Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 579

Natal di Gereja Tabgha Batam, Gubernur Ansar: Batam Jadi Contoh Moderasi Beragama

0
Gubernur Ansar Ahmad bersama Forkopimda Kepri menghadiri perayaan Natal di Gereja Tabgha Batam. F. Chahaya Simanjuntak/Batam Pos.

batampos – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Riau (Kepri) mengunjungi Gereja Tabgha, Batamcenter, Rabu (24/12) malam. Kunjungan tersebut dilakukan menjelang ibadah Malam Natal dan disambut ribuan jemaat yang telah memadati gereja sebelum pukul 20.00 WIB.

Kehadiran Forkopimda Kepri menjadi simbol nyata penguatan moderasi beragama serta komitmen menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Batam dan Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kebersamaan pemerintah daerah dengan umat Kristiani yang merayakan Natal.

“Kami dari Forkopimda datang berkunjung untuk turut merasakan dan merayakan suasana Natal di Gereja Tabgha ini. Mari kita bangun persaudaraan, semoga Natal ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ansar dalam sambutannya.

Ansar juga menyapa jemaat dengan suasana hangat dan penuh keakraban, termasuk mendoakan jemaat yang belum memiliki pasangan agar segera mendapatkan jodoh. Sapaan tersebut disambut riuh tepuk tangan jemaat.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan Batam merupakan contoh daerah dengan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moderasi beragama.

“Batam moderasi agamanya sangat baik. Ini menjadi modal besar untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita rawat bersama. Selamat Natal dan Tahun Baru,” kata Amsakar.

Sementara itu, Gembala Sidang Gereja Tabgha Batam sekaligus tokoh masyarakat Kepri, Pendeta Hanny Andries, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam.

“Ini pertama kalinya perayaan Malam Natal di Gereja Tabgha dihadiri langsung oleh para pimpinan daerah dan jajaran Forkopimda,” ujar Hanny.

Ia menilai Kepulauan Riau, khususnya Batam, sebagai daerah yang mencerminkan wajah toleransi Indonesia dengan pemimpin yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan.

“Kami bangga memiliki pemimpin yang toleran. Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya,” kata Pendeta Hanny.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Deputy BP Batam Aryastuti Sirait, unsur TNI/Polri, serta pejabat dan tokoh lainnya. Forkopimda Kepri dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke sejumlah gereja lain di Batam selama perayaan Malam Natal.

Perayaan Malam Natal di Gereja Tabgha digelar dalam dua sesi, yakni pukul 17.00 WIB dan 20.00 WIB. Ibadah Natal tahun ini mengangkat tema “True Love in Action”, yang mencerminkan solidaritas dan kasih melalui aksi nyata Gereja Tabgha terhadap warga terdampak bencana di Sumatra. (*)

Artikel Natal di Gereja Tabgha Batam, Gubernur Ansar: Batam Jadi Contoh Moderasi Beragama pertama kali tampil pada Metropolis.

Imigrasi Tanjunguban Tolak 8 Permohonan Paspor Sepanjang 2025, Ini Penyebabnya

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025, Rabu (24/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban menolak delapan permohonan paspor sepanjang tahun 2025. Penolakan dilakukan karena para pemohon terindikasi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang tidak mengikuti ketentuan resmi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban, Adi Hari Pianto, mengatakan penolakan tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban praktik kerja migran ilegal.

“Delapan permohonan paspor yang kami tolak berasal dari pemohon dalam dan luar Kepulauan Riau karena terindikasi PMI nonprosedural,” ujar Adi saat memaparkan capaian kinerja Imigrasi Tanjunguban 2025, Rabu (24/12).

Menurut Adi, indikasi tersebut ditemukan saat proses wawancara. Rata-rata pemohon menyatakan akan bekerja di Malaysia dengan alasan mengunjungi keluarga.

“Alasan memiliki saudara di Malaysia sering menjadi modus. Jika demikian, kami minta data pendukung lebih lanjut,” katanya.

Selain itu, Imigrasi juga memastikan pemohon memiliki rencana perjalanan yang jelas jika mengaku hendak berwisata ke luar negeri.

