Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 650

Arus Penumpang Bandara RHF Tanjungpinang Diprediksi Turun 19 Persen Selama Nataru

0
Kondisi Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang jelang Nataru, Kamis (18/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Arus penumpang di Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diprediksi mengalami penurunan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Jumlah penumpang yang datang dan berangkat pada periode Nataru tahun ini diperkirakan mencapai 14.245 orang. Angka tersebut turun sekitar 19 persen dibandingkan Nataru sebelumnya yang mencapai 16.346 penumpang.

Selain penurunan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga diprediksi menurun. Berdasarkan analisis prediktif, jumlah pergerakan pesawat selama Nataru 2025–2026 diperkirakan hanya 168 pergerakan.

“Jumlah ini turun sekitar 27 persen dibandingkan realisasi Nataru 2024 yang mencapai 230 pergerakan pesawat,” kata General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, Kamis (18/12).

Meski demikian, pihak bandara tetap melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran operasional selama periode libur akhir tahun. Bandara RHF telah membuka posko terpadu Nataru sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.

“Posko terpadu ini menjadi pusat koordinasi untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama periode Nataru,” ujarnya.

Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada 22 Desember 2025 dengan jumlah penumpang datang dan berangkat sekitar 701 orang. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada 4 Januari 2026 dengan 8 pergerakan pesawat dan sekitar 647 penumpang.

Setiadi menambahkan, pihak bandara juga meningkatkan koordinasi dengan BMKG dan AirNav Indonesia guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.

“Pemantauan cuaca dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi hujan lebat dan angin kencang yang dapat memengaruhi keselamatan dan operasional penerbangan,” tutupnya.(*)

Artikel Arus Penumpang Bandara RHF Tanjungpinang Diprediksi Turun 19 Persen Selama Nataru pertama kali tampil pada Kepri.

Gubernur Kepri Pastikan Pangan di Kepri Aman

0
Gubkerpri Ansar Ahmad saat memberi keterangan usai rapat

batampos– Polda Kepulauan Riau bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan penuh pengamanan dan pelayanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 22 pos pengamanan dan dua pos terpadu disiagakan di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, dengan melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan.

Hal itu ditegaskan Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin usai memimpin rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang dihadiri unsur TNI, BIN, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.

“Intinya bagaimana kami menyiapkan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Natal maupun merayakan Tahun Baru,” ujar Irjen Asep, Kamis (18/12).

BACA JUGA: Paket Sembako Rp100 Ribu jadi Rebutan, Warga Antre Sejak Pagi

Menurut Asep, pos pengamanan dan pos terpadu tersebut akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk lokasi ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, serta jalur transportasi darat, laut, dan udara. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh Polri, TNI, dan stakeholder terkait.
Selain fokus pada pengamanan ibadah Natal, aparat juga memberi perhatian khusus pada aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan liburan. Pengamanan diterapkan terhadap orang, barang bawaan, penumpang, hingga fasilitas umum yang ramai dikunjungi.
“Kami juga memberikan pengamanan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan warga, serta lokasi-lokasi berkumpulnya masyarakat saat malam Natal dan malam Tahun Baru,” kata Asep.

Ia menegaskan, seluruh potensi gangguan keamanan menjadi atensi serius, termasuk ancaman terorisme. Meski hingga saat ini belum terdeteksi adanya ancaman nyata, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

“Kami sudah mendapat warning dari Kabinda. Walaupun belum ada indikasi serangan teror, semua pihak harus tetap waspada. Tidak ada toleransi terhadap kelompok yang bersifat intoleran,” tegasnya.

Asep juga menekankan perayaan Natal merupakan momen sakral bagi umat Kristiani, sehingga negara wajib hadir memberikan rasa aman dan nyaman.

“Ini adalah ibadah Natal saudara-saudara kita. Kita harus menjamin rasa aman dalam menjalankan keyakinannya,” ujar Asep.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Nataru, di tengah terganggunya distribusi akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra.

“Bulog sudah menyampaikan jaminan bahwa stok beras untuk beberapa bulan ke depan aman di Kepri,” kata Ansar.

