F.Istimewa

batampos – Unit Reskrim Polsek Lubukbaja masih melakukan pengembangan terhadap jaringan pengedar sabu yang ditangkap di Apartemen Permata Baloi Residence. Dari dua tersangka RSP, 21, dan COS, 26, polisi menyita 18 paket sabu atau seberat 15,35 gram.

“Masih kita lakukan pengembangan. Baik itu asal barang dan pemiliknya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto, Minggu (18/1).

Dari pemeriksaan polisi, COS berperan sebagai pemilik sekaligus pengedar sabu, sedangkan RSP berperan membantu proses pengemasan atau pencacahan barang haram tersebut.

Baca Juga: Kerap Kecelakaan, Truk Dilarang Beroperasi Pada Jam Sibuk

Sementara Kapolsek Lubukbaja, Kompol Deni Langie mengatakan barang haram tersebut didapati dengan mengambil di satu lokasi yang sudah dijanjikan bandar.

“Informasinya beli putus,” kata mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang ini.

Kasus ini terkuak dari insiden senggolan kendaraan di jalan. Tersangka terlibat tabrakan ringan dengan driver taksi online.

Saat itu tersangka bersikap emosional, marah-marah, dan terlihat tergesa-gesa ingin masuk ke area apartemen.

Baca Juga: TNI AD Kawal Pembangunan Koperasi Merah Putih di Batam

“Awalnya anggota Komando hampir senggolan sama yang tersangka itu di jalan. Anggota ini mau minta klarifikasi, dan diajak berkelahi,” ujar Wakil Ketua Satgas Komando Batam, Oka.

Selain curiga dengan sikap tersangka, anggota Komando juga menemukan kejanggalan dengan mobil yang dikendarai tersangka. Mobil tersebut tanpa plat nomor pada bagian depan dan terdapat plat palsu di kursi kemudi.

“Kejanggalan ini kita teruskan ke pihak Kepolisian,” tutupnya. (*)

Artikel Polisi Selidiki Jaringan Pengedar Sabu di Apartemen Baloi pertama kali tampil pada Metropolis.

Cari Bagel Enak di Batam? Ini 5 Tempat yang Paling Direkomendasikan

0
Bagel. (instagram.com/bakerstone.id/)

batampos – Bagel menjadi salah satu menu yang semakin banyak digemari. Roti berbentuk cincin dengan tekstur kenyal ini cocok untuk sarapan maupun camilan sore.

Kota Batam pun tak ketinggalan menghadirkan berbagai bangel dengan varian rasa, mulai dari klasik hingga modern.

Berikut 5 tempat menikmati bagel yang paling direkomendasikan disari dari berbagi sumber:

1. Fenty’s Cake House
Cafe modern yang menyediakan berbagai pilihan bagel dan cake. Bagelnya selalu menjadi menu favorit. Terletak di Ruko Orchard walk H5, Teluk Tering, Kota Batam.

2. Jills Cafe
Cafe ini termasuk tersembunyi yang cocok untuk WFH. Menu bagelnya disajikan dalam bentuk makanan berat. Terletak di Baloi Permai, Ruko Megamas Blok A 1-3, Kota Batam.

3. Fresh House Artisan Bakery
Cafe yang menyediakan berbagai macam roti fresh. Bagelnya terkenal dengan isian smoked salmon. Terletak di Sukajadi, Batam Kota.

4. Baker Stone Bakery
Salah satu tempat yang menghadirkan berbagai varian bagel. Menu pastrynya juga terkenal. Terletak di Jodoh, kawasan baru phrayangan, Jl. Tj. Uma, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

5. Vold Artisan
Bagi yang suka minum kopi sambil makan bagel bisa kesini. Garlic cheese bagelnya selalu menjadi menu favorit. Terletak di Teluk Tering, Batam Kota.

Meningkatnya minat masyarakat Batam terhadap bagel menunjukkan perubahan selera kuliner yang semakin beragam.

Selain dianggap lebih mengenyangkan, bagel juga dinilai fleksibel karena dapat dipadukan dengan berbagai isian manis maupun gurih.

Pastikan lokasi dan jam buka sebelum berkunjung.(*)

 

Artikel Cari Bagel Enak di Batam? Ini 5 Tempat yang Paling Direkomendasikan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini 8 Tanda Bahwa Kecerdasan Anda Lebih Tinggi dari Perkiraan Banyak Orang

0
Ilustrasi dua orang berbicara dengan tenang, menggambarkan kecerdasan dalam menangani masalah. (Freepik)

batampos – Kecerdasan sering dikaitkan dengan prestasi akademis, cara berbicara yang meyakinkan, atau kemampuan menjawab pertanyaan sulit dengan cepat.

