Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Sebanyak 540 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa dirumahkan mulai Desember 2025.
Kebijakan ini diambil karena belum adanya kejelasan aturan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026, yang selama ini menjadi sumber pembayaran honor mereka.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Andi Agung, mengatakan ratusan PTK Non-ASN dirumahkan sementara hingga ada regulasi baru dari pemerintah pusat. Saat ini, masih sekitar 530 tenaga honorer yang dapat dialihkan pembayarannya menggunakan dana BOS hingga akhir Desember.
“Masih ada sekitar 530 sementara kita alihkan dengan dana BOS hingga akhir Desember ini,” ujar Andi Agung, Selasa (2/11).
Ia menjelaskan, berdasarkan Juknis BOS 2025, sebanyak 20 persen dana BOS masih diperbolehkan digunakan untuk membayar PTK Non-ASN. Jika aturan pada 2026 masih sama, maka pembayaran honor dapat tetap dilakukan.
“Juknis 2025 itu 20 persen dari angka keseluruhan diperbolehkan untuk membayar,” tambahnya.
Bagi PTK yang dirumahkan, solusi sementara yang ditawarkan adalah mencari pekerjaan lain sambil menunggu dibukanya kembali formasi CPNS atau penempatan melalui keputusan komite sekolah.
“Mau tidak mau kami serahkan ke komite atau mencari pekerjaan lain sambil menunggu formasi CPNS baru,” ujarnya.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Luki Zaiman Prawira, menegaskan bahwa kebijakan merumahkan PTK Non-ASN tidak berasal dari keinginan Pemprov, melainkan karena aturan yang belum memungkinkan penggunaan anggaran.
Menurutnya, Pemprov Kepri saat ini tengah berupaya mencari solusi terbaik agar PTK yang telah lama bekerja dan memenuhi klasifikasi tetap mendapatkan kepastian.
“Kalau kita paksakan, kalau memberikan gaji tidak sesuai aturan ya kasihan mereka, jika harus dikembalikan,” kata Luki. (*)
Banjir di Jalinsum Medan-Aceh, tepatnya di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Langkat. (Dok. istimewa)
batampos – Ratusan warga masih belum ditemukan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Selasa (2/12), sebanyak 553 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun lumpur serta material kayu sisa terjangan banjir.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii, mengungkapkan pencarian korban terus dilakukan tanpa henti. Pihaknya bahkan telah meng-deployed anjing pelacak K9 untuk menemukan korban yang tertimbun lumpur tebal.
“Kita sudah menggunakan K9 untuk membantu. Karena kondisi korban, khususnya yang akibat bencana banjir lumpur, tentunya ini mengalami kesulitan tersendiri,” ujar Syafii di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12).
Dia juga menjelaskan, medan pencarian sangat berat. Lumpur yang menumpuk bercampur kayu-kayu besar dan kini mulai mengeras sehingga memperlambat operasi SAR di lapangan.
“Pada saat lumpur itu ketebalannya tersendiri, kemudian di dalamnya bercampur dengan kayu, dan mulai lumpur ini mengering, sehingga kita membutuhkan salah satunya adalah unit K9,” urainya.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia naik menjadi 583 jiwa berdasarkan data Basarnas per pukul 10.00 WIB. Korban diperkirakan bertambah karena masih banyak warga dilaporkan hilang.
Di sisi lain, Syafii memastikan seluruh jalur bantuan logistik terus dibuka melalui darat, laut, dan udara. Kapal SAR hingga pesawat dari Tanjung Pinang, Bogor, Jakarta, dan Surabaya telah digerakkan ke daerah terdampak.
“Kita menggunakan seluruh sarana yang ada di kantor SAR berupa kapal-kapal sarana laut dan juga kekuatan udara,” tegasnya.
Operasi kemanusiaan masih berlangsung dan Basarnas meminta doa seluruh masyarakat agar para korban segera ditemukan. (*)
Penampakan buronan interpol bernama Dewi Astutik saat ditangkap BNN di Kamboja. (Istimewa)
batampos – Buronan interpol bernama Dewi Astutik berhasil ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan Indonesia di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Dewi Astutik merupakan buronan internasional yang berusaha menyelundupkan 2 ton sabu dan terlibat beberapa kasus besar pada 2024.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media, BNN mengungkapkan bahwa penangkapan Dewi Astutik dilakukan di wilayah Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan itu berlangsung dalam operasi senyap lintas negara yang dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan.
”Operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto yang sebulan sebelumnya menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk melakukan operasi pengejaran internasional,” tulis BNN.
Dalam operasi tersebut, BNN mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan Indonesia di Kamboja dan BAIS TNI. Peran penting BAIS TNI dalam operasi tersebut adalah melakukan pemetaan pergerakan lintas negara serta koordinasi regional. Sementara proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Santo Darmosumarto bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
”Kerja sama erat dijalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja Chuon Narin beserta jajarannya yang membantu proses penangkapan dan pengamanan di lapangan,” terang BNN.
Tidak hanya menjadi buronan Indonesia, Dewi Astutik juga terdata sebagai buronan Korea Selatan (Korsel). Dalam operasi senyap BNN dan instansi terkait lainnya, Dewi Astutik diamankan ketika menuju lobi sebuah hotel di wilayah Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik. Setelah diamankan, Dewi Astutik langsung dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.
”Dewi Astutik akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara,” jelas BNN.
Pemeriksaan mendalam terhadap Dewi Astutik bakal dilakukan di Indonesia. Menurut BNN, jejaring Dewi Astutik beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin. Negara tujuan jejaring itu berada di Asia Timur dan Asia Tenggara. BNN menegaskan, penindakan yang dilakukan tidak berhenti pada penangkapan.
”Akan berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir,” ujarnya.
Diketahui, penangkapan kapal KM Sea Dragon Tarawa yang membawa 2 ton narkotika jenis sabu memunculkan nama Dewi Astuti, seorang WNI asal Jawa Timur. Kapal Sea Dragon ditangkap di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, pada awal Mei lalu.
Adapun Dewi diketahui sebagai pengendali serta perekrut kurir untuk jaringan internasional di Indonesia dan kini masuk dalam daftar buron Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Rilis pengungkapan kasus tersebut dilaksanakan di Dermaga Bea Cukai Batam, Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (26/5/2025). (*)
Kondisi saat KM Sinar Budi GT 34 tenggelam di Perairan Dabo Singkep, Selasa dini hari (2/12). F. Istimewa.
batampos – Kapal kayu KM Sinar Budi GT 34 yang bermuatan sembako, material bangunan, dan barang elektronik tenggelam di perairan Dabo Singkep, Selasa (2/12) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Informasi tenggelamnya kapal diterima pertama kali oleh personel Posbinpotmar Dabo Singkep sebelum kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga.
“Kami mendapat laporan ada kapal tenggelam sekitar pukul 03.30 WIB,” ujar Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal.
Sebelum insiden terjadi, KM Sinar Budi diketahui sandar di Pelabuhan Dabo Singkep pada Senin (1/12) pukul 15.30 WIB setelah berlayar dari Jambi membawa sembako, material bangunan, dan elektronik.
Menurut Oktanius, saat kapal masih bersandar di ujung pelabuhan, cuaca memburuk disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Hantaman ombak membuat kapal tidak mampu bertahan sehingga nakhoda memutuskan memindahkan kapal ke area dalam pelabuhan.
Namun, saat memutar haluan, lambung kiri kapal mengalami kebocoran akibat benturan keras dari gelombang. Air masuk ke badan kapal dan menyebabkan kapal miring sebelum akhirnya kandas dan tenggelam.
Beberapa muatan kapal dan sejumlah ABK sempat hanyut terbawa ombak. Beruntung, seluruh ABK berhasil dievakuasi.
“Tidak ada korban jiwa. ABK yang hanyut berhasil diselamatkan,” kata Oktanius.
Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp700 juta. Sejumlah barang yang sempat hanyut berhasil diamankan warga dan dikembalikan kepada pihak kapal.
Saat ini nakhoda dan seluruh ABK dalam kondisi selamat dan berada di kantin Pelabuhan Dabo Singkep. Dua ABK dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka ringan. (*)
KM Bukit Raya sedang bersandar di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Anambas. Syahbandar siagakan 6 kapal untuk persiapan libur Nataru. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Enam unit kapal disiapkan Syahbandar Tarempa untuk melayani masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Armada tersebut disiagakan agar arus keluar masuk Anambas tetap lancar sepanjang masa liburan.
Plt Kepala Syahbandar Tarempa, Darlis, mengatakan seluruh kapal telah dinyatakan siap mengangkut penumpang yang hendak bepergian maupun kembali ke Anambas saat arus balik.
