Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 615

ICW dan Kontras Laporkan 43 Polisi ke KPK Terkait Dugaan Pemerasan

0
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi Indonesia Corruption Watch Wana Alamsyah (kiri) bersama Peneliti ICW Zararah Azhim Syah (tengah) dan Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya memberikan keterangan setelah membuat laporan pengaduan masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi, di halaman Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/12/2025). Foto. (ANTARA/Rio Feisal)

batampos – Organisasi nonpemerintah Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) melaporkan 43 personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pemerasan.

Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW Wana Alamsyah mengatakan laporan tersebut terkait dugaan pemerasan hingga Rp26,2 miliar selama 2022-2025, yakni pada empat kasus yang berbeda.

“Empat kasus yang berbeda antara lain, pertama, kasus pembunuhan. Kedua, kasus terkait dengan penyelenggaraan konser DWP. Ketiga, pemerasan yang dilakukan di daerah Semarang, Jawa Tengah, yang melibatkan anggota kepolisian dan korbannya adalah remaja. Terakhir, kasus pemerasan terkait dengan jual beli jam tangan,” ujar Wana di halaman Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan 43 polisi yang dilaporkan ke KPK tersebut terdiri atas 14 orang bintara, dan 29 orang perwira. 

Sementara itu, dia menjelaskan ICW bersama Kontras memutuskan membuat laporan ke KPK karena Komisi Kode Etik Polri telah menjatuhkan sanksi etik kepada 43 polisi tersebut, sehingga menjadi yurisprudensi bagi lembaga antirasuah untuk mengusut dugaan pemerasan yang telah dilaporkan.

“Pasal 11 ayat (1) huruf a Undang-Undang KPK telah menjelaskan bahwa ada wewenang yang dimiliki oleh KPK untuk menindak dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, terutama Kepolisian dan Kejaksaan,” katanya.

Pasal 11 ayat (1) huruf a mengatur KPK berwenang melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum atau penyelenggara negara.

Ia mengatakan bila KPK tidak menindaklanjuti laporan itu, maka baik ICW maupun Kontras memandang hal tersebut sebagai preseden dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Kami khawatir kasus-kasus demikian akan dinormalisasi, sehingga pada akhirnya hanya dijadikan sebagai pelanggaran etik semata,” ujarnya.

Terlebih kata dia, personel Polri yang diduga terlibat dalam pemerasan dan telah disanksi etik kemudian mendapatkan promosi jabatan.

“Salah satu perwira yang kami identifikasi adalah berinisial RI yang mana ketika sudah mendapatkan sanksi etik, dia mendapatkan promosi,” katanya.

Menurut dia, hal tersebut juga yang membuat ICW dan Kontras memutuskan tidak melaporkan dugaan pemerasan oleh 43 polisi kepada Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri.(*)

Artikel ICW dan Kontras Laporkan 43 Polisi ke KPK Terkait Dugaan Pemerasan pertama kali tampil pada News.

MoU ARTOTEL Batam dan Garuda Indonesia, Traveler Dapatkan Penawaran Eksklusif

0
ARTOTEL Batam menjalin kerja sama strategis dengan Garuda Indonesia untuk mendukung pariwisata Batam.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ARTOTEL Batam dan Garuda Indonesia pada ajang Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) di Nagoya Hill Mall, Batam, Jumat (5/12). F. Artotel untuk Batam Pos

batampos – Dalam upaya memperluas jaringan kerja sama strategis sekaligus memperkuat kontribusi terhadap industri pariwisata Batam, ARTOTEL Batam resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Garuda Indonesia.

Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada 5 Desember 2025 di ajang Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) yang digelar di Nagoya Hill Mall, Batam.

Melalui kolaborasi tersebut, ARTOTEL Batam dan Garuda Indonesia berkomitmen menghadirkan berbagai nilai tambah bagi para traveler.

Program yang ditawarkan meliputi penawaran eksklusif, potongan harga kamar, hingga paket bundling khusus bagi pemegang GarudaMiles dan pelanggan Garuda Indonesia.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan dan menginap yang lebih nyaman, mudah, serta terjangkau bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Batam.

General Manager ARTOTEL Batam, Andi Anggreni, mengatakan partisipasi ARTOTEL Batam dalam ajang GATF menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi merek hotel sekaligus menjangkau segmen tamu baru.

