Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6073

Golkar Siapkan Pengganti Zainudin Amali Jika Ingin Mundur dari Menpora

0
Menpora Zainudin Amali yang juga sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

batampos – DPP Partai Golkar merespons kabar ingin mundurnya Zainudin Amali dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Kabar ini bergeming setelah Zainudin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2).

Juru Bicara Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, pihaknya tidak khawatir untuk mencari pengganti Zainuddin Amali jika mundur dari jabatan Menpora. Pasalnya, partai yang dipimpin Airlangga Hartarto tersebut memiliki banyak kader untuk menjadi Menpora.

“Jadi Ketum dalam hal ini tidak terlalu gusar dan mencari siapa pengganti karena Golkar itu partai kader dan partainya sudah disiapkan untuk posisi apapun,” kata Tantowi Yahya kepada wartawan, Senin (20/2).

Tantowi mengungkapkan, kader-kader Golkar sudah ditempa untuk menjadi pemimpin bangsa. Karena itu, Airlangga memiliki banyak pilihan untuk menggantikan posisi Zainuddin Amali.

“Golkar itu partai kader, jadi saya selalu menyebut bahwa Golkar itu kawah candradimuka tempat pembentukan dari calon-calon pemimpin bangsa di berbagai tingkatan,” ungkap Tantowi.

Tantowi tak memungkiri, Zainuddin Amali sudah menyatakan siap mundur dari jabatan Menpora dan fokus mengurus PSSI. Namun, pengunduran diri Zainuddin tergantung Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif mengangkat dan memberhentikan menteri.

“Dari pernyataan beliau kan seperti itu, jadi dia nggak berkeberatan mundur dari posisi menteri karena ingin fokus di bola di PSSI,” tegas Tantowi.
Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2). Zainudin mengaku meminta izin kepada kepala negara untuk bisa fokus mengurus sepak bola Indonesia.

Zainudin Amali saat ini terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, mendampingi Erick Thohir yang terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

“Saya sampaikan kepada bapak Presiden, bapak saya akan fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola, menjadi pengurus PSSI dan itu dipahami oleh beliau. Beliau menyampaikan kepada saya, saya diizinkan untuk konsentrasi dan fokus kepada sepak bola,” ungkap Zainudin.

Politikus Partai Golkar ini menyampaikan, Jokowi setuju dirinya terlibat dalam kepengurusan PSSI. Ia mengaku, kepengurusan PSSI yang baru akan dipimpinnya bersama Erick Thohir dan Ratu Tisha.

“Jadi beliau (Presiden Joko Widodo), sudah mengizinkan saya untuk fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola mendampingi pak Erick Thohir, bu Ratu Tisha dan teman-teman exco,” pungkas Zainudin. (*)

Reporter: JP Group

Lahan Kosong di Desa Teluk Sasah Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

0
Pemadam saat mendinginkan lokasi kebakaran lahan di Kampung Sukadamai, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan terbakar pada Minggu (19/2/2023) sekira pukul 20.15 WIB. F.Damkar Tanjunguban

batampos – Lahan kosong milik pengembang perumahan di Kampung Sukadamai, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan terbakar pada Minggu (19/2/2023) sekira pukul 20.15 WIB.

Plt Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, api pertama kali terlihat warga yang tinggal di Gang Jalak I, Kampung Sukadamai.

Setelah melihat api, warga sempat panik karena angin kencang menyebabkan kobaran api cepat membesar dan nyaris merembet ke rumah warga.

“Warga khawatir api merembet ke rumah,” kata dia.

Melihat kobaran api yang semakin besar, warga melaporkan ke ketua RT setempat.

“Pak RT melaporkan ke Pak Kades. Pak Kades yang menelepon Damkar,” kata dia.

Setelah menerima laporan, Damkar mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

Setiba di lokasi, sejumlah warga sudah bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tidak hanya warga, Damkar Tanjunguban dibantu personel Polsek Bintan Utara,
Bhabinkamtibmas Teluk Sasah dan sekuriti PT. SBP Lobam untuk memadamkan api.

