Gelandang Timnas Indonesia Marc Klok merayakan keberhasilan melakukan eksekusi penalti ke gawang Thailand. (Haritsah Almudatsir/Jawa Pos)
batampos – Tim nasional Indonesia nyaris saja menang atas Thailand. Namun, untuk kali kesekian, pasukan Garuda harus menunda kemenangan itu setelah skor pertandingan berakhir 1-1.
Marc Klok, gelandang timnas Indonesia, melihat skor imbang itu dari sudut pandang berbeda. Menurut pemain Persib Bandung tersebut, hasil imbang dengan The War Elephants –julukan timnas Thailand– bukan skor yang buruk.
”Semua tahu histori Indonesia dengan Thailand. Susah sekali menang. Tapi, hari ini (kemarin, Red) tim bermain lebih baik dan lebih kuat. Tim bermain sangat disiplin. Bahkan, kami bisa cetak gol lebih dulu,” ujar Klok setelah pertandingan.
”Dengan permainan seperti itu, saya pikir hari ini (kemarin) adalah waktunya kami untuk menang. Tapi, pertandingan berakhir 1-1. Saya sedih. Tapi, kami akan pergi ke Filipina untuk memenangkan pertandingan,” imbuh mantan pemain Persija Jakarta itu.
Meski ditahan imbang Thailand, Klok mencoba meyakinkan para pendukung Indonesia bahwa peluang juara masih sangat terbuka. Karena itu, Klok meminta para suporter tidak berhenti mendukung perjuangan timnas Indonesia.
”Suporter harus percaya. Hari ini (kemarin) kami tidak kalah. Kami imbang 1-1,” terang mantan pemain PSM Makassar itu.
”Satu atau tiga tahun lalu, mereka datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan sangat percaya diri. Tapi, hari ini (kemarin) mereka takut melawan kami. Jadi, semua harus percaya dengan kami. Kami juga percaya diri. Tahun ini adalah momen kami untuk menjuarai AFF Cup,” tegas Klok. (*)
Mantan Presiden ACT Ibnu Khajar menjadi terdakwa kasus penyelewengan dana donasi Boeing dan diuntut hukuman penjara 4 tahun. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dituntut 4 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia dianggap bersalah melakukan penggelapan dana yayasan ACT.
Ibnu dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penggelapan dana bantuan sosial untuk keluarga korban kecelakaan Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 nomor penerbangan JT 610. ACT diketahui menerima dana bantuan dari Boeing Community Investment Fund (BCIF) dari Boeing sebesar Rp 138.546.388.500.
Jaksa menilai, dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 117 miliar diselewengkan oleh para terdakwa termasuk Ibnu Khajar. Sehingga bantuan untuk keluarga korban hanya diimplementasikan sebesar Rp 20.563.857.503.
“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana serta melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan penggelapan dalam jabatan sebagaimana diatur dan diancam Pasal 374 KUHP. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana selama 4 tahun penjara,” kata Jaksa dalam tuntutannya.
Jaksa menjelaskan, Ibnu melakukan penggelapan dana yayasan bersama pendiri sekaligus eks Presiden ACT Ahyudin dan eks Senior Vice President Operational ACT, Hariyana Hermain. Dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang bukan peruntukannya, termasuk kepentingan pribadi.
Adapun hal-hal yang memberatkan perbuatan Ibnu Khajar yaitu menimbulkan keresahan luas bagi masyarakat. Perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian bagi masyarakat khususnya bagi ahli waris korban dan penerima manfaat dari dana sosial BCIF. Terdakwa juga telah menikmati hasil tindak pidana.
“Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa berlaku sopan dan kooperatif di persidangan,” ucap jaksa.
batampos – Polda Kepri dan jajarannya melakukan pengawasan akan peredaran kembang api. Pengawasan ini, agar tidak ada kembang api melebihi batas yang telah ditentukan.
