Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 602

Konsumsi BBM di Batam Turun Selama Libur Nataru

0
Sejumlah motor mengisi BBM di salah satu SPBU. Sejumlah SPBU di Batam diketahui kosong persediaan pertamax. f. syaban

batampos – Momentum libur akhir tahun 2025 serta arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak memberikan lonjakan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Batam. Aktivitas masyarakat justru cenderung menurun, seiring karakter Batam yang bukan merupakan daerah tujuan mudik utama.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus, mengatakan selama periode libur akhir tahun pola konsumsi BBM di Batam relatif turun. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain yang umumnya mengalami peningkatan konsumsi akibat arus mudik dan wisata.

“Batam bukan daerah tujuan mudik utama. Aktivitas masyarakat cenderung normal karena sebagian besar tetap bekerja, sementara sebagian lainnya justru pulang kampung. Jadi konsumsi BBM relatif turun,” ujar Bagus, Minggu (4/1).

Baca Juga: Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

Meski konsumsi menurun, Bagus berharap penyesuaian harga BBM yang dilakukan Pertamina dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penurunan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, dinilai menjadi peluang bagi konsumen untuk beralih ke bahan bakar dengan kualitas lebih baik.

Selama ini, mayoritas pengguna kendaraan di Batam masih memilih BBM jenis Pertalite. Dengan harga Pertamax yang kini lebih terjangkau, Pertamina berharap terjadi pergeseran pola konsumsi.

“Biasanya masyarakat menggunakan Pertalite. Dengan harga Pertamax yang sekarang lebih kompetitif, kami harap bisa menjadi alternatif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Menurut Bagus, penggunaan BBM dengan kualitas lebih tinggi tidak hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga lebih ramah terhadap mesin dalam jangka panjang. Karena itu, Pertamina terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan.

Selain penyesuaian harga, Pertamina juga menyediakan berbagai program promo yang dapat dimanfaatkan konsumen melalui aplikasi MyPertamina.

“Silakan pantau aplikasinya. Promo cukup sering hadir dan bisa memberikan manfaat tambahan bagi konsumen,” ujarnya.

Bagus menegaskan, Pertamina Patra Niaga Kepri akan terus memastikan ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman serta pelayanan SPBU tetap berjalan optimal, termasuk selama periode libur dan awal tahun.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Di wilayah Kepulauan Riau, harga Pertamax tercatat turun dari Rp13.350 menjadi Rp12.950 per liter atau turun Rp400. Pertamax Turbo turun Rp350 dari Rp14.350 menjadi Rp14.000 per liter. Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp1.400 dari Rp15.600 menjadi Rp14.200 per liter, serta Dexlite yang turun Rp1.200 dari Rp15.300 menjadi Rp14.100 per liter.

Sementara itu, khusus wilayah Batam Free Trade Zone (FTZ), harga BBM nonsubsidi lebih rendah. Pertamax kini dibanderol Rp11.850 per liter dari sebelumnya Rp12.250. Pertamax Turbo turun dari Rp13.100 menjadi Rp12.750 per liter. Pertamina Dex turun Rp1.400 menjadi Rp12.900 per liter, sedangkan Dexlite turun menjadi Rp12.800 per liter. (*)

Artikel Konsumsi BBM di Batam Turun Selama Libur Nataru pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Pastikan Ibu Melahirkan di KMP Lome Meninggal di Rumah Sakit, Bukan di Kapal

0
Petugas mengevakuasi seorang ibu bernama Asmidar usai melahirkan di atas kapal KMP Lome setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Sabtu (3/1). F. Istimewa

batampos – Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memberikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang penumpang perempuan usai melahirkan secara darurat di atas kapal roro KMP Lome, Sabtu (3/1).

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, mengatakan sejak laporan pertama diterima oleh perwira jaga, nahkoda kapal langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat.

“Begitu menerima laporan, nahkoda segera memobilisasi bantuan medis di atas kapal, menyiapkan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar pasien terpenuhi,” ujar Andri dalam keterangan resmi, Minggu (4/1).