Untuk komoditas lain, Pemprov Kepri menyiapkan alternatif pasokan dari daerah luar Sumatra, seperti Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur. Bahkan, kerja sama dagang dengan Jawa Timur telah ditandatangani, mencakup pasokan cabai, ayam beku, hingga beras.

“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan harga pokok sampai di Kepri tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Ansar juga menyinggung pemanfaatan diskresi fiskal di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Menurutnya, fasilitas tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kepri, dengan pengawasan ketat agar barang tidak keluar dari wilayah Kepri.
Ke depan, Pemprov Kepri juga mendorong kemandirian daerah melalui penguatan izin usaha kawasan di Bintan, Karimun, dan Lingga, serta optimalisasi potensi lokal seperti produksi telur dan ayam hidup.

“Harapan kami, semua kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru tercukupi, aman, dan harganya tetap terkendali,” pungkas Ansar. (*)

Artikel Gubernur Kepri Pastikan Pangan di Kepri Aman pertama kali tampil pada Metropolis.

Dari Titah Raja hingga Kota Strategis Nasional, Batam Menapaki Usia 196 Tahun

0
Walikota Batam Amsakar Achmad bersam Wakil Walikota Batam Lu Claudia Chandra dan Forkopinda melaksanakan upacara Hari Jadi Batam di Dataran Engku Putri Batacenter, Kamis (18/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (18/12). Perhelatan berlangsung khidmat, sebagai bentuk refleksi panjang perjalanan sejarah Batam, dari sebuah wilayah yang nyaris luput dari perhatian hingga menjelma sebagai kawasan strategis nasional.

Upacara dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra; unsur Forkopimda; tokoh masyarakat; tokoh adat; serta jajaran perangkat daerah. Amsakar bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, dia menyampaikan, bahwa penetapan HJB bukanlah keputusan seremonial. Itu semua berakar kuat pada peristiwa sejarah. HJB ditetapkan merujuk pada surat perintah Yang di Pertuan Muda Riau-Lingga kepada Raja Isa pada 18 Desember 1829 Masehi, yang memberi mandat penguasaan wilayah Nongsa dan sekitarnya.

“Peristiwa inilah yang kemudian disepakati sebagai titik awal perjalanan Batam. Dari sebuah titah kerajaan, Batam mulai menapaki jalannya dalam sejarah,” katanya.
Sejak momen tersebut, Batam menjalani proses panjang yang membentuk identitasnya hari ini. Berabad-abad lamanya, Batam dikenal sebagai pulau yang sunyi dan berada di pinggiran jalur sejarah utama. Tetapi, perubahan besar mulai terjadi pada paruh kedua
abad ke-20.

Masuknya Pertamina pada tahun 1970 menjadi tonggak awal transformasi Batam sebagai wilayah strategis. Perubahan itu diperkuat dengan pembentukan Otorita Batam (kini menjadi BP Batam) pada 1973, pendirian Kota Administratif Batam pada 1983, hingga akhirnya Batam berstatus sebagai daerah otonom sekaligus kawasan perdagangan bebas
dan pelabuhan bebas.

BACA JUGA: Menuju HUT ke-196 Batam, Batam Solidarity Airshow Siap 90 Persen

“Batam tidak lahir sebagai kota besar. Ia tumbuh melalui tahapan sejarah, kebijakan, dan kerja keras lintas generasi,” kata Amsakar.

Perjalanan panjang itu menjadikan Batam memiliki karakter yang unik dibandingkan daerah lain di Indonesia. Selain berperan sebagai pusat industri dan logistik, Batam juga menjadi simpul aktivitas maritim dan perdagangan internasional, seiring kedekatan geografisnya dengan jalur ekonomi global.

Dalam konteks kekinian, usia 196 tahun menjadi momentum untuk memantapkan kembali jati diri Batam. Oleh karena itu, peringatan HJB ke-196 mengusung tema “Unggul dan Berdaya Saing”, yang mencerminkan kesinambungan antara sejarah dan arah masa depan.

