Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 575

Mentan Warning Distributor Beras Batam

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan distributor wajib menyerap beras lokal.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan distributor bahan pokok agar menyerap beras lokal. F. Diskominfo Kepri untuk Batam Pos

Mesti Cinta Merah Putih, Jangan Tolak Beras Lokal
Nekat Impor Beras, Dicap Pengkhianatan Bangsa

batampos – Di tengah upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan nasional, penolakan justru datang dari sebagian distributor beras di Batam. Sejumlah distributor enggan menyerap beras Bulog yang akan dikirim dari Sulawesi dengan alasan margin keuntungan tipis dan kualitas yang dinilai belum setara beras impor.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada ruang tawar terhadap sikap tersebut. Menurutnya, distribusi beras lokal merupakan bagian dari perjuangan kedaulatan pangan nasional yang harus didukung semua pihak.

“Jangan cerita kualitas. Itu beras anak negeri. Beri tahu mereka (distributor), kamu mesti cinta Merah Putih. Kita ingin berdaulat pangan,” kata Amran menanggapi lambannya penyerapan beras lokal oleh distributor di Batam.

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

Artikel Mentan Warning Distributor Beras Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tito: Dana Daerah Aceh, Sumut, dan Sumbar Dikembalikan, Total Rp10,6 Triliun

0
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Pemerintah pusat memutuskan mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) senilai Rp10,6 triliun kepada tiga provinsi yang sebelumnya terdampak kebijakan efisiensi anggaran, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kebijakan ini diambil untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor di ketiga provinsi tersebut.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, Presiden telah memutuskan agar seluruh TKD provinsi, kabupaten, dan kota di tiga wilayah itu disamakan dengan alokasi tahun 2025 setelah efisiensi.

“Presiden sudah memutuskan bahwa seluruh provinsi, kabupaten maupun kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar, dana TKD-nya akan disamakan dengan tahun 2025. Dengan kata lain, angkanya mencapai Rp10,6 triliun,” ujar Tito dalam keterangan tertulis.

Tito menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Berbagai sumber daya nasional telah dimobilisasi, mulai dari Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, sektor kesehatan, hingga dukungan TNI, Polri, BNPB, dan Basarnas.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah pusat dan daerah agar proses pemulihan berjalan cepat dan efektif.

“Tapi, daerah juga harus bergerak. Oleh karena itu, supaya mereka kuat, anggarannya ditambah,” ujarnya.

Tito juga mengingatkan agar dana TKD tidak disalahgunakan. Menurutnya, penyelewengan anggaran bencana merupakan pelanggaran hukum sekaligus bentuk pengkhianatan terhadap penderitaan rakyat.

“Itu pidana, tanggung jawab kepada Tuhan, dan sama saja menari di atas penderitaan rakyat. Enggak boleh,” tegasnya.

Adapun rincian pengembalian TKD tersebut adalah Rp1,6 triliun untuk Aceh dan 23 kabupaten/kota, Rp6,3 triliun untuk Sumatera Utara dan 33 kabupaten/kota, serta Rp2,7 triliun untuk Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota.

Dana itu dapat digunakan sesuai kebutuhan daerah, antara lain untuk perbaikan jalan dan jembatan, penanganan pengungsi, normalisasi sungai, serta pembersihan wilayah terdampak bencana.

Tito memastikan seluruh kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut menerima pengembalian TKD secara utuh, meski tidak semuanya terdampak langsung bencana, karena dampak sosial dan ekonomi dirasakan secara luas.

Ia menargetkan proses transfer dana mulai dilakukan awal pekan ini melalui koordinasi Kemendagri dan Kementerian Keuangan.

“Saya harap Senin sudah bisa ditransfer,” katanya. (*)

Artikel Tito: Dana Daerah Aceh, Sumut, dan Sumbar Dikembalikan, Total Rp10,6 Triliun pertama kali tampil pada News.

