Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 598

Pasokan Tersendat, Rak Bahan Pokok di Swalayan Tanjunguban Mulai Kosong

0
Rak-rak untuk meletakkan barang dagangan atau bahan kebutuhan masyarakat di swalayan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara terlihat kosong, Rabu (10/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sejumlah swalayan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, kini menghadapi kelangkaan stok bahan kebutuhan masyarakat. Rak-rak yang biasanya penuh, mulai dari mentega, gula, sayuran hingga buah-buahan, tampak kosong akibat pasokan yang tersendat.

Karyawan operasional Swalayan Pelangi, Ayu, mengatakan stok barang yang dijual saat ini hanya menghabiskan sisa persediaan lama. Ia menyebut suplai dari Batam belum bisa masuk seperti biasanya.

“Stok mulai menipis seperti beras, gula, dan minyak makan. Kami tinggal menghabiskan stok saja,” ujarnya, Rabu (10/12).

Jika kondisi ini berlanjut, Ayu khawatir lebih banyak rak akan kosong bahkan bisa terjadi kekosongan barang pada awal tahun depan. Selain itu, sejumlah harga kebutuhan ikut naik. Bahan pembuat kue rata-rata naik Rp 2 ribu, sementara kacang tanah sudah tidak tersedia.

“Informasinya masuk minggu ini, tapi sampai saat ini belum ada,” katanya.

Ia menyebut masyarakat lebih memilih beras bermerek seperti Gonggong ketimbang beras Bulog. Namun kini, stok beras Gonggong juga habis.

“Itu pun beras Gonggong sudah habis. Tidak tahu lagi nanti kita ini mau makan apa lagi,” keluhnya.

Menurutnya, kondisi ini lebih buruk dari sekadar kenaikan harga. “Kalau pun mahal tapi barangnya ada masih bisa dibeli. Tapi kalau mahal barangnya tidak ada, apa yang mau dibeli,” ucapnya.

Hal serupa dikeluhkan warga, Rosti Samosir. Ia mengaku kaget melihat banyak rak kosong saat berbelanja di Swalayan Prima Indah.

“Tidak biasanya seperti ini, kosong melompong. Biasanya rak-rak ini penuh, apa yang kita cari ada,” tuturnya.

Rosti mengatakan swalayan menjadi pilihan karena lebih praktis dan bisa dikunjungi kapan saja. Namun kini, banyak barang yang tidak tersedia.

Saat itu, ia juga sempat bertemu rombongan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang sedang mengecek harga beras.

“Ini banyak rak yang kosong, cuma popmie saja yang tersedia,” sebutnya.

Pengelola swalayan berharap kunjungan Bapanas bisa membawa solusi. “Kehadiran bapak ibu di sini, Insha Allah, mudah-mudahan,” ujarnya.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, Akber, mengatakan pihaknya fokus memantau harga beras untuk memastikan kesesuaian dengan HET. Dari hasil pengecekan di dua titik, tidak ditemukan harga di atas HET.

“Harga beras di bawah HET semua,” katanya.

Meski begitu, ia mengaku akan melaporkan temuan terkait pasokan yang menipis ke pimpinan untuk tindak lanjut.

“Kita akan laporkan kondisi yang ada di Bintan, nanti kita lihat perkembangannya,” ujarnya. “Kami kurang tahu penyebab stok menipis. Masih mencari informasi dulu,” tambahnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pasokan Tersendat, Rak Bahan Pokok di Swalayan Tanjunguban Mulai Kosong pertama kali tampil pada Kepri.

Stok Bahan Pokok di Anambas Masih Aman, Tapi Harga Mulai Naik

0
Pedagang bumbu rempah di Pasar Tarempa. Stok Bahan Pokok di Anambas masin aman, namun harga berangsur naik. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga saat ini masih tergolong aman, meski cuaca buruk melanda wilayah perairan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan di Pasar Tarempa, Rabu (10/12), berbagai komoditas seperti cabai, bawang, tomat, hingga sayuran masih mudah ditemukan di sejumlah lapak pedagang. Para pedagang mengaku belum mengalami kekosongan barang.

“Stok kita masih ada, cuma saya tak bisa jamin bakal cukup sampai akhir tahun ini,” ujar Siti, salah satu pedagang sayuran.

Ia menyebut pasokan sayur masih bergantung dari Kijang dan Pontianak, Kalimantan Barat. Pengiriman terakhir masuk pada akhir November dengan jumlah besar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.

