Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 599

Kapolresta Barelang Sambut Pendampingan Hukum Eksternal dalam Kasus Dwi Putri

0
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin.

batampos – Penanganan kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini (25) mendapat perhatian publik yang semakin luas. Setelah muncul kabar bahwa pengacara kondang Hotman Paris siap turun mendampingi keluarga korban, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin menyambut positif langkah pendampingan hukum tersebut. Menurutnya, keterlibatan kuasa hukum eksternal dapat mengawal proses penyidikan agar kasus berjalan transparan dan terang benderang.

“Silahkan pendampingan dari lawyer terkenal dampingi korban. Itu bagus, biar sama-sama mengawal kasus ini agar terang benderangan. Kami apresiasi,” ujar Zaenal Arifin.

Ia menegaskan bahwa kepolisian terbuka terhadap pendampingan hukum sepanjang dilakukan sesuai prosedur dan membantu memperkuat penegakan keadilan bagi keluarga korban.

Baca Juga: Romo Paschal Desak Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Eksploitasi di Balik Pembunuhan Putri

Nama Hotman Paris disebut-sebut bersedia mengawal perkara ini setelah komunikasi awal dengan pihak keluarga. Meski belum dikonfirmasi secara langsung, rencana keterlibatan pengacara nasional tersebut dinilai dapat memberi tekanan positif agar kasus diselesaikan secara tuntas tanpa celah. Keluarga korban sebelumnya juga menyuarakan tuntutan agar para pelaku dihukum maksimal.

Di sisi penegakan hukum, penyidikan masih berjalan intensif di Polsek Batuampar. Kapolresta Barelang menyampaikan bahwa proses tersebut turut dibackup oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang untuk memastikan rangkaian kasus dikembangkan secara menyeluruh. Pendalaman tidak hanya menyasar unsur pembunuhan, tetapi juga potensi tindak pidana lainnya.

Zaenal menegaskan bahwa polisi tidak hanya fokus pada aspek kekerasan yang menewaskan Putri, tetapi juga menelusuri dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta sepak terjang agency yang menaungi para tersangka. Struktur perekrutan, mekanisme penempatan kerja, hingga pola kontrol terhadap korban menjadi bagian dari materi penyelidikan.

Hingga kini empat tersangka telah diamankan dan ditetapkan dalam berkas penyidikan. Namun Kapolresta menegaskan bahwa penanganan belum berakhir. “Saat ini masih empat tersangka yang sudah diamankan. Namun penyelidikan terus dikembangkan,” ujarnya. Polisi masih membuka peluang penambahan tersangka baru apabila ditemukan aktor lain yang terlibat.

Penyelidikan juga diarahkan untuk menggali peran pihak tertentu yang diduga berada di balik sistem operasional agency. Aparat mendalami kemungkinan adanya rantai komando, aliran keuntungan, hingga pihak yang berperan dalam perekrutan korban melalui media sosial. Bila unsur TPPO terpenuhi, maka jeratan pasal dapat ditingkatkan.

Selain proses hukum, Polresta Barelang memastikan perlindungan bagi saksi dan keluarga korban. Dukungan hukum eksternal dipandang sebagai langkah konstruktif karena memperkuat pengawasan publik terhadap penanganan perkara. “Silakan, kami tidak menghalangi. Justru kami ingin seluruh proses jelas dan tidak ada yang disembunyikan,” tambah Zaenal.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena dugaan penyiksaan berlapis yang dialami korban sebelum meninggal. Publik menuntut agar perkara tidak hanya berhenti pada eksekutor lapangan, tetapi menyasar pelaku pengendali dan jaringan rekrutmen yang terlibat dalam kegiatan agency. Tekanan publik diperkirakan semakin kuat jika Hotman Paris benar-benar mengambil alih pendampingan.

