Petugas Damkar melakukan pendinginan di lokasi toko yang terbakar di Jalan Kampung Harapan, Desa Teluk Sasah, Bintan pada Sabtu (10/1) sore. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.
batampos – Sebuah toko kelontong milik Surya di Jalan Kampung Harapan, Desa Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Bintan, dilaporkan terbakar pada Sabtu (10/1) sore. Saat kejadian, pemilik toko tidak berada di lokasi.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Tanjunguban, Panyodi, mengatakan peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat asap tebal keluar dari bangunan toko.
Warga yang melintas dan pekerja bengkel di sebelah toko kemudian menghubungi pemilik usaha untuk memberitahukan bahwa toko kelontong miliknya terbakar.
“Warga yang melintas dan orang bengkel di sebelah warung yang menelepon pemilik warung bahwa warungnya terbakar,” ujar Panyodi.
Setelah mendapat kabar tersebut, pemilik toko langsung kembali ke lokasi. Saat tiba, warga sudah ramai di tempat kejadian dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Panyodi menjelaskan, petugas pemadam kebakaran yang sebelumnya tengah menangani kebakaran lahan di Kampung Bugis, Tanjunguban, segera menuju lokasi kebakaran toko kelontong tersebut.
Ketika petugas tiba, api sudah tidak terlalu besar. Damkar kemudian melakukan penyemprotan air untuk pendinginan guna memastikan api tidak kembali menyala dan tidak menyebar ke bangunan sekitar.
Akibat kebakaran tersebut, ruang tamu yang menjadi bagian toko serta sejumlah barang kelontong hangus terbakar.
“Ruang tamunya habis total sama barang kelontong,” kata Panyodi.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Meski demikian, pihak terkait masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Sementara itu, total kerugian akibat insiden tersebut masih dalam proses pendataan. (*)
batampos – Amazon resmi meluncurkan Alexa AI versi web yang memungkinkan pengguna mengakses asisten virtual tersebut langsung melalui browser seperti Google Chrome dan Microsoft Edge tanpa memerlukan perangkat Echo atau aplikasi ponsel.
Peluncuran ini diumumkan Amazon pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Selasa (6/1), dan saat ini tersedia secara terbatas melalui program Early Access. Pengguna dapat mengakses layanan tersebut melalui situs resmi Alexa.com.
Dengan kehadiran versi web, Alexa kini dapat digunakan langsung dari laptop atau PC. Pengguna bisa berinteraksi menggunakan teks maupun suara, melihat konteks percakapan sebelumnya, hingga mengontrol perangkat rumah pintar tanpa harus memiliki speaker Echo.
Amazon menyebut Alexa versi terbaru, yang diberi nama Alexa+, ditenagai teknologi kecerdasan buatan generatif. Teknologi ini memungkinkan percakapan yang lebih alami serta kemampuan menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari menjawab pertanyaan, mengatur jadwal, membuat daftar belanja, hingga mengontrol perangkat rumah pintar.
Saat ini, Amazon mencatat lebih dari 600 juta perangkat berkemampuan Alexa telah terjual secara global. Alexa pun telah terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari pengguna.
Langkah menghadirkan Alexa AI ke browser menempatkan Amazon dalam persaingan langsung dengan asisten AI populer lain seperti ChatGPT dan Gemini, yang lebih dulu tersedia secara luas melalui web.
Selain versi browser, Amazon juga memperluas jangkauan Alexa+ ke berbagai perangkat non-Amazon, termasuk Samsung Smart TV hingga mobil BMW. Ekspansi ini menunjukkan strategi Amazon untuk membawa Alexa ke ekosistem perangkat konsumen yang lebih luas.
Peluncuran Alexa AI berbasis web melalui Alexa.com menandai perubahan besar dari pendekatan Alexa sebelumnya yang bergantung pada perangkat keras. Amazon kini semakin agresif bersaing di pasar global asisten AI berbasis generatif. (*)
Mobil Benetton B192-05 milik Michael Schumacher. F. x.com/F1_images.
batampos – Mobil Formula Satu (F1) yang mengantar Michael Schumacher meraih kemenangan Grand Prix (GP) pertamanya pada 1992 diperkirakan akan dilelang dengan harga lebih dari 7,38 juta pound sterling atau setara sekitar Rp140 miliar.