“November lalu memang saya pesan banyak. Persiapan kalau angin kencang, jangan sampai barang putus,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Yanti, pedagang bumbu rempah. Menurutnya, stok olahan bumbu masih aman meskipun pengiriman bahan baku mulai terhambat.

“Kita beli bahan sama pedagang di sini juga. Baru diolah jadi bumbu rempah,” terangnya.

Namun di tengah pasokan yang masih terjaga tersebut, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan. Kondisi cuaca yang membuat kapal distribusi tak bisa berlayar menjadi pemicu utamanya.

“Harga sih mulai naik, ya biasalah. Walau barang tersedia, kalau angin kencang, harga pun ikut naik,” ujar Yanti.

Beberapa komoditas yang naik harga antara lain cabai merah yang sebelumnya Rp 90 ribu kini mencapai Rp 110 ribu per kilogram. Bawang merah juga naik dari Rp 32 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Sementara sayur mayur lainnya masih relatif stabil.

Pedagang berharap cuaca segera bersahabat agar pasokan kembali lancar serta harga kebutuhan pokok dapat kembali normal. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Stok Bahan Pokok di Anambas Masih Aman, Tapi Harga Mulai Naik pertama kali tampil pada Kepri.

Oknum Jaksa Kejati Kepri Diduga Terlibat Pembalakan Liar di Hutan Sijunjung

0
Ilustrasi jaksa. F. Istimewa.

batampos – Seorang oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau berinisial HAS diduga terlibat dalam aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dugaan tersebut mencuat setelah sebuah video berdurasi 1 menit 23 detik viral di media sosial.

Dalam video itu, HAS disebut terkait pengerusakan hutan di lahan sekitar 700 hektare di Nagari Tanjungkaliang, Sijunjung. Ia juga diduga menguasai lahan ilegal dan menyerahkan uang sekitar Rp 1,2 miliar kepada pemegang kuasa adat setempat. Bahkan, HAS disebut sebagai pemilik sawmill di lokasi tersebut.

Selain itu, dokumen untuk melegalkan aktivitas tersebut juga diduga dipalsukan. Tanda tangan Sekretaris Daerah Sijunjung kabarnya tercantum dalam dokumen izin pemanfaatan kayu tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

Menanggapi viralnya informasi tersebut, Kasi Intel Kejari Bintan Roi Baringin Tambunan mengatakan bahwa HAS sudah tidak lagi menjabat sebagai Kasubagbin Kejari Bintan.

“Yang bersangkutan sudah ditarik ke Kejati Kepri sejak November 2025 untuk menjalani pemeriksaan,” ujarnya, Rabu (10/12).

Kasi Penkum Kejati Kepri Yusnar Yusuf membenarkan bahwa HAS tengah menjalani proses pembinaan dan telah diperiksa terkait dugaan pelanggaran disiplin.

“Saat ini HAS ditempatkan di bidang pengawasan sambil menunggu hasil pemeriksaan atau penjatuhan hukuman disiplin berkekuatan hukum tetap,” katanya.

HAS diketahui telah dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. Namun, yang bersangkutan mengajukan banding atas putusan itu.

Terkait dugaan keterlibatan dalam pembalakan liar di Sijunjung, Yusnar menyarankan agar informasi lebih lanjut ditanyakan ke Kejati Sumatera Barat.

Locus delicti berada di wilayah hukum Kejati Sumbar,” pungkasnya. (*)

Artikel Oknum Jaksa Kejati Kepri Diduga Terlibat Pembalakan Liar di Hutan Sijunjung pertama kali tampil pada Kepri.

Ada 88 Kasus Perundungan di Kepri Sepanjang 2025, Tanjungpinang Tertinggi

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Tindakan perundungan atau bullying masih marak terjadi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 88 kasus perundungan terjadi di tujuh kabupaten/kota.

Sekretaris DP3AP2KB Kepri, Eva Rabianti mengatakan, Tanjungpinang menjadi daerah dengan kasus perundungan tertinggi, yakni 11 kejadian sepanjang 2025. Disusul Kabupaten Bintan sembilan kasus dan Anambas delapan kasus.

“Sementara Natuna ada enam kasus, Lingga dan Batam masing-masing empat kasus, serta Karimun dua kasus. Paling banyak di Tanjungpinang,” ujar Eva, Rabu (10/12).