Dengan penyidikan yang terus berkembang, masyarakat kini menantikan babak baru penegakan hukum terhadap kasus ini. Polresta Barelang memastikan proses masih berjalan dan meminta dukungan penuh agar pengungkapan dapat dilakukan secara maksimal. “Yang jelas, kami bekerja. Semua jalur akan dibuka dan akan kami ungkap sampai tuntas,” tutup Kapolresta. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kapolresta Barelang Sambut Pendampingan Hukum Eksternal dalam Kasus Dwi Putri pertama kali tampil pada Metropolis.

6 Negara yang Melarang Perayaan Natal di Ruang Publik, Ini Daftarnya

0
Ilustrasi perayaan Natal. F. Freepik.

batampos – Perayaan Natal identik dengan sukacita di banyak negara pada akhir tahun. Namun, masih ada sejumlah negara yang melarang atau membatasi perayaan Natal di ruang publik dengan alasan yang berbeda-beda.

Kebijakan tersebut umumnya terkait ideologi, perlindungan keyakinan mayoritas, hingga aturan budaya yang berlaku.

Berikut enam negara yang melarang perayaan Natal di ruang publik, dikutip dari christmassalesoffers.com dan globalchristianrelief.org:

1. Korea Utara
Aktivitas keagamaan Kristen sangat dibatasi. Menurut laporan, pemerintah menganggap perayaan Natal bertentangan dengan ideologi negara, sehingga bisa berisiko hukum bagi warganya.

2. Brunei Darussalam
Brunei membatasi perayaan Natal secara publik. Simbol seperti pohon Natal dan lagu-lagu hanya boleh dirayakan secara pribadi oleh non-Muslim, untuk menjaga ketertiban keagamaan sesuai regulasi negara.

3. Tajikistan
Pemerintah melarang dekorasi dan atribut Natal di ruang publik termasuk sekolah dan kampus. Kebijakan ini digalakkan dalam beberapa tahun terakhir.

4. Somalia
Sejak penerapan hukum berbasis syariah, pemerintah menegaskan bahwa Natal bukan tradisi masyarakat lokal. Aparat diminta mencegah perayaan Natal di ruang publik.

5. Arab Saudi
Secara resmi tidak mengadakan perayaan Natal di ruang publik. Meski demikian, laporan menyebut perayaan secara privat dapat terjadi di komunitas tertentu.

6. Bhutan
Negara dengan mayoritas Buddha ini tidak menempatkan Natal sebagai hari libur nasional. Komunitas Kristen dapat merayakan secara pribadi, tetapi tanpa aktivitas publik yang menonjol.

Pembatasan Natal di negara-negara tersebut memperlihatkan berbedanya perspektif terhadap agama, budaya, dan identitas nasional di berbagai belahan dunia. Isu ini juga kerap menimbulkan perdebatan antara kebebasan beragama dan kebijakan internal negara.(*)

Reporter: Juliana Belence

Artikel 6 Negara yang Melarang Perayaan Natal di Ruang Publik, Ini Daftarnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

LPPM dan Fakultas Kedokteran UNIBA Sukses Gelar Seminar Internasional ke-4, Bahas Mitigasi Risiko Kesehatan di Iklim Tropis

0
Rektor UNIBA, jajaran LPPM, Dekan Fakultas Kedokteran, seluruh dosen, narasumber internasional, dan mahasiswa Fakultas Kedokteran berpose bersama seusai rangkaian Seminar Internasional Fakultas Kedokteran ke-4, Kamis (4/12)/ M. Sya’ban

batampos – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Batam bersama Fakultas Kedokteran UNIBA sukses menyelenggarakan Seminar Internasional Fakultas Kedokteran ke-4 pada Kamis, 4 Desember 2025 di Rumengan Hall Universitas Batam.

Dengan tema “Mitigating Occupational Health Risks: An Update on Managing Tropical Climate Related Workplace Emergencies,” kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi kesehatan, tenaga medis industri, hingga mahasiswa.