Rupiah Melemah, Dunia Usaha Batam Waspada

0
Kawasan industri Batam di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan ringgit.
Pegawai Money Changer Banda Baru di Mega Mall Batam Center menghitung uang dolar Singapura, Senin (12/1). Lonjakan kurs mata uang asing memicu kewaspadaan di kalangan usaha Batam. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Dolar & Ringgit Perkasa, Turis Asing Berpotensi Tumpah Ruah

batampos – Pelemahan tajam nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing dalam sepekan terakhir memicu kewaspadaan di kalangan dunia usaha Batam.

Berdasarkan data Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) per Senin, (19/1), nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) tercatat berada di level Rp16.964,40 per USD (kurs jual) dan Rp16.795,60 (kurs beli). Sementara itu, dolar Singapura (SGD) menguat ke Rp13.168,05 (jual) dan Rp13.031,97 (beli), sedangkan ringgit Malaysia (MYR) berada di kisaran Rp4.184,61 (jual) dan Rp4.137,87 (beli). Penguatan mata uang negara mitra dagang utama ini semakin menegaskan tekanan terhadap struktur biaya industri dan strategi keuangan dunia usaha di Batam.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, depresiasi rupiah membawa dua sisi bagi dunia usaha. Di satu sisi menguntungkan eksportir, namun di sisi lain menambah tekanan bagi perusahaan yang bergantung pada impor atau memiliki kewajiban utang dalam valuta asing.

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

Artikel Rupiah Melemah, Dunia Usaha Batam Waspada pertama kali tampil pada Metropolis.

PBNU Minta Kadernya yang Terlibat Korupsi Dipecat

0
Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

batampos – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) didesak mengambil langkah tegas terhadap kadenya yang terlibat dalam korupsi. Harus ada sanksi tegas berupa pemecetan kepada pelaku bila telah menjalani proses hukum.

Hal itu disuarakan oleh Forum Bahtsul Masail kiai Jawa Barat dan DKI Jakarta pada di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat. Forum ini dihadiri oleh sejumlah kiai seperti Muhammad Shofy, Ahmad Ashif Shofiyullah, Nanang Umar Faruq, Ghufron, Abdul Muiz Syaerozi, Jamaluddin Muhammad, Ahmad Baiquni, Mukti Ali, Muchlis, Asnawi Ridwan, Roland Gunawan, Muhammad Sirojuddin, Khozinatul Asror, dan lain sebagainya.

Pengasuh Pondok Pesantren Kempek, Muhammad Shofi bin Mustofa Aqiel Siraj mengatakan, ada tiga petinggi NU yang sejauh ini pernah atau sedang berurusan dengan kasus hukum. Terbaru adalah Direktur Humanitarian Islam PBNU Yaqut Cholil Qoumas.

“Saat ini Gus Yaqut telah ditetapkan tersangka oleh KPK, yang sebelumnya dicekal tidak boleh bepergian ke luar negeri,” ucap Shofi, Senin (19/1).

Lalu ada eks Staf Khusus Menag Isfah Abidal Aziz (Gus Alex) menjabat sebagai Ketua PBNU. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan Yaqut. Keduanya diketahui belum dipecat dari jabatannya di PBNU.

Jauh sebelum keduanya, kata Shofi, ada nama Mardani H Maming yang menjabat Bendahara Umum PBNU periode 2022-2027. Dia saat itu ditetapkan sebagai tersangka dalam oleh KPK.

“Mardani ditetapkan sebagai buronan oleh KPK pada 26 Juli 2022, sebab dua kali mangkir dari pemeriksaan pengadilan. Jadi buronan pun masih bersetatus sebagai Bendahara Umum PBNU. Kemudian pada 28 Juli 2022 menyerahkan diri. Maming baru dinon-aktifkan dari jabatan Bendahara Umum PBNU, setelah divonis, lalu kemudian diberhentikan secara definitif,” imbuhnya.

Shofi meminta kepada PBNU agar bersikap tegas kepada kadernya yang terseret proses hukum. Karena, tidak menutup kemungkinan masih ada pihak lain yang terseret dalam kasus korupsi kuota haji.