Selain perundungan, DP3AP2KB mencatat total 479 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang 2025. Tanjungpinang juga menjadi wilayah tertinggi dengan 164 kasus, diikuti Batam 160 kasus dan Lingga 44 kasus.

Kemudian Karimun 37 kasus, Bintan 33 kasus, Natuna 26 kasus serta Anambas 15 kasus. Bentuk kekerasan yang paling dominan adalah kekerasan seksual sebanyak 248 kasus, disusul kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 148 kasus.

Eva menegaskan, pihaknya terus berupaya menekan angka kekerasan dan perundungan melalui sosialisasi, edukasi hingga kerja sama lintas sektor. Namun ia mengakui, penyelesaian masalah ini membutuhkan komitmen luas dari masyarakat.

“Penanganan masalah perempuan dan anak memang tidak mudah. Butuh komitmen bersama, terutama peningkatan partisipasi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Ada 88 Kasus Perundungan di Kepri Sepanjang 2025, Tanjungpinang Tertinggi pertama kali tampil pada Kepri.

Bupati Anambas Ingatkan Kapal Jangan Nekat Berlayar Saat BMKG Peringatkan Cuaca Buruk

0
Bupati Anambas, Aneng meninjau Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa. Ia menyoroti ada kapal yang nekat berlayar meski BMKG keluarkan peringatan cuaca buruk. F. Adis untuk Batam Pos.

batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyoroti masih adanya kapal yang nekat berlayar meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan cuaca buruk.

Langkah itu disebutnya sangat berbahaya dan mengancam keselamatan seluruh awak. Aneng menegaskan peringatan cuaca bukan informasi biasa yang boleh diabaikan.

“Peringatan BMKG itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi menyelamatkan nyawa. Jadi tolong benar-benar diperhatikan,” tegasnya saat meninjau Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa, Rabu (10/12).

Menurutnya, keputusan tetap berlayar dalam kondisi cuaca ekstrem merupakan tindakan tak bijak. Ia mengingatkan kasus hilangnya KM Pelangi 15 harus menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita semua sedih dengan musibah itu. Jangan sampai terulang hanya karena mengabaikan peringatan,” ujarnya.

Bupati mengajak seluruh pelaku pelayaran, mulai dari nakhoda, agen kapal, hingga pemilik barang, untuk mengutamakan keselamatan ketimbang kepentingan ekonomi. Memahami prakiraan cuaca sebelum berangkat dinilainya sama pentingnya dengan memastikan kondisi kapal.

“Risikonya besar sekali kalau dipaksakan,” kata Aneng.

Ia menambahkan perubahan cuaca kini sangat cepat dan tak bisa diprediksi. Karena itu, kewaspadaan wajib ditingkatkan dan peringatan dini tidak boleh disepelekan.

“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Kita tidak tahu kapan musibah datang,” tutupnya. (*/adv)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Bupati Anambas Ingatkan Kapal Jangan Nekat Berlayar Saat BMKG Peringatkan Cuaca Buruk pertama kali tampil pada Kepri.

Perkuat Kemitraan Maritim Indo-Pasifik, Kapal Perang USS Cincinnati AS Sandar di Batam

0

Batampos – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dari usnur Destroyer Squadron (Desron) 7bergabung dengan negara-negara anggota ASEAN dalam pelaksanaan ASEAN-U.S. Maritime Exercise (AUMX) kedua yang digelar di Batam, Kamis (10/12/2025).

Kapal perang milik AS, USS Cincinnati LCS 20 bersama tim dari satuan Perusak ( Destroyer Squadron 7) tiba di Batam, Rabu (10/12/2025). Mereça akan mengadakan latihan bersama ASEAN di Selat Singapura. F Antara

Humas Destroyer Squadron 7, Letnan Camillia Nguyen menyebutkan, kegiatan ini menandai langkah lanjutan dalam upaya memperkuat kerja sama keamanan dan stabilitas maritim di kawasan Indo-Pasifik.

“AUMX 2025 yang diselenggarakan bersama Indonesia dan AS, menunjukkan komitmen berkelanjutan kedua pihak dalam membangun interoperabilitas dan memperkuat hubungan pertahanan strategis di Asia Tenggara,” ujar Nguyen, siang tadi.