Mobil Benetton B192-05 tersebut dikendarai legenda asal Jerman itu saat menjuarai GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps dalam kondisi hujan lebat. Kemenangan bersejarah itu menjadi awal dari salah satu karier paling dominan dalam sejarah Formula Satu.
Sukses di Spa menjadi titik balik perjalanan Schumacher di F1. Setelah itu, ia menjelma menjadi pembalap tersukses dengan koleksi tujuh gelar juara dunia dan 91 kemenangan balapan, rekor yang bertahan lebih dari satu dekade.
Mobil ikonik tersebut dijadwalkan menjadi sorotan utama dalam ajang Global Icons: Europe Online Auction yang akan dimulai pada 23 Januari mendatang. Lelang ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya mobil tersebut ditawarkan kepada publik.
Perwakilan Broad Arrow Auctions, Yves Boitel, menyebut Benetton B192-05 sebagai salah satu mobil paling terkenal dalam sejarah F1. Menurutnya, mobil itu tidak hanya menandai kebangkitan Michael Schumacher, tetapi juga menjadi simbol berakhirnya era transmisi manual di level tertinggi balap mobil dunia.
Diketahui, mobil tersebut selama ini tetap berada dalam kepemilikan tim Benetton yang kemudian bertransformasi menjadi tim pabrikan Renault, sebelum dikenal sebagai Alpine. Mobil itu disimpan sebagai bagian dari koleksi Renault Classics.
Michael Schumacher sendiri kini berusia 57 tahun dan tidak pernah tampil di hadapan publik sejak mengalami cedera otak serius akibat kecelakaan saat bermain ski pada 2013.
Insiden tersebut terjadi ketika Schumacher terjatuh dan kepalanya membentur batu di luar lintasan ski, sebelum dilarikan ke rumah sakit dan menjalani beberapa operasi. (*)
RSBP Batam menggelar pembacaan Janji Komitmen Pelayanan Prima yang dipimpin langsung oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, pada Rabu (7/1) sore di Ruang Habibie, Lantai 4 RSBP Batam.
batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) resmi memperkuat jajaran pimpinan unit pelayanan dengan menetapkan sejumlah Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator.
Penguatan struktur ini diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan sekaligus memperkuat aspek keselamatan pasien di RSBP Batam.
Penetapan jajaran pimpinan unit pelayanan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Direktur Badan Usaha RSBP Batam Nomor 44/A6.2/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025 tentang penugasan Kepala Instalasi dan Kepala Ruangan di lingkungan RSBP Batam.
Sebagai bagian dari peneguhan tugas dan tanggung jawab, RSBP Batam menggelar pembacaan Janji Komitmen Pelayanan Prima yang dipimpin langsung oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, pada Rabu (7/1) sore di Ruang Habibie, Lantai 4 RSBP Batam.
Melalui pengukuhan tersebut, para Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi profesionalisme, meningkatkan responsivitas pelayanan, mendorong inovasi, serta mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.
Selain itu, akurasi dan keselamatan pasien menjadi fokus utama dalam setiap layanan yang diberikan. Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, menegaskan bahwa komitmen pelayanan prima bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab moral dan profesional yang harus tercermin dalam praktik kerja sehari-hari.
“Komitmen ini harus hidup dalam cara kita bekerja, mengambil keputusan, memimpin tim, dan melayani pasien. Pelayanan prima tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi harus dibuktikan secara konsisten,” tegas Tanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Batam Pos Sabtu (10/1).
Ia juga menekankan bahwa pimpinan unit pelayanan memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya kerja di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat di setiap unit menjadi kunci untuk menjaga mutu layanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Penguatan jajaran pimpinan unit pelayanan ini merupakan bagian dari upaya RSBP Batam dalam memperkokoh tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dengan struktur kepemimpinan yang lebih solid, RSBP Batam berharap mampu memberikan layanan yang semakin optimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kota Batam ini. (*)
RSBP Batam menggelar pembacaan Janji Komitmen Pelayanan Prima yang dipimpin langsung oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, pada Rabu (7/1) sore di Ruang Habibie, Lantai 4 RSBP Batam.
batampos – Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) resmi memperkuat jajaran pimpinan unit pelayanan dengan menetapkan sejumlah Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator.