Jelang tahun baru, penggunaan kembang api dan petasan meningkat. Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt meminta masyarakat bijak dalam menggunakan kembang api atau petasan.
“Kembang api atau petasan, sebaiknya dihidupkan oleh dewasa. Jangan membiarkan anak-anak bermain kembang api atau petasan, tanpa ada pengawasan,” kata Harry, Kamis (29/12).
Hal ini bukan tanpa sebab. Karena, kembang api cukup berbahaya, jika tidak ditangani dengan benar. Sehingga, butuh orang dewasa untuk menghidupkannya.
Hal yang senada disampaikan oleh Kapolsek Lubuk Baja, Budi Hartono. Ia mengakui jelang tahun baru, euforia masyarakat meningkat untuk menggunakan kembang api.
“Jangan bermain kembang api berlebihan,” ucapnya.
Lalu, Budi meminta bermain kembang api ditempat yang tepat. “Jangan pula di dalam ruangan,” tuturnya.
Ia mengatakan ada aturan yang jelas kadar dari kembang api atau petasan yang boleh beredar. Sehingga, jajaran Polsek Lubuk Baja, akan melakukan pengawasan terhadap kembang api atau petasan yang dijual masyarakat.
Bupati Cianjur Herman Suherman (tengah) didampingi Kapolres dan Dandim Cianjur (Ahmad Fikri/Antara)
batampos – Pascapelaporan Bupati Cianjur Herman Suherman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Acsena Humanis Respon angkat bicara terkait hal tersebut.
Dari hasil komunikasi Radar Cianjur (Grup Jawa Pos) dengan pihak Acsena Humanis Respon, pihaknya sama sekali tidak melakukan pelaporan tersebut, bahkan pada hari itu, Acsena Humanis Respon tengah berada di luar kota tepatnya di Jawa Tengah dalam mitigasi dan simulasi bencana Gunung Merapi.
Acsena Humanis Respon tidak menyangka dengan pencatutan nama lembaga kemanusiaan ini. Founder sekaligus CEO Acsena Humanis Respon, Andika langsung melakukan kroscek ke jajarannya. Akan tetapi, hasil yang didapatkan nihil.
Andika menilai, pelaporan tersebut menjadi sebuah akal-akalan belaka dan berita sepihak. Bahkan, ia pun tidak mengenal sama sekali pelapor tersebut. ’’Kami tidak mungkin melaporkan hal tersebut, saya sudah melakukan pengecekan ke jajaran saya dan tidak ada. Ini sudah unsur politis, karena orang-orang saya tidak akan bergerak di luar komando,” kata Andika.
Mengenai nama Ery, Andika sama sekali tidak mendapati dalam jajaran anggota Acsena Humanis Respon. Bahkan, nama lembaga tersebut satu-satunya yang ada di Indonesia. Berkaitan dengan pencatutan tersebut, pihaknya pun akan membawa kasus ini ke langkah hukum.
Bukan hanya itu, pihak Acsena Humanis Respon tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan logistik untuk korban bencana Cianjur dari Emirates Red Crescent. Lantaran, pihaknya bekerja sama dengan pihak Eropa seperti Austria Friend dan terfokus ke perorangan, bukan lembaga.
’’Tidak pernah, enggak ada. Kami tidak pernah berkolaborasi dengan pihak Emirates Red Crescent. Kalau Acsena Humanis Respon lebih dominan perorangan dan Austria Friend yang kebanyakan dari luar negeri,” paparnya. ’’Dengan pencatutan nama ini, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini sangat merugikan kami tentunya,” sambung dia. (*)
batampos – Bazar Malay Night Festival #2 kembali digelar dari 30 Desember hingga 1 Januari di Dataran Engku Putri Batamcentre. Pelaksanaan kegiatan ini menggandeng puluhan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Kegiatan ini diperkirakan akan menarik masyarakat dalam jumlah besar. Apalagi, nantinya bazar digelar saat pergantian tahun. Tentunya, masyarakat banyak yang datang dan memadati Dataran Engku Putri.
