batampos – Asosiasi Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengadakan seminar dan musyawarah kerja nasional 2023 di Batam, Sabtu (28/1/2023). Dalam seminar ini, mereka sepakat untuk turut membantu percepatan kemajuan reformasi keuangan secara nasional.

“Di 2023 ini, sesuai pencapaian, pertumbuhan ekonomi nasional secara makro itu baik. Kita tetap optimis di tahun ini, tapi perlu waspada dan berhati-hati. Apalagi ini pasca-pengesahan UU P2SK, kami perlu melihat peluang, membangun percepatan kemajuan perbankan syariah,” ujar Ketua Umum Asbisindo, Hery Gunardi di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja di Marriott Hotel Harbour Bay, Batuampar, siang tadi.
DPR RI mengesahkan Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) akhir 2022 lalu. UU itu menjadi tahap awal reformasi keuangan sesuai Omnibus Law, yang turut mengamandemen isi UU Nomor 21/2008 tentang Perbankan Syariah. “Kita tetap spin-off terkait ini. Kan masih ada waktu dalam enam bulan ini terhadap OJK (Otoritas Jasa Keuangan, Red). Kami berharap itu tepat sasaran dan substansif,” ujar Gunardi.
BACA JUGA:
Data BSI Tunjukkan Banyak Peminat Pembiayaan Rumah Berbasis Syariah
Dalam seminar ini, Gunardi juga menyebutkan ada tiga tren perbankan yang akan mereka kembangkan di 2023 ini. Pertama, meningkatkan kewaspadaan. ” Saat ini yang terbaru, tingkat suku bunga Reverse Repo Rate BI itu naik menjadi 5,75 persen dibanding sebelumnya. Ada kenaikan 25 ps. Ya pasti itu ada dampaknya secara umum untuk simpanan dan deposito. Untuk hal ini, kita harus waspada. Harus lebih inovatif untuk menghadirkan produk-produk perbankan syariah,” ujarnya.
Ada pun yang kedua yakni Konsolidasi. Bukan hanya terjadi di konvensional, tapi juga ini berlaku di jaringan bank syariah. Dengan adanya konsolidasi, maka pertumbuhan bisnis dan pengembangan usaha bisa terbangun lebih cepat. “Intinya ini akan memperkuat size dan permodalan,” tambah Gunardi.
Sementara yang ketiga yakni Tren Digital. Tren ini sifatnya keniscayaan namun menjadi solusi keuangan bank yang aman, mudah dijangkau dan cepat. Inovasi digital ini mampu mendorong aktivasi masyarakat memilih bank syariah sebagai pilihan untuk berbagai transaksinya. “Data yang diterbitkan BI selama pandemi Covid-19, ada tambahan 21 juta pengguna digital. Umumnya penambahan itu di kota suburban. Nah kita mau, ke depan transformasi digital dengan stabilisasi sistem mobile seperti ini tumbuh inovatif dan menjadi tren,” ungkapnya.
Guna penjajakan dalam merealisasikan ketiga tren ini, Asbisindo bersamaan dengan kegiatan musyawarah kerja nasional ini, juga mengadakan kerjasama lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX). “Kerjasama ini utamanya terkait pengembangan pasar ekonomi syariah dan juga tabungan haji,” ujar Gunardi.
Direktur Utama ICDX, Nursalam, menyebutkan, pihaknya bekerjasama dengan bank syariah yang tergabung ke Asbisindo dalam hal pendanaan. “Juga akan ada sinergi strategis,” ujarnya.
Sinergi strategis yang dimaksud adalah pengembangan bursa komoditi dengan melihat seperti apa ekosistem kerja, khususnya dalam hal pembiayaan syariah termasuk salah satunya pembiayaan ibadah haji. “Ini bagian dari alternatif baru, bukan hanya di tabungan tapi juga di capital market,” ujar Nursalam.
Sementara itu, BPKH dalam hal ini hadir sebagai gard terdepan bank syariah dalam hal produk pembiayaan haji. “Sebagai pengelola dana haji, sebagian besar kami investasikan. Mobilisasi dananya melalui perbankan syariah. Kami kan tak punya kemampuan untuk collect secara langsung dari umat. Karenanya, kami butuh kerjasama dengan bank syariah,” ujar Anggota Badan Pelaksana Bidang Penghimpunan, Penempatan, Investasi Langsung dan Investasi Lainnya BPKH, Harry Alexander.
Asbisindo dengan diadakannya MoU tersebut berjanji akan memberikan produk inovatif yang bernilai jual. Dengan begitu, pendekatan pasar ke bank syariah semakin meningkat, sesuai dengan tema seminar dan musyawarah kerja di 2023 ini, membangun percepatan kemajuan perbankan syariah pasca-pengesahan UU P2SK. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak






Dua kawasan yang menjadi jalur keluar masuknya barang dari dan menuju Tanjungpinang ini telah terhubung sejak akhir Desember 2022 lalu. Hal ini disambut baik warga serta pelaku ekonomi yang selama ini menggunakan jasa dermaga pelabuhan di kawasan tersebut.