Penguatan struktur ini diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan sekaligus memperkuat aspek keselamatan pasien di RSBP Batam.
Penetapan jajaran pimpinan unit pelayanan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Direktur Badan Usaha RSBP Batam Nomor 44/A6.2/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025 tentang penugasan Kepala Instalasi dan Kepala Ruangan di lingkungan RSBP Batam.
Sebagai bagian dari peneguhan tugas dan tanggung jawab, RSBP Batam menggelar pembacaan Janji Komitmen Pelayanan Prima yang dipimpin langsung oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, pada Rabu (7/1) sore di Ruang Habibie, Lantai 4 RSBP Batam.
Melalui pengukuhan tersebut, para Kepala Instalasi, Kepala Ruangan, dan Koordinator menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi profesionalisme, meningkatkan responsivitas pelayanan, mendorong inovasi, serta mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.
Selain itu, akurasi dan keselamatan pasien menjadi fokus utama dalam setiap layanan yang diberikan. Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, menegaskan bahwa komitmen pelayanan prima bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab moral dan profesional yang harus tercermin dalam praktik kerja sehari-hari.
“Komitmen ini harus hidup dalam cara kita bekerja, mengambil keputusan, memimpin tim, dan melayani pasien. Pelayanan prima tidak cukup hanya dinyatakan, tetapi harus dibuktikan secara konsisten,” tegas Tanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Batam Pos Sabtu (10/1).
Ia juga menekankan bahwa pimpinan unit pelayanan memiliki peran strategis sebagai penggerak budaya kerja di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat di setiap unit menjadi kunci untuk menjaga mutu layanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Penguatan jajaran pimpinan unit pelayanan ini merupakan bagian dari upaya RSBP Batam dalam memperkokoh tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dengan struktur kepemimpinan yang lebih solid, RSBP Batam berharap mampu memberikan layanan yang semakin optimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kota Batam ini. (*)
Ilustrasi orang sedang mendengarkan dan berbicara. (Freepik)
batampos – Menjadi pribadi yang disukai orang lain tidak hanya ditentukan oleh penampilan atau kepiawaian berbicara. Cara berkomunikasi dan membangun koneksi emosional justru memiliki peran besar dalam membentuk kesan positif di mata orang lain.
Dikutip dari laman Global English Editing, Minggu (10/1), psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan berbicara tertentu mampu menciptakan kesan menyenangkan secara instan.
Dengan sedikit penyesuaian dalam cara berkomunikasi, seseorang dapat terlihat lebih hangat, ramah, dan mudah diterima dalam berbagai situasi sosial.
Sejumlah penelitian psikologi menyebutkan setidaknya ada delapan kebiasaan berbicara yang secara tidak langsung membuat seseorang lebih disukai oleh orang di sekitarnya.
Kebiasaan pertama adalah meniru secara halus atau mirroring. Menyesuaikan bahasa tubuh, nada bicara, atau gaya komunikasi lawan bicara secara alami dapat menciptakan rasa kesamaan. Tanpa disadari, hal ini membuat orang lain merasa lebih nyaman dan mudah membangun kepercayaan.
Kebiasaan berikutnya adalah mendengarkan secara aktif dan empatik. Bukan sekadar mendengar, tetapi benar-benar hadir dalam percakapan, menjaga kontak mata, mengangguk, serta merespons dengan pertanyaan yang relevan. Sikap ini membuat lawan bicara merasa dihargai dan dipahami.
Menjaga nuansa positif juga menjadi faktor penting. Penggunaan kata-kata yang optimistis, humor ringan, serta nada bicara yang hangat dapat memicu perasaan nyaman dan bahagia, sehingga orang lain merasa betah berbincang.
Selain itu, menunjukkan ketertarikan tulus pada orang lain turut memengaruhi kedekatan emosional. Mengajukan pertanyaan yang relevan dan penuh minat menandakan kepedulian, bukan sekadar keinginan untuk mendominasi percakapan.
Kebiasaan selanjutnya adalah menunjukkan empati. Mengakui perasaan orang lain dan memvalidasi pengalaman yang mereka alami mampu memperkuat ikatan emosional serta menumbuhkan rasa aman dalam berkomunikasi.
