Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 583

Pimpinan Media Jawa Pos Group Temui Mentan Amran, Kupas Strategi Swasembada Pangan 2025

0
Pimpinan Media Jawa Pos Group berdialog langsung dengan Mentan Andi Amran Sulaiman di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (11/1). Pertemuan ini mengupas capaian besar Kementerian Pertanian, termasuk keberhasilan Indonesia meraih swasembada pangan hanya dalam satu tahun pada 2025. F. Jawa Pos Group

batampos – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman berdialog dengan puluhan pimpinan media di bawah naungan Jawa Pos Group di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (11/1). Dalam pertemuan tersebut, Amran memaparkan capaian strategis Kementerian Pertanian yang berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025, hanya dalam waktu satu tahun.

Capaian tersebut melampaui target awal Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan tercapai dalam empat tahun. Kementerian Pertanian mampu merealisasikannya jauh lebih cepat melalui serangkaian reformasi kebijakan.

Dalam dialog itu, Amran menyebutkan, produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Angka tersebut meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun 2024.

Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Swasembada Beras Berkat Kinerja Kabinet Merah Putih

Lonjakan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton. Dengan capaian ini, Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras untuk kebutuhan konsumsi sepanjang 2025. Organisasi Pangan Dunia (FAO) bahkan menilai produksi beras Indonesia tahun ini sebagai rekor tertinggi.

Amran menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil penerapan strategi percepatan atau “gaspol” melalui lima jurus utama.

Jurus pertama adalah deregulasi besar-besaran dengan memangkas birokrasi. Kementan mencabut 291 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang dinilai menghambat investasi dan percepatan program.

“Dari 15 Permentan kami ringkas menjadi satu aturan utama. Ratusan keputusan menteri juga disesuaikan agar proses lebih cepat,” ujar Amran.

Baca Juga: Pemerintah Setop Impor Beras dan Gula di 2026

Jurus kedua ialah pembersihan internal kementerian melalui penerapan sistem meritokrasi. Sebanyak 192 pejabat dimutasi, didemosi, hingga diberhentikan karena dinilai tidak berkinerja atau bermasalah.

Jurus ketiga adalah penguatan pengawasan eksternal dengan menggandeng Satgas Pangan Polri untuk memberantas mafia pangan. Sepanjang 2024–2025, tercatat 92 kasus berhasil ditindak, terdiri atas 46 kasus beras dan 27 kasus pupuk, dengan 76 tersangka. Selain itu, izin 2.229 distributor dan pengecer pupuk dicabut.

Jurus keempat ialah efisiensi anggaran. Kementan memangkas belanja perjalanan dinas, seminar, dan rapat di hotel. Total efisiensi pada 2025 mencapai Rp3,8 triliun, yang dialihkan langsung untuk kebutuhan petani, seperti benih unggul, pompa, dan alat mesin pertanian (alsintan).

Langkah tersebut berkontribusi pada peningkatan produksi beras senilai Rp17,89 triliun.

Jurus kelima adalah transformasi pertanian tradisional ke modern. Pemanfaatan mekanisasi menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen hingga 100 persen. Selama dua tahun terakhir, Kementan menyalurkan 167.906 unit alsintan, termasuk pompa air, serta memperluas lahan sawah baru di Merauke dan Kalimantan Tengah.

Dampak kebijakan tersebut dirasakan langsung petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sementara stok beras Bulog per 31 Desember 2025 tercatat 3,25 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga: Thailand hingga Jepang, Ini Daftar Negara yang Lolos dari Penjajahan Barat

Dalam kesempatan itu, Amran juga memaparkan rencana lanjutan berupa hilirisasi pangan dan transformasi pangan menjadi energi. Pemerintah mendorong pengembangan komoditas ekspor seperti kopi, kakao, kelapa, dan sawit, serta mempercepat implementasi program Biodiesel B50.

Sebanyak 5,3 juta ton minyak sawit akan diolah menjadi bahan bakar solar melalui kebijakan B50. Program ini diharapkan menekan impor energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

“Kebijakan ini akan menaikkan harga CPO, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat energi hijau nasional,” kata Amran.

Menutup dialog, Amran berharap dukungan media, termasuk Jawa Pos Group, untuk terus mengawal pembangunan pertanian nasional secara kritis dan konstruktif. (*)

Artikel Pimpinan Media Jawa Pos Group Temui Mentan Amran, Kupas Strategi Swasembada Pangan 2025 pertama kali tampil pada News.