“Partisipasi ARTOTEL Batam di ajang GATF Nagoya Hill Mall bertujuan memperkuat eksistensi brand hotel kami dalam menjangkau calon tamu baru serta menegaskan ARTOTEL Batam sebagai destinasi akomodasi yang mengedepankan desain artistik dan layanan ramah wisatawan. Dengan ditandatanganinya MoU ini, ARTOTEL Batam siap memberikan pengalaman menginap yang unik dan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan Garuda Indonesia,” ujar Andi.

Melalui sinergi ini, ARTOTEL Batam optimistis dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam, seiring upaya pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Informasi lebih lanjut dan reservasi dapat dilakukan melalui artotelbatam.com, akun Instagram @artotelbatam, atau WhatsApp +62 811 7758 922. (*)

Artikel MoU ARTOTEL Batam dan Garuda Indonesia, Traveler Dapatkan Penawaran Eksklusif pertama kali tampil pada Metropolis.

Fasilitas Rusak, Wisata Pemandian Batu Ampar Terancam Kehilangan Daya Tarik

0
Kondisi fasilitas di Wisata Pemandian Batu Ampar, Lingga yang rusak dan tak kunjung diperbaiki. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Kondisi fasilitas umum di tempat wisata Pemandian Batu Ampar, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, kian memprihatinkan. Sejumlah sarana penunjang wisata dilaporkan rusak parah dan belum mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.

Pemandian Batu Ampar merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Dabo Singkep yang hampir setiap pekan ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Selain menyuguhkan panorama air terjun alami, objek wisata ini juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga.

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan kondisi fasilitas umum di kawasan wisata tersebut mengalami kerusakan serius. Sejumlah rumah pohon terlihat lapuk, sementara musala, WC umum, serta ruang ganti pakaian mengalami kerusakan struktural.

Bahkan, beberapa bangunan WC dan ruang ganti dilaporkan sudah mulai condong dan berpotensi membahayakan pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Harpandi, mengakui bahwa pada tahun anggaran 2025 belum ada alokasi dana untuk perbaikan fasilitas umum di Pemandian Batu Ampar.

“Untuk perbaikan tahun 2025 memang belum ada karena rasionalisasi anggaran. Insyaallah pada tahun 2026 sudah dianggarkan kembali,” ujar Harpandi saat dikonfirmasi, Selasa (23/12).

Ia menjelaskan, perbaikan nantinya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia. Proses tersebut juga akan diawali dengan tahapan perencanaan melalui konsultan.

“Perbaikannya dilakukan bertahap, ada tahapan konsultan perencana dan tetap memperhatikan alokasi anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, Rendi, salah seorang wisatawan lokal yang rutin berkunjung ke Pemandian Batu Ampar setiap akhir pekan, menyayangkan kondisi fasilitas umum yang hingga kini belum juga diperbaiki.

“Kalau melihat pemasukan dari retribusi, seharusnya dana yang terkumpul selama setahun sudah cukup untuk memperbaiki fasilitas umum yang ada,” ungkapnya.

Ia menilai, kerusakan fasilitas tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah. Padahal, menurutnya, fasilitas umum merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan dan daya tarik sebuah destinasi wisata.

“Bukan hanya pemandangannya yang indah, fasilitas umum juga menentukan minat wisatawan. Kalau kondisinya rusak parah, tentu bisa berdampak buruk pada kunjungan wisata ke sini,” tutup Rendi. (*)

Artikel Fasilitas Rusak, Wisata Pemandian Batu Ampar Terancam Kehilangan Daya Tarik pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Pekerja Limbah Elektronik Batam Terancam PHK

0
Ilustrasi PHK karyawan. (jpg)

batampos – Sekitar 2.600 pekerja dari tiga perusahaan pengelola limbah elektronik di Kota Batam terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perusahaan berdalih, langkah tersebut tak terelakkan akibat terhentinya aktivitas produksi karena bahan baku impor tertahan, sehingga operasional perusahaan lumpuh.

Namun, alasan tersebut menuai sorotan tajam dari kalangan serikat pekerja. Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam mempertanyakan dalih perusahaan yang menjadikan ketiadaan bahan baku sebagai dasar PHK massal.

Ketua FSPMI Batam, Yapet Ramon, menegaskan bahwa PHK tidak bisa serta-merta dibenarkan hanya dengan alasan berhentinya pasokan bahan baku.

“Pada prinsipnya, hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja. Perjanjian itu diatur undang-undang, baik perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT),” kata Yapet, Selasa (23/12).

Menurut dia, seluruh hak dan kewajiban pekerja melekat pada perjanjian kerja tersebut. Karena itu, setiap keputusan PHK harus merujuk dan tunduk pada ketentuan yang telah disepakati.