BACA JUGA:Penimbunan Lahan di Kawasan Hutan, KPHP Bintan-Tanjungpinang Segel Dua Lokasi Lahan di Tanjunguban 

Dia mengatakan, api bisa dipadamkan kurun waktu 30 menit hingga 1 jam setelah menghabiskan 2 ton air.

“Lahannya yang terbakar lahan kosong lebih kurang setengah hektare yang ditumbuhi semak belukar. Lahan milik pengembang perumahan, PT. Sinar Bodhi,” kata dia.

Dia mengatakan, untuk sementara belum mengetahui sumber kebakaran lahan.

Namun dia mengimbau ke masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan karena kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau melihat kebakaran rumah atau lahan segera menghubungi Damkar Tanjunguban,” kata dia. (*)

reporter: slamet

Sudah Dua Kali SPBU Codo di Batuaji Disegel Disperindag, Ini Sebabnya

0
spbu codo batuaji
SPBU Codo di Batuaji hingga siang tadi terlihat masih ditutup. Foto: Dalil harahap/Batam Pos

batampos – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Codo di Jalan R Suprapto Batuaji masih tutup hingga Senin (20/2) siang. SPBU yang berada di samping ruko Air Mas Sagulung ini dikabarkan ditutup oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kita Batam karena bermasalah dengan tera alat ukur pengisian BBM.

Pihak SPBU belum buka suara hingga siang kemarin. Saat didatangi wartawan, gerbang masuk SPBU tertutup rapat dan digembok. Tak ada pekerja ataupun penjaga yang dijumpai di sana.

Warga sekitar membenarkan jika penutupan SPBU tersebut karena ada kesalahan dengan tera alat ukur pengisian BBM yang ditemukan oleh Disperindag sebelumnya.

“Sudah dua kali SPBU ini disegel dan ditutup seperti ini. Pertama kalau tak salah masalah tera juga tapi di pompa pengisian solar. Sekarang semuanya bermasalah makanya ditutup total,” kata Agus, warga perumahan Air Mas, Sagulung.

Catatan Batam Pos juga menemukan sudah kali kedua SPBU ini ditutup. Penutupan awal hanya untuk pompa pengisian solar karena masalah yang sama. Sekarang ditutup total karena semua tera alat ukur pengisian BBM bermasalah.

Persoalan ini dirasakan konsumen yang membeli BBM selama ini. Pengisian full tanki untuk kendaraan roda dua misalkan selisih sekitar Rp 10 ribu dibandingkan dengan SPBU lain.

“Memang beda. Motor saya ini biasanya full tanki hanya Rp 45 ribu (pertalite) tapi di SPBU ini bisa sampai Rp 50 ribu. Memang agak bermasalah dengan alat ukurnya,” kata Rajab, warga Batuaji. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

 

Mabes Polri Sebut Tim Evakuasi Berhasil Temukan Lokasi Kapolda Jambi

0
Anggota Tim SAR berfoto menunjukkan Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono sedang terbaring berselimut mendapatkan perawatan petugas di perbukitan Kerinci, Provinsi Jambi, Senin (20/2/2023). (ANTARA/HO-Basarnas/am)

batampos – Tim evakuasi gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, dan relawan berhasil menemukan lokasi Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono dan rombongan yang mengalami kecelakaan helikopter di Bukit Tamia, Kerinci, Jambi. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut tim evakuasi telah mendorong logistik untuk rombongan Kapolda Jambi, termasuk power bank guna memudahkan komunikasi.

“Sekira pukul 04.00 WIB Tim Evakuasi Darat berhasil menemukan rombongan Bapak Kapolda dan selanjutnya memberikan bantuan makanan tambahan Polri (MTP), selimut, dan dilanjutkan dengan suplai air dan MTP melalui Helikopter Dit Pol Airud,” kata Dedi seperti dikutip Antara, Senin (20/2).

Pencarian dan evakuasi rombongan Kapolda Jambi mengerahkan sekitar 350 personel SAR gabungan di bawah pimpinan Kapolres Kerinci AKBP Patria Yudha Rahadian.

