Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 624

Kuasa Hukum Sunarti Klarifikasi Kasus Dugaan Penganiayaan dan Proses Damai

0
Pelapor, Deva (paling kanan) dibantu rekannya saat menghitung uang kompensasi di Polsek Siantan. F. Denny Christianto untuk Batam Pos.

batampos – Kuasa hukum pegawai Inspektorat Kabupaten Anambas, Sunarti, yakni Denny Cristianto, memberikan klarifikasi terkait peristiwa dugaan penganiayaan ringan yang melibatkan kliennya. Hak jawab tersebut disampaikan Denny untuk meluruskan kronologi kejadian.

Denny menjelaskan, kejadian bermula ketika pelapor, Deva, mendatangi rumah Inspektur Anambas, Yunizar, untuk mengadukan bahwa Sunarti disebut memiliki persoalan dengan salah satu rekan kerjanya.

Menurut Denny, persoalan antara Sunarti dan rekannya sebenarnya sudah diselesaikan secara internal, namun pelapor tetap datang membawa aduan baru.

“Memang klien kami ada selisih paham dengan rekannya, tapi sudah selesai. Tetapi malah pelapor datang ke rumah dan mengadu,” ujar Denny.

Ia juga menilai pelapor tidak memiliki kewenangan untuk membawa persoalan internal tersebut langsung kepada pimpinan.
Hal itu disebut memicu terjadinya ketegangan pada 24 November 2025, ketika Sunarti menanyakan langsung alasan pelapor.

“Jawaban pelapor dianggap berkelit sehingga klien kami tersulut emosi dan hanya menampar sekali saja,” jelasnya.

Setelah kejadian, pelapor melaporkan kasus tersebut kepada pimpinan dan proses penyelesaian internal sempat dilakukan. Namun karena tidak ada titik temu, kasus akhirnya dibawa ke Polsek Siantan.

Menurut Denny, kedua belah pihak sebenarnya telah sepakat untuk berdamai di Polsek Siantan. Namun proses mediasi sempat terhambat karena pelapor meminta kompensasi cukup besar.

“Pelapor awalnya meminta Rp50 juta. Katanya ini menyangkut harga diri. Tapi dasar perhitungannya seperti apa, kami tidak tahu,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa kompensasi dalam hukum harus didasarkan pada visum atau bukti luka fisik, serta disepakati kedua pihak.
“Nah ini kan tidak ada visum. Polisi menyuruh visum, tapi pelapor tidak mau. Bukti luka pun tidak ada,” tambahnya.

Denny menyebut, agar persoalan tidak berlarut, kliennya hanya sanggup memberikan Rp5 juta. Setelah negosiasi, angka kesepakatan akhirnya tercapai di Rp10 juta.

Proses pemberian kompensasi dilakukan di Polsek Siantan, di mana pelapor bersama rekannya menghitung uang langsung di hadapan terlapor dan anggota kepolisian.

“Setelah menghitung, barulah klien kami menyerahkan secara langsung dan menandatangani surat perdamaian,” tutup Denny. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kuasa Hukum Sunarti Klarifikasi Kasus Dugaan Penganiayaan dan Proses Damai pertama kali tampil pada Kepri.

Kenali Blackout: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegah Pingsan Mendadak

0
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Blackout atau pingsan adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran secara tiba-tiba akibat terganggunya aliran darah atau suplai oksigen ke otak. Kondisi ini berlangsung cepat dan membuat penderitanya sering jatuh tanpa sempat menahan diri.

Blackout bisa terjadi dalam hitungan detik hingga beberapa menit. Setelah sadar, penderita biasanya merasa bingung, pusing, atau tidak mengingat apa yang baru saja terjadi. Meski umumnya tidak berbahaya, blackout yang berulang perlu mendapat pemeriksaan medis.

Penyebab Blackout

Dikutip dari HelloSehat, gangguan aliran darah ke otak menjadi penyebab paling umum blackout. Tekanan darah yang menurun atau hipotensi membuat jantung tidak mampu memompa darah dan oksigen secara optimal ke otak.

Blackout juga bisa muncul akibat kondisi ringan seperti tubuh tidak fit atau perubahan posisi tubuh terlalu cepat dari duduk ke berdiri. Menurut American Heart Association, pingsan mendadak juga dapat menjadi tanda adanya gangguan jantung seperti detak jantung terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia).

