
batampos – Momen pergantian tahun di Pulau Madura ’’dibuka’’ dengan bencana banjir. Tak tanggung-tanggung, bencana tersebut melanda empat kabupaten di Pulau Garam.
Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, banjir mulai terjadi sejak Sabtu (31/12). Yang terparah terjadi di Sampang. Pemicunya masih sama, akibat luapan tiga sungai. Yakni, Kemuning, Banyumas, dan Panyepen. Ditambah, permukaan air laut meninggi.
Banjir akibat luapan Sungai Kemuning dan Banyumas menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Sampang. Sementara itu, luberan Sungai Panyepen memicu banjir di lima desa di Kecamatan Jrengik.
Intensitas genangan banjir di sejumlah wilayah di kabupaten itu cukup mengkhawatirkan. Akibatnya, di wilayah dengan genangan tinggi, aliran listrik untuk sementara dipadamkan. Ribuan warga terdampak.
Banjir yang cukup parah juga terjadi di Sumenep. Luapan Sungai Kebonagung membuat dua desa tergenang. Yakni, Desa Patean, Kecamatan Batuan, serta Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi. Banjir juga membuat akses utama Sumenep–Surabaya terendam. Hingga kemarin, genangan masih terjadi.
Di Bangkalan, banjir terjadi akibat luapan Sungai Blega dan Arosbaya pada Sabtu (31/12). Di Kecamatan Arosbaya, tercatat ada 1.580 rumah yang terendam di enam desa. Demikian pula di Kecamatan Blega. Sedikitnya 2.261 kediaman warga terendam. Tersebar di Desa Blega, Kajjan, Nyormanis, dan Karang Panasan.
’’Di Kecamatan Blega, air mulai surut kemarin. Sementara itu, di Kecamatan Arosbaya, genangan air masih menutupi akses jalan,’’ kata Kepala BPBD Bangkalan Geger Heri Susianto.
Di Pamekasan, banjir akibat luapan Kali Semajid yang terjadi sejak Sabtu (31/12) membuat empat desa/kelurahan di Kecamatan Pamekasan terendam. Selain menggenangi 1.184 rumah, banjir menyasar kawasan pesantren. Lebih dari 200 santri terdampak.
Selain banjir, sejumlah wilayah di Pamekasan dilanda bencana longsor. Paling parah terjadi di Kecamatan Waru. Untung, masyarakat waspada. ’’Rata-rata, hampir semua desa terjadi longsor. Ada yang mengenai rumah dan menutup jalan,’’ ujar Babinsa Koramil 0826-10 Waru Kopda Mansur Arifin pada Jawa Pos Radar Madura.
Tim BPBD Jatim dan kabupaten/kota sudah melakukan asesmen di seluruh wilayah terdampak bencana. ’’Selain itu, distribusi bantuan ke sejumlah wilayah sudah diluncurkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto kemarin. (*)
Reporter: JP Group