“Kapal yang beroperasi sudah kita pastikan layak. Pemeriksaan lebih ketat karena rute cukup jauh, bahkan melewati perairan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” ujarnya, Selasa (2/12).
Menurut Darlis, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Seluruh alat keselamatan mulai dari life jacket, alat navigasi, hingga perlengkapan standar lain harus berfungsi sempurna. Kapal yang tidak layak dianggap berisiko dan tidak diizinkan berangkat.
“Semua kita cek, baik life jacket maupun alat navigasi. Harus benar-benar berfungsi, karena sangat rentan kalau ada yang rusak,” tegasnya.
Selain pengecekan kelayakan, Syahbandar juga mewajibkan setiap operator kapal berkomunikasi sebelum keberangkatan, terutama terkait informasi cuaca dari BMKG.
Ia mencontohkan, pada Jumat sebelumnya, salah satu operator, Aseng, mengurungkan keberangkatan setelah mendapat rekomendasi cuaca buruk.
“Komunikasi seperti ini yang kita utamakan,” ujar Darlis.
Ia memastikan libur Nataru tidak memicu lonjakan penumpang di Anambas. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pergerakan penumpang akhir tahun cenderung stabil. Kondisi berbeda terjadi saat Idulfitri, di mana peningkatan penumpang selalu signifikan.
“Yang ramai itu saat lebaran Idulfitri. Kalau Nataru, sekali angkut saja biasanya sudah selesai,” jelasnya.
Enam kapal yang beroperasi pada periode libur ini meliputi MV VOC Batavia dan MV Seven Star Island untuk rute Anambas–Batam–Tanjungpinang, KM Bukit Raya dan KM Kelimutu ke Kijang hingga Tanjung Priok, serta KM Sabuk Nusantara 110 untuk rute Kijang dan Sungai Guntung. Sementara MV Cinta Indomas melayani perjalanan lokal Tarempa–Letung.
Dengan kesiapan armada tersebut, Syahbandar Tarempa berharap perjalanan masyarakat selama libur Nataru berlangsung aman dan nyaman. (*)
lLtihan penanggulangan keadaan darurat (PKD) di Bandara Hang Nadim Batam.
batampos – Pesawat Airbus A320 milik maskapai Rajawali Air tergelincir keluar landasan dan terbakar di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (2/12). Kecelakaan pesawat yang membawa 140 penumpang itu terjadi karena kerusakan mesin nomor dua saat mendarat dalam kondisi cuaca buruk. Akibat kejadian itu, empat penumpang meninggal, 20 luka berat dan 116 selamat.
Pesawat dengan nomor penerbangan 0312 rute Kamboja–Batam itu melaporkan gangguan mesin kepada menara sebelum melakukan emergency landing. Namun hembusan wind shear membuat pesawat kehilangan kendali lalu keluar dari runway dan terbakar di sisi kanan landasan.
Kecelakaan pesawat itu hanyalah simulasi yang dilakukan pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam, sebagai antisipasi penanggulangan keadaan darurat (PKD). Sejumlah pihak dilibatkan dalam latihan yang sempat menghentikan operasional bandara selama satu jam.
Dalam skenario tersebut, 140 penumpang dan kru digambarkan berada dalam situasi kepanikan sebelum dievakuasi petugas.
Direktur Operasi Bandara Internasional Batam, Anton Marthalius, menjelaskan simulasi adalah bagian dari latihan penanggulangan keadaan darurat (PKD). Latihan itu wajib dilakukan setiap dua tahun sekali sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional.
“Terakhir kami melakukannya di 2023, sehingga tahun ini kembali wajib dilaksanakan. Latihan ini menguji prosedur dalam Airport Emergency Plan untuk memastikan komunikasi, koordinasi, dan komando berjalan dengan baik,” ujar Anton.
Latihan skala penuh ini melibatkan seluruh unsur keselamatan bandara, khususnya Komite Keselamatan yang terdiri dari maskapai, AirNav, ground handling, Kantor Kesehatan Pelabuhan, rumah sakit rujukan, TNI, Polri, Basarnas, Pemko Batam, serta berbagai instansi lain yang berkaitan dengan respons darurat.
Hang Nadim juga mengerahkan tiga unit foam tender, satu nurse tender, tiga ambulans internal, serta satu mobil komando. Selain itu, 13 rumah sakit di Batam turut menurunkan ambulansnya masing-masing sebagai bagian dari rantai penanganan korban. Rumah sakit yang dilibatkan antara lain RS Awal Bros, RSUD Embung Fatimah, RS Bhayangkara, puskesmas terdekat, hingga sejumlah rumah sakit swasta lainnya.
