Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 579

Mengapa Ada Perasaan Sedih saat Akhir Tahun? Ini 5 Alasan Psikologisnya

0
Ilustrasi (aiins.us)

batampos – Menjelang akhir tahun sering kali diwarnai dengan suasana yang penuh kegembiraan dan kemeriahan menyambut datangnya tahun baru.

Namun, secara psikologis, dikatakan bahwa saat akhir tahun justru menjadi momen yang paling rentan menyangkut emosional. Mengapa demikian?

Bukan tanpa alasan, menurut psikologi, menyambut tahun baru, kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti refleksi diri, tekanan sosial, bahkan perubahan secara biologis.

Dilansir dari Psychology Today, berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan seseorang sering emosional saat akhir tahun.

1.Adanya Tekanan untuk Bahagia

Banyaknya narasi bahwa akhir tahun harus bahagia justru akan menimbulkan tekanan sosial.

Menurut psikologi, ekspektasi yang tidak terjadi inilah yang memicu munculnya emosi.

Selain itu, kenyataan hidup seperti pekerjaan, keuangan, dan hubungan yang tidak sesuai harapan, memunculkan perasaan gagal.

Bisa saja muncul karena konflik lama yang belum terselesaikan hingga pertanyaan-pertanyaan pribadi yang menguras energi.

2.Adanya Kenangan Masa Lalu

Bagi seseorang yang baru saja kehilangan orang yang disayang, akhir tahun bisa menjadi pengingat yang menyedihkan.

Ketidakhadiran orang tercinta tersebut membuat luka semakin terasa.

Itulah, alasan-alasan mengapa sangat rentan emosional saat akhir tahun. Maka dari itu, berikan ruang bagi diri sendiri untuk memvalidasi perasaan yang muncul.

2.Refleksi Diri Berdasar Social Comparison

Di akhir tahun, mungkin sebagian orang akan melakukan refleksi diri terhadap apa yang telah dicapai dan membuat kembali resolusi di tahun berikutnya.

Sering kali orang justru membandingkannya dengan pencapaian orang lain.

Hal ini dapat membuat perasaan seseorang menjadi sedih karena merasa tidak cukup berharga dan tertinggal dalam kehidupan.

4.Mengalami Kelelahan dan Burnout

Sebagian besar saat menjelang akhir tahun akan banyak agenda hingga tanggung jawab yang harus diselesaikan, seperti dalam hal pekerjaan.

Kesibukan yang berlebihan ini memaksa pikiran dan fisik untuk bekerja secara terus-menerus sehingga berujung dengan kelelahan mental.

Burnout membuat emosional tidak stabil, jadi mudah sedih dan tersinggung.

5.Meningkatnya Momen Kebersamaan

Bagi sebagian orang, terlalu sering berada dalam pertemuan untuk merayakan momen kebersamaan bisa menjadi hal yang tidak nyaman. (*)

 

Artikel Mengapa Ada Perasaan Sedih saat Akhir Tahun? Ini 5 Alasan Psikologisnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Warga Keluhkan Bimbar, Kadishub Batam: Sudah Lebih 95 Persen Tak Laik Beroperasi

0
Angkot Bimbar rute Dapur 12-Jodoh melintas di jalan raya. F.Yofie Yuhendri

batampos – Angkutan umum Bintang Kembar (Bimbar) hingga saat ini masih beroperasi dan melayani trayek di Batuaji dan Sagulung. Operasional angkutan ini kerap dikeluhkan masyarakat karena sudah tak laik, bahkan menyebabkan kecelakaan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra mengatakan angkutan Bimbar ini sudah lebih 95 persen tak laik beroperasi.

“Berdasarkan usia kendaraan, hanya beberapa persen saja yang laik,” ujarnya, Jumat (19/12).

Baca Juga: Ada Perbedaan, Ini Usulan Angka UMK Batam Untuk Tahun 2026

Leo mengatakan untuk angkutan yang masih beroperasi diwajibkan mengikuti KIR setiap enam bulan. Sedangkan angkutan yang habis masa usia kendaraan harus melakukan peremajaan.

