batampos – Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi mengatakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin sangat berduka atas wafatnya sang menantu, Muhammad Rapsel Ali, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (9/4).
“Iya betul Pak Rapsel (wafat). Tentu Pak Wapres sangat berduka dan berbelasungkawa mendalam,” kata Masduki dihubungi di Jakarta, Minggu.
Masduki mengatakan Rapsel yang merupakan anggota DPR RI itu wafat saat kunjungan ke daerah pemilihan di Makassar.
Seluruh staf dan karyawan Sekretariat Presiden berduka cita atas wafatnya suami dari putri Wapres Prof. Siti Nur Azizah S.H, M.Hum tersebut.
“Memang di daerah pemilihan ya, kami semua berbelasungkawa dan mendoakan mudah-mudahan husnul khatimah. Semua karyawan Setwapres berduka,” ujar Masduki.
Masduki mengatakan berdasarkan informasi Rapsel meninggal akibat serangan jantung. Dia mengatakan belum ada informasi kapan Wapres akan melayat ke rumah duka di Makassar.
Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Rapsel Ali meninggal dunia di Makassar, pukul 09.10 WITA.
Berdasarkan informasi Rapsel wafat karena serangan jantung dan disemayamkan di RS Grestelina Makassar. (*)
Para pengurus PAN yang dipimpun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertandang ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Dok/PAN)
batampos – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah mendapat dukungan dari PAN, PBB, dan Perindo untuk menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.
“Tadi barusan saudara kita dari PAN, kemarin saudara kita dari Partai Bulan Bintang, lalu kemarin saudara kita dari Perindo sudah datang untuk menyatakan bahwa visi-misi yang sama dengan Partai Gerindra dan mendukung Pak Prabowo sebagai calon presiden,” kata Dasco dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, ketiga partai itu sudah menyatakan kesiapan bergabung dengan koalisi Partai Gerindra-PKB. Nantinya, koalisi tersebut akan diberi nama Koalisi Kebangsaan. Terkait hal tersebut, Dasco mengingatkan seluruh kader dan pengurus partai politik berlambang kepala burung garuda itu terus bergerak bersama rakyat.
Hal itu diutarakan Dasco agar para pengurus dan kader tidak terlena karena elektabilitas Prabowo Subianto dan Partai Gerindra terus meningkat. “Pada seluruh pengurus Partai Gerindra dan para kader di mana pun Anda berada, dari hari ke hari, elektabilitas Partai Gerindra maupun Prabowo Subianto terus meningkat dengan pesat. Bahkan, banyak prediksi-prediksi yang menggembirakan untuk partai ataupun calon presiden kita,” kata Dasco.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar para pengurus dan kader partai untuk tidak terlena, tidak jemawa, dan terus bekerja keras untuk menjemput kemenangan. ’’Tuntaskan perjuangan Prabowo Presiden, Gerindra Menang,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan melakukan silaturahim dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu. Silaturahim dalam rangka menindaklanjuti gagasan membangun koalisi besar antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). ’’Saling berkunjung, saling menukar pandangan, bertukar pendapat dalam mencari suatu format terbaik untuk bangsa, dan negara kita,” kata Prabowo. (*)
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/4). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Kepulauan MerantiMuhammad Adil sebagai tersangka. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut, Muhammad Adil merupakan kepala daerah ke-10 di Provinsi Riau yang menyandang status tersangka KPK.
“Penetapan tersangka dan ditahannya Bupati Kepulauan MerantiMuhammad Adil oleh KPK menambah rentetan panjang praktik korupsi kepala daerah di Provinsi Riau,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Minggu (9/4).
Berdasarkan catatan ICW, sejak 2007 hingga 2023, setidaknya 10 kepala daerah Riau yang terdiri dari 3 orang gubernur, 6 orang bupati, dan 1 wali kota sudah diciduk KPK karena melakukan praktik korupsi.
“Setelah dijumlah, praktik korupsi yang dilakukan oleh 10 kepala daerah itu telah mengakibatkan kerugian negara Rp 2,2 triliun dan suap/gratifikasi sebesar Rp 18,5 miliar,” ucap Kurnia.
Kurnia mengungkapkan, maraknya kepala daerah di Provinsi Riau yang terlibat praktik korupsi harus disikapi secara serius oleh pemangku kepentingan. Pertama, pemerintah harus memperkuat fungsi Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).
Kedua, aparat penegak hukum, terutama KPK, harus memastikan supervisi pasca penindakan atau pengelolaan sistem pemerintahan di seluruh pemerintahan provinsi Riau berjalan transparan dan akuntabel.
Bahkan, jelang tahun politik, terutama pemilihan kepala daerah serentak pada November 2024, KPK harus benar-benar mengawasi kepala daerah petahana yang akan mencalonkan diri kembali.