Kasus Korupsi Pasar Puan Ramah Tersendat, Kerugian Negara Masih Dihitung Ulang

0
Pasar relokasi Puan Ramah yang berlokasi di Jalan Kijang Lama Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Relokasi Puan Ramah di Kota Tanjungpinang kembali tersendat. Hingga kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang belum dapat melangkah ke tahap lanjutan karena penghitungan kerugian negara belum juga rampung.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan penyidik masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepulauan Riau.

“Penyidikan belum bisa ditingkatkan ke tahap berikutnya karena hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP Kepri belum kami terima,” ujar Rachmad, Minggu (11/1).

Baca Juga: Istana Kota Lama di Hulu Riau, Saksi Sejarah Kejayaan Melayu di Tanjungpinang

Untuk mencegah perkara berlarut-larut, Kejari Tanjungpinang berencana mengajukan permohonan audit internal kepada auditor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.

“Langkah ini kami tempuh agar penanganan perkara tetap berjalan dan memberikan kepastian hukum,” katanya.

Rachmad menyebut, hingga saat ini penyidik telah memeriksa 26 orang saksi, termasuk saksi ahli. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperkuat konstruksi perkara dan melengkapi alat bukti yang diperlukan.

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan pembangunan Pasar Relokasi Puan Ramah yang dibangun pada 2022, di masa kepemimpinan Wali Kota Tanjungpinang Rahma. Pasar tersebut diperuntukkan bagi pedagang Pasar Baru selama proses revitalisasi.

Namun, belakangan bangunan pasar yang berlokasi di samping Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang itu justru tampak terbengkalai dan tidak lagi difungsikan, memicu sorotan publik terhadap efektivitas proyek tersebut. (*)

Artikel Kasus Korupsi Pasar Puan Ramah Tersendat, Kerugian Negara Masih Dihitung Ulang pertama kali tampil pada Kepri.

HAB ke-80 Kemenag, Ribuan Warga Bintan Ramaikan Jalan Sehat Kerukunan

0
Ribuan warga Bintan mengikuti Jalan Sehat Kerukunan HAB ke-80 Kementerian Agama di GOR Gunung Kijang.
Masyarakat Bintan dan Tanjungpinnag saat memeriahkan jalan sehat kerukunan Kemenag Kepri, Sabtu (10/1). F. Humas Kemenag Kepri untuk Batam Pos

batampos – Ribuan warga dari berbagai latar belakang memadati Gedung Olahraga (GOR) Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (10/1), untuk mengikuti Jalan Sehat Kerukunan (JSK) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Riau dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80.

Kegiatan jalan sehat tersebut dibuka langsung Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Zoztafia. Para peserta menempuh rute sejauh sekitar dua kilometer dengan penuh antusias, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.

Zoztafia mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya nilai kerukunan yang tumbuh di Kepulauan Riau. Antusiasme peserta semakin meningkat dengan adanya undian ratusan hadiah menarik yang disiapkan panitia.

Baca Juga: Wisatawan Malaysia Dongkrak Arus Penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi Bintan

“Total ada sekitar 500 item doorprize yang berasal dari berbagai sponsor, mulai dari perbankan, yayasan, hingga sumbangan perorangan, termasuk dari Bupati Bintan dan Gubernur Kepri,” ujarnya.

Hadiah yang dibagikan pun beragam, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, sepeda, hingga kipas angin. Selain itu, Baznas Kepri juga menyalurkan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Zoztafia berharap, semangat jalan sehat kerukunan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Avanza dan Truk Tabrakan di Bintan, 5 WN Malaysia Dilarikan ke Rumah Sakit

“Mari kita pelihara kedamaian dan kerukunan. Dalam suasana yang damai, pembangunan bisa berjalan lebih baik, dan masyarakat akan hidup lebih makmur serta bahagia,” katanya.

Kemeriahan JSK HAB ke-80 Kemenag Kepri ini turut dihadiri dan diikuti jajaran pimpinan daerah serta tokoh lintas sektoral, di antaranya Kapolres Bintan, anggota DPRD Bintan, jajaran Forkopimda Bintan, Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Kepala BPMP Kepri, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepri. (*)

Artikel HAB ke-80 Kemenag, Ribuan Warga Bintan Ramaikan Jalan Sehat Kerukunan pertama kali tampil pada Kepri.