“Ke depan, boleh jadi akan banyak dari para tokoh pengurus NU—baik PBNU, PWNU, PCNU, atau Banom NU yang akan dipanggil lagi sebagai saksi oleh KPK dalam kasus korupsi kuota haji. Mungkin, para tokoh saksi itu ada yang bisa naik kelas menjadi tersangka dan ada yang hanya cukup sebagai saksi saja,” jelasnya.

Dengan latarbelakang itu, Shofi tidak ingin ada kesan pembiaran pengurus yang terlibat korupsi dengan tetap menjabat. Sebab, hal itu akan menjadi preseden buruk bagi PBNU.

“Para kiai merumuskan jawaban bahwa, hukum ormas keagamaan yang membiarkan dan tidak memecat para pengurusnya yang terlibat dalam kasus korupsi apalagi statusnya tersangka atau saksi yang berpotensi naik kelas sebagai tersangka, apalagi bersetatus divonis adalah haram dan wajib memecat yang bersangkutan,” tandasnya. (*)

Artikel PBNU Minta Kadernya yang Terlibat Korupsi Dipecat pertama kali tampil pada News.

Sempat Ditindak, Balap Liar di Seipelenggut Kembali Beraksi

0
Ilustrasi balap liar.

batampos – Aksi balap liar di jalan lurus kawasan galangan kapal Marcopolo, Seipelenggut hingga saat ini masih berlangsung. Padahal, aksi ini sempat ditindak Tim Gabungan dari Polsek Sagulung dan Satlantas Polresta Barelang.

Pantauan Batam Pos, pembalap ini kembali mempertontonkan aksinya melalui live di media sosial (medsos) TikTok, Minggu (18/1). Balapan berlangsung pada akhir pekan.

“Masih ada balapan liarnya. Penontonnyapun ramai,” ujar Ismail, warga Seipelenggut.

Baca Juga: Polisi Selidiki Jaringan Pengedar Sabu di Apartemen Baloi

Diketahui, pada pekan lalu polisi mendatangi lokasi balapan dan menertibkan para pembalap. Namun, penindakan tersebut dinilai tak memberikan efek jera.

“Harusnya motor-motor pembalap ini diamankan dan kalau perbuatannya diulang disita saja,” katanya.

Ia berharap pihak Kepolisian rutin melakukan patroli dan penindakan ke lokasi, khususnya pada akhir pekan.

“Paling tidak patroli harus rutin. Karena kami masyarakat sangat terganggu dengan balapan liar ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Bunuh Pasangan Sesama Jenis dengan Cobekan karena Cemburu

Sementara KBO Satlantas Polresta Barelang, Iptu Yudhi Patra mengatakan akan rutin menindak pembalap liar di kawasan tersebut. Penindakan dilakukan bersama Tim Gabungan.

“Akan rutin kita lakukan penindakan dengan Tim Gabungan. Dari Satlantas, Polsek, Reskrim, dan Intel,” ujarnya. (*)

Artikel Sempat Ditindak, Balap Liar di Seipelenggut Kembali Beraksi pertama kali tampil pada Metropolis.

Simak 4 Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Minuman Manis bagi Kesehatan

0
Ilustrasi minuman manis. F. Freepik.

batampos – Minuman manis sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang.Padahal, banyak penelitian yang menghubungkan minuman bergula ini dengan beberapa masalah kesehatan serius.

Ini termasuk obesitas dan diabetes hingga penyakit jantung dan kematian dini.

Gula dari minuman manis dapat memengaruhi metabolisme, organ tubuh, dan kesehatan jangka panjang.

Dilansir ndtv, berikut empat bahaya minuman manis dan bagaimana cara menekan konsumsinya.

1.Kenaikan berat badan dan obesitas

Tidak seperti makanan padat, minuman manis tidak membuat Anda merasa kenyang.

Ketika kalori datang dalam bentuk gula cair, otak tidak mencatatnya dengan cara yang sama sehingga menyebabkan asupan energi berlebih tanpa mengurangi nafsu makan di kemudian hari.