Demi mengantisipasi membludaknya jumlah masyarakat yang datang. Dinas Perhubungan Kota Batam menyiapkan beberapa lokasi parkir bagi masyarakat.
“Kami siapkan, agar tidak ada yang parkir di jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Salim, Kamis (29/12).
Ia mengatakan lokasi parkir yang disiapkan pertama adalah di Kawasan DPRD Batam. Apabila di lokasi itu penuh, maka masyarakat bisa parkir di Kawasan PIH.
Salim mengatakan Kantor Walikota Batam juga terbuka untuk tempat parkir kendaraan bagi masyarakat. “Ada rumah makan yang sudah tutup, Pondok Puring disana kami tempatkan juga sebagai lokasi parkir,” ucapnya.
Salim mengatakan Dishub sudah berkoordinasi dengan Dispar Kota Batam. Dari Dispar Kota Batam meminta tidak ada pungutan parkir selama acara bazar tersebut.
“Oleh sebab itu, jajaran Dishub akan memberikan pengamanan dan mengawasi pungutan parkir,” tuturnya.
Kepada masyarakat yang datang ke Dataran Engku Putri. Salim meminta agar menjaga kebersihan, ketertiban. Sehingga, kegiatan itu berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Pastikan keselamatan (masyarakat). Kami akan memberikan pengamanan,” ujarnya.
Pengamanan Kawasan Dataran Engku Putri tidak hanya dari Dishub Kota Batam saja. Tapi juga melibatkan unsur Satpol PP dan kepolisian. (*)
batampos – DPRD Kepri menyoroti sejumlah faktor yang menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kepri di 2022 masih belum memuaskan. Selain masalah harga tiket kapal yang dinilai memberatkan, juga ada persoalan visa on arrival yang mestinya harus dibahas kembali.
Foto : Peri Irawan/Batam Pos Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua.
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua menyampaikan untuk evaluasi kunjungan Wisman ke Kepri, dengan kondisi yang ada saat ini sebaiknya jangan terlalu berpuas diri dengan lonjakan kunjungan yang ada, sebab data sekarang itu hanya dibandingkan dengan kondisi pandemi covid-19, sedangkan untuk perbandingan dengan kondisi sebelum 2020 masih jauh.
“Kita memakai angka yang terlalu rendah untuk dijadikan patokan itu saat covid-19, dan itu memang tinggi sekali,” Kata Rudy, Jumat (30/12).
Kata Rudy, yang menjadi persoalan sekarang dimana kunjungan wisatawan ke Kepri adalah harga tiket kapal yang belum bisa diselesaikan siapapun.
Saat Singapura dan Malaysia membuka pintu lintasan, yang terjadi adalah para operator kapal yang berlomba menaikkan harga tiket, yang semula dari Tanjungpinang hanya Rp 400 ribuan menjadi Rp 800 ribuan.
“Walaupun terakhir sempat diturunkan ke Rp 700 ribuan, tapi terakhir ini kembali naik sekitar Rp 30 ribu,” Kata Rudy Chua, Jumar (30/12).
Kata Rudy, apapun persoalan untuk peningkatan kunjungan pariwisata di Kepri saat ini tidak terlepas dari harga tiket kapal. Apa yang dilakukan pihak pemilik kapal feri ini apakah untuk mengembalikan kerugian dua tahun belakang ataupun jumlah penumpang yang belum bisa normal seperti biasa.
“Ini belum bisa kita dudukkan. Dari pemerintah dan DPRD sudah melaporkan ke komisi persaingan usaha di Medan, mereka sudah melakukan beberapa pemeriksaan sampai hari ini belum kelar, apakah yang dilakukan teman pemilik feri ini suatu pelanggaran, tapi jelas ini merugikan Kepri,” terangnya.