“Jika memang untuk wisata, pemohon setidaknya harus mengetahui tujuan dan rencana perjalanannya secara rinci,” ujarnya.

Adi menegaskan, meski permohonan ditolak, para pemohon tetap dapat mengajukan kembali paspor dengan memenuhi prosedur resmi sebagai pekerja migran yang legal.

Sepanjang 2025, Kantor Imigrasi Tanjunguban menerbitkan sebanyak 5.479 paspor elektronik, terdiri dari 2.770 permohonan paspor baru dan 2.709 penggantian paspor.

Dalam pengawasan warga negara asing (WNA), Imigrasi Tanjunguban menerbitkan 195 izin tinggal keimigrasian. Rinciannya meliputi 42 izin tinggal kunjungan, 15 perpanjangan izin tinggal terbatas enam bulan, 95 perpanjangan izin tinggal terbatas satu tahun, serta satu izin tinggal tetap. Selain itu, tercatat 39 permohonan alih status dan tiga permohonan Multiple Re-Entry Permit (MREP).

Untuk lalu lintas orang lintas negara, Imigrasi Tanjunguban melayani 602.092 perlintasan melalui tiga Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), terdiri dari 302.160 kedatangan dan 302.560 keberangkatan.

Perlintasan terbanyak terjadi di TPI Bandar Bentan Telani dengan 297.156 kedatangan dan 298.053 keberangkatan. Disusul TPI Bandar Seri Udana sebanyak 2.631 kedatangan dan 2.628 keberangkatan, serta TPI Tanjunguban dengan 2.373 kedatangan dan 1.879 keberangkatan.

Dibandingkan tahun 2024, arus perlintasan pada 2025 meningkat signifikan, yakni 135 persen untuk kedatangan dan 134 persen untuk keberangkatan.

Sepanjang tahun ini, Imigrasi Tanjunguban juga melaksanakan 91 tindakan pengawasan keimigrasian, terdiri dari operasi mandiri, operasi intelijen, penegakan hukum projustitia, tindakan administratif keimigrasian, operasi gabungan, serta kegiatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA). Dari kegiatan tersebut, lima orang ditetapkan sebagai tersangka.

Adi menyampaikan capaian kinerja tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Imigrasi Tanjunguban. Selain pelayanan dan pengawasan, Imigrasi Tanjunguban juga berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PAN-RB.

“Ini menunjukkan komitmen kami dalam memberikan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas,” pungkasnya. (*)

Artikel Imigrasi Tanjunguban Tolak 8 Permohonan Paspor Sepanjang 2025, Ini Penyebabnya pertama kali tampil pada Kepri.

Longsor Hambat Distribusi Bantuan LAZ BATAM–Batam Pos

0
Tim LAZ BATAM–Batam Pos menurunkan bantuan kemanusiaan di titik jalan terputus akibat longsor menuju Kampung Alur Mentawak, Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2025).
Tim LAZ BATAM–Batam Pos menurunkan bantuan kemanusiaan di titik jalan terputus akibat longsor menuju Kampung Alur Mentawak, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (24/12/2025). F. LAZ BATAM

batampos -LAZ BATAM–Batam Pos terus mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang guna memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

Namun, penyaluran bantuan ke Kampung Alur Mentawak pada Rabu (24/12) terpaksa terhenti di titik jalan terputus akibat longsor.

Tim LAZ BATAM–Batam Pos berupaya menjangkau langsung kampung yang hingga kini masih terisolasi. Akan tetapi, sejumlah titik longsor di akses jalan utama membuat kendaraan tidak dapat melintas.

Dalam distribusi kali ini, tim hanya mampu mencapai titik longsor kedua, lokasi yang saat ini masih dalam proses pembersihan menggunakan alat berat.

Bantuan dari masyarakat yang diamanahkan melalui LAZ BATAM–Batam Pos akhirnya diturunkan di sekitar lokasi alat berat tersebut.

Baca Juga: LAZ Batam Bersama Batam Pos Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk Pengungsi di Aceh Tamiang

Bantuan tersebut terdiri atas paket sembako, makanan bayi, popok (pampers), serta kebutuhan khusus perempuan.