“Jika kedapatan saat razia akan kita tindak dan tahan. Harus memenuhi persyaratan dari kelaikan dan KIR,” katanya.

Dalam setahun, Dishub Kota Batam menggelar 16 kali razia pengangkutan umum dan barang (pengumbar). Kegiatan ini dengan menggandeng Satlantas Polresta Barelang.

“Untuk itu diimbau pihak perusahan, kalau mati usia operasi angkutan dilakukan peremajaan. Kalau masih bisa operasi lakukan KIR,” ungkap Leo.

Sementara Surya, warga Batuaji mengaku kesal dengan keberadaan Bimbar ini di jalanan. Menurut dia, sopir Bimbar kerap ugal-ugalan dan melanggar rambu lalu-lintas.

Baca Juga: UMK Batam 2026 Dibahas Tuntas, Dewan Pengupahan Berikan Usulan ke Wali Kota

“Bimbar ini suka ngebut-ngebut dan terobos lampu merah. Kalau berenti sesukanya saja, mendadak dan tidak gunakan sign,” ujarnya.

Menurut dia, hampir seluruh bus angkutan juga sudah tak laik. Seperti fasilitas di dalam bus, dan kondisi body mobil yang sudah keropos.

“Bemper mobilnya, kacanya juga tidak ada. Sangat tidak laik berada di jalan,” katanya. (*)

Artikel Warga Keluhkan Bimbar, Kadishub Batam: Sudah Lebih 95 Persen Tak Laik Beroperasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Wisatawan Singapura ke Batam Mulai Meningkat, Imigrasi Tambah Konter dan Perketat Pengawasan

0
Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter ramai selama akhir pekan. F.Yashinta

batampos – Arus wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, ke Kota Batam mulai menunjukkan peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Kantor Imigrasi Batam bersama instansi terkait memperkuat pelayanan sekaligus pengawasan di pelabuhan internasional.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung sekaligus rapat koordinasi singkat di Pelabuhan Internasional Batam Center. Rapat tersebut melibatkan unsur CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Authority) guna menyamakan langkah dalam menghadapi arus Nataru.

“Rapat kecil tapi efektif kami lakukan untuk memperkuat sinergi dan membentuk teamwork agar pelayanan tetap optimal saat terjadi lonjakan penumpang,” ujar Hajar kepada Batam Pos usai peninjauan, Jumat (19/12) pagi.

Untuk mempercepat proses pemeriksaan, Imigrasi Batam menambah jumlah konter pelayanan baik di area kedatangan maupun keberangkatan. Di area kedatangan, disiapkan tambahan dua hingga empat konter, serta didukung lima unit autogate. Dengan demikian, total tersedia 14 konter aktif yang dilayani oleh 28 petugas.

Baca Juga: UMK Batam 2026 Dibahas Tuntas, Dewan Pengupahan Berikan Usulan ke Wali Kota

Sementara di area keberangkatan, Imigrasi menambah dua konter pemeriksaan dengan dukungan lima autogate, sehingga terdapat sekitar sembilan konter aktif atau 18 petugas yang bersiaga.

“Harapan kami tidak terjadi penumpukan antrean seperti yang pernah dialami di masa lalu. Alhamdulillah, dua tahun terakhir pelayanan Nataru berjalan lancar,” kata Hajar.

Ia menyebutkan, Imigrasi Batam mulai bersiaga penuh sejak 20 Desember hingga 5 Januari. Berdasarkan data sementara, arus keberangkatan pada periode 20–25 Desember diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu penumpang, sementara data kedatangan masih terus dipantau dan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Pengawasan difokuskan di tiga pelabuhan internasional utama, yakni Pelabuhan Batam Center sebagai pelabuhan tersibuk, disusul Harbour Bay dan Pelabuhan Bengkong. Pada periode Nataru tahun lalu, Harbour Bay melayani sekitar 100 ribu penumpang, sedangkan Pelabuhan Bengkong mencatat sekitar 4.200 penumpang.