Bersikap terbuka dan autentik juga dinilai membuat seseorang lebih disukai. Kejujuran dalam menyampaikan pikiran dan perasaan tanpa berpura-pura menciptakan kesan tulus yang mudah diterima.
Penggunaan nama lawan bicara dalam percakapan menjadi kebiasaan lain yang berdampak positif. Menyebut nama memberikan sentuhan personal dan membuat seseorang merasa diperhatikan.
Terakhir, hadir sepenuhnya dalam percakapan tanpa terdistraksi oleh gawai atau hal lain merupakan bentuk penghormatan tertinggi dalam komunikasi. Fokus penuh membuat interaksi terasa lebih bermakna dan hangat. (*)
Gerbang masuk situs Istana Kota Lama Hulu Riau, Sungai Carang Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.
Di tepian Hulu Riau Sungai Carang Tanjungpinang, jejak kejayaan Melayu klasik tempo dulu yaitu Istana Kota Lama, masih tersisa dalam kesunyian.
Penulis: YUSNADI NAZAR
Di antara pepohonan dan aliran sungai yang dahulu sibuk dilayari kapal, masih berdiri sisa-sisa tembok Istana Kota Lama yang legendaris itu.
Istana Kota Lama di Hulu Riau Sungai Carang Tanjungpinang itu, pernah memainkan peran penting dalam lintasan historis Kesultanan Riau Lingga.
Keberadaan Istana Kota Lama tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik regional yang melibatkan kekuatan Melayu, Bugis, hingga kolonial.
Berdasarkan catatan sejarah, kawasan Hulu Riau pernah menjadi ibu kota Kesultanan Riau Lingga setelah kejatuhan Melaka ke tangan Portugis.
Istana Kota Lama kemudian dibangun sebagai kediaman sultan sekaligus pusat pemerintahan dan administrasi Kesultanan Riau Lingga.
Dari Istana Kota Lama di tepian Sungai Carang Tanjungpinang ini, kebijakan dirumuskan, hubungan diplomatik dijalin, serta roda pemerintahan dijalankan.
Selain itu, sekitar abad 17 hingga abad 18, istana legendaris yang terletak di kawasan strategis, menjadi pusat perdagangan, ekonomi dan kebudayaan.
Namun, akibat konflik dan tekanan eksternal, terutama dari pihak kolonial, membuat pusat pemerintahan akhirnya berpindah-pindah.
Asal Usul, Latar Belakang Sejarah dan Puncak Kejayaan
Menurut catatan sejarah, kawasan Hulu Riau di Sungai Carang mulai berkembang sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan sejak 1673.
Peneliti Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dedi Arman menjelaskan, saat itu, Laksamana Tun Abdul Jamil atas perintah Sultan Abdul Jalil Syah (Sultan Johor ke-8), membuka kawasan Hulu Riau Tanjungpinang.
“Hulu Riau dibuka sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan Kesultanan Johor. Proses ini menandai lahirnya Bandar Riau,” jelas Dedi.
Kawasan ini kemudian menjadi sangat dikenal sebagai pusat yang ramai dan strategis, termasuk dalam jalur perdagangan Selat Melaka.
Lokasi yang strategis di Hulu Riau Sungai Carang Tanjungpinang, memudahkan akses laut sekaligus melindungi pusat pemerintahan dari ancaman musuh.
“Di bawah pemerintahan Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah (Sultan Johor ke-11) pada 1719, ibu kota Kesultanan dipindahkan dari Johor ke Hulu Riau Tanjungpinang,” sebut Dedi.
Di tempat ini kemudian Istana Kota Lama dibangun dan mencapai puncak statusnya dan berjaya sebagai pusat pemerintahan, diplomasi dan perdagangan.
Dalam masa kejayaannya, kawasan Hulu Riau menjadi jantung aktivitas ekonomi dan budaya, bersaing dengan pusat perdagangan lain di Asia Tenggara.
Perdagangan rempah, kain dan barang dagangan lain mengalir melalui pelabuhan ini, menjalin hubungan dengan pedagang dari berbagai penjuru dunia.
Dedi melanjutkan, kawasan Istana Kota Lama telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Namun sayangnya, perhatian terhadap pelestarian situs ini belum optimal.
Keberadaan Istana Kota Lama belum sepenuhnya mendapat perhatian. Minimnya perawatan membuat situs ini, kian terpinggirkan. Banyak fasilitas dan struktur pendukung yang mengalami kerusakan.
