Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6624

4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka

0
Kadispen AU Marsma Indan Gilang Buldansyah. (DISPENAU)

batampos – Kasus dugaan tindak kekerasan oleh senior terhadap junior terulang lagi. Kali ini menimpa Prada Muhammad Indra Wijaya. Prajurit TNI AU itu meninggal dunia pada Sabtu pekan lalu (19/11). Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Indra berdinas di Sekretariat Makoopsud III, Biak, Papua. Atas peristiwa tersebut, Satuan Polisi Militer (Satpom) Koopsud III Biak menahan empat orang personel Angkatan Udara yang diduga turut menganiaya Indra.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah menyampaikan bahwa penyidikan terus berjalan. Instansinya tidak tinggal diam terhadap prajurit yang diduga melanggar hukum. Apalagi sampai menghilangkan nyawa. ”TNI AU telah menahan empat prajurit yang diduga terlibat aksi kekerasan untuk dimintai keterangan dan penyidikan lebih lanjut,” terang Indan kemarin (23/11).

Menurut Indan, Indra meninggal dunia setelah mendapat perawatan petugas medis di Rumah Sakit Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Manuhua. ”Sebelumnya (Indra) pingsan di Mess Tamtama Tiger Makoopsud III Biak,” ungkap dia. Namun, Indan tidak menjelaskan secara terperinci mengenai penyebab Indra pingsan. Menurut dia, kronologi peristiwa merupakan bagian dari materi penyidikan. Yang jelas, Angkatan Udara tidak tinggal diam.

Setelah mendapat informasi, instansinya langsung mengambil sikap. Empat senior Indra langsung diproses. Mereka kemudian ditahan. Bahkan, kini sudah berstatus sebagai tersangka. ”Empat orang (atas nama) Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG sudah tersangka,” imbuhnya. Bila terbukti bersalah, TNI AU akan memberikan sanksi tegas. Salah satunya pemecatan. Mereka disangkakan melanggar beberapa pasal.

Yakni pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukum 7 tahun penjara, dan pasal 131 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM). Sementara ini, mereka ditahan sampai 20 hari mendatang. Menurut Indan, Satpom Koopsud III Biak juga sudah berkoordinasi secara intensi dengan keluarga Indra yang berada di Tangerang, Banten.

Indan menegaskan, TNI AU tidak menuntup-nutupi kasus tersebut. Mereka bertindak sesuai dengan aturan hukum dan prosedur yang berlaku. Bahkan jenazah Indra juga sudah diautopsi dengan izin pihak keluarga. ”Nanti saya kasih keterangan. Hasil (autopsinya) belum keluar,” beber Indan. ”TNI AU tidak akan mentolerir tindakan kesalahan, itu nggak akan kami tolerir,” tegas perwira tinggi TNI AU dengan satu bintang di pundak tersebut. (*)

Reporter: JP Group

Melihat Lebih Dekat Panglima TNI Jenderal Andika

0

Latihan tempur antara TNI dan Angkatan Laut Australia atau Royal Australian Navy (RAN) membuat decak kagum prajurit negara tetangga. Tak hanya kagum dengan kemampuan prajurit TNI, kekaguman juga timbul dengan sosok Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

LINGGA – YOFI YUHENDRI

batampos Dua unit helikopter TNI AL mendarat di tengah lokasi latihan tempur di Pantai Todak, Dabo Singkep Kepri, Minggu (20/11) sekitar pukul 08.17 WIB. Dari dalam helikopter turun rombongan. Salah satunya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Kedatangan Jenderal Andika disambut Komandan Pasukan Marinir, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Hermanto dan Chief of Joint Operations at Headquarters Joint Operations Command, Lieutenant General Greg Bilton.

Andika kemudian berjalan bersama rombongan menuju tower pemantau latihan tempur. Disitu, Andika disambut Komandan Pusat Latihan Pertempuran Marinir 9 TNI Angkatan Laut Dabo Singkep, Letkol Marinir Adid Kurniawan Wicaksono. Keduanya sempat bergurau, Andika terlihat tertawa.

Baca JUga: Melihat Latihan Tempur TNI AL-Royal Australian Navy di Pusat Latihan Tempur di Lingga

Tak ada yang spesial dalam penyambutan orang nomor satu di TNI ini. Tanpa karpet merah, tanpa protokoler berlebihan. Semuanya sederhana, dibandingkan kedatangan pejabat utama lainnya.

Di atas tower, Andika dan Greg Bilton menyaksikan latihan tempur bersamaan. Kedatangan mereka disusul Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. Berbeda dengan Panglima, Yudo datang ke lokasi melalui jalur laut.

panglima tni 1
Wartawan Batam Pos, Yofi Yuhendri (kiri) berswafoto bersa,a Panglima Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Yofi Yuhendri/Batam Pos

Latihan berlangsung selama 4 jam. Latihan selesai, seluruh prajurit berbaris menyambutnya di bawah tower.

“Yang saya harapkan (dalam latihan) bagaimana rekan-rekan berinteraksi. Mulai dari kapal, heli, serangan. Dengan interaksi, makin kenal maka makin sayang,” ujar Andika dihadapan ratusan prajurit TNI dan RAN sambil tersenyum.

Ucapan Andika disambut prajurit dengan yel yel prajurit TNI AL. Suasana semakin pecah saat yel yel prajurit TNI dibalas yel yel prajurit RAN.

Baca Juga: BP Batam Surati 580 Pemilik Lahan Tidur, Tidak Dibangun Bakal Langsung Diambil Alih

“Saya mengucapkan terimakasih banyak yang sudah diberikan kesempatan menyaksikan latihan ini. Saya senang sekali, kegiatan hari ini merupakan pondasi kuat untuk meningkatkan kerjasama kita,” sambung Greg Bilton dihadapan ratusan prajurit.

Dalam kesempatan itu, para prajurit meminta Panglima TNI untuk foto bersama. Andika langsung berbaris di depan prajurit dengan gestur tangan mengepal.

panglima tni
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kanan) bersama Chief of Joint Operations at Headquarters Joint Operations Command, Lieutenant General Greg Bilton. Foto: Yofi Yuhendri/Batam Pos

Usai memberikan arahan kepada prajurit, Andika disambut para wartawan. Uniknya, proses wawancara tanpa ada batasan. Wartawan secara dekat bisa berinteraksi dengannya.

“Sudah ya,” kata Andika tersenyum mengakhiri wawancara. Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut para wartawan berkesempatan mengabdikan foto bersama dengan Andika. Tak ada penolakan maupun larangan dari ajudannya.

Baca Juga: Galang Dana untuk Cianjur, Warga: Sehat-sehat ya Pak Rudi…

Menjelang meninggalkan lokasi latihan tempur, Andika meminta seluruh prajurit dan wartawan untuk menyantap hidangan yang disediakan prajurit RAN. Hidangan itu dibawa langsung dari Australia.

“Seluruhnya harus ikut mencicipi masakan yang disediakan prajurit Australia ini. Karena bahan makanan ini sudah jauh mereka bawa dari negaranya,” papar Andika.

Andika meninggakan lokasi latihan temput sekitar pukul 14.00 WIB. Ia kembali menggunakan helikopter bersama pejabat utama TNI dan RAN.(*)

Achmad Djambi Kembali Pimpin Legiun Veteran RI Cabang Karimun

0
Achmad Djambi, Kembali Pimpin Legiun Veteran RI Cabang Karimun UntuK Periode Kedua

batampos- Musyawarah cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-5 kabupaten Karimun, Rabu (23/11) resmi dibuka oleh asisten administrasi umum Pemkab Karimun Djunaidi yang mewakili Bupati Karimun. Dalam kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan memberikan apresiasi kepada ketua dan pengurus LVRI cabang Karimun selama lima tahun kepemimpinannya.

” LVRI cabang Karimun ini sebagai patner Pemerintah kabupaten Karimun yang sebagai saksi sejarah selama menjadi pejuang. Dan, kita akan berikan kesempatan kepada ketua maupun anggota LVRI cabang Karimun testimoni atau gambaran selama menjadi pejuang. Agar, generasi muda mengetahui perjuangan di negara RI. Khususnya, di kabupaten Karimun,” terangnya.

Dan, LVRI cabang Karimun telah memberikan sumbangsih kepada pemerintah daerah tidak hanya pembangunan tapi memberikan edukasi kepada generasi muda saat ini. Supaya, mengingat sejarah akan perjuangan-perjuangan orangtua kita terdahulu.