“Dalam kasus PHK ribuan pekerja ini, yang perlu dicermati adalah isi perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja. Apakah di dalamnya membolehkan pemutusan hubungan kerja hanya karena alasan tidak adanya bahan baku?” ujarnya.

Yapet juga menyoroti persoalan administratif impor yang semestinya menjadi tanggung jawab penuh perusahaan, bukan justru dibebankan dampaknya kepada pekerja.

Berdasarkan pengalamannya di bidang pergudangan dan pengiriman, impor bahan baku untuk kebutuhan produksi memiliki mekanisme yang jelas.

“Untuk impor bahan baku, perusahaan wajib memiliki APIP (Angka Pengenal Importir Produsen) serta PI (Persetujuan Impor). Selain itu, setiap bahan baku impor juga memiliki kode tersendiri, yakni HS Code (Harmonized System Code),” jelasnya.

HS Code merupakan sistem kode delapan digit yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis barang dalam proses impor.

Kesalahan atau kelalaian dalam pemenuhan persyaratan tersebut, menurut Yapet, tidak semestinya berujung pada pengorbanan pekerja.

FSPMI Batam menilai, apabila hambatan bahan baku terjadi akibat persoalan administratif atau kelalaian perusahaan dalam pengurusan izin impor, maka risiko tersebut harus ditanggung pengusaha, bukan dialihkan melalui PHK massal terhadap ribuan pekerja. (*)

Artikel Ribuan Pekerja Limbah Elektronik Batam Terancam PHK pertama kali tampil pada Metropolis.

Guyuran Likuiditas Rp200 Triliun Belum Tekan Signifikan Bunga Kredit

0
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (18/12/2025). Foto. Salman Toyibi/Jawa Pos

batampos – Penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah senilai Rp200 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan suku bunga kredit perbankan. Bank Indonesia (BI) menilai efek kebijakan tersebut masih terbatas dan belum merata di seluruh industri perbankan.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menjelaskan, injeksi likuiditas tersebut memang memberikan ruang yang lebih longgar bagi bank-bank Himbara dalam mengelola struktur pendanaan. Dengan tambahan dana tersebut, kebutuhan likuiditas Himbara dapat dipenuhi dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

Kondisi itu berpotensi menekan biaya dana (cost of fund), terutama pada instrumen penghimpunan dana seperti deposito. Namun, menurut Solikin, dampak positif tersebut belum sepenuhnya mengalir ke penurunan suku bunga kredit.

“Rp200 triliun itu pasti membuat struktur dana di bank Himbara menjadi lebih fleksibel. Tetapi bank-bank di luar Himbara masih menghadapi kesulitan mencari dana,” ujar Solikin, Selasa (23/12).

Ia menambahkan, perbedaan kondisi likuiditas tersebut menyebabkan tekanan biaya pendanaan masih dialami oleh sebagian besar bank non-Himbara. Akibatnya, ruang untuk menurunkan suku bunga kredit menjadi terbatas dan tidak terjadi secara merata di industri perbankan.

Selain itu, Solikin menuturkan bahwa penyaluran kredit perbankan pada umumnya telah disusun dalam rencana bisnis bank (RBB) serta pipeline kredit yang disiapkan sejak awal tahun. Dalam kondisi tersebut, tambahan likuiditas belum tentu langsung mendorong ekspansi kredit baru.

Menurut dia, penguatan likuiditas idealnya mendorong bank untuk menyalurkan kredit di luar pipeline yang telah direncanakan, sehingga dapat memberikan dampak lebih nyata terhadap pertumbuhan kredit dan penurunan suku bunga.

“Kalau hanya untuk menopang kredit yang sudah ada di pipeline, dampaknya ke suku bunga kredit tentu terbatas,” ujarnya.

Secara umum, BI melihat dampak penempatan dana pemerintah lebih cepat terlihat pada suku bunga dana karena berkaitan langsung dengan fleksibilitas pendanaan bank. Sementara itu, transmisi kebijakan ke suku bunga kredit membutuhkan waktu lebih panjang dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi likuiditas antarbank.

Meski demikian, BI menilai kebijakan tersebut tetap memberikan sinyal positif bagi sektor perbankan. Solikin menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah, otoritas moneter, dan industri perbankan agar transmisi likuiditas ke sektor riil dapat berjalan lebih efektif.

