
batampos – Sejumlah swalayan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, kini menghadapi kelangkaan stok bahan kebutuhan masyarakat. Rak-rak yang biasanya penuh, mulai dari mentega, gula, sayuran hingga buah-buahan, tampak kosong akibat pasokan yang tersendat.
Karyawan operasional Swalayan Pelangi, Ayu, mengatakan stok barang yang dijual saat ini hanya menghabiskan sisa persediaan lama. Ia menyebut suplai dari Batam belum bisa masuk seperti biasanya.
“Stok mulai menipis seperti beras, gula, dan minyak makan. Kami tinggal menghabiskan stok saja,” ujarnya, Rabu (10/12).
Jika kondisi ini berlanjut, Ayu khawatir lebih banyak rak akan kosong bahkan bisa terjadi kekosongan barang pada awal tahun depan. Selain itu, sejumlah harga kebutuhan ikut naik. Bahan pembuat kue rata-rata naik Rp 2 ribu, sementara kacang tanah sudah tidak tersedia.
“Informasinya masuk minggu ini, tapi sampai saat ini belum ada,” katanya.
Ia menyebut masyarakat lebih memilih beras bermerek seperti Gonggong ketimbang beras Bulog. Namun kini, stok beras Gonggong juga habis.
“Itu pun beras Gonggong sudah habis. Tidak tahu lagi nanti kita ini mau makan apa lagi,” keluhnya.
Menurutnya, kondisi ini lebih buruk dari sekadar kenaikan harga. “Kalau pun mahal tapi barangnya ada masih bisa dibeli. Tapi kalau mahal barangnya tidak ada, apa yang mau dibeli,” ucapnya.
Hal serupa dikeluhkan warga, Rosti Samosir. Ia mengaku kaget melihat banyak rak kosong saat berbelanja di Swalayan Prima Indah.
“Tidak biasanya seperti ini, kosong melompong. Biasanya rak-rak ini penuh, apa yang kita cari ada,” tuturnya.
Rosti mengatakan swalayan menjadi pilihan karena lebih praktis dan bisa dikunjungi kapan saja. Namun kini, banyak barang yang tidak tersedia.
Saat itu, ia juga sempat bertemu rombongan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang sedang mengecek harga beras.
“Ini banyak rak yang kosong, cuma popmie saja yang tersedia,” sebutnya.
Pengelola swalayan berharap kunjungan Bapanas bisa membawa solusi. “Kehadiran bapak ibu di sini, Insha Allah, mudah-mudahan,” ujarnya.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Bapanas, Akber, mengatakan pihaknya fokus memantau harga beras untuk memastikan kesesuaian dengan HET. Dari hasil pengecekan di dua titik, tidak ditemukan harga di atas HET.
“Harga beras di bawah HET semua,” katanya.
Meski begitu, ia mengaku akan melaporkan temuan terkait pasokan yang menipis ke pimpinan untuk tindak lanjut.
“Kita akan laporkan kondisi yang ada di Bintan, nanti kita lihat perkembangannya,” ujarnya. “Kami kurang tahu penyebab stok menipis. Masih mencari informasi dulu,” tambahnya. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Artikel Pasokan Tersendat, Rak Bahan Pokok di Swalayan Tanjunguban Mulai Kosong pertama kali tampil pada Kepri.