Seiring waktu, energi berlebih ini disimpan sebagai lemak, terutama di sekitar perut, yang merupakan faktor risiko utama penyakit metabolik.

Soda, meskipun hanya satu bisa menambah kalori yang menyebabkan penambahan berat badan.

2.Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 kini menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar, yang memengaruhi jutaan orang.

Minuman manis dengan kadar gula tambahan yang tinggi menyebabkan lonjakan glukosa darah yang cepat dan memberi tekanan ekstra pada respons insulin tubuh.

Seiring waktu, ini menyebabkan resistensi insulin, ciri khas diabetes tipe 2.

Terlebih lagi, pada pengidap diabetes, konsumsi minuman manis secara teratur dikaitkan dengan hasil kesehatan yang lebih buruk.

Selain itu, konsumsi minuman manis setiap hari dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular, kematian dini, dan komplikasi diabetes yang jauh lebih besar.

3.Kesehatan jantung

Minuman manis tidak hanya menambah kalori, namun juga memengaruhi kadar lemak darah, peradangan, dan tekanan darah, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Semakin banyak minuman manis yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko kematian dini, terutama akibat penyakit kardiovaskular.

4.Risiko organ lain

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa minuman manis dapat membahayakan organ hati dan risiko kanker tertentu.

Bahkan sebuah studi menyebut konsumsi minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker seperti kanker mulut.

Lantas bagaimana cara menekan keinginan konsumsi minuman manis? mari simak caranya sebagai berikut:

– Menyediakan air putih di dekat Anda bisa mengurangi keinginan untuk mengonsumsi minuman manis.

– Bacalah label sebelum minum.

– Pilihlah buah utuh daripada jus buah.

– Kurangi secara bertahap, misalnya, mengurangi konsumsi harian hingga setengahnya akan meningkatkan kepatuhan jangka panjang.

– Beralihlah ke pilihan tanpa pemanis seperti teh hitam, kopi, atau minuman herbal.

– Memilih ukuran terkecil yang tersedia untuk menurunkan asupan gula total.

– Dehidrasi sering disalahartikan sebagai keinginan mengonsumsi gula. Minumlah air putih terlebih dahulu dan evaluasi kembali. (*)

Artikel Simak 4 Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Minuman Manis bagi Kesehatan pertama kali tampil pada Lifestyle.

Penuh Drama! Kalahkan Maroko, Senegal Juara Piala Afrika 2025

0
Para pemain Senegal merayakan kemenangan dengan mengangkat trofi juara Africa Cup of Nations atau Piala Afrika (AFCON) 2025 di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat, Minggu (18/1). (facebook)

batampos – Tim nasional Senegal keluar sebagai juara Africa Cup of Nations atau Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah mengalahkan Maroko secara dramatis pada Minggu (18/1).

Dikutip dari situs berita ESPN, final Piala Afrika 2025 tersebut diwarnai kontroversi wasit dan kekerasan suporter. Senegal mengahadapi tuan rumah Maroko di Stadion Prince Moulay Abdallah, Rabat.

Pape Gueye mencetak gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika 2025 pada menit ke-94 di babak perpanjangan waktu. Dia memanfaatkan umpan dari Idrissa Gueye dan mengatasi lini belakang Maroko.

Baca Juga: Arteta Kecewa Arsenal Ditahan Imbang Nottingham Forest Tanpa Gol

Gol Pape Gueye lahir setelah keputusan kontroversial wasit Jean-Jacques Ndala yang menganulir gol pemain Senegal Ismaila Sarr. Dan di sisi lain memberikan penalti kepada Maroko.

Maroko mendapatkan penalti pada menit ke-96 setelah El Hadji Malick Diouf dianggap mengulurkan lengan untuk menghalangi Brahim Diaz yang membuatnya terjatuh.

Penalti tersebut dianggap kontroversial setelah Diaz melakukan protes panjang kepada wasit dan hakim garis yang akhirnya membuat wasit Jean-Jacques Ndala mengesahkannya.