Faktor lain yang paling sering memicu blackout adalah konsumsi alkohol berlebihan. Kondisi ini terjadi ketika kadar alkohol dalam darah atau Blood Alcohol Concentration (BAC) meningkat drastis.
Kehilangan kesadaran akibat alkohol biasanya muncul ketika BAC mencapai 0,08% atau lebih.

Selain alkohol, beberapa obat seperti vasodilator dan diuretik juga dapat memicu pingsan dan gangguan memori. Penggunaan obat tersebut harus sesuai resep dan diawasi dokter.

Tips Mencegah Blackout

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah blackout akibat gangguan aliran darah ke otak. Dikutip dari Alodokter, berikut upayanya:

1. Bangun secara perlahan dari posisi berbaring. Beri jeda sejenak agar tubuh menyesuaikan tekanan darah sebelum berdiri.

2. Penuhi kebutuhan cairan. Minum minimal dua liter air per hari untuk menjaga sirkulasi darah tetap optimal.

3. Rutin beraktivitas fisik. Jalan kaki, berenang, atau senam membantu menjaga fungsi jantung dan aliran darah.

4. Hindari asap rokok. Paparan rokok dapat merusak pembuluh darah dan memperburuk fungsi pernapasan.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, risiko blackout dapat diminimalkan dan kondisi tubuh tetap lebih stabil. (*)

Artikel Kenali Blackout: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegah Pingsan Mendadak pertama kali tampil pada Lifestyle.

Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25

0

batampos– Kepastian usaha dan efisiensi logistik merupakan dua fondasi utama BP Batam untuk menjaga daya saing Batam sebagai pusat industri ekspor. Momentum regulasi baru melalui PP No 25 Tahun 2025 disebut menjadi titik balik penguatan ekosistem investasi di kawasan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11). Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri transportasi dan logistik dunia itu, Dendi menekankan bahwa regulasi baru memberi pijakan hukum yang lebih tegas bagi para investor.

PP 25/2025 memperjelas kedudukan BP Batam sebagai otoritas tunggal, termasuk dalam percepatan perizinan. Dengan demikian, proses masuknya investasi berjalan lebih ringkas dan kepastian regulasi bisa terjaga.

BACA JUGA: Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

“Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang lebih pasti,” kata Dendi.

Kepastian tersebut adalah hal penting di tengah tren peningkatan investasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 telah mencapai Rp54,7 triliun hingga triwulan III, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Lonjakan ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan Batam.

Dendi menyebutkan, bahwa pertumbuhan investasi memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. Batam, yang bertumpu pada industri pengolahan dan orientasi ekspor, membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendorong kegiatan produksi dan distribusi yang kompetitif.

Ia juga menyoroti 56 persen struktur ekonomi Batam disumbang oleh industri pengolahan, sementara 91 persen ekspor nonmigas berasal dari produk industri. Kondisi ini menjadikan sektor logistik sebagai penopang vital yang menentukan posisi Batam di rantai pasok regional maupun global.

“Dengan struktur seperti ini, efisiensi logistik menjadi faktor penentu daya saing. Integrasi pelabuhan, bandara, dan kawasan industri menjadi fokus utama kami,” kata dia.

Ia menambahkan, investasi terhadap infrastruktur transportasi dan proses distribusi harus bergerak sejalan dengan penyederhanaan regulasi.

Para panelis lain yang hadir dalam sesi pleno bertema “Batam and the Role of Integrated Logistic Transport” sepakat bahwa Batam memiliki posisi strategis di wilayah Asia-Pasifik. Penguatan sistem logistik dan konsistensi reformasi perizinan diyakini mampu menurunkan biaya distribusi serta meningkatkan volume perdagangan.

Diskusi tersebut juga menyinggung perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan operator transportasi untuk membangun ekosistem logistik modern. Persaingan global menuntut efisiensi yang lebih baik dan integrasi rantai pasok tanpa hambatan birokrasi.

BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan proses perizinan, dan meningkatkan infrastruktur logistik. Langkah-langkah itu disebut sebagai kunci bagi Batam untuk tampil sebagai gerbang logistik modern dan destinasi investasi yang semakin kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25 pertama kali tampil pada Metropolis.

Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25

0

batampos– Kepastian usaha dan efisiensi logistik merupakan dua fondasi utama BP Batam untuk menjaga daya saing Batam sebagai pusat industri ekspor. Momentum regulasi baru melalui PP No 25 Tahun 2025 disebut menjadi titik balik penguatan ekosistem investasi di kawasan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11). Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri transportasi dan logistik dunia itu, Dendi menekankan bahwa regulasi baru memberi pijakan hukum yang lebih tegas bagi para investor.

PP 25/2025 memperjelas kedudukan BP Batam sebagai otoritas tunggal, termasuk dalam percepatan perizinan. Dengan demikian, proses masuknya investasi berjalan lebih ringkas dan kepastian regulasi bisa terjaga.

BACA JUGA: Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

“Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang lebih pasti,” kata Dendi.

Kepastian tersebut adalah hal penting di tengah tren peningkatan investasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 telah mencapai Rp54,7 triliun hingga triwulan III, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Lonjakan ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan Batam.

Dendi menyebutkan, bahwa pertumbuhan investasi memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. Batam, yang bertumpu pada industri pengolahan dan orientasi ekspor, membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendorong kegiatan produksi dan distribusi yang kompetitif.

Ia juga menyoroti 56 persen struktur ekonomi Batam disumbang oleh industri pengolahan, sementara 91 persen ekspor nonmigas berasal dari produk industri. Kondisi ini menjadikan sektor logistik sebagai penopang vital yang menentukan posisi Batam di rantai pasok regional maupun global.

“Dengan struktur seperti ini, efisiensi logistik menjadi faktor penentu daya saing. Integrasi pelabuhan, bandara, dan kawasan industri menjadi fokus utama kami,” kata dia.

Ia menambahkan, investasi terhadap infrastruktur transportasi dan proses distribusi harus bergerak sejalan dengan penyederhanaan regulasi.

Para panelis lain yang hadir dalam sesi pleno bertema “Batam and the Role of Integrated Logistic Transport” sepakat bahwa Batam memiliki posisi strategis di wilayah Asia-Pasifik. Penguatan sistem logistik dan konsistensi reformasi perizinan diyakini mampu menurunkan biaya distribusi serta meningkatkan volume perdagangan.

Diskusi tersebut juga menyinggung perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan operator transportasi untuk membangun ekosistem logistik modern. Persaingan global menuntut efisiensi yang lebih baik dan integrasi rantai pasok tanpa hambatan birokrasi.

BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan proses perizinan, dan meningkatkan infrastruktur logistik. Langkah-langkah itu disebut sebagai kunci bagi Batam untuk tampil sebagai gerbang logistik modern dan destinasi investasi yang semakin kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25 pertama kali tampil pada Metropolis.

Basarnas Kerahkan 54 Personel Rescue dan Bantuan Logistik ke Aceh Perkuat Operasi SAR Banjir dan Longsor

0

Persiapan tim sar saat mau berangkat ke
Aceh untuk kegiatan kemanusiaan

batampos– Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bergerak cepat merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Aceh sejak beberapa hari terakhir. Untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di lapangan serta mendukung kebutuhan kemanusiaan, Basarnas memberangkatkan 54 personel rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tanjungpinang menuju daerah terdampak.

Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi telah menyebabkan banjir meluas, merendam permukiman, merusak akses jalan, serta memicu titik longsor di sejumlah wilayah. Akibatnya, beberapa daerah menjadi terisolasi dan menghambat mobilisasi warga serta tim penyelamat.

Briefing keberangkatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli pada Jumat dini hari (28/11). Ia menegaskan bahwa penguatan operasi SAR di Aceh merupakan prioritas Basarnas untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan keselamatan masyarakat.

BACA JUGA: Batam-Lingga Penyumbang Terbesar Angka Kemiskinan Kepri, Total Capai 117 Ribu Jiwa

“Kami mengerahkan 54 personel tim rescue dengan berbagai perlengkapan pendukung untuk membantu proses pencarian, evakuasi, dan penyelamatan di wilayah yang terdampak banjir maupun longsor. Situasi di Aceh membutuhkan penanganan cepat, terkoordinasi, dan terpadu, karena banyak daerah yang masih terisolasi,” ungkap Fazzli.

Pada pukul 02.40 WIB, tim resmi diberangkatkan dari Batam menggunakan Kapal Kelas I KN SAR Purworejo, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 40 jam dan estimasi tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh, pada 30 November 2025 pukul 18.40 WIB.