“Kita memadukan kecepatan pertumbuhan kota modern dengan akar budaya Melayu yang tetap dijunjung tinggi. Adat tetap terpelihara, budaya tetap hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai sejarah dan budaya tersebut harus menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menjaga Batam agar tidak tercerabut dari identitasnya sebagai bagian dari peradaban Melayu.

Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan HJB sebagai pengingat, bahwa kemajuan kota merupakan hasil dari kebersamaan dan kesinambungan sejarah.

“Kota yang maju adalah kota yang warganya bergerak bersama, menghargai masa lalu, dan berani menatap masa depan,” ujar dia.

Upacara peringatan HJB ke-196 turut dimeriahkan dengan atraksi Batam Solidarity for Sumatera Air Show yang melintas di atas langit Dataran Engku Putri. (*)

Artikel Dari Titah Raja hingga Kota Strategis Nasional, Batam Menapaki Usia 196 Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Dari Titah Raja hingga Kota Strategis Nasional, Batam Menapaki Usia 196 Tahun

0
Walikota Batam Amsakar Achmad bersam Wakil Walikota Batam Lu Claudia Chandra dan Forkopinda melaksanakan upacara Hari Jadi Batam di Dataran Engku Putri Batacenter, Kamis (18/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025 di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (18/12). Perhelatan berlangsung khidmat, sebagai bentuk refleksi panjang perjalanan sejarah Batam, dari sebuah wilayah yang nyaris luput dari perhatian hingga menjelma sebagai kawasan strategis nasional.

Upacara dihadiri Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra; unsur Forkopimda; tokoh masyarakat; tokoh adat; serta jajaran perangkat daerah. Amsakar bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, dia menyampaikan, bahwa penetapan HJB bukanlah keputusan seremonial. Itu semua berakar kuat pada peristiwa sejarah. HJB ditetapkan merujuk pada surat perintah Yang di Pertuan Muda Riau-Lingga kepada Raja Isa pada 18 Desember 1829 Masehi, yang memberi mandat penguasaan wilayah Nongsa dan sekitarnya.

“Peristiwa inilah yang kemudian disepakati sebagai titik awal perjalanan Batam. Dari sebuah titah kerajaan, Batam mulai menapaki jalannya dalam sejarah,” katanya.
Sejak momen tersebut, Batam menjalani proses panjang yang membentuk identitasnya hari ini. Berabad-abad lamanya, Batam dikenal sebagai pulau yang sunyi dan berada di pinggiran jalur sejarah utama. Tetapi, perubahan besar mulai terjadi pada paruh kedua
abad ke-20.

Masuknya Pertamina pada tahun 1970 menjadi tonggak awal transformasi Batam sebagai wilayah strategis. Perubahan itu diperkuat dengan pembentukan Otorita Batam (kini menjadi BP Batam) pada 1973, pendirian Kota Administratif Batam pada 1983, hingga akhirnya Batam berstatus sebagai daerah otonom sekaligus kawasan perdagangan bebas
dan pelabuhan bebas.

BACA JUGA: Menuju HUT ke-196 Batam, Batam Solidarity Airshow Siap 90 Persen

“Batam tidak lahir sebagai kota besar. Ia tumbuh melalui tahapan sejarah, kebijakan, dan kerja keras lintas generasi,” kata Amsakar.

Perjalanan panjang itu menjadikan Batam memiliki karakter yang unik dibandingkan daerah lain di Indonesia. Selain berperan sebagai pusat industri dan logistik, Batam juga menjadi simpul aktivitas maritim dan perdagangan internasional, seiring kedekatan geografisnya dengan jalur ekonomi global.

Dalam konteks kekinian, usia 196 tahun menjadi momentum untuk memantapkan kembali jati diri Batam. Oleh karena itu, peringatan HJB ke-196 mengusung tema “Unggul dan Berdaya Saing”, yang mencerminkan kesinambungan antara sejarah dan arah masa depan.

