Robot anjing berkepala manusia karya Beeple. F. x.com/crossmint
batampos – Karya seni robotik unik bertajuk Regular Animals sukses mencuri perhatian pengunjung dan kolektor seni di ajang Art Basel Miami Beach 2025. Instalasi tersebut menampilkan robot berbadan anjing dengan kepala manusia hiperrealistik, yang terjual dengan harga fantastis hingga miliaran rupiah per unit.
Robot-robot tersebut merupakan karya Mike Winkelmann, seniman digital asal Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Beeple. Instalasi dipamerkan di area Zero10, Miami Beach Convention Center, sejak Rabu (3/12).
Dalam pameran tersebut, Beeple menampilkan robot berkaki empat dengan kepala menyerupai tokoh-tokoh dunia di bidang teknologi dan seni, di antaranya Elon Musk, Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Pablo Picasso, Andy Warhol, serta dua versi wajah Beeple sendiri.
Robot-robot ini dirancang bergerak secara otonom di dalam area pameran. Di bagian depan, masing-masing robot dilengkapi kamera yang terus merekam lingkungan sekitar dan memproses data visual secara real time.
Sejumlah media internasional melaporkan bahwa robot tersebut memiliki fitur unik yang disebut “poop mode”, yakni kondisi saat robot menghasilkan keluaran visual atau karya digital berupa cetakan visual dan non-fungible token (NFT) yang dibuat oleh sistem internalnya.
Setiap unit robot dalam instalasi Regular Animals ditawarkan dengan harga US$100.000 atau setara lebih dari Rp1,5 miliar. Seluruh unit yang dipasarkan dilaporkan ludes terjual dalam sesi preview VIP, meski beberapa unit tertentu sengaja tidak dilepas ke pasar.
Beeple menyebut karya ini sebagai bentuk kritik terhadap dominasi teknologi dan kekuatan algoritma dalam membentuk budaya serta persepsi manusia terhadap realitas digital.
Kepala robot yang menampilkan figur-figur berpengaruh dinilai merefleksikan peran tokoh teknologi besar dalam memengaruhi arus informasi global.
Instalasi ini memicu beragam reaksi dari publik dan media internasional. Sebagian menyebutnya satir dan reflektif, sementara lainnya menilai karya tersebut provokatif dan mengganggu. Meski demikian, Regular Animals sukses menjadi perbincangan luas di media sosial dan diskursus seni kontemporer global. (*)
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyerahkan bantuan Kepri Peduli kepada Wagub Aceh di Aceh Tamiang. F. Diskominfo Kepri.
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir bandang.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura secara langsung menyerahkan bantuan senilai Rp1,353 miliar kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Selasa (23/12), di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan diterima oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh.
Bantuan ini merupakan hasil penghimpunan melalui program “Kepri Peduli”, yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat Kepulauan Riau.
Adapun rincian bantuan yang disalurkan yakni dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp500 juta, BAZNAS Kepri Rp200 juta, donasi masyarakat Kepri Rp600 juta, serta donasi masyarakat Kabupaten Lingga sebesar Rp53 juta.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan rasa empati dan dukungan moril kepada masyarakat Aceh yang tengah menghadapi musibah.
Sambil menyerahkan bantuan sosial, ia juga memberikan semangat agar masyarakat terdampak tetap kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan.
“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Kepulauan Riau kepada saudara-saudara kami di Aceh. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Nyanyang.
Wagub Aceh Fadhlullah Dek Fadh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau beserta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi melalui program Kepri Peduli. Ia menilai dukungan tersebut sebagai bentuk nyata persaudaraan antarprovinsi.
Turut mendampingi Wagub Kepri dalam kegiatan ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kepri T.S. Arif Fadillah, Kepala Dinas Sosial Kepri Mahadi Rahman, serta Ketua BAZNAS Kepri H. Arusman Yusuf. Hadir pula perwakilan dari BPKAD dan BPBD Provinsi Kepulauan Riau. (*/adv)
Jackie Chan saat membawa obor di Pompeii. f. @ChinaDaily/X
batampos – Jackie Chan membawa membawa Obor Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 saat melintasi reruntuhan kota kuno Pompeii pada Senin (22/12/2025). Peristiwa itu sebagai bagian dari rangkaian Olympic Torch Relay yang saat ini berlangsung di Italia.