“Hal ini penting, tren yang berkembang petahana kerap menyalahgunakan kewenangan untuk mendanai biaya kampanye politik mendatang,” ungkap Kurnia.
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil sebagai tersangka. Hal ini setelah politikus PDI Perjuangan itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, pada Kamis (6/4).
Selain M. Adil, KPK juga menjerat dua pihak lainnya sebagai tersangka, keduanya yakni Kepala BPKAD Pemkab Kepulauan Meranti, Fitria Ningsih dan Pemeriksa Muda BPK Perwakilan Riau, M Fahmi Aressa.
“Pada kesempatan ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/4) malam.
Alex menjelaskan, Muhammad Adil terjerat dalam tiga kasus dugaan korupsi. Kasus pertama, terkait pemotongan anggaran seolah-olah sebagai utang kepada penyelenggara negara atau yang mewakilinya tahun 2022 sampai 2023.
Kasus kedua, dugaan korupsi penerimaan fee dari jasa travel umrah. Ketiga, kasus dugaan suap pengondisian pemeriksaan keuangan pada 2022 di Pemkab Kepulauan Meranti.
“Kegiatan tangkap tangan terhadap kepala daerah aktif ini menjadi komitmen nyata kinerja pemberantasan korupsi oleh KPK. Agar menjadi pembelajaran bagi para pejabat publik
lainnya untuk tidak melakukan korupsi, yang ujungnya hanya akan merugikan keuangan negara, serta mendegradasi kesejahteraan dan perekonomian rakyat,” tegas Alex.
Muhammad Adil sebagai tersangka penerima suap melanggar pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Selain itu, Muhammad Adil juga sebagai pemberi melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Sementara itu Fitria Ningsih sebagai pemberi melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
M Fahmi Aressa sebagai penerima melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)
batampos – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan ucapan selamat kepada TNI AU yang kini memasuki usia 77 Tahun. Ma’ruf berharap TNI AU senantiasa berkontribusi dalam menjaga tanah air Indonesia.
Ia pun berpesan, agar para prajurit TNI AU selalu berpegang teguh pada prinsip dan jati diri TNI, sebagai garda terdepan mengawal kedaulatan bangsa.
“Kepada seluruh prajurit TNI AU, teruslah memegang teguh jati diri TNI, sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional,” kata Ma’ruf, Minggu (9/4).
Ma’ruf menyampaikan, peran dan strategis TNI AU menjadi harapan besar masyarakat. Khususnya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pemerintah, masyarakat, bangsa, dan negara menaruh harapan besar kepada TNI AU untuk tidak lelah menjaga keutuhan, kedaulatan dan keselamatan NKRI,” ucap Ma’ruf.
Lebih lanjut, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI AU atas seluruh pengorbanan yang didedikasikan demi rakyat dan negara.
“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh pengorbanan, bakti dan karya nyata TNI AU, demi rakyat dan negara,” ungkapnya.
Ma’ruf turut memberikan ucapan selamat kepada TNI AU agar senantiasa berkontribusi dalam menjaga tanah air Indonesia. “Atas nama pemerintah dan segenap rakyat Indonesia, saya mengucapkan selamat Hari TNI Angkatan Udara ke-77 kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Udara,” ujar Ma’ruf.
“Kepakkan sayapmu dan terbang lebih tinggi, untuk menjaga langit dirgantara. Dirgahayu TNI Angkatan Udara Republik Indonesia, Swa Bhuwana Paksa, Sayap Tanah Air Indonesia,” pungkasnya. (*)
Pekerjaan jalan di Busung, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, terus digesa, Jumat (7/4/2023). F.Kiriman Hermawan untuk Batam Pos.
batampos– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah Kepri terus menggesa pekerjaan box di jalan amblas, jalan Busung, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam.
Hingga Jumat (7/4/2023), pekerjaan sudah mencapai 76 persen.
“Sudah sekira 76 persen,” kata Korlap Pengawas Lapangan PPK 1.1 Balai PJN Wilayah Kepri, Hermawan saat dihubungi melalui pesan whatsapp, Jumat (7/4/2023).
Dia mengatakan, sebagian base klas A sudah dihampar dan ditimbun. Jika tidak ada halangan, pihaknya akan melakukan pengecoran plat injak.
“Hari ini Insha Allah kita akan lakukan cor plat injak,” kata dia.
Seterusnya, pihaknya akan memasang batu sayap, membuat opritan dan bahu jalan.
Satker di bawah Kementerian PUPR RI itu terus berupaya agar jalan tersebut bisa segera dilalui.
“Sebelum lebaran sudah bisa digunakan,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, akibat curah hujan tinggi membuat ruas jalan di jalan raya Busung, Lintas Barat di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, longsor dan amblas, Sabtu (4/3/2023).