BACA JUGA: UNIBA dan UiTM Malaysia Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lintas Negara lewat PKM Internasional

Seminar ini menghadirkan pembicara nasional dan internasional yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan kerja dan penanganan kedaruratan, di antaranya:

dr. Muzakir, M.K.M – Plt. Direktur Pengembangan Kelembagaan K3 (Keynote Speaker)

dr. Adam Herman, M.Med(OM), Sp.Ok – Indonesia

Dr. dr. Iqbal Mochtar, MPH, MKKK, DiplCard, DoccMed, Sp.Ok, FRSPH – Qatar

Dr. Ho Vui Kian, M.Med (Anaes), FANZCA – Singapura

Para narasumber memaparkan isu terkini seputar risiko kesehatan kerja di wilayah tropis, penanganan emergensi di tempat kerja, hingga strategi pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja di era industri modern yang semakin kompleks.

Rektor Universitas Batam, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng, dalam sambutannya menegaskan bahwa Fakultas Kedokteran UNIBA telah menjadi salah satu pusat unggulan kedokteran okupasi di Provinsi Kepulauan Riau. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kedokteran preventif dan kedokteran darurat untuk menjawab tantangan kesehatan kerja di daerah beriklim tropis seperti Batam.

“Wilayah tropis memiliki risiko lingkungan kerja yang khas dan sering kali ekstrem. Karena itu, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mitigasi dan respons darurat menjadi hal yang sangat penting. Fakultas Kedokteran UNIBA siap menjadi bagian dari solusi,” ujar Rektor.

Sementara Kepala LPPM Universitas Batam, Dr. Malahayati Rusli Bintang, BSc., MPH, menyebut bahwa seminar ini merupakan langkah strategis UNIBA dalam memperkuat kontribusi akademik dan riset di bidang kesehatan kerja.

“Kegiatan internasional ini mempertemukan para pakar lintas negara untuk bertukar wawasan dan pengalaman. Ini bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga momentum memperluas jejaring riset dan memperkaya inovasi UNIBA di bidang occupational health dan emergency medicine,” ujarnya.

Ia menambahkan, materi yang dibahas para pembicara sangat relevan dengan tantangan industri di Batam sebagai kota manufaktur dan kawasan industri terbesar di Sumatra.

“Mitigasi risiko kerja di iklim tropis adalah isu penting bagi pekerja di sektor galangan kapal, elektronik, migas, dan manufaktur. Seminar ini membuka ruang bagi pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis riset,” tegas Malahayati.

Penyelenggaraan seminar internasional ini menegaskan komitmen Universitas Batam dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas SDM kesehatan di Indonesia. Kolaborasi akademik yang melibatkan Indonesia, Qatar, dan Singapura tersebut memperkuat posisi UNIBA sebagai pusat pengembangan ilmu kedokteran kerja dan penanganan kedaruratan yang berorientasi global.

Dengan antusiasme tinggi peserta dan materi ilmiah yang komprehensif, Seminar Internasional Fakultas Kedokteran ke-4 ini menjadi bukti keberlanjutan langkah UNIBA dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. (*)

Reporter: Syaban

Artikel LPPM dan Fakultas Kedokteran UNIBA Sukses Gelar Seminar Internasional ke-4, Bahas Mitigasi Risiko Kesehatan di Iklim Tropis pertama kali tampil pada Metropolis.

Silaturahmi LAZ Batam dan Batam Pos, Bangun Sinergi untuk Kebermanfaatan Umat

0
Jajaran pengurus LAZ Batam foto bersama manajemen batampos

batampos – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Batam Pos pada Jumat (5/12) sebagai bentuk kolaborasi penyebaran informasi dan peningkatan program sosial di Kota Batam.

Pertemuan berlangsung hangat menjadi ruang diskusi untuk membangun sinergi baru demi memperluas kebermanfaatan bagi masyarakat.

Dalam kunjungan ini, LAZ Batam menyampaikan program mengenai bantuan donasi untuk korban banjir Sumatra yang saat ini membutuhkan bantuan.

LAZ Batam menilai kehadiran media memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian bersama untuk menjangkau informasi ini kepada publik.