“Kini yang tersisa dari Istana Kota Lama adalah puing-puing bangunan, struktur batu serta fondasi yang menjadi petunjuk keberadaan istana,” jelasnya.
Kini, Istana Kota Lama yang sarat nilai sejarah itu, semakin rebah dan tidur panjang serta tergerus waktu. Perlahan terlupakan oleh generasi masa kini akan kejayaan Tanjungpinang tempo dulu.
Situs sejarah ini juga menjadi pengingat bahwa Tanjungpinang bukan hanya kota modern dan berkembang, melainkan kota yang sarat dengan narasi sejarah.
Upaya pelestarian, dokumentasi dan pengenalan historis kepada generasi muda menjadi kunci agar situs ini tidak sekadar menjadi reruntuhan.
“Istana Kota Lama atau Istana Kota Rebah bukan sekadar situs fisik, tapi merupakan simbol sejarah di Hulu Riau,” sebutnya.
Menurut Dedi, warisan sejarah ini memberikan pelajaran penting bagi generasi mendatang untuk memaknai dan menghargai jejak historis Tanjungpinang tempo dulu.
Tidak hanya itu, Istana Kota Lama adalah situs yang menyimpan cerita kejayaan perdagangan dan perjuangan identitas Melayu tempo dulu.
“Meskipun kini hanya tinggal reruntuhan, nama Istana Kota Lama tetap menjadi catatan yang tidak terpisahkan dari sejarah kerajaan di Nusantara,” jelasnya.
Jejak Arkeologis, Nilai Sejarah dan Upaya Pelestarian
Seiring waktu, Istana Kota Lama ditinggalkan. Keberadaan bangunannya pun mengalami kerusakan akibat faktor alam dan usia.
Sebagian struktur istana roboh, sehingga melahirkan sebutan baru di kalangan masyarakat setempat untuk Istana Kota Lama yaitu Istana Kota Rebah.
Jika dikelola dengan baik, Istana Kota Lama dapat menjadi pusat edukasi sejarah dan destinasi wisata budaya di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.
Upaya pemerintah setempat, seperti pembangunan pelantar kayu dan kawasan hutan bakau sebagai bagian wisata edukatif, pernah dilakukan.
Namun sejumlah fasilitas mengalami kerusakan dan terbengkalai sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pelestarian warisan sejarah ini.
Meskipun tidak lagi tampak utuh, keberadaan situs Istana Kota Lama ini menyimpan nilai arkeologis dan historis yang tinggi.
Sebab kawasan ini dinilai sebagai bukti nyata kejayaan peradaban Melayu di Hulu Riau Sungai Carang Tanjungpinang, Pulau Bintan.
Menurut Sejarah Kepri, Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, peninggalan di situs ini berupa fondasi sepanjang 400 meter dan tembok lebar 30 hingga 45 centimeter.
Struktur sisa tembok yang terbuat dari kerikil bauksit dicampur semen ini, berjarak 30 meter dari garis pantai sisi selatan.
“Selain itu ada makam yang ditandai dengan nisan sederhana yang terbuat dari batu alam,” jelas Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepri ini.
Berdasarkan pengamatan, jenis dan arsitektur bangunan (Istana Kota Lama), sulit untuk diidentifikasi. Sebab struktur yang tersisa hanya fondasi dan tembok di beberapa bagian.
Namun dari peninggalan yang tersisa, dapat diidentifikasi bahwa bangunan tersebut mengarah ke selatan dan dengan adanya bagian pintu gerbang.
“Yang jelas, denah ini menunjukkan bahwa bangunan ini dulu nya cukup luas,” jelas Wiwik.
Di sisi lain situs ini, terdapat pelantar modern yang berada di hutan bakau tampak rusak. Tidak hanya pelantar, ponton dermaga di kawasan Istana Kota Lama juga kini mengalami kerusakan parah.
Dinas Budaya dan Pariwisata Tanjungpinang menyatakan bahwa pelantar tersebut memang telah lama tidak difungsikan karena rusak.
Meskipun demikian, Dinas Budaya dan Pariwisata Tanjungpinang telah menyurati Dinas PUPR Tanjungpinang untuk melakukan uji kelayakan kontruksi jembatan di situs Istana Kota Lama.