“Kita memadukan kecepatan pertumbuhan kota modern dengan akar budaya Melayu yang tetap dijunjung tinggi. Adat tetap terpelihara, budaya tetap hidup,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai sejarah dan budaya tersebut harus menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menjaga Batam agar tidak tercerabut dari identitasnya sebagai bagian dari peradaban Melayu.

Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan HJB sebagai pengingat, bahwa kemajuan kota merupakan hasil dari kebersamaan dan kesinambungan sejarah.

“Kota yang maju adalah kota yang warganya bergerak bersama, menghargai masa lalu, dan berani menatap masa depan,” ujar dia.

Upacara peringatan HJB ke-196 turut dimeriahkan dengan atraksi Batam Solidarity for Sumatera Air Show yang melintas di atas langit Dataran Engku Putri. (*)

Artikel Dari Titah Raja hingga Kota Strategis Nasional, Batam Menapaki Usia 196 Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Kabar Gembira, Gubernur Kepri Terbitkan SE Gerakan Mengambil Rapor Bersama Ayah

0
Foto. Dokumentasi BKKBN

batampos– Kabar gembira datang bagi keluarga di Provinsi Kepulauan Riau. Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Gerakan Mengambil Rapor Bersama Ayah (GEMAR) sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak.

Terbitnya SE tersebut disambut positif oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, M.Si menyebut kebijakan ini sebagai langkah maju dan kabar menggembirakan bagi upaya pembangunan keluarga berkualitas di daerah.

“Ini tentu menjadi kabar gembira bagi kita semua. Kehadiran Surat Edaran Gubernur Kepri menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak melalui Gerakan Mengambil Rapor Bersama Ayah,” ujar Rohina.

Rohina menjelaskan, SE Gubernur Kepri tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah yang merupakan bagian dari Program Nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

BACA JUGA: World Contraception Day 2025: BKKBN Kepri Dinobatkan Terbaik Nasional Pelayanan KB

Dalam SE itu, para bupati dan wali kota se-Kepulauan Riau dihimbau untuk mendorong ASN dan non-ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah agar berpartisipasi dalam GEMAR, sekaligus memberikan dispensasi waktu saat pengambilan rapor sesuai ketentuan sekolah.

“Kebijakan dispensasi ini sangat penting karena memberikan ruang bagi ayah untuk hadir mendampingi anak tanpa terkendala urusan pekerjaan. Ini bentuk keberpihakan nyata terhadap keluarga,” katanya.

Menurut Rohina, kehadiran ayah dalam momen pengambilan rapor bukan hanya berdampak pada prestasi akademik anak, tetapi juga memperkuat ikatan emosional, membangun kepercayaan diri anak, serta mendukung pembentukan karakter sejak dini.

“Melalui GEMAR, kita ingin menegaskan bahwa peran ayah sangat penting dalam pengasuhan. Keterlibatan ayah yang konsisten akan berkontribusi pada ketahanan keluarga dan mendukung terwujudnya Kepulauan Riau bebas stunting,” tambahnya.

BKKBN Kepri, lanjut Rohina, siap bersinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menyosialisasikan dan menyukseskan pelaksanaan GEMAR di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

“Kami berharap kebijakan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para ayah di Kepulauan Riau demi masa depan anak-anak yang lebih baik,” tutup Rohina. (*)

 

Artikel Kabar Gembira, Gubernur Kepri Terbitkan SE Gerakan Mengambil Rapor Bersama Ayah pertama kali tampil pada Kepri.

Mobil Terbakar di Bengkong Polisi, Begini Kondisi Pengemudinya

0
Ilustrasi mobil terbakar. (Antara)

batampos – Sebuah mobil terbakar di kawasan Bengkong Polisi, Kota Batam, tepatnya di depan sebuah supermarket, pada Rabu (17/12) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa itu sempat menggegerkan warga dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.

Andri, salah seorang pengendara yang menjadi saksi mata, mengatakan saat kejadian ia sedang mengantre membeli makanan di sekitar lokasi. Tiba-tiba ia melihat asap tebal keluar dari bagian bawah kap mesin mobil tersebut.