BACA JUGA: Program Perdana LAZ Batam di Luar Kota, Bintan Jadi Titik Awal Penyaluran

“Terima kasih pak Yusuf dan rekan – rekan atas sambutan silaturahmi. Kami berharap kerja sama dengan Batam Pos dapat membantu saudara – saudari kita yang ada di Sumatra dengan bantuan donasi berupa makanan kering,” ujar Ketua LAZ Batam, Syarifuddin ST MEI.

Sementara itu, pihak Batam Pos menyambut baik kunjungan dan menyatakan siap mendukung berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Media dinilai memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam bidang sosial keagamaan.

“Batam Pos selalu terbuka untuk kolaborasi yang membawa manfaat bagi masyarakat. Kami siap bekerja sama dalam publikasi bersama LAZ Batam untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” kata Direktur Online Batam Pos, Raden Yusuf Hidayat.

Sinergi antara lembaga zakat dan media dinilai mampu memberikan dampak lebih luas dalam menggerakkan masyarakat untuk peduli dan berbagi.

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi yang semakin erat.(*)

Reporter Juliana Belence

Artikel Silaturahmi LAZ Batam dan Batam Pos, Bangun Sinergi untuk Kebermanfaatan Umat pertama kali tampil pada Metropolis.

Kerjasama Ekonomi Singapura – Malaysia Melonjak, Tembus 5,5 Miliar Dolar

0

Batampos – Kerjasama ekonomi Singapura dan Malaysia mengalami peningkatan signifikan di dua tahun terakhir. Khususnya perkembangan Johor–Singapore Special Economic Zone (SEZ). Sejak Januari 2024, perusahaan-perusahaan berbasis Singapura telah mengucurkan investasi lebih dari S$5,5 miliar (US$4,2 miliar) ke kawasan ekonomi khusus tersebut.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim (kiri) dan PM Singapura Lawrence Wong (kanan), Bertemu di Singapura dalam 60 tahun peringatan hubungan bilateral kedua negara. F Lawrence Wong channel.

“Kami baru memulai. Potensi pertumbuhan ke depan jauh lebih besar, terutama dengan konektivitas transportasi yang diperkuat,” ujar Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong dalam pertemuan peringatan Hubungan Bilateral ke 60 kedua negara itu di Singapura, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (5/12/2025).

BACA JUGA:
Maskapai IndiGo Batalkan 1.200 Penerbangan, Sejumlah Bandara India Alami Kekacauan

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menyebukan, kerjasama ekonomi khususnya SEZ ini menjadi contoh spektakuler kedua negara. “Ini keberhasilan kerja sama yang lahir dari kepercayaan mendalam antarkedua negara, serta mencatat lonjakan investasi besar-besaran di Johor Bahru,” ujarnya.

Selain kerjasama ekonomi, kemitraan energi antar kedua negara juga menunjukkan kemajuan. Otoritas Pasar Energi Singapura telah memberikan persetujuan awal untuk impor listrik rendah karbon dari Sarawak, salah satu negara bagian di Malaysia. Ada pula rencana menambah kapasitas perdagangan listrik lintas batas melalui interkonektor kedua.

“Upaya ini akan membawa kita lebih dekat ke masa depan rendah karbon serta mendukung pengembangan ASEAN Power Grid,” ujar Wong.

Baik PM Wong maupun PM Anwar sepakat terus memperkuat kemitraan strategis yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara. “Saya menantikan kerja sama yang lebih erat untuk mengangkat kesejahteraan warga kedua negara pada masa depan,” tutup Wong optimis. (*)

Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK

Artikel Kerjasama Ekonomi Singapura – Malaysia Melonjak, Tembus 5,5 Miliar Dolar pertama kali tampil pada News.