“Sudah kamu surati PU untuk melakukan uji kelayakan kontruksi,” kata Kepala Dinasi Budaya dan Pariwisata Tanjungpinang, Nazri, beberapa waktu lalu.
Nazri mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan pelantar beton tersebut dapat diperbaiki. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil uji kelayakan dari Dinas PUPR dan ketersedian anggaran.
Selain itu, ia juga tidak mengetahui secara pasti berapa anggaran yang dikucurkan untuk memperbaiki pelantar tempat wisata tersebut.
Jika telah diperbaiki, pelantar beton itu dapat dijadikan tempat wisata hutan mangrove. Sehingga, pengunjung tidak hanya menikmati wisata sejarah saja.
“Angkanya belum bisa dipastikan, akan kami hitung apa yang perlu diperbaiki,” tambah Nazri. (*)
batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad mengambil langkah cepat merespons keluhan krisis air bersih yang masih dirasakan warga Tanjung Sengkuang.
Ia menyatakan penanganan teknis langsung dikoordinasikan kepada pejabat terkait agar solusi jangka pendek segera berjalan.
Amsakar menyatakan tidak sekadar menerima laporan, melainkan turun langsung bersama jajaran teknis untuk melihat kondisi lapangan.
Langkah ini, menurutnya, penting agar komunikasi dan penanganan berjalan efektif sesuai bidang tugas masing-masing.
Ia membawa Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait serta Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan (Fasling) BP Batam, Iyus Rusmana ke lokasi terdampak.
“Untuk urusan kerusakan, ini dulu yang ditangani. Saya sudah membawa direktur ke sini. Silakan komunikasikan secara teknis dengan mereka,” ujar Amsakar, Sabtu (10/1).
Menurutnya, pembagian peran menjadi kunci dalam penanganan persoalan publik. Pimpinan berada pada tataran kebijakan makro, sementara detail teknis ditangani pejabat dan profesional di bidangnya.
“Saya minta agar komunikasi langsung ke profesionalnya. Ada urusan tingkat makro dan ada yang mikro,” jelasnya .
Amsakar mengakui perbaikan sistem air bersih di kawasan tersebut belum dapat dilakukan secara permanen dalam waktu dekat.
Kendala instalasi dan faktor musim masih memengaruhi distribusi. Meski begitu, ia menekankan pentingnya memastikan suplai minimal agar warga tidak kembali mengalami kondisi tanpa aliran air.
“Penyelesaian ini belum permanen karena masalah sistem. Tapi setidaknya jangan sampai warga tidak dapat air sama sekali. Sekarang harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, keluhan warga sebelumnya telah ia dengar langsung saat bertemu sekitar 20 warga Tanjung Sengkuang dalam sebuah kegiatan di Kabil. Saat itu, Amsakar langsung menghubungkan warga dengan BP Batam dan PT Air Batam Hilir untuk tindak lanjut cepat.
Terpisah menurut informasi diperoleh krisis air bersih paling dirasakan warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Tanjung Sengkuang.
Wilayah terdampak meliputi RW 01 RT 01, 02, 03, dan 05 serta RW 02 RT 01, 02, dan 03. Selama ini, warga kerap begadang hingga dini hari untuk menampung aliran air yang kecil, sementara kebutuhan harian masih bergantung pada suplai mobil tangki dari PT ABH. (*)
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih tidak menampilkan para tersangka mengenakan rompi oranye dalam konferensi pers penetapan tersangka dugaan korupsi pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara periode 2021–2026. Keputusan itu menandai perubahan signifikan dalam pola konferensi pers KPK selama ini.
Konferensi pers tersebut digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (11/1) pagi. Berbeda dari praktik sebelumnya, para tersangka tidak dihadirkan berjejer di belakang pimpinan KPK, sehingga suasana konferensi pers tampak tidak seperti biasanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa tidak ditampilkannya para tersangka berkaitan dengan penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru yang mulai berlaku efektif pada 2 Januari 2026.
“Mungkin rekan-rekan melihat konferensi pers hari ini agak berbeda. Kenapa para tersangkanya tidak ditampilkan? Salah satu alasannya karena kami sudah mengadopsi KUHAP yang baru,” ujar Asep.
