batampos – Anju Khatiwada,44, co-pilot yang menjadi korban tewas kecelakaan pesawat di Pokhara, Nepal, bergabung dengan Yeti Airlines, 2010 lalu. Ia mengikuti jejak suaminya, Deepak Pokhrel, seorang pilot yang meninggal dalam kecelakaan empat tahun sebelumnya ketika sebuah pesawat penumpang kecil yang diterbangkannya untuk maskapai domestik jatuh beberapa menit sebelum mendarat.

Khatiwada kehilangan suaminya dalam kecelakaan pesawat pada 21 Juni 2006. Suaminya seorang co-pilot, yang juga bekerja di Yeti Airlines. Kala itu, pesawat Yeti Airlines 9N AEQ dari Nepalganj dalam perjalanan ke Jumla melalui Surkhet, jatuh. Dalam kecelakaan itu, enam penumpang dan empat awak termasuk sang suami dinyatakan tewas.
BACA JUGA:
Kecelakaan Pesawat di Nepal, 40 Penumpang Tewas
Seluruh Penumpang Yeti Airlines Tewas, 5 Jenazah Diangkat dari Ngarai
Berselang 16 tahun dari kematian sang suami, naas, Kathiwada pun tewas dengan cara yang sama. Co-pilot penerbangan Yeti Airlines 691 dari Kathmandu yang jatuh saat mendekati Kota Pokhara, menewaskan 68 penumpang dan empat kru kabin termasuk Kathiwada, Minggu (15/1/2023).
Padahal, ia tinggal selangkah lagi dipromosikan menjadi kapten pesawat. Namun naas, mimpinya menjadi kapten pupus setelah pesawat yang dikemudikannya jatuh hanya beberapa detik jadwal pendaratan ke jurang di dekat Bandara Pokhara.
Yeti Airlines jatuh di hutan, di areal tepi Sungai Seti yang mengalir antara bandara domestik lama dan Bandara Internasional Pokhara. Penerbangan antara Kathmandu menuju Pokhara hanya kurang dari 30 menit. Beberapa detik sebelum pendaratan, dalam cuaca yang cerah, tiba-tiba pesawat miring dan jatuh dengan suara dentuman yang keras. Demikian terlihat dari video kiriman warga sekitar ke salah satu media lokal di Nepal seperti dilansir dari India Today, Senin (16/1/2023).
Khatiwada menjadi co-pilot di penerbangan tersebut untuk menemani kapten senior Kamal KC. Mereka turut dibantu awak S Munchung dan O Alemagur.
Pesawat Yeti Airlines 691 dijadwalkan menjadi penerbangan terakhir Khatiwada sebagai pilot. Sebab selanjutnya, ia akan diangkat menjadi kapten. Jadwal terbang Kathiwada sudah melebihi 100 jam dan tercatat ia telah berhasil mendarat di hampir semua bandara di Nepal sebelumnya hingga terjadi kecelakaan naas kemarin.
Dalam penerbangan ini, Kapten Kamal KC menyuruhnya duduk di kursi pilot saat terbang ke Pokhara. Setelah berhasil mendarat, ia rencananya akan mendapatkan surat izin sebagai kepala pilot. Namun, hanya berselang 10 detik dari tujuannya, mimpinya menjadi asap. Dia terbang ke keabadian bersama yang lainnya.
Kamal KC sebagai kapten di pesawat naas itu, diketahui memiliki pengalaman pilot selama 35 tahun. dia telah melatih banyak pilot sebelumnya. Orang-orang yang dilatihnya dikenal sebagai pilot yang sukses hingga saat ini.
Otoritas Penerbangan Sipil Nepal dalam sebuah pernyataan, mengatakan, pesawat sempat melakukan kontak dengan bandara Pokhara dari Ngarai Seti pukul 10:50 waktu setempat, kemudian jatuh.
Sementara, situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 seperti dikutip dari Twitter menyebutkan, pesawat Yeti Airlines yang jatuh tersebut telah berusia 15 tahun. Dilengkapi transponder tua dengan data yang tidak dapat diandalkan. “Sinyal terakhir dari transponder diterima pada pukul 10:57 waktu setempat, di ketinggian 2.875 kaki di atas permukaan laut,” cuit FlightRadar24.
Otoritas Penerbangan Sipil Nepal menyebut, mereka yang berada di dalam pesawat ATR 72 yang naas itu, termasuk tiga bayi dan tiga anak-anak.
Selain Kamal KC dan Kathiwada, penyanyi kenamaan Nepal, Nira Chhantyal juga turut menjadi korban. Dia berangkat ke Pokhara untuk menghadiri undangan acara pesta rakyat. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak









