Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6632

Muhammadiyah Serukan Pesan Perdamaian Dunia

0
PERKUAT SILATURAHMI: Dari kiri, Laurent Basanese, Bambang Soesatyo, Din Syamsuddin, dan Syekh Abbas Shuman saat pembukaan WPF di Solo, Jawa Tengah, kemarin (17/11). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

batampos – Perdamaian dunia menjadi pesan yang diserukan Muhammadiyah menjelang muktamar ke-8 di Solo pada 18–20 November mendatang. Ormas Islam modern itu menawarkan wasathiyah Islam atau Islam tengahan sebagai solusi mewujudkan perdamaian global.

Pesan perdamaian dunia itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam acara World Peace Forum (WPF) ke-8 yang digelar di Hotel Sunan Surakarta kemarin (17/11). Haedar hadir secara daring karena masih ada kegiatan yang bersamaan di Jogjakarta.

Event internasional itu dibuka secara resmi oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Ketua WPF dan Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations M. Din Syamsuddin. Hadir delegasi dari berbagai agama dan negara. Di antaranya, Penasihat Dewan Fatwa Al-Azhar Mesir Syaikh Abbas Suman dan Dicastery for Interreligious Dialogue Vatican Rev. Laurent Basanese SJ.

Ada pula Emeritus Professor of Indonesian Politics at The Australian National University Greg Fealy, President-Moderator of Asian Conference of Religions for Peace Desmond Cahill, Former Grand Mufti of Bosnia and Herzegovina Mustafa Ceric, serta Dean of Faculty of Islamic Sciences of Al-Azhar University Egypt Nahla Shabri Shu’aidi. Sebanyak 70 peserta lintas agama dari 20 negara ikut berdiskusi dan mencari solusi dalam acara yang mengangkat tema Human Fraternity and the Middle Path for Peaceful, Just and Prosperous World itu.

Haedar Nashir menyampaikan, WPF adalah forum penting untuk meluaskan gaung pesan-pesan Islam di level global yang diharapkan membawa pada jalan Islam tengahan atau wasatiyat al-Islam. ’’Kami berkomitmen agar pesan wasathiyah Islam tidak hanya berhenti pada deklarasi, tapi bisa direalisasikan dalam hidup sebenarnya penduduk muslim dan warga dunia,’’ terangnya kemarin.

Apalagi, lanjut dia, tantangan dunia hari ini begitu kompleks. Saling curiga tumbuh subur seiring dengan maraknya ujaran kebencian, konflik dan perang, kekerasan pada anak dan perempuan, ekstremisme, kemiskinan, hingga diskriminasi dalam lingkup domestik, regional, dan global.

Guru besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu berharap WPF dapat melahirkan rekomendasi bagi dunia yang damai, adil, dan makmur, disertai persaudaraan laki-laki dan perempuan dengan penuh penghargaan.

Haedar mengatakan, WPF tersinkronisasi dengan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah. Sebab, tema yang diangkat senada dengan tema muktamar, yaitu Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta. Dia pun mengundang para tokoh dan peserta WPF untuk hadir dalam pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah pada 19 November.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, di tengah berbagai persoalan global, WPF menawarkan gagasan menarik untuk menjadikan persaudaraan insani dan jalan tengah sebagai fondasi dan titik tumpu. Tema itu sejalan dengan dokumen Human Fraternity for World Peace and Living Together yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmed el-Tayeb pada 4 Februari 2019.

Menurut dia, dokumen itu mengedepankan pendekatan transendental untuk membangun semangat persahabatan dan persaudaraan umat manusia. ’’Dokumen tersebut juga dapat dimaknai sebagai kritik atas realitas global yang belum sepenuhnya sepadan dengan besarnya upaya mewujudkan kehidupan dunia yang damai, adil, dan sejahtera,’’ tutur Bamsoet, sapaannya.

WPF ke-8 akan melahirkan Surakarta message. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, Surakarta message bisa dimaknai sebagai pesan bersama tentang persaudaraan dan perdamaian yang dibuat tokoh lintas agama dari negara-negara di dunia. Human fraternity atau persaudaraan manusia merupakan tema besar tingkat global yang digerakkan banyak masyarakat dunia. ’’Kami akan berusaha melanjutkan upaya-upaya yang telah menjadi perhatian besar dunia ini,’’ kata Abdul Mu’ti yang juga hadir dalam forum tersebut.

Sementara itu, para peserta muktamar mulai berdatangan kemarin. Ketua Panitia Penyambutan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Sofyan Anif mengatakan, para peserta muktamar sudah mulai masuk Solo. ’’Ada ratusan bus yang datang. Mereka menyebar di beberapa lokasi,’’ jelasnya saat ditemui di sela-sela acara WPF kemarin.

