Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 641

BNPT Ungkap 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online

0
BNPT memaparkan data 112 anak terpapar radikalisme digital dalam laporan akhir tahun 2025.
Ilustrasi: Radikalisme. (StudentforLiberty)

batampos – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap adanya pergeseran signifikan pola ancaman terorisme di Indonesia. Jika sebelumnya didominasi aksi kekerasan fisik, kini penyebaran ideologi radikal semakin masif melalui ruang digital, termasuk menyasar anak-anak dan remaja lewat game online.

Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan, meskipun kondisi keamanan nasional relatif terkendali, ancaman terorisme di ruang digital justru terus berkembang dan memerlukan perhatian serius, khususnya terhadap kehidupan anak dan remaja.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat memaparkan Laporan Akhir Tahun BNPT 2025 di Jakarta, Rabu (31/12). Menurutnya, propaganda terorisme kini lebih banyak memanfaatkan media sosial dan platform digital.

Baca Juga: Zulhas: Kenaikan Margin Bulog Dibutuhkan demi Beras Satu Harga Nasional

“Ancaman terorisme di ruang digital semakin berkembang. Propaganda, perekrutan, dan pendanaan banyak dilakukan melalui media sosial dan platform digital, termasuk dengan menyasar kelompok usia anak,” kata Eddy.

Sepanjang tahun 2025, BNPT mencatat sebanyak 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRT) beredar di ruang digital. Konten tersebut didominasi propaganda, pendanaan, serta perekrutan, dengan pola komunikasi yang disesuaikan dengan karakter anak dan remaja.

Eddy menjelaskan, proses radikalisasi melalui media digital berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Jika sebelumnya membutuhkan waktu 2 hingga 5 tahun, kini radikalisasi dapat terjadi hanya dalam 3 hingga 6 bulan.

Baca Juga: Perampok Bobol Dinding Bank saat Natal, Gasak Emas dan Duit Rp595 Miliar

“Ancaman tersebut berdampak langsung pada kelompok anak,” ujarnya.

BNPT juga mengungkapkan bahwa Densus 88 Antiteror Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 112 anak di 26 provinsi. Anak-anak tersebut teridentifikasi terpapar radikalisme melalui ruang digital, mulai dari interaksi dengan konten terorisme, kerentanan psikologis, hingga keterlibatan dalam fenomena lone actor tanpa pertemuan fisik.

“Anak-anak yang terpapar menjadi perhatian serius negara. BNPT bersama Tim Koordinasi Perlindungan Khusus bagi Anak Korban Jaringan Terorisme terus memastikan rehabilitasi, pendampingan psikososial, serta perlindungan hak anak berjalan optimal,” jelas Eddy.

Temuan tersebut sejalan dengan Kajian Tren Terorisme Indonesia 2023–2025 yang disusun Indonesia Knowledge Hub (I-KHub) BNPT bersama mitra internasional, termasuk Hedayah. Kajian itu menegaskan bahwa meski serangan fisik relatif terkendali, peperangan ideologi justru bergeser ke ruang privat anak-anak melalui media digital.

Untuk pencegahan, BNPT memperkuat strategi kontra radikalisasi melalui berbagai program, seperti Sekolah Damai, Kampus Kebangsaan, Desa Siapsiaga, serta penguatan peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 36 provinsi.

BNPT juga membentuk Satuan Tugas Kontra Radikalisasi lintas delapan kementerian dan lembaga guna menyebarluaskan narasi perdamaian serta memperkuat ideologi Pancasila di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

“BNPT berkomitmen mewujudkan sistem deteksi dini dan keterlibatan dini untuk memutus mata rantai penyebaran ideologi radikal terorisme demi mendukung Indonesia Emas 2045,” tegas Eddy.

Sementara itu, Kelompok Ahli BNPT Reni Kusumowardhani menambahkan, temuan 112 anak terpapar radikalisme menunjukkan bahwa proses radikalisasi telah masuk ke ruang digital yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Baca Juga: Kaleidoskop 2025: Perseteruan Lisa Mariana–Ridwan Kamil Berujung Gugatan Cerai Ibu Cinta

“Kelompok teroris memanfaatkan kerentanan anak dan remaja melalui gim, video, meme, musik, serta narasi heroisme dan solidaritas,” ujarnya.