Menurut Asep, KUHAP baru menitikberatkan pada perlindungan hak asasi manusia (HAM), termasuk penerapan asas praduga tak bersalah. Oleh karena itu, KPK menilai tidak lagi perlu menampilkan para tersangka ke hadapan publik saat konferensi pers.
“KUHAP yang baru lebih fokus pada perlindungan HAM. Di dalamnya ada asas praduga tak bersalah yang harus dijaga, dan itu tentu kami ikuti,” jelasnya.
Selain itu, KPK juga mulai menerapkan ketentuan dalam KUHAP dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru dalam proses penanganan perkara. Hal tersebut dilakukan karena perkara ini berada dalam masa transisi penerapan regulasi hukum pidana yang baru.
“Perkaranya berada di masa transisi. Peristiwa pemberian terjadi di Desember, OTT-nya Januari setelah tanggal 2. Tentunya penanganan perkaranya memiliki pedoman tersendiri dalam masa transisi ini,” kata Asep.
Ia menambahkan, dalam perkara tersebut masih digunakan ketentuan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), namun juga mengadopsi sejumlah pasal dalam KUHP dan KUHAP yang baru.
“Masih ada pasal-pasal di UU Tipikor, tapi juga ada ketentuan di KUHP dan KUHAP yang baru. Jadi, semuanya sudah kita adopsi,” ujarnya.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan KPP Madya Jakarta Utara. Mereka yakni Dwi Budi selaku Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Agus Syaifudin selaku Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi (Waskon) KPP Madya Jakarta Utara, serta Askob Bahtiar selaku Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara.
Selain itu, KPK juga menetapkan Abdul Kadim Sahbudin selaku konsultan pajak dan Edy Yulianto selaku staf PT WP sebagai tersangka.
Abdul Kadim Sahbudin dan Edy Yulianto selaku pihak pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sementara itu, Dwi Budi, Agus Syaifudin, dan Askob Bahtiar selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12B Undang-Undang Tipikor atau Pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 KUHP. (*)
Barang tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan melalui jalur perairan yang berhasil diamankan Bea Cukai Batam, Rabu (7/1) dini hari. Foto. Bea Cukai Batam untuk Batam Pos
batampos – Penanganan kasus dugaan penyelundupan barang kiriman menggunakan speedboat yang digagalkan di Perairan Tanjunguban terus berlanjut. Hingga Sabtu (10/1), Bea Cukai Batam masih melakukan pemeriksaan terhadap dua orang kru speedboat SB JJ Indah 2 yang diamankan dalam operasi penindakan tersebut.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Bea dan Cukai Batam, Evi Octavia, mengatakan bahwa kedua kru saat ini masih menjalani proses pemeriksaan awal.
“Ada dua kru yang diperiksa dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Terkait statusnya masih dalam pemeriksaan awal,” ujar Evi Octavia, Sabtu (10/1).
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami keterlibatan masing-masing kru dalam pengangkutan barang yang diduga dikeluarkan dari Kawasan Bebas Batam tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. Selain itu, petugas juga menelusuri pihak pengirim dan penerima barang guna mengungkap jaringan distribusi di balik pengiriman tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bea Cukai Batam mengamankan satu unit speedboat SB JJ Indah 2 pada Rabu (7/1) dini hari setelah sempat terjadi aksi kejar-kejaran di laut. Speedboat tersebut diketahui bergerak dari arah Punggur menuju Tanjunguban dan dicurigai membawa muatan ilegal.
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan muatan berupa 54 koli paket barang campuran berbagai jenis yang tidak disertai dokumen kepabeanan. Seluruh barang bukti bersama speedboat dan kru kini diamankan di Dermaga Bea Cukai Tanjunguncang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Bea Cukai Batam juga melibatkan Unit K-9 dalam pemeriksaan sarana dan muatan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan indikasi barang terlarang tersebut.
Meski demikian, proses pendalaman masih terus dilakukan guna memastikan seluruh aspek pelanggaran kepabeanan terungkap. Bea Cukai Batam menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Pihak Bea Cukai Batam kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi aturan kepabeanan, khususnya dalam aktivitas keluar-masuk barang dari dan ke Kawasan Perdagangan Bebas Batam, agar tercipta iklim usaha yang sehat dan tidak merugikan negara. (*)