Selain peningkatan pelayanan, Imigrasi Batam juga memperketat pengawasan untuk mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Polri dan instansi terkait, mulai dari area parkir hingga pemeriksaan dokumen di konter imigrasi.

“Kami tetap waspada karena potensi pelanggaran bisa muncul di tengah keramaian. Koordinasi lintas instansi kami lakukan secara cepat dan berkelanjutan,” tegas Hajar.

Baca Juga: Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota

Sementara itu, Kepala Operasi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Zenorega, memastikan kesiapan pengelola pelabuhan dalam menghadapi arus Nataru. Sejumlah fasilitas penunjang telah ditingkatkan, termasuk penambahan satu unit mesin X-ray oleh Bea Cukai serta optimalisasi lima unit autogate Imigrasi.

“Berdasarkan evaluasi Desember tahun lalu, tidak terjadi penumpukan penumpang. Skema yang sama kembali kami terapkan tahun ini,” ujarnya.

Dari sisi sandar kapal, Pelabuhan Batam Center saat ini masih mengoperasikan dua ponton dengan jadwal kapal reguler setiap 30 menit. Hingga kini belum ada penambahan kapal ekstra karena kondisi masih dinilai aman dan terkendali. Pengawasan lalu lintas kapal dilakukan oleh KSOP dan Perhubungan Laut, terutama terkait faktor cuaca.

Seluruh fasilitas pendukung seperti listrik, genset, pendingin ruangan, autogate, dan mesin X-ray dipastikan berfungsi optimal melalui perawatan rutin. Meski kondisi penumpang saat ini masih relatif stabil, lonjakan diperkirakan segera terjadi, dengan mayoritas pergerakan berasal dari Singapura yang mencapai sekitar 45 trip kapal per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan rute Malaysia.

“Untuk arus keluar dari Batam beberapa hari ini sekitar 25 ribu penumpang, namun arus masuk dari Singapura justru lebih besar,” kata Zenorega. (*)

Artikel Wisatawan Singapura ke Batam Mulai Meningkat, Imigrasi Tambah Konter dan Perketat Pengawasan pertama kali tampil pada Metropolis.

Purbaya Klaim Bea Cukai Kini Sudah Hampir Sulit Disogok

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini semakin solid dan profesional. Menurutnya, pengawasan yang diperketat membuat praktik penyelundupan semakin sulit dilakukan karena aparat Bea Cukai sudah hampir tidak bisa disogok lagi.

“Bea Cukai sekarang lebih aktif melakukan razia-razia dan pemeriksaan, dan mereka sudah hampir sulit disogok lagi. Jadi penangkapannya semakin besar dan semakin besar,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (19/12).

Ia mencontohkan, salah satu rangkaian penindakan terbesar yang berhasil dilakukan Bea Cukai adalah pengungkapan peredaran rokok ilegal dengan jumlah mencapai 11 juta batang.

Penindakan tersebut merupakan hasil kerja intelijen serta tindak lanjut atas informasi masyarakat terkait dugaan peredaran rokok ilegal di wilayah perbatasan.

Dalam operasi tersebut, aparat juga menangkap tiga orang tersangka warga negara asing (WNA). Penangkapan dilakukan oleh Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta.

“Jadi penangkapannya semakin besar dan semakin besar, ini ada rangkaian penindakan terbesar ini dapat 11 juta batang rokok ilegal. Ini ada tiga orang tersangka WNA ditangkap oleh Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Purbaya.

Dia mengatakan, penindakan itu sebagaimana dilakukan pada 11 Desember 2025, saat Bea Cukai Atambua bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT bersinergi dengan Imigrasi Atambua, Polres Belu, serta Polres Timor Tengah Utara melakukan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai berupa rokok ilegal sebanyak 11 juta batang.