” Nanti kita gandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Dinas Sosial untuk bersama LVRI dalam memberikan informasi tentang perjuangan RI,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua LVRI Kepri H Rochman mengucapkan selamat kepada ketua LVRI cabang Karimun Ahmad Jambi yang kembali terpilih kedua kali menjadi ketua LVRI cabang Karimun periode 2022-2027 secara aklamasi.

BACA JUGA: Veteran Tanjungpinang Terima Hibah Rp 50 Juta

” Saya pesan, kepada Ketua LVRI cabang Karimun segera menyusun kepengurusannya dalam waktu satu bulan ini. Serta, terus dilakukan sosialisasi kepada generasi muda terhadap peristiwa sejarah RI. Sebab, saat ini generasi muda masih belum tau apa itu veteran,” tuturnya.

Sedangkan, Ketua LVRI cabang Karimun Achmad Djambi mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan LVRI cabang Karimun yang mempercayakan dirinya untuk memimpin kembali kali kedua. Sebab, baru sejarah berdirinya LVRI cabang Karimun pemilihan ketua lebih dari satu periode.

” Saya siap menerima amanah ini. Kita (LVRI cabang Karimun) selama ini sangat dekat hubungan dengan pemerintah daerah. Dan, hingga sekarang anggota LVRI cabang Karimun mencapai 93 orang termasuk Tanjungbatu Kundur,” jelasnya.

Masih kata Ahmad jambi lagi, dalam waktu dekat ini akan membentuk ranting veteran, ranting LVRI dan PPM di Tanjungbatu. Kemudian, dilanjutkan dengan pengurusan tanah taman pahlawan, perbaikan kantor veteran cabang Karimun.

” Insyallah, walaupun usia sudah tidak muda. Tapi, semangat untuk memajukan LVRI cabang Karimun tidak kalah dengan anak muda. Terutama memberikan pemandangan tentang sejarah perjuangan veteran kepada generasi muda,” tegasnya.(*)

reporter: try haryono

Sisi Lain Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Hangat dengan Siapapun, Tak Ada Protokoler Berlebihan

0

Latihan tempur antara TNI dan Angkatan Laut Australia atau Royal Australian Navy (RAN) membuat decak kagum prajurit negara tetangga. Tak hanya kagum dengan kemampuan prajurit TNI, kekaguman juga timbul dengan sosok Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

***

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa (kanan) dan Jenderal Panglima The United States Army Pacific Command Charles A. Flyn melakukan panggilan video saat membuka Latihan Bersama Super Garuda Shield 2022 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Rabu (3/8/2022). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj)

DUA helikopter TNI AL mendarat di tengah-tengah lokasi latihan tempur di Pantai Todak, Dabo Singkep Kepri, Minggu (20/11) lalu sekitar pukul 08.17 WIB. Dari dalam helikopter turun rombongan. Salah satunya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Kedatangan Jenderal Andika disambut Komandan Pasukan Marinir, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Hermanto, dan Chief of Joint Operations at Headquarters Joint Operations Command, Lieutenant General Greg Bilton.

Andika kemudian berjalan bersama rombongan menuju tower pemantau latihan tempur. Di situ, Andika disambut Komandan Pusat Latihan Pertempuran Marinir 9 TNI Angkatan Laut Dabo Singkep, Letkol Marinir Adid Kurniawan Wicaksono. Keduanya sempat bergurau hingga Andika terlihat tertawa.

Tak ada yang ribet dalam penyambutan orang nomor satu di TNI ini. Tanpa karpet merah, bahkan tanpa protokoler berlebihan. Semuanya sederhana dan natural saja. Sangat berbeda dibandingkan kedatangan pejabat negara lainnya.

Di atas tower, Andika dan Greg Bilton menyaksikan latihan tempur bersama. Kedatangan mereka disusul Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono. Berbeda dengan Panglima, Yudo datang ke lokasi melalui jalur laut.

Latihan pun berlangsung selama 4 jam dalam pemantauan Andika dan Greg. Setelah latihan selesai, seluruh prajurit berbaris menyambut Andika di bawah tower.

“Yang saya harapkan (dalam latihan) bagaimana rekan-rekan berinteraksi. Mulai dari kapal, heli, hingga serangan. Dengan interaksi, makin kenal maka makin sayang (makin kuat terasa kebersamaannya, red),” ujar Andika di hadapan ratusan prajurit TNI dan RAN sambil tersenyum.