Ketika Sukacita Natal Menjadi Aksi Nyata: Pemuda Batam Galang Dana untuk Saudara Terdampak Bencana di Sumatera

0

batampos– Perayaan Natal Oikumene Pemuda Se-Kota Batam 2025 di Gereja GBKP Batam Center pada Kamis (4/12) berubah menjadi momen solidaritas yang mengharukan. Di tengah sukacita Natal, para pemuda dari puluhan gereja di Batam menggalang dana spontan untuk membantu korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Mat. 1:21–24). Tema ini menemukan makna baru ketika ratusan pemuda menyadari bahwa keluarga yang dimaksud bukan hanya keluarga gereja, tetapi juga saudara-saudara sebangsa yang sedang mengalami bencana.

“Keluarga Allah itu luas—mencakup mereka yang kini sedang kehilangan keluarga, rumah, kehilangan harta, bahkan kehilangan harapan,” ujar Rikson Tampubolon, Ketua Komisi Pemuda PGI (Persekutuan Gereja–Gereja di Indonesia) Wilayah Kepri.

”Iman tanpa perbuatan hakikatnya mati,” ujar Rikson sambil mengajak melihat Natal sebagai panggilan untuk hadir bagi mereka yang menderita.

Momen paling menyentuh terjadi ketika kantung persembahan dijalankan dari depan hingga ke barisan paling belakang. Tanpa perlu seruan atau instruksi panjang, seluruh pemuda dan tamu undangan berdiri dan turut berpartisipasi. Satu per satu, mereka memasukkan donasi—mulai dari uang receh hasil urunan hingga amplop berisi persembahan pribadi.

BACA JUGA: BPTD dan Polresta Barelang Siapkan Pengamanan Alur Kendaraan Jelang Natal dan Tahun Baru 2026

Gerakan spontan ini menjelma menjadi pemandangan indah, di mana setiap tangan yang terulur mencerminkan kepedulian dan kasih yang nyata bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana.

Ketua Panitia Natal, Rinto Seprian, menyampaikan keprihatinan dan rasa terharu:
“Natal bukan hanya tentang bersukacita, tetapi juga tentang memikul beban bersama,” kata Rinto.

“Ketika melihat video banjir yang menenggelamkan rumah saudara-saudara kita, kami sadar bahwa keluarga yang harus kita selamatkan bukan hanya yang hadir di ruangan ini. Donasi ini adalah lilin kecil yang kami kirimkan untuk mereka di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” bebernya.

Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui jaringan gereja dan lembaga terpercaya di daerah terdampak untuk kebutuhan mendesak para korban. Jumlah donasi dan bukti pengiriman akan di dokumentasikan di media sosial Komisi Pemuda.

Ibadah Natal tahun ini dipimpin oleh Pendeta Iman Zebua, yang membawakan renungan penuh penguatan tentang kasih Allah yang hadir bagi keluarga manusia. Perayaan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan PGI, termasuk Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PGI Wilayah Batam dan Kepri.

Selain itu, hadir pula tamu undangan dari unsur pemerintah dan legislatif, yakni perwakilan Wali Kota Batam—Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudy Panjaitan—serta perwakilan Anggota DPR RI Dapil Kepri, Sturman Panjaitan. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana adalah simpul kebersamaan yang melampaui denominasi gereja maupun struktur pemerintahan.

Acara yang diisi paduan suara pemuda, drama musikal, dan doa lintas gereja ini bukan hanya mengangkat semangat Natal, tetapi juga menunjukkan bahwa pemuda gereja Batam adalah generasi yang peduli, bersatu, bergerak, dan menghidupi Injil melalui tindakan kasih. (*)

Artikel Ketika Sukacita Natal Menjadi Aksi Nyata: Pemuda Batam Galang Dana untuk Saudara Terdampak Bencana di Sumatera pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Natuna Kirim 1,5 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra

0
Sekda Natuna, Boy Wijanarko (baju batik) memantau langsung proses pemasukkan bantuan ke dalam pesawat milik TNI AU. F. Boy Wijanarko untuk Batam Pos.

batampos – Warga Kabupaten Natuna mengirim bantuan kemanusiaan seberat 1.567 kilogram berupa pakaian dan makanan kering untuk korban bencana alam di wilayah Sumatra, yakni Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan pesawat CN-295 tail number A-2903 dari Lanud Raden Sadjad, Jumat (5/12). Pengiriman dilakukan setelah seluruh barang selesai dihimpun dan dikemas oleh petugas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko, mengatakan bantuan yang terkumpul merupakan sumbangan langsung dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas lokal. Warga mengantarkan bantuan ke posko utama di kawasan Pantai Piwang.

