Hakim Ziyech gagal pindah ke PSG gara-gara lalai terkait dokumen kepindahan. (JONATHAN NACKSTRAND/AFP)
batampos – Upaya Paris Saint-Germain (PSG) untuk mengontrak pesepak bola Maroko Hakim Ziyech dengan status pinjaman dari Chelsea gagal. Itu setelah Liga Prancis (LFP) menolak meratifikasi kontrak sang pemain.
Dikutip dari AFP, Kamis (2/2), hal tersebut dikarenakan dokumen yang diperlukan tiba setelah batas waktu transfer yang ditentukan. PSG telah mencoba meminta LFP untuk menyetujui kesepakatan tersebut namun gagal.
Klub-klub Ligue 1 harus mengirimkan semua kontrak ke LFP pada pukul 23:00 di hari Selasa (31/1), sebelum mendaftarkan langkah selanjutnya ke dalam sistem FIFA, yang memvalidasi semua transfer internasional.
Ziyech pun telah lulus tes medis dan klub telah mencapai kesepakatan untuk meminjamkan pemain itu ke PSG hingga akhir musim. Namun, The Blues gagal mengirimkan dokumen yang diperlukan tepat waktu agar kepindahan pemain sayap berusia 29 tahun itu selesai sesuai tenggat waktu.
Ziyech, atlet kelahiran Belanda, telah menjadi incaran PSG untuk menambah jajaran mereka setelah kepergian Pablo Sarabia ke Wolverhampton Wanderers awal Januari 2023.
Sementara itu, PSG gagal mendatangkan pemain baru di transfer musim dingin. Mereka sebelumnya juga mengincar bek tengah Inter Milan asal Slovakia, Milan Skriniar. Namun, Skriniar memilih bertahan di Inter hingga akhir musim ketika kontraknya habis. (*)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa. (dok DPR RI)
batampos – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa memastikan, sampai saat ini belum ada pembahasan wacana penghapusan jabatan gubernur. Ia menyebut, usulan tersebut baru akan dikaji di Komisi II DPR jika sudah disampaikan secara resmi.
“Di Komisi II DPR belum ada wacana soal penghapusan gubernur. Ini kan ada karena Cak Imin (Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar) yang mewacanakan. Nanti kita kaji tentang posisi gubernur dalam konteks pemerintahan kita,” kata Saan kepada wartawan, Jumat (3/2).
Politikus Partai NasDem ini menegaskan, usulan penghapusan jabatan gubernur perlu adanya kajian mendalam. Namun, jika Fraksi PKB mengusulkan adanya pembahasan, Komisi II DPR akan melakukan pembahasan.
“Sampai hari ini belum ada. Tapi kalau wacana ini nanti diusulkan secara resmi oleh Fraksi PKB kan tentu kita harus kaji,” ucap Saan.
Menurut Saan, jabatan gubernur masih diperlukan sebagai perpanjangan dari pemerintahan pusat. Menurutnya, birokrasi pemerintahan dari pusat ke daerah akan terlalu jauh, jika langsung ke tingkat kabupaten/kota.
“Tentu itu agak rumit menjangkaunya kalau langsung. Maka ada yang namanya gubernur. Kalau ada gubernur kan makin efektif,” tegas Saan.
Lebih lanjut, Legislator Dapil Jawa Barat itu menegaskan, posisi gubernur memegang peranan penting dalam sistem pemerintahan.
“Tinggal sekarang kita lihat efektivitasnya saja ke depan. Menurut saya, kita masih memerlukan posisi itu. Tinggal bagaimana kita bicarakan terkait dengan efektivitas dari pemerintahan provinsi. Ini yang paling penting,” ucap Saan.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebelumnya mengusulkan agar adanya kajian terkait penghapusan pemilihan gubernur (Pilgub). Ia beralasan, Pilkada langsung tidak efektif, karena menghabiskan anggaran dan pelaksanaannya melelahkan.
“Saya setuju harus dikaji secara mendalam, bahwa jabatan gubernur dengan pilkada langsung sangat tidak efektif. Karena kewenangannya dan programnya tidak sebanding dengan lelahnya pelaksanaan Pilkada secara langsung,” kata Cak Imin di sela-sela acara Ijtima Ulama Jakarta di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/2).
Wakil Ketua DPR RI ini mengungkapkan, kompetisi Pilgub tidak sepenuhnya bersentuhan dengan rakyat. Dia menilai, justru kinerja Wali Kota dan Bupati yang bersentuhan langsung dengan rakyat.