Selain personel, Basarnas juga membawa dukungan logistik berupa beras, mie instan, dan air mineral untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Setibanya di Aceh, bantuan akan segera disalurkan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan unsur SAR lainnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan operasi di lapangan, Basarnas Tanjungpinang juga mengikutsertakan berbagai alat utama (alut) pendukung, di antaranya rescue truck, rescue car type 2, perahu karet, dan motor tempel (mopel). Seluruh peralatan tersebut dipersiapkan untuk mobilisasi dan evakuasi di wilayah yang sulit diakses akibat genangan air maupun jalan yang tertutup material longsor.

“Kami berharap kehadiran tim dari Tanjungpinang dapat mempercepat proses penanganan darurat dan membantu meringankan beban masyarakat. Basarnas akan terus memaksimalkan segala sumber daya yang ada untuk memastikan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama,” tambah Fazzli.

Basarnas menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Aceh serta siap menambah kekuatan personel maupun alut apabila dibutuhkan. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Basarnas Kerahkan 54 Personel Rescue dan Bantuan Logistik ke Aceh Perkuat Operasi SAR Banjir dan Longsor pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Pemuda dari Sagulung Ditangkap Saat Curi Tabung Gas di Bengkel Las Tanjung Riau

0

Salah satu pemuda pencuri tabung gas

batampos– Dua pemuda asal Sagulung tak berkutik saat diamankan Unit Reskrim Polsek Sekupang, Kamis (27/11). Keduanya ketahuan hendak mencuri tabung oksigen di sebuah bengkel las di Tanjung Riau, setelah sebelumnya melakukan pencurian serupa pada 10 November lalu.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi tertanggal 25 November 2025, terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di bengkel las milik Syahrial, 47, yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang.

Dua pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial RD, 23, serta AR, 24. Keduanya diketahui tidak memiliki pekerjaan dan berdomisili di Kecamatan Sagulung.

BACA JUGA: Baru PHK, Nekad Curi Motor untuk Digunakan, Pencuri Motor di Bengkong Diciduk Polisi

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait mengatakan, peristiwa pencurian pertama terjadi pada Senin, 10 November 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Anak buah pemilik bengkel mendapati bengkel tersebut telah dimasuki orang tak dikenal dan sejumlah barang hilang, termasuk satu tabung gas oksigen untuk kebutuhan pengelasan.

“Setelah laporan dibuat, korban bersama karyawannya kemudian mengawasi lokasi karena mencurigai pelaku akan kembali untuk mengulangi aksinya, ” ujarnya, Jumat (28/11).

Benar saja, pada Kamis pagi (27/11) sekitar pukul 08.00 WIB, kedua pelaku kembali ke bengkel untuk melakukan pencurian dan langsung diamankan warga. Unit Reskrim Polsek Sekupang yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi dan membawa kedua pelaku ke kantor polisi.

Dari hasil interogasi awal, keduanya mengakui rencana pencurian tersebut sekaligus mengaku sebagai pelaku pencurian pada 10 November 2025.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu buah tabung oksigen, satu lembar nota pembelian tabung oksigen.

“Kedua pelaku saat ini telah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ” tegasnya.

Kapolsek juga mengapresiasi peran masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus ini.“Sinergi warga dan kepolisian sangat penting untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Sekupang. Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan,” ujarnya.

Pihak kepolisian berharap melalui pengungkapan kasus ini, tingkat kriminalitas khususnya kasus pencurian dapat ditekan, sehingga lingkungan semakin aman dan kondusif. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Dua Pemuda dari Sagulung Ditangkap Saat Curi Tabung Gas di Bengkel Las Tanjung Riau pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Penyelundupan 1,9 Ton Sabu di PN Batam: Saksi BNN Ungkap Peran Enam Terdakwa dan Alur Pengiriman Internasional

0

Para terdakwa penyelundup narkoba saat sidang

batampos– Kasus penyelundupan sabu terbesar dalam sejarah penindakan narkotika di Kepri kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (27/11). Sidang lanjutan perkara narkotika dengan barang bukti hampir 2 ton sabu itu menghadirkan saksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim yang diketuai Tiwik, dengan hakim anggota Douglas dan Andi Bayu.