Proyek Dapur MBG Rp6,7 Miliar Disorot, Ubah Bekas Kantor Perikanan Anambas Tanpa Izin

0
Bekas kantor UPTD Perikanan Anambas di Jemaja yang diduga digunakan tanpa izin sebagai mess pekerja proyek dapur Makanan Bergizi Gratis.
Bekas kantor UPTD DPP Kabupaten Anambas di Jemaja telah disulap menjadi mess dan gudang kontraktor pembangunan dapur MBG. F. Gultom untuk Batam Pos

batampos – Bekas Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (DPPP) Kabupaten Kepulauan Anambas di Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, diduga dimanfaatkan tanpa izin sebagai mess pekerja sekaligus gudang material proyek pembangunan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp6,7 miliar.

Bangunan aset milik pemerintah daerah tersebut diketahui telah lama kosong dan tidak lagi digunakan untuk pelayanan publik. Kondisi itu diduga dimanfaatkan oleh pihak pelaksana proyek dapur MBG untuk menempatkan pekerja serta menyimpan material konstruksi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bekas kantor UPTD itu digunakan oleh pihak supervisi PT Kanta Karya Utama bersama penyedia jasa PT Hutama Karya (Persero). Namun, hingga kini belum ditemukan adanya izin resmi pemanfaatan aset daerah tersebut, baik dalam bentuk pinjam pakai maupun sewa menyewa.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Hambat Pengiriman Ikan Segar dari Anambas ke Kijang

Penggunaan aset pemerintah tanpa prosedur administrasi yang sah ini menuai sorotan, mengingat proyek dapur MBG di Jemaja bernilai cukup besar dan bersumber dari anggaran negara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPP Kabupaten Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, mengaku pihaknya belum mengetahui adanya pemanfaatan bangunan tersebut oleh perusahaan pelaksana proyek.

“Sampai saat ini kami tidak pernah memberikan izin pinjam pakai maupun sewa menyewa atas bangunan UPTD itu kepada pihak mana pun. Jika benar digunakan, berarti tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan kami,” tegas Arcan.

Arcan menyatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Dalam waktu dekat kami akan mengecek langsung ke lokasi. Jika ditemukan pemanfaatan aset daerah tanpa izin, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Cabuli ART di Bawah Umur, Oknum Camat di Natuna Dilaporkan ke Polisi

Pemanfaatan aset milik daerah tanpa izin dinilai berpotensi merugikan pemerintah daerah karena tidak memberikan pemasukan dari sewa atau kerja sama pemanfaatan aset. Selain itu, penggunaan gedung tersebut diduga menguntungkan pihak perusahaan karena tidak perlu menanggung biaya akomodasi pekerja selama kurang lebih 10 hari, sekaligus dapat menyimpan material proyek dengan lebih aman.

Secara regulasi, tindakan tersebut berpotensi melanggar ketentuan pengelolaan barang milik daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah, yang telah diubah melalui PP Nomor 27 Tahun 2014 juncto PP Nomor 28 Tahun 2020.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah tegas agar pemanfaatan aset daerah tetap sesuai aturan dan tidak disalahgunakan, khususnya dalam proyek bernilai miliaran rupiah seperti pembangunan dapur MBG di Kecamatan Jemaja. (*)

Artikel Proyek Dapur MBG Rp6,7 Miliar Disorot, Ubah Bekas Kantor Perikanan Anambas Tanpa Izin pertama kali tampil pada Kepri.

NVIDIA Kenalkan GeForce RTX 50 Series di Poltek Batam, Dorong Literasi AI Mahasiswa

0
NVIDIA memperkenalkan GeForce RTX 50 Series di Politeknik Negeri Batam untuk mendorong literasi AI mahasiswa. GPU terbaru ini mendukung pemrosesan AI lokal tanpa internet.
County Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, saat memberikan pemaparan literasi AI di Politeknik Negeri Batam. F. Arjuna/Batam Pos

batampos – NVIDIA memperkuat komitmennya dalam pengembangan talenta digital Indonesia melalui kolaborasi teknologi dengan Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Kamis (8/1). Dalam kegiatan media briefing dan presentasi teknologi di kampus tersebut, NVIDIA memperkenalkan lini terbaru GeForce RTX 50 Series yang mengusung kemampuan pemrosesan kecerdasan artifisial (AI) secara lokal tanpa koneksi internet.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang demonstrasi teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk memperluas literasi AI di lingkungan akademik, mencakup mahasiswa, dosen, hingga peneliti.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, mengatakan perkembangan AI saat ini memasuki fase pemanfaatan yang lebih personal dan aman. Menurutnya, ketergantungan pada layanan berbasis cloud masih memunculkan kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data.

