
batampos – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman berdialog dengan puluhan pimpinan media di bawah naungan Jawa Pos Group di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (11/1). Dalam pertemuan tersebut, Amran memaparkan capaian strategis Kementerian Pertanian yang berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2025, hanya dalam waktu satu tahun.
Capaian tersebut melampaui target awal Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan tercapai dalam empat tahun. Kementerian Pertanian mampu merealisasikannya jauh lebih cepat melalui serangkaian reformasi kebijakan.
Dalam dialog itu, Amran menyebutkan, produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Angka tersebut meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Swasembada Beras Berkat Kinerja Kabinet Merah Putih
Lonjakan produksi tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton. Dengan capaian ini, Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras untuk kebutuhan konsumsi sepanjang 2025. Organisasi Pangan Dunia (FAO) bahkan menilai produksi beras Indonesia tahun ini sebagai rekor tertinggi.
Amran menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil penerapan strategi percepatan atau “gaspol” melalui lima jurus utama.
Jurus pertama adalah deregulasi besar-besaran dengan memangkas birokrasi. Kementan mencabut 291 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang dinilai menghambat investasi dan percepatan program.
“Dari 15 Permentan kami ringkas menjadi satu aturan utama. Ratusan keputusan menteri juga disesuaikan agar proses lebih cepat,” ujar Amran.
Baca Juga: Pemerintah Setop Impor Beras dan Gula di 2026
Jurus kedua ialah pembersihan internal kementerian melalui penerapan sistem meritokrasi. Sebanyak 192 pejabat dimutasi, didemosi, hingga diberhentikan karena dinilai tidak berkinerja atau bermasalah.
Jurus ketiga adalah penguatan pengawasan eksternal dengan menggandeng Satgas Pangan Polri untuk memberantas mafia pangan. Sepanjang 2024–2025, tercatat 92 kasus berhasil ditindak, terdiri atas 46 kasus beras dan 27 kasus pupuk, dengan 76 tersangka. Selain itu, izin 2.229 distributor dan pengecer pupuk dicabut.
Jurus keempat ialah efisiensi anggaran. Kementan memangkas belanja perjalanan dinas, seminar, dan rapat di hotel. Total efisiensi pada 2025 mencapai Rp3,8 triliun, yang dialihkan langsung untuk kebutuhan petani, seperti benih unggul, pompa, dan alat mesin pertanian (alsintan).
Langkah tersebut berkontribusi pada peningkatan produksi beras senilai Rp17,89 triliun.
Jurus kelima adalah transformasi pertanian tradisional ke modern. Pemanfaatan mekanisasi menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen hingga 100 persen. Selama dua tahun terakhir, Kementan menyalurkan 167.906 unit alsintan, termasuk pompa air, serta memperluas lahan sawah baru di Merauke dan Kalimantan Tengah.
Dampak kebijakan tersebut dirasakan langsung petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Sementara stok beras Bulog per 31 Desember 2025 tercatat 3,25 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Baca Juga: Thailand hingga Jepang, Ini Daftar Negara yang Lolos dari Penjajahan Barat
Dalam kesempatan itu, Amran juga memaparkan rencana lanjutan berupa hilirisasi pangan dan transformasi pangan menjadi energi. Pemerintah mendorong pengembangan komoditas ekspor seperti kopi, kakao, kelapa, dan sawit, serta mempercepat implementasi program Biodiesel B50.
Sebanyak 5,3 juta ton minyak sawit akan diolah menjadi bahan bakar solar melalui kebijakan B50. Program ini diharapkan menekan impor energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
“Kebijakan ini akan menaikkan harga CPO, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat energi hijau nasional,” kata Amran.
Menutup dialog, Amran berharap dukungan media, termasuk Jawa Pos Group, untuk terus mengawal pembangunan pertanian nasional secara kritis dan konstruktif. (*)
Artikel Pimpinan Media Jawa Pos Group Temui Mentan Amran, Kupas Strategi Swasembada Pangan 2025 pertama kali tampil pada News.