Dedi mengatakan ada dua tim yang bergerak ke lokasi pendaratan darurat Helikopter Polri jenis Bell 412 SP dengan Nomor Registrasi P-3001 yang membawa delapan orang, salah satunya Kapolda Jambi sejak Minggu malam (19/2).

“Ada dua tim yang sudah bergerak dimulai tadi malam sampai dengan hari ini. Tim udara kemarin menggunakan tiga helikopter, tapi hari ini kami sudah menggunakan enam helikopter,” kata dia.

Tim udara melibatkan dua helikopter Polri, satu pesawat Basarnas, dan pesawat TNI AU satu unit. Perkembangan terakhir, Dedi mengatakan pihaknya bisa berkomunikasi dengan Kapolda Jambi dan rombongan. Tim darat yang sampai di lokasi telah menentukan titik penjemputan.

“Pukul 10.00 WIB tadi sudah diberangkatkan tim evakuasi jalur udara, baik helikopter Polri maupun Basarnas,” katanya.

Dedi mengatakan proses evakuasi masih berjalan, baik tim darat maupun tim udara. Proses evakuasi dari udara rencananya dilakukan tanpa mendarat karena pertimbangan cuaca dan medan dari lokasi heli mendarat darurat yang berada di ketinggian.

“Memang kendala yang paling utama di sana adalah cuaca. Cuaca berkabut dan tiba-tiba hujan yang menghambat proses evakuasi yang dilakukan kemarin pada hari Minggu (19/2),” kata Dedi.

Selain itu, Polri menyiapkan satu unit pesawat yang akan digunakan membawa Kapolda Jambi dan rombongan apabila membutuhkan perawatan intensi di RS Polri. “Jadi rumah sakit yang kami persiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi dan pesawat kami siapkan apabila penanganan di rumah sakit tidak mampu nanti pesawat kami terbangkan ke Jakarta agar perawatan medis lebih efisien, efektif, dan maksimal penanganan korban,” kata Dedi. (*)

Reporter: JP Group

Mantan Kapolsek jadi Kurir Sabu Milik Teddy Minahasa

0
ILUSTRASI: Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa menjalani sidang perdana kasus narkoba di PN Jakarta Barat, Kamis (2/2/2023). Teddy merupakan terdakwa kasus penggelapan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dilakukan bersama anak buahnya. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Mantan Kapolsek Kali Baru, Jakarta Utara, Kompol Kasranto yang menjadi terdakwa kasus penjual narkoba bertindak sebagai kurir penjualan sabu milik terdakwa Teddy Minahasa.

“Sabu sempat diantarkan pak Kasranto ke depan pemadam kebakaran pelabuhan,” kata Janto selaku saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruangan sidang PN Jakarta Barat, Senin (20/2).

Semua berawal ketika Janto yang kala itu masih bertugas sebagai petugas Kepolisian dan Kasranto yang masih menjabat sebagai Kapolsek Kalibaru pada Agustus 2022. Saat itu, Kasranto mendapatkan sabu seberat satu kilogram yang siap untuk dijual. Kasranto meminta tolong Janto untuk mencari orang yang mau beli sabu tersebut. “Jadi dia (Kasranto) waktu itu di bulan 8 dia tawarkan sabu ke saya. ‘Tapi tolong cari lawan dong to’, dia bilang seperti itu ke saya,” kata Janto.

Janto mengiyakan permintaan tersebut. Tepat satu bulan kemudian nomor asing menghubungi Janto via WhatsApp untuk menanyakan sabu tersebut. Belakangan nomor tersebut diketahui milik calon pembeli sabu tersebut. “Dia (Alex) bilang ‘ada barang dari Kapolsek? harganya berapa ? Saya bilang Rp 500 juta. Ya sudah bentuk pembayaran gimana? Harus cash, kata saya,” kata dia Janto di persidangan.