Baca Juga: RSBP Batam Perkuat Layanan dengan Pengukuhan Pimpinan Unit Pelayanan Baru

“Solusi AI pada GeForce RTX 50 Series dapat berjalan langsung di perangkat pengguna. Seluruh data interaksi tetap berada di PC, sehingga lebih aman dan tidak dikirim ke server eksternal,” ujarnya.

Ia menegaskan, AI seharusnya tidak dipahami sebagai jalan pintas menyelesaikan tugas, melainkan alat pendamping berpikir yang mendukung produktivitas dan inovasi.

“Talenta digital Indonesia harus memiliki mindset yang benar dalam memanfaatkan AI. Bukan untuk meng-outsourcing otak, tetapi untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan berinovasi,” kata Adrian.

Politeknik Negeri Batam menyambut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset dan pembelajaran berbasis teknologi. Kepala Jurusan Teknik Informatika Polibatam, Ahmad Hamim Thohari, menyebut AI telah menjadi sarana penting bagi mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata.

“AI mendukung produktivitas, tetapi tetap memerlukan sentuhan manusia. Kolaborasi manusia dan AI justru meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan solusi atas masalah kompleks,” ujarnya.

Baca Juga: Honda School’er Scoopy Kalcer Jadi Wadah Kreativitas Pelajar Batam

Senada, Sekretaris Jurusan Teknik Informatika, Miratul Khusna Mufida, menilai literasi AI menjadi keharusan bagi generasi muda agar tidak tertinggal dalam persaingan global.

“AI tidak akan menggantikan manusia. Namun, mereka yang tidak memahami AI berisiko tergantikan oleh mereka yang melek AI,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah proyek mahasiswa Polibatam yang telah memanfaatkan AI, seperti aplikasi navigasi parkir, deteksi pengendara tanpa helm, sistem pencarian korban bencana, penyaring sampah laut, hingga sistem seleksi perkawinan domba di peternakan lokal.

Melalui sesi workshop dan demo perangkat, NVIDIA menampilkan kemampuan GeForce RTX 50 Series berbasis arsitektur Blackwell. Seri ini dirancang untuk mempercepat komputasi paralel, simulasi, pemodelan data, serta pengembangan aplikasi AI langsung dari perangkat laptop tanpa memerlukan server.

Sejumlah keunggulan yang ditampilkan antara lain akselerasi fine-tuning model AI hingga 45 kali lebih cepat, peningkatan performa grafis dengan ray tracing dan DLSS 4, percepatan workflow kreatif melalui ekosistem NVIDIA Studio, fitur NVIDIA Broadcast untuk kebutuhan konferensi video, serta teknologi TensorRT-LLM yang memungkinkan penggunaan large language model (LLM) secara lokal tanpa internet.

Produk GeForce RTX 50 Series tersedia pada berbagai lini laptop dan desktop dari mitra seperti MSI, HP, Acer, Lenovo, dan Axioo, serta GPU mandiri untuk kebutuhan komputasi dan industri kreatif. (*)

Artikel NVIDIA Kenalkan GeForce RTX 50 Series di Poltek Batam, Dorong Literasi AI Mahasiswa pertama kali tampil pada Metropolis.

Arus Nataru Lancar Terkendali, Kepuasan Publik Sangat Tinggi

0
Aktivitas penumpang dan kendaraan di pelabuhan penyeberangan ASDP saat angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. F. Istimewa

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan capaian positif. Arus penyeberangan nasional berlangsung aman, lancar, dan terkendali, seiring tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.

Evaluasi tersebut didasarkan pada Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Transportasi dan Logistik. Hasil survei menunjukkan seluruh aspek layanan ASDP selama Nataru berada pada kategori “Sangat Puas”, dengan skor di atas 91.

Aspek sarana mencatat nilai tertinggi sebesar 94,6, disusul kebijakan layanan sebesar 92,2. Sementara aspek prasarana serta manajemen transportasi masing-masing memperoleh skor 91,6. Capaian ini mencerminkan persepsi positif publik terhadap kualitas layanan dan efektivitas pengelolaan arus penyeberangan nasional.