Baca Juga: Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

Ia menjelaskan, proses persalinan berlangsung di atas kapal dengan pendampingan penumpang lain yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan. Bayi perempuan berhasil dilahirkan dalam kondisi selamat.

Namun, setelah proses persalinan, kondisi ibu menunjukkan tanda-tanda komplikasi. Nahkoda kemudian berkoordinasi dengan manajemen ASDP Cabang Batam untuk meminta dukungan penanganan medis lanjutan.

“Koordinasi lintas instansi langsung kami lakukan, melibatkan Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, hingga KP3 untuk memastikan penanganan terbaik bagi pasien,” katanya.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Menurut Andri, opsi evakuasi medis di tengah laut sempat dipertimbangkan dan dipersiapkan. Namun, berdasarkan asesmen bersama seluruh instansi terkait, kondisi cuaca, gelombang, dan angin dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan pemindahan pasien antar kapal.

“Dengan mengedepankan keselamatan jiwa, disepakati kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien selama pelayaran,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, proses evakuasi segera dilakukan. Ambulans yang telah disiagakan langsung membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Di rumah sakit, diketahui penumpang tersebut telah meninggal dunia. Jadi, yang bersangkutan bukan meninggal di atas kapal,” tegas Andri.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Ia menambahkan, seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terkoordinasi, mulai dari pendampingan keluarga, penanganan jenazah, hingga pemulangan bayi yang dinyatakan dalam kondisi sehat. Manajemen ASDP juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah.

Terkait standar operasional prosedur (SOP) bagi penumpang yang sedang hamil, Andri mengaku masih akan melakukan konfirmasi lebih lanjut ke kantor pusat ASDP.

“Untuk SOP penumpang hamil, saya akan konfirmasi ke pusat terlebih dahulu agar informasinya akurat,” katanya. (*)

Artikel ASDP Pastikan Ibu Melahirkan di KMP Lome Meninggal di Rumah Sakit, Bukan di Kapal pertama kali tampil pada Metropolis.

Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

0
Evakuasi penumpang KMP Lome di Pelabuhan Telaga Punggur Batam.
Petugas mengevakuasi seorang ibu bernama Asmidar usai melahirkan di atas kapal KMP Lome setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Sabtu (3/1). F. Istimewa

batampos – Seorang ibu asal Batam meninggal dunia usai melahirkan secara darurat di atas kapal roro KMP Lome yang tengah berlayar di perairan Kepulauan Riau, Sabtu (3/1). Bayi perempuan yang dilahirkannya berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut terjadi saat KMP Lome berlayar dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Korban diketahui bernama Asmidar (38), seorang ibu rumah tangga yang tiba-tiba mengalami kontraksi hebat ketika kapal masih berada di tengah laut.

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi. Dalam keterbatasan fasilitas medis di atas kapal, Asmidar terpaksa menjalani proses persalinan darurat.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Tim medis gabungan dari Balai Karantina Kesehatan, KSOP Khusus Batam, serta aparat kepolisian yang berada di kapal berupaya memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Seorang bayi perempuan akhirnya lahir dalam kondisi selamat.

Namun, kondisi Asmidar terus menurun setelah proses persalinan. Ia segera dievakuasi setibanya kapal di Batam dan dilarikan ke Rumah Sakit Soedarsono Darmosoeiwito untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sayangnya, nyawa Asmidar tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, memastikan bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat dan saat ini masih berada dalam pengawasan medis.

“Bayinya selamat dan masih menjalani perawatan,” ujar Takwim.

Jenazah almarhumah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara bayi perempuan tersebut masih mendapatkan perawatan intensif guna memastikan kondisi kesehatannya stabil. (*)

Artikel Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat pertama kali tampil pada Metropolis.

Antrean Membeludak di Pelabuhan Karimun, WNA Kembali ke Singapura dan Malaysia

0
Penumpang internasional memadati Pelabuhan Tanjung Balai Karimun saat arus balik Tahun Baru.
Petugas SPMT Tanjungbalai Karimun ketika mengecek pas pelabuhan calon penumpang tujuan Singapura dan Malaysia di Pelabuhan International Tanjungbalai Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos

batampos – Arus balik penumpang di Pelabuhan Penumpang Tanjungbalai Karimun terpantau padat, Minggu (4/1), seiring kepulangan warga negara asing (WNA) ke negara asal masing-masing usai libur Tahun Baru 2026. Kepadatan terjadi baik pada penumpang internasional maupun domestik, meski masih dalam kondisi terkendali.