Berdiri di tengah situs arkeologi yang terkubur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi, Jackie Chan mengaku sangat terkesan dengan suasana yang ia saksikan secara langsung.
Sang aktor mengaku sangat terkesan dengan perjalanannya itu.
“Tempat ini istimewa. Saya sudah menonton begitu banyak film dokumenter tentang Pompeii. Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tempat seperti ini dan benar-benar merasakan semangat Olimpiade sendiri. Sungguh luar biasa” kata Jackie Chan.
Ini bukan kali pertama Jackie Chan dipercaya menjadi pembawa obor Olimpiade. Aktor, sutradara, sekaligus penyanyi asal Hong Kong itu tercatat memiliki keterlibatan panjang dengan Gerakan Olimpiade.
Dilansir dari situs Olimpics.com, Jackie Chan telah dipercaya sebagai pembawa obor Olimpiade dan Paralimpiade dalam lima edisi berbeda, yakni Athena 2004, Beijing 2008, PyeongChang 2018, Beijing 2022, dan Paris 2024.
Menurutnya, tugas itu sebagai salah satu cara menyampaikan pesan kemanusiaan.
“Setiap kali saya membawa Obor, itu bukan hanya obornya, tetapi juga semangat olahraga, semangat kemanusiaan. Anda tidak hanya mewariskan api. Anda mewariskan perdamaian dan cinta,” jelas Jackie Chan.
Jackie Chan menegaskan bahwa Obor Olimpiade merepresentasikan cinta, perdamaian, dan persatuan global, nilai yang menurutnya sangat dibutuhkan dunia saat ini.
“Saat ini, seluruh dunia membutuhkan perdamaian. Saya berharap semua orang dapat merangkul semangat ini dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Setiap kali saya melihat obor Olimpiade, saya melihat bahwa itu melambangkan cinta dan perdamaian,” tambah Jackie Chan.
Rute estafet obor pada hari yang sama juga melewati kawasan Pantai Amalfi yang terkenal akan keindahan alamnya. Rangkaian estafet ini dirancang melintasi hampir seluruh wilayah Italia sebelum mencapai garis akhir.(*)
batampos – Wacana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Melaka, Malaysia, dengan Dumai, Indonesia menuai kritik. Pemimpin oposisi negara bagian Melaka, Mohd Yadzil Yaakub, menilai rencana tersebut tidak realistis dan berisiko membebani keuangan negara bagian.
Yadzil mempertanyakan kelayakan proyek jembatan sepanjang 47,7 kilometer itu di tengah kondisi fiskal Melaka yang dinilainya masih rapuh. Menurut dia, pendapatan tahunan Melaka relatif terbatas dan sebagian besar habis untuk biaya operasional pemerintahan.
“Jika utang yang ada belum mampu dilunasi, bagaimana pemerintah negara bagian bisa meyakinkan rakyat bahwa mereka mampu mengelola utang baru bernilai miliaran ringgit?” ujar Yadzil, seperti dikutip Free Malaysia Today.
Ia menambahkan, Melaka hingga kini masih sangat bergantung pada bantuan pemerintah federal di Putrajaya. Bahkan untuk perbaikan jalan, pemerintah negara bagian masih memerlukan dukungan dana pusat.
“Jika bantuan federal masih dibutuhkan untuk infrastruktur dasar, sulit membayangkan Melaka mampu mendanai pembangunan jembatan yang melintasi Selat Malaka,” katanya.
Pemerintah negara bagian Melaka sebelumnya mengumumkan rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pengkalan Balak di Masjid Tanah dengan wilayah di Indonesia. Proyek ini diklaim dapat memangkas waktu tempuh antarkedua wilayah menjadi sekitar 40 menit.
Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, menyatakan kajian awal proyek akan dimulai pada Januari mendatang. Pemerintah Melaka telah mengalokasikan dana sekitar RM500.000 untuk studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, ekonomi, dan logistik.
“Kami percaya proyek ini berpotensi memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Melaka,” ujar Ab Rauf.
Namun, Yadzil menilai kecil kemungkinan pemerintah federal akan memberikan pendanaan untuk megaproyek tersebut. Jika proyek dibiayai oleh pihak swasta, ia mengingatkan adanya risiko tarif tol tinggi, pemborosan anggaran, serta kegagalan konsesi.