“Ini kolaborasi besar. Semua pihak harus siap karena situasi darurat pesawat selalu melibatkan banyak sektor,” kata Anton.
Menurutnya, evaluasi oleh tim Kementerian Perhubungan juga dilakukan langsung di lapangan. Catatan yang muncul akan diperbaiki untuk meningkatkan kesiapan penanganan darurat ke depan.
“Alhamdulillah berjalan baik. Evaluasi sudah dilakukan agar kami semakin siap jika suatu saat terjadi keadaan darurat nyata,” jelasnya.
Anton menambahkan, dokumen AEP mengatur bahwa persiapan latihan harus dilakukan selama 120 hari. “Persiapan internal dan eksternal sudah dilakukan jauh hari sehingga pelaksanaan hari ini matang,” ujarnya.
Ia memastikan bandara wajib mengulang latihan serupa pada 2027. Siklus dua tahunan tersebut menjadi komitmen untuk menjaga standar keselamatan penerbangan. “Situasi darurat bisa datang kapan saja. Prosedur, personel, dan fasilitas harus selalu siap,” tegasnya.
Dalam skenario tambahan yang dipaparkan Anton, pesawat internasional dari Kamboja itu mengalami gangguan mesin saat hendak mendarat. Setelah meminta izin melakukan pendaratan darurat, cuaca memburuk dan wind shear menghantam pesawat hingga tergelincir.
“Bahasa teknisnya runway excursion,” jelasnya.
Latihan kali ini juga mendapat tantangan cuaca. Hujan deras turun tepat saat simulasi berlangsung. Sebagai konsekuensi latihan, operasional Bandara Hang Nadim ditutup selama satu jam, pukul 09.00–10.00 WIB. Ada dua penerbangan terdampak penutupan tersebut. Namun, Anton memastikan koordinasi dengan maskapai dan AirNav sudah dilakukan jauh hari.
“Penumpang tidak dialihkan, hanya mengalami delay expected, yaitu penundaan yang sudah direncanakan sebelumnya. Mereka sudah diinformasikan lebih dulu sehingga tidak ada kebingungan,” ujarnya.
Anton menegaskan latihan ini penting untuk memastikan seluruh petugas, prosedur, sarana, dan koordinasi lintas lembaga benar-benar siap menghadapi skenario terburuk sekalipun. “Mudah-mudahan kejadian nyata tidak terjadi. Tapi kalau pun terjadi, kami harus siap,” tutupnya. (*)
Masyarakat tumpah ruah menghadiri Tabligh Akbar di halaman Gedung Nasional Tanjunguban, Bintan Utara, Senin (1/12) malam. F. Zoko untuk Batam Pos.
batampos – Ribuan warga Bintan memadati halaman Gedung Nasional Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (1/12) malam, untuk mengikuti Tabligh Akbar bersama mubaligh kondang, Ustaz Das’ad Latif.
Dalam tausiahnya, Ustaz Das’ad mengajak masyarakat meneladani ajaran Nabi dalam membangun daerah. Ia menggambarkan hubungan pemimpin dan masyarakat seperti imam dan jemaah dalam salat yakni harus sejalan, rukun, dan saling menguatkan.
“Jangan dikira enak jadi pemimpin, semua akan ditanggung. Makanya masyarakat harus ikut mendukung,” ujarnya disambut tepuk tangan jemaah.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengatakan Tabligh Akbar yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-77 Bintan ini menjadi momentum syukur atas capaian daerah. Ia menekankan pentingnya kebersamaan untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.
“Hari ini adalah milik kita bersama. Mari tunjukkan rasa syukur dan semoga Bintan semakin diberkahi,” kata Roby membawa motto Bumi Tak Berganjak, Berat Sama Dipikul Ringan Sama Dijinjing.
Dalam acara itu, Pemkab Bintan juga menyerahkan simbolis lima sertifikat guru ngaji yang dinyatakan lulus sertifikasi. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas guru ngaji agar mampu mencetak generasi Qurani yang nantinya menjadi pemimpin masa depan Bintan. (*)
Peserta ajang MFoS 2025 saat balapan di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada round empat 2025 di Lombok Tengah, Minggu (26/10/2025). ANTARA/Akhyar Rosidi.
batampos – Ajang balap mobil Mandalika Festival of Speed (MFoS) Final Round 2025 akan digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat digelar 12-14 Desember 2025, dikutip dari Antara.
Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandi Satria di Lombok Tengah, Selasa, mengatakan jadwal tahun ini disusun jauh lebih padat dan terstruktur untuk menghadirkan pengalaman balap yang maksimal, baik untuk pembalap maupun penonton.
“Kami ingin MFoS Final Round 2025 benar-benar menjadi festival motorsport yang hidup sepanjang akhir pekan,” katanya.
Oleh karena itu, setiap sesi mulai dari practice, kualifikasi, hingga race, dirancang berurutan tanpa jeda panjang, supaya ritme balap terasa mengalir dan penonton selalu mendapat aksi di lintasan.
“Jadwal yang komprehensif ini juga memberi ruang bagi seluruh kelas untuk tampil optimal dan memberikan tontonan terbaik,” katanya.
Hari pertama dibuka pada pukul 08.00 WITA melalui Session 1 Time Attack yang langsung memompa adrenalin sejak pagi. Setelah itu, rangkaian Practice 1 dimulai dengan Krida Agya One Make Race pada pukul 08.55, disusul sesi latihan Subaru BRZ Super Series pada pukul 09.25.
Tidak lama kemudian, mobil-mobil TCR dan BMW M2 turun ke lintasan pukul 10.00 WITA, sebelum dilanjutkan oleh Kejuaraan Nasional ITCR 1200 pada pukul 10.35, ITCR 3600 pukul 11.05, dan ITCR 1500 pukul 11.35.
“Seluruh pembalap memanfaatkan sesi ini untuk menguji setelan mobil dan membaca karakter lintasan Mandalika,” katanya.
Memasuki hari kedua, tensi kompetisi meningkat tajam. Session 3 Time Attack pada pukul 08.00 membuka hari dengan persaingan mencatatkan waktu tercepat. Setelah itu, sesi qualifying bergulir mulai pukul 08.40 untuk kelas Krida Agya One Make Race, diikuti Subaru BRZ Super Series pukul 09.00, lalu TCR dan BMW M2 pada pukul 09.25.
Kualifikasi untuk ITCR 1200 pukul 09.50, ITCR 3600 pukul 10.25, dan ITCR 1500 pukul 10.50 berlangsung secara berurutan. Seluruh pembalap berjuang keras meraih posisi start ideal.
Pada siang hari, rangkaian Race 1 dimulai dengan Krida Agya One Make Race pukul 12.20, diikuti Subaru BRZ Super Series pukul 12.55 dan TCR + BMW M2 pukul 13.40. Pertarungan dilanjutkan oleh ITCR 1200 pukul 14.15, ITCR 3600 pukul 14.50, dan ITCR 1500 pukul 15.25.
Seluruh Race 1 menjadi tolok ukur kekuatan para pembalap sebelum menuju penentuan Race 2. Hari kedua kemudian ditutup dengan Session 4 Time Attack pada pukul 16.00.
Hari Minggu, MFoS 2025 menjadi puncak dari seluruh rangkaian acara. Pagi dimulai oleh Session 5 Time Attack pukul 08.00, kemudian Qualifying 2 yang dimulai pada pukul 08.40 untuk Krida Agya One Make Race, pukul 09.00 untuk Subaru BRZ Super Series, dan pukul 09.25 untuk TCR + BMW M2.
Kelas ITCR 1200 kembali ke lintasan pukul 09.50, ITCR 3600 pukul 10.25, dan ITCR 1500 pada pukul 10.50. Sesi ini menjadi kesempatan terakhir untuk mengukuhkan posisi start Race 2.
Sementara, Race 2 untuk Krida Agya One Make Race dimulai pukul 11.15. Usai Race 2 Krida Agya OMR, sesi dilanjutkan dengan Pit Walk yang memberi pengunjung akses lebih dekat dengan tim dan mobil balap dan Opening Ceremony pukul 11.40.
Pertarungan makin panas ketika Race 2 Subaru BRZ Super Series dimulai pukul 13.15, sebelum berlanjut ke TCR + BMW M2 pada 14.00. Balapan ITCR 1200 pukul 14.35, ITCR 3600 pukul 15.10, dan ITCR 1500 berlangsung pukul 15.45 menjadi penentu gelar MFoS Final Round 2025. Festival ini resmi berakhir dengan Session 6 Time Attack pada pukul 16.20.