Banyak tempat yang disiapkan bagi mereka. Di antaranya, Stadion Manahan, kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), gedung sekolah Muhammadiyah, dan fasilitas amal usaha lainnya. Beberapa yayasan pendidikan non-Islam juga menyiapkan tempat penginapan bagi muktamirin.

Sofyan yang juga menjabat rektor UMS mengatakan, sekitar 3 juta orang akan hadir dalam muktamar yang sempat tertunda dua tahun karena pandemi Covid-19 itu. Dia menegaskan, persiapan muktamar sudah 100 persen. ’’Kami siap menyambut muktamirin,’’ ungkapnya.

Sebanyak 10 ribu relawan juga dikerahkan untuk menyukseskan muktamar. Mereka akan membantu melayani para peserta yang datang. Selain itu, panitia menerjunkan 1.200 petugas keamanan. Dari kepolisian, ada 2.500 petugas yang dilibatkan.

Selain dari dapur umum Muhammadiyah, masyarakat Solo dapat ikut berkontribusi menyumbangkan makanan bagi muktamirin. Koordinator dapur umum Muhammadiyah Mursito mengatakan, pihaknya membuka sistem sego pethuk bagi masyarakat yang ingin berbagi. ”Jadi, nanti masyarakat yang mau menyumbang makanan bisa diberikan melalui ranting-cabang Muhammadiyah di setiap kawasan. Sumbangan tersebut juga sebagai bukti syiar agama untuk saling membantu dan bersedekah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (17/11).

Meskipun berasal dari sumbangan masyarakat, Mursito menjelaskan bahwa makanan tersebut akan tetap melalui uji kelayakan dan kesehatan oleh tim medis. Labeling tetap dilakukan untuk memudahkan pelacakan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (*)


Reporter : JP GROUP

Wujudkan Rencana Bersama Pegadaian

0

batampos – PT Pegadaian melalui Kolaborasi Media Pegadaian Ajang Keakraban (Kompak) mengadakan sesi sharing mewujudkan rencana bersama pegadaian bersama tim jurnalis mitra di ruang pertemuan KTM Ressort, Sekupang, Jumat (18/11/2022) pagi ini.

Suasana sharing session Wujudkan rencana bersama Pegadaian di acara Gathering Kompak PT Pegadaian Wilayah II Pekanbaru di Sekupang, Jumat (18/11/2022). F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

Sesi sharing ini dipimpin langsung Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Maryono dan Deputi Bisnis Area Batam, Mushonif.

Maryono menyebutkan, Pegadaian berdiri sejak 1901 lalu dan terkini telah memiliki 19,7 juta nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“ Saat ini kami sudah memiliki 4.086 otlet, 27.646 mitra agen dan sekitar 637 unit kerja bersama BRI dan PNM,” ujar Maryono di hadapan para peserta gathering.

Menjawab perkembangan masa kini, Pegadaian juga melebur diri dengan teknologi. Saat ini mereka juga sudah mengembangkan layanan Pegadaian Digital yang mampu menjangkau nasabah lebih luas.

“Saat ini, Pegadaian Digital sudah diunggah sekitar 5.508.707 user,” jelas Maryono.

Dari aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) ini, nasabah bisa menjangkau seluruh program dan promosi dari berbagai produk Pegadaian, mulai dari produk gadai emas, aplikasi pembiayaan KUR, hingga layanan agen, dan lainnya.

“Untuk transaksi digital sudah mencapai 5,1 miliar dan sudah bekerjasama dengan market place besar,” ujar Maryono. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Omset Dessy hingga Rp 500 Juta, Bisnis Untung jadi Agen Pegadaian

0

batampos – Perempuan itu tengah duduk di depan tokonya. Mengenakan kaus hitam, dia tengah berbincang dengan konsumennya. Dialah Dessy, salah satu agen terbaik PT Pegadaian Area Batam di kawasan Tanjungbuntung, Bengkong. Omsetnya sebagai agen kini menyentuh angka Rp 500 juta per bulan.

Kepala Logistik Ngadiman Dan Kabag Humas Dan Protokol PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru memberi bingkisan kepada Agen Pegadaian area Batam di Bengkong, Dessy (tengah) saat media Gathering hari pertama, Kamis (17/11/2022). F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos

“ Ini bisnis yang menguntungkan. Agen Pegadaian ini risikonya kecil, yang penting kita mau bekerja dan mengerti menjelaskan produk Pegadaian ke pelanggan kita di sini,” ujar Dessy saat dikunjungi di rukonya di Perumahan Taman Pesona Mantang, RT 04/RW Nomor 15, Tanjungbuntung, Bengkong.