Menurut dia, wilayah Indonesia yang akan terhubung dengan jembatan tersebut juga bukan merupakan pusat ekonomi utama. Karena itu, manfaat ekonomi bagi Malaysia dinilai terbatas.
“Jika konsesi gagal, pemerintah pada akhirnya harus menyelamatkan proyek menggunakan dana publik. Dalam semua skenario, rakyat yang akan menanggung dampaknya,” tegas Yadzil.
Selain persoalan finansial, Yadzil juga menyoroti potensi dampak lingkungan, mengingat proyek tersebut direncanakan melintasi kawasan pesisir. (*)
Kapal ASDP melayani penyeberangan Ajibata–Ambarita di Danau Toba saat libur Nataru. F. ASDP untuk Batam Pos.
batampos – Di penghujung tahun, Danau Toba kembali menjadi ruang temu berbagai kepentingan: wisatawan yang ingin menutup tahun dengan perjalanan, keluarga yang pulang kampung merayakan Natal, hingga masyarakat lokal yang menggantungkan mobilitas hariannya pada layanan penyeberangan.
Menyadari meningkatnya arus pergerakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan untuk menyambut puncak arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kesiapan itu tidak hanya diwujudkan melalui pengoperasian armada kapal, tetapi juga lewat pembenahan ruang-ruang pelayanan di pelabuhan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa seluruh pelabuhan di kawasan Danau Toba kini dilengkapi fasilitas pendukung yang lebih ramah bagi pengguna jasa, mulai dari klinik kesehatan, ruang menyusui, musala, hingga toilet umum dan toilet difabel.
“Perjalanan yang aman dan nyaman dimulai jauh sebelum kapal berlayar. Kami ingin memastikan penumpang merasa terlayani sejak tiba di pelabuhan,” kata Heru.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik, terutama di tengah tingginya mobilitas masyarakat pada musim libur akhir tahun.
Di lintasan Ajibata–Ambarita, dua kapal—KMP Ihan Batak dan KMP Pora Pora—menjadi tulang punggung pergerakan menuju Pulau Samosir. Sementara lintasan Sibolga–Gunungsitoli dilayani oleh KMP Jatra II.
Kapal-kapal tersebut dilengkapi ruang duduk dan tatami dengan kapasitas 180 hingga 425 penumpang, serta fasilitas penunjang seperti pendingin udara, kantin, charger booth, dan perlengkapan keselamatan pelayaran.
Namun kesiapan armada saja tidak cukup. Menghadapi potensi lonjakan penumpang, ASDP Cabang Danau Toba menyiapkan pengaturan operasi berbasis contingency plan.
General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Nickson Ambarita, menjelaskan bahwa pola operasi dibagi ke dalam tiga kondisi: normal, padat, dan sangat padat. Skema ini memungkinkan penyesuaian layanan dilakukan secara cepat dan terukur, mengikuti dinamika pergerakan di lapangan.
Dalam praktiknya, penyesuaian tersebut diterjemahkan melalui peningkatan jumlah trip lintasan Ajibata–Ambarita secara bertahap, baik pada arus berangkat maupun arus balik Nataru. Pada fase awal, layanan beroperasi dalam kondisi normal dengan delapan trip dari Ajibata dan delapan trip dari Ambarita per hari.
Seiring meningkatnya arus wisatawan dan pemudik, jumlah perjalanan ditingkatkan menjadi 10 hingga 12 trip per hari, lalu diperkuat menjadi 14 hingga 16 trip per hari menjelang puncak arus berangkat Natal.
Memasuki periode puncak Natal hingga libur akhir tahun, ASDP mengoperasikan layanan maksimal hingga 18 trip per hari.
Selain itu, guna memastikan kelancaran layanan secara optimal, ASDP memperpanjang jam operasional penyeberangan hingga tengah malam dengan mengoperasikan KMP Ihan Batak dan KMP Pora-Pora yang mulai diberlakukan pada Rabu (24/12).
Nickson menjelaskan bahwa kedua kapal tersebut akan beroperasi secara bergantian untuk melayani arus keluar-masuk Pulau Samosir, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa.