“Saya lagi antre makan, tiba-tiba lihat mobil itu sudah keluar asap dari kap bawahnya. Kata orang-orang di situ, mobilnya kehabisan air radiator,” ujar Andri kepada Batam Pos.

Ia menjelaskan, asap awalnya keluar dari bagian mesin. Ketika kap mobil dibuka, api langsung muncul dan membesar dari bagian bawah kap.

“Dari mesin keluar asap, terus pas kapnya dibuka langsung keluar api,” katanya.

Baca Juga: Buruh Gelar Aksi di Tengah Peringatan HJB ke-196, Tuntut UMS dan Penghapusan Pajak Pekerja

Andri melanjutkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Pengemudi mobil berhasil keluar dari kendaraan dan menyelamatkan diri sebelum api membesar.

“Pengemudinya langsung keluar dan selamatkan diri,” ujarnya.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi tampak menjauh untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat melambat akibat kejadian itu.

Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait penyebab pasti kebakaran maupun jenis mobil yang terbakar. (*)

Artikel Mobil Terbakar di Bengkong Polisi, Begini Kondisi Pengemudinya pertama kali tampil pada Metropolis.

Bupati Anambas Ingatkan Distributor Tak Timbun Sembako Jelang Nataru

0
Bupati Anambas, Aneng memimpin rapat persiapan Nataru. Dalam arahannya ia meminta distributor jangan timbun sembako. F. Sihotang untuk Batam Pos.

batampos – Bupati Kepulauan Anambas Aneng menegaskan kepada seluruh distributor bahan pokok agar tidak melakukan penimbunan sembako menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia meminta stok yang tersedia saat ini segera disalurkan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Aneng saat memimpin rapat persiapan Nataru yang digelar pada Kamis (18/12). Rapat dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta perwakilan distributor dan pelaku usaha.

Menurut Aneng, kondisi geografis Anambas sebagai wilayah kepulauan membuat distribusi logistik sangat rentan terganggu, terutama saat memasuki musim angin utara yang kerap disertai cuaca buruk.

“Tempat kita ini momen Nataru bertepatan dengan datangnya musim angin utara dan cuaca buruk. Maka jangan ada distributor yang menahan barang-barang di gudang,” tegas Aneng.

Ia menilai, praktik penimbunan sembako hanya akan memperparah kondisi masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi keterlambatan pasokan akibat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di laut.

Aneng menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga. Karena itu, ia meminta distributor menjual stok secara normal dan tidak menaikkan harga secara tidak wajar.

“Kalau barang ada, segera keluarkan. Jangan ditahan demi kepentingan tertentu. Kepentingan masyarakat harus diutamakan,” ujarnya.

Selain pengawasan distribusi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas juga telah menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan selama Nataru.

Bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng yang disalurkan kepada 1.676 keluarga penerima manfaat di berbagai kecamatan di Anambas.

“Kami berikan bantuan pangan agar masyarakat yang kurang mampu bisa melewati momen Nataru tanpa banyak pikiran,” kata Aneng.

Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban ekonomi warga, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Lebih lanjut, Aneng menyebut Pemkab Anambas juga telah menyiapkan stok beras cadangan Bulog sebanyak 276 unit sebagai langkah antisipatif menghadapi situasi darurat, termasuk gangguan distribusi dan kelangkaan pangan akibat cuaca ekstrem.

“Kesiapan stok cadangan ini bukti keseriusan pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan. Negara harus hadir, pemerintah daerah tidak boleh lengah,” tutup Aneng. (*/adv)

Artikel Bupati Anambas Ingatkan Distributor Tak Timbun Sembako Jelang Nataru pertama kali tampil pada Kepri.

Polresta Barelang Gelar Latpraops Lilin Seligi 2025, Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

0
Polresta Barelang menggelar Pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Seligi 2025 di Aula Anindhita Lantai 2 Polresta Barelang, Rabu (17/12). Foto. Humas Polresta Barelang untuk Batam Pos

batampos – Polresta Barelang menggelar Pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Lilin Seligi 2025 di Aula Anindhita Lantai 2 Polresta Barelang, Rabu (17/12). Kegiatan ini dipimpin Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus dan diikuti para Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel peserta Latpraops Lilin Seligi 2025.