Kepala Terminal PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjungbalai Karimun, Raja Heri, mengatakan meskipun terjadi lonjakan penumpang, operasional pelabuhan tetap berjalan normal tanpa penambahan armada kapal.

“Alhamdulillah masih normal, tidak ada penambahan kapal baik untuk rute domestik maupun internasional. Namun untuk penumpang internasional tujuan Singapura dan Malaysia memang cukup padat,” ujar Raja Heri.

Baca Juga: Pecinta Minuman Segar, Tianlala Fruit Tea Kini Hadir di Karimun

Menurutnya, seluruh calon penumpang masih tertampung dengan baik di ruang tunggu pelabuhan. Untuk penumpang domestik, pihak pengelola telah melakukan antisipasi melalui renovasi dan penataan ulang ruang tunggu agar tetap nyaman.

Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, arus penumpang libur Tahun Baru 2026 justru mengalami penurunan sebesar 19,6 persen dibandingkan periode pergantian tahun 2024–2025 yang sempat melonjak hingga 69,6 persen.

Hal serupa juga terjadi pada arus puncak Natal. Pada 2025, peningkatan penumpang tercatat sekitar 17 persen, lebih rendah dibandingkan Natal 2024 yang mencapai 30,5 persen.

Baca Juga: Wisman Perdana 2026 Tiba di Karimun, Bupati Sambut dengan Nuansa Melayu

“Meski begitu, hari ini tetap terlihat padat. Ada kenaikan sekitar 5 persen, baik penumpang datang maupun berangkat. Namun kami pastikan seluruh penumpang mendapat tempat duduk yang layak,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan penumpang mancanegara, mayoritas wisatawan Malaysia yang datang bersama keluarga, mengantre memasuki ruang tunggu internasional dengan membawa koper dan oleh-oleh khas Karimun.

“Besok anak-anak sudah masuk sekolah, jadi kami pulang hari ini, ferry terakhir ke Malaysia. Sudah dua minggu liburan di Karimun,” ujar Nora, wisatawan asal Johor. (*)

Artikel Antrean Membeludak di Pelabuhan Karimun, WNA Kembali ke Singapura dan Malaysia pertama kali tampil pada Kepri.

Libur Sekolah Berakhir, Dua Pelabuhan di Lingga Dipadati Penumpang

0
Penumpang memadati Pelabuhan Jagoh Lingga pada hari terakhir libur sekolah.
Aktivitas Pelabuhan Jagoh saat armada laut dari Kota Tanjungpinang dan Batam menurunkan penumpang, Minggu (04/01). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Aktivitas penumpang di Pelabuhan Jagoh dan Pelabuhan Sungai Tenam, Kabupaten Lingga, terpantau padat pada hari terakhir libur sekolah. Kepadatan didominasi penumpang yang datang dari luar daerah, khususnya dari Kota Tanjungpinang dan Kota Batam, sejak awal Januari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, mengatakan puncak arus kedatangan penumpang terjadi sejak 3 Januari 2026 hingga Minggu (4/1).

“Sejak semalam penumpang yang datang dari luar daerah sangat ramai. Mayoritas berasal dari Tanjungpinang dan Batam. Hal ini karena pada Senin, 5 Januari 2026, aktivitas sekolah sudah kembali normal,” ujar Hendry.

Baca Juga: Tak Hanya Lingga, Penerbangan Perintis di Anambas Juga Ganti Maskapai Mulai 2026

Menurutnya, meskipun terjadi lonjakan penumpang, ketersediaan armada kapal masih mampu mengakomodasi arus kedatangan menuju Lingga.

“Untuk rute Tanjungpinang–Lingga disiapkan dua armada kapal, sementara rute Batam–Lingga dilayani satu armada,” jelasnya.

