
batampos – TNI dan Polri menunjukkan totalitasnya dalam mengamankan KTT G20. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan semua orang yang terekam CCTV di Bali akan diketahui identitasnya. Bahkan, telah dimasukkan database orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Pelaku kriminal dan teror akan segera terdeteksi.
Sigit-panggilan akrab Kapolri- mengatakan, saat ada yang terpantau merupakan DPO, maka anggota telah siap untuk melakukan langkah lanjutan. Prosesnya, mobilitas anggota yang mengamankan G20 itu termonitor posisinya. ”Personil selalu diketahui lokasinya,” paparnya.
Dengan begitu, saat ada DPO yang terpantau. Maka, personel terdekat bisa digerakkan secepat mungkin. ”Petugas diperintahkan bergerak dan melaksanakan tugas,” terang mantan Kabareskrim tersebut.
Aparat kepolisian berjaga selama 24 jam untuk memonitor berbagai peristiwa di lapangan. Sekaligus bisa mengambil langkah-langkah tertentu. ”Namun, tetap dengan memberikan kenyamanan ke turis dan masyarakat umum,” ujarnya.
Menurutnya, pengamanan G20 sejak 8 November hingga kemarin (15/11) berjalan lancar. Semua aktivitas berjalan sesuai dengan jadwalnya. Dari kedatangan pejabat hingga lokasi rapat bilateral. ”Mudah-mudahan bisa dipertahankan hingga selesai,” tegasnya.
Dalam pengamanan ini Polri terlibat dalam ring 3, dia mengatakan bahwa ring tersebut merupakan yang paling bersentuhan dengan masyarakat. Karenanya Polri melibatkan kearifan lokal dengan pecalang. ”Pecalang diajak untuk mengamankan,” paparnya.
Sementara Asisten Bidang Operasi (Asops) Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, dari hasil evaluasi beberapa waktu lalu diperlukan upaya preventif di tiga lokasi. Yakni, Seminyak, Legian, dan Kuta. ”Maka dilakukan penebalan keamanan dengan penempatan personel,” ujarnya.
Ada penambahan 60 personel dari Mabes Polri dan 40 personel dari Polda Bali untuk ketiga lokasi tersebut. Di tiga lokasi itu sebelumnya telah ada 80 personel yang berjaga. ”Apalagi ada peningkatan kedatangan wisatawan ke Bali,” terangnya.
Dalam lima hari terakhir terdapat setidaknya 20 ribu orang yang masuk ke Bali melalui jalur udara. Dia mengatakan, tentunya perlu dijaga kondusifitasnya dan perlu untuk perluasan keamanan di sekitar lokasi. ”Itu yang dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, pada Senin kemarin merupakan puncak tertinggi kedatangan pesawat VVIP di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Baik kenegaraan maupun reguler internasional. Secara umum, pengaturan penerbangan VVIP dan regular domestik maupun internasional itu berjalan lancar.
“Berdasar data Direktorat Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara total ada sebanyak 31 pesawat VVIP dan rombongan pendukung yang tiba di Bandara Ngurah Rai Bali mulai dari pagi hingga malam,” katanya, Selasa (15/11).
Penerbangan regular baik domestik maupun internasional di Bandara Ngurah Rai Bali, dikatakan Adita, relatif berjalan dengan lancar. Yakni sesuai dengan slot penerbangan yang telah ditentukan. Di mana, tingkat ketepatan waktu untuk penerbangan domestik mencapai 68,78 persen. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan maskapai untuk mempersiapkan penanganan pengguna jasa penerbangan.
“Di antaranya seperti pemberian kompensasi keterlambatan, permintaan perubahan jadwal hingga penanganan refund tiket pesawat,” jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, pengaturan lalu lintas kendaraan selama masa penyelenggaraan KTT G20 di Bali juga berjalan lancar. Kepatuhan pengguna jalan terhadap pemberlakuan ganjil genap dari hari ke hari semakin meningkat. Tingkat kepatuhan pengguna jalan mencapai 88 persen. Khususnya di kawasan Nusa Dua, yang menjadi tempat penyelenggaraan KTT G20.