BNPT pun mengajak seluruh kementerian dan lembaga, masyarakat, serta orang tua untuk bersama-sama menjaga ruang digital dan melindungi anak dari paparan ideologi radikal.

“Peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan literasi digital dan sense of awareness, agar anak berani menolak serta melaporkan konten berbahaya,” pungkas Reni. (*)

Artikel BNPT Ungkap 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online pertama kali tampil pada News.

Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepri 2025: Alarm Krisis Ekologis Kian Nyata

0
Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepulauan Riau 2025 yang digelar di Shelter Akar Bhumi, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Senin (29/12). F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Kerusakan lingkungan yang terus terjadi di Kepulauan Riau (Kepri) sepanjang 2025 semakin memantik keprihatinan berbagai kalangan. Kondisi tersebut dirangkum dalam kegiatan Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepulauan Riau 2025 yang digelar di Shelter Akar Bhumi, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Senin (29/12).

Kegiatan ini diinisiasi Akar Bhumi Indonesia bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam dan media partner Batam Bergerak. Selain pemutaran film dokumenter, acara juga diisi diskusi publik dan refleksi bersama yang mengulas keterkaitan kerusakan bentang alam di Kepri dengan bencana ekologis berulang di wilayah Sumatra.

Ketua Panitia Kaleidoskop, Muhammad Sya’ban, menyebut kegiatan ini sebagai kolase kerja-kerja advokasi lingkungan dan jurnalisme yang selama ini dijalankan Akar Bhumi Indonesia dan AJI Batam.

“Ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang refleksi bersama. Sepanjang 2025, kerusakan lingkungan di Kepri semakin masif, mulai dari reklamasi ilegal hingga perusakan pesisir,” ujarnya.

Menurut Sya’ban, persoalan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aktivis, melainkan pekerjaan rumah bersama yang melibatkan jurnalis, mahasiswa, komunitas, hingga organisasi masyarakat sipil.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kepulauan Riau menghadapi tekanan ekologis yang semakin kompleks. Alih fungsi lahan, aktivitas pertambangan, reklamasi pesisir, penimbunan mangrove, serta kerusakan hutan dan laut kerap terjadi atas nama pembangunan.

Akumulasi kerusakan tersebut dinilai telah memunculkan dampak nyata bagi masyarakat dan meningkatkan risiko bencana ekologis. Banjir, longsor, kebakaran hutan, serta abrasi pesisir yang terjadi di berbagai wilayah Sumatra menjadi peringatan bahwa bencana tidak semata-mata peristiwa alam, melainkan akibat relasi yang timpang antara manusia dan lingkungan.

Kondisi serupa, menurut penyelenggara, bukan tidak mungkin terjadi di Kepulauan Riau yang sekitar 96 persen wilayahnya merupakan perairan laut, apabila pembangunan terus mengabaikan daya dukung ekologis.

Diskusi publik menghadirkan perwakilan masyarakat terdampak, Akar Bhumi Indonesia, Polda Kepulauan Riau, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup wilayah Kepri, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Batam.

Salah satu suara paling kuat datang dari Sahat Jemahat, warga Kampung Ambat Jaya, Kabupaten Karimun. Ia mengungkapkan dampak aktivitas PT Saipem yang telah dirasakan warga sejak bertahun-tahun lalu.

Aktivitas pembersihan plat besi dengan metode sandblasting disebut menghasilkan debu tebal yang menyelimuti permukiman dan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama balita dan lansia.

“Sejak awal pembangunan pada 2008 kami sudah merasakan dampaknya. Kami pernah meminta AMDAL dibuka, tapi kami justru dianggap orang asing,” kata Sahat.

Ia menambahkan, janji perusahaan terkait pembukaan lapangan kerja tidak pernah terwujud. “Sekarang malah terjadi PHK massal. Debu masih ada, laut menyempit, dan kami bingung harus mengadu ke mana,” ujarnya.

Ketua Akar Bhumi Indonesia, Sony Rianto, mengatakan pihaknya telah mendampingi warga Kampung Ambat Jaya hampir tiga tahun terakhir. Konflik antara masyarakat dan perusahaan, menurutnya, telah berlangsung lama dengan dampak paling terasa dalam enam tahun terakhir.