Namun demikian, Hendry mengakui masih terdapat warga Lingga yang belum terlayani, khususnya penumpang dari Batam yang kehabisan tiket karena tingginya permintaan.

“Ada laporan warga Lingga yang belum kebagian tiket dari Batam karena sudah habis,” katanya.

Baca Juga: HUT ke-80 HAB, Batam Pos Diganjar Penghargaan Kanwil Kemenag Kepri

Pemerintah Kabupaten Lingga, lanjut Hendry, akan berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar seluruh masyarakat Lingga yang hendak kembali dari luar daerah dapat terlayani dengan baik.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat Lingga yang ingin pulang dari luar daerah bisa terangkut seluruhnya,” pungkasnya. (*)

Artikel Libur Sekolah Berakhir, Dua Pelabuhan di Lingga Dipadati Penumpang pertama kali tampil pada Kepri.

Penumpang Pelabuhan Bulang Linggi Bintan Naik hingga 22 Persen Saat Libur Nataru

0
Penumpang memadati Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban Bintan saat libur Natal dan Tahun Baru.
Penumpang antre membeli tiket di loket sebelum berangkat menggunakan speedboat di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Jumlah penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kenaikan penumpang tercatat berkisar antara 7 hingga 22 persen per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Kantor UPP Kelas I Tanjunguban Hotma Tua CH Pangaribuan melalui Kepala Pos Kerja Pelabuhan Bulang Linggi Rahmat mengatakan, lonjakan penumpang sudah terlihat sejak Hari Natal hingga puncak libur Tahun Baru.

“Rata-rata ada peningkatan sekitar 7 sampai 22 persen per hari dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama,” kata Rahmat.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Petani Bintan Utara Tanam Padi Gogo di Lahan 1 Hektare

Berdasarkan data Pos Pelabuhan Bulang Linggi, pada 25 Desember 2024 jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 746 orang dan yang berangkat 664 orang, dengan tingkat keterisian sekitar 61,94 persen.

Sementara pada 25 Desember 2025, jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 1.093 orang dan yang berangkat 1.094 orang, dengan tingkat keterisian mencapai 84,74 persen. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan juga terjadi pada 31 Desember. Pada 31 Desember 2024, jumlah penumpang yang tiba tercatat 715 orang dan yang berangkat 785 orang, dengan persentase 68,44 persen.

Baca Juga: Kemenpar Dorong Event Pariwisata Bintan Punya Narasi Kuat, Pesta Gonggong Jadi Andalan

Sedangkan pada 31 Desember 2025, jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 976 orang dan yang berangkat 987 orang, dengan persentase 76,28 persen. Peningkatan pada tanggal tersebut tercatat sekitar 7,84 persen.

Sementara itu, pada 1 Januari 2025 jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Bulang Linggi tercatat 747 orang dan yang berangkat 766 orang, dengan persentase 66,55 persen.

Pada 1 Januari 2026, jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 1.018 orang dan yang berangkat 1.054 orang, dengan persentase 75,94 persen. Dengan demikian, kenaikan persentase mencapai sekitar 9,39 persen.

Rahmat menambahkan, selama periode libur Nataru, jumlah penumpang yang datang dan berangkat relatif seimbang setiap harinya.

Baca Juga: Bedah Rumah PWI Bintan di Teluk Sasah Capai 55 Persen, Target Rampung Sebelum HPN 2026

“Kalau misalnya yang datang sekitar 800 orang, yang berangkat biasanya juga di kisaran angka itu. Selisihnya tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Ia juga mencatat cukup banyak wisatawan asal Malaysia yang masuk ke Bintan melalui Pelabuhan Bulang Linggi. Sebagian besar diduga berkunjung ke destinasi wisata unggulan seperti Lagoi dan Gurun Pasir Telaga Biru.

“Banyak yang datang pagi, sore sudah kembali lagi,” katanya.