Keributan dimulai dari kedua tim teknis dan pemain, lalu meluas ke tribun penonton. Kelompok pendukung Gainde Senegal mulai berusaha masuk ke lapangan.

Mereka melompati papan reklame dan berusaha masuk ke lapangan lalu berhadapan dengan para petugas dan delegasi dari Maroko. Petugas keamanan dan polisi anti huru-hara turun tangan setelah pendukung Senegal mulai melemparkan benda-benda ke lapangan dan merusak salah satu layar papan elektronik.

Perkelahian juga terjadi antara Ismael Saibari dan Abdoulaye Seck sementara pelatih timnas Senegal Pape Thiaw langsung menginstruksikan pemainnya untuk meninggalkan lapangan.

Baca Juga: Debut Rosenior di Liga Inggris, Chelsea Kalahkan Brentford 2-0

Baca Juga: Mesir-Senegal Saling Menghormati, Salah dan Mane Saling Berhadapan di Semifinal Piala Afrika

Setelah keadaan kembali tenang, Sadio Mane segera meminta teman-temannya untuk kembali ke lapangan dan melanjutkan pertandingan.

Diaz yang mengeksekusi penalti gagal memberikan gol bagi Maroko setelah tendangannya dengan gaya Panenka berhasil ditangkap kiper Senegal Edouard Mendy.

Berdasar informasi dari Daily Mail, setelah pertandingan tersebut, pelatih timnas Maroko Walid Regragui menyayangkan tindakan para pemain dan ofisial Senegal.

“Tindakan (timnas) Senegal memalukan dan tidak berkelas,” demikian pernyataan pelatih timnas Maroko Walid Regragui atas tindakan Senegal dalam pertandingan tersebut. (*)

Artikel Penuh Drama! Kalahkan Maroko, Senegal Juara Piala Afrika 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Pekerja Ponton di Bintan Terseret Arus, Satu Tewas dan Satu Hilang

0
Tim SAR gabungan melakukan pencarian pekerja ponton yang hilang terseret arus laut di perairan Bintan Timur.
Tim rescue bersiap untuk melakukan pencarian dan penyisiran terhadap pekerja yang hilang di perairan Bintan, Senin (19/1/2026) malam. F. KPP Kelas A Tanjungpinang untuk Batam Pos

batampos – Kecelakaan kerja terjadi di perairan Bintan Timur. Tiga pekerja ponton pengeboran terseret arus laut saat berupaya saling menolong, Senin (19/1/2026). Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.10 WIB di perairan depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), tepatnya di area ponton pengeboran milik PT Shandong Geologi Eksplorasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Senin malam.

Baca Juga: BPBD Bintan Butuh Pawang Buaya untuk Tangani Konflik Satwa dan Manusia

Menurut Fazzli, insiden bermula ketika seorang pekerja bernama Malik terseret arus laut yang cukup deras di sekitar ponton.

“Korban Malik sempat berteriak meminta tolong,” ujar Fazzli.

Mendengar teriakan tersebut, dua rekan korban, Ranggi dan Reza Ade Jumawar, spontan melompat ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun upaya penyelamatan itu justru berujung petaka karena arus laut yang kuat.

Ranggi berhasil menyelamatkan diri dengan naik kembali ke atas ponton. Sementara Reza Ade Jumawar, warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Hari Kesadaran Nasional, Polres Bintan Tekankan Pelayanan Humanis

“Ranggi selamat, sedangkan Reza ditemukan meninggal,” kata Fazzli.

Adapun Malik, warga Ganet, Kota Tanjungpinang, hingga Senin malam masih dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Fazzli menjelaskan, laporan kejadian diterima Kantor SAR Tanjungpinang dari pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue segera dikerahkan ke lokasi kejadian.

Koordinasi dilakukan dengan Polsek Bintan Timur, Satpolairud Polres Bintan, serta Pos TNI AL Kijang untuk mempercepat proses pencarian.

Sebanyak empat personel Tim Rescue KPP Tanjungpinang diberangkatkan menuju lokasi kejadian sekitar pukul 19.15 WIB menggunakan Rescue Car Type II, perahu karet, serta mesin tempel.