“Kondisi jalan belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan. Bantuan sementara diturunkan di titik ini dan akan dijemput oleh masyarakat dari dalam kampung,” ujar Ketua LAZ BATAM–Batam Pos, Syarifuddin, yang turut langsung dalam perjalanan distribusi.

Perwakilan masyarakat Kampung Alur Mentawak, Candra, menyebutkan jumlah kepala keluarga (KK) di kampung tersebut sekitar 500 KK. Dari jumlah itu, sekitar 350 KK terdampak banjir dan rumah mereka terendam.

Ia juga menjelaskan bahwa Kampung Alur Mentawak berada sebelum gerbang masuk Provinsi Aceh dan secara administratif masih termasuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Akses menuju kampung tersebut harus melalui jalur perkebunan karet dan sawit.

Minimnya bantuan yang dapat masuk langsung ke dalam kampung mendorong warga setempat membuka posko penerimaan bantuan sementara.

Posko didirikan di kawasan warung-warung pinggir Jalan Lintas Medan–Banda Aceh agar bantuan dari para donatur dapat lebih mudah diterima dan disalurkan.

Sebagai koordinator posko, Candra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para donatur LAZ BATAM–Batam Pos.

Baca Juga: Donasi Masyarakat melalui LAZ BATAM bersama Batam Pos Kembali Didistribusikan ke Aceh Tamiang

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako dan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Semoga seluruh donatur diberikan kesehatan dan dimudahkan rezekinya,” ujarnya.

Mayoritas warga Kampung Alur Mentawak bermata pencaharian sebagai petani sawit dan karet. Namun, banjir yang merendam wilayah tersebut selama beberapa hari menyebabkan banyak tanaman sawit rusak.

Warga berharap adanya solusi dan pendampingan agar mereka dapat kembali bangkit pascabencana.

Masyarakat juga berharap akses jalan segera pulih sehingga bantuan kemanusiaan dapat masuk sepenuhnya dan aktivitas warga kembali normal. (*)

Artikel Longsor Hambat Distribusi Bantuan LAZ BATAM–Batam Pos pertama kali tampil pada Metropolis.

IMA Bahas Gejolak Laut Natuna Lewat Diskusi Publik dan Pemutaran Film

0
Diskusi publik dan pemutaran film yang digelar Inisiaasi Masyarakat Adat (IMA) di Universitas Internasional Batam (UIB), Rabu (17/12) lalu. F. Dokumentas IMA.

batampos – Inisiatif Masyarakat Adat (IMA) membahas berbagai gejolak dan ancaman di Laut Natuna melalui diskusi publik dan pemutaran film The Sea Guardian yang digelar di Universitas Internasional Batam (UIB). Forum ini menghadirkan aparat penegak hukum laut, akademisi, serta perwakilan masyarakat sipil.

Diskusi berlangsung pada Rabu (17/12), dengan nada kewaspadaan. Sejumlah data mengenai praktik illegal fishing dan pelanggaran di wilayah perairan Natuna dipaparkan secara terbuka oleh para narasumber.

Perwakilan IMA, Nukila Evanty, menilai nelayan lokal menjadi pihak yang paling awal merasakan dampak aktivitas penangkapan ikan ilegal di laut.

“Nelayan tahu kapan laut berubah. Mereka tahu kapan kapal asing masuk. Sayangnya, suara mereka sering terlambat didengar,” ujar Nukila dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (24/12).

Dalam upaya pengawasan partisipatif, IMA mendampingi kelompok nelayan Anak Sonow di Kabupaten Natuna dan Doluk Siken di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Masing-masing kelompok beranggotakan sepuluh nelayan lokal yang aktif memantau perairan, mencatat koordinat, serta melaporkan aktivitas kapal melalui aplikasi pemantauan.

“Nelayan bukan objek pengawasan. Mereka adalah subjek yang menjaga laut,” tegas Nukila.