Akibat jalan yang amblas, kendaraan roda empat dialihkan ke jalan lama Tanjungpinang – Tanjunguban. Sedangkan kendaraan roda dua masih masih bisa lewat setelah dibangunkan jembatan sementara yang sifatnya darurat. (*)
Aneka jenis ikat pinggang, dompet, tas dari kulit sapi asli di gerai Alexandre Seno di Counter B15-16, DC Mall, Minggu (2/4/2023). F Suprizal Tanjung
Kulit Asli, Dikejakan Sendiri
DIMANA mencari ikat pinggang, dompet, tas dari kulit sapi asli 100 persen? Anda datang saja ke gerai Alexandre Seno di Counter B15-16, DC Mall, Tanjunguma, Lubukbaja, Batam. Ada puluhan jenis aksesori dari kulit sapi di sini. Kehadiran gerai Alexandre Seno membuat julukan Batam sebagai kota industri ringan dan berat perlu ditambah dengan kota kerajinan kulit.
”Jika Anda mempunyai ikat pinggang, dompet, tas sudah longgar, lusuh, pudar, ada bercak-bercaknya, itu tandanya sebaiknya diganti dengan produk sejenis. Tentu baiknya dari bahan kulit sapi asli yang tebal dan tahan lama,” kata Pemilik Gerai Alexandre Seno, Leo Bardo (31), Senin (3/4/2023).
Alexandre Seno bisa dikatakan raja aksesori kulit sapi, pusat penjualan ikat pinggang, tas, dompet kulit asli. Kulit yang digunakan untuk membuat aksesori tadi berasal dari kulit berkualitas. Tebal, tahan dan dikerjakan dengan tangan-tangan lokal terampil anak negeri ini.
”Kita bukan dari mulai pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB,” papar Leo.
Lelaki kelahiran Padang Panjang Sumbar, 9 Januari 1992 itu menambahkan, kulit yang mereka jual, dipilih dari kulit dengan kualitas super. Kulit asli ini lalu mereka olah sendiri di Batam menjadi tas, ikat pinggang, dompet dan lainnya. Kemudian diberi merek Alexandre Seno. Usaha Mikro Kecild dan Menengah (UMKM) ini adalah hasil kreatif karya anak bangsa.
Leo yang datang bujangan ke Batam tahun 2011 lalu itu mengatakan, meskipun dikerjakan oleh SDM lokal, aksesori kulit Alexandre Seno ini tidak kalah dengan aneka produk sejenis dari luar negeri dan dari merek-merek terkenal. Merek hanyalah nama. Masalah kualitas bisa diraih dan dimiliki produsen dan perajin kulit manapun. Dan memang, tampilan tas, dompet, ikat pinggang merek Alexandre Seno terlihat sangat cantik. Saat dipegang juga terlihat kokoh dan kuat. Aroma kulitnya tak bisa disangkal. Khas produk dari kulit sapi asli. Jika dibandingkan dengan merek internasional, produk Alexandre Seno tidak kalah bersaing, malah lebih murah. Punya dan hasil karya anak negeri lagi.
Ditambahkan bapak tiga anak ini, walaupun baru beroperasi sejak 2020 lalu, produk kulit Alexandre Seno telah dikenal masyarakat Batam, wisatawan Malaysia dan Singapura. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang ramai didatangi pelanggan.
Soal harga relatif murah untuk aksesori dengan kualitas super ini. Untuk dompet pendek Rp 150 ribu per unit, dompet panjang Rp 240 ribu. Ikat pinggang Rp 150 ribu sampai Rp 295 ribu. Untuk melayani para pelanggan dan calon pelanggan, Leo kini mempekerjakan tiga karyawan di gerainya tersebut.
Selain menjual aneka tas, dompet, ikat pinggang dari kulit, mereja juga menjual tanjak (topi khas Melayu, red) dan blangkon. (*)
Aneka jenis ikat pinggang, dompet, tas dari kulit sapi asli di gerai Alexandre Seno di Counter B15-16, DC Mall, Minggu (2/4/2023). F Suprizal Tanjung
Kulit Asli Dikejakan Sendiri
DIMANA mencari ikat pinggang, dompet, tas dari kulit sapi asli 100 persen? Anda datang saja ke gerai Alexandre Seno di Counter B15-16, DC Mall, Tanjunguma, Lubukbaja, Batam. Ada puluhan jenis aksesori dari kulit sapi di sini. Kehadiran gerai Alexandre Seno membuat julukan Batam sebagai kota industri ringan dan berat perlu ditambah dengan kota kerajinan kulit.
”Jika Anda mempunyai ikat pinggang, dompet, tas sudah longgar, lusuh, pudar, ada bercak-bercaknya, itu tandanya sebaiknya diganti dengan produk sejenis. Tentu baiknya dari bahan kulit sapi asli yang tebal dan tahan lama,” kata Pemilik Gerai Alexandre Seno, Leo Bardo (31), Senin (3/4/2023).
Alexandre Seno bisa dikatakan raja aksesori kulit sapi, pusat penjualan ikat pinggang, tas, dompet kulit asli. Kulit yang digunakan untuk membuat aksesori tadi berasal dari kulit berkualitas. Tebal, tahan dan dikerjakan dengan tangan-tangan lokal terampil anak negeri ini.
”Kita bukan dari mulai pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB,” papar Leo.
Lelaki kelahiran Padang Panjang Sumbar, 9 Januari 1992 itu menambahkan, kulit yang mereka jual, dipilih dari kulit dengan kualitas super. Kulit asli ini lalu mereka olah sendiri di Batam menjadi tas, ikat pinggang, dompet dan lainnya. Kemudian diberi merek Alexandre Seno. Usaha Mikro Kecild dan Menengah (UMKM) ini adalah hasil kreatif karya anak bangsa.
Leo yang datang bujangan ke Batam tahun 2011 lalu itu mengatakan, meskipun dikerjakan oleh SDM lokal, aksesori kulit Alexandre Seno ini tidak kalah dengan aneka produk sejenis dari luar negeri dan dari merek-merek terkenal. Merek hanyalah nama. Masalah kualitas bisa diraih dan dimiliki produsen dan perajin kulit manapun. Dan memang, tampilan tas, dompet, ikat pinggang merek Alexandre Seno terlihat sangat cantik. Saat dipegang juga terlihat kokoh dan kuat. Aroma kulitnya tak bisa disangkal. Khas produk dari kulit sapi asli. Jika dibandingkan dengan merek internasional, produk Alexandre Seno tidak kalah bersaing, malah lebih murah. Punya dan hasil karya anak negeri lagi.
Ditambahkan bapak tiga anak ini, walaupun baru beroperasi sejak 2020 lalu, produk kulit Alexandre Seno telah dikenal masyarakat Batam, wisatawan Malaysia dan Singapura. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang ramai didatangi pelanggan.
Soal harga relatif murah untuk aksesori dengan kualitas super ini. Untuk dompet pendek Rp 150 ribu per unit, dompet panjang Rp 240 ribu. Ikat pinggang Rp 150 ribu sampai Rp 295 ribu. Untuk melayani para pelanggan dan calon pelanggan, Leo kini mempekerjakan tiga karyawan di gerainya tersebut.
Selain menjual aneka tas, dompet, ikat pinggang dari kulit, mereja juga menjual tanjak (topi khas Melayu, red) dan blangkon. (*)
SOSOK Ir Suparman SH MH MSi bisa dikatakan tidak jauh dari frasa anti korupsi. Kata ini sudah didengungkan sejak awal 2000. Aktivis anti korupsi di Batam dan Kepri cukup familiar dengan kepribadiannya. Komentarnya lantang, keras dan pedas. Itu bertebaran di berbagai koran Kepri. Kritikannya banyak membuat telinga banyak pihak memerah. Duduk pun menjadi kurang nyaman. Dia tak mau tahu.
Setelah sekitar 20 tahun menghilang, lelaki Minang asal Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ini kembali hadir ke Bumi Bunda Tanah Melayu. Semangat dan intonasi bicaranya tidak berubah. Bertambahnya usia, tidak membuat Suparman goyah dan lemah mengkritik persoalan korupsi di Negeri Segantang Lada ini. Bagaimana pandangan Suparman tentang berbagai masalah pembangunan di Batam, Kepri yang kerap diiiringi dengan kasus korupsi? Berikut wawancara Suparman dengan redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung di Batuampar, Sabtu (1/4/2023) lalu.
Begini. Semenjak tumbangnya rezim Orde Baru tahun 1998, ada satu hal yang menjadi harapan besar masyarakat, bahwa korupsi agar segera bisa di berantas secara tuntas, apaupun bentuk modusnya. Fakta di lapangan menunjukkan korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan masih terus berjalan. Bahkan menurut berbagai kalangan, korupsi pascareformasi ini jumlahnya cukup besar. Malah lebih besar dari sebelumnya. Mulai dari oknum pegawai rendahan sampai oknum pejabat tinggi. Semua bermain di tingkat jabatan dan instansinya masing-masing.
Benar. Melihat kenyataan seperti itu pantas bila Indonesia kemudian masuk dalam jajaran negara terkorup di dunia. Bahkan menurut laporan Transparency International, Indonesia memiliki skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 34 dari skala 0-100 pada 2022. Skor ini menjadikan Indonesia sebagai negara terkorup ke-5 di Asia Tenggara. Prestasi negatif semacam ini tentu sangat memalukan dan memilukan hati kita semua. Banyak faktor menyebabkan korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan terus berjalan lancar. Salah satunya masih lemahnya komitmen dan partisipasinya masyarakat dalam melakukan pengawasan. Sehingga begitu ada kesempatan sedikit saja langsung korupsi.