BACA JUGA:

Jalin Kedekatan, PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Gathering di Batam

Pemilik kode agen 6077619001 ini mendapat kunjungan dari tim Media Gathering PT Pegadaian Kanwil II Kepri karena ia dianggap sebagai salah satu agen mitra Pegadaian terbaik di Batam.

Dessy, dalam sehari-harinya membuka bisnis fotocopy, warung, dan juga jualan pulsa di rumahnya, karena rumahnya sangat strategis di kawasan pemukiman padat penduduk, dan berseberangan langsung dengan sekolah negeri.

Rukonya itu, kini terbagi dua ruangan. Satu ruangan lagi ia khususkan sebagai kantor agen Pegadaian. Belum rampung. Cuma, di sana, ia melayani produk Pegadaian, seperti Pembiayaan gadai dan mikro, emas, dan aneka jasa pembiayaan.

“Sebagian besar warga di sini atau dari luar bertransaksi di sini. Daripada pergi ke kantor Pegadaian langsung, kita agen datang lebih dekat kepada warga,” ujar Dessy.

Dessy bergabung menjadi agen sejak 2017 lalu. Omsetnya dalam satu bulan bisa mencapai Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. “Kalau paling tinggi omset bisa hingga Rp 500 juta,” jelas Dessy.

Dia menyebutkan, transaksi paling banyak di sana adalah gadai emas. “Sekitar 60 persen gadai emas. Sebanyak 30 persen pengajuan KUR, dan sisanya pembiayan-pembiayaan lainnya,” ungkap Dessy.

Mengapa memilih jadi agen Pegadaian? “Karena nama besar PT Pegadaian. Tinggal pasang plakat agen pegadaian di depan toko, kita informatif memberi keterangan ke masyarakat, sudah mereka datang ke sini. Sudah enak bisnis ini, tinggal ikut jalur pegadaian,” ungkapnya tertawa.

Dessy menyebutkan, hadirnya Pegadaian ini, warga Bengkong merasa terbantu dengan adanya agen seperti dirinya.

“Saya sangat disupport sama Pegadaian. Bantuannya luar biasa,” jelas Dessy.

Dalam melayani masyarakat melalui agen, Pegadaian memberikan persyaratan sangat mudah. “ Cukup KTP. Register, kami dampingi langsung untuk persetujuan ke Pegadaian. Apa pun layanannya,” ungkapnya.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Batam, Mushonif menyebutkan, agen merupakan perpanjangan tangan mereka dalam menjangkau nasabah tanpa terikat waktu. “Agen itu terbagi beberapa jenis. Ada agen pemasar, ada agen pembayaran, dan agen pembiayaan lain. Banyak yang tertarik untuk agen ini yang penting mau diajari, dibranding lewat pelatihan dan edukasi terkait produk-produk Pegadaian,” ungkap Mushonif di sela-sela gala dinner, tadi malam.

Area Batam mencatat, saat ini ada 1200 agen Pegadaian di Kepri. “Ada 600 yang aktif termasuk ibu Dessy ini,” ujar Mushonif.

Saat ini, ada 98 otlet agen Pegadaian di Batam. “Bagi nasabah yang tak sempat ke kantor gadai, atau sudah di luar jadwal kerja, bisa langsung mengunjungi agen pegadaian,” tutup Mushonif.

Kunjungan ke agen Dessy ini, tim jurnalis tiga kota dari Batam, Padang, dan Pekanbaru ini didampingi langsung Kabag Humas dan Protokol Muthia Dharma dan Kepala Departemen Logistik PT Pegadaian Wilayah II Pekanbaru, Ngadiman.

Media Gathering ini, mengangkat thema Kompak atau Kolaborasi Media Pegadaian Ajang Keakraban yang dilaksanakan hingga Jumat (18/11/2022) hari ini. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Cerminan Kearifan Universal dalam Folklor Populer

0

 

Dr. Cut Novita Srikandi, M. Hum.

KRISIS moralitas telah menjadi masalah pelik yang dihadapi umat manusia dari waktu ke waktu. Salah satu pemicunya disinyalir karena kurangnya pendidikan moral pada generasi bangsa dewasa ini.

Pendidikan moral dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui karya sastra.

Pada pertengahan abad ke-12 di Amerika, karya sastra yang bertemakan moralitas sering dijumpai. Karya sastra pada saat itu merupakan salah satu media untuk menggiring pembaca pada pesan moral yang berisikan norma yang berlaku di mayarakat.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Horatius, pemikir Romawi dalam istilah dulce et utile, bahwa karya sastra berfungsi ganda, yakni menghibur sekaligus bermanfaat bagi pembacanya.

