
batampos – Jajaran kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meramaikan bursa pengurus PSSI. Setelah Erick Thohir maju sebagai calon ketua umum (caketum), kemarin (16/1) giliran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang mendaftar sebagai calon wakil ketua umum (cawaketum) organisasi induk sepak bola nasional tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari Zainudin tentang mengapa dia turut maju, tapi di posisi cawaketum. Ditemui setelah pertemuan dengan para wakil klub Liga 2 kemarin, dia menolak berbicara tentang pencalonan.
’’Tunggu saja, nanti kan diumumkan nama-nama yang akan menjadi ketua umum, wakil ketua umum, exco. Tunggu saja nanti,” katanya.
Menurut Ketua Komite Pemilihan (KP) PSSI Amir Burhanuddin, Zainudin tidak mendaftar sendiri ke kantor PSSI, tapi diwakili stafnya.
Staf tersebut datang dengan membawa berkas pencalonan sekitar pukul 12.00. ”Beliau (Zainudin) menyampaikan kesediaan untuk mencalonkan diri sebagai calon wakil ketua umum. Nanti kami konfirmasi dengan persyaratan lain. Syarat seseorang bisa mencalonkan adalah minimal mendapat dukungan dari satu anggota PSSI,” terang Amir dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, tadi malam.
Secara keseluruhan, sampai dengan penutupan pendaftaran pukul 18.00 tadi malam, termasuk Erick yang juga menteri BUMN itu, Amir menyebut ada lima caketum PSSI yang bakal bertarung memperebutkan suara voter atau pemilik hak suara di kongres bulan depan. Empat lainnya adalah Ketua DPD RI AA Lanyalla Mattalitti, CEO Nine Sport Arif Putra Wicaksono, CEO Bandung Premier League Doni Setiabudi, dan Komisaris ASABRI Fary Djemy Francis.
Adapun untuk kursi cawaketum, terdapat 17 nama. Yakni, 2 perempuan dan 15 laki-laki. Pemilik saham mayoritas Persebaya Surabaya Azrul Ananda termasuk di dalamnya.
”Selanjutnya, dari data yang kami terima, terdapat 78 nama bakal calon anggota Exco PSSI. Terdiri atas 9 perempuan dan 69 laki-laki (selengkapnya lihat grafis),” ujar Amir.
Ada juga, lanjut Amir, nama yang didrop atau tidak diterima karena sudah melebihi waktu yang ditetapkan. Berkas tersebut masuk pukul 19.17 WIB.
’’Tapi, saya tidak bisa menyebutkan namanya,” imbuh pria yang sedang cuti sebagai CEO Deltras FC tersebut.
Amir beserta jajarannya yang duduk di KP PSSI menyambut gembira nama-nama yang masuk bursa pencalonan pengurus PSSI. Menurut pria yang sedang cuti sebagai wakil ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur itu, tingginya antusiasme para calon untuk menjadi pengurus PSSI menjadi pertanda tingginya harapan terhadap perubahan sepak bola tanah air.
”Tapi, data yang masuk ke kami masih mentah. Data-data yang masuk akan diverifikasi oleh KP,” tegasnya.
Amir menjelaskan, setelah pendaftaran ditutup, tahapan berikutnya adalah menyampaikan kekurangan berkas persyaratan kepada para calon pengurus PSSI. Proses itu dilakukan pada 19–21 Januari.
Lalu, pada 22–31 Januari, berkas-berkas pendaftar diverifikasi. ”Pada 31 Januari, kami akan mengumumkan daftar calon sementara,” terangnya.
Mengenai Erick Thohir dan Zainudin Amali, seandainya keduanya terpilih sebagai pengurus PSSI, Amir memastikan tidak ada keharusan untuk meninggalkan jabatan lama. ”Di Statuta PSSI dijelaskan syaratnya. Harus WNI, usia minimal 30 tahun, berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia, dan sebagainya. Tidak ada larangan atas jabatan yang mereka punya sebelumnya,” tegas Amir.
Dari Istana Kepresidenan Jakarta, saat sidang kabinet paripurna terkait anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kemarin, Erick Thohir tak tampak. Padahal, semua menteri hadir.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan bahwa pada saat sidang kabinet, Erick hanya diwakili oleh wakil menteri BUMN. Menurut dia, Erick telah melaporkan rencananya untuk mencalonkan sebagai ketua PSSI ke Jokowi.
Jokowi, kata Pramono, mengizinkan. Namun, dia menegaskan bahwa mantan gubernur Jakarta itu tidak akan melakukan intervensi dalam pemilihan. ’’Yang paling menentukan pemilih di PSSI sendiri. Akan diserahkan ke PSSI sepenuhnya,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa Jokowi untuk sekarang baru mengizinkan Erick maju di bursa calon ketua PSSI.
Klub Liga 2 Datangi Kemenpora
Di lain tempat, beberapa perwakilan klub Liga 2 dan Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) kemarin menemui Menpora Zainudin Amali di gedung Kemenpora, Jakarta. Mereka datang untuk menyampaikan keresahan terkait penghentian Liga 2.
Manajer Persipura Jayapura Yan Permenas Mandenas menjelaskan, salah satu keresahan yang disampaikan kepada Menpora adalah dugaan pemalsuan tanda tangan persetujuan penghentian Liga 2. Berdasar tanda tangan persetujuan itu, ada 20 klub yang diduga sepakat kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut tidak dilanjutkan.