Ya. Kenapa tidak? Indonesia berada di peringkat keempat dunia dengan jumlah penduduk mencapai 276.639.440 jiwa. Jika 10 persen penduduk saja atau 27.600.000 penduduk ikut aktif terlibat mencegah korupsi. Hasilnya akan luar biasa. Pantang terlibat tindak pidana korupsi. Mulai dari diri sendiri adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan pencegahan. Bisa dibayangkan jika 276.639.440 jiwa rakyat Indonesia sama-sama memegang teguh prinsip kejujuran, maka korupsi akan tinggal cerita. Nol. Namun kesamaan persepsi ini tidak akan muncul begitu saja. Agar dapat menolak dan tidak terlibat dalam korupsi, seseorang harus memahami jenis-jenis tindak pidana korupsi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Kemudian, kita berlatih untuk berintegritas. Seseorang yang antikorupsi haruslah memiliki integritas yang kokoh. Integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan. Nilai integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku. Jika seseorang mengakui bahwa dia orang yang jujur, maka pengakuannya akan tercermin dari tindakan, perasaan, dan perilakunya. Integritas akan menjaga orang itu tetap jujur, walau tidak ada orang lain di sekitar yang melihat kejujurannya. Kita bisa merumuskan sembilan nilai integritas untuk mencegah korupsi, yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras. Tidak hanya bagi diri sendiri, nilai integritas ini juga harus kita ajarkan kepada lingkungan, terutama keluarga sebagai yang terdekat. Dengan memahami apa dan bagaimana korupsi serta jenis-jenis korupsi, seseorang bisa dengan mudah menghindarinya. Jangan sampai, korupsi terjadi karena ketidaktahuan yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
Apakah bisa?
Ini lah salah satu masalahnya. Hal ini terlihat masih sedikitnya tekanan yang dilakukan masyarakat terhadap penyimpangan yang dilakukan oknum penyelenggara pemerintahan. Ironisnya dalam aspek tertentu masyarakat terlibat dalam kegiatan penyimpangan itu sendiri. Penyimpangan itu bisa dilakukan dengan cara berkelompok, bekerja sama antara pejabat. Kadang kala melibatkan pengusaha.
Respon masyarakat?
Saya melihat pada saat sekarang ini, masih minim kepedulian masyarakat terhadap pencegahan tindak pidana korupsi. Semua itu bisa disebabkan bermacam-macam hal. Salah satunya adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang korupsi itu sendiri. Akibatnya masyarakat menilai upaya penanggulangan masalah korupsi itu tidak menarik. Kalau dinilai tidak bermanfaat, tidak menarik. Tentu itu jadi kartu mati. Tidak bisa diharap lagi. Saya dan pecinta antikorupsi tidak tinggal diam. Terus bergerak dan bersuara mencegah korupsi ini sejak tahun 2000 lalu. Ada yang berhasil diungkap. Banyak juga tidak. Tahun 2000 saya membongkar kasus dugaan korupsi pembangunan gedung DPRD Batam. Hasil perjuangan ini saya wujudkan dengan membuat skripsi S1 Hukum dan S2 Hukum dengan judul tentang analisa korupsi pembangunan gedung DPRD Kota Batam di Universitas Batam (Uniba). Juga pernah mengungkap kasus dugaan korupsi penimbunan beras raskin Bulog oleh oknum tertentu di Nongsa. Lalu mengungkap kasus dugaan korupsi pembangunan Dompak, Tanjungpinang.
Perlu dilakukan langkah-langkah konkret lagi?
Nah ini dia. Program dan rencana ini yang telah lama mengendap dalam hati dan pikiran saya. Saya menyadari pentingnya pengetahuan tentang korupsi kepada semua pihak. Mulai dari masyarakat, organisasi sosial, organisasi kemasyarakat, Pengawai Negeri Sipil (PNS) dan aparat penegak hukum lainnya. Kita gemakan dan getarkan lagi semangat antikorupsi di tengah masyarakat dalam level dan tingkat apapun. Lebih lanjut, perlu dilakukan pengkajian kembali seputar masalah korupsi secara kompehensif. Pengkajian itu harus meliputi sebab-sebab korupsi dilakukan. Harus diketahui modus operandinya. Dengan cara begini, penanggulangan masalah korupsi akan lebih mudah ditangani.
Terkait mentalitas (jiwa, pikiran dan perasaan, red) koruptor?
Ini juga menjadi perhatian saya sejak lama. Selanjutnya perlu dikaji latar belakang serta motif tindakan korupsi dilakukan. Sampai beberapa jauh akibat atau dampaknya bagi masyarakat, bangsa dan negara. Patut digarisbawahi bahwa tindakan korupsi bukanlah peristiwa berdiri sendiri. Perilaku korupsi menyangkut berbagai hal dan sifatnya kompleks. Dalam hal ini saya mencoba memaparkan secara transparan penyebab terjadinya tindakan korupsi baik di tingkat daerah dan nasional, yaitu:
Adanya dorongan dari dalam diri sendiri (keinginan atau niat ingin korupsi).