Sekarang ini, langkah yang perlu dilakukan adalah mencermati dan menghilangkan faktor yang menghalangi peningkatan pariwisata di Kepri. Target untuk mencapai 2 juta kunjungan wisman ke Kepri, menurut Rudy dengan harga tiket sekarang itu mustahil.
“Sangat merugikan Kepri, terutama saat kita melakukan beberapa terobosan, Visa dan sebagainya itu dari sisi operator. Dari sisi pemerintah dulu sebelum covid nggak ada uang visa on arrival dan setelah covid-19 diaktifkan kembali untuk pendapatan negara ini juga faktor yang signifikan,” ujarnya.
Bagi wisman yang akan berkunjung lama ke Kepri, mungkin tidak menjadi persoalan, akan tetapi untuk kunjungan yang hanya 2-3 hari dengan biaya yang dikeluarkan untuk visa on arrival akan memberatkan.
“Ini menjadi tugas Provinsi Kepri untuk mencoba melobi bahwa visa on arrival itu perlu dibahas kembali,” tambahnya. (*)
batampos – Seluruh badan usaha atau perusahaan wajib mendaftarkan seluruh karyawannya tanpa terkecuali sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Namun di Batam ternyata masih ada perusahaan yang mencoba tidak ikut dalam aturan tersebut. Seperti tidak mendaftarkan seluruh karyawan, tidak melapor seluruh upah karyawan, hingga tidak membayar iuran bulanan karyawan.
Kepala Kejari Batam, Herlina Setyorini mengatakan pihaknya turut mengawasi implementasi upaya pemulihan keuangan negara lewat iuran Ketenagakerjaan dan juga BPJS Kesehatan, yang dibayar tenaga kerja lewat perusahaan. Namun sayang, pada faktanya masih banyak data yang dilaporkan oleh perusahaan tidak sesuai kenyataan. Hal ini juga menjadi keluhan dari BPJS Ketenagakerjaan Kota Batam.
“Ada cukup banyak perusahaan, namun kesalahan mereka itu ada yang ringan dan berat. Kami pilah-pilah juga dengan memvalidasi data-data yang diberikan perusahaan, kami minta validatornya dari Disnaker Kota Batam dan Dinas PM-PTSP untuk memverifikasi,” ujar Herlina.
Diantara temuan itu seperti perusahaan yang tak membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan, ada yang sudah patuh tapi hanya sebagian yang didaftarkan sebagian upahnya, jumlah tenaga kerjanya serta programnya. Padahal program BPJS Ketenagakerjaan ada 4, yakni kematian, kecelakaan kerja, pensiun dan hari tua.
“Ternyata pengusaha hanya mendaftarkan baru sebagian. Dan sayangnya banyak pekerja yang tidak mengerti akan haknya tersebut,” jelas Herlina.
Dikatakan Herlina, jika data-data pekerja diberikan tidak valid, maka pada saat terjadi risiko dipekerjaan tidak sesuai dengan manfaat yang diterima oleh pekerja. Oleh karena itu, Forum Kepatuhan Jaminan Sosial antar instansi berwenang dikukuhkan di Kota Batam. Dengan tujuan, hal-hal para pekerja dan kewajiban perusahaan terlaksana sesuai aturan.
“Misal upah nya berapa, kemudian yang dibayarkan cuma seperempat atau sebagian, manakala ada risiko kerja, manfaatnya tak sebesar apa yang dia dapatkan,” imbuhnya.
Dijelaskannya, forum kepatuhan adalah program optimalisasi jaminan nasional di bidang tenaga kerja yaitu Inpres Nomor 2 Tahun 2021 serta optimalisasi jaminan nasional bidang kesehatan implementasi Inpres Nomor 1 Tahun 2022.
“Kejaksaan memberikan perlindungan kepada hak-hak para pekerja. Kita juga sosialisasi serta mengedukasi para pengusaha atau pemberi kerja nantinya,” kata Herlina.
Sejalan nantinya, ada sanksi yang diberikan kepada pihak pemberi kerja atau perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban administratifnya.