”Tanda tangan itu bukan legitimasi Liga 2 dihentikan. Melainkan, legitimasi kami terhadap hasil owner meeting untuk disampaikan ke PSSI. Pada 14 Desember 2022, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus mengatakan bahwa hasil owner meeting tersebut akan disampaikan ke PSSI dan keputusannya disampaikan kepada klub,” ujar Yan Mandenas kemarin.
Anggota DPR itu juga menilai keputusan PSSI untuk menghentikan Liga 2 diambil sepihak. Seharusnya, sebelum keputusan diambil, induk sepak bola Indonesia tersebut berkomunikasi dengan klub-klub. Apalagi, penyelenggaraan kompetisi merupakan amanat kongres PSSI.
”Seharusnya, keputusan penghentian Liga 2 ditetapkan di dalam kongres,” tegasnya.
APPI yang turut hadir dalam pertemuan kemarin menyatakan bakal mendukung perjuangan tim-tim Liga 2. Head Legal APPI Jannes H. Silitonga menilai keputusan PSSI untuk menyetop Liga 2 bukan disebabkan force majeure. Sebab, saat ini Liga 1 sudah berjalan.
”Seharusnya, Liga 2 dan Liga 3 juga bisa ikut berjalan. Apalagi, tragedi Kanjuruhan ada pada Liga 1. Dan, Liga 1 pun sudah berjalan,” ucap Jannes.
Presiden APPI Andritany Ardhiyasa menyatakan, seluruh pemain Liga 1 mendukung dilanjutkannya Liga 2 dan Liga 3. Salah satu bukti dukungan diperlihatkan saat Persija Jakarta bertanding melawan Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/1) sore. Dalam pertandingan tersebut, sebelum kickoff, para pemain kedua tim membentangkan spanduk yang berisi pesan supaya Liga 2 dan Liga 3 dilanjutkan.
Sikap dukungan APPI terhadap kelanjutan Liga 2 dan Liga 3 tidak akan berhenti sampai di situ. Kiper Persija itu memastikan bakal terus menge-push PT LIB supaya bisa kembali menjalankan kompetisi Liga 2.
”Mereka selalu bilang Liga 2 terbentur dengan Piala Dunia. Tapi, sebetulnya tidak ada masalah dengan Piala Dunia. Toh itu Piala Dunia U-20, bukan tim senior,” tegas Andritany.
Syahroni, gelandang tim PSKC Cimahi, juga berharap kompetisi Liga 2 musim 2022–2023 bisa dilanjutkan. Sebab, kompetisi tersebut menjadi mata pencaharian banyak orang.
Saat ini, dengan vakumnya Liga 2, banyak pemain yang beralih ke pertandingan tarkam. Mau tidak mau. Demi menyambung hidup.
”Banyak sih (yang mengikuti tarkam). Soal penghasilannya relatif, bergantung daerah yang mengundang tarkam,” ujar mantan pemain Persela Lamongan tersebut.
Dia menambahkan, penghentian kompetisi juga memengaruhi mental para pesepak bola. Saat Liga 2 dihentikan sementara karena tragedi Kanjuruhan, para pemain tetap menjalani latihan. Baik latihan individu maupun bersama tim.
”Sampai sekarang pun, kami masih tetap menjaga kondisi di rumah. Kami masih berharap Liga 2 dan Liga 3 tetap dilanjutkan,” tegas pemain yang sempat merumput bersama Mitra Kukar dan Barito Putera tersebut.
Segala keluh kesah itu sudah didengar langsung oleh Zainudin. Pria asal Gorontalo tersebut akan berusaha mencari jalan keluar. Dia meyakini, dalam setiap persoalan akan ada jalan keluarnya.
”Saat Covid-19 sedang tinggi, saya mencarikan jalan keluar. Makanya, waktu itu (ada turnamen) namanya Piala Menpora. Hari ini (kemarin, Red), saya menerima teman-teman dari Liga 2. Mudah-mudahan saya mendapatkan jalan terbaik,” ujar Zainudin.
Setelah bertemu perwakilan klub Liga 2 dan APPI, Zainudin akan berkomunikasi dengan PSSI dan PT LIB. Dalam pertemuan tersebut, dia akan mencari jalan keluar. ”Jadi, sementara ini, saya belum bisa membicarakan teknisnya. Apakah Liga 2 nanti home-away atau bubble,” ungkapnya.
Bakal Calon Pengurus PSSI
Bakal calon ketua umum
1. AA La Nyalla Mahmud Mattalitti
2. Arif Putra Wicaksono
3. Doni Setiabudi
4. Erick Thohir
5. Fary Djemy Francis
Bakal calon wakil ketua umum
1. Ahmad Riyadh
2. Ahmad Syauqi Soeratno
3. Andre Rosiade
4. Azrul Ananda
5. Doni Setiabudi
6. Duddy S. Sutandi
7. Fary Djemy Francis
8. Hasani Abdul Gani
9. Hasnuryadi Sulaiman
10. Iwan Budianto
11. Juni Rachman
12. Maya Damayanti
13. Ratu Tisha
14. Sadikin Aksa
15. Yesayas Oktavianus
16. Yunus Nusi
17. Zainudin Amali
Sumber: Komite Pemilihan PSSI
(*)
Reporter: JP Group