“Penindakan ini merupakan hasil kerja intelijen dan tindak lanjut atas informasi masyarakat terkait dugaan peredaran rokok ilegal di wilayah perbatasan,” tukasnya.

Sebelumnya, Purbaya juga sempat melayangkan pujian terhadap para pegawai Bea Cukai yang dinilai pintar. Pujian itu dilayangkan setelah jauh sebelumnya ia sempat mengancam untuk membekukkan Bea Cukai dalam kurun waktu satu tahun.

Namun ia menilai, kepintaran para pegawai Bea Cukai perlu dilakukan dengan cara ‘menggebuk’ atau dalam hal ini mengkritisinya dengan tajam. Bahkan jauh sebelum ini, Purbaya pernah mengancam untuk membekukkan Bea Cukai.

“Jadi Bea Cukai sudah cukup bergerak cepat dalam beberapa minggu terakhir. Rupanya memang orang Bea Cukai pintar-pintar, hanya tinggal digebukin aja,” kata Purbaya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Gebuk-gebuk, dua minggu keluar. Ini dua minggu pengembangan AI seperti ini, saya bilang amat canggih,” tambahnya. (*)

Artikel Purbaya Klaim Bea Cukai Kini Sudah Hampir Sulit Disogok pertama kali tampil pada News.

Ada Perbedaan, Ini Usulan Angka UMK Batam Untuk Tahun 2026

0
Pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 oleh Dewan Pengupahan menyepakati memberikan usulan kepada Wali Kota Batam. F.Rengga Yuliandra

batampos – Pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 di tingkat daerah akhirnya menghasilkan kesepkatan. Dewan Pengupahan Kota Batam sepakat menyampaikan usulan kenaikan UMK dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) kepada Wali Kota Batam untuk diteruskan ke Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam rapat yang berlangsung kondusif tersebut, sempat muncul perbedaan pandangan muncul pada penentuan nilai alfa (α) dalam formula perhitungan upah. Perwakilan pekerja mengusulkan nilai alfa maksimal 0,9, sementara perwakilan pengusaha memilih nilai minimal 0,5. Unsur akademisi dan pemerintah mengusulkan jalan tengah dengan nilai alfa 0,7.

“Rentang alfa yang ditetapkan pemerintah pusat memang antara 0,5 hingga 0,9. Pemerintah daerah harus mengambil posisi seimbang dengan mempertimbangkan masukan buruh dan pengusaha,” jelas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto.

Baca Juga: 340 KK Terdampak Banjir di Batuaji

Sebagai dasar perhitungan, Dewan Pengupahan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II tahun 2025 tercatat sebesar 6,66 persen, sementara inflasi tahunan Kota Batam berada di angka 2,82 persen.

Berdasarkan perhitungan tersebut, unsur pemerintah mengusulkan UMK Batam 2026 sebesar Rp5.357.982 atau naik sekitar Rp368 ribu dibandingkan UMK 2025. Sementara usulan dari perwakilan buruh berada di angka Rp5.424.743 atau naik sekitar Rp435 ribu. Adapun usulan dari unsur pengusaha sebesar Rp5.291.221 atau mengalami kenaikan sekitar Rp301 ribu.

Selain UMK, pembahasan juga mencakup UMSK untuk sejumlah sektor usaha di Kota Batam. Usulan sektor-sektor tersebut kini tinggal menunggu persetujuan Gubernur Kepulauan Riau.

Yudi menegaskan penetapan UMK dan UMSK mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. (*)

Artikel Ada Perbedaan, Ini Usulan Angka UMK Batam Untuk Tahun 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Ini Rapor John Herdman

0
John Herdman jadi kandidat paling kuat menjadi pelatih Timnas Indonesia. (Instagram @torontofc)

batampos – Timnas Indonesia bersiap memasuki fase baru setelah berpisah dengan Patrick Kluivert. PSSI memastikan proses penjajakan pelatih pengganti sudah berada di tahap akhir.