Baca Juga: KPK Tak Pamerkan Tersangka OTT Pajak Jakut, KUHAP Baru Jadi Alasan

Sejalan dengan hasil survei tersebut, secara operasional ASDP berhasil melayani sekitar 3,4 juta penumpang dan 850 ribu kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional selama periode H-10 hingga H+10 Nataru 2025/2026. Jumlah penumpang meningkat sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara total kendaraan tumbuh 6,7 persen.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pengelolaan layanan berbasis evaluasi dan sinergi lintas sektor.

“Keberhasilan penyelenggaraan Nataru tidak hanya diukur dari kelancaran arus, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat. Evaluasi berbasis data dan persepsi publik menjadi fondasi penting bagi peningkatan layanan ke depan,” ujar Heru.

Ia menambahkan, kelancaran layanan selama Nataru tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, pengaturan jadwal kapal yang adaptif, kesiapan sumber daya manusia, serta optimalisasi fasilitas pelabuhan.

Survei IKM juga mengevaluasi sejumlah kebijakan utama ASDP selama Nataru, seperti penerapan tiket online wajib, diskon tarif tiket 15 persen, penambahan armada kapal, pengaturan lalu lintas di pelabuhan, hingga pelayanan posko terpadu. Seluruh kebijakan tersebut memperoleh nilai evaluasi pada rentang 4,4 hingga 4,7.

Baca Juga: Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan Nasional

Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses tiket digital bagi sebagian pengguna jasa pada jam puncak, konsentrasi perjalanan pada waktu tertentu, serta perlunya penguatan peran posko sebagai pusat koordinasi layanan.

Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, ASDP menetapkan fokus perbaikan berkelanjutan pada peningkatan keandalan sistem digital, pemerataan distribusi jadwal perjalanan, sinkronisasi armada dan standar layanan, konsistensi rekayasa lalu lintas di pelabuhan, serta optimalisasi fungsi posko terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan strategis menghadapi Angkutan Lebaran 2026.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal guna menjaga konektivitas antarpulau dan mendukung mobilitas nasional secara berkelanjutan. (*)

Artikel Arus Nataru Lancar Terkendali, Kepuasan Publik Sangat Tinggi pertama kali tampil pada News.

Diduga Cabuli ART di Bawah Umur, Oknum Camat di Natuna Dilaporkan ke Polisi

0
Kasat Reskrim Polres Natuna, Iptu Richie Putra. F. Polres Natuna untuk Batam Pos

batampos – Kepolisian Resor (Polres) Natuna masih mendalami laporan dugaan tindak pencabulan yang melibatkan oknum camat berinisial Ju. Dugaan tersebut dilaporkan oleh keluarga korban yang masih berusia di bawah umur dan diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Laporan resmi dilayangkan ke Polres Natuna pada 26 Desember 2025 oleh paman korban, Satar. Terlapor diduga melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang saat kejadian masih berusia 17 tahun.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Natuna, Iptu Richie Putra, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan penyidik saat ini masih melakukan pendalaman kasus.

Baca Juga: Tower Telekomunikasi di Natuna Roboh Diterjang Angin Kencang, Jaringan Sempat Terganggu

“Iya benar, ada laporan yang masuk terkait dugaan pencabulan dengan terlapor oknum camat. Saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Richie kepada Batam Pos, Minggu (11/1).

Menurut Richie, sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang dilaporkan.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Jika ada perkembangan lebih lanjut, akan kami sampaikan,” katanya.

Sementara itu, paman korban, Satar, mengungkapkan dugaan peristiwa pencabulan tersebut pertama kali terjadi pada Oktober 2025. Berdasarkan pengakuan korban kepada keluarga, tindakan itu disebut telah terjadi sebanyak lima kali.

“Keponakan saya mengaku sudah lima kali dicabuli. Korban selalu diancam sehingga takut untuk bercerita kepada keluarga,” ujar Satar.

Baca Juga: Perwira Penghubung Kodim 0318/Natuna Letkol Ali Siregar Pindah Tugas ke Pekanbaru

Ia menambahkan, dugaan perbuatan tersebut terjadi di rumah terlapor. Bahkan, menurutnya, istri terlapor diduga telah mengetahui peristiwa tersebut sejak Desember 2025, namun tidak melaporkannya kepada pihak berwajib.