Rahmat mengimbau seluruh penumpang untuk tetap waspada karena saat ini wilayah perairan Bintan sudah memasuki musim angin utara dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kalau cuaca kurang baik, arus pelayaran bisa dialihkan. Setelah aman, baru kembali ke jalur luar,” pungkasnya. (*)

Artikel Penumpang Pelabuhan Bulang Linggi Bintan Naik hingga 22 Persen Saat Libur Nataru pertama kali tampil pada Kepri.

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Dabo Singkep

0
Petugas mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Dabo Singkep, Lingga.
Petugas Damkar bersama BPBD dan personel Polsek Dabo saat mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga, Minggu (04/01). F. Istimewa

batampos – Sebuah rumah milik warga di kawasan Asrama Polisi (Aspol), RT 006 RW 007, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, tertimpa pohon sukun yang tumbang akibat angin kencang, Minggu (4/1) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Pohon tumbang menimpa bagian dapur rumah warga dan menyebabkan kerusakan cukup parah pada kuda-kuda serta atap bangunan.

Komandan Peleton (Danton) Damkar Unit Dabo Singkep Ikmal Hakim membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterima dari seorang warga bernama Encek Samsi yang datang langsung ke kantor Damkar.

Baca Juga: Mulai 8 Januari, Smart Aviation Resmi Layani Rute Perintis Bandara Dabo Singkep

“Sekitar pukul 08.45 WIB kami menerima laporan dari warga bahwa ada rumah di Aspol yang tertimpa pohon tumbang,” ujar Ikmal saat dikonfirmasi, Minggu (4/1).

Menurut Ikmal, pohon sukun tersebut tumbang akibat angin kencang yang melanda wilayah Dabo Singkep. Kondisi cuaca membuat pohon tidak mampu bertahan hingga akhirnya roboh dan menimpa dapur rumah warga.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerusakan material cukup signifikan, terutama pada bagian dapur rumah.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi kuda-kuda dan atap dapur rumah mengalami kerusakan cukup parah,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Hanya Lingga, Penerbangan Perintis di Anambas Juga Ganti Maskapai Mulai 2026

Saat kejadian, anak pemilik rumah diketahui sedang berada di dapur untuk makan. Meski tidak mengalami cedera, makanan yang ada di dapur tidak dapat dikonsumsi karena tercampur daun dan kotoran akibat pohon tumbang.

“Makanan yang sedang disiapkan tidak bisa dimakan lagi karena sudah bercampur daun dan sampah,” tambah Ikmal.

Usai menerima laporan, petugas gabungan dari Damkar, BPBD, dan Polsek Dabo Singkep langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang. Evakuasi dilakukan guna mencegah potensi bahaya lanjutan serta mengembalikan kenyamanan pemilik rumah. (*)

Artikel Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Dabo Singkep pertama kali tampil pada Kepri.

Pecinta Minuman Segar, Tianlala Fruit Tea Kini Hadir di Karimun

0

 

Owner Tianlala, Selvando, foto bersama karyawan yang siap menyajikan fruit tea dan ice cream dengan sensasi yang berbeda dengan produk lain. F. Tri Haryono/Batam Pos

batampos – Kabar gembira bagi pecinta minuman segar dan es krim di Kabupaten Karimun. Tianlala Fruit Tea and Ice Cream resmi membuka outlet cabang Karimun dan siap menawarkan berbagai pilihan minuman serta es krim dengan harga terjangkau.

Outlet Tianlala Karimun berlokasi di Ruko Nomor 3, Jalan Raja Oesman, Batu Lipai, Karimun. Gerai ini mulai beroperasi setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Owner Tianlala Selvando mengatakan, kehadiran Tianlala di Karimun diharapkan dapat menambah pilihan kuliner bagi masyarakat, khususnya bagi kalangan keluarga dan anak muda.

Baca Juga: Wisman Perdana 2026 Tiba di Karimun, Bupati Sambut dengan Nuansa Melayu

“Tianlala menawarkan perpaduan teh dengan buah-buahan segar serta es krim sebagai menu unggulan,” ujar Selvando saat grand opening, Sabtu (3/1).