“Kami tegur secara tertulis, denda, tidak memberikan pelayan publik kepada perusahaan yang nakal, misal tak memberikan perizinan yang diurus oleh perusahaan yang bersangkutan,” tegasnya.
Tak hanya sanksi teguran dan tertulis, perusahaan nakal juga bisa dikenakan tindak pidana, apabila memberikan data yang valid, dan sudah bertahun-tahun lamanya.
“Upaya terakhir sanksi pidana ancaman 8 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar kepada pengusaha yang tidak melaksanakan kewajiban administratifnya,” terang Herlina.
Namun sebelum mengambil tindakan hukum bagi badan usaha ataupun perusahaan yang tidak menjalankan kewajibannya, pihak Kejaksaan harus terlebih dahulu mendapatkan Surat Kuasa Khusus (SKK) dari pihak BPJS.
Apabila SKK sudah ada, Kejaksaan akan mulai memanggil perusahaan-perusahaan yang diduga tidak mengikuti aturan yang sudah ada
“Hingga saat ini kami belum mendapat Surat Kuasa Khusus (SKK) dari pihak BPJS untuk melakukan Action terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang tidak mendaftarkan para pekerja serta penunggakan pembayaran ke pihak BPJS,” tegas Herlina. (*)
Ilustrasi Citra satelit Indonesia tentang potensi cuaca ekstrem. (BMKG/Antara)
batampos – Cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerusakan di beberapa daerah. Di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang, sebanyak 45 rumah porak-poranda dihantam gelombang besar pada Rabu (28/12) pukul 00.00–03.00.
Sutrimo selaku ketua RT 1, RW 15, Kelurahan Tanjung Mas, mengungkapkan bahwa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi mulai terjadi pukul 22.30. Hingga pukul 03.00, gelombang baru mereda.
Selama tiga jam dihantam ombak, beberapa fondasi rumah di pesisir utara terkikis habis. ’’Empat rumah warga rusak parah. Data kami, ada 10 rumah yang terdampak gelombang tinggi,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/12).
Menurut prediksi BMKG, gelombang tinggi akan terjadi hingga awal 2023. Karena itu, Sutrimo mengimbau warga agar mengungsi dulu. Terutama yang tinggal di bibir pantai. ’’Warga juga aktif berjaga untuk mengawasi lingkungan masing-masing,’’ katanya.
Lurah Tanjung Mas Sony Yudha Putra Pradana menjelaskan, gelombang tinggi sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Namun, gelombang tinggi yang terjadi Rabu (28/12) malam luar biasa besar. Beberapa rumah tak mampu menahan derasnya ombak sehingga temboknya jebol. ’’Warga yang rumahnya terkena gelombang tinggi terpaksa mengungsi,’’ ucapnya.
Total ada 45 rumah warga yang terdampak. Mulai rusak ringan, sedang, hingga berat. ’’Kalau yang ringan, asbesnya kena lompatan air sampai pecah. Kemudian ada yang berat, temboknya dihantam ombak hingga jebol,’’ paparnya.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Pelabuhan Tanjung Emas menyiapkan 56 pompa sebagai langkah mitigasi cuaca buruk di perairan utara pulau Jawa. General Manager Pelindo Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Hardianto mengatakan, 56 pompa itu ditempatkan di titik terluar pelabuhan. Yakni, Jalan Yos Sudarso, Jalan Musang, Jalan Asahan, Jalan Ampenan, terminal penumpang, Dermaga Samudera, dan Masjid Al-Mannar.
’’Kami juga tempatkan pompa di jalan masuk arteri, Jalan Usman Janatin, Jalan M. Pardi, RTK Timur, kejaksaan, ujung Jalan Deli, hingga sepanjang jalan utama Jalan Coaster yang jadi titik rawan banjir rob,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (29/12).