Enam terdakwa yang diadili dalam perkara ini ialah Weerapat Phongwan (WNA Thailand), Teerapong Lekpradube (WNA Thailand), Fandi Ramadhan, Richard Halomoan, Leo Candra Samosir, dan Hasiholan Samosir.

Dalam keterangannya, saksi dari BNN RI Paskalis Heris menegaskan bahwa keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah sesuai dengan fakta penyelidikan.

Ia menjelaskan bahwa BNN bersama Bea Cukai sejak awal telah mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkotika melalui jalur laut di perairan Kepri.

BACA JUGA: Ditresnarkoba Polda Kepri Tangkap Pengedar di Sagulung, Ribuan Ekstasi Disita

Menurut saksi, briefing dan operasi tim gabungan mengarah pada pergerakan kapal Sea Dragon yang diprediksi melintas di perairan Karimun.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap nahkoda kapal, Hasiholan, dirinya menjawab datar dan mengaku tidak membawa muatan apa pun. Sebaliknya, salah satu terdakwa asal Thailand, Teerapong, mengakui bahwa mereka membawa sejumlah kotak dari perairan Thailand yang disembunyikan di bagian tangki bahan bakar kapal.

“Pengakuan tersebut disampaikan melalui komunikasi Google Translate, tanpa menjelaskan isi muatan,” katadia

Setelah kapal dirapatkan di Dermaga Tanjung Uncang, petugas menemukan 32 kotak narkotika di haluan depan yang dikunci, dan sisanya di bagian tangki bahan bakar.

“Total 67 kotak berisi narkotika ditemukan, dengan berat masing-masing kotak sangat berat. Ketika dilakukan sampling, satu kotak menunjukkan hasil positif metamfetamina,” kata saksi.

Menurutnya, para terdakwa tidak menunjukkan gestur apa pun saat pemeriksaan dan tidak saling menyalahkan.

Saksi menambahkan bahwa sabu berasal dari wilayah Thailand dan diduga kuat akan dikirim ke Filipina. Operasi penangkapan merupakan target operasi gabungan berdasarkan perbedaan pergerakan kapal yang terpantau cepat dan mencurigakan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memaparkan dakwaan secara rinci—berawal pada April 2025 ketika Hasiholan Samosir menawarkan pekerjaan kepada Fandi Ramadhan untuk bergabung menjadi ABK kapal tanker.

Pada 1 Mei 2025, Fandi bersama Hasiholan, Leo, dan Richard berangkat dari Medan ke Thailand dan bertemu Teerapong serta Weerapat.

Para terdakwa menginap selama 10 hari di Sakura Budget Hotel Thailand menunggu instruksi dari sosok bernama Mr. Tan alias Jacky Tan alias Chanchai alias Captain Tui alias Tan Zen yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada 13 Mei 2025, mereka menuju kapal Sea Dragon menggunakan speed boat dan mulai berlayar menuju titik koordinat pengambilan barang.

Pada 18 Mei 2025 dini hari, para terdakwa menerima 67 kardus berbungkus plastik putih dari kapal ikan berbendera Thailand setelah menerima kode berupa uang Myanmar yang dilaminasi.

Seluruh kardus kemudian disimpan di dalam kapalik, 31 kardus di ruang haluan dan 36 kardus di tangki bahan bakar.

Setelah pengambilan barang, para terdakwa disuruh melepaskan bendera Thailand dari kapal agar tidak terdeteksi.

Kapal lalu bergerak ke perairan Kepri, hingga 21 Mei 2025 pukul 00.05 WIB, kapal Sea Dragon diberhentikan tim gabungan BNN dan Bea Cukai di perairan Karimun. Pada pukul 05.35 WIB kapal tiba di Dermaga Sandar Bea Cukai Tanjung Uncang, tempat seluruh barang bukti diperiksa.

Petugas menemukan seluruh kardus berisi kemasan teh China merek Guanyinwang berisi kristal putih. Hasil uji laboratorium kemudian memastikan barang bukti merupakan narkotika jenis metamfetamina dengan berat total 1.995.130 gram atau hampir 2 ton sabu.

JPU menegaskan bahwa para terdakwa bersama-sama melakukan permufakatan jahat untuk menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika Golongan I melebihi 5 gram tanpa izin.