“Yang bersentuhan langsung dengan rakyat adalah wali kota dan bupati. Karena itu kalau gubernur masih ada lebih baik dipilih di level pemerintah pusat dan DPRD,” pungkas Cak Imin. (*)
batampos – Rencana penyidik Pidana Khusus (pidsus) Kejari Batam menunda penetapan tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi Pegadaian Syariah Batam. Alasannya, karena nilai perhitungan ulang kerugiaan negara belum keluar.
Kasi Pidsus Kejari Batam, Aji Sastrio Prakoso mengatakan, perhitungan ulang ulang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) Pegadaian.
Namun, untuk hasil perhitungan ulang itu membutuhkan waktu. Dimana untuka audit pertama, nilai kerugiaan negara berkisar Rp 1,8 miliar.
“Sudah dihitung ulang, insyallah kata mereka kalau tak ada kendala Jumat (hari ini, red) sudah bisa disampaikan,” kata Aji.
Karena belum adanya nilai ril kerugiaan negara, pihaknya terpaksa menunda penetapan tersangka. Yang mana, rencana penetapan tersangka dalam minggu ini.
“Karena perhitungan ulang kerugiaan negara belum keluar, penetapan tersangka terpaksa kami tunda juga, ” jelas Aji.
Masih kata Aji, untuk nama tersangka dugaan korupsi sebenarnya sudah ditangan penyidik.
Hal itu juga berdasarkan laporan dari internal Pegadaian Syariah. Namun, pihaknya harus mengumpulkan bukti untuk memastikan, tak ada masalah saat persidangan nanti.
“Untuk tersangka sudah ada, tapi kan kami tak bisa langsung menetapkan. Butuh bukti, dan saat ini sudah kami dapat. Tinggal pengumumannya saja,” pungkas Aji.
Diketahui, beberapa bulan lalu, Kejari Batam mulai menyelidiki dugaan korupsi di Pengadilan Syariah Batam cabang Seipanas.
Dugaan korupsi tersebut terungkap atas laporan dari internal Pegadaian ke Kejari Batam.
Modus yang diduga digunakan terduga oknum pegawai Pengadaian, yakni pengelapan dalam jabatan. Dimana terduga melakukan transaksi Pegadaian fiktif yang diduga merugikan negara Rp 1,8 miliar.
Hal itu dilakukan dengan cara mengadaikan aset emas milik Pengadaian. Emas itu merupakan salah satu program cicil emas oleh Pengadaian untuk para pelanggan.(*)
Yulandri, pelaku penikaman diamankan polisi di kediamannya di Hotel Singapur, Jodoh. F.Budi untuk Batam Pos
batampos – Unit Reskrim Polsek Lubukbaja menangkap Yulandri, pekerja salon di Top 100, Jodoh, Selasa (31/1) malam. Pria 32 tahun ini nekat menikam rekan seprofesinya, Alboin, 32.
Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono mengatakan penikaman itu terjadi di salon tempat korban bekerja. Saat itu, pelaku mendatangi lokasi dengan membawa sebilah pisau dapur.
“Pelaku sudah mempersiapkan pisau itu. Datang ke TKP dan langsung menikam korban,” ujar Budi.
Budi menjelaskan akibat tikaman itu korban memgalami luka di pinggang, pundak, dan mendapatkan belasan jahitan. Beruntung, sekuriti pertokoan tersebut langsung mengamankan pelaku.
“Pelaku 3 kali menikam korban. 2 kali dipinggang, dan 1 dipundak. Korban langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Dari pemeriksaan terhadap pelaku, penikaman tersebut dilakukan karena motif sakit hati. Korban kerap memanggil pelaku dengan sebutan waria.
Foto : Peri Irawan/Batam Pos Para calon penumpang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang memasuki kapal tujuan Dabo Singkep, Kamis (22/12/2022). Untuk kapal tujuan anambas sudah bisa kembali berlayar
batampos– Kapal penumpang dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang tujuan Anambas kembali diizinkan berlayar setelah kondisi gelombang ketinggian mulai turun.
Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Berlayar, Penjaga dan Patroli (KBPP) Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Topan Wisnu menyebut, memang selama satu pekan kemarin kapal reguler yang biasa membawa penungpag tidak beroperasi karena ketinggian gelombang yang mencapai 6 meter.
“Untuk ke Anambas memang dalam Sepekan ini belum ada pelayaran ke sana karena memang tinggi gelombang di perairan Anambas 4-6 Meter,” Kata Topan, Kamis (2/2).
Namun, untuk Jumat (3/2) kapal KM VOC Batavia sudah kembali berlayar ke Anambas pukul 07.00 WIB, berangkat dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang ke Telaga Punggur Batam dan lanjut ke Anambas.
Meski demikian, operator kapal tetap harus memperhatikan cuaca minimal 6 jam sebelum kapal berlayar.
“Sekarang jadwal reguler kapal penumpang berangkat tiga hari dalam seminggu yaitu Selasa, Kamis, Sabtu,” ujarnya.
Topan menyampaikan, dengan ketinggian gelombang yang mencapai 6 meter yang tidak diizinkan berlayar tidak hanya kapal reguler, namaun kapal besar seperti sabuk nusantara juga tidak diizinkan.
“Karna gelombang 6 meter itu sangat tinggi dan sangat berbahaya,” sebutnya. (*)
Ilustrasi. Anak Didik Lapas (Andikpas) di LPKA Kelas II Batam. Foto: Messa Haris/Batam Pos
batampos – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri mencatat sebanyak 111 anak se- Provinsi Kepri berhadapan dengan hukum. Anak-anak itu terlibat dengan berbagai kasus pidana.
Berdasarkan data yang didapat Batam Pos, kasus pencurian paling banyak yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum. Ada sebanyak 75 anak dari 42 kasus ditangani oleh jajaran Polda Kepri.
Kasus yang paling banyak melibatkan anak dengan hukum adalah pencabulan sebanyak 10 orang, persetubuhan 9 orang, kekerasan fisik dan psikis 7 orang, pengeroyokan sebanyak 4 orang, pornografi 2 orang, melarikan anak di bawah umur 1 orang dan penggelapan 1 orang.
Psikolog Batam, Melly Puspita Sari, mengatakan, setiap orang memiliki sifat agresi. Bahkan, para anak remaja. Namun, tentunya ada cara menahan sifat agresi tersebut.
Remaja, kata Melly juga memiliki fase yang ingin menantang orang dewasa. Jika gagal menyesal, apabila sukses menimbulkan kebanggan.
“Pada fase-fase inilah, perlu peranan orangtua,” ucap Melly.
Orang tua, kata Melly juga bisa menanamkan nilai-nilai sosial, norma dan keagamaan.
“Anak-anak, remaja-remaja ini punya pemilik yakni orang tua. Sehingga rasanya perlu ada penguatan dan edukasi parenting, bagaimana memahami para remaja,” tutur Melly.
Selain itu, perlu ada pemetaan terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum, bisa secara kecamatan atau kelurahan.
Pemetaan ini, kata Melly adalah sesuatu yang sangat penting. Apabila ada suatu daerah, kelurahan atau kecamatan banyak anak-anak berhadapan dengan hukum. Maka daerah itu perlu disinyalir kualitas kehidupan dan lingkungannya.
Selain orang tua, lingkungan juga berperan penting dalam membentuk karakter anak.
“Apabila daerah A banyak, perlulah negara ambil alih, sebagai pemilik wilayah itu. Edukasi ke orang tua, atau pemulihan dan mencari akar masalah di wilayah itu,” tuturnya.
Edukasi sebagai langkah pencegahan, sehingga dapat meminimalisir anak berhadapan dengan hukum.
Melly mengatakan dulu banyak sarana-sarana tempat remaja menyalurkan bakat dan kreativitasnya. Ada remaja masjid, remaja gereja, karang taruna atau perkumpulan remaja seni.
“Perkumpulan dengan arahan jelas, juga dapat meminimalisir remaja berhadapan dengan hukum,” tuturnya.(*)
Hidupkan Koleksi Tanaman ”Monster” di Kebun Raya Bogor
Tri Handayani di Wahana Edukasi Nepenthes, Kebun Raya Bogor (11/1). Dia keluar masuk hutan untuk melengkapi koleksi Nepenthes. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Untuk menambah koleksi, Tri Handayani dua tahun keliling hutan-hutan Kalimantan berburu tanaman kantong semar. Meski ada beragam tanaman karnivor di Wahana Edukasi Nepenthes Kebun Raya Bogor, yang ”dimangsa” hanya hewan-hewan kecil.
M. HILMI SETIAWAN, Kota Bogor
HATI-HATI dengan wahana baru di Kebun Raya Bogor ini. Penuh ”monster”. Jika tidak hati-hati, siap-siap dilahap tanaman di sudut sini. Bisa juga terpeleset, kecebur, hingga membusuk di dalam kantong daun tanaman di sudut lain lagi.