“Lalu lintas di sejumlah jalan yang diberlakukan ganjil genap dan pembatasan angkutan barang juga cukup lancar. Rata-rata kecepatan kendaraan antara 35-54 km/jam dan volume pergerakan kendaraan juga tidak sampai melebihi kapasitas jalan,” terangnya.
Ditambahkan Adita, pada 15-16 November 2022 merupakan puncak pertemuan para pemimpin G20. Karena itu, tentunya para petugas pun telah disiapkan di sejumlah titik. Hal tersebut sengaja dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas bagi para delegasi yang hadir dan juga bagi masyarakat umum yang melakukan perjalanan.
Sedangkan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto menerangkan, Kemenhub juga mempersiapkan pengaturan kepulangan pesawat VVIP para delegasi KTT G20 di Bandara Ngurah Rai Bali. Dalam hal itu, turut melibatkan Otoritas Bandara, Angkasa Pura I, Airnav, dan pihak terkait lainnya. Puncak pergerakan pesawat dari Bandara Ngurah Rai akan terjadi besok, Rabu 16 November 2022.
“Besok adalah puncak pergerakan kepulangan pesawat para pemimpin negara. Menangani kepulangan lebih kompleks karena jamnya berdekatan dibandingkan saat kedatangan. Untuk itu perlu dipersiapkan pengaturan penerbangan yang cermat,” katanya.
Sesjen Novie mengatakan, mulai hari ini sudah ada beberapa pesawat VVIP yang akan berangkat pulang, namun jumlahnya tidak banyak dibandingkan Rabu besok. Adapun rentang waktu kepulangan para pemimpin negara dan delegasi G20, baik yang menggunakan pesawat VVIP maupun reguler yaitu mulai 15-22 November 2022.
Terpisah, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi juga turun langsung dalam patroli pengamanan KTT G20 di Perairan Bali. Kemarin, perwira tinggi bintang tiga tersebut berlayar menggunakan KN SAR Wisnu sejauh 15 nautical mile. Dari Pelabuhan Benoa sampai area helatan KTT G20 di Apurva Kempinski. Basarnas memastikan bahwa kapal tersebut terus bersiaga untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Henri menyampaikan bahwa koordinasi dengan Satuan Tugas Laut (Satgasla) yang berada di bawah komando panglima Komando Armada (Koarmada) II tidak putus dilakukan. ”Setiap hari kapal ini (KN SAR Wisnu, Red) berkoordinasi dengan Satgas Laut yang dipimpin oleh panglima Koarmada II. Di bawah kendali beliau kapal ini digerakkan,” terang dia kepada awak media. Tidak hanya kapal, Helikopter Bolcow 105 milik Basarnas juga stand by.
Basarnas, lanjut Henri, mendukung penuh operasi pengamanan KTT G20 yang dilaksanakan oleh TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Dia memastikan bahwa instansinya mengerahkan personel terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut. ”Kami hadir semangat untuk memajukan dan memberikan rasa bangga kepada negara. Yang distensi Basarnas dalam mendukung perhelatan internasional ini adalah sesuai tugasnya Basarnas yakni penyelamatan dan pencarian,” ujarnya.
KN SAR Wisnu merupakan salah satu kapal terbaik milik Basarnas. Kapal tersebut dilengkapi sejumlah fitur yang bisa diandalkan dalam tugas-tugas SAR. Tidak hanya itu, kapal tersebut juga dilengkapi multibeam echo sounder yang bisa mendeteksi benda-benda di bawah permukaan laut. Selain kapal, dua helikopter Dauphin milik Basarnas juga bersiaga di Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi lokasi jamuan makan malam kemarin. (*)
Reporter: JP Group