“Lingkungan rusak akibat sandblasting, laut menjadi keruh dan dangkal karena sedimentasi. Sementara manfaat ekonomi bagi warga nyaris tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, AKP Ade Putra, Kanit Tipidter Ditkrimsus Polda Kepri, menyatakan pihaknya terbantu dengan pendampingan dan laporan yang dilakukan Akar Bhumi Indonesia.

“Kami terus berdiskusi terkait aspirasi masyarakat, termasuk soal AMDAL perusahaan. Penanganan pidana lingkungan harus memenuhi unsur dampak yang jelas sesuai undang-undang,” katanya.

Ade mengungkapkan, sejumlah perkara lingkungan tengah ditangani di Batam, Karimun, dan Bintan, meski belum dapat disampaikan secara terbuka.

Dalam sesi diskusi, Romi, nelayan asal Bengkong, mengeluhkan dampak reklamasi yang menyebabkan penyempitan alur air, pencemaran, rusaknya terumbu karang, hingga hilangnya ikan.

“Kami sudah melapor ke berbagai pihak, tapi tidak ada tanggapan. Kami tidak menolak pembangunan, tapi tolong perhatikan kami,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ade menyatakan akan menelusuri kembali laporan yang masuk dan tidak menutup kemungkinan penindakan pidana jika ditemukan pelanggaran.

Sementara itu, Bertha De Jurisal, Pengawas Ahli Madya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kepri, menyoroti tumpang tindih regulasi serta keterbatasan anggaran.

“Anggaran kami sangat terbatas. Regulasi juga rumit dan saling tumpang tindih. Ini menjadi tantangan besar dalam pengawasan lingkungan,” katanya.

Sekretaris AJI Kota Batam, Muhammad Ishlahuddin, menyebut Kaleidoskop ini sebagai refleksi atas kerusakan lingkungan sepanjang 2025, termasuk longsor di Tiban yang menewaskan empat orang serta keberadaan puluhan titik rawan longsor di Batam.

“Bencana tidak terjadi di ruang hampa. Ia lahir dari keserakahan manusia,” ujarnya. (*)

Artikel Kaleidoskop Kerusakan Lingkungan Kepri 2025: Alarm Krisis Ekologis Kian Nyata pertama kali tampil pada Metropolis.

Perampok Bobol Dinding Bank saat Natal, Gasak Emas dan Duit Rp595 Miliar

0
Ilustrasi senjata api.

batampos – Aksi perampokan besar terjadi di Kota Gelsenkirchen, Jerman bagian barat, saat libur Natal. Sekelompok perampok nekat membobol dinding beton tebal sebuah bank simpanan dan membawa kabur uang tunai, emas, serta perhiasan dengan total kerugian diperkirakan mencapai €35 juta atau sekitar Rp595 miliar.

Polisi menyebut para pelaku diduga menggunakan bor industri untuk menembus dinding bawah tanah bank Sparkasse dari arah area parkir yang bersebelahan. Setelah berhasil masuk, perampok menjebol ruang brankas dan membuka lebih dari 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah.

Kejadian tersebut baru diketahui setelah alarm kebakaran berbunyi pada Senin dini hari, yang kemudian mengungkap adanya lubang besar pada struktur bangunan bank. Namun saat alarm berbunyi, para pelaku diyakini telah melarikan diri membawa hasil rampokan.

Juru bicara kepolisian setempat mengatakan, penyelidikan kini difokuskan pada rekaman kamera CCTV serta kendaraan yang terlihat meninggalkan lokasi pada Sabtu malam.

Polisi menduga kuat aksi ini telah direncanakan secara matang selama beberapa pekan dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan keamanan selama musim libur.

“Tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam atau informasi internal yang memungkinkan pelaku mengetahui lokasi pasti ruang brankas dan kotak penyimpanan bernilai tinggi,” ujar juru bicara polisi.

Sementara itu, ratusan nasabah terlihat berkumpul di luar kantor cabang Sparkasse untuk meminta kejelasan mengenai kondisi simpanan mereka. Sejumlah nasabah mengaku kehilangan uang pensiun, uang tunai, hingga perhiasan keluarga yang disimpan di dalam brankas.

Hingga saat ini, pihak bank Sparkasse belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun manajemen bank memastikan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian serta segera menghubungi nasabah terdampak setelah proses penyelidikan awal rampung. (*)

Artikel Perampok Bobol Dinding Bank saat Natal, Gasak Emas dan Duit Rp595 Miliar pertama kali tampil pada News.