Para terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya lmaksimal hukuman mati atau seumur hidup. (*)

Reporter: Azis

Artikel Sidang Penyelundupan 1,9 Ton Sabu di PN Batam: Saksi BNN Ungkap Peran Enam Terdakwa dan Alur Pengiriman Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Turnamen Bergengsi Daihatsu Indonesia Masters 2026 Siap Satukan Bulutangkis Indonesia

0

batampos: Daihatsu dengan bangga kembali berikan dukungannya pada olahraga kebanggaan Indonesia dengan menjadi sponsor utama turnamen bulutangkis internasional, Daihatsu Indonesia Masters yang akan digelar pada 20–25 Januari 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Turnamen hasil kerja sama antara Daihatsu dengan PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) ini merupakan salah satu turnamen di rangkaian BWF World Tour Super 500 dan siap menghadirkan persaingan sengit antar pebulutangkis kelas dunia dalam membuka momentum awal tahun yang penuh semangat dengan hadiah total sebesar USD 500.000.

“Sejalan dengan tema besar Daihatsu yaitu Bahagia Sejak Pertama–Karena Kamu Ada, menggambarkan bahwa kami memiliki hubungan emosional dengan dunia bulutangkis di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi sebuah kehormatan bagi kami, sekaligus menandai perjalanan Daihatsu memasuki tahun ke-9 dalam mendukung olahraga bulutangkis di Daihatsu Indonesia Masters sejak 2018 bersama PBSI,” ujar Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani.

“Kami berharap, turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 akan berlangsung sukses, melahirkan pertandingan berkualitas tinggi, serta memberikan pengalaman terbaik bagu seluruh penggemar. Mari kita bersama-sama mendukung semangat dan sportivitas para atlet tanah air yang akan berjuang nanti, serta saksikan pertandingan ini secara langsung di Januari 2026 mendatang,” tambahnya.

BACA JUGA: Indonesia Runner Up Daihatsu Indonesia Masters 2025

Reputasi turnamen Daihatsu Indonesia Masters dengan atmosfer kompetisi yang intens dan dukungan luar biasa dari para penggemar menjadikannya salah satu agenda utama dalam kalender bulutangkis global. Pada edisi 2026 ini akan kembali mencatat sejarah baru dengan hadirnya para atlet terbaik dari lebih dari 20 negara. Para pebulutangkis andalan Indonesia seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, Alwi Farhan, Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, Shohibul Fikri, serta para talenta muda pebulutangkis Indonesia lainnya siap tampil di hadapan ribuan pecinta bulutangkis di Senayan dalam mengharumkan tanah air.

Lebih dari sekadar turnamen olahraga, Daihatsu Indonesia Masters telah menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, dan kebanggaan nasional. Setiap tahunnya, Istora menjadi saksi semangat luar biasa antara pemain dan penonton yang berpadu menciptakan energi khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Ajang ini tidak hanya menampilkan pertarungan sengit di lapangan, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis.

Sekretaris Jendral PBSI, Ricky Soebagdja menyampaikan bahwa Daihatsu Indonesia Masters bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah perayaan atas posisi penting Indonesia di panggung bulutangkis dunia. Menurutnya, dengan semangat tinggi para penggemar dan dukungan konsisten dari Daihatsu, turnamen tahun ini diyakini akan menjadi inspirasi bagi para atlet muda dan masyarakat luas untuk terus berprestasi.

Sebagaimana diketahui, sebagai tuan rumah penyelenggara Daihatsu Indonesia Masters, para pebulutangkis Indonesia telah menyumbang total 10 medali emas pada turnamen ini sejak perdana diadakan pada 2018.

Daihatsu secara global juga konsisten mendukung olahraga bulutangkis di tiga negara, yakni Indonesia melalui Daihatsu Indonesia Masters, Malaysia melalui PERODUA Malaysia Masters, dan Jepang melalui Daihatsu Japan Open. Dukungan berkelanjutan ini tidak hanya menunjukkan komitmen Daihatsu dalam memajukan olahraga bulutangkis di tingkat global, tetapi juga turut melahirkan banyak pebulutangkis muda, baru, dan berbakat yang mampu berkompetisi di panggung dunia. (*)

Artikel Turnamen Bergengsi Daihatsu Indonesia Masters 2026 Siap Satukan Bulutangkis Indonesia pertama kali tampil pada Olahraga.