Ketua Tim Penanganan Pelanggaran PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Mahaputra Prasetyo, memaparkan potensi kerugian negara akibat praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

“Dalam periode 2020 hingga 2025, potensi kerugian negara mencapai sekitar Rp13 triliun. Khusus tahun 2024 saja, angkanya sekitar Rp3,7 triliun,” ujar Mahaputra.

Sepanjang 2025, PSDKP menjatuhkan sanksi administratif kepada 85 kapal perikanan. Pemerintah juga menaikkan besaran denda, dengan kapal di atas 30 GT dikenai denda minimal Rp50 juta dan pelanggaran berat dapat mencapai Rp250 juta.

Wakil Komandan Kodaeral IV TNI AL, Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, menyebut luas wilayah laut menjadi tantangan utama pengawasan.

“Wilayah kerja kami 98 persen laut. Tantangannya bukan hanya jarak, tetapi juga keterbatasan alat dan personel,” katanya.

Ia menambahkan, wilayah Kepulauan Riau seperti Ranai, Tarempa, Batam, Bintan, Tanjung Balai Karimun, hingga Dabo Singkep menjadi kawasan rawan pelanggaran.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Zona Bakamla Barat, Kolonel Bakamla Yudi Priyono, mengungkap bahwa jalur illegal fishing kerap beririsan dengan jalur penyelundupan narkotika.

“Jalur yang digunakan kapal ikan ilegal sering kali sama dengan jalur penyelundupan narkoba,” ujarnya.

Akademisi hukum UIB, Rina Shahriyani Shahrullah, mengingatkan bahwa kejahatan perikanan tidak hanya berdimensi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan persoalan hak asasi manusia.

“Kejahatan perikanan sering kali menyimpan praktik eksploitasi tenaga kerja hingga perdagangan manusia,” katanya, merujuk kasus Benjina pada 2015. (*)

Artikel IMA Bahas Gejolak Laut Natuna Lewat Diskusi Publik dan Pemutaran Film pertama kali tampil pada Kepri.

Yayasan Anambas Perkuat Peran Perempuan Pesisir dalam Konservasi Laut

0
Perempuan pesisir Kepulauan Anambas mengikuti pelatihan ecoprint ramah lingkungan yang digagas Yayasan Anambas.
Perempuan Desa Telaga melakukan praktik penanaman bibit mangrove. Foto: Anambas Foundation

Perempuan-perempuan pesisir Kepulauan Anambas kini tampil sebagai garda depan penjaga laut. Melalui penguatan pengetahuan konservasi dan keterampilan berkelanjutan, mereka mulai mengambil peran strategis dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga. Yayasan Anambas berperan penting dalam ekosistem ini. 

Laporan: Anambas Foundation

Selama ini, perempuan pesisir dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang menjaga keberlangsungan hidup di garis pantai. Namun, dedikasi tanpa batas tersebut kerap membuat mereka kehilangan ruang untuk merawat diri dan mengembangkan kapasitas.

Akses terhadap pendidikan tinggi maupun pelatihan keterampilan masih menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Padahal, sejak kecil perempuan pesisir telah akrab dengan laut, hasil laut, cuaca pesisir, serta ekosistem yang mengelilinginya.

Yayasan Anambas (Anambas Foundation), organisasi yang bergerak di bidang konservasi laut, hutan, dan pemberdayaan masyarakat, mengamati bahwa keterlibatan perempuan dalam upaya pelestarian lingkungan masih tergolong minim.

Kondisi ini berdampak pada kecilnya pengaruh perempuan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Berangkat dari temuan tersebut, Yayasan Anambas memfasilitasi program edukasi konservasi laut bagi perempuan pesisir melalui Women in Marine Conservation.

Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan pengetahuan konservasi laut dengan pendekatan peningkatan keterampilan wirausaha berkelanjutan (sustainable entrepreneurship).

Pelatihan membatik dan ecoprint berbahan alami sebagai pintu masuk edukasi konservasi laut di Anambas.
Workshop membatik oleh tim Yayasan Anambas. Foto: Anambas Foundatio

Inisiatif ini didukung oleh PLAN International Indonesia melalui Youth Leadership Academy (YLA) Seed Grant serta East-West Center Small Grant.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan membatik dan pembuatan ecoprint. Berbeda dari praktik konvensional, seluruh proses menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan.