Beragam menu ditawarkan, mulai dari es krim yogurt, milk tea, hingga fruit tea seperti Peach Oolong Tea, Shake a Mango Tea, dan Happy Family Bucket. Tianlala juga menghadirkan menu unik, salah satunya sundae watermelon explosion yang menjadi daya tarik tersendiri.

Dari sisi konsep, Tianlala mengusung desain bernuansa kuning dengan suasana cozy dan estetik. Konsep tersebut dihadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati minuman dan es krim.

Baca Juga: HUT ke-80 HAB, Batam Pos Diganjar Penghargaan Kanwil Kemenag Kepri

Dalam rangka grand opening, Tianlala Karimun juga memberikan promo khusus. Setiap pembelian minimal Rp50 ribu, pelanggan berhak mendapatkan es krim vanila atau es krim yogurt secara gratis.

“Silakan datang dan rasakan sensasi perpaduan teh, buah segar, dan es krim Tianlala,” tambah Selvando.

Pantauan di lokasi, grand opening Tianlala Karimun turut dimeriahkan dengan atraksi barongsai sebagai simbol peresmian outlet. Sejumlah pengunjung tampak antre untuk mencoba minuman yang tengah populer tersebut.

Salah seorang pengunjung, Wince, mengaku tertarik dengan cita rasa yang ditawarkan Tianlala. “Rasanya berbeda, lebih segar dan bikin ketagihan,” ujarnya. (*)

Artikel Pecinta Minuman Segar, Tianlala Fruit Tea Kini Hadir di Karimun pertama kali tampil pada Kepri.

Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

0
Anggota KWT menyerahkan cabai ke petugas DKPP Batam untuk dijual melalui Cabai Corner di Batam, Kepri. F. Antara/HO-DKPP Batam

batampos – Pemerintah Kota Batam membangun jalur distribusi cabai mandiri untuk mengendalikan fluktuasi harga di pasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui program Cabai Corner, kios khusus penjualan cabai yang dikelola kelompok wanita tani (KWT) binaan di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis mengatakan, Cabai Corner dirancang sebagai jalur distribusi langsung dari petani lokal ke konsumen tanpa melalui perantara atau tengkulak.

“Skemanya jelas. Kami ingin memutus mata rantai tengkulak sekaligus menekan inflasi pangan, khususnya komoditas cabai yang selama ini sangat fluktuatif,” ujar Mardanis.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Dalam sistem Cabai Corner, seluruh proses pemesanan hingga penyaluran dikendalikan DKPP Batam. Petani dan KWT tidak berhadapan langsung dengan pembeli maupun pengelola kios, sehingga harga dapat dikendalikan lebih stabil.

Saat ini, sebanyak 14 KWT telah menjalankan sistem dropship Cabai Corner. Pada tahap awal, program ini difokuskan sebagai proses pembelajaran bagi kelompok, mulai dari pencatatan produksi, pengelolaan distribusi, hingga komunikasi pemasaran. Seiring waktu, mekanisme tersebut dinilai semakin rapi dan stabil.

Secara keseluruhan, DKPP Batam membina 93 KWT yang terlibat dalam berbagai program penguatan produksi pangan, termasuk program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk pembibitan mandiri.

Baca Juga: Kemenhaj Batam Kawal Pelunasan BIPIH Tahap II agar Kuota Haji Tak Hangus

Dari sisi produksi, Batam mulai menunjukkan kemandirian cabai. Penanaman dilakukan di lahan seluas sekitar 15 hektare yang tersebar di Kecamatan Sei Beduk, Nongsa, dan Sagulung. Komoditas cabai menjadi salah satu prioritas penguatan pangan pemerintah kota.

Sejumlah kelompok tani, seperti Sidomukti dan Bumi Makmur, bahkan telah memulai panen dengan hasil awal mencapai sekitar 100 kilogram. Panen selanjutnya diperkirakan berlangsung bertahap hingga menjelang Ramadan karena pola tanam tidak dilakukan secara serentak.

“Tidak serentak karena keterbatasan sumber daya dan untuk mengantisipasi cuaca. Musim hujan berisiko memicu hama seperti layu dan busuk akar, sehingga waktu tanam harus diatur,” jelas Mardanis.