Namun dalam kehidupan nyata, kecerdasan justru kerap hadir dalam bentuk yang lebih tenang dan tidak mencolok.

Banyak orang dengan kapasitas berpikir tinggi tidak selalu menyadari keunggulan tersebut, bahkan kerap diremehkan oleh lingkungan sekitar.

Sinyal kecerdasan modern tidak selalu terlihat dari luar. Ia muncul melalui kebiasaan kecil, cara merespons situasi, serta pola pikir yang matang dan reflektif.

Dilansir dari Geediting, inilah delapan tanda yang sering menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan seseorang berada di atas perkiraan banyak orang.

1. Nyaman Mengakui Ketidaktahuan

Orang dengan kecerdasan tinggi tidak merasa terancam ketika tidak mengetahui sesuatu.

Mereka justru nyaman mengatakan “saya belum tahu” tanpa rasa malu.

Sikap ini menunjukkan kepercayaan diri intelektual dan kesadaran bahwa belajar merupakan proses berkelanjutan.

Alih-alih berpura-pura paham, mereka memilih mencari informasi dan memperdalam pemahaman secara jujur.

2. Lebih Banyak Mendengar daripada Berbicara

Kecerdasan tidak selalu ditandai oleh dominasi dalam percakapan. Banyak individu cerdas justru lebih memilih mendengarkan dengan saksama sebelum merespons.

Kemampuan menyimak memungkinkan mereka menangkap nuansa, emosi, dan maksud tersembunyi dari lawan bicara.

Respon yang diberikan pun biasanya lebih tepat, relevan, dan bermakna.

3. Berpikir Fleksibel dan Tidak Kaku

Pola pikir hitam-putih jarang ditemukan pada orang dengan kecerdasan tinggi.

Mereka mampu melihat berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan konteks sebelum mengambil kesimpulan.

Ketika situasi berubah, mereka pun mampu menyesuaikan cara berpikir tanpa merasa kehilangan prinsip.

Fleksibilitas ini menunjukkan kapasitas kognitif yang matang dan adaptif.

4. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Mendalam

Rasa ingin tahu tidak selalu muncul dalam bentuk pertanyaan besar. Sering kali ia hadir melalui ketertarikan pada detail kecil, proses di balik suatu kejadian, atau alasan di balik perilaku manusia.

Orang cerdas cenderung menikmati proses memahami, bukan sekadar mengetahui hasil akhir.

Mereka terdorong untuk terus menggali, membaca, dan mengamati dunia di sekitarnya.

5. Cenderung Reflektif terhadap Diri Sendiri

Kemampuan mengevaluasi diri menjadi sinyal kecerdasan yang jarang disadari.

Orang dengan kecerdasan tinggi sering merenungkan keputusan, sikap, dan reaksi emosional mereka sendiri.

Refleksi ini membantu mereka tumbuh dan memperbaiki diri tanpa menyalahkan keadaan.

Kesadaran diri yang kuat menjadi fondasi penting bagi perkembangan intelektual dan emosional.

6. Tidak Mudah Terpancing Emosi

Reaksi emosional yang terkendali bukan berarti menekan perasaan. Sebaliknya, hal ini menunjukkan kemampuan mengelola emosi dengan bijak.

Orang cerdas mampu memberi jarak antara perasaan dan tindakan. Mereka memahami bahwa respon yang tenang sering kali lebih efektif dibanding reaksi impulsif, terutama dalam situasi penuh tekanan.

7. Menikmati Kesendirian secara Sehat

Kesendirian sering disalahartikan sebagai tanda kesepian. Padahal bagi banyak individu cerdas, waktu sendiri menjadi ruang penting untuk berpikir, merencanakan, dan mengisi ulang energi mental.

Dalam kesunyian, pikiran mereka bekerja lebih jernih. Waktu ini dimanfaatkan untuk membaca, menulis, atau sekadar merenung tanpa gangguan eksternal.

8. Mengajukan Pertanyaan yang Tepat, Bukan Sekadar Banyak

Kecerdasan terlihat dari kualitas pertanyaan, bukan kuantitasnya. Orang dengan pemahaman mendalam cenderung mengajukan pertanyaan yang langsung menyentuh inti persoalan.

Pertanyaan semacam ini menunjukkan kemampuan analisis dan pemetaan masalah yang baik.