Dua nama mengerucut sebagai kandidat terkuat pelatih Timnas Indonesia. Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman disebut paling serius dipertimbangkan.

Dalam proses pencarian pelatih baru Timnas Indonesia ini, rapor John Herdman kembali mengemuka. Rekor buruk di Piala Dunia membuat nama Herdman memicu pro dan kontra di kalangan publik sepak bola nasional. Ia disebut lebih jelek dari Shin Tae-yong.

Anggota Exco PSSI Endri Erawan memberi gambaran jelas soal kriteria pelatih idaman federasi. Target besar membuat PSSI tidak ingin mengambil risiko sembarangan.

Endri menyebut arahan Ketua Umum PSSI Erick Thohir sangat tegas. “Pesan dari pak Ketum PSSI dan pak Sumardji, target kita tidak main-main,” ucap Endri Erawan.

Ambisi jangka panjang menjadi dasar utama pemilihan pelatih baru. “Kita ingin berusaha lolos di Piala Dunia 2030,” lanjut Endri.

Karena itu, PSSI menekankan pentingnya kualitas dan kesiapan pelatih. “Makanya kita harus cari pelatih kompeten, punya jejak karier bagus, dan terpenting well prepared,” kata Endri.

Dalam perbandingan pengalaman, Giovanni van Bronckhorst terlihat unggul di level elite. Ia pernah melatih Feyenoord dan Rangers sebelum menjadi asisten di Liverpool.

Van Bronckhorst juga memiliki pengalaman Piala Dunia sebagai pemain. Rekam jejak tersebut membuatnya dinilai matang menghadapi tekanan besar.

Sementara itu, John Herdman dikenal sebagai pelatih spesialis tim nasional. Ia menghabiskan lima tahun bersama Timnas Kanada.

Prestasi terbesar Herdman membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar. Keberhasilan itu sempat dipuji sebagai tonggak sejarah sepak bola Kanada.

Namun hasil di putaran final justru menjadi sorotan tajam. Kanada tampil tanpa kemenangan sepanjang fase grup.

Pada laga pembuka, Kanada kalah tipis 0-1 dari Belgia. Kekalahan itu memberi pukulan awal bagi Alphonso Davies dan kawan-kawan.

Harapan bangkit pupus di pertandingan kedua. Kanada dihajar Kroasia dengan skor mencolok 4-1. Laga terakhir melawan Maroko juga berakhir kekalahan. Kanada tumbang 1-2 dan finis sebagai juru kunci grup.

Tiga kekalahan dari tiga pertandingan menutup perjalanan Kanada di Piala Dunia 2022. Tidak ada poin, tidak ada kemenangan, dan tanpa kejutan.

Catatan tersebut membuat rapor Herdman di Piala Dunia terlihat suram. Situasi ini memunculkan perbandingan dengan Shin Tae-yong.

Sebelum melatih Timnas Indonesia pada 2020, Shin Tae-yong tampil di Piala Dunia 2018 Rusia. Ia memimpin Korea Selatan di grup berat.

Hasil awal Korea Selatan memang tidak menggembirakan. Shin kalah 0-1 dari Swedia pada laga pembuka.

Pada pertandingan kedua, Korea Selatan kembali kalah 1-2 dari Meksiko. Peluang lolos nyaris tertutup sepenuhnya.

Namun Shin Tae-yong menciptakan momen bersejarah di laga terakhir. Korea Selatan menaklukkan juara bertahan Jerman dengan skor 2-0.

Kemenangan itu menjadi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2018. Nama Shin langsung dikenang sebagai pelatih berani dan taktis.

Rapor Shin di Piala Dunia jelas lebih baik dibanding Herdman. Setidaknya ada kemenangan prestisius di panggung tertinggi.

Pengalaman tersebut turut memengaruhi kepercayaan PSSI saat menunjuk Shin. Ia kemudian bertahan lima tahun menangani Timnas Indonesia.