Ucapan Andika disambut prajurit dengan yel-yel prajurit TNI AL. Suasana semakin hangat saat yel-yel prajurit TNI dibalas yel-yel prajurit RAN. Andika pun tersenyum lebar melihat prajuritnya dan prajurit RAN penuh semangat.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak yang sudah diberikan kesempatan menyaksikan latihan ini. Saya senang sekali, kegiatan hari ini merupakan pondasi kuat untuk meningkatkan kerja sama kita,” sambung Greg Bilton di hadapan ratusan prajurit.

Dalam kesempatan itu, para prajurit meminta Panglima TNI untuk foto bersama. Andika langsung mengambil tempat di depan prajurit dengan gestur tangan mengepal. Prajurit pun tampak bersemangat bisa foto bareng Panglima TNI yang ternyata begitu hangat dengan mereka.

Usai memberikan arahan kepada prajurit, Andika disambut para wartawan. Menariknya, proses wawancara tanpa ada batasan. Wartawan bisa berinteraksi langsung dari dekat dengan Andika, tanpa ada protokoler yang ribet. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wartawan direspons dengan baik oleh Andika.

“Ok, sudah ya,” kata Andika tersenyum mengakhiri wawancara.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, para wartawan berkesempatan foto bareng dengan Andika. Tak ada penolakan maupun larangan dari ajudannya. Sebuah kesempatan yang membuat wartawan nyaman.

Bagi Andika, wartawan adalah mitra strategis. Bahkan lebih dari itu, wartawan adalah teman sekaligus sahabat yang sering membersamai Andika di manapun ia berkunjung, tanpa ada sekat protokoler yang ribet.

Menjelang meninggalkan lokasi latihan tempur, Andika meminta seluruh prajurit dan wartawan untuk menyantap hidangan yang disediakan prajurit RAN. Hidangan itu dibawa langsung dari Australia.

“Seluruhnya harus ikut mencicipi masakan yang disediakan prajurit Australia ini. Karena bahan makanan ini sudah jauh mereka bawa dari negaranya,” pinta Andika.

Andika pun meninggalkan lokasi latihan tempur sekitar pukul 14.00 WIB dengan senyum mengembang ke seluruh prajurit dan wartawan. Ia kembali menggunakan helikopter bersama pejabat utama TNI dan RAN. ***

Reporter: YOFI YUHENDRI

Akses Darat ke Cianjur Belum Tersambung, Terus Cari Korban Selamat

0

batampos– Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas mengerahkan ribuan personel untuk membantu para korban terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi mengatakan, pihaknya masih berusaha mencari dan menyelamatkan korban yang masih hidup. Meski Rabu (23/11), sudah memasuki hari ketiga pascagempa, dia masih yakin ada korban selamat butuh pertolongan.

Benar saja, kemarin siang seorang anak bernama Azka berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan. “Yang kami selamatkan (lebih dulu) adalah orang-orang yang masih bisa ditolong hidup. Itu jadi yang utama dan itu sangat logis,” ungkap Henri.

Dia percaya seluruh anak buahnya yang bertugas di Cianjur akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan sebanyak-banyaknya korban. Laporan hingga pukul 17.00 kemarin, Tim SAR Gabungan juga berhasil mengevakuasi beberapa korban meninggal yang tertimbun reruntuhan bangunan.

Para korban dievakuasi dari beberapa titik terdampak gempa. Di antaranya adalah Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Warungkondang.

Henri mengakui bahwa gempa susulan masih terjadi. Namun demikian, intensitas serta kekuatan gempa sudah jauh berkurang bila dibandingkan dengan hari pertama gempa melanda. Dia pun menegaskan bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada seluruh personel Basarnas untuk membuat skala prioritas.

“Kami memprioritaskan mana yang harus kami tolong lebih dulu,” ungkap perwira tinggi dengan tiga bintang di pundak itu.

BACA JUGA: Kemenag Catat 21 Masjid dan 5 KUA Rusak Akibat Gempa Cianjur

Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril, menyampaikan bahwa kemarin pihaknya membuat 12 tim. Mereka disebar ke 12 kecamatan terdampak gempa di Cianjur. Mereka bertugas untuk menyisir dan memeriksa semua titik terdampak guncangan lindu bertenaga 5,6 skala richter tersebut.