Karena tidak lagi sanggup menanggung tekanan, korban akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga. Pihak keluarga kemudian memutuskan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Natuna. Meski demikian, keluarga menyayangkan karena hingga kini terlapor belum dilakukan penahanan.

Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna langsung mengambil langkah administratif. Wakil Bupati Natuna, Jarmin, menyatakan terlapor telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya sejak 7 Januari 2026.

“Sudah kami nonaktifkan sementara agar yang bersangkutan bisa fokus menjalani proses hukum,” kata Jarmin.

Sebagai pengganti sementara, Pemkab Natuna menunjuk Sekretaris Camat Pulau Tiga Barat, Nico Lukmana, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Camat berdasarkan Surat Perintah Bupati Natuna Nomor 800.1.11.1/020/BKPSDM/I/2026.

“Penunjukan ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan tidak terganggu,” pungkasnya. (*)

Artikel Diduga Cabuli ART di Bawah Umur, Oknum Camat di Natuna Dilaporkan ke Polisi pertama kali tampil pada Kepri.

Wisatawan Malaysia Dongkrak Arus Penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi Bintan

0
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban Bintan saat angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Aktivitas penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan, meningkat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

batampos – Arus penumpang melalui Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, meningkat signifikan selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dalam kurun 22 hari, tercatat puluhan ribu penumpang tiba dan berangkat melalui pelabuhan tersebut.

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Tanjunguban mencatat, data kunjungan kapal dan penumpang di Pos Kerja Pelabuhan Bulang Linggi dihimpun sejak 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Selama periode tersebut, jumlah penumpang yang tiba mencapai 18.220 orang. Angka ini meningkat dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 14.670 penumpang atau sekitar 61,38 persen.

Baca Juga: Avanza dan Truk Tabrakan di Bintan, 5 WN Malaysia Dilarikan ke Rumah Sakit

Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat juga mengalami kenaikan signifikan. Pada Nataru 2025/2026, tercatat 18.742 penumpang berangkat melalui Pelabuhan Bulang Linggi, naik dari 15.141 orang atau 63,35 persen pada periode sebelumnya.

Kepala Kantor UPP Kelas I Tanjunguban, Hotma Tua CH Pangaribuan melalui Kepala Pos Kerja Pelabuhan Bulang Linggi, Rahmat, mengatakan secara keseluruhan pergerakan penumpang naik dan turun pada Posko Nataru 2025/2026 mengalami kenaikan sekitar 7,27 persen dibandingkan data Posko Nataru 2024/2025.

“Secara total, jumlah penumpang mengalami kenaikan sekitar 7,27 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya,” ujar Rahmat.

Baca Juga: Tabrakan Truk dan Toyota Avanza di Bintan, Sopir Terlempar Keluar

Menurutnya, peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Salah satu faktor pendorongnya adalah meningkatnya kunjungan wisata ke Kabupaten Bintan.

“Banyak wisatawan asal Malaysia yang memanfaatkan libur akhir tahun untuk berwisata ke Bintan,” katanya.

Rahmat berharap peningkatan arus penumpang tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan jasa transportasi. (*)

Artikel Wisatawan Malaysia Dongkrak Arus Penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Roro Tungkal–Dabo Kembali Berhenti, Distribusi Bahan Pokok ke Lingga Tersendat

0
Kapal roro rute Kuala Tungkal–Dabo Singkep tidak beroperasi sehingga distribusi bahan pokok ke Lingga terganggu.
Kapal roro sandar di pelabuhan. Gangguan operasional kapal roro rute Kuala Tungkal–Dabo Singkep kembali menghambat distribusi logistik ke Kabupaten Lingga. F. Istimewa

batampos – Kapal roro rute Kuala Tungkal–Dabo Singkep kembali tidak beroperasi akibat kerusakan kapal. Akibatnya, distribusi bahan pokok ke Kabupaten Lingga tersendat dan barang dagangan para pedagang tertahan di Pelabuhan Kuala Tungkal.

Padahal, berdasarkan jadwal per Januari 2026, kapal roro tersebut direncanakan kembali berlayar pada 12 Januari 2026. Namun hingga kini, belum ada kepastian keberangkatan.

Gangguan operasional rute Tungkal–Dabo Singkep ini bukan kali pertama terjadi. Kondisi tersebut sudah berulang dan kerap berdampak pada aktivitas distribusi barang ke Dabo Singkep.