Pewarna diperoleh secara bijak dari mangrove di sekitar kampung tanpa menebang pohonnya. Kulit batang tua mangrove jenis Nyirih (Xylocarpus granatum) dan Bakau (Rhizophora sp.) direbus untuk menghasilkan warna cokelat alami.

“Saya bersyukur bisa ikut pelatihan ecoprint bersama Yayasan Anambas karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah,” ujar Lindawati (50), warga Desa Telaga, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pelatihan membatik dan ecoprint sejatinya bukan tujuan utama. Kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan gaya hidup berkelanjutan serta praktik konservasi laut kepada perempuan pesisir.

Prinsip keberlanjutan juga diterapkan melalui penggunaan kain organik yang mudah terurai di tanah. Kain tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Banyan Tree Bintan, memanfaatkan kain linen bekas yang diseleksi secara ketat.

Produk batik dan ecoprint kemudian dijahit menjadi barang bernilai jual oleh perempuan di Desa Kiabu.

Desa Telaga dipilih sebagai lokasi program karena sejak 2023 telah menjadi wilayah rehabilitasi terumbu karang serta pemberdayaan pemuda dalam konservasi laut.

Perempuan pesisir Kepulauan Anambas mengikuti pelatihan ecoprint ramah lingkungan yang digagas Yayasan Anambas.
Bersama perwakilan PLAN International Indonesia usai workshop krisis iklim dan pemilahan sampah. Foto: Anambas Foundation

Tingginya partisipasi perempuan di desa ini mendorong Yayasan Anambas untuk terus mengembangkan materi edukasi konservasi.

Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana, metode storytelling, serta praktik langsung seperti penanaman bibit mangrove.

“Kami tidak berfokus pada angka. Acuan kami adalah peningkatan peran perempuan dalam konservasi. Perempuan mungkin tidak memancing dan tidak selalu bersentuhan langsung dengan laut, tetapi perannya dalam konservasi harus selalu ada,” ujar Afifa, staf konservasi laut Yayasan Anambas.

Upaya ini sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Gender dan Perubahan Iklim (RAN-GPI) yang disusun pemerintah Indonesia.

Dokumen strategis ini menegaskan pentingnya kebijakan penanganan perubahan iklim yang responsif gender, sekaligus menempatkan perempuan bukan hanya sebagai korban perubahan iklim, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu melindungi komunitasnya. (*)

Artikel Yayasan Anambas Perkuat Peran Perempuan Pesisir dalam Konservasi Laut pertama kali tampil pada Kepri.

Kebakaran Lahan di Bintan Utara Bikin Panik, Warga Khawatir Api Masuk Permukiman

0
Petugas Damkar memadamkan kebakaran lahan di Tanjunguban. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Kebakaran lahan terjadi di Jalan Berdikari, Kampung Sukadamai, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (24/12) sore. Peristiwa ini sempat membuat warga panik lantaran kobaran api nyaris merembet ke kawasan permukiman.

Sejumlah warga yang melintas di lokasi awalnya melihat asap tebal dan api membakar lahan kosong di pinggir jalan menuju Kantor Lurah Tanjunguban Timur. Khawatir api semakin membesar dan mengancam rumah warga, mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan kebakaran lahan tersebut dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.

“Saat petugas tiba, api di bagian pinggir jalan sudah relatif kecil karena warga sempat melakukan pemadaman awal. Namun, di bagian tengah lahan masih terlihat api yang berkobar,” ujar Panyodi.

Petugas kemudian melakukan pemadaman secara manual dengan metode keprok-keprok menggunakan ranting dan peralatan sederhana untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Menurut Panyodi, upaya cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam peristiwa tersebut.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas yang rawan memicu kebakaran.

“Kami minta masyarakat lebih waspada. Jangan membakar sampah sembarangan. Jika melihat atau mengalami kebakaran, segera laporkan ke Damkar agar bisa cepat ditangani,” pungkasnya. (*)

Artikel Kebakaran Lahan di Bintan Utara Bikin Panik, Warga Khawatir Api Masuk Permukiman pertama kali tampil pada Kepri.