Pengungsi berjalan ke salah satu tenda di Desa Sukamulya, Kampung Baru Kaso, Cugenang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022).Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jawa Barat per Rabu (23/11/2022) pukul 09.00 WIB, jumlah pengungsi akibat gempa bumi 5,6 SR di Kabupaten Cianjur mencapai 58.362 orang. FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

“Apabila menemukan spot atau dugaan dibutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan, SRU menginformasikan koordinat kepada Pos SAR Gabungan,” kata dia. Selanjutnya tim dari Pos SAR Gabungan bakal langsung bergerak ke titik tersebut.

Tidak sampai di situ, mereka juga terus berusaha mengakses titik-titik terdampak gempa yang masih belum terjangkau atau terisolir. Basarnas mengakui bahwa sudah ada informasi yang menyebutkan korban gempa tidur satu tenda dengan jenazah.
Selain itu, informasi ada korban gempa yang kekurangan bantuan pun sudah sampai kepada Basarnas. Para korban berada di lokasi yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat.
Sehingga Basarnas mengerahkan satu unit helikopter untuk mengirimkan bantuan. “Droping logistik untuk pengungsi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang menggunakan Helikopter BO-105 Basarnas,” beber Jumaril.

Secara keseluruhan kekuatan Basarnas yang digerakkan di Cianjur sebanyak 796 personel. Itu termasuk petugas dari Kantor SAR Bandung, Kantor SAR Cilacap, dan Kantor SAR Semarang.

Selain itu Basarnas Special Group juga sudah diturunkan. Sementara peralatan yang digunakan terdiri atas tiga unit truk angkut personel, tiga unit truk rescue, empat unit rescue compartment, tiga unit rescue car double cabin, dua unit motor trail, lima unit palsar ekstrikasi, empat set palsar CSSR, dua set alat komunikasi, tiga set alat evakuasi, satu set GPR, tenda posko, peralatan medis, dan sejumlah peralatan lainnya. (*)

Reporter: JP GROUP

Perwira Polri Tersangka Gratifikasi Miliaran Rupiah

0
Ilustrasi Gedung Merah Putih KPK (Muhammad Ali/Jawa Pos)

batampos – Seorang perwira menengah Polri, AKBP Bambang Kayun Bagus PS, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi oleh KPK. Anggota Divisi Hukum Polri itu ditengarai menerima duit bernilai miliaran dan kendaraan dari dua tersangka kasus dugaan penggelapan uang yang ditangani Bareskrim.

Penetapan Bambang Kayun mencuat setelah yang bersangkutan mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan belum lama ini. Mengutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, Bambang mendaftarkan gugatan pada Senin (21/11) lalu. Dia menggugat penyidikan dan penetapan tersangka yang dilakukan KPK.

Masih merujuk SIPP tersebut, KPK menetapkan Bambang Kayun sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji dari pasangan suami istri (pasutri) Hermansyah dan Emylia Said. Dalam perkara tersebut, Bambang Kayun dalam kapasitas sebagai Kepala Subbagian Penerapan Pidana dan HAM Bagian Penerapan Hukum Biro Bantuan Hukum (Bankum) Divisi Hukum Polri 2013-2019.

Kasus dugaan gratifikasi Bambang Kayun itu bermula dari perselisihan hak ahli waris antara pihak Emylia Said-Hermansyah dengan Dewi Arianti. Emylia-Hermansyah adalah anak dan menantu tiri dari Dewi Arianti. Hak waris yang dipersoalkan berkaitan dengan saham di PT Arya Citra Mulia yang didirikan M. Said Kapi, suami Dewi Arianti. Persoalan itu bergulir sejak September 2016 lalu.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan dalam perkara perselisihan hak ahli waris PT ACM tersebut, Bambang Kayun diduga terlibat dalam pemalsuan surat. Hanya, Ali belum bisa menjelaskan secara detail sejauh mana peran Bambang Kayun dalam indikasi pemalsuan surat itu. Ali juga belum bisa membeberkan kronologi pemalsuan surat yang dimaksud.

”KPK secara resmi akan menyampaikan identitas dari pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kronologi dugaan perbuatan pidananya dan pasal yang disangkakan tentunya setelah proses penyidikan ini kami nyatakan cukup,” kata Ali saat dikonfirmasi, kemarin (23/11).