Baca Juga: Aktivis Buruh Batam Soroti KUHP Baru, Minta Pemerintah Lebih Peka Aspirasi Rakyat

Pendampingan teknis di lapangan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, penguatan kapasitas KWT menjadi kunci keberlanjutan program Cabai Corner.

“Cabai Corner bukan hanya soal harga murah, tetapi membangun sistem usaha pangan yang sehat dan berkelanjutan. Target kami tahun ini ada 100 Cabai Corner yang beroperasi di Batam,” tegasnya.

Ke depan, Cabai Corner juga akan dikembangkan menjadi kios pangan terpadu dengan menjual komoditas lain seperti sayuran dan beras. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi penyangga harga cabai, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kota Batam. (*)

Artikel Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner pertama kali tampil pada Metropolis.

Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

0
Ilustrasi cek tekanan darah. (F. Freepik)

batampos – Penyakit tidak menular dan infeksi saluran pernapasan masih mendominasi kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan di Kota Batam sepanjang triwulan IV 2025. Berdasarkan laporan 10 penyakit terbanyak periode Oktober–Desember 2025, hipertensi dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat sebagai kasus paling dominan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, pola penyakit pada akhir tahun relatif sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Hipertensi tetap konsisten menempati peringkat teratas.

“Sepanjang Oktober hingga Desember 2025, hipertensi esensial masih menjadi penyakit terbanyak yang ditangani di puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya. Ini menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi tantangan besar di Kota Batam,” ujar Didi, Minggu (4/1).

Baca Juga: Dinkes Batam Tegaskan Belum Ada Kasus Super Flu, Tapi Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Data Dinkes Batam mencatat, kasus hipertensi pada Oktober 2025 mencapai 6.507 pasien, turun menjadi 6.136 pasien pada November, dan kembali tercatat tinggi pada Desember sebanyak 6.095 pasien. Mayoritas penderita merupakan pasien perempuan.

Selain hipertensi, penyakit ISPA seperti batuk pilek (common cold) dan infeksi saluran pernapasan atas akut juga menempati posisi teratas. Pada Oktober 2025, kasus common cold tercatat paling tinggi dengan 7.327 pasien. Jumlah tersebut menurun pada November menjadi 5.611 pasien, dan kembali turun pada Desember menjadi 3.731 pasien.

Didi menjelaskan, lonjakan kasus ISPA pada Oktober dan November dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain perubahan cuaca dan tingginya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun.

Baca Juga: Harga Beras di Batam Melonjak, IRT dan Pedagang Makanan Mengeluh

“Peralihan musim, curah hujan, serta aktivitas masyarakat yang meningkat turut memicu kasus ISPA. Namun pada Desember mulai terlihat tren penurunan,” jelasnya.

Penyakit dispepsia atau gangguan lambung juga konsisten masuk lima besar penyakit terbanyak selama triwulan IV. Pada Oktober tercatat 3.784 kasus, November 3.016 kasus, dan Desember 2.572 kasus. Pola makan tidak teratur dan tingkat stres menjadi faktor pemicu utama.

Sementara itu, diabetes melitus tipe 2 menunjukkan angka relatif stabil, dengan kisaran 1.600 hingga 1.800 kasus per bulan. Kondisi ini menandakan penyakit metabolik masih menjadi perhatian serius di Kota Batam.

Baca Juga: Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisman pada 2026, Disbudpar Batam Siapkan Beragam Event

Selain itu, beberapa penyakit lain yang masuk dalam 10 besar selama triwulan IV 2025 antara lain nyeri otot (myalgia), radang tenggorokan (pharyngitis), penyakit gigi dan mulut, diare, serta HIV/AIDS, meski jumlah kasusnya lebih rendah dibandingkan hipertensi dan ISPA.

Didi menegaskan, Dinkes Batam terus mendorong upaya promotif dan preventif, terutama untuk menekan angka penyakit tidak menular.

“Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksakan tekanan darah, menjaga pola makan sehat, beraktivitas fisik secara teratur, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah ISPA dan penyakit lainnya,” pungkasnya. (*)

Artikel Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.