Kearifan lokal sebagai cerminan budaya masyarakat setempat dapat digali melalui cerita rakyat yang berkembang di sebuah daerah. Cerita rakyat merupakan gambaran otentik masyarakat yang mencerminkan perilaku dan budaya setempat.

Namun, membaca cerita rakyat bukan berarti mengedepankan primordialisme, melainkan justru menghargai kebinekaan bangsa dengan berbagai karakter budaya masyarakatnya. Cerita rakyat juga merupakan refleksi pemahaman sebuah masyarakat terhadap masyarakat lainnya.

Nilai yang terkandung dalam sebuah cerita rakyat juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menyelesaikan masalah. Selain itu, cerita rakyat juga merupakan sarana yang efektif untuk pendidikan moral kepada generasi bangsa.

Salah satu jenis dari cerita yang berkembang secara universal adalah folklor.
Istilah folklor berasal dari kata bahasa Inggris folklore, yang pertama kali dikemukakan oleh William Thomas (1846) dalam sebuah tulisan yang diterbitkan oleh London Journal.

Folklor meliputi cerita rakyat, legenda, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya atau kelompok.

Dalam cerita rakyat, waktu dan tempat tidak spesifik. Pelaku-pelakunya adalah manusia yang mengandung kisah supernatural meskipun kejadiannya dianggap benar-benar terjadi. Biasanya latar pada cerita rakyat dikaitkan dengan sejarah dan asal mula suatu tempat atau situs bersejarah.

Sebagai bagian dari folklor, cerita rakyat menyimpan banyak filosofi, seperti nilai, norma, dan perilaku masyarakat. Cerita rakyat juga mengandung nilai luhur bangsa, terutama nilai-nilai budi pekerti dan ajaran moral.

Cerita rakyat, khususnya yang lisan, lahir dari masyarakat tradisional yang masih memegang teguh tradisi lisannya. Cerita ini bersifat anonim sehingga sulit untuk diketahui sumber aslinya serta tidak memiliki bentuk yang tetap.
Ragam cerita ini sebagian besar dimiliki oleh masyarakat tertentu yang digunakan sebagai alat untuk menggalang rasa kesetiakawanan dan alat untuk memperkuat nilai-nilai sosial budaya yang ada dan berlaku dalam masyarakat tersebut.

Berkaca dari pemahaman di atas maka kearifan lokal seharusnya tidak dapat dilepaskan dari terminologi kebudayaan. Kebudayaan merupakan konsep yang sangat luas dan kompleks sehingga dapat diinterpretasikan secara beragam.
Sementara itu, kearifan lokal dapat dipahami sebagai kompleksitas kebudayaan. Cerita rakyat sebagai bagian dari folklor dapat dikatakan menyimpan sejumlah informasi sistem budaya, seperti filosofi, nilai, norma, dan perilaku masyarakat.

Dalam cerita rakyat juga tersirat kearifan lokal yang terkandung di balik isi cerita.

Pada umumnya, etika dan nilai moral terkandung dalam kearifan lokal yang diajarkan turun-temurun: diwariskan dari generasi ke generasi. Beragam nilai moral terkandung dalam setiap bentuk kearifan lokal di seluruh dunia.

Namun, yang perlu dicatat bahwa banyak sekali persamaan narasi, khususnya dalam folklor yang berkembang di masyarakat seluruh dunia. Oleh karena itu, dalam tulisan ini kearifan tidak lagi dipandang dalam tataran lokal melainkan lebih bersifat universal sehingga penulis memunculkan istilah ‘kearifan universal’.

Beberapa cerita rakyat di beberapa kebudayaan di dunia telah menunjukkan kesamaan nilai kearifan, disamping memiliki kesamaan lain, seperti narasi dan tema.

Dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih dan Cinderella adalah dua folklor dari dua kebudayaan yang berbeda. Bawang Merah dan Bawang Putih merupakan dongeng populer Indonesia yang berasal dari Riau, sedangkan Cinderella berasal dari China muncul pada tahun 860 M yang berkembang di Eropa pada tahun 1634.

Baik Bawang Merah dan Bawang Putih maupun Cinderella, keduanya mempunyai kesamaan tema cerita. Narasi kedua dongeng itu menggambarkan seorang anak perempuan yang diperlakukan secara semena-mena oleh ibu dan kakak tirinya.