Latpraops Lilin Seligi 2025 dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan Polresta Barelang dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Melalui latihan ini, diharapkan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terkait rencana operasi, sehingga pelaksanaan pengamanan di lapangan dapat berjalan optimal, terukur, dan sesuai prosedur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian laporan singkat pelaksanaan Latpraops Lilin Seligi 2025. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta Latpraops serta pernyataan resmi pembukaan Latpraops oleh Wakapolresta Barelang.

Dalam arahannya, AKBP Fadli Agus menegaskan kepada seluruh personel agar tidak pernah menganggap situasi selalu aman. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan langkah-langkah preemtif sesuai tugas dan fungsi masing-masing guna mendukung keberhasilan Operasi Lilin Seligi 2025.

Wakapolresta juga menekankan optimalisasi peran petugas Pos Pengamanan (Pos PAM). Seluruh personel diminta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghindari sikap apatis, serta menumbuhkan kepedulian dan soliditas antaranggota. Ia menegaskan tidak boleh ada Pos PAM yang kosong tanpa petugas piket.

Selain itu, Wakapolresta Barelang mengingatkan pentingnya menjaga keamanan markas komando (mako) masing-masing. Kesiapsiagaan personel, menurutnya, harus dilakukan secara menyeluruh, baik di lapangan maupun di lingkungan satuan kerja.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin turut menyampaikan himbauan kepada seluruh personel agar melaksanakan Operasi Lilin Seligi 2025 secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kapolresta Barelang juga berharap dukungan dan peran aktif masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Operasi Lilin Seligi 2025 di wilayah hukum Polresta Barelang dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung dengan damai. (*)

Artikel Polresta Barelang Gelar Latpraops Lilin Seligi 2025, Siap Amankan Natal dan Tahun Baru pertama kali tampil pada Metropolis.

Bea Cukai Dalami Barang Tangkapan Kodim di Pelabuhan Haji Sage, Koordinasi Lintas Instansi Terus Diperkuat

0
Kapal berisi sembako yang ditangkap di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.

batampos – Bea Cukai Batam memastikan penyelidikan terhadap penindakan penyelundupan barang di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, masih terus berjalan. Kasus yang sebelumnya diungkap oleh Kodim 0316/Batam itu kini memasuki tahap pendalaman terhadap pihak-pihak terkait, termasuk penelusuran asal barang dan jaringan distribusinya.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Oktavian, membenarkan bahwa barang hasil tangkapan Kodim tersebut masih dalam proses pemeriksaan intensif.

“Tangkapan Kodim di Tanjung Sengkuang masih dalam pemeriksaan pihak-pihak terkait,” ujarnya di kantor Bea dan Cukai Batam, Rabu (17/12).

Baca Juga: Bea Cukai Telusuri Asal dan Pemasok Beras Ilegal di Pelabuhan Haji Sage

Menurutnya, proses ini memerlukan kehati-hatian agar penanganan perkara berjalan sesuai prosedur hukum.

Evi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal diketahui bahwa mayoritas barang merupakan komoditas antar pulau. Namun demikian, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga berasal dari impor.

“Mayoritas barang antar pulau, tapi ada juga barang impor. Ini yang terus kita dalami asalnya dan siapa distributornya,” kata Evi. Penelusuran tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran kepabeanan dan perizinan.

Sejauh ini, Bea Cukai Batam masih memfokuskan pemeriksaan pada kecocokan fisik barang dengan dokumen pendukung yang ada. Seluruh item muatan diteliti satu per satu untuk mengetahui legalitas distribusi, baik sebagai barang domestik maupun barang impor. Hasil dari pendalaman ini akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya.

“Untuk perkembangan hasil pemeriksaan, nanti akan kita rilis secara resmi,” tegas Evi.