Setelah 401 Tahun, Kantor Pos Denmark Resmi Akhiri Layanan Pengiriman Surat

0
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Pengelola layanan pos milik pemerintah Denmark, PostNord, resmi mengirimkan surat terakhir pada Selasa (30/12), menandai berakhirnya tradisi distribusi surat publik yang telah berlangsung selama 401 tahun di negara tersebut.

Seperti dilaporkan Anadolu Agensi (AA), mulai saat ini, PostNord akan sepenuhnya mengalihkan fokus bisnisnya ke layanan pengiriman paket, menyusul penurunan tajam jumlah surat akibat pesatnya digitalisasi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.

“Hari ini menandai titik balik bersejarah dalam perjalanan PostNord,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PostNord, Kim Pedersen.

“Kami mengakhiri distribusi surat setelah berabad-abad, namun membuka babak baru pada sektor yang paling dibutuhkan masyarakat Denmark saat ini, yakni e-commerce, di mana pengiriman paket kini jauh melampaui jumlah surat,” tambahnya.

Keputusan ini mencerminkan perubahan besar dalam kehidupan sosial masyarakat Denmark yang kini semakin bergantung pada solusi digital, seperti pembayaran seluler dan komunikasi daring, sehingga kebutuhan akan surat fisik terus menurun secara signifikan.

Pasca mundurnya PostNord dari layanan surat, perusahaan swasta Dao akan mengambil alih sebagian besar pengiriman surat di Denmark. CEO Dao, Hans Peter Nissen, memperkirakan volume pengiriman surat masih akan mencapai sekitar 80 juta surat pada 2026. (*)

Artikel Setelah 401 Tahun, Kantor Pos Denmark Resmi Akhiri Layanan Pengiriman Surat pertama kali tampil pada News.

PKG Batam Jangkau Ratusan Ribu Warga Sepanjang 2025

0
Puskesmas Tiban Baru saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis di SMPN 20 Batam.

batampos – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digulirkan Pemerintah Kota Batam sepanjang 2025 kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hingga 24 Desember 2025, ratusan ribu warga telah mendaftarkan diri dan mengikuti pemeriksaan kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebut capaian ini menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.

“Total sasaran PKG kita tahun ini sebanyak 1.276.930 orang. Sampai akhir Desember, yang mendaftar melalui sistem ASIK mencapai 189.215 orang atau sekitar 14,81 persen. Dari jumlah itu, lebih dari 144 ribu orang benar-benar hadir untuk diperiksa,” ujar Didi, Selasa (30/12).

Tak hanya melalui sistem digital, layanan PKG secara manual juga menunjukkan respons tinggi. Didi menjelaskan, sebanyak 110.998 warga tercatat mendaftar secara manual, dengan tingkat kehadiran hampir sempurna.

“Angka kehadiran manual bahkan mencapai 97,87 persen. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi ketika layanan kesehatan hadir lebih dekat dan mudah diakses,” katanya.

Didi menegaskan, seluruh 21 puskesmas di Kota Batam kini telah siap dan mampu melayani PKG. Kesiapan ini, menurutnya, menjadi fondasi penting agar pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik usia sekolah maupun umum.

“Alhamdulillah, semua puskesmas sudah 100 persen mampu melaksanakan PKG. Masyarakat tinggal datang dan memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Batam juga menemukan sejumlah kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Hingga 24 Desember 2025, tercatat 20 pasien PKG harus dirujuk, dengan beragam temuan medis seperti gangguan jantung, hipertensi, hingga hasil IVA positif yang mengarah pada dugaan kanker serviks.

“Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, langsung kami rujuk ke rumah sakit. Sementara yang masih bisa ditangani di layanan primer, kami kembalikan ke faskes satu untuk pemantauan,” terang Didi.

Ia menekankan, PKG bukan sekadar program tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam dalam membangun masyarakat yang lebih sadar kesehatan.

