
batampos – Sebuah tower telekomunikasi milik Telkomsel roboh di Desa Kelarik, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna pada Kamis (8/1) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan sempat mengagetkan warga sekitar karena suara robohan terdengar cukup keras. Tower dengan ketinggian sekitar 60 meter itu dilaporkan ambruk setelah diterjang angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak sore hari.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai hembusan angin kuat diduga menjadi penyebab utama robohnya tower telekomunikasi tersebut.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwenang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Raja Darmika, mengatakan laporan awal diterima dari masyarakat tidak lama setelah tower tumbang.
“Kami menerima informasi dari warga sekitar bahwa ada tower Telkomsel yang roboh di Desa Kelarik sekitar pukul sepuluh malam. Tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Raja Darmika.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tower tersebut roboh karena tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang bertiup cukup lama di wilayah Bunguran Utara.
Raja menjelaskan, meski ukuran tower tergolong besar dan tinggi, lokasinya berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga dampak kerusakan dapat diminimalkan.
“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah warga yang terdampak. Lokasi tower memang jauh dari pemukiman,” katanya.
Petugas BPBD bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan. Sisa-sisa struktur tower yang roboh juga dijaga agar tidak membahayakan warga yang melintas.
Meski tidak menimbulkan korban, robohnya tower tersebut sempat berdampak pada layanan telekomunikasi di wilayah Desa Kelarik dan sekitarnya. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan sinyal telepon dan jaringan internet.
Gangguan tersebut terjadi karena tower yang roboh merupakan salah satu penopang utama layanan komunikasi di wilayah itu. Namun Telkomsel telah menyiapkan sistem cadangan untuk menjaga konektivitas.
“Jaringan memang sempat terganggu, tetapi sudah dalam proses perbaikan karena masih ada tower lain yang berfungsi sebagai cadangan,” pungkas Raja Darmika.
Hingga saat ini, BPBD Natuna dan pihak Telkomsel masih berkoordinasi untuk menangani dampak kejadian serta memastikan layanan telekomunikasi kembali normal secepatnya. (*)
Artikel Tower Telekomunikasi di Natuna Roboh Diterjang Angin Kencang, Jaringan Sempat Terganggu pertama kali tampil pada Kepri.