Akhirnya, pada 24 September 2022, Kasranto menyuruh Janto mengambil sabu seberat satu kilogram ke ruang Kapolsek. Sabu tersebut diambil Janto dan langsung diserahkan ke Alex di Lampung Bahari, Jakarta Utara. Alex langsung memberikan uang sebesar Rp 500 juta. Uang tersebut lalu diambil Janto dan langsung diserahkan ke Kasranto. Janto diberikdiberi upah sebesar Rp 20 juta dari Kasranto.

Penjualan kedua, Kasranto kembali meminta Janto untuk menjual sabu seberat satu ons. Namun kali ini sabu tersebut diantar Kasranto ke depan kantor pemadam kebakaran pelabuhan. Di sana, Kasranto menyerahkan barang haram tersebut kepada Janto. Janto mengambil barang itu dan kembali menjualnya ke Alex dengan harga Rp 50 juta.

Karena hal tersebut, Janto mendapatkan upah sebesar Rp2.000.000. Penjualan ke tiga kembali terjadi beberapa hari kemudian. Janto diminta kembali menjual sabu seberat satu ons oleh Kasranto. Kali ini sabu tersebut tidak dibeli oleh Alex melainkan seorang nelayan bernama Nasir dengan harga Rp50 juta.

Proses penyerahan sabu dari Kasranto ke Janto juga terjadi di depan kantor pelabuhan. Nasir mengirimkan uang pembayaran sabu kepada Kasranto melalui rekening atas nama Lutfi. “Kasranto meminta ‘sudah transfer Rp 48 juta saja,” kata.

Transaksi terakhir terjadi pada 10 Oktober 2022. Saat itu Kasranto mengantar sabu tersebut ke depan pos pelabuhan. Sabu lalu diambil Janto dan diserahkan kepada pembeli lain dengan harga Rp50 juta. Setelah transaksi itu, Janto dan Kasranto ditangkap oleh Jajaran Polda Metro Jaya atas kasus penjualan narkoba.

Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan Irjen Pol Teddy Minahasa telah memerintahkan anak buahnya untuk menyisihkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dari hasil pengungkapan kasus untuk diedarkan.

Polres Bukit Tinggi awalnya hendak memusnahkan 40 kilogram sabu, namun Irjen Pol Teddy Minahasa diduga memerintahkan untuk menukar sabu sebanyak lima kilogram dengan tawas. Penggelapan barang bukti narkoba tersebut akhirnya terbongkar dengan rangkaian pengungkapan kasus narkotika oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya.

Sebanyak 1,7 kilogram sabu telah diedarkan. Sedangkan 3,3 kilogram sisanya berhasil disita oleh petugas. Adapun pasal yang disangkakan kepada Teddy yakni Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (*)

Reporter : JP Group

SPBU Codo Batuaji Sudah Dua Kali Disegel Disperindag

0
spbu codo batuaji
SPBU Codo di Batuaji hingga siang tadi terlihat masih ditutup. Foto: Dalil harahap/Batam Pos

batampos – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Codo di Jalan R Suprapto Batuaji masih tutup hingga, Senin (20/2) siang.

SPBU yang berada di samping ruko Air Mas Sagulung ini dikabarkan ditutup oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kita Batam karena bermasalah dengan tera alat ukur pengisian BBM.

Pihak SPBU belum buka suara hingga siang tadi. Saat didatangi wartawan, gerbang masuk SPBU tertutup rapat dan digembok. Tak ada pekerja ataupun penjaga yang dijumpai di sana.

Baca Juga: Polisi Dalami Laka Kerja di Kabil, Korban Tidak Terdaftar di BPJS Kesehatan

Warga sekitar membenarkan jika penutupan SPBU tersebut karena ada kesalahan dengan tera alat ukur pengisian BBM yang ditemukan oleh Disperindag sebelumnya.

“Sudah dua kali SPBU ini disegel dan ditutup seperti ini. Pertama kalau tak salah masalah tera juga tapi di pompa pengisian solar. Sekarang semuanya bermasalah, makanya ditutup total,” kata Agus, warga perumahan Air Mas, Sagulung.