“Semua inisiatif ini baik. Ke depan, akan lebih optimal jika koordinasinya bisa ditingkatkan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuanga, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun telah menunjukkan dampak nyata terhadap penurunan suku bunga deposito. Pemerintah berharap penurunan biaya dana tersebut dapat segera diikuti oleh penurunan suku bunga kredit.

“Dampaknya sudah terlihat dari penurunan signifikan suku bunga deposito. Kami yakin ini akan segera diikuti oleh penurunan suku bunga kredit yang lebih signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12).

Pemerintah menilai penurunan suku bunga kredit menjadi kunci untuk mendorong ekspansi pembiayaan dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah upaya menjaga stabilitas sektor keuangan. (*)

Artikel Guyuran Likuiditas Rp200 Triliun Belum Tekan Signifikan Bunga Kredit pertama kali tampil pada News.

Dua Mantan Pejabat Pertamina Didakwa Turut Serta Korupsi Pengadaan LNG Era Karen Agustiawan

0

batampos -Mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto, bersama mantan Vice President Strategic Planning Business Development Direktorat Gas PT Pertamina, Yenny Andayani, didakwa turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG).

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Terdakwa Hari Karyuliarto didakwa tidak menyusun pedoman atas proses pengadaan LNG dari sumber internasional dan tetap memproses pengadaan LNG dari Cheniere Energy Inc.

Selain itu, ia menyetujui Term Sheet Corpus Christi Liquefaction yang di dalamnya termasuk formula harga tanpa mempertimbangkan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli domestik.

“Melakukan turut serta melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut secara melawan hukum,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (23/12).

Hari juga didakwa hanya meminta persetujuan direksi secara sirkuler sebelum penandatanganan Perjanjian Jual Beli LNG Corpus Christi Liquefaction Train 1, tanpa mengusulkan kepada direksi untuk dimintakan tanggapan tertulis maupun persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dalam dakwaan tersebut, Hari disebut menyetujui penandatanganan Perjanjian Jual Beli LNG Corpus Christi Liquefaction Train 1 tanpa adanya pembeli LNG yang mengikat.

Ia juga tidak menyusun dan melampirkan kajian keekonomian, risiko beserta mitigasinya, serta tidak melampirkan draf Sales and Purchase Agreement (SPA) dalam memorandum permintaan persetujuan kepada direksi.

Selain itu, Hari didakwa melakukan pembicaraan dengan Cheniere Energy Inc. mengenai rencana penambahan LNG Corpus Christi Liquefaction sejak Maret 2014 dengan mendasarkan pada potensi permintaan, bukan pada pembeli yang telah menandatangani perjanjian.

“Menyetujui formula harga LNG Corpus Christi Liquefaction Train 2 yang lebih tinggi tanpa kajian risiko maupun analisis keekonomian untuk memastikan harga LNG tersebut kompetitif dibandingkan harga LNG dari sumber domestik atau sumber lain yang menggunakan acuan harga minyak mentah,” ucap Jaksa.

Hari didakwa mengusulkan kepada Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan agar menandatangani surat kuasa yang ditujukan kepadanya untuk menandatangani LNG SPA Train 2.

Usulan tersebut dilakukan tanpa didukung persetujuan direksi, tanggapan tertulis dewan komisaris, serta persetujuan RUPS, dan tanpa adanya pembeli LNG Corpus Christi Liquefaction yang telah terikat perjanjian.

Akibat perbuatannya negara diduga menanggung kerugian hingga USD 113.839.186 atau USD 113,8 juta.

Hari Karyuliarto dan Yenny Andayani didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (*)

 

Artikel Dua Mantan Pejabat Pertamina Didakwa Turut Serta Korupsi Pengadaan LNG Era Karen Agustiawan pertama kali tampil pada News.

Indonesia Jadi Negara Kedua Konsumsi Mi Instan Terbanyak di Dunia, Kalahkan India dan Jepang

0
Ilustrasi mie instan. F. youtube.com/@devinahermawan.

batampos – Mi instan masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain praktis, mi instan hadir dengan berbagai varian rasa dan harga yang relatif terjangkau, sehingga digemari oleh berbagai lapisan masyarakat.

Data World Instant Noodles Association (WINA) menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan konsumsi mi instan terbanyak, setelah Tiongkok.

“Indonesia berada di posisi kedua secara global dalam konsumsi mi instan, tepat di bawah Tiongkok,” tulis data WINA yang dikutip dari IDN Financials, Selasa (23/12).