Baca Juga: Polisi Tangkap Kakek Cabul di Bintan, Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

“Jarak lokasi kejadian sekitar 11,15 mil laut dari Kantor SAR Tanjungpinang,” jelasnya.

Operasi pencarian difokuskan di perairan sekitar Pulau Poto dan wilayah sekitarnya, dengan metode penyisiran laut.

“Kami akan melakukan pencarian secara maksimal hingga korban ditemukan,” tegas Fazzli. (*)

Artikel Pekerja Ponton di Bintan Terseret Arus, Satu Tewas dan Satu Hilang pertama kali tampil pada Kepri.

Patroli Polwan Polda Kepri Kini Gunakan Mobil Listrik, Fokus Pendekatan Humanis

0
Peluncuran mobil listrik sebagai kendaraan patroli Polwan Polda Kepri, Senin (19/1). F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Polda Kepulauan Riau mulai mengoperasikan mobil listrik sebagai kendaraan patroli Polisi Wanita (Polwan) untuk memperkuat pendekatan humanis di tengah masyarakat. Dua unit mobil listrik resmi diluncurkan Direktorat Samapta Polda Kepri, Senin (19/1), sebagai bagian dari transformasi patroli kepolisian berbasis soft approach.

Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Pol Joko Adi Nugroho, mengatakan kendaraan ramah lingkungan tersebut merupakan hibah dari PT PLN (Persero) kepada Kapolda Kepri. Total hibah yang diterima Polda Kepri berjumlah empat unit mobil listrik.

“Dua unit kami operasikan di Direktorat Samapta sebagai kendaraan patroli Polwan. Dua unit lainnya digunakan untuk mendukung kegiatan kepolisian di satuan kerja lain,” ujar Kombes Joko.

Baca Juga: Dishub Batam : Jukir Tak Boleh Tolak Pembayaran via QRIS

Menurutnya, mobil listrik ini akan digunakan khusus untuk patroli Polwan guna memaksimalkan kehadiran polisi di tengah masyarakat melalui pendekatan persuasif dan komunikatif.

Selain meningkatkan mobilitas, penggunaan mobil listrik juga menjadi bagian dari upaya Polri mendukung transformasi menuju institusi yang modern dan ramah lingkungan.

Kombes Joko menjelaskan, patroli Polwan menyasar masyarakat secara umum, namun difokuskan pada kelompok yang lebih efektif dijangkau melalui pendekatan humanis, seperti pelajar, mahasiswa, komunitas perempuan, serta kelompok sosial lainnya.

“Patroli ini tidak diarahkan ke lokasi rawan kriminalitas atau titik rawan kamtibmas. Fokusnya pada komunikasi, edukasi, dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Asosiasi Driver Online Audiensi ke Pemko Batam, Ini yang Dibahas

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebijakan Kapolda Kepri yang pada 2026 mendorong penguatan patroli kepolisian berbasis humanis melalui penyuluhan, sosialisasi, kolaborasi, dan kemitraan dengan masyarakat.

Melalui patroli Polwan menggunakan kendaraan listrik, Polda Kepri berharap kehadiran Polri dapat lebih dirasakan, sekaligus menjadi sarana untuk menginventarisasi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan dan perlindungan yang bersifat preventif.

“Ditsamapta siap hadir, menolong, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui patroli yang lebih humanis,” pungkas Kombes Joko. (*)

Artikel Patroli Polwan Polda Kepri Kini Gunakan Mobil Listrik, Fokus Pendekatan Humanis pertama kali tampil pada Metropolis.

Belanja Ramadan di Grand Batam Mall, Top Spender Dapat Hadiah Umrah Gratis

0
Gevi Astorina (kiri) dan Neli, pemenang program Top Spender Umrah Grand Batam Mall tahun 2025. F. Ari Aklbar/Batam Pos

batampos – Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pengunjung Grand Batam Mall. Melalui program “Berkah Umrah”, pusat perbelanjaan tersebut kembali menghadiahkan paket umrah gratis bagi pelanggan dengan transaksi makanan terbanyak selama bulan suci.