Rasangan dari luar.
Penerimaan lebih kecil dari pengeluaran.
Latar belakang kebudayaan atau kultur.
Keturunan memang suka korupsi.
Manajemen kurang baik dan kontrol kurang efektif dan efisien.
Modernisasi pengembangbiakkan korupsi.
Sifat tamak dan rakus.
Moral kurang baik.
Kebutuhan hidup sangat mendesak.
Gaya hidup komsumtif.
Malas atau tidak mau bekerja.
Ajaran agama kurang diterapkan.
Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan.
Kelemahan sistem pengendalian manajemen.
Pemerintahan cenderung menutupi korupsi atau suka memelihara orang-orang yang doyan korupsi.
Lemahnya supermasi hukum atau pihak penegak hukum sudah tidak punya hati nurani lagi untuk menjalankan hukum positif.
Cukup kompleks penyebabnya?
Betul. Kompleks penyebab dan juga dampaknya bagi ketahanan perekonomian dan berbagai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini. Dari paparan di atas kita mencoba melihat latar belakang terjadinya dugaan korupsi secara besar-besaran di negeri ini. Baik di pusat maupun di daerah. Itu lebih gila lagi. Saya menilai oknum pelaku korupsi ini harus diberi sanksi yang bisa memberikan dampak jera. Kalau di Arab, jika ketahuan membunuh, hukumanya harus dipancung/ dibunuh. Mencuri tangannya dipotong. Kita di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tidak memakai hukum pancung dan potong tangan. Kita memberlakukan hukuman berat.
Apakah ada hukuman mati bagi koruptor?
Pada dasarnya hukuman mati bagi koruptor di Indonesia sebenarnya telah diatur dalam Pasal 2 ayat (2) UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hanya saja, sampai saat ini belum terdapat koruptor yang divonis hukuman mati oleh pengadilan.
Bagaimana kualitas dan kuantitas korupsi saat ini?
Secara umum saya melihat hal ini masih ada dengan kualitas dan kuantitas berbeda. Kasus dugaan korupsi dana hibah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri tahun anggaran 2020 total anggaran Rp 20 miliar yang dilakukan anak mantan pejabat di Kepri salah satu contohnya. Pelaku diamankan Reskrimsus Polda Kepri di Polresta Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (1/4/2023). Bagaimana tindakan pemerintah dan penegak hukum dalam menyikapi indikasi korupsi ini? Ini sudah cukup baik. Namun itu belum cukup. Masih banyak kasus lain belum terungkap. Perlu kerja sama semua pihak untuk mencegah dan membongkarnya. Saya melihat beberapa indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) masih bersemi di NKRI ini. Ini betul-betul memprihantinkan. Menarik untuk dibincangkan dan diungkap.
Masalah penegakan hukum?
Masih banyak oknum pejabat yang lapar dan orientasinya hanya korupsi. Dapat uang dan uang. Sangat disayangkan oknum penegak hukum pura pura tidak tahu. Kalau ada masyarakat melapor, sudah dapat ditebak jawabanya. Laporannya tidak cukup bukti. Namun kalau orang kecil pelakunya, kurangpun barang bukti, dia bisa dijadikan tersangka.
Tak takut hukum agama, negara dan karma?
Ini yang saya pikirkan sejak dulu. Akibat kelakuan seperti itu, ada oknum tertentu ketika sudah pensiun jadi pikun, gila, strok, kena tipu, tidak dihargai orang, diacuhkan masyarakat di lingkungannya dan lainnya.
Banyak oknum DPRD, DPD, oknum pejabat, kepala dinas, kepala daerah, bupati, wali kota, gubernur, bahkan menteri masuk penjara akibat korupsi di ranah pengadaan barang dan jasa. Ranah itu memang sangat menggiurkan untuk dikorupsi. Pintu masuk ke titik korupsinya banyak. Sehingga sulit bagi penegak hukum yang jujur untuk mencegahnya. Apalagi korupsi di ranah itu banyak berjamaah, berkelompok. Ada yang dilakukan anaknya, saudaranya, tim suksesnya, di lingkaran kekuasaannya dan lainnya. Di Kepri ini Saya mohon, oknum pejabat yang suka korupsi ini bertobatlah selagi masih sehat, masih belum ditahan, dan masih hidup. Orang yang belum korupsi jangan coba-coba masuk ke permainan curang ini. Jangan cemari negeri ini. Kita perlu menjaga marwah dan harga diri kita sebagai PNS dan penegak hukum di Kepri ini. Jangan nodai jabatan kita dengan perbuatan jahat dan merugikan APBD APBN dan keuangan Pemkab, Pemko, dan Pemprov Kepri. Ingat dalam penjara itu tidak enak. Coba tanya sama pejabat di Kepri yang sudah dipenjara di KPK. Enak apa tidak tidak? Pasti jawabanya tak enak. (*)
Biografi
Nama: Ir Suparman SH MH MSi
Tempat Lahir: Solok, Sumatera Barat (Sumbar), 1 November 1962.