Baca Juga: Tower Terbakar, Internet Desa Mensanak Lingga Lumpuh Hampir Dua Bulan

Sejumlah pedagang mengeluhkan barang dagangan mereka tertahan di Kuala Tungkal selama hampir dua pekan. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait jadwal pelayaran lanjutan.

“Barang kami sudah hampir dua minggu di Tungkal karena belum ada kejelasan kapan kapal berangkat ke Dabo,” ujar salah seorang pedagang, Minggu (11/1).

Di sisi lain, kapal roro rute Batam–Kuala Tungkal diketahui hampir setiap hari tetap beroperasi. Bahkan, kapal yang biasa melayani rute tersebut merupakan kapal yang sama dengan rute Tungkal–Dabo Singkep.

Pedagang menilai kondisi ini membingungkan. Pasalnya, rute Batam–Tungkal memiliki kapal pengganti, sementara rute Tungkal–Dabo Singkep tidak disediakan armada alternatif.

“Ini yang membingungkan. Dari Batam ke Tungkal ada kapal pengganti, tapi dari Tungkal ke Dabo tidak ada,” keluh pedagang tersebut.

Wakil Bupati Lingga, Novrizal, mengatakan pemerintah daerah telah membahas persoalan ini bersama Bupati Lingga. Pemda bahkan mengusulkan agar jadwal pelayaran ke Kuala Tungkal ditingkatkan menjadi dua kali dalam sepekan.

Baca Juga: Pola Hidup Tidak Sehat Picu Ribuan Kasus Hipertensi dan Diabetes di Lingga

“Kemarin sudah dibahas bersama Dinas Perhubungan dan Bupati. Bahkan kami minta jadwal seminggu dua kali ke Tungkal. Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan kepala dinas,” kata Novrizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendri Efrizal, menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan ASDP terkait penyediaan kapal pengganti untuk rute Tungkal–Dabo Singkep.

“Kami masih mengupayakan koordinasi untuk kapal pengganti, namun sampai sekarang belum ada jawaban dari pihak ASDP,” ujarnya. (*)

Artikel Roro Tungkal–Dabo Kembali Berhenti, Distribusi Bahan Pokok ke Lingga Tersendat pertama kali tampil pada Kepri.

Menhaj Irfan Yusuf Ingatkan PPIH: Jangan Nebeng Haji, Fokus Layani Jemaah

0
Ilustrasi PPIH. (EKO PRIYONO/JAWA POS)

batampos – Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf menegaskan agar petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) benar-benar berniat melayani jemaah, bukan sekadar menumpang berhaji secara gratis.

Penegasan tersebut disampaikan Irfan saat membuka Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1). Ia menyoroti masih adanya keluhan jemaah terhadap kinerja petugas haji pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

“Memang harus diakui, di tahun-tahun lalu masih banyak keluhan tentang petugas haji. Walaupun saya tahu juga banyak petugas yang sangat luar biasa dedikasinya,” ujar Irfan.

Namun demikian, Irfan juga mengakui bahwa sebagian petugas haji pada tahun lalu tidak memahami secara jelas tugas dan tanggung jawabnya di lapangan.

“Bukan karena tidak mau bekerja, tapi karena tidak tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.

Karena itu, Irfan menekankan pentingnya diklat PPIH Arab Saudi 2026 diikuti secara serius. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai tugas akan menentukan kualitas pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.

Ia secara tegas mengingatkan para peserta diklat agar tidak berangkat dengan niat “nebeng” atau “nunut” haji.

“Jangan berpikir kita berangkat untuk nunut haji, nebeng haji. Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji. Niatkanlah berangkat sebagai pelayan tamu-tamu Allah,” tegas Irfan.

Irfan menyampaikan, dengan niat yang benar, petugas akan mampu menentukan prioritas saat bertugas di Tanah Suci. Pelayanan jemaah, kata dia, harus selalu diutamakan dibandingkan kepentingan ibadah pribadi.

“Kalau ada rezeki dan ada kesempatan, tentu bisa juga melaksanakan ibadah haji. Tapi kalau harus memilih antara menjalankan ritual haji atau melayani jemaah, sudah jelas pilihannya adalah melayani jemaah,” pungkasnya. (*)

Artikel Menhaj Irfan Yusuf Ingatkan PPIH: Jangan Nebeng Haji, Fokus Layani Jemaah pertama kali tampil pada News.