Hehehe tenaaang…tidak sehoror itu kok. Meski memang Wahana Edukasi Nepenthes Kebun Raya Bogor tersebut berisi beragam tanaman karnivor alias pemakan daging.
Nepenthes umum dikenal sebagai kantong semar. Tapi, para pengunjung wahana yang dikenalkan ke publik oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada awal Desember tahun lalu itu aman dari berbagai kemungkinan risiko fatal karena ukuran dari tanaman-tanamannya tidak ekstrem.
Peneliti di Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan Organisasi Riset (OR) Hayati dan Lingkungan BRIN Tri Handayani mengatakan, Nepenthes dan kawan-kawannya hanya ”memangsa” hewan-hewan kecil. ”Paling sering semut yang ditemukan terjebak di kantong daun Nepenthes,” kata Tri saat ditemui Jawa Pos di wahana tersebut bulan lalu (11/1).
Tri yang aktif terlibat dalam pelestarian beragam kantong semar di wahana itu memberi contoh Venus flytrap (Dionaea muscipula). Tanaman yang didatangkan dari Australia itu ukurannya tidak sebesar seperti di film Little Shop of Horrors lansiran 1986. Begitu pun ukuran kantong semarnya.
Tanaman-tanaman karnivor itu ditata dengan rapi di wahana seluas 20 x 10 meter tersebut. Dengan ornamen-ornamen khusus supaya menyerupai habitat aslinya. Ada yang ditempelkan di lumut. Ditanam di pasir. Ada juga yang berada di tengah-tengah kolam.
Hewan dengan ukuran lebih besar ketimbang semut, lanjut Tri, seperti laba-laba atau lebah bisa juga terpeleset masuk kantong semar. Lalu jadi santapan tanaman khas Indonesia itu.
Di Kebun Raya Bogor, Nepenthes sejatinya sudah jadi koleksi Kebun Raya Bogor cukup lama. ”Ada buletin keluaran 1928 yang mencatat atau mengidentifikasi koleksi Nepenthes ampullaria di Kebun Raya Bogor,” katanya.
Tri sendiri bergabung dengan Kebun Raya Bogor sejak 1993. Kebun tersebut sebelumnya di bawah naungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Waktu itu belum seperti sekarang koleksi Nepenthes-nya.
Itu terjadi karena tidak ada peneliti yang menanganinya. Upaya untuk memiliki koleksi kantong semar kemudian mulai digarap. Diawali dengan mencari formula media tanam yang tepat. ”Saat itu ada satu jenis Nepenthes rafflesiana. Tapi, kondisinya hidup enggan, mati tak mau,” ujarnya mengenang.
Berdasar publikasi dari LIPI, yang sekarang gabung ke BRIN, di seluruh dunia ada 87 jenis kantong semar. Semuanya dikategorikan langka menurut International Union for The Conservation of Nature and Natural Resource (IUCN) dan World Conservation Monitoring Center (WCMC).
Dari satu jenis tanaman Nepenthes tadi, Tri bersama sejumlah rekannya mencari alternatif media tanam yang pas untuk menanam kantong semar. Akhirnya ditemukan media yang berupa perpaduan akar tanaman paku sarang burung (Asplenium nidus) yang dirajang kecil-kecil.
Pada sekitar 2004–2005, proposal perburuan Nepenthes-nya tembus dan mendapatkan kucuran dana. Ongkos untuk melakukan eksplorasi kantong semar memang tidak murah. Karena harus keliling satu hutan ke hutan lainnya. Khusus di Kalimantan, biaya makin besar karena harus sewa perahu untuk menyusuri sungai yang membelah belantara.
Selama dua tahun Tri melakukan pengumpulan berbagai jenis Nepenthes dari hutan. Lokasi pencarian Nepenthes yang dia susuri di antaranya adalah di Sungai Wain, Muara Badak, dan Cagar Alam Kersik Luwai yang semuanya berada di Kalimantan Timur. Serta di Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.
Selama eksplorasi di alam bebas itu, Tri merasa menemukan harta karun saat berburu kantong semar di Taman Nasional Tanjung Puting. Di taman nasional yang memiliki luas hampir setengah juta hektare itu, dia berhasil menemukan jenis Nepenthes yang spesial. Nama Nepenthes yang spesial itu adalah Nepenthes x hookeriana. Nepenthes jenis ini hasil persilangan alami dari Nepenthes ampullaria dengan Nepenthes rafflesiana.
Setelah misi keliling hutan itu selesai, Tri menyebutkan, jumlah koleksi Nepenthes di Kebun Raya Bogor bertambah banyak. Lima jenis Nepenthes lain yang dia temukan saat eksplorasi itu adalah Nepenthes ampullaria, Nepenthes rafflesiana, Nepenthes mirabilis, Nepenthes gracilis, dan Nepenthes reinwardtiana.
Tri juga meluruskan mitos atau kepercayaan soal kantong semar yang kerap muncul bahwa tutup kantong semar itu bisa bergerak, lalu menutup saat ada mangsa yang masuk ke kantong. Dia menegaskan, tutup kantong semar tidak bergerak.
Namun, di bagian bawah dari tutup kantong semar itu kaya dengan nektar. Sehingga bisa mengundang semut atau serangga lain. Nah, saat mencari nektar tersebut, tidak sedikit semut yang tergelincir, lalu jatuh ke kantong yang berisi air.
Hewan yang jatuh itu juga tidak langsung mati. Di dalam kantong tidak ada alat pencernaan seperti mulut atau sejenisnya. Serangga yang terjebak di air itu mati perlahan. Kemudian, dari enzim khusus yang dihasilkan, zat protein hewan tersebut diserap oleh tanaman kantong semar.
Menurut Tri, kantong semar atau Nepenthes sejatinya memiliki akar. Tapi, pertumbuhan akarnya tidak seperti tanaman pada umumnya. Akar dari kantong semar tidak bisa menghunjam ke dalam ke tanah. Sehingga tidak bisa menyerap maksimal unsur-unsur di tanah tersebut.
Saat mengenalkan kepada publik, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko juga menyebutkan, secara umum kantong semar tidak boleh diperjualbelikan. ”Kami pilih Nepenthes karena ini salah satu kekayaan hayati Indonesia yang khas,” tuturnya.
Tri juga berharap wahana Nepenthes di Kebun Raya Bogor bisa menjadi tempat masyarakat melihat langsung keberadaan tanaman karnivor. Dan, tak perlu takut dimangsa monster di sana. (*)
Para calon PMI Ilegal yang berhasil diselamatkan Ditpolairud Polda Kepri. Foto: Ditpolairud Polda Kepri untuk Batam Pos
batampos – Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri menggerebek tempat penampungan PMI ilegal di Perumahan Bukit Airis, Batam Kota, Rabu (1/2/2023). Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan satu orang yakni Im, 40.
Penyelidikan yang dilakukan Ditpolairud Polda Kepri, Im diketahui sebagai pemilik lokasi penampungan PMI ilegal. Para PMI ilegal ini, kebanyakan akan dikirim ke Malaysia secara ilegal.
“Saat penggerebekan kami mendapati juga, ada 4 orang calon PMI ilegal yang rencananya akan bertolak menuju ke Malaysia,” kata Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Kepri, Kombes Boy Herlambang, Kamis (2/2/2023).
Penangkapan ini, kata Boy bermula dari laporan masyarakat. Jajaran Ditpolairud melakukan pemeriksaan atas laporan itu.
Dari pemeriksaan ini diketahui rumah itu sebagai tempat penampungan PMI ilegal. Praktek penyelundupan PMI ilegal ini ditengarai sudah cukup lama.
Lokasi penampungan PMI ilegal ini, tidak hanya dikelola oleh Im saja, tapi berdua dengan istrinya In (DPO). Suami istri ini mengelola penampungan ini, dengan menjemput, memberi makan dan memberangkatkan para calon PMI ilegal tersebut.
“Kami masih melakukan pengembangan pengungkapan kasus PMI ilegal ini,” kata Boy.
Atas perbuatannya, polisi menjerat Im dengan pasal 81 jo pasal 69 jo pasal 86 huruf c, jo pasal 72 huruf c Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Ancaman hukuman penjara selama 100 tahun,” tutur Boy.
batampos – Kepala BKKBN RI dr.Hasto Wardoyo meresmikan Klinik Keluarga Berencana (KB) Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) yang terletak di Kilometer (Km) 2 Tanjungpinang.