“Alhamdulillah masyarakat kita banyak yang membantu. Bantuan datang dari berbagai kalangan,” ujar Boy.

Pakaian layak pakai menjadi jumlah terbesar dalam pengumpulan bantuan ini. Selain itu, terdapat mi instan, biskuit, serta makanan kering lainnya yang dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Pengumpulan dilakukan secara terbuka dan warga bisa datang kapan saja untuk menyalurkan donasi. Relawan kemudian memilah, menimbang, serta mengemas ulang seluruh barang sebelum diberangkatkan.

Boy menyebut antusiasme warga menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Natuna terhadap daerah lain yang sedang tertimpa musibah. Menurutnya, hal ini juga menjadi bentuk balas budi atas bantuan yang pernah diterima Natuna di masa lalu.

“Beberapa tahun lalu Natuna juga sempat tertimpa musibah, dan saudara-saudara kita langsung membantu. Sekarang giliran kita hadir untuk mereka,” ucap Boy.

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan berasal dari masyarakat, sementara pemerintah daerah hanya memfasilitasi proses penyaluran.

“Ini bukti nyata kolaborasi antarwarga. Natuna selalu siap membantu saudara kita yang membutuhkan,” tegasnya.

Dengan pemberangkatan ini, pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat segera diterima para korban dan meringankan beban mereka. Posko donasi juga masih tetap dibuka apabila masyarakat kembali ingin menyalurkan bantuan lanjutan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Warga Natuna Kirim 1,5 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra pertama kali tampil pada Kepri.

Waspada Cuaca Ekstrim, KSOP Terbitkan Maklumat Pelayaran

0

Air laut terlihat pasang tinggi di Pelabuhan Tanjungabalai Karimun. f. sandi

batampos– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrim di wilayahperairan setempat. Sejak akhir November 2025, KSOP secara resmi telah mengeluarkan Navigational Warning atau Maklumat Pelayaran yang ditujukan kepada seluruh operator perusahaan pelayaran di wilayah kerjanya.

Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Captain Supendi yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (4/12) mengatakan, penerbitan maklumat ini merupakan bentuk peringatan dini dan langkah antisipasi demi keselamatan pelayaran.

”Maklumat ini adalah peringatan untuk semua operator pelayaran yang ada di wilayah kerja kita. Keselamatan adalah prioritas utama, terutama menjelang dan selama masa yang berpotensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemerintah Karimun Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Perlu diketahui, katanya, KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini dilakukan sebagai upaya memonitor kondisi cuaca secara akurat. BMKG sebagai badan yang memiliki kelengkapan alat dalam melihat kondisi cuaca. Sehingga, setiap siara cuaca yang keluar dari BMKG bisa jadi pedoman untuk pelayaran.

”Setiap ada broadcast atau siaran informasi cuaca dari BMKG, maka kami teruskan secara berkala ke perusahaan atau operator pelayaran. Sehingga, dapat disampaikan kepada nakhoda kapal. Termasuk juga kita mengirimkan siaran informasi cuaca ke pos-pos penjagaan KSOP. Dengan demikian, semua pihak dapat mengetahui kondisi cuaca terkini. Bahkan, setiap ada update atau pembaharuan kondisi cuaca dari BMKG akan langsung kami sampaikan kepada seluruh stakeholder terkait,” papar Supendi.