Hanya saja, terdapat perbedaan terkait aspek supranatural yang berkembang di masyarakat. Cinderella berkembang di Eropa menggambarkan dunia supranatural melalui sosok makhluk gaib berwujud peri (angel) yang senantiasa membantu oran-orang baik, tetapi selalu tertindas dan disakiti.

Sementara itu, Bawang Merah dan Bawang Putih merefleksikan kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan supranatural melalui penggambaran sosok manusia sakti yang senantiasa membantu orang-orang baik, tetapi tertidas dan tersakiti. Sosok sakti ini murni manusia, bukan makhluk gaib, seperti pada dongeng Cinderella yang memercayai peri.

Kedua dongeng tersebut mempunyai pesan moral yang sama, yaitu adanya reward dan punishment. Seseorang yang berperilaku baik akan mendapat balasan yang baik, sedangkan seseorang yang berperilaku buruk akan mendapat balasan yang buruk juga.

Akhir cerita kedua folklor menunjukkan happy ending. Cinderella hidup di istana bersama pangeran, Ibu dan kakak tirinya tetap hidup di desa. Bawang Putih hidup bahagia karena sudah tidak ada lagi yang menyiksanya, sedangkan ibu tiri dan Bawang Merah mati karena digigit binatang akibat keserakahannya dan keculasannya.

Folklor Si Pitung dan Robin Hood termasuk ke dalam genre legenda yang memiliki kearifan universal. Kedua cerita ini memiliki kesamaan tema, yaitu kepahlawanan.

Kedua cerita ini menggambarkan tokoh utama yang merupakan laki-laki yang dianggap pahlawan akar rumput oleh masyarakat kelas bawah. Kedua tokoh, yaitu Pitung dan Robin Hood, melawan ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat dengan cara merampok dan merampas barang-barang berharga dari orang kaya atau bangsawan untuk dibagikan kepada rakyat miskin. Dengan demikian, keduanya dianggap pahlawan oleh masyarakat kelas bawah, tetapi dianggap buronan oleh pemerintah.

Folklor lainnya yang memiliki kearifan universal dapat dilihat dalam Sang Kuriang yang berasal dari Priangan dan Oedipus yang berasal dari Yunani Kuno.
Tema utama dalam cerita ini adalah seorang pemuda yang jatuh cinta kepada ibu biologisnya. Kesamaan latar belakang kehidupannya ialah religiusitas.
Oedipus dan Sang Kuriang berhasil membangun kisah yang sebelumnya telah ada dalam masyarakat.

Dengan perspektif kesufiannya, Sang Kuriang dan Oedipus berhasil melukiskan wilayah kejiwaan yang berhubungan dengan kompleksitas emosi manusia ketika dihadapkan pada ‘pernikahan terlarang’, cahaya yang dibawa oleh hati yang sedang jatuh cinta, gairah dari rasa kasih sayang, duka akibat perpisahan, kepedihan akibat kesangsian dan kecemburuan, pahitnya cinta yang dikhianati, dan kesedihan yang ditimbulkan oleh kehilangan.

Simpulan dari uraian di atas, kebudayaan bisa saja berbeda dan tidak memiliki keterkaitan satu sama lain. Hal ini menunjukkan bahwa setiap zaman memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan dan menafsirkan masalah yang sangat hakiki dalam hidup manusia.

Lebih jauh, tradisi lisan yang beredar di setiap negara itu ditafsirkan oleh bangsa lain sehingga muncul cerita yang serupa antarnegara. Seperti halnya masing-masing ketiga folklor dalam kesusastraan Indonesia dan Eropa mengandung sebagian kesamaan baik pada unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik.

Kesamaan ditunjukkan oleh masing-masing ketiga folklore: Bawang Merah dan Bawang Putih dan Cinderella; Si Pitung dan Robinhood; dan Sang Kuriang dan Oedipus yang berasal dari negara yang berbeda mencerminkan kearifan universal terkait nilai moral.

Dengan kata lain, pesan moral yang menjadi kearifan lokal dari folklor dalam kesusastraan Indonesia dapat pula dijumpai di folklor dalam kesusastraan Eropa sehingga membentuk atau mewujudkan kearifan yang bersifat universal. (*)

Oleh: Dr. Cut Novita Srikandi, M. Hum.
Doktor bidang Ilmu Susastra UI yang kini menjadi dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Harapan Pemprov Kepri Kandas, PLBN Serasan, Natuna Dikelola BNPP

0
PLBN Serasan, Natuna akan dikelola langsung oleh BNPP.

batampos-Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepri, Fasri Bachmid mengatakan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan, Natuna sudah rampung. Sehingga bisa segera difungsikan

“Pembangunan PLBN Serasan, Natuna sudah tuntas beberapa bulan yang lalu. Proses selanjutