
batampos – Pelajar dari dua sekolah di Pulau Jemaja, yakni SMA Negeri 1 Jemaja dan SMK Negeri 3 Anambas mengikuti pelatihan membatik yang digelar Harbour Energy. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan baru sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pelatihan tersebut dikemas dalam bentuk workshop membatik tulis menggunakan pewarna alami yang berasal dari limbah mangrove atau bakau.
Limbah mangrove selama ini belum banyak dimanfaatkan, padahal memiliki potensi besar sebagai bahan pewarna ramah lingkungan.
Dalam pelatihan ini, para pelajar diperkenalkan mulai dari proses pengolahan limbah mangrove hingga menjadi pewarna batik siap pakai. Mereka juga diajarkan teknik dasar membatik tulis menggunakan canting di atas kain.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan batik. Dengan bimbingan instruktur, pelajar mencoba langsung menuangkan motif dan warna ke kain.
Penggunaan mangrove sebagai pewarna alami menjadi nilai utama dalam pelatihan ini. Selain ramah lingkungan, pewarna dari mangrove juga menghasilkan warna khas dan unik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif berbasis lokal.
Ketua Komunitas Konservasi Mangrove, Penyu, Alam, dan Karang (KOMPAK), Syahrul Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari edukasi lingkungan bagi generasi muda.
“Pelajar perlu dikenalkan sejak dini tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Selain melindungi pesisir dan menjadi habitat biota laut, mangrove juga memiliki nilai ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Syahrul, Jumat (9/1).
Ia menambahkan, pemanfaatan limbah mangrove sebagai pewarna batik merupakan cara cerdas menggabungkan konservasi dengan ekonomi kreatif. Dengan demikian, lingkungan tetap terjaga sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Syahrul berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan meneruskan semangat konservasi serta inovasi di masa depan.
Kegiatan membatik ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Harbour Energy yang telah berjalan sejak 2023. Program tersebut mengedepankan pemanfaatan limbah mangrove agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Melalui program ini, Harbour Energy mendorong pelajar dan masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, sehingga pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan keterampilan dan ekonomi masyarakat. (*)
Artikel Workshop Batik Mangrove di Jemaja Tanamkan Kesadaran Lingkungan Pelajar pertama kali tampil pada Kepri.