Mereka tidak terjebak pada hal permukaan, melainkan berusaha memahami struktur dan makna yang lebih dalam. (*)

Artikel Ini 8 Tanda Bahwa Kecerdasan Anda Lebih Tinggi dari Perkiraan Banyak Orang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Wajib Tahu! Cara Buat Akun SNPMB 2026, Syarat Utama Ikut SNBP dan UTBK-SNBT

0

batampos – Gerbang menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN) resmi terbuka bagi siswa kelas 12 SMA, SMK, dan MA di seluruh Indonesia. Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 sudah dimulai, dan satu langkah krusial yang wajib dilakukan semua calon mahasiswa adalah membuat akun SNPMB.

Tanpa akun ini, siswa tidak bisa mengikuti seleksi masuk PTN, baik melalui jalur prestasi (SNBP) maupun jalur tes (UTBK-SNBT). Proses registrasi hanya dilakukan melalui laman resmi portal.snpmb.id.

Akun SNPMB menjadi kunci utama seluruh tahapan seleksi, mulai dari verifikasi data, pendaftaran SNBP, pendaftaran UTBK-SNBT, hingga mengunduh kartu peserta ujian.

Apa Itu Akun SNPMB dan Mengapa Wajib Dimiliki?

Akun SNPMB 2026 merupakan akun resmi dan tunggal yang digunakan siswa untuk mengakses seluruh layanan seleksi nasional masuk PTN. Fungsinya mencakup:

Verifikasi dan validasi data diri

Pendaftaran jalur SNBP

Registrasi UTBK-SNBT

Mengunduh kartu peserta ujian

Mengecek hasil seleksi

Sistem ini dikelola langsung oleh Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) dengan prinsip fleksibel, efisien, transparan, adil, akuntabel, dan bebas konflik kepentingan.

Jadwal Penting SNPMB 2026 yang Wajib Dicatat

Perlu diperhatikan, seluruh aktivitas pada tanggal yang ditentukan dibuka dan ditutup pukul 15.00 WIB.

Jadwal SNBP 2026

Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 18 Februari 2026

Pendaftaran SNBP: 3 – 18 Februari 2026

Pengumuman Hasil: 31 Maret 2026

Jadwal UTBK-SNBT 2026

Registrasi Akun SNPMB Siswa: 12 Januari – 7 April 2026

Pendaftaran UTBK-SNBT: 25 Maret – 7 April 2026

Pelaksanaan UTBK: 21 – 30 April 2026

Pengumuman Hasil: 25 Mei 2026

Cara Buat Akun SNPMB 2026 di portal.snpmb.id

Sebelum mendaftar, pastikan kamu sudah menyiapkan NISN, NPSN, dan tanggal lahir yang sesuai dengan data sekolah.

Berikut langkah-langkahnya:

Akses laman resmi https://portal.snpmb.id

Klik menu Registrasi, lalu pilih Daftar Akun Siswa

Masukkan NISN, NPSN, tanggal lahir, dan email aktif

Cek email dan klik tautan aktivasi akun

Login kembali ke portal

Masuk ke menu Verifikasi dan Validasi Data

Klik Perbarui Data dan pastikan semua informasi sudah benar

Unggah pas foto terbaru (maksimal 3 bulan terakhir)

Klik Simpan Permanen

⚠ Perhatian: Setelah menekan Simpan Permanen, data tidak bisa diubah lagi.

Unduh dan simpan bukti registrasi permanen

Akun Aktif, Siap Berburu Kursi PTN

Setelah semua tahapan selesai, akun SNPMB kamu resmi aktif dan siap digunakan untuk mendaftar SNBP atau UTBK-SNBT 2026.

Siswa juga diimbau untuk rutin memantau laman resmi PTN tujuan, terutama terkait persyaratan tambahan atau proses verifikasi dokumen.(*)

Artikel Wajib Tahu! Cara Buat Akun SNPMB 2026, Syarat Utama Ikut SNBP dan UTBK-SNBT pertama kali tampil pada News.

Gerhana Matahari Total Akan Menyapu Eropa dan Arktik

0
Gerhana Matahari Total. (x.com/mark_renko)

batampos – Dunia akan menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling langka, pada 12 Agustus 2026. Fenomena tersebut adalah gerhana matahari total.

Peristiwa ini terjadi ketika Bulan melewati di antara Bumi dan Matahari yang sepenuhnya menutupi piringan Matahari di jalur sempit yang disebut path of totality.

Siang hari berubah menjadi kegelapan total di lokasi tertentu.

Dilansir dari space.com, lintasan gerhana dimulai di wilayah Arktik dan bergerak di selatan melewati beberapa wilayah daratan dunia:

– Laut Arktik dan pesisir utara Siberia menjadi titik awal totalitas.
– Greenland menjadi lokasi paling awal melihat totalitas.
– Islandia menjadi wilayah barat negara yang diperkirakan mengalami totalitas hingga lebih dari 2 menit.
– Spanyol utara dilintasi bayangan umbra Bulan dengan kota-kota seperti Galicia dan wilayah lain di sepanjang lintasan.