Kini publik menilai rekam jejak Piala Dunia sebagai indikator penting. Apalagi PSSI menargetkan lolos ke Piala Dunia 2030.

John Herdman memang sukses di fase kualifikasi. Namun putaran final menunjukkan tantangan berbeda yang lebih berat.

PSSI dituntut jeli membaca data dan pengalaman nyata. Pelatih baru Timnas Indonesia harus siap menghadapi ekspektasi besar publik.

Rapor John Herdman yang lebih jelek dari Shin Tae-yong menjadi catatan serius. Keputusan akhir PSSI akan menentukan arah masa depan sepak bola nasional. (*)

Artikel Kandidat Pelatih Timnas Indonesia, Ini Rapor John Herdman pertama kali tampil pada Olahraga.

UMK Batam 2026 Dibahas Tuntas, Dewan Pengupahan Berikan Usulan ke Wali Kota

0
Pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 oleh Dewan Pengupahan menyepakati memberikan usulan kepada Wali Kota Batam. F.Rengga Yuliandra

batampos – Penentuan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 mulai menemukan titik terang. Setelah melalui pembahasan panjang dan maraton, Dewan Pengupahan Kota Batam sepakat menyampaikan usulan kenaikan UMK dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) kepada Wali Kota Batam untuk diteruskan ke Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB hingga 18.00 WIB tersebut digelar dalam suasana kondusif. Seluruh unsur yang tergabung dalam Dewan Pengupahan mulai dari perwakilan pekerja atau buruh, pengusaha, akademisi, hingga pemerintah mengikuti pembahasan dengan dialog terbuka.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan penetapan UMK dan UMSK mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2025 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Penetapan upah minimum menggunakan formula yang mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta indeks tertentu. Prinsipnya adalah proporsionalitas agar kebutuhan hidup layak pekerja terpenuhi, namun dunia usaha tetap terjaga,” ujar Yudi.

Baca Juga: Beraksi 5 Tahun dan Rugikan Korban Rp1,1 Miliar, Spesialis Perampok Nasabah Bank Dibekuk

Ia menjelaskan, hasil pembahasan Dewan Pengupahan Kota Batam telah diserahkan kepada Wali Kota Batam untuk dibuatkan rekomendasi resmi. Rekomendasi tersebut rencananya akan dibahas di tingkat provinsi pada Senin (22/12) mendatang, sesuai undangan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Usulan dari buruh dan pengusaha sudah kami akomodir. Insyaallah rekomendasi ini segera disampaikan ke gubernur untuk dibahas lebih lanjut,” katanya.

Dalam rapat tersebut, perbedaan pandangan muncul pada penentuan nilai alfa (α) dalam formula perhitungan upah. Perwakilan pekerja mengusulkan nilai alfa maksimal 0,9, sementara perwakilan pengusaha memilih nilai minimal 0,5. Unsur akademisi dan pemerintah mengusulkan jalan tengah dengan nilai alfa 0,7.

“Rentang alfa yang ditetapkan pemerintah pusat memang antara 0,5 hingga 0,9. Pemerintah daerah harus mengambil posisi seimbang dengan mempertimbangkan masukan buruh dan pengusaha,” jelas Yudi.

Baca Juga: Wanita yang Tewas di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Kekasihnya Sendiri

Sebagai dasar perhitungan, Dewan Pengupahan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II tahun 2025 tercatat sebesar 6,66 persen, sementara inflasi tahunan Kota Batam berada di angka 2,82 persen.

Selain UMK, pembahasan juga mencakup UMSK untuk sejumlah sektor usaha di Kota Batam. Usulan sektor-sektor tersebut kini tinggal menunggu persetujuan Gubernur Kepulauan Riau.