Berdasarkan prediksi BMKG, lanjut Supendi, potensi cuaca ekstrim untuk wilayah Kabupaten Karimun diperkirakan berlangsung mulai Kamis (4/12) hingga Rabu (10/12). Terkait hal ini, KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun meningkatkan intensitas pemeriksaan terhadap kapal-kapal penumpang. Pemeriksaan rutin ini bertujuan memastikan bahwa setiap kapal yang akan mengangkut penumpang benar-benar layak berlayar.

”Tujuannya tidak lain untuk menjamin keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal sampai di tujuan. Para nakhoda kapal juga diminta untuk selalu waspada, memonitor kondisi cuaca di daerah tujuan dan memastikan perangkat radio komunikasi di kapal berfungsi dengan baik. Karena, keselamatan pelayaran merupakan yang utama,” jelasnya.

Meski demikian, sambung Supendi, memasuki hari pertama (Kamis, red) kondisi cuaca terpantau bagus, meski diselimuti mendung. Dan, untuk penundaan keberangkatan kapal penumpang tidak ada pada hari ini (Kamis). Namun, beberapa hari lalu memang ada kapal penumpang yang ditunda disebabkan kondisi cuaca memang buruk. Namun, penundaan dilakukan hanya beberapa jam saja atau tidak sampai satu hari. Intinya, KSOP akan memprioritaskan keselamatan dan tidak akan mengizinkan keberangkatan jika berpotensi membahayakan. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Waspada Cuaca Ekstrim, KSOP Terbitkan Maklumat Pelayaran pertama kali tampil pada Kepri.

Romo Paschal Desak Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Eksploitasi di Balik Pembunuhan Putri

0
Ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP), Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos.

batampos – Kasus pembunuhan sadis terhadap Dwi Putri Aprilian Dini (25) kembali memicu gelombang kritik publik. Sorotan paling tajam datang dari tokoh gereja dan pejuang kemanusiaan, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal, dari Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP).

Ia menegaskan penyidikan tak boleh berhenti pada empat tersangka utama: Wilson Lukman alias Koko, Anik alias Mami, Salmiati, dan Putri Angelina

Menurut Romo Paschal, kekerasan yang berujung kematian Putri bukan sekadar tindak kriminal personal, melainkan berpotensi mengarah pada pola eksploitasi terstruktur yang telah lama berlangsung. Karena itu, ia mendesak Polri menyelidiki kasus ini secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya praktik perdagangan orang.

Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan TPPO di Kasus Pembunuhan Dwi Putri Aprilian Dini

“Kekerasan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai tindakan individu. Ada pola eksploitasi yang terstruktur dan dibiarkan lama. Itu harus diselidiki tuntas,” ujar Romo Paschal, Jumat (5/12).

Ia mengingatkan bahwa publik pernah menyaksikan kasus besar yang mendadak meredup tanpa kejelasan. Karena itu ia menegaskan siap mengawal proses hukum agar tidak ada upaya penutupan informasi.

“Saya akan mengawal agar proses ini tidak ditutup-tutupi. Penyidikan jangan berhenti pada pelaku eksekutor,” katadia. Romo Paschal mendorong penyidik menelusuri kemungkinan aliran keuntungan hasil eksploitasi ke berbagai pihak.

“Kalau aparat serius memberantas perdagangan orang, semua agensi LC di Batam harus diperiksa. Pastikan tidak ada eksploitasi, kekerasan, atau TPPO seperti yang dilakukan Wilson dan kawan-kawan,” katanya.

Ia bahkan menantang Wilson untuk membuka seluruh informasi yang diketahuinya demi mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Harusnya dia buka suara. Ada tidak setoran bulanan ke pihak tertentu? Jangan-jangan ini bukan hal baru, dan mungkin pernah dibiarkan,” ujar Romo.

Romo mengaku memperoleh informasi awal dari rumah sakit tempat korban dibawa. Dokumen medis disebut menunjukkan tanda kekerasan berat.

“Dari dokumentasi pemeriksaan terlihat indikasi kuat penganiayaan ekstrem sebelum korban meninggal,” jelasnya.