Ali menambahkan pihaknya saat ini berfokus pada gugatan praperadilan yang diajukan Bambang Kayun di PN Jaksel. Ali menyebut pihaknya telah menyiapkan tanggapan dan jawaban untuk menghadapi sidang gugatan praperadilan. ”Kami akan buktikan bahwa seluruh proses penyidikan perkara tersebut telah sesuai mekanisme hukum,” tuturnya.

Beririsan dengan penyidikan tersebut, KPK juga telah mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri terhadap Bambang Kayun. Permohonan pencegahan tersebut diajukan KPK ke Direktorat Jenderal Imigrasi pada 3 November lalu. ”Permintaan cegah dilakukan untuk waktu enam bulan pertama,” ungkap Ali.

Pencegahan tersebut dilakukan agar Bambang Kayun tidak bepergian ke luar negeri dan memudahkan proses penyidikan yang bergulir di KPK. Utamanya ketika KPK meminta keterangan Bambang perihal kasus dugaan gratifikasi. KPK pun berharap Bambang kooperatif dengan proses hukum tersebut dengan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan. (*)

Reporter: JP Group

Dua Penjambret Ditangkap Saat Asyik Nonton Piala Dunia

0
polresta barelang 1
Dua jambret (duduk) yang ditangkap personel Satreskrim Polresta Barelang. Foto: Satreskrim Polresta Barelang

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap dua penjambret berinisial A, 33, dan Pa, 25, Rabu (23/11) dini hari. Keduanya ditangkap saat sedang asyik menonton pertandingan sepak bola piala dunia.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengatakan, penjambretan dilakukan keduanya pada Jumat (18/11) siang. Saat itu, pelaku merampas ponsel pejalan kaki di jalur lambat depan Perumahan Sukajadi, Batam Kota.

“Penangkapan ini berawal dari laporan korban. Kita lakukan penyelidikan dan ternyata saat beraksi pelaku terekam CCTv,” ujarnya.

Baca Juga: Tabrak Pembatas Jalan, Toyota Raize Ringsek

Kedua pelaku ditangkap di 2 lokasi yang berbeda. Ari ditangkap dikawasan Batuaji, sedangkan Pandi di Tiban Sekupang. Pelaku ditangkap saat menyaksikan pertandingan piala dunia.

“Saat digrebek, pelaku sama-sama sedang nonton bola,” kata Rahman.

Rahman menjelaskan penjambretan itu berawal saat pelaku melintas menggunakan sepeda motor Satria FU. Disaat bersamaan, pelaku melihat pejalan kaki tengah bermain ponsel.

Baca Juga: BP Batam Surati 580 Pemilik Lahan Tidur, Tidak Dibangun Bakal Langsung Diambil Alih

“Karena melihat korban bermain ponsel, salah seorang pelaku langsung berniat untuk merampasnya,” ungkapnya.

Rahman menambahkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Diketahui, Ari merupakan residivis kasus yang sama.

Baca Juga: Perusahaan Galangan Kapal Batam Butuh 5 Ribu Tukang Las

“Masih (pelaku) pemeriksaan. Belum bisa dipastikan berapa kali sudah mencuri,” katanya.

Dengan kejadian ini, Rahman mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memancing niat pelaku jambret. Seperti menghindari bermain ponsel, serta menggunakan barang berharga saat berkendara.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Mafia Penipuan Berkedok Situs Palsu Dibongkar

0
Kasubdit V Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Hutagaol. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

batampos — Bareskrim berhasil mengungkap mafia penipuan bermodus situs phising atau palsu kemarin (23/11). Mafia tersebut memalsukan situs penjualan tiket Formula E dan situs BRI dengan menyebarkan isu perubahan tariff transfer dana. Satu orang tersangka ditangkap dan dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Kasubdit I DIrektorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Kombespol Reinhard Hutagaol menuturkan bahwa modus dari pelaku dengan membuat situs atau website palsu. Terdapat dua situs yang dipalsukan untuk ajang Formula E, yakni situs penjualan tiket Formula E dengan situs palsu www.tiketformulaeprix.com dan www.formulaejakartaprix.com. ”Untuk BRI ada empat situs palsu yang dibuat, salah satunya www.registerbrimobile.com,” jelasnya.