“Event ini diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat luas sekitar KEK Mandalika dan NTB pada umumnya,” katanya. (*)
Halte Trans Batam yang dipenuhi coretan. F: M Sya’ban
batampos – Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto menegaskan bahwa merusak fasilitas umum merupakan pelanggaran hukum. Bahkan masuk kategori tindak pidana ringan.
Dalam Pasal 275 ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa setiap orang yang merusak atau mengganggu rambu dan fasilitas jalan dapat dikenakan pidana kurungan satu bulan atau denda Rp250 ribu.
“Ini termasuk pelanggaran ringan. Memang belum kami tangkap tangan, tapi kalau sudah sangat meresahkan, kami bisa bentuk tim bersama Satpol PP dan kepolisian untuk mengambil tindakan,” tegasnya.
Meski bukan kejadian baru, Bambang memastikan Dishub akan terus melakukan perbaikan halte agar tampilan kota tetap rapi dan nyaman bagi masyarakat maupun pendatang.
“Ini sudah lama terjadi. Ini jelas vandalisme. Kami tetap cat ulang supaya tidak mengganggu estetika,” katanya.
Dishub juga menemukan bahwa aksi coret-coret tidak hanya terjadi di halte, tetapi juga di pagar fasilitas umum hingga sebagian rambu lalu lintas. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas kota yang dibangun menggunakan anggaran negara.
“Ini fasilitas kita semua. Malu kalau kota kita penuh coretan dilihat tamu dari luar daerah atau luar negeri. Sama-sama kita jaga,” tuturnya.
Bambang berharap warga yang memiliki hobi menggambar tidak menyalurkannya dengan merusak fasilitas umum.
“Untuk kawan-kawan yang mungkin tergoda mencoret-coret, bertobatlah. Masih banyak tempat lain yang bisa menyalurkan kreativitas. Mari kita sama-sama jaga falitas kota ini,” kata dia. (*)
batampos – WHO melaporkan kematian akibat campak telah menurun 88% sejak tahun 2000 karena vaksinasi pada Jumat (28/11). Namun, kasus infeksi kembali melonjak secara signifikan.
“Sebelas juta infeksi global pada tahun 2024 hampir 800.000 lebih banyak dibandingkan periode pra pandemi,” tulis laporan WHO, dikutip dari World Health Organization, Selasa (2/12).
Pada 2023, diperkirakan ada 10,3 juta kasus campak di seluruh dunia. Naik sekitar 20% dibanding tahun 2022 menurut data gabungan Center for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO.
Campak merupakan virus paling menular di dunia. Virus ini memanfaatkan setiap celah dalam pertahanan kolektif tubuh.
Pada 2024, 59 negara melaporkan wabah campak besar hampir tiga kali lipat dari tahun 2021. Tertinggi sejak pandemi COVID-19 dimulai.
Lonjakan kasus terjadi di banyak negara, termasuk Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika. Meski vaksin tersedia dan efektif, cakupan vaksinasi global menurun.
Pada 2024, hanya sekitar 84% anak menerima dosis pertama dan 76% menerima dosis kedua. Angka ini jauh di bawah ambang herd immunity ≥ 95%.
Menurut WHO ada beberapa faktor utama penyebab kenaikan kasus campak, dikutip dari World Health Organization:
1. Penurunan cakupan imunisasi sejak pandemi COVID-19
Banyak program vaksinasi tertunda atau terabaikan. Muncul celah kekebalan di banyak komunitas.
2. Populasi besar kurang mendapat dosis lengkap
Anak – anak di negara berpenghasilan rendah dan daerah terpencil susah mendapat akses vaksinasi ini.
3. Misinformasi tentang vaksin
Banyak orang tua yang menunda vaksin bagi anak mereka. Sebagian bahkan tidak percaya terhadap imunisasi.
4. Penyebaran lintas negara
Mobilitas tinggi dan pelonggaran kontrol pandemi membuat virus lebih mudah menyebar.
Campak merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, terutama bagi balita di bawah lima tahun. Campak bisa menyebabkan kematian bahkan komplikasi jangka panjang seperti pneumonia, radang otak, dan kebutaan.
WHO menekan bahwa solusi paling efektif adalah imunisasi lengkap dua dosis bagi semua anak supaya tercapai kekebalan.
WHO memperingatkan bahwa virus campak tidak mengenal batas negara. Apabila cakupan vaksinasi di komunitas turun di satu wilayah, wabah bisa menyebar kemana saja.(*)