“Yang terpenting bukan hanya angka capaian, tapi bagaimana masyarakat mau memeriksakan diri lebih awal, sebelum sakitnya bertambah berat,” pungkasnya. (*)

Artikel PKG Batam Jangkau Ratusan Ribu Warga Sepanjang 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Pengawasan Diperketat, Pelanggaran Anggota Polda Kepri Turun Sepanjang 2025

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Polda Kepulauan Riau mencatat penurunan pelanggaran disiplin dan kode etik anggota sepanjang 2025. Penurunan ini dinilai sebagai hasil penguatan pengawasan internal serta peran aktif masyarakat dalam melakukan kontrol sosial terhadap kinerja kepolisian.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengungkapkan, sepanjang 2025 jumlah anggota yang dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tercatat sebanyak 15 orang. Selain itu, terdapat 77 kasus pelanggaran kode etik dan 27 kasus pelanggaran disiplin.

“Jika dibandingkan tahun 2024, angka ini mengalami penurunan. Tahun lalu PTDH ada 26 kasus, pelanggaran kode etik 95 kasus, dan disiplin anggota mencapai 68 kasus,” ujar Asep, saat menyampaikan evaluasi kinerja Polda Kepri.

Baca Juga: Propam Tegaskan Sidang Etik Polisi yang Terlibat Pemerasan Tetap akan Diproses

Menurut Asep, penurunan tersebut tidak lepas dari peran Inspektorat dan fungsi pengawasan internal yang terus melakukan pengendalian secara berkelanjutan, termasuk pengawasan melekat terhadap anggota di satuan kerja.

“Inspektorat terus mengontrol dan mengawasi secara berkesinambungan. Sehingga pelanggaran yang terjadi bisa ditekan,” katanya.

Meski demikian, Asep menegaskan penurunan angka pelanggaran bukan untuk dijadikan sebagai sebuah prestasi. Ia mengakui, hingga kini pelanggaran etik masih ditemukan di wilayah hukum Polda Kepri.

“Ini bukan prestasi. Walaupun menurun, pelanggaran tetap ada dan masih ditemukan di wilayah kita. Karena itu, perbaikan harus terus dilakukan,” tegasnya.

Asep juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah atas peran aktif dalam memberikan laporan. Menurutnya, sejumlah pelanggaran yang melibatkan anggota Polri terungkap berkat informasi dari masyarakat.

“Saya berterima kasih atas kontrol sosial dari masyarakat dan pemerintah. Beberapa kasus yang melibatkan anggota justru terungkap dari laporan masyarakat,” ujarnya.

Ia memastikan Polda Kepri berkomitmen untuk terus berbenah dan menegakkan aturan secara konsisten, baik terkait disiplin, etika, maupun profesionalisme anggota.

“Komitmen kami jelas, terus memperbaiki diri dan menegakkan aturan agar disiplin dan profesionalisme anggota semakin baik,” katanya.

Selain penurunan pelanggaran, Asep menyebut tahun 2025 juga menjadi catatan positif bagi Polda Kepri dari sisi kinerja dan prestasi. Berbagai capaian, inovasi pelayanan publik, serta prestasi personel diraih di tingkat nasional hingga internasional.

“Berbagai penghargaan yang kami raih sepanjang 2025 menjadi cerminan dedikasi dan profesionalisme personel Polda Kepri dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Kepri Kombes Eddwi Kurniayanto mengungkapkan, pelanggaran anggota masih didominasi oleh kasus narkoba dan desersi.

“Pelanggaran tertinggi masih narkoba, baik keterlibatan langsung maupun hasil tes urine positif. Kedua, desersi,” jelas Eddwi.

Untuk kasus PTDH, Eddwi menyebutkan sebagian besar disebabkan oleh desersi dan pelanggaran berat lainnya. Pada 2025, terdapat dua kasus desersi dan lima kasus pelanggaran berat terkait penyalahgunaan obat-obatan yang berujung PTDH.

Selain itu, Propam Polda Kepri saat ini masih menangani sejumlah perkara pelanggaran anggota berdasarkan aduan QR. Dari total 24 pengaduan yang masuk, 20 kasus telah diselesaikan, sementara empat lainnya masih dalam proses penanganan.