Setelah periode tersebut, pola operasi kembali disesuaikan secara bertahap mengikuti arus balik Tahun Baru, sebelum akhirnya kembali ke kondisi normal delapan trip per hari dari masing-masing pelabuhan. Penyesuaian dilakukan secara fleksibel, berdasarkan pemantauan langsung kondisi pelabuhan dan perairan.
Sementara itu, lintasan Sibolga–Gunungsitoli tetap dijalankan dengan jadwal reguler. Kapal diberangkatkan dari Sibolga setiap Selasa, Kamis, dan Minggu, sedangkan dari Gunungsitoli pada Senin, Rabu, dan Jumat. Hari Sabtu digunakan untuk pengaturan operasional dan pemeliharaan armada.
Data posko Angkutan Nataru menunjukkan bahwa hingga H-4 menjelang Natal, arus penyeberangan di Danau Toba masih relatif landai. Pada periode 18–22 Desember 2025, tercatat 4.264 penumpang dan 1.059 kendaraan melintas di lintasan Ajibata–Ambarita, sementara 3.018 penumpang dan 671 kendaraan menyeberang dari arah sebaliknya. Kendaraan pribadi masih mendominasi pergerakan tersebut.
Meski situasi masih terkendali, ASDP memilih tidak lengah. Pemantauan operasional dilakukan secara intensif, armada disiagakan, dan kesiapan awak kapal terus diperkuat.
“Momentum libur akhir tahun bukan hanya soal angka pergerakan, tetapi juga soal memastikan setiap perjalanan berlangsung aman dan manusiawi,” ujar Nickson.
Dengan pendekatan yang adaptif dan bertumpu pada kesiapan lapangan, ASDP berharap layanan penyeberangan di Danau Toba dapat menopang mobilitas masyarakat sekaligus menjaga kenyamanan kawasan wisata unggulan nasional ini sepanjang Nataru 2025/2026. (*/adv)
Arsenal meraih kemenangan dengan skor 5-0 dan membuntuti Spurs di peringkat kedua klasemen Liga Inggris. (Mirror)
Batampos – Arsenal kembali menyambut Hari Natal sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris sebuah posisi yang mencerminkan konsistensi dan kekuatan tim sepanjang paruh pertama musim.
Namun, sejarah mencatat bahwa posisi itu kerap menjadi awal dari penurunan performa The Gunners di paruh kedua kompetisi. Fenomena ini berulang dalam beberapa musim berbeda dengan pola yang hampir serupa.
Kondisi Arsenal yang menjadikan posisi puncak di bulan Desember sebagai beban psikologis tersendiri yang memunculkan istilah “kutukan Natal”, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Rabu (24/12). Pola serupa terulang pada musim 2007–2008 ketika Arsenal mengakhiri musim di peringkat ketiga. Dalam dua musim terakhir, 2022–2023 dan 2023–2024, Arsenal kembali gagal menuntaskan persaingan gelar.
2. Tekanan Mental di Paruh Kedua Musim
Memimpin klasemen pada bulan Desember membawa ekspektasi tinggi dari publik dan media. Tekanan tersebut kerap berdampak pada stabilitas mental para pemain Arsenal.
Beberapa musim sebelumnya menunjukkan penurunan performa setelah memasuki periode krusial. Kondisi ini menimbulkan keraguan apakah Arsenal mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.
3. Jadwal Padat dan Penurunan Intensitas
Periode setelah Natal selalu diwarnai jadwal pertandingan yang padat dan melelahkan. Arsenal dalam beberapa musim sebelumnya kesulitan menjaga intensitas permainan di fase ini.
Cedera dan kelelahan pemain sering memengaruhi keseimbangan tim. Situasi tersebut membuka celah bagi rival utama untuk mengambil alih puncak klasemen.
4. Dominasi Rival di Fase Penentuan Gelar
Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal harus bersaing dengan tim yang memiliki konsistensi luar biasa. Manchester City kerap tampil dominan pada paruh kedua musim.
Ketangguhan rival dalam menjaga performa menjadi tantangan besar bagi Arsenal. Kondisi ini memperkuat anggapan bahwa posisi puncak saat Natal belum menjamin gelar juara.(*)
BKOW Kepri menggelar zumba sehat bersama masyarakat di Orchard Podomoro Batam. F. BKOW Kepri untuk Batam Pos.
batampos – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar kegiatan zumba sehat dan pembagian sembako bagi masyarakat di Kota Batam, Minggu (21/12). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BKOW dalam mendorong pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.