Jargas Masuk RPJMN, Batam Diproyeksikan Jadi Kota Energi Efisien

0
BP Batam bersama Kemenko Perekonomian dan Kementerian ESDM membahas rencana Jaringan Gas di Kota Batam.
BP Batam bersama Kemenko Perekonomian dan Kementerian ESDM membahas rencana pengembangan Jaringan Gas (Jargas) perkotaan di Kota Batam sebagai bagian Program Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029. F. BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas rencana pelaksanaan kebijakan Jaringan Gas (Jargas) di Kota Batam, Senin (22/12/2025).

Pembahasan berlangsung di Marketing Center BP Batam. Kebijakan Jargas ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, di mana pengembangan jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai salah satu indikator Program Prioritas Nasional untuk mendukung ketahanan dan efisiensi energi.

Kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Presiden Republik Indonesia yang mendorong Batam sebagai kota investasi berstandar internasional.

Karena itu, pengembangan dan penataan jaringan gas perkotaan dinilai menjadi elemen penting dalam penguatan infrastruktur energi.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas inisiatif strategis dalam mendorong percepatan implementasi kebijakan Jaringan Gas di Batam. Program ini juga menjadi bagian dari upaya substitusi LPG 3 kilogram.

“Kami mendorong agar perencanaan Jaringan Gas di Kota Batam dapat selaras dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan permukiman, kawasan transmigrasi, serta wilayah penyangga pertumbuhan ekonomi,” ujar Amsakar.

Menurutnya, integrasi tersebut penting agar manfaat Jargas dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, baik di kawasan eksisting maupun kawasan pengembangan baru.

Integrasi jaringan gas antarwilayah dan antarsektor pengguna, mulai dari rumah tangga, usaha kecil, hingga kawasan industri, dinilai krusial.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi energi, integrasi ini juga memperkuat ketahanan energi daerah serta mendukung daya saing Batam sebagai pusat investasi dan industri nasional.

Amsakar menambahkan, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam berkomitmen mendukung integrasi Jargas melalui penyelarasan kebijakan tata ruang, percepatan perizinan, serta fasilitasi pemanfaatan lahan dan infrastruktur pendukung, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keselamatan, dan keberlanjutan.

“Kami menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, pemerintah daerah, dan BUMN agar kebijakan ini berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi, mengatakan Batam memiliki potensi kuat sebagai lokasi pilot project pengembangan Jaringan Gas.

Menurut Elen, kondisi geografis Batam sebagai wilayah kepulauan yang relatif terbatas memudahkan pengendalian jaringan dan meminimalkan risiko kebocoran distribusi.

“Kota Batam juga memiliki karakteristik calon pelanggan yang sebagian besar telah memiliki pemahaman dan kesiapan dalam pemanfaatan jaringan gas,” ujarnya.

Untuk mendukung keberhasilan pilot project tersebut, Elen menekankan perlunya sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, khususnya dalam aspek perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, serta koordinasi lintas sektor.

Turut hadir dalam pembahasan ini perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pertamina, PGN, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, SKK Migas, Bappenas, serta Pemerintah Kota Batam. (*)

Artikel Jargas Masuk RPJMN, Batam Diproyeksikan Jadi Kota Energi Efisien pertama kali tampil pada Metropolis.

Fenomena Zero Post, Tren Gen Z Pilih Diam dan Minim Unggahan di Media Sosial

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Fenomena Zero Post belakangan menjadi tren baru di kalangan generasi Z (Gen Z). Dalam tren ini, pengguna media sosial memilih untuk tidak memposting atau sangat jarang mengunggah konten di feed mereka, sehingga profil tampak kosong atau nyaris tanpa unggahan.

Fenomena Zero Post mencerminkan perubahan signifikan dalam perilaku digital generasi muda, berbeda dengan budaya oversharing yang populer pada era sebelumnya.

Gen Z yang tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi dan media sosial justru mulai menarik diri dari sorotan publik di dunia maya.

Istilah Zero Post mulai ramai dibahas setelah penulis The New Yorker, Kyle Chayka, menyoroti kecenderungan menurunnya kebiasaan berbagi momen pribadi secara daring dalam esainya tentang konsep “posting zero”. Sejak itu, tren ini berkembang luas dalam budaya internet global.

Gen Z, yang umumnya lahir pada rentang 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi digital native. Namun, tren Zero Post menunjukkan paradoks: meski sangat aktif mengakses media sosial, banyak dari mereka memilih menjadi pengamat ketimbang kreator konten.

Ada sejumlah faktor yang mendorong munculnya fenomena Zero Post. Salah satunya adalah kejenuhan terhadap media sosial. Banyak Gen Z merasa lelah dengan tuntutan untuk selalu tampil sempurna, estetik, dan menarik perhatian publik.

Tekanan sosial juga menjadi pemicu. Media sosial kerap dipersepsikan sebagai ruang kompetisi yang menuntut jumlah likes, komentar, dan interaksi tinggi. Kondisi ini membuat sebagian pengguna memilih diam agar terhindar dari tekanan tersebut.

Faktor keamanan dan jejak digital turut memengaruhi. Kekhawatiran terhadap privasi dan penyalahgunaan data membuat Gen Z lebih berhati-hati dalam membagikan aktivitas pribadi secara daring.

Selain itu, fungsi media sosial juga mengalami pergeseran. Banyak Gen Z menggunakan platform digital lebih sebagai sarana konsumsi konten, seperti menonton video atau mengikuti akun favorit, tanpa merasa perlu aktif memposting konten pribadi.

Fenomena Zero Post juga dipandang sebagai bentuk kontrol emosional dan otonomi digital. Bagi sebagian Gen Z, memilih tidak memposting bukan berarti menghilang, melainkan menolak anggapan bahwa kehidupan yang baik harus selalu dipamerkan di media sosial.

Meski dinilai membantu menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup offline dan online, tren ini juga memunculkan dampak lain. Penurunan konten personal berpotensi membuat linimasa media sosial semakin dipenuhi iklan, konten komersial, hingga konten buatan kecerdasan buatan (AI).

Fenomena Zero Post menunjukkan bahwa generasi muda tengah mendefinisikan ulang makna kehadiran digital dan tujuan bermedia sosial di era modern. (*)

Artikel Fenomena Zero Post, Tren Gen Z Pilih Diam dan Minim Unggahan di Media Sosial pertama kali tampil pada Lifestyle.

Marvel Rilis Trailer Avengers: Doomsday, Kembalinya Steve Rogers Picu Teori Multiverse

0
Steve Rogers kembali muncul dalam Avengers Doomsday. F. x.com/nerdist.

batampos – Marvel Studios akhirnya merilis teaser trailer perdana film Avengers: Doomsday, proyek terbaru Marvel Cinematic Universe (MCU) yang menjadi salah satu film paling dinantikan penggemar. Cuplikan singkat tersebut langsung memicu gelombang spekulasi dan teori di kalangan penggemar Marvel di seluruh dunia.

Teaser trailer Avengers: Doomsday dirilis pada Selasa (23/12/2025) melalui akun resmi Marvel Studios di berbagai platform media sosial. Trailer berdurasi sekitar 85 hingga 90 detik itu juga diputar lebih dulu di bioskop sebelum penayangan film Avatar: Fire & Ash.

Dalam teaser tersebut, aktor Chris Evans kembali muncul sebagai Steve Rogers atau Captain America. Ia digambarkan menjalani kehidupan tenang di sebuah desa, bahkan terlihat menggendong seorang bayi. Adegan ini langsung menjadi sorotan karena menandai kembalinya Steve Rogers ke semesta MCU setelah Avengers: Endgame.

Teaser kemudian ditutup dengan pesan singkat yang menegaskan bahwa Steve Rogers akan kembali dalam Avengers: Doomsday, memicu reaksi emosional sekaligus antusiasme tinggi dari para penggemar.