“Sebanyak 24 perkara kami tangani. Dua puluh sudah selesai, dan empat masih dalam proses,” pungkasnya. (*)

Artikel Pengawasan Diperketat, Pelanggaran Anggota Polda Kepri Turun Sepanjang 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat, Pertumbuhan Ekonomi 6,89 Persen

0

batampos — Memasuki akhir 2025, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kinerja yang relatif solid di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

Batam menunjukkan performa positif pada triwulan III tahun 2025. Arus investasi tetap terjaga, aktivitas industri berjalan, dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan arah yang stabil.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim BP Batam serta sinergi yang kuat bersama para pemangku kepentingan atas kolaborasi yang terjalin sepanjang tahun ini.

Menurut dia, capaian 2025 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat Batam.

“Sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Ini menunjukkan Batam tetap dipercaya dan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Amsakar.

Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam meningkat hingga 6,89 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor utama, yakni investasi, disusul industri pengolahan, perdagangan, dan logistik. Amsakar menilai capaian ini mencerminkan aktivitas ekonomi riil yang terus berjalan di Batam.

“Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di Batam hingga triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp54,7 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan capaian investasi tertinggi secara nasional,” terang Amsakar Achmad.

Menambahkan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai struktur investasi yang masuk ke Batam menunjukkan tren yang semakin sehat, terutama dari sisi penanaman modal dalam negeri.

“Meningkatnya investasi dalam negeri menunjukkan bahwa ekosistem Batam semakin dipercaya oleh pelaku usaha nasional. Rantai pasok lokal tumbuh, industri pendukung menguat, dan nilai tambah semakin tinggal di dalam negeri. Ini menjadi fondasi penting bagi daya saing jangka panjang Batam,” ujar Li Claudia.

Hal ini didukung oleh kebijakan Pemerintah Pusat sepanjang 2025 yang dinilai berperan penting dalam menjaga iklim investasi Batam. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan agar Batam diperkuat sebagai destinasi investasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyampaikan bahwa arahan Presiden tersebut menjadi pijakan utama BP Batam dalam merumuskan langkah ke depan.

“Presiden menegaskan bahwa Batam harus berperan nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi. Arahan ini kami terjemahkan dengan memastikan investasi yang masuk bersifat produktif, inklusif, dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Fary.

Menurutnya, fokus BP Batam ke depan adalah mempercepat layanan investasi, menyederhanakan regulasi, serta memperkuat ekosistem usaha agar Batam semakin kompetitif sebagai tujuan investasi utama, baik nasional maupun internasional.

Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, BP Batam optimistis Batam dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai kawasan strategis nasional yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Artikel Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat, Pertumbuhan Ekonomi 6,89 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat, Pertumbuhan Ekonomi 6,89 Persen

0

batampos — Memasuki akhir 2025, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kinerja yang relatif solid di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian.

Batam menunjukkan performa positif pada triwulan III tahun 2025. Arus investasi tetap terjaga, aktivitas industri berjalan, dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan arah yang stabil.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim BP Batam serta sinergi yang kuat bersama para pemangku kepentingan atas kolaborasi yang terjalin sepanjang tahun ini.

Menurut dia, capaian 2025 tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, serta partisipasi masyarakat Batam.

“Sepanjang 2025, Batam mencatat realisasi investasi yang kuat dan pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Ini menunjukkan Batam tetap dipercaya dan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global,” ujar Amsakar.

Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Batam meningkat hingga 6,89 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor utama, yakni investasi, disusul industri pengolahan, perdagangan, dan logistik. Amsakar menilai capaian ini mencerminkan aktivitas ekonomi riil yang terus berjalan di Batam.

“Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal di Batam hingga triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp54,7 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Batam sebagai salah satu daerah dengan capaian investasi tertinggi secara nasional,” terang Amsakar Achmad.

Menambahkan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai struktur investasi yang masuk ke Batam menunjukkan tren yang semakin sehat, terutama dari sisi penanaman modal dalam negeri.

“Meningkatnya investasi dalam negeri menunjukkan bahwa ekosistem Batam semakin dipercaya oleh pelaku usaha nasional. Rantai pasok lokal tumbuh, industri pendukung menguat, dan nilai tambah semakin tinggal di dalam negeri. Ini menjadi fondasi penting bagi daya saing jangka panjang Batam,” ujar Li Claudia.

Hal ini didukung oleh kebijakan Pemerintah Pusat sepanjang 2025 yang dinilai berperan penting dalam menjaga iklim investasi Batam. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan agar Batam diperkuat sebagai destinasi investasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, menyampaikan bahwa arahan Presiden tersebut menjadi pijakan utama BP Batam dalam merumuskan langkah ke depan.