Gerhana total akan berlangsung paling lama sekitar 2 menit 18 detik di lokasi tengah jalur, khususnya di laut dekat pesisir barat Islandia sebelum mencapai daratan.

Selama fase totalitas, langit akan gelap seperti senja, suhu udara turun, dan pemandangan korona Matahari.

Fenomena ini dipandang sebagai gerhana parsial di wilayah Eropa, Afrika Utara, Amerika Utara bagian barat, serta sejumlah wilayah di Asia Utara.

“Fenomena gerhana total tidak hanya menarik bagi penikmat sains, tetapi memberikan peluang riset ilmiah,” kata NASA dan National Solar Observatory, dikutip dari NSO, Senin (19/1).

Ini menjadi gerhana matahari total pertama yang terlihat dari daratan Eropa sejak 1999. Momen bersejarah bagi para pengamat astronomi di benua tersebut.

Ahli astronomi menekankan bahwa mengamati Matahari langsung tanpa pelindung khusus sangat berbahaya. Apalagi fase parsial bisa merusak retina. (*)

Artikel Gerhana Matahari Total Akan Menyapu Eropa dan Arktik pertama kali tampil pada News.

Kerap Kecelakaan, Truk Dilarang Beroperasi Pada Jam Sibuk

0
Truk tanah bernomor polisi BP 8365 DU mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik di turunan Tiban Kampung, Kamis lalu.

batampos – Truk angkutan tanah kerap mengalami kecelakaan di jalanan Kota Batam. Truk ini terlihat melintas dengan kecepatan tinggi, tanpa terpal, bahkan bergandengan.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polresta Barelang, iptu Yudhi Patra mengatakan hingga ini aturan jam operasional truk belum ditentukan. Namun, pihaknya melarang seluruh truk beroperasi pada jam sibuk.

“Untuk aturan jam operasional truk sampai saat ini belum ada. Tapi ada larangan untuk tidak beroperasi pada jam sibuk,” ujarnya, Minggu (18/1).

Adapun larangan operasional truk ini yakni pada pagi hari pukul 07.00-09.00 WIB. Lalu, sore hari pukul 16.00-18.00 WIB.

Baca Juga: Ini Rupanya Penyebab Kemacetan Panjang dari Arah Seiladi ke Tiban

Selain membatasi jam operasional, kata Yudhi, pihaknya rutin mendatangi perusahaan pengepul untuk mengedukasi para sopir truk tersebut.

“Dengan larangan ini, dianjurkan truk beroperasional pada malam hari. Dan kami ke perusahaan-perusahaan untuk mengedukasi para sopir,” katanya.

Yudhi menjelaskan dalam sosialisasi tersebut, pihaknya menekankan penggunaan terpal. Kemudian edukasi tentang penggunaan lajur bagi kendaraan truk harus menggunakan lajur kiri ketika bermuatan dan berjalan dengan kecepatan rendah atau pelan.

“Kami juga menekankan agar para driver tidak ugal-ugalan dan tidak mengemudi beriringan di jalan raya,” ungkapnya.

Sementara Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan pihaknya tidak bisa menindak truk berdasarkan jam operasional.

“Jam operasional truk ini tidak ada, itu di Dishub dan BP Batam. Kami nindak jika sudah ada regulasinya,” ujarnya.

Baca Juga: Keterbatasan Anggaran Hambat Penyelesaian 18 Titik Krisis Air di Batam

Afid menjelaskan dengan tidak adanya aturan jam operasional, pihaknya hanya bisa menindak truk yang Over Dimension Overloading (ODOL). Seperti truk yang mengangkut tanah melebihi kapasitas.

“Misalkan tanah angkutannya itu sampai tinggi, kalau ini kita temukan langsung ditilang,” katanya.

Afid mengaku permasalahan kecelakaan truk ini sudah menjadi perhatiannya. Bahkan, ia mempertanyakan jam operasional truk ini saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Batam. “Ini sudah kita sampaikan di RDP,” tutupnya.

Sebelumnya, kecelakaan tunggal melibatkan truk pengangkut tanah kembali terjadi di Kota Batam. Truk roda 10 bernomor polisi BP 8365 DU terbalik saat melintasi turunan Tiban Kampung dari arah Sungai Ladi, Sabtu (17/1) sore, mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh dan kemacetan panjang di jalur utama Seiladi–Southlink. (*)

Artikel Kerap Kecelakaan, Truk Dilarang Beroperasi Pada Jam Sibuk pertama kali tampil pada Metropolis.