BACA JUGA:
Pengintaian Khusus dan Menembak Jarak Jauh, 30 Personel Satbravo TNI AU dan Angkatan Udara AS Gelar Latihan Bersama di Medan

Pelaksanaan latihan maritim bersama ini, mencakup pertukaran keahlian mengenai Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan evakuasi medis (MEDEVAC). Selain itu, penyelenggaraan ini juga turut memfasilitasi latihan meja (tabletop exercise) di mana negara-negara anggota ASEAN akan melaksanakan skenario simulasi MEDEVAC untuk meningkatkan kapabilitasoperasional.

Latihan Gabungan Bersama ASEAN di Selat Singapura

Dalam AUMX ini, kapal perang USS Cincinnati (LCS 20) tipe independence milik AS akan bergabung dengan delapan aset negara negara ASEAN lainnya untuk kegiatan fase laut selama dua hari guna menyelesaikan beberapa latihan, seperti latihan manuver taktis, pengendalian kerusakaan, pencarian dan penyelamatan, hingga latihan MEDEVAC di Selat Singapura.

BACA JUGA:
Respon Latihan Militer Gabungan AS, Korut Uji Senjata Nuklir Bawah Air

“Pelaksanaan ASEAN-U.S. Maritime Exercise 2025 merupakan representasi nyata dari kolaborasi dan kemitraan kita,” ujar Kapten Angkatan Laut AS yang juga sebagai Wakil Komodor Destroyer Squadron (DESRON) 7, Matt Cox.

Dia menyebutkan, sejak AUMX pertama, pihaknya telah bekerjasama dengan banyak negara, termasuk anggota ASEAN dalam latihan  bilateral untuk semakin menyempurnakan kemampuan taktis dan operasional masing-masing tim.

“Kami menantikan kesempatan ini untuk menunjukkan interoperabilitas kami dengan mitra-mitra Asia Tenggara,” ungkapnya.

AUMX perdana, sebelumnya dilaksanakan 2019 lalu. Saat itu, bertujuan meningkatkan komitmen bersama terhadap kemitraan maritim, keamanan, dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Sejak saat itu, Satuan DESRON 7 telah melaksanakan sejumlah latihan dengan berbagai negara anggota ASEAN, termasuk seri latihanCooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) serta berbagai kegiatan kerjasama kemaritiman.

Sebagai skuadron destroyer Angkatan Laut AS yang dikerahkan di Asia Tenggara, DESRON 7 berperan sebagai komandan taktis dan operasional utama kapal-kapal tempur perbatasan yang ditempatkan secara bergilir di Singapura. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Perkuat Kemitraan Maritim Indo-Pasifik, Kapal Perang USS Cincinnati AS Sandar di Batam pertama kali tampil pada News.

Pasokan Sembako Seret, Legislatif Desak Pemprov Kepri Minta Diskresi ke Pusat

0
Kalangan distributor bahan pokok saat menemui Komisi II DPRD Kepri, Rabu (10/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Distributor dan pedagang bahan pokok di Tanjungpinang mendatangi DPRD Kepulauan Riau untuk menyampaikan dampak pengetatan pengiriman sembako dari Batam yang mengakibatkan kelangkaan di sejumlah wilayah.

Pertemuan audiensi tersebut berlangsung di DPRD Kepri, Rabu (10/12). Para pelaku usaha mengeluhkan distribusi sembako menuju Tanjungpinang dan Bintan yang semakin sulit dalam beberapa pekan terakhir.

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menilai kebijakan pengetatan dari Bea dan Cukai Batam berpotensi memperparah kelangkaan khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Jadi kita khawatir kondisi ini terus terjadi sampai Nataru karena adanya pembatasan dari Batam,” ujar Rudy.

Ia menegaskan, pembatasan tersebut seharusnya tidak diberlakukan untuk barang kebutuhan pokok produksi dalam negeri yang hanya transit di Batam sebelum dikirim ke daerah lain di Kepri.

“Harapan kami kondisi ini segera teratasi, khusus untuk bahan pokok produksi dalam negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kepri, Riki Rionaldi, menyebut Pemprov Kepri tengah menyiapkan langkah solusi. Menurutnya, kelangkaan dipicu banyak faktor, mulai dari kondisi cuaca, gangguan distribusi, hingga penegakan aturan Bea Cukai.

Ia memastikan Pemprov akan meminta pemerintah pusat mengeluarkan diskresi untuk menjamin kelancaran distribusi bahan pokok di Kepri.