Zumba sehat digelar sejak pagi di kawasan Orchard Podomoro Batam. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) Cabang Kota Batam, sebagai upaya mengajak masyarakat menjaga kesehatan serta meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit kanker.
Kegiatan olahraga bersama ini diikuti oleh anggota organisasi perempuan, komunitas kesehatan, serta masyarakat umum. Selain berolahraga, peserta juga mendapatkan edukasi seputar pentingnya gaya hidup sehat dan solidaritas sosial.
Pada sore harinya, BKOW Provinsi Kepri melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga di kawasan Baloi Kolam, Batam. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang sebelumnya telah didata untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang saat penyaluran sembako di Baloi Kolam Batam. F. BKOW Kepri untuk Batam Pos.
Ketua BKOW Provinsi Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran organisasi perempuan dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian BKOW terhadap kesehatan dan kondisi sosial masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, BKOW Provinsi Kepri menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial, khususnya di bidang kesehatan dan kepedulian terhadap masyarakat, terutama perempuan. (*/adv)
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi ditetapkan pada Rabu (24/12).
Dari tujuh kabupaten/kota, UMK di Tanjungpinang, Lingga, dan Natuna tercatat menjadi yang terendah karena nilainya disamakan dengan UMP Kepri 2026.
UMP Kepri 2026 ditetapkan sebesar Rp3.879.520. Nilai tersebut mengalami kenaikan 7,06 persen dibandingkan UMP tahun sebelumnya sebesar Rp3.623.654.
Sementara itu, UMK Kota Batam menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri dengan nilai Rp5.357.982 atau naik 7,38 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp4.989.600.
Adapun UMK Kabupaten Bintan ditetapkan sebesar Rp4.583.221 atau naik 8,92 persen, UMK Kabupaten Karimun sebesar Rp4.248.268 atau naik 7,28 persen, serta UMK Kabupaten Kepulauan Anambas sebesar Rp4.279.000 atau naik 4,77 persen.
Sedangkan UMK Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna ditetapkan setara dengan UMP Kepri 2026, yakni Rp3.879.520.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya, menjelaskan penetapan tersebut dilakukan karena usulan UMK dari tiga daerah berada di bawah UMP.
“Nilai UMK yang diusulkan tiga kabupaten/kota tersebut di bawah UMP, sehingga UMK-nya menggunakan UMP Kepri 2026,” kata Diky, Rabu (24/12).
Ia menyebutkan, penetapan UMP dan UMK 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan inflasi di masing-masing daerah. UMP dan UMK yang telah ditandatangani Gubernur Kepri tersebut mulai berlaku efektif per 1 Januari 2026.
Terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK), Diky menyampaikan hanya Kabupaten Karimun yang mengajukan penetapan UMSK tahun 2026. Sementara Kota Batam tidak mengajukan.
“UMSK itu boleh diajukan dan boleh tidak. Tahun ini hanya Karimun yang mengajukan,” ujarnya.
Diky juga mengingatkan seluruh perusahaan di tujuh kabupaten/kota di Kepri untuk mematuhi ketentuan upah minimum yang telah ditetapkan.
“Kami akan tetap melakukan pengawasan. Pengusaha diharapkan membayar upah sesuai UMK yang berlaku. Per Januari 2026 sudah harus diterapkan,” tegasnya. (*)
PERKEMBANGAN teknologi menjadi kunci kemajuan ekonomi suatu bangsa. Berdasarkan World Development Report (WDR) 2024 disebutkan bahwa tingkat kemajuan teknologi suatu negara sangat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Bagi negara berteknologi tinggi, Indonesia menjadi target potensial dalam mengenalkan sekaligus memasarkan produk-produk baru yang berbasis teknologi. Melalui teknologi pergerakan transaksi ekonomi barang dan jasa berubah sangat signifikan dari konvensional menjadi digital.
Saat ini, perkembangan e-commerce melalui platform digital berupa market place dan retail daring tumbuh dengan pesat. Penggunaan platform ini sangat menjanjikan dalam melakukan transaksi ekonomi antara penjual dan pembeli. Produk barang dan jasa yang ditawarkan bervariasi mulai dari kebutuhan pokok sampai dengan produk yang dibutuhkan oleh pelaku usaha.