Rudi menegaskan, seluruh rangkaian pembahasan berjalan aman dan damai hingga akhir rapat.“Alhamdulillah, pembahasan berjalan tenang, tidak ada gejolak. Semua pihak sama-sama mengedepankan musyawarah,” tutupnya. (*)

Artikel UMK Batam 2026 Dibahas Tuntas, Dewan Pengupahan Berikan Usulan ke Wali Kota pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Perannya

0
Para tersangka kasus korupsi di Bekasi ditunjukkan oleh KPK kepada publik pada Sabtu dini hari (20/12). (Tangkapan layar kanal YouTube KPK)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tiga tersangka setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Para tersangka itu adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara (ADK), ayah bupati bernama H. M. Kunang (HMK), dan seorang dari pihak swasta.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu mengungkap nama-nama tersangka dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK dini hari ini (20/12). Dia menyampaikan bahwa seorang tersangka lain berinisial SRJ merupakan pihak swasta. Ketiganya terlibat dalam praktik korupsi dengan modus ijon proyek untuk pekerjaan tahun depan.

”Total ijon yang diberikan oleh SRJ kepada ADK bersama-sama HMK mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” terang dia.

Tidak hanya ijon proyek dengan nilai miliaran rupiah, KPK juga mendeteksi penerimaan lain dari beberapa pihak dengan nilai total mencapai Rp 4,7 miliar. Menurut Asep, uang tersebut diperoleh ADK melalui HMK dan beberapa pihak lain yang berperan sebagai perantara. Sebagai bupati, dia menjanjikan beberapa proyek tahun depan untuk dikerjakan oleh SRJ.

”Dalam rentang satu tahun terakhir sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, ADK rutin meminta ijon paket proyek kepada SRJ melalui perantara saudara HMK dan pihak lainnya,” ungkap Asep.

Komunikasi antara ADK dengan SRJ sudah terjalin sejak pertama kali dilantik menjadi bupati di Bekasi. ADK mengetahui bahwa SRJ merupakan kontraktor yang kerap mengerjakan berbagai proyek di Bekasi. Karena itu, meski uang proyek belum tersedia, dia menjanjikan pengerjaan berbagai proyek kepada SRJ dengan syarat memberi ijon.

”Karena ini juga belum ada untuk uangnya, maka proyek-proyek yang nanti akan ada di tahun 2026 dan seterusnya itu sudah dikomunikasikan dengan saudara SRJ dan sering meminta sejumlah uang, padahal proyeknya sendiri belum ada,” terang Asep.

Atas perbuatan tersebut, KPK menjerat ADK dan HMK dengan menggunakan Pasal 12 atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13. Sedangkan tersangka SRJ dikenakan Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Artikel KPK Tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Perannya pertama kali tampil pada News.

KPK Tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Perannya

0
Para tersangka kasus korupsi di Bekasi ditunjukkan oleh KPK kepada publik pada Sabtu dini hari (20/12). (Tangkapan layar kanal YouTube KPK)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tiga tersangka setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Para tersangka itu adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara (ADK), ayah bupati bernama H. M. Kunang (HMK), dan seorang dari pihak swasta.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu mengungkap nama-nama tersangka dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK dini hari ini (20/12). Dia menyampaikan bahwa seorang tersangka lain berinisial SRJ merupakan pihak swasta. Ketiganya terlibat dalam praktik korupsi dengan modus ijon proyek untuk pekerjaan tahun depan.

”Total ijon yang diberikan oleh SRJ kepada ADK bersama-sama HMK mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” terang dia.

Tidak hanya ijon proyek dengan nilai miliaran rupiah, KPK juga mendeteksi penerimaan lain dari beberapa pihak dengan nilai total mencapai Rp 4,7 miliar. Menurut Asep, uang tersebut diperoleh ADK melalui HMK dan beberapa pihak lain yang berperan sebagai perantara. Sebagai bupati, dia menjanjikan beberapa proyek tahun depan untuk dikerjakan oleh SRJ.

”Dalam rentang satu tahun terakhir sejak Desember 2024 sampai dengan Desember 2025, ADK rutin meminta ijon paket proyek kepada SRJ melalui perantara saudara HMK dan pihak lainnya,” ungkap Asep.