Sepanjang tahun 2024, total konsumsi mi instan di Indonesia mencapai sekitar 14,7 miliar porsi per tahun. Angka ini berada di bawah Tiongkok yang mencatat konsumsi sekitar 43,8 miliar porsi, namun masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara besar lain seperti India dan Jepang.

Dari sisi konsumsi per kapita, Indonesia juga mencatat angka yang cukup tinggi. WINA mencatat rata-rata konsumsi mi instan masyarakat Indonesia mencapai 51,7 porsi per orang per tahun, menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia. Angka tersebut melampaui Jepang yang berada di 47,8 porsi dan Tiongkok 30,9 porsi per kapita.

Di kawasan Asia Tenggara, tingkat konsumsi mi instan juga tergolong tinggi. Vietnam tercatat sebagai negara dengan konsumsi per kapita tertinggi, yakni sekitar 80 porsi per orang per tahun, disusul Thailand dengan 57,8 porsi per kapita.

Tingginya konsumsi mi instan di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Mengutip laporan Seasia.co, setidaknya ada tiga alasan utama yang mendorong tingginya permintaan mi instan di Tanah Air.

Pertama, harga mi instan yang relatif terjangkau membuat produk ini mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kedua, kepraktisan dalam penyajian menjadikan mi instan cocok dengan gaya hidup cepat dan kebutuhan makanan sehari-hari.

Ketiga, variasi rasa yang beragam, mulai dari mi goreng hingga mi kuah dengan bumbu khas Indonesia, turut meningkatkan daya tarik produk di pasar domestik.

Data juga menunjukkan bahwa konsumsi mi instan di kawasan Asia Tenggara secara umum masih termasuk yang tertinggi di dunia. Dari sisi per kapita, Indonesia tercatat memiliki tingkat konsumsi yang lebih tinggi dibandingkan banyak negara dengan jumlah penduduk besar lainnya.

Temuan dari lembaga global seperti WINA menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi pasar besar bagi industri mi instan, tetapi juga memiliki peran penting dalam peta industri mi instan dunia, baik dari sisi volume konsumsi maupun daya saing produsen. (*)

Artikel Indonesia Jadi Negara Kedua Konsumsi Mi Instan Terbanyak di Dunia, Kalahkan India dan Jepang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Cuaca Ekstrem di Batam, Warga Diminta Waspadai Flu dan Demam

0
Kondisi cuaca hujan dan panas silih berganti di Batam memicu peningkatan kasus flu dan demam.
Ilustrasi, petugas kesehatan memeriksa warga yang mengalami demam dan flu di salah satu fasilitas kesehatan di Batam. Cuaca tak menentu selama masa pancaroba memicu meningkatnya keluhan gangguan kesehatan masyarakat. F. chatgpt

batampos – Cuaca tak menentu atau masa pancaroba yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada kesehatan masyarakat Kota Batam.

Perubahan ekstrem dari panas terik pada siang hari hingga hujan yang turun tiba-tiba membuat kasus flu, batuk, dan demam kian banyak dialami warga.

Sejumlah warga mengeluhkan demam yang disertai pegal, ngilu pada persendian, hingga rasa tidak nyaman pada tubuh. Kondisi tersebut dinilai erat kaitannya dengan penurunan daya tahan tubuh akibat perubahan suhu yang drastis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan peningkatan keluhan kesehatan semacam ini lazim terjadi saat memasuki masa peralihan musim.

“Pada kondisi cuaca seperti sekarang, cukup banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan flu, batuk, demam, dan pegal-pegal. Namun masyarakat tidak perlu panik, cukup tetap waspada dan menjaga kesehatan,” kata Didi, Selasa (23/12).

Menurutnya, perubahan suhu yang ekstrem dapat memengaruhi sistem imun tubuh, sehingga masyarakat menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Karena itu, menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah utama dalam menghadapi pancaroba.

Didi mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti memastikan waktu istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta tetap aktif bergerak melalui olahraga ringan secara rutin.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebiasaan sederhana seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan rumah, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat keramaian dinilai efektif mencegah penularan penyakit.

“Jika sedang flu atau batuk, sebaiknya gunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain. Ini langkah kecil, tetapi sangat membantu,” katanya.

Didi juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun, nyeri hebat pada tubuh, atau keluhan kesehatan yang berlangsung lebih dari tiga hari.

“Jangan menunda berobat. Pemeriksaan dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Selama masa pancaroba, Dinas Kesehatan Kota Batam bersama seluruh puskesmas dan rumah sakit terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.