Modusnya yang dilakukan mafia tersebut dengan membuat halaman situs menyerupai situs aslinya. Baik penyelenggaran Formula E Jakarta dan BRI. Untuk situs palsu Formula E dalam situs mencantumkan nomor whatsapp untuk pembelian tiket. ”Kalau ada yang tertarik membeli, maka diminta megirim uang ke rekening yang disediakan,” ujarnya.

Pelaku yang sudah memastikan korban membayar, lantas mengirimkan sebuah tiket palsu dalam format PDF. Tiket tersebut jauh berbeda dengan tiket yang asli. ”Tiket aslinya bentuk QR, baru ditukar saat mau masuk ke acara,” paparnya.

Untuk situs BRI palsu, lanjutnya, pelaku ini mengawali dengan mengirimkan whatsapp blast terhadap para korban. Bila ada korban yang terpancing, maka pelaku berpura-pura dari pihak BRI. ”Yang meminta korban mengunjungi web link phising atau palsu,” jelasnya.

Dalam situs palsu itu korban lantas diminta mengisi data perbankannya ke kolom. Setelah semua diisi lengkap, maka secara otomatis pelaku mendapatkan data-data nasabah. ”Data yang didapat seperti username, password, dan kode OTP internet banking,” terangnya.

Setelahnya, dengan mudah pelaku bisa memindahkan uang dari rekening para korban melalui internak banking. ”Perlu diketahui BRI tidak pernah membuat Brimo BRI versi website, tapi hanya aplikasi,” jelasnya.

Dia menuturkan, petugas berhasil menangkap seorang tersangka berinisial FI di jalan Andi Mangkau, Sidenrang Rappang, Sulawesi Selatan. Perannya merupakan pembuat dan pengelola situs phising tersebut. ”Lalu ada dua orang yang masih dalam pencarian, yakni H dan N,” paparnya.

H berperan membantu pembuatan situs dan N yang berperan berkomunikasi dengan para korban penipuan tersebut. Menurutnya, para pelaku tersebut diduga telah merugikan masyarakat hingga miliaran rupiah. ”Kami masih kejar yang dua orang,” tuturnya.

Dalam kasus tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu handphone, sebuah CPU, 4 kartu ATM, 6 buku tabungan, 3 harddisk, dan beberapa akun email. ”Semua itu yang digunakan untuk melakukan penipuan,” ujarnya. (idr)

Warga Negara Singapura Tertangkap Kamera ETLE Tidak Gunakan Sabuk Pengaman

0
WNA ETLE
Personel Ditlantas Polda Kepri memperlihatkan bukti pelanggaran yang dilakukan oleh WNA Singapura saat berkendara. Foto: Ditlantas Polda Kepri

batampos – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura tertangkap kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) Ditlantas Polda Kepri.

Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol. Tri Yulianto, mengatakan, pihaknya melakukan inovasi dengan berkolaborasi bersama stakeholder terkait, salah satunya adalah Imigrasi Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam hal penanganan pelanggaran ETLE terhadap WNA.

“Berdasarkan dari laporan harian kegiatan Front Office Satgas ETLE Ditlantas Polda Kepulauan Riau terdapat seorang pelanggar WNA Singapura yang tertangkap kamera penindakan ETLE yang tidak menggunakan sabuk keselamatan,” ujarnya, Kamis (23/11/2022).

Baca Juga: Polresta Barelang Kembali Buka Layanan Vaksinasi, Warga Bisa Datangi Polsek Terdekat

Ia menerangkan, pelanggar WNA tersebut mendatangi Posko Gakkum ETLE Ditlantas Polda Kepri untuk mengkonfirmasi surat tilang yang dikirimkan oleh petugas ETLE kepadanya.

Petugas Front Office pun mengarahkan pelanggar untuk membayar denda titipan tilang setelah diterbitkan nomor Briva oleh Petugas Posko. Kemudian pelanggar tersebut membayar denda titipan tilang ke petugas BRI yang sudah disiapkan di posko ETLE Ditlantas Polda Kepri.

“WNA yang melakukan pelanggaran lalulintas dan terekam oleh kamera ETLE, maka identitas WNA tersebut akan diteruskan datanya kepada Imigrasi untuk segara ditindaklanjuti guna melakukan pencegahan keluar dari Indonesia khususnya Batam, dan diharuskan untuk melakukan penyelesaian denda pelanggaran lalu lintas ,” terangnya.