Hardianto menuturkan, pemasangan pompa-pompa itu bertujuan agar kawasan pelabuhan tidak tergenang. Pompa tersebut berkapasitas 800 liter per detik. Pihaknya juga menyediakan genset untuk antisipasi listrik padam. ’’Total ada delapan genset yang kami siapkan,’’ tuturnya.
Meski sedikit tergenang, aktivitas bongkar muat dan kegiatan operasional lainnya masih berjalan lancar. Hardianto juga memastikan tanggul Lamicitra yang sebelumnya jebol masih baik kondisinya dan mampu menahan rob. ’’Kami juga berkoordinasi dengan BMKG. Kami lakukan peninggian lining dermaga dengan menyiapkan karung-karung pasir dan ban pasir di Dermaga Samudera dan Dermaga Nusantara. Tujuannya untuk membendung air laut ke darat,’’ terangnya. (*)
batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter diperkirakan mulai padat hari ini, Jumat (30/12/2022).
Lonjakan penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter dikarenakan banyaknya masyarakat yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun ke Singapura.
Tak hanya di keberangkatan, lonjakan penumpang yang datang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter diperkirakan mulai terjadi pada hari ini.
Meski diperkirakan melonjak, belum ada penambahan extra trip dari operator kapal.
Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam center, Rizan Nika Astaga, mengatakan untuk data penumpang selama 2 hari terakhir bisa dikatakan normal. Jumlah penumpang yang berangkat berkisar 5-6 ribu per hari.
“Untuk hari ini (kemarin, red) 5.466 penumpang yang berangkat, sehari sebelumnya jumlahnya juga hampir sama,” kata Nika.
Menurut Nika, lonjakan penumpang diperkirakan kembali terjadi pada Jumat (30/12), terutama untuk tujuan Singapura.
Bahkan, lonjakan penumpang lebih banyak lagi diperkirakan terjadi pada Sabtu (31/12/2022).
“Nah hari Sabtu ini adalah momen sehari jelang pergantian tahun. Biasanya banyak yang nyebrang,” ujarnya.
Tak hanya di keberangkatan, arus kedatangan juga diperkirakan akan membludak. Karena biasanya, banyak masyarakat Singapura yang menghabiskan pergantian tahun di Batam.
Ilustrasi. Suasana di Pelabuhan Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center diperkirakan mulai melonjak hari ini, Jumat (30/12). Lonjakan penumpang diduga karena banyaknya masyarakat yang ingin menghabiskan malam pergantian tahun di negeri Singa tersebut.
Tak hanya di keberangkatan, lonjakan penumpang yang datang juga diperkirakan mulai terjadi pada hari ini. Meski diperkirakan melonjak, belum ada penambahan extra trip dari operator kapal.
Manager Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam enter, Rizan Nika Astaga mengatakan untuk data penumpang selama 2 hari terakhir bisa dikatakan normal. Jumlah penumpang yang berangkat berkisar 5-6 ribu per hari.
“Untuk hari ini (kemarin, red) 5466 penumpang yang berangkat, sehari sebelumnya jumlahnya juga hampir sama,” kata Nika.
Menurut Nika, lonjakan penumpang diperkirakan kembali terjadi pada Jumat (30/12), terutama untuk tujuan Singapura. Bahkan, lonjakan penumpang lebih banyak lagi diperkirakan terjadi pada Sabtu 31/12.
“Nah hari Sabtu ini adalah momen sehari jelang pergantian tahun. Biasanya banyak yang nyebrang,” ujarnya.
Tak hanya di keberangkatan, arus kedatangan juga diperkirakan akan membludak. Karena biasanya, banyak masyarakat Singapura yang menghabiskan pergantian tahun di Batam.
“Untuk kedatangan diperkirakan juga akan ramai,” sebutnya.
Namun Nika belum bisa memastikan berapa extra trip kapal yang diajukan operator kapal saat terjadi lonjakan penumpang
“Untuk extra trip saya belum tahu, mungkin belum sampai ke saya,” pungkas Nika. (*)