Saudara: Anak ke-6 dari 11 bersaudara.
Keluarga: Ibu umur 104 tahun.
: Ayah meninggal umur 90 tahunan.
: Anak lima orang.
Pendidikan
SDN 1 Lubuk Selasih. Tamat.
SMPN 2 Kota Solok. Tamat.
STM Negeri 1 Kota Padang. Jurusan Bangunan. Tamat.
S1, Teknik Sipil, Universitas Kertanegara, Jakarta. Tamat.
S1, Hukum Pidana, Universitas Batam. Tamat.
S2, Hukum, Universitas Batam. Tamat.
S2, Magister Sain, Administrasi Publik, STIA Yappan Jakarta. Tamat.
S2, Magister Hukum Universitas Batam. Tamat.
Partai Politik
Pernah di Partai PKB Kota Batam.
Pernah Ketua Partai PKNU Kota Batam
Pernah Ketua PKPI Sumbar.
Organisasi Perusahaan dan Organisasi Profesi
Mantan Ketua Umum Gabpeknas Kepri.
Ketua Umum Gabpeknas Sumbar. Sampai sekarang.
Mantan Ketua Hiptasi Kepri.
Ketua Hiptasi Sumbar. 2015 sampai sekarang
Mantan Ketua LPJK Kepri Versi Undang Undang.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jasa Konstruksi (LBH-JK).
Organisasi Olahraga
Manager PSP Padang U15 Tahun, Juara Suratin Indonesia.
Manager dan Pemilik PS Machudum U13 Tahun, Juara Sumbar dan mewakili Sumbar ke tingkat nasional.
Manager dan Pemilik Minang Sejagad FC U13 Tahun, Juara Sumbar dan mewakili Sumbar ke tingkat nasional.
Manager dan Pemilik Minang Sejagad FC, U15 Tahun, Juara Sumbar dan Mewakili Sumbar ke tingkat nasional.
Umum
Pernah mengikuti seleksi di KPK, sampai tahap makalah.
Pernah mengikuti seleksi di KOMPOLNAS, sampai tahap makalah.
Pernah Ketua Umum dan Pendiri Solok Saiyo Sakato (S3) Kota Batam.
Pernah Ketua Umum dan Pendiri Ikatan Keluara Minang Riau (IKMR) Kota Batam.
Pendiri Ikatan Wanita Minang Kota Batam (IWM).
Pendiri Ikatan Pemuda Minang Kota Batam (IPM).
Ketua Umum Hiptasi Sumbar 2015-Sekarang.
Pernah mengikuti beberapa seminar tentang korupsi di Kepri dan Jakarta.
Ketua Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara (BAPAN) Kota Batam.
Ketua Lingkaran PUAN DPD Propinsi Kepri.
Pemilik Media News Indonesia.
Pekerjaan
Direktur PT Putera Ciptakreasi Pratama.
Pernah Kepala Cabang Asuransi Bringin Life Kota Batam.
Peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kota Tanjungpinang menghadiri kegiatan diskusi sastra di ruang publik, Kamis (6/4/2023) di salah satu kafe di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang. F.Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk Batam Pos.
batampos– Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyelenggarakan diskusi sastra di ruang publik pada Kamis (6/4/2023) di salah satu kafe yang berlokasi di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang.
Kegiatan ini mengusung tema “Tadarus Puisi Religius”.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri, Rahmat, S.Ag., M.hum menuturkan tema ini diangkat untuk menjadi salah satu pewarna dari ibadah di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, sastra menjadi salah satu jembatan untuk mengekspresikan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan juga antara manusia dengan sesamanya. Salah satu bentuk sastra yang memuat hal itu adalah puisi.
“Tadarus puisi berarti mengajak para peserta untuk mengaji dan mengkaji nilai-nilai religius yang terkandung dalam puisi,” kata dia.
Tema ini menjadi semakin menarik karena mendatangkan dua narasumber yang pakar di bidangnya, yaitu seorang maestro sastra dan budaya, Rida K Liamsi serta sastrawan muda Tanjungpinang, Zainal Takdir.
Ketua pelaksana, Priyo Joko Purnomo, menyampaikan bahwa kedua narasumber ini dipilih karena dapat mewakili generasi pendahulu dan generasi muda.
Keduanya mampu menuangkan pandangan sesuai dengan latar belakang generasinya masing-masing.