Program Top Spender Umrah ini kembali digelar pada 2026 setelah sukses menarik antusiasme pengunjung pada tahun sebelumnya. Bahkan, manajemen menambah kuota pemenang sebagai bentuk apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat.

“Program ini sudah kami jalankan sejak 2025 dan responsnya sangat positif. Tahun ini kami kembali menggelarnya dengan jumlah pemenang yang lebih banyak,” ujar Gufron dari Manajemen Office Grand Batam Mall, Sabtu (17/1).

Dalam program tersebut, peserta diwajibkan melakukan transaksi khusus kategori Food and Beverage (F&B) di seluruh tenant makanan Grand Batam Mall selama satu bulan penuh Ramadan. Transaksi non-makanan seperti fesyen, elektronik, maupun perhiasan tidak termasuk dalam perhitungan.

Seluruh transaksi tercatat melalui aplikasi resmi Grand Batam Mall untuk pengumpulan poin. Penentuan pemenang dilakukan secara transparan berdasarkan total transaksi tertinggi.

“Yang dihitung hanya belanja makanan. Program berjalan selama Ramadan, dan pemenang diumumkan sekitar satu minggu sebelum Idulfitri,” jelas Gufron.

Hadiah umrah diberikan langsung kepada pemenang dan tidak dapat diuangkan maupun dialihkan. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga esensi ibadah dalam program tersebut. Pada 2025, dua orang terpilih sebagai pemenang. Sementara pada 2026, kuota ditambah menjadi tiga pemenang.

Selain hadiah utama, keberagaman pilihan kuliner selama Ramadan menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari menu berbuka puasa, masakan Nusantara, Jepang, Korea, Western, hingga aneka dessert dan minuman tersedia bagi pengunjung.

Neli: Hadiah Umrah Berkah dari Kebiasaan Sederhana

Salah satu pemenang Top Spender Umrah 2025, Yunerli Laili atau Neli, tak menyangka kebiasaan sederhananya berbuka puasa di Grand Batam Mall bersama suami berbuah hadiah umrah.

“Awalnya saya hanya ikut karena memang sering makan di sini. Tidak pernah terpikir bisa sampai umrah,” kata Neli.

Sejak menetap di Batam pada 2022, Grand Batam Mall menjadi salah satu lokasi favoritnya. Selama Ramadan, ia hampir setiap hari berbuka puasa di sana, baik bersama keluarga maupun kerabat.

Tak hanya untuk konsumsi pribadi, Neli juga kerap membeli makanan untuk dibagikan kepada anak yatim dan jamaah masjid. Ia pun berangkat umrah pada 3 November 2025 melalui rute Batam–Singapura–Jeddah.

“Perjalanan lancar dan pelayanannya sangat baik. Ini pengalaman umrah pertama saya dan sangat berkesan,” ujarnya.

Gevi: Menang Itu Bonus, Berbagi yang Utama

Pemenang lainnya, Gevi Astorina, mengetahui program ini melalui aplikasi Grand Batam Mall. Selama Ramadan, ia rutin berbelanja makanan, sebagian besar untuk dibagikan.

“Saya sering beli makanan untuk berbuka di jalan dan panti asuhan,” katanya.

Ia berangkat umrah pada 7 Juli 2025 dan mengaku sangat terkesan dengan pelayanan travel yang kekeluargaan. Bagi Gevi, kemenangan bukan tujuan utama.

“Menang itu bonus. Yang penting niat sedekah dan ibadah. Kalau bisa berbagi sambil ibadah, itu luar biasa,” tuturnya.

Manajemen Grand Batam Mall berharap program Berkah Umrah dapat terus berlanjut dan memberi manfaat, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga spiritual bagi masyarakat. (*)

Artikel Belanja Ramadan di Grand Batam Mall, Top Spender Dapat Hadiah Umrah Gratis pertama kali tampil pada Metropolis.