“Nanti kita akan temui kementerian untuk membahas persoalan ini, agar kelangkaan ini tidak terjadi di kemudian hari,” katanya.

Dalam forum tersebut, para distributor menegaskan kebijakan pengiriman yang kian ketat membuat biaya operasional membengkak dan pasokan pasar menurun drastis.

“Kami datang ke sini untuk mencari solusi. Distribusi ke Tanjungpinang dan Bintan sangat terhambat,” ujar salah satu distributor.

Pemprov berharap pemerintah pusat dapat segera memberi kepastian kebijakan agar stabilitas harga dan ketersediaan sembako di Kepri tetap terjaga menjelang akhir tahun. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Pasokan Sembako Seret, Legislatif Desak Pemprov Kepri Minta Diskresi ke Pusat pertama kali tampil pada Kepri.

Hindari Kerugian! Ini 7 Cara Memilih Bengkel Mobil Profesional dan Tepercaya

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Memilih bengkel mobil yang tepat menjadi langkah penting bagi pemilik kendaraan untuk menghindari kerugian secara finansial maupun risiko keselamatan.

Tak sedikit bengkel yang tidak transparan soal suku cadang dan pengerjaan, bahkan ada yang melanggar prosedur standar. Karena itu, pemilik kendaraan perlu lebih selektif sebelum menitipkan mobilnya.

Berikut 7 cara menentukan bengkel mobil profesional, dikutip dari Suzuki Indonesia:

1. Reputasi dan pengalaman pelanggan
Reputasi menjadi indikator utama kualitas bengkel. Ulasan pelanggan dapat membantu melihat bagaimana pelayanan selama ini.

2. Teknisi bersertifikasi
Pastikan teknisi memiliki sertifikasi dan pemahaman sesuai standar perawatan kendaraan.

3. Kelengkapan alat dan teknologi
Bengkel profesional wajib memiliki perangkat diagnostik serta fasilitas pendukung yang memadai.

4. Harga dan estimasi waktu jelas
Pilih bengkel yang memberikan rincian harga transparan dan estimasi waktu pengerjaan yang sesuai.

5. Garansi suku cadang dan pengerjaan
Adanya garansi memberi kepastian layanan jika terjadi komplain setelah perbaikan.

6. Komunikasi yang jelas
Mekanik harus dapat menjelaskan bagian yang diperbaiki, kondisi kendaraan, serta rekomendasi lanjutan.

7. Perhatikan pelayanan dan waktu pengerjaan
Bengkel terpercaya memberikan estimasi realistis dan tetap melayani keluhan pasca-servis.

Pemilihan bengkel memang hal yang serius. Meski banyak pilihan, kualitas setiap bengkel tidak selalu sama. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Hindari Kerugian! Ini 7 Cara Memilih Bengkel Mobil Profesional dan Tepercaya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Enam Tahun Beruntun, Bintan Juara Daerah Perbatasan Terinovatif Berkat Inovasi

0
Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama OPD setelah menerima penghargaan Bintan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional dalam ajang Innovative Government (IGA) 2025. F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos – Kabupaten Bintan kembali menorehkan prestasi nasional setelah meraih penghargaan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, dalam malam penganugerahan di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).

Roby mengatakan inovasi menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, adaptif, dan berdaya saing.

“Alhamdulillah, hasil kolaborasi dari semuanya. Ini untuk seluruh masyarakat Bintan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari transformasi digital di sektor pelayanan publik, salah satunya melalui aplikasi LAPAK BUNGA untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang kini berjalan 100 persen secara online.

Efisiensi pelayanan meningkat hingga 70 persen, kepatuhan wajib pajak mencapai 65 persen, sementara tunggakan pajak turun 40 persen. Realisasi penerimaan PBB juga naik 20–25 persen per tahun dan 95 persen proses administrasi sudah berjalan tanpa kertas.

Selain itu, RSUD Bintan turut menghadirkan inovasi Layanan Antar Pasien Pasca Rawat Inap. Program ini telah melayani lebih dari 500 pasien hingga November 2025, dengan fasilitas antar gratis ke rumah terutama bagi warga kurang mampu dari DTKS desil 1–2.

“Program ini membantu masyarakat menghemat biaya transportasi usai dirawat,” kata Roby.