Catatan Batam Pos juga menemukan sudah kali kedua SPBU ini ditutup. Penutupan awal hanya untuk pompa pengisian solar karena masalah yang sama. Sekarang ditutup total karena semua tera alat ukur pengisian BBM bermasalah.

Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk Gandeng di Tanjunguncang

Persoalan ini dirasakan konsumen yang membeli BBM ke sana selama ini. Pengisian full tanki untuk kendaraan roda dua misalkan selisih sekitar Rp 10 ribu dibandingkan dengan SPBU lain.

“Memang beda. Motor saya ini biasanya full tanki hanya Rp 45 ribu (pertalite) tapi di SPBU ini bisa sampai Rp 50 ribu. Memang agak bermasalah dengan alat ukurnya,” kata Rajab, warga Batuaji.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Polisi Dalami Laka Kerja di Kabil, Korban Tidak Terdaftar di BPJS Kesehatan

0

batampos – Kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja PT Ably Metal Indonesia (AMI) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berinisial AM, 33, masih belum terungkap secara rinci. Pasalnya pihak perusahaan enggan berkomentar atas peritiwa yang mengakibatkan karyawan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di lokasi tempat kerjanya.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (17/2) lalu. Pekerja tersebut diketahui sempat dilarikan ke RS Soedarsono dalam kondisi kritis kemudian menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

“Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan kita sudah memanggil pihak perusahaan yakni HRD yang bertanggung jawab untuk dimintai keterangan dan saksi atas peristiwa tersebut,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Yudi Arvian, Senin (20/2/2023).

Baca Juga: Pekerja di Batam Meninggal Setelah Tertimpa Besi di Tempat Kerja

Kapolsek menambahkan, untuk korban AM, 33, sudah dibawa oleh pihak keluarga yang berada di Tembilahan, Riau. Memang korban merupakan pasien umum dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Perihal apakah korban tidak memakai safety atas kejadian itu, pihaknya masih belum memberikan keterangan lebih lanjut karena dalam penyelidikan.

Ia menerangkan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi di lokasi kerja dan pada waktu jam kerja. Polsek Nongsa masih belum bisa memastikan kejadian tersebut lebih rinci.

“Kita masih dalam proses melakukan penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Baca Juga: Pasien Penyakit DBD Paling Banyak Dirawat di RSUD Embung Fatimah

Peristiwa laka kerja ini juga menjadi perhatian masyarakat dan tentu menjadi dampak buruk bagi dunia industri di Batam.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa, menjelaskan saat ini menaruh perhatian terhadap kejadian di PT Ably Metal Indonesia Kabil. Menurutnya, kasus seperti itu tidak akan maksimal penanganan dan pengawasannya apabila hanya mengacu pada Undang-Undang (UU) Keselamatan Kerja.

“Karena dalam PPNS , tidak ada satupun laka kerja mengakibatkan hilang nya nyawa , masuk ke dalam ranah pidana, kami selalu mendorong agar kasus kecelakaan kerja dapat memberikan efek jera kepada pihak perusahaan dengan mendorongnya ke ranah pidana,” ujarnya.

Sebab adanya unsur kelalaian dalam insiden tersebut, dan perlu di kaji secara rinci mengapa bisa terjadi.

“Kalau hanya posisi hukum perdata, nilai ganti ruginya sangat rendah Rp 100 ribu. Sebab posisi ini bukan delik aduan. Artinya bahwa ini tidak akan selesai apabila PPNS saja yang menyelesaikan,” bebernya.

Baca Juga: Tarik Wisatawan, Nongsa Sensation Siap Gelar Batam Internasional Golf

Menurutnya, bahwa sanksi bagi pelanggar K3 memang tergolong ringan. Pasal 15 undang-undang tersebut menjelaskan bahwa sanksi terhadap pelanggarnya hanya berupa ancaman kurungan selama tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 100 ribu.

Sementara, kelalaian terhadap keselamatan kerja dapat menyebabkan nyawa seseorang melayang.

“Perihal keselamatan kerja, rata-rata pekerja meninggal karena kurangnya safety. Rata-rata, satu bulan itu bisa satu orang meninggal karena kecelakaan kerja yang diakibatkan kelalaian,” kata Mustofa.