Seluruh fasilitas layanan kesehatan dipastikan siap melayani pemeriksaan dan pengobatan.

“Kami mengajak masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah cuaca yang tidak menentu agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan aman dan produktif,” ungkap Didi. (*)

Artikel Cuaca Ekstrem di Batam, Warga Diminta Waspadai Flu dan Demam pertama kali tampil pada Metropolis.

Mudikpedia Nataru, Panduan Digital Aman Libur Akhir Tahun

0
Ilustrasi fenomena liburan Natal dan Tahun Baru. Foto. ASDP/ANTARA

batampos – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meluncurkan Mudikpedia Nataru, kanal informasi terintegrasi untuk mendukung perjalanan masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Platform digital ini dihadirkan untuk membantu masyarakat merencanakan perjalanan yang aman, tertib, dan efisien.

Mudikpedia Nataru dapat diakses melalui tautan https://s.id/MudikpediaNataru. Berbagai informasi resmi disajikan dan diperbarui secara berkala, mulai dari kondisi lalu lintas, rekayasa jalan, tarif tol, hingga daftar nomor darurat.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan, Mudikpedia Nataru merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama Nataru diperkirakan mencapai 119,5 juta orang melalui jalur darat, laut, dan udara.

“Akurasi informasi adalah kunci keselamatan. Pergerakan lebih dari 119,5 juta orang bukan perkara kecil. Melalui Mudikpedia Nataru, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan real-time, sehingga terhindar dari hoaks dan kebingungan di tengah kepadatan arus lalu lintas,” ujar Meutya di Jakarta, Selasa (23/12).

Menurut dia, meningkatnya mobilitas masyarakat juga didorong oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil. Dengan Mudikpedia, pengguna dapat menentukan waktu perjalanan yang lebih tepat untuk menghindari kepadatan di titik rawan kemacetan.

“Pemudik bisa memantau kondisi lalu lintas, mengecek tarif tol, hingga mencari lokasi kuliner untuk beristirahat. Perjalanan diharapkan tidak hanya aman, tetapi juga nyaman,” jelasnya.

Mudikpedia Nataru dilengkapi sejumlah fitur, antara lain daftar nomor penting, pantauan lalu lintas dan rekayasa jalan, informasi tarif tol dan lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), peta kuliner dan wisata, serta data kesiapan infrastruktur dan transportasi umum.

Selain sebagai panduan perjalanan, platform ini juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah melalui promosi destinasi wisata dan pelaku UMKM lokal.

Kemkomdigi memastikan Mudikpedia Nataru akan terus diperbarui, termasuk untuk mengantisipasi dinamika cuaca ekstrem yang kerap terjadi pada akhir tahun. (*)

Artikel Mudikpedia Nataru, Panduan Digital Aman Libur Akhir Tahun pertama kali tampil pada News.

Capaian Terbaik Selama 12 Tahun, Cabor Panahan Sumbang Emas Terbanyak di SEA Games Thailand 2025

0

 

Tim panahan Indonesia yang berlaga di SEA Games Thailand 2025. fotp. dok NOC Indonesia

batampos – Tim panahan Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara umum di SEA Games Thailand 2025. Sepanjang perlombaan di lapangan sepak bola Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok, pada 14–18 Desember, Diananda Choirunisa dkk mengoleksi enam medali emas dan dua perunggu.

Raihan enam emas itu melampaui hasil saat panahan kali terakhir diperlombakan di Sea Games Vietnam 2021 atau ketika Indonesia meraih lima emas dan satu perak.

Selain itu, perolehan tersebut juga lebih baik dibanding saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dengan hasil empat emas dan dua perunggu.

”Selama kurun waktu 12 tahun, enam medali emas ini merupakan capaian terbanyak,” kata pelatih panahan Indonesia Lilies Handayani kepada Jawa Pos.

Baca Juga : Timnas Hoki Es Indonesia Ukir Sejarah, Raih Medali Emas SEA Games 2025

Meski begitu, capaian gelar tahun ini menyimpan satu catatan. Yaitu penurunan perolehan medali di sektor putra. Dari tiga emas pada SEA Games 2021, menjadi hanya dua emas di Thailand.

”Sekarang kan yang berangkat full team (dibandingkan 2021). Seharusnya bisa dapat lebih,” tutur Lilies. (*)

Artikel Capaian Terbaik Selama 12 Tahun, Cabor Panahan Sumbang Emas Terbanyak di SEA Games Thailand 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.