
batampos – Mendekati momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah terus bersiap. Kemarin (19/12) rapat terbatas (ratas) digelar di Kantor Presiden. Mobilisasi masyarakat pada momen Nataru kali ini diprediksi mencapai 44 juta orang. Bukan angka yang sedikit karena Covid-19 yang sudah mulai terkendali dan melonggarkan mobilitas.
Saat ratas dimulai, Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan. Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan karena mobilitas masyarakat pada Nataru tahun ini diperkirakan cukup tinggi. “Oleh sebab itu, saya minta persiapan seluruh sektor dan stakeholder dalam mengantisipasi gangguan dan masalah Nataru baru ini betul-betul disiapkan agar masyarakat terasa nyaman dan aman,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjlentrehkan ada 16,35 persen penduduk akan memanfaatkan libur Nataru untuk melakukan perjalanan. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan Nataru tahun lalu. “2021 itu hanya 13 persen,” ujarnya.
Menurut Muhadjir, Jokowi meminta agar ketersediaan dan suplai bahan pangan selama Nataru dijaga. Termasuk kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, Kepala Negara juga meminta jajarannya untuk memberikan perhatian dalam hal pengamanan baik pada kegiatan peribadatan saat Natal maupun saat perayaan tahun baru.
Pada Natal tahun ini, puncak mudik diprediksi terjadi pada tanggal 23 dan 24 Desember. Sementara puncak arus balik pada 25 dan 26 Desember. Lalu puncak arus mudik perayaan tahun baru diperkirakan terjadi pada tanggal 30 sampai 31 Desember. Sedangkan puncak arus balik terjadi setelahnya.
Transportasi dan Keamanan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seusai ratas menyatakan pihaknya diminta presiden untuk menjaga keamanan Nataru maupun kelancaran lalu lintas. Terkait dengan transportasi arus mudik dan arus balik, pemerintah telah memiliki pola untuk mengaturnya agar berjalan dengan aman dan lancar. “Pada saat memang situasi sangat padat khusus di jalan tol, tentu akan kita berlakukan proses rekayasa mulai dari contra flow sampai dengan one way atau satu arah,” kata Listyo.
Di luar pengamanan, Kapolri mengatakan bahwa pemerintah juga akan terus memperhatikan dan memastikan agar harga sembako terkendali pada saat Nataru. Pemerintah baik pusat maupun daerah serta TNI dan Polri juga akan mengawasi peredaran sembako di lapangan.
Terpisah, Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan, Operasi Lilin untuk Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 telah dipersiapkan dan akan dimulai pada 22 Desember mendatang. Personel Polri yang terlibat sebanyak 102 ribu orang dan ditambah personel gabungan dari TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Jasa Marga dan kementerian terkait. ”Jadi jumlahnya lebih banyak lagi,” paparnya.
Dengan jumlah personel tersebut, telah dipetakan terdapat 52.363 lokasi yang menjadi sasaran pengamanan. Perinciannya, 41.702 gereja se-Indonesia, 711 terminal, 653 pelabuhan, 206 bandara, 256 stasiun kereta api, 3.693 pasar dan pusat perbelanjaan, 3.709 obyek wisata, serta 1.706 lokasi perayaan tahun baru. ”Semua diamankan,” jelasnya.
Dia mengatakan, untuk lebih memberikan rasa aman, Polri akan mendirikan pos pengamanan di berbagai titik. Jumlahnya untuk pos pengamanan mencapai 1.868 titik, lalu terdapat 776 pos pelayanan, dan 70 pos terpadu. ”Total ada 2.714 pos,” urainya.
Yang juga penting, Densus 88 Anti Teror melakukan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya aksi teror menyasar Nataru. Dengan cara melakukan preventif strike di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya, di Pulau Sumatera. ”Terdapat sebelas terduga teroris yang diamankan,” jelasnya.
Dia menuturkan, Polri berupaya keras untuk mengamankan kegiatan masyarakat selama Nataru. Diharapkan masyarakat bisa tenang dan yakin dengan Polri yang melakukan pengamanan. ”Masyarakat juga diharapkan bersama mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Saat ini juga tengah dilakukan rapat teknis Korps Lalu Lintas (Korlantas). Tujuannya untuk memadukan komunikasi dan cara bertindak, sehingga saat arus mudik dan arus balik semuanya berjalan lancar. ”Yang paling utama keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Namun begitu, penyebaran Covid 19 masih perlu untuk menjadi perhatian. Protokol kesehatan diharapkan terus dilaksanakan untuk setiap kegiatan. ”TNI-Polri terus mensosialisasikan protokol kesehatan,” urainya.
Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil), baik Kapolda dan Kapolres untuk melakukan assessment terhadap level kesehatan dan keamanan. ”Semua kerumunan yang potensial menyebabkan masalah kesehatan dan keamanan harus dicegah,” jelasnya.