Ia menambahkan bahwa Bea Cukai Batam tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh data dan keterangan saksi dinyatakan lengkap. Transparansi informasi, kata dia, akan tetap dijaga sesuai tahapan penyidikan.

Selain kasus penyelundupan tersebut, Bea Cukai Batam juga tengah menangani persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni penyelesaian penanganan kontainer limbah yang menumpuk di Pelabuhan Batuampar. Evi mengungkapkan bahwa penyidik saat ini masih fokus menyelesaikan permasalahan kontainer tersebut agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun gangguan operasional pelabuhan.

“Penyidik juga masih dalam proses penyelesaian kontainer limbah yang menumpuk di Pelabuhan Batuampar,” jelasnya. Penanganan dilakukan secara paralel dengan tetap memprioritaskan kasus-kasus yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian dan ketertiban distribusi barang.

Dalam menangani kedua persoalan tersebut, Bea Cukai Batam memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan. Sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi teknis lainnya dinilai penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan penegakan hukum dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sebelumnya, penindakan di Tanjung Sengkuang dilakukan setelah Kodim 0316/Batam menerima informasi adanya aktivitas bongkar muat mencurigakan di pelabuhan rakyat. Dari lokasi tersebut, diamankan sejumlah kapal, truk, dan puluhan ton barang konsumsi tanpa dokumen lengkap yang kemudian dilimpahkan ke Bea Cukai Batam untuk penanganan lanjutan. (*)

Artikel Bea Cukai Dalami Barang Tangkapan Kodim di Pelabuhan Haji Sage, Koordinasi Lintas Instansi Terus Diperkuat pertama kali tampil pada Metropolis.

​Waspada! BMKG Dabo Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga 27 Desember

0
Penampakan kawasan Dabo Lama, Lingga yang terendam banjir rob. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dabo mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di Kabupaten Lingga. Potensi fenomena banjir rob diprediksi akan mengancam wilayah pesisir sepanjang bulan Desember 2025.

​Berdasarkan data prakiraan BMKG, ancaman pasang air laut yang merendam daratan ini diprediksi terjadi pada rentang waktu 17 hingga 27 Desember 2025.

​Kepala BMKG Dabo Lingga, Ady Istyono, menjelaskan bahwa ada beberapa wilayah yang masuk dalam zona waspada, di antaranya: Kecamatan Singkep Barat, ​Kecamatan Singkep Pesisir serta Kecamatan Senayang dan sekitarnya.

Ady mengungkapkan bahwa potensi banjir rob kali ini dipicu oleh kombinasi faktor astronomi dan cuaca ekstrem. Saat ini, wilayah Kepulauan Riau sedang memasuki fase peralihan bulan baru dalam kalender Hijriah (awal bulan Rajab).

​”Biasanya peralihan bulan baru ini menimbulkan pasang yang cukup tinggi akibat gaya gravitasi. Jika kondisi air laut pasang tinggi bertemu dengan hujan deras, maka terjadilah banjir rob,” ujar Ady, Kamis (18/12).

​Selain faktor gravitasi bulan, Ady menyebutkan bahwa saat ini wilayah Lingga sudah memasuki musim angin utara. Fenomena Monsun Asia ini membawa massa udara basah yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.

​”Berdasarkan data kami, curah hujan di bulan Desember 2025 ini tergolong cukup tinggi. Kondisi ini membuat pertumbuhan awan hujan sangat masif,” tambahnya.

Belajar dari insiden banjir rob yang sempat merendam beberapa wilayah di Lingga beberapa waktu lalu, BMKG meminta warga untuk tidak lengah. Kombinasi pasang tinggi dan curah hujan ekstrem menjadi ancaman nyata bagi pemukiman di tepi pantai.

​”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi guna meminimalisir kerugian materiil,” tutup Ady.

​Sebagai informasi, banjir rob sebelumnya sempat melanda kawasan Dabo Lama akibat tingginya curah hujan yang bersamaan dengan fenomena bulan purnama. (*)

Artikel ​Waspada! BMKG Dabo Peringatkan Potensi Banjir Rob hingga 27 Desember pertama kali tampil pada Kepri.