Layanan tersebut juga meningkatkan kepuasan pasien hingga 90 persen dan mendorong kenaikan akreditasi RSUD Bintan dari Perdana menjadi Paripurna.

Pemkab Bintan turut memperkuat tata kelola inovasi melalui pembentukan Tim Pembina Inovasi Daerah (TPID) lintas perangkat, mulai dari Bapperida, Inspektorat hingga Diskominfo dan Kanwil Kemenkumham.

Keterlibatan perangkat daerah tercatat lebih dari 80 persen didukung anggaran Rp 1,68 miliar melalui program GALANOVA Award.

Sejak 2020, Bintan bahkan menjadi rujukan inovasi bagi delapan daerah di Indonesia, seperti Karimun, Tanjungpinang, Pelalawan hingga Sumbawa.

Efisiensi administrasi meningkat hingga 60 persen dan partisipasi masyarakat pada layanan digital sudah melampaui 75 persen.

“Inovasi telah mengubah cara kerja birokrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif. Masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan tanpa selalu datang ke kantor,” tegasnya.

Roby memastikan inovasi sudah menjadi budaya di Pemkab Bintan dan akan terus dikembangkan.

“Enam tahun berturut-turut Bintan menjadi Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional. Tantangannya adalah mempertahankan prestasi ini dengan terus berinovasi demi pelayanan publik semakin baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Enam Tahun Beruntun, Bintan Juara Daerah Perbatasan Terinovatif Berkat Inovasi pertama kali tampil pada Kepri.

Lingga Peringkat 3 Kasus Perundungan di Kepri, Sekolah Diminta Lebih Waspada

0
Sosialisasi pencegahan perundungan oleh Disdikpora Lingga kepada siswa/i SMP, Rabu (10/12). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Kabupaten Lingga menempati peringkat ketiga kasus perundungan tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Data tersebut berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada 2025.

Melihat tingginya kasus kekerasan berbasis sekolah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Lingga menggelar sosialisasi pencegahan perundungan kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan dilaksanakan di Gedung PSMTI Kecamatan Singkep dengan menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri, Rabu (10/12).

“Berdasarkan data Simfoni, wilayah dengan kasus perundungan tertinggi adalah Tanjungpinang, kemudian Batam, dan Lingga di urutan ketiga. Namun ini data umum, bukan rincian kasus per sekolah,” ujar Widya Prada BPMP Kepri, Helvira Rosalia.

Untuk kasus kekerasan secara keseluruhan pada 2025, tercatat 164 kasus di Kota Tanjungpinang, 160 kasus di Batam, dan 44 kasus di Kabupaten Lingga. Kasus terbanyak terjadi di lingkup rumah tangga yakni 314 kasus. Kekerasan di sekolah tercatat 11 kasus, di tempat kerja 12 kasus, dan fasilitas umum 76 kasus.

Dari jenis kekerasan, kekerasan seksual menempati peringkat teratas dengan 248 kasus, diikuti kekerasan fisik 148 kasus dan kekerasan psikis 88 kasus. Korban didominasi usia pelajar, yakni 13-17 tahun sebanyak 228 kasus, usia 6-12 tahun 97 kasus, dan balita 37 kasus.

Ia menjelaskan, berdasarkan rapor pendidikan dan data lapangan, kekerasan di satuan pendidikan mengalami peningkatan setiap tahun sehingga pemerintah perlu melakukan langkah pencegahan yang sistematis.

“Upaya yang dilakukan mencakup sistem pencegahan dan penanganan terstruktur di sekolah,” tambahnya.

Tak hanya pada jenjang SMP, BPMP juga memberikan bimbingan teknis kepada guru PAUD untuk mengajarkan pencegahan kekerasan sejak dini. Menurutnya, dampak perundungan sangat serius, mulai dari menurunnya prestasi hingga gangguan psikis pada siswa.

“Capaian prestasi siswa sangat dipengaruhi rasa aman dan nyaman ketika berada di sekolah,” tegas Helvira.

Helvira berharap seluruh satuan pendidikan di Kepri, khususnya Kabupaten Lingga, dapat menjadi lingkungan yang bebas dari kekerasan sehingga seluruh warga sekolah terlindungi.

“Harapannya sekolah-sekolah di Lingga bisa terwujud sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman,” tutupnya. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Lingga Peringkat 3 Kasus Perundungan di Kepri, Sekolah Diminta Lebih Waspada pertama kali tampil pada Kepri.