Foto : BKKBN untuk Batam Pos. Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo meresmikan pelayanan KB di Klinik Lanud RHF, Kamis (2/2/2023)
Hasto Wardoyo menjelaskan Klinik KB Lanud RHF merupakan Klinik Pratama yang melayani Pelayanan KB, Pengobatan Umum dan Poli Gigi. Klinik ini berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Hal ini sebagai wujud kepedulian TNI AU terhadap masyarakat dan mendukung program pemerintah khususnya Kesehatan,” kata Hasto di Tanjungpinang, Kamis (2/2).
Kepala BKKBN RI mengapresiasi atas dibukanya pos pelayanan KB itu, sebab untuk percepatan penurunan stunting memang dibutuhkan kolaborasi yang baik antar semua pihak.
“Kita harus mengoptimalkan seluruh jajaran untuk bekerja dengan tepat dan cepat, mendampingi, serta melayani keluarga-keluarga berisiko stunting,” ungkapnya.
Saat peresmian juga dilakukan penyerahan alat-alat medis melalui Kepala BKKBN RI kepada Danlanud RHF dan peninjauan ruang pelayanan KB di Klinik Lanud RHF Tanjungpinang.
“ Saat peresmian dilakukan kegiatan pelayanan KB seluruh kontrasepi modern, pelayanan cek IVA, Pelayanan Cek Rutin Kesehatan dan Konseling KB,” tambahnya. (*)
batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI di Kota Batam. Pada kesempatan itu BKKBN Kepri memaparkan hasil penurunan stunting yang dilakukan di Kepri dan Kota Batam serta langkah yang lakukan untuk mempercepat penekanan angka stunting.
Foto : BKKBN Kepri untuk Batam Pos Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Deputi KSPK BKKBN RI foto bersama saat kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Batam, Kamis (2/2/2023).
Kepala Pewakilan BKKBN Kepri, Rohina menjelaskan hasil evaluasi penanganan stunting di Kepri khususnya Kota Batam dalam 2 tahun ini termasuk selama masa pandemic COVID-19 telah berjalan dengan baik.
Hal ini dapat dilihat dari penurunan prevalensi angka stunting dari tahun 2021 ke tahun 2022 sebesar 2,3 persen dari 17,5 persen turun menjadi 15,2 persen.
“Penurunan stunting di Kota Batam sebesar 2,3 persen tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan stunting Kepri sebesar 2,2 persen,” Kata Rohina, Kamis (2/2/2023).
Rohina memaparkan beberapa hal yang dilakukan oleh BKKBN untuk mendorong dan mempercepat penurunan stunting di Kota Batam sehingga sesuai target nasional yaitu melalui Pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setuap kelurahan yang di dalamnya terdapat bidan, tim penggerak PKK dan kader KB.
“Jumlah TPK se-Kepri sebanyak 1.116 tim atau 3.348 orang dan 544 tim atau 1.632 orang diantaranya berada di Kota Batam,” Papar Rohina.
Kemudian pembentukan tim percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat provinsi sampai tingkat kelurahan atau desa, yang sudah dimulai sejak 2021 sampai 2022. Saat ini jumlahnya di Kepri sebanyak 501 TPPS dan 77 diantaranya di Batam.
Peningkatan peran serta remaja dalam kampanye pencegahan stunting melalui pengukuhan duta genre hingga ketingkat desa atau kelurahan serta pembentukan pusat informasi dan konseling remaja (PIK R) di sekolah, universitas dan jalur masyarakat.
“Terdapat 124 pasang yang sudah dikukuhkan sebagai duta genre kelurahan se- Kepri. Batam sudah memiliki 64 duta genre kelurahan. Jumlah PIK Remaja se-Kepri sebanyak 263 Kelompok dan 118 diantaranya ada di Kota Batam,”terangnya.
Ia menambahkan, upaya lain yang dilakukan adalah pembentukan dapur sehat atasi stunting (Dashat). Pelibatan perusahaan dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat serta TNI sebagai bapak asuh anak stunting.
Pemberian konsultasi pada calon pengantin 3 bulan sebelum menikah yang dilakukan oleh KUA. Sosialisasi pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dilakukan secara massif.
Pembentukan tim pakar setiap kabupaten kota yang terdiri dari beberapa unsur yaitu dokter ginekology, dokter spesialis anak, obstetri, ahli gizi dan psikolog.
Posyandu dilibat dan terlibat dalam pengelolaan dan kepengurusan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) serta pengelola Dashat. Batan memiliki 23 Kampung KB yang sudah memiliki Dashat.
“Kampung KB memiliki peran penting pada upaya peningkatan sumber daya manusia dan upaya percepatan penurunan stunting,” tambahnya. (*)