Komunikasi antara ADK dengan SRJ sudah terjalin sejak pertama kali dilantik menjadi bupati di Bekasi. ADK mengetahui bahwa SRJ merupakan kontraktor yang kerap mengerjakan berbagai proyek di Bekasi. Karena itu, meski uang proyek belum tersedia, dia menjanjikan pengerjaan berbagai proyek kepada SRJ dengan syarat memberi ijon.

”Karena ini juga belum ada untuk uangnya, maka proyek-proyek yang nanti akan ada di tahun 2026 dan seterusnya itu sudah dikomunikasikan dengan saudara SRJ dan sering meminta sejumlah uang, padahal proyeknya sendiri belum ada,” terang Asep.

Atas perbuatan tersebut, KPK menjerat ADK dan HMK dengan menggunakan Pasal 12 atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13. Sedangkan tersangka SRJ dikenakan Pasal 5 Ayat (1) Huruf a atau Huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Artikel KPK Tetapkan Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Perannya pertama kali tampil pada News.

Wanita yang Tewas di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Kekasihnya Sendiri

0
Lokasi kejadian pembunuhan dipasangi police line. F.Eusebius Sara

batampos – Kasus kematian seorang wanita muda bernama Bela di kamar indekos Blok VI, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, mulai terungkap. Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin membeberkan kronologi dan hasil penyelidikan awal terkait dugaan pembunuhan tersebut.

Kapolresta menjelaskan, korban diduga meninggal dunia pada 16 Desember 2025. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh pacarnya sendiri, yang saat itu tinggal sekamar bersama korban.

Peristiwa ini baru terungkap dua hari kemudian, tepatnya pada 18 Desember 2025. Saat itu, rekan kerja korban curiga karena Bela tidak masuk kerja dan tidak bisa dihubungi. Rekan korban kemudian mendatangi kamar kos korban untuk memastikan kondisinya.

Baca Juga: Wanita Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Lubukbaja, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan

Setibanya di lokasi, kamar kos korban diketuk namun tidak ada jawaban. Setelah berhasil masuk, korban ditemukan terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi tertutup selimut dan sudah tidak bernyawa.

“Kami menemukan kondisi korban dengan leher terlilit pakaian dan terdapat darah berceceran di dalam kamar. Dari temuan awal, korban diduga meninggal akibat dicekik,” ungkap Kombes Pol Zaenal Arifin.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan terduga pelaku berinisial P. Pelaku ditangkap di kawasan Nagoya, tempat tinggalnya, beberapa jam setelah jenazah korban ditemukan dan dievakuasi oleh petugas.

Kapolresta menyebutkan, pelaku telah mengakui perbuatannya. Berdasarkan keterangan awal, saat kejadian pelaku dan korban berada berdua di dalam kamar. Terjadi cekcok yang dipicu ucapan korban yang menyinggung perasaan pelaku hingga memicu emosi sesaat.

“Hubungan korban dan pelaku adalah pacaran. Usia keduanya juga tidak jauh berbeda, korban berusia 27 tahun, sementara pelaku 28 tahun,” jelas Kapolresta.

Baca Juga: Beraksi 5 Tahun dan Rugikan Korban Rp1,1 Miliar, Spesialis Perampok Nasabah Bank Dibekuk

Korban diketahui bekerja sebagai karyawati di salah satu rumah makan di kawasan Nagoya, Batam. Sehari-hari korban tinggal di kamar kos tersebut bersama pelaku sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Hingga kini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau untuk keperluan pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian juga masih berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses pemulangan dan pemakaman jenazah, sekaligus melengkapi proses hukum terhadap pelaku. (*)

 

 

Artikel Wanita yang Tewas di Kamar Kos Ternyata Korban Pembunuhan, Pelaku Kekasihnya Sendiri pertama kali tampil pada Metropolis.