Menurutnya, Asops Kapolri Irjen Agung Setya telah menentukan standar pengamanan yang diperlukan. Kapasitas ruangan dibandingkan dengan jumlah maksimal peserta, sekaligus menentukan jalur escape atau penyelamatan. Semua kegiatan yang menyebabkan kerumunan harus dipersiapkan dengan matang. ”Kita tak ingin terjadi hal yang bisa menyebabkan jatuh korban,” paparnya.
Pada kesempatan lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, nataru kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana, pergerakan mobilitas tidak dibatasi. Selain itu, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian. Yakni beberapa minggu terakhir kasus Covid-19 yang cenderung meningkat. Termasuk bersamaan dengan waktu libur sekolah dan tren mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Untuk itu saya minta pelaksanaan nataru ini dapat dikelola dengan baik. Selain memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, juga tetap mengedepankan aspek kesehatan,” ucapnya.
Moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah kendaraan pribadi. Baik mobil maupun sepeda motor. Karena itu, dia pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor. Sebab membahayakan keselamatan. “Agar perjalanan lebih nyaman, sekiranya moda transportasi publik dapat menjadi pilihan. Kami sudah siapkan dan juga berupaya memberikan pelayanan dengan baik,” ujarnya.
Bahkan, untuk menjaga kelancaran pergerakan masyarakat di masa libur nataru, lanjut Budi Karya, pihaknya pun menggelar Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2023. Posko tersebut bertujuan untuk melakukan pemantauan dan pengendalian transportasi. Termasuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan terkait. Sehingga penyelenggaraannya dapat berjalan dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat. “Posko angkutan nataru dilaksanakan mulai 19 Desember 2022 hingga 3 Januari 2023 dan akan ditutup pada 4 Januari 2023. Selain di kantor pusat Kementerian Perhubungan, Pos Pelayanan dan Pos Monitoring juga tersebar di simpul-simpul transportasi di sejumlah daerah,” bebernya.
Kesehatan
Pemerintah dan masyarakat diminta tetap waspada atas risiko penularan Covid-19 di momen Nataru. Mengingat, pandemi Covid-19 masih belum usai. Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama menuturkan, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker di ruang tertutup guna mengurangi risiko penularan. Misal di bus dan kereta api. “Dan di ruang terbuka kalau ada kerumunan,” katanya.
Imbauan penggunaan masker ini, menurut dia, juga kembali digalakkan di sejumlah negara. Salah satunya, di kampus di New York, Amerika Serikat.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu juga menyarankan para lansia untuk segera booster vaksin Covid-19. Terutama, bagi mereka yang akan berangkat libur nataru.
“Kalau ada keluhan maka segera melakukan test,” tuturnya. Apabila hasil tes menunjukkan positif Covid-19 maka wajib melakukan isolasi mandiri. Lalu, Kalau cenderung parah disarankan berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan. “Beritahu kontak sekitar untuk juga memeriksakan diri,” sambungnya.
Bagi pemerintah, Tjandra mendesak tetap dilakukan surveilan secara ketat. Sehingga begitu ada peningkatan kasus dapat dideteksi lebih awal. Dengan begitu, dapat dilakukan penanganan segera.
Selain itu, fasilitas tes dan vaksinasi harus diperluas. Khususnya, untuk booster kedua. Sehingga, masyarakat mudah mengaksesnya. “Rumah sakit baiknya sekarang membuat simulasi, sehingga kalau ada peningkatan kasus maka segera tertangani,” pungkasnya.
Komoditas
Seusai ratas, Menteri Perdagangan Zulkifi Hasan mengungkapkan ada beberapa barang yang harganya sudah naik. Ini karena permintaan juga besar. Dia mencontohkan telur yang sudah berada di harga Rp 31.000. “Kami dengan mendagri dan lainnya rapat dengan pemda kalo (kenaikan) sudah lebih dari 5 persen maka dibantu biaya tranportasi agar harganya tidak lebih dari Rp 31.000-Rp32.000,” ujarnya.
Yang masih mahal juga adalah kedelai. Menurutnya ini karena mengandalkan impor. “Harusnya impor masuk Desember ini. Tapi Bulog terlamabat karena ada urusan izin belum selesai,” ujarnya. Dia menargetkan pada bulan depan harga kedelai bisa mencapai Rp 10.500 perkilo.
Sayur mayor pun terpantau naik. Zulhas mengatakan kenaikan ini masih wajar karena menjelang Natal. Kenaikannya pun hanya 5 persen. Setelah momen Nataru, dia optimis harga akan kembali normal. (*)
Reporter: JP Group