Acara ini memperoleh sambutan yang amat baik dari peserta yang berjumlah lebih dari 60 orang, mereka terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kota Tanjungpinang. Selain itu, acara ini juga dihadiri sederet pejabat, seperti Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IV, Kepala Museum Kota Tanjungpinang, dan perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri. (*)
PT Epson Indonesia melalui bagian bisnis Brand & Communication kembali menggelar kegiatan Buka Pusa Bersama dengan awak media seluruh Indonesia, di salah satu restaurant yang bertempat di Jakarta Selatan pada Rabu (5/4/2023). Acara ini merupakan wujud dari semangat kebersamaan, serta meningkatkan silaturahmi antara Epson Indonesia dengan Media Partner. Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh jajaran Top Management dan Managerial dari PT Epson Indonesia serta 50 media dari media online dan media cetak.
Foto bersama tim Epson dan Media
Momen ini sekaligus merupakan sebagai media perkenalan Managing Director Epson Indonesia yang baru yaitu Mr. Ng Ngee Khiang dan sekaligus menjadi ajang update berita mengenai Epson Indonesia. Dalam sambutannya Ng Ngee Khiang mengatakan acara buka puasa bersama media ini menjadi satu pengalaman yang menarik baginya dan sangat mengapresiasi hubungan antara Epson Indonesia dan Media yang sudah terjalin dengan baik selama ini.
“Luar biasa sekali acara buka puasa bersama ini, saya melihat hubungan antara Epson Indonesia dan Media sangat dekat, dan saya berharap semoga hubungan ini selalu terjalin dengan baik sehingga antara Epson Indonesia dan Media saling dapat mensupport satu sama lain demi kelancaran bisnis kami kedepan. Mari kita bersama menghadapi tantangan yang luar biasa di tahun yang baru ini. ” ujarnya.
Dalam acara tersebut turut hadir pula Head of Marketing Epson Indonesia yakni Riswin Li. Dalam sambutannya Riswin mengucapkan terima kasih kepada media yang selama ini telah mengikuti pergerakan eksistensi Epson khususnya di Indonesia dan selalu memberitakan Epson dalam pemberitaan yang positif serta tak lupa Riswin mengungkapkan tantangan yang akan dihadapi oleh Epson di tahun 2023 ini.
“Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi di bulan Ramadhan dan merupakan kegiatan tahunan dengan awak media serta bertepatan pula sebagai tahun fiscal yang baru untuk Epson Indonesia di FY23, pada tahun yang baru ini kami memiliki banyak tantangan agar kami dapat terus tumbuh dan menjadi pioneer market di Indonesia.
Kami harap dukungan dan Kerjasama dengan media dapat menjadi sebuah langkah awal yang baik dalam proses bisnis Epson kedepannya.” ucap Riswin. Selain untuk memperkuat tali silaturhami antara Epson Indonesia dengan media, ajang buka puasa bersama ini merupakan hal yang penting, karena bagaimanapun media turut memiliki peran yang penting membantu reputasi Epson Indonesia hingga kini. Peran media dalam proses bisnis Epson antara lain guna meningkatkan customer engagement hingga menjadi platform promosi yang efektif terhadap publik.
Secara tidak langsung, pemberitaan yang baik juga akan membantu proses bisnis atau perusahaan untuk berkembang dan dapat meningkatkan penjualan. Adapun peran media bagi pergerakan Epson Indonesia memberikan pengaruh yang sangat positif, terbukti dari kenaikan pergerakan media sepanjang fiscal year di tahun 2022 yang mengalami kenaikan signifikan hingga 20% dari tahun sebelumnya. Hal ini merupakan wujud kontribusi media dalam publikasi berita Epson Indonesia terhadap reputasi Perusahaan sehingga kepercayaan publik terhadap Perusahaan semakin kuat.
Senanda dengan hal tersebut Nolly Dhanurendra, Head of Brand & Communication Epson Indonesia mengatakan bahwa acara tahunan ini sebagai bentuk terima kasih kepada relasi media dalam mendukung penuh keberadaan Epson di Indonesia selama ini.
“Saya ucapkan terima kasih kepada teman – teman media semua sudah datang dan memenuhi undangan kami di sela – sela kesibukan dan padatnya aktivitas di bulan Ramadan ini. Saya berharap silaturahmi dan sinergi yang baik ini terus terjaga dan semoga kedepannya kita dapat terus menjalin Kerjasama dan komunikasi yang baik antara Epson Indonesia dan para awak media atau yang biasa kita sebut dengan Media Partner Epson Indonesia, agar kita bisa lebih erat dan lebih dekat lagi,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini para Media dapat bertatap muka secara langsung dengan para management Epson Indonesia terutama kepada Ng Ngee Khiang selaku Managing Director Epson Indonesia. Setelah acara ramah tamah dan sesi perkenalan dilakukan, lalu acara diakhiri dengan acara buka puasa Bersama. (*)