Dengan kejadian ini, pihaknya pun berharap agar tidak ada lagi pembiaran terhadap nyawa pekerja di kemudian hari.

“Kita sudah beberapa memanggil pihak-pihak perusahaan yang mengakibatkan kelalaian dalam keselamatan pekerja. Tapi kita harus taat di koridor hukum yaitu disnaker dan pengawasan PPNS,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Pasien Penyakit DBD Paling Banyak Dirawat di RSUD Embung Fatimah

0
ilustrasi demam berdarah
Ilustrasi. Foto: Jawapo.com

batampos – Pasien penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi paling banyak menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Direktur RSUD Embung Fatimah, Sri Widjayanti Suryandari mengatakan, sepanjang tahun 2022 lalu, RSUD Embung Fatimah merawat 333 pasien DBD, yang menjadikannya tertinggi di tahun 2022.

“Ya, dari 10 penyakit tertinggi yang dirawat inap itu paling banyak pasien DBD,” katanya, Senin (20/2).

Peningkatan kasus DBD yang ditangani di rumah sakit pada saat memasuki musim hujan. Terlebih lagi, kasus DBD bersifat fluktuatif. Dimana disaat musim hujan penyakit DBD akan meningkat. Bila dilihat dari penyebaran wilayah, kasus wabah penyakit ini menyebar di semua wilayah di Kota Batam.

Tingginya curah hujan saat ini mempengaruhi peningkatan kasus DBD di Batam. Genangan air yang timbul setelah hujan berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk berkembangbiak.

Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk Gandeng di Tanjunguncang

Sri mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menjalankan 3M. 3M itu adalah menguras wadah penampungan air secara rutin, menutup wadah penampungan air dan mengubur barang-barang bekas karena bisa menjadi tempat berkembangbiak nyamuk aides aegypti.

 

“Banyak genangan air selama musim hujan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,”himbaunya.

Selain DBD, kasus tertinggi lainnya yang ditangani RSUD Embung Fatimah sepanjang tahun 2022 adalah trauma center pasien kecelakaan serta posisi ketiga pasien diabetes melitus.

“Trauma sering sekali berhubungan dengan kecelakaan lalu-lintas, kerja, dan olahraga. Lalu ada juga diabetes melitus juga tinggi mencapai 138 kasus sepanjang tahun lalu,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Tingkatkan Patroli di Pertokoan dan Perbankan di Batam

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2022 lalu ada sebanyak 902 kasus DBD. Dari jumlah kasus itu sebanyak enam pasiennya meninggal dunia.

Bila dibanding tahun sebelumnya, angka DBD tahun 2022 ini mengalami kenaikan. Dimana tahun 2021 berjumlah 710 kasus DBD dengan 4 kasus kematian. Lalu pada tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak tiga orang.

Kepala Dinas Keaehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, masih terus mengaktifkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), sebagai salah satu upaya di dalam menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai meningkat.

Dia mengatakan pihaknya juga mengumpulkan puskesmas segera mengaktifkan kegiatan jumantik, dimana nantinya akan mengarahkan kader jumantik untuk melakukan pemeriksaan jentik di rumah yang terkonfirmasi DBD. Selain mengaktifkan peran jumantik, Dinkes Kota Batam tetap melaksanakan sesuai Edaran walikota terkait DBD. Melaksanakan penguatan pemantauan angka bebas jentik oleh kader Jumantik serta memantau langsung kepadatan atau beresiko vektor DBD dipantau langsung oleh Puskesmas wilayah masing-masing.

“Melalui langkah-langkah ini kami harapkan mampu meminimalisir angka DBD,” tuturnya. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Saat Razia, Polisi Periksa Kelengkapan Kendaraan Bermotor

0
Patroli polisi dari berbagai satuan dari Polres Karimun

batampos– Polres Karimun, Sabtu (18/2) malam sampai dengan Minggu (19/2) dini hari melakukan patroli rutin.