Inovasi Pewarna Alami Mangrove untuk Batik Diluncurkan di Bintan

0
Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar saat peluncuran inovasi pewarna alami mangrove untuk batik. F.PBC untuk Batam Pos.

batampos– Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) bersama Politeknik Negeri Batam meluncurkan inovasi berbahan pewarna alami mangrove untuk batik pada Hari Batik Nasional, 2 Oktober di Holiday Inn Resort Lagoi.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kepulauan Riau, jajaran pemerintah daerah, akademisi, pengelola destinasi wisata dan pelaku UMKM serta wisatawan mancanegara.

Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati menekankan bahwa penelitian tentang pewarna alami mangrove ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: Expo Tugas Akhir PBC Suguhkan Inovasi Kuliner Unik dan Riset Perhotelan

“Potensi mangrove di Kepulauan Riau harus dikembangkan lebih lanjut, baik dalam ranah akademik maupun penerapannya di lapangan,” ujar Emilia.

Wakil Ketua DPRD I dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar menyampaikan apresiasi peluncuran pewarna alami mangrove dan campaign wisata edukasi konservasi mangrove.

Ia melihat peluang besar dalam mengembangkan produk ramah lingkungan dan bernilai budaya tinggi dari mangrove di Kepri, yang dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Menurutnya, pemanfaatan mangrove sebagai pewarna alami dapat menjadi identitas baru bagi produk kerajinan Kepri.

“Dekranasda mendukung kolaborasi kampus dan UMKM untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produk lokal, sehingga memiliki pasar yang luas, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Acara juga menampilkan pemaparan hasil riset oleh tim peneliti tentang proses ekstraksi dan penerapan pewarna alami mangrove pada kain batik. Riset ini didanai oleh LPDP dan menjadi bagian dari wisata edukasi konservasi bahari.

Tim peneliti juga menjelaskan tentang campaign mangrove, termasuk motif, booklet, maskot, dan panduan pewarna alami mangrove.

Produk kain pewarna alami mangrove telah dikembangkan menjadi produk turunan seperti pouch, tas, tote bag, dan lainnya.

Dalam acara itu juga digelar fashion show batik mangrove yang menampilkan tren busana modern dengan warna alami mangrove yang memukau.

Momen penting acara ini adalah simbolisasi peluncuran inovasi pewarna alami mangrove, di mana para pejabat dan tamu undangan turut mewarnai kain dengan ekstrak mangrove sebagai tanda inovasi ini siap diterapkan.

Acara semakin meriah dengan kerja sama lintas sektor dan kehadiran wisatawan asing yang mengikuti workshop membatik. Ini menunjukkan potensi besar sinergi antara riset, budaya, dan pariwisata.

Langkah ini penting untuk mengembangkan produk kreatif ramah lingkungan, mendukung UMKM, pelestarian mangrove, serta wisata edukasi dan budaya di Kepulauan Riau, khususnya Bintan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Inovasi Pewarna Alami Mangrove untuk Batik Diluncurkan di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

0
Tim Riset Polibatam saat meninjau mitra industri PT Tunas Bioflok Indojaya (TBI) di kawasan Tanjung Uncang, Batam, Kamis (27/11/2025). f. polibatam

batampos-Tim Riset Berdikari Skema Emas Polibatam menyerahkan alat monitoring dan pemberi pakan ikan otomatis kepada mitra industri PT Tunas Bioflok Indojaya (TBI) di kawasan Tanjung Uncang, Batam, Kamis (27/11/2025).

Ini merupakan upaya memperkuat ekosistem inovasi berbasis potensi daerah dan kembali mendapat dorongan melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari, sebuah inisiatif pengembangan produk tepat guna berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan nilai tambah komoditas unggulan daerah didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek), Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek).

BACA JUGA: Teknik Elektro Polibatam Bekali Siswa SMK, Teknologi AI Industri

Perwakilan Tim Riset, Handri Toar, menyampaikan inovasi ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan lapangan yang diidentifikasi bersama mitra.

Pihak PT Tunas Bioflok Indojaya menyambut baik dukungan teknologi ini. Mereka menilai perangkat otomatisasi ini dapat membantu meningkatkan konsistensi manajemen kolam, terutama dalam menjaga kualitas air kolam bioflok dan mengurangi risiko human error dalam pemberian pakan ikan. (*/adv)

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG

Artikel Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis pertama kali tampil pada Metropolis.