Transaksi e-commerce telah membentuk ekosistem digital yang melibatkan para pihak mulai pembeli barang, penerima jasa, pedagang luar negeri, penyedia jasa luar negeri, sampai Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) baik dalam negeri maupun luar negeri.
Tantangan terbesar yang dihadapi dari skema transaksi ini adalah literasi digital yang dimiliki oleh mereka terutama dalam mengenal dan memanfaatkan perangkat teknologi digital.
Menurut Ester Van Laar Et all, 2017, dalam penelitian yang berjudul “The Relation between 21st century Skills and Digital Skills” literasi digital didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memahami, menggunakan, dan berpartisipasi di dunia digital secara efektif, aman, dan etis, dengan tetap memperhatikan aspek budaya dan karakter dalam interaksi digital.
Sementara berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), pengukuran literasi digital bersumber dari tiga aspek yakni literasi digital dasar, keamanan digital dan etika digital. Indeks literasi digital Indonesia tahun 2025 mencapai 49.28. Capaian ini lebih kecil dibandingkan dengan indeks literasi digital pada tahun 2023 dan 2024.
Meskipun nilai literasi digital masyarakat Indonesia belum menunjukkan angka yang diharapkan, namun Indonesia masih menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Kawasan Asia Tenggara. Mengutip berita dari laman resmi Kompas.com, nilai ekonomi digital Indonesia tahun 2025 mencapai nilai hampir 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.672 triliun.
Bahkan menurut laporan dari e-Conomy SEA, transaksi ekonomi digital Indonesia pada tahun yang sama semakin menggeliat. Hal ini didorong oleh penggunaan layanan keuangan digital, media digital, video commerce dan Artificial intelligence (AI) yang semakin meningkat.
Melihat perkembangan ekonomi digital Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai mitra tepercaya pembangunan bangsa mempunyai peran strategis dalam melakukan pengamanan penerimaan negara dengan membuat kebijakan perpajakan pada sektor ekonomi yang berbasis digital.
Aspek Perpajakan atas Ekonomi Digital
Tanggal 1 Juli 2020 menjadi momentum awal sekaligus tonggak sejarah bagi DJP atas pengenaan pajak transaksi ekonomi digital. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020 (PMK 48) menjadi payung hukum bagi pelaku usaha dalam pemenuhan kewajiban perpajakan dari transaksi ekonomi digital.
Melalui PMK 48 ini, Menteri Keuangan menunjuk pelaku usaha PMSE yang memenuhi kriteria tertentu sebagai Pemungut PPN PMSE. Kewajiban perpajakan yang dilakukan oleh Pemungut PPN PMSE yaitu memungut, menyetorkan dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemanfaatan Jasa Kena Pajak (JKP) dan atau Barang Kena Pajak Tidak Berwujud (BKPTB) yang berasal dari luar negeri.
Pada tahun 2022 bersamaan dengan kebijakan Covid 19 pembatasan mobilitas masyarakat dalam melakukan transaksi barang dan jasa, DJP menerbitkan PMK Nomor 58/PMK.03/2022 terkait penunjukan pihak lain sebagai pemungut pajak atas transaksi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Instansi Pemerintah melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP).
Selain itu, pada tahun 2022, DJP menerbitkan PMK Nomor 68/PMK.03/2022 tentang PPN dan Pajak Penghasilan (PPh) atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Pada tahun 2025, ketentuan ini dilakukan perubahan menjadi PMK Nomor 50 Tahun 2025. Adapun pokok perubahan dikarenakan aset kripto yang semula sebagai komoditas berubah menjadi kelompok aset keuangan digital sesuai UU Nomor 4 Tahun 2023.
Masih tahun yang sama, DJP menerbitkan PMK Nomor 69/PMK.03/2022 tentang PPh dan PPN atas Penyelenggaraan Teknologi Finansial. Ketentuan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan administrasi dalam pemenuhan kewajiban perpajakan atas transaksi dalam penyelengaraan teknologi finansial (fintech).
Pada tahun 2025 seiring dengan implementasi Coretax sistem, DJP menyempurnakan beberapa kebijakan yang terkait dengan transaksi ekonomi digital. Tujuan dari penyempurnaan ini adalah untuk mengharmonisasi ketentuan perpajakan dengan proses bisnis dalam Coretax DJP, mencegah kebocoran penerimaan pajak yang berasal dari transaksi berbasis teknologi dan memanfaatkan dinamisasi perkembangan bisnis modern yang ada.