“Presiden menegaskan bahwa Batam harus berperan nyata dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi. Arahan ini kami terjemahkan dengan memastikan investasi yang masuk bersifat produktif, inklusif, dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Fary.

Menurutnya, fokus BP Batam ke depan adalah mempercepat layanan investasi, menyederhanakan regulasi, serta memperkuat ekosistem usaha agar Batam semakin kompetitif sebagai tujuan investasi utama, baik nasional maupun internasional.

Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, BP Batam optimistis Batam dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada 2026, sekaligus memperkuat perannya sebagai kawasan strategis nasional yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Artikel Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat, Pertumbuhan Ekonomi 6,89 Persen pertama kali tampil pada Metropolis.

Kecelakaan Lalu Lintas di Simpang Lagoi, Kerugian Capai Rp10 Juta

0
Tangkapan layar CCTV insiden kecelakaan dua mobil di Simpang Lagoi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua mobil terjadi di Simpang Lagoi, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 12.20 WIB. Insiden tersebut diduga terjadi akibat pengemudi yang kurang berhati-hati saat melintas di persimpangan.

Dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini yakni Toyota Calya warna abu-abu dengan nomor polisi BP 1052 GT dan Mitsubishi Xpander Cross warna putih mutiara BP 1623 GT.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bintan Ipda Tedi Sinaga mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan diduga disebabkan kurangnya kewaspadaan pengemudi.

“Kami tidak mencari siapa yang benar atau salah. Namun berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan ini diduga karena pengemudi kurang berhati-hati,” ujar Tedi.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, mobil Mitsubishi Xpander Cross yang dikemudikan Charles Kusuma Wijaya, warga Tanjungpinang, dengan satu orang penumpang, melaju dari arah Kota Baru atau Penaga menuju Lagoi.

Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tiba-tiba ditabrak dari sisi kiri atau dari arah Sungai Kecil oleh Toyota Calya yang dikemudikan Patar Pandapotan Simanjuntak, warga Kijang, dengan membawa lima orang penumpang.

Akibat benturan tersebut, mobil Mitsubishi Xpander Cross terbalik di lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden ini.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugian hanya bersifat materil dan diperkirakan sekitar Rp10 juta,” jelasnya.

Tedi menambahkan, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan telah membuat surat kesepakatan perdamaian.

Ia juga mengimbau para pengemudi mobil maupun pengendara sepeda motor agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di persimpangan jalan selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Pastikan selalu waspada dan patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)

Artikel Kecelakaan Lalu Lintas di Simpang Lagoi, Kerugian Capai Rp10 Juta pertama kali tampil pada Kepri.

BC Batam Terima Limpahan Dua Kontainer Barang Bekas dari Polresta Barelang

0
Kontainer barang bekas saat di depan Mapolresta Barelang. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Bea Cukai (BC) Batam akhirnya menerima limpahan 2 kontainer berisikan barang bekas hasil tangkapan Polresta Barelang. Kontainer ini diamankan Polisi di kawasan Sagulung pada 8 November lalu.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, (Kabid P2) BC Batam, Muhtadi membenarkan pelimpahan 2 kontainer yang sempat disegel pihaknya tersebut.

“Benar (terima pelimpahan 2 kontainer). Saat ini berada di gudang Tanjunguncang,” ujarnya, Rabu (31/12).

Baca Juga: Kapolresta Barelang Janji Tuntaskan Kasus Penyelundupan Barang Bekas

Muhtadi mengaku masih melakukan penelitian terhadap kasus ini. Kontainer ini diamankan mantan Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin dan disebut dibelokkan ke kawasan Sagulung saat perjalanan menuju Gudang BC Batam Tanjung Uncang.

“Masih kita teliti,” tegasnya.

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus yang ditindak pejabat sebelumnya tersebut.

“Masih penyelidikan dan akan kita tuntaskan,” ujarnya di Mapolresta Barelang

Anggoro berjanji akan mengungkap kasus ini secara terang benderang. “Kita beri kepastian hukumnya,” tutupnya. (*)

Artikel BC Batam Terima Limpahan Dua Kontainer Barang Bekas dari Polresta Barelang pertama kali tampil pada Metropolis.