
batampos – PT Pelni Cabang Tanjungpinang membuka layanan pengiriman bantuan logistik untuk korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut). Bantuan tersebut diklaim dapat tiba lebih cepat dan terkoordinasi dengan baik melalui jalur laut.
Tanjungpinang dan Bintan menjadi titik penghubung penting untuk menyalurkan beragam kebutuhan darurat, seperti sembako, pakaian, hingga logistik lainnya, menggunakan kapal penumpang KM Kelud.
“Sejak 6 Desember, seluruh cabang Pelni sudah membuka penerimaan barang bantuan. Tanjungpinang ikut membuka layanan,” ujar Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, Minggu (7/12).
Putra menjelaskan, Pelni telah menyiapkan alur teknis pengiriman, mulai dari syarat pengemasan, jenis barang yang diperbolehkan, hingga mekanisme serah-terima. Masyarakat yang ingin mengirim bantuan dapat mendatangi Kantor Pelni Cabang Tanjungpinang pada jam kerja atau menghubungi call center Pelni.
Untuk jadwal keberangkatan, pengiriman akan mengikuti operasional kapal yang telah ditetapkan. Sesampainya di pelabuhan tujuan, bantuan tidak langsung dibagikan secara bebas, melainkan disalurkan ke panitia atau lembaga yang ditunjuk pemerintah seperti BNPB dan instansi setempat.
“Saat ini yang kami layani sesuai arahan adalah Sumatera Utara. Jika ada penugasan tambahan, Pelni selalu siap mendukung program pemerintah,” tegasnya.
Bantuan yang dapat dikirim berupa sembako, pakaian, logistik darurat, dan bukan barang komersial. Pengirim juga wajib memastikan kemasan kuat dan memberikan tanda fragile pada barang pecah belah.
Pelni berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumut. (*)
Reporter: M. Ismail
Artikel Pelni Tanjungpinang Layani Pengiriman Bantuan Korban Bencana Sumut via KM Kelud pertama kali tampil pada Kepri.