Penyempurnaan ketentuan perpajakan atas transaksi ekonomi digital tersebut memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap penerimaan pajak. Berdasarkan sumber resmi dari laman www.pajak.go.id, sampai dengan akhir September 2025 tercatat penerimaan pajak dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp42,53 triliun.
Penerimaan pajak tersebut berasal dari pemungutan PPN PMSE sebesar Rp32,94 triliun, pajak atas aset kripto Rp1,71 triliun, pajak fintech Rp4,1 triliun dan pajak yang dipungut pihak lain melalui SIPP sebesar Rp3,78 triliun. Realisasi penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mendongkrak penerimaan pajak secara kumulatif.
Dari uraian di atas menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai transaksi ekonomi digital, peluang DJP untuk menjalankan fungsi regulerend dalam membuat kebijakan yang full support atas penerimaan pajak yang berasal dari transaksi digital semakin efektif. Hal ini terbukti dari hasil kontribusi penerimaan pajak sektor ekonomi digital pada tahun 2025 dan tahun-tahun sebelumnya. (*)
Oleh: Dedik Herry Susetyo, S.E Ak, M.A.P, M.IDS Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi tempat penulis bekerja
Ilustrasi. Kapal Pelni saat sandar di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Untuk mengabadikan dinamika arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam berkolaborasi dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau menggelar lomba fotografi dengan dua kategori, umum dan profesional.
Lomba ini terbuka bagi masyarakat luas dan fotografer profesional. Peserta diperbolehkan menggunakan kamera ponsel maupun kamera DSLR. Menariknya, panitia menyiapkan belasan tiket pulang-pergi Batam–Singapura sebagai hadiah bagi para pemenang.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, mengatakan lomba foto ini menjadi media visual untuk mengedukasi publik tentang pentingnya keselamatan, keamanan, dan ketertiban angkutan laut selama periode Nataru, yang setiap tahunnya identik dengan lonjakan mobilitas penumpang.
“Melalui foto, kami ingin menyampaikan pesan keselamatan sekaligus menunjukkan bagaimana pelayanan angkutan laut berjalan selama Nataru. Ini juga bagian dari dokumentasi dan transparansi kinerja KSOP,” ujar Takwim.
Ia menambahkan, lomba ini sekaligus menjadi wujud penguatan sinergi antara KSOP Khusus Batam dan insan pers, khususnya melalui PFI Kepulauan Riau.
Adapun lokasi pemotretan difokuskan pada seluruh aktivitas pelabuhan di Batam. Objek foto harus menggambarkan aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik selama periode Nataru.
“Semua foto wajib diambil di pelabuhan di Batam. Tidak diperkenankan mengambil objek di bandara atau lokasi lain di luar pelabuhan,” tegas Takwim.
Tema yang diusung dalam lomba ini adalah “Angkutan Natal dan Tahun Baru Bersama KSOP Khusus Batam: Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan.” Tema tersebut diharapkan dapat menjadi panduan peserta dalam mengabadikan momen selama proses angkutan Nataru.
Periode pemotretan dibuka mulai 18 Desember hingga 3 Januari 2026.
Sementara itu, Ketua PFI Kepulauan Riau, Tommy Purniawan, menjelaskan bahwa peserta lomba dibagi ke dalam dua kategori dan dilarang menggunakan drone selama pemotretan.
Untuk kategori umum, peserta dapat menggunakan kamera ponsel dengan kualitas resolusi tinggi (HDR). Sedangkan kategori profesional diwajibkan menggunakan kamera DSLR.
“Objek foto bisa berupa aktivitas naik-turun penumpang, suasana pelabuhan, hingga foto human interest yang menggambarkan dinamika arus mudik dan balik Nataru,” jelas Tommy.
Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal lima karya terbaik ke alamat email [email protected], paling lambat 3 Januari. Proses penjurian akan dilakukan pada 4 Januari, sementara pengumuman pemenang dijadwalkan pada 5 Januari 2026.
“Pengumuman pemenang akan dilakukan bersamaan dengan penutupan Posko Nataru di Pelabuhan Bintang 99 Batuampar,” katanya. (*)