
batampos – Arus penumpang di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diprediksi mengalami penurunan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada periode Nataru tahun ini diperkirakan mencapai 14.245 orang. Angka tersebut turun sekitar 19 persen dibandingkan Nataru sebelumnya yang mencapai 16.346 penumpang.
Selain penurunan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga diprediksi menurun. Berdasarkan analisis prediktif, jumlah pergerakan pesawat selama Nataru 2025–2026 diperkirakan hanya 168 pergerakan.
“Jumlah ini turun sekitar 27 persen dibandingkan realisasi Nataru 2024 yang mencapai 230 pergerakan pesawat,” kata General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, Kamis (18/12).
Meski demikian, pihak bandara tetap melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran operasional selama periode libur akhir tahun. Bandara RHF telah membuka posko terpadu Nataru sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
“Posko terpadu ini menjadi pusat koordinasi untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama periode Nataru,” ujarnya.
Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada 22 Desember 2025 dengan jumlah penumpang datang dan berangkat sekitar 701 orang. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 4 Januari 2026 dengan 8 pergerakan pesawat dan sekitar 647 penumpang.
Setiadi menambahkan, pihak bandara juga meningkatkan koordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
“Pemantauan cuaca dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi hujan lebat dan angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan dan operasional penerbangan,” tutupnya.(*)
Artikel Arus Penumpang Bandara RHF Tanjungpinang Diprediksi Turun 19 Persen Selama Nataru pertama kali tampil pada Kepri.