Ia mendesak agar penyidikan tidak hanya dilakukan pada tingkat Polsek. “Kasus ini perlu diperluas untuk melihat apakah ada pola eksploitasi atau jaringan yang beroperasi,” ujarnya

Sebelumnya, Polsek Batuampar mengungkap bahwa pembunuhan bermula dari video rekayasa yang dibuat Anik bersama Salmiati. Video tersebut menampilkan seolah Anik dicekik korban, memicu kemarahan Wilson yang tidak mengetahui bahwa adegan itu palsu.

“WL tidak tahu video itu rekayasa. Ia langsung emosi setelah melihat pacarnya seakan dicekik korban,” ungkap Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Amrullah.

Penyidik menemukan korban mengalami kekerasan brutal selama tiga hari: dipukul, ditendang, ditampar, dibenturkan ke dinding, dipukul dengan sapu lidi dan kayu, diikat menggunakan lakban dan borgol, hingga disemprot air dalam keadaan telanjang.

Pada salah satu rangkaian penyiksaan, hidung korban disemprot air hampir dua jam saat mulutnya dilakban.

Tiga pelaku perempuan Anik, Putri Angelina, dan Salmiati berperan aktif mengawasi, membeli lakban, hingga mengikat korban.

Saat korban tidak lagi merespons, para pelaku panik. Mereka memanggil bidan dan Wilson membeli tabung oksigen, namun Putri tidak terselamatkan. Jenazah kemudian dibawa ke RS Elisabeth Sei Lekop menggunakan identitas palsu “Mr X”, untuk menyamarkan kejahatan.

Wilson, Anik, Salmiati, dan Putri Angelina sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 340 KUHP jo 338 jo 55, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, seumur hidup, atau hukuman mati.

Namun Romo Paschal menegaskan penyidikan tidak boleh berhenti pada empat tersangka ini. “Transparansi penting agar praktik yang berlangsung lama tidak kembali dibiarkan,” ujarnya.

Masyarakat kini menunggu keterbukaan aparat penegak hukum, apakah kasus ini benar-benar berhenti di level pelaku lapangan atau akan mengungkap dugaan jaringan eksploitasi yang lebih besar di Batam. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Romo Paschal Desak Polisi Bongkar Dugaan Jaringan Eksploitasi di Balik Pembunuhan Putri pertama kali tampil pada Metropolis.

KSOP Prediksi Kenaikan Penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang Saat Nataru

0
Para penumpang kapal memadati di ruang tunggu Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Jumlah penumpang kapal yang datang dan berangkat melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kasubbag Tata Usaha KSOP Tanjungpinang, Harry Priambodo mengatakan arus kedatangan diproyeksikan naik 2 persen dan keberangkatan naik 7 persen. Secara angka, diperkirakan ada sekitar 83.878 penumpang datang dan 86.807 penumpang berangkat selama puncak libur akhir tahun.

“Untuk tahun ini diprediksi naik dari tahun lalu. Karena kita melihat kondisi penumpang sejak dua tahun lalu yang terus mengalami kenaikan,” kata Harry, Jumat (5/11).

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sebanyak 45 armada disiapkan melayani rute domestik dan antardaerah. Terdiri dari dua kapal perintis Sabuk Nusantara 48 dan 36, serta 37 kapal cepat menuju Batam, Lingga hingga Karimun.

“Nanti ada juga enam kapal cepat yang disiapkan sebagai armada cadangan untuk rute domestik dan internasional,” ujarnya.

Selain itu, operator kapal menyediakan satu kapal tambahan jika dibutuhkan saat penumpang memadati pelabuhan pada H-3 sampai H+3 Nataru.

Harry menegaskan petugas akan memberangkatkan kapal setelah seluruh kursi terisi penuh, terutama pada rute Tanjungpinang–Punggur. Ia juga mengimbau masyarakat tidak memaksa naik kapal melebihi kapasitas.

“Keselamatan penumpang yang paling utama,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel KSOP Prediksi Kenaikan Penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang Saat Nataru pertama kali tampil pada Kepri.