Kemunculan kembali Steve Rogers memunculkan berbagai teori besar di kalangan penggemar MCU. Salah satu teori menyebut Steve menjadi kunci utama konflik multiverse. Adegan menggendong bayi dinilai merepresentasikan timeline alternatif yang berpotensi memicu krisis lintas semesta.

Sebelum trailer dirilis, sutradara Russo Brothers juga sempat membagikan gambar misterius berupa huruf “V”. Isyarat tersebut memicu spekulasi bahwa simbol itu merujuk pada Vision atau sebuah nexus event penting dalam konflik multiverse MCU fase keenam.

Trailer ini juga mengonfirmasi kehadiran Doctor Doom sebagai antagonis utama dalam Avengers: Doomsday. Karakter ikonik Marvel tersebut disebut akan diperankan oleh Robert Downey Jr., yang sebelumnya dikenal sebagai Iron Man. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ancaman Doom akan melampaui bahaya yang pernah ditimbulkan Thanos.

Selain itu, penggemar juga meyakini trailer selanjutnya akan menampilkan Thor dan karakter Marvel lainnya. Thor disebut-sebut bakal memainkan peran penting dalam menghadapi Doctor Doom.

Di sisi lain, beredarnya cuplikan berkualitas rendah di media sosial sempat memicu kebingungan. Penggemar ramai memperdebatkan mana trailer resmi dan mana yang merupakan bocoran palsu.

Marvel Studios dilaporkan akan merilis beberapa versi teaser tambahan yang menyoroti karakter berbeda, termasuk Thor dan Doctor Doom, menjelang perilisan film.

Avengers: Doomsday disebut sebagai salah satu titik krusial MCU Phase 6 menuju film puncak Avengers: Secret Wars. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 18 Desember 2026. (*)

Artikel Marvel Rilis Trailer Avengers: Doomsday, Kembalinya Steve Rogers Picu Teori Multiverse pertama kali tampil pada Lifestyle.

PPPK Lingga Keluhkan Gaji Desember Belum Dibayar, BPKAD: Masih Menunggu Dana Pusat

0
PPPK Lingga
PPPK Tahap 2 saat menerima arahan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Senin (6/10). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Gaji pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga untuk bulan Desember 2025 belum juga cair hingga memasuki akhir tahun. Kondisi tersebut dikeluhkan para pegawai, terutama karena kebutuhan hidup meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Sejumlah PPPK mengaku belum menerima hak gaji mereka di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok. Keterlambatan pembayaran ini dinilai semakin memberatkan kondisi ekonomi pegawai di penghujung tahun.

“Ini sudah akhir tahun, kebutuhan meningkat, tapi gaji belum juga kami terima,” ujar salah satu PPPK di Lingga, Rabu (24/12/2025).

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga membenarkan adanya keterlambatan pencairan gaji PPPK. Pihak BPKAD menyebut hal tersebut disebabkan keterbatasan kas daerah yang masih menunggu transfer anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu transfer dana dari pusat untuk pencairan gaji PPPK dan juga sejumlah kegiatan di masing-masing organisasi perangkat daerah,” kata Uun, pejabat bagian keuangan BPKAD Lingga.

Meski demikian, di lapangan diketahui terdapat beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah mencairkan anggaran kegiatan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan PPPK terkait prioritas penggunaan anggaran daerah.

Para PPPK menegaskan bahwa mereka tetap menjalankan tugas pelayanan publik sebagaimana mestinya, meski hak finansial belum diterima. Sebagian pegawai bahkan mengaku harus berutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Untuk kebutuhan rumah tangga tidak bisa ditunda, sementara gaji belum dibayarkan,” keluh PPPK lainnya.

Hingga kini, para pegawai berharap Pemerintah Kabupaten Lingga segera mengambil langkah konkret agar pencairan gaji PPPK dapat dilakukan secepatnya. Terlebih, gaji tersebut merupakan hak dasar pegawai yang sangat dibutuhkan di tengah tekanan ekonomi akhir tahun. (*)

Artikel PPPK Lingga Keluhkan Gaji Desember Belum Dibayar, BPKAD: Masih Menunggu Dana Pusat pertama kali tampil pada Kepri.