Baca Juga: Sudah 70 Hari Anak Gagal Ginjal Akut Dirawat di RSBP Batam

Inovasi ini tentunya merupakan salah satu wujud nyata upaya Polda Kepri bersama Stakeholder terkait lainnya dalam menjaga marwah Negara Indonesia di mata dunia Internasional.

“Kami memohon dukungan dan doa restu dari seluruh pihak terkait dan juga masyarakat Kepri untuk dapat bersama-sama mewujudkan Polantas yang presisi, “sebutnya.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Kepri, Kompol Sarbini, mengatakan, guna menegakkan tertib lalu lintas, saat ini petugas Satlantas dibekali dengan teknologi handphone untuk memotret para pelanggar yang terpantau.

Baca Juga: BP Batam Surati 580 Pemilik Lahan Tidur, Tidak Dibangun Bakal Langsung Diambil Alih

“Dimana akan langsung terdeteksi atau terkonfirmasi ke data base ETLE Ditlantas Polda Kepri, dalam arti tidak bisa menggunakan handphone atau smartphone biasa, ” ujarnya.

Petugas dalam ini bekerja secara mobile di Kota Batam maupun wilayah Kepri , hal ini bertujuan agar kesadaran tertib lalu lintas tetap terjaga.

Baca Juga: Perusahaan Galangan Kapal Batam Butuh 5 Ribu Tukang Las

Lebih lanjut, pelanggaran ETLE sejauh ini masih di dominasi bagi pengendara roda dua yang tidak mengenakkan helm serta untuk roda empat tidak mengenakan sabuk pengaman.

“Lokasi yang kerap kali terjadi pelanggaran KDA,Batamcenter lalu di daerah Batamindo,Mukakuning paling banyak terjadinya pelanggara,” tutupnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Disnaker Kepri Siap Bantu Industri Galangan Kapal di Batam untuk Penuhi Tenaga Kerja Terampil Welding

0
Mangara Simarmata

batampos- Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri, Mangara Simarmata merespon pernyataan Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo). Mengenai kekurangan tenaga kerja terampil.

“Jika memang mereka (Iperindo) membutuhkan banya tenaga kerja terampil, kita siap membantu,” ujar Mangara Simarmata, Rabu (23/11/2022) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, Pemprov Kepri melalui Balai Tenaga Kerja (BLK) di Tanjungpinang siap untuk melatih tenaga kerja yang diperlukan. Apakah itu bidang pengelasan, fiter maupun helper.

“Karena banyak pencari kerja yang mendapatkan pelatihan di BLK Tanjungpinang,” jelasnya.

BACA JUGA: LPK Bintan Cakrawala Kembali Siapkan 140 Tenaga Welder Profesional dan Siap Kerja

Disebutkannya, BLK Tanjungpinang, saat ini memiliki fasilita 20 unit infrastruktur welding untuk pelatihan welder atau las. Harapannya, dengan banyaknya lapangan kerja tersebut, akan menekan angka pengangguran di Provinsi Kepri.

“Kita punya 20 alat untuk pelatihan welder. Artinya, kita siap untuk membantu pengusaha galangan kapal memenuhi tenaga kerja yang dibutuhkan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, mendorong pihak Perindo untuk berkoordinasi dengan Pemerintah melalui Disnaker. Sehingga bisa dicari solusi untuk kebutuhan tenaga kerja tersebut.

“Pemerintah punya BLK, tentu harus dimanfaatkan. Tinggal mereka (Perindo) menyampaikan keterampilan apa yang diperlukan. Karena BLK juga punya instruktur welding dan sebagainya,” ujar politisi PKS Provinsi Kepri tersebut.

Sebelumnya, Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri menyebutkan perusahaan galangan kapal di Batam kekurangan tenaga kerja di bidang pengelasan atau welding.

Karena Iperindo yang memiliki 30-an anggota membutuhkan sekitar 5.000 tenaga welding yang sesuai.Saat ini, galangan kapal Batam kekurangan tenaga welding.

“Tukang las mungkin sudah banyak yang pindah ke luar Batam atau pulang kampung saat Covid-19 beberapa waktu lalu. Kami kewalahan sekarang cari tukang las yang sesuai,” ujar Ketua DPC Iperindo Kepri Ali Ulai, Sabtu (19/11) lalu. (*)

reporter: jailani