Hal ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi. Dalam kegiatan tersebut, personil polisi yang turun ke lapangan melakukan patroli juga melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor.

”Patroli yang kita lakukan secara mobile atau keliling. Dalam kegiatan tersebut, kita juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kendaraan bermotor yang dicurigai membawa barang terlarang. Selain itu, kita juga memberikan himbauan kepada masyarakat,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Ryky Widya Muharam.

BACA JUGA:Dishub Segera Razia Truk ODOL di Pelabuhan Roro

Selama melaksanakan patroli, kata Kapolres, pihaknya menyasar lokasi-lokasi yang akan dijadikan balap liaslr. Dan hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi balap liar. Kemudian, patroli yang dilaksanakan tidak hanya di wilayah Kecamatan Karimun. Tapi, juga di kecamatan lain. Sehingga, situasi tetap dalam keadaan aman dan kondusif.

”Selain itu, tim patroli juga mendatangi lokasi yang biasa menjadi tempat kerumunan masyarakat, objek vital dan tempat-tempat yang dianggap rawan. Hal ini sebagai bentuk antisipasi atau mencegah terjadinya tindak pidana,” papar Kapolres.

Kegiatan patroli ini juga, tambah Kapolres, untuk menunjukkan bahwa Polres Karimun akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, dapat memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat Kab. Karimun. (*)

reporter: sandi

Polisi Identifikasi Temuan Potongan Tubuh di Lokasi Ledakan

0
Lokasi rumah yang meledak akibat bahan bakar petasan atau mercon di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (20/2/2023).(ANTARA/ HO-Polres Blitar Kota)

batampos – Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota, Jawa Timur, mengungkap identitas temuan potongan tubuh yang tersebar di sekitar lokasi ledakan di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (19/2) malam.

“Di dalam rumah tersebut diketahui terdapat empat orang pada saat kejadian. Satu jenazah diidentifiikasi atas nama Darman, sedangkan lainnya berupa potongan anggota tubuh dan masih diidentifikasi,” kata Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Ahmad Rochan kepada wartawan di Blitar, Senin.

Saat ini, tim masih melakukan identifikasi pada temuan potongan anggota tubuh yang saat ini sudah diamankan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Namun, dari data yang diterima, ada empat orang di rumah yang kemudian meledak itu, satu orang di antaranya Darman, pemilik rumah.

Kemudian ada Arifin (30), Deni Widodo (26), keduanya anak dari Darman, dan yang keempat adalah Wawa (adik ipar Arifin).

Ia juga mengatakan ledakan di rumah Darman itu mengakibatkan kerusakan hingga radius 100 meter dari lokasi kejadian. Ledakan itu berasal dari bahan pembuatan petasan atau mercon yang tersimpan dalam rumah.

Selain empat korban, terdapat delapan orang warga lainnya yang mengalami luka-luka. Mayoritas mereka tergores karena tertimpa reruntuhan atap atau plafon rumah. Mereka kini sudah mendapatkan perawatan tim medis.

Ledakan itu juga mengakibatkan kerusakan bangunan. Setidaknya terdapat 15 rumah warga di sekitar lokasi kejadian rusak bagian tembok dan atapnya. Kerusakannya juga cukup parah.

Sementara itu, sejumlah warga mengatakan kejadian ledakan itu cukup dahsyat. Seperti dikatakan oleh Imam Syafii yang sempat melihat kilatan warna kuning dari luar rumah disusul suara ledakan cukup keras.

“Saya keluar rumah dan melihat rumah Pak Darman sudah hancur dan terdapat asap,” kata Imam.

Juni Arifin, warga lainnya, mengatakan Darman tetangganya adalah seorang buruh tani dan marbot Masjid An Nur Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

“Kebiasaan setiap tahun menjelang puasa bersama dengan anaknya membuat mercon (petasan) untuk disulut sendiri,” katanya.

Polisi pun hingga kini masih berjaga menunggu proses olah TKP olah tim terkait dan warga yang tidak berkepentingan dilarang mendekat. (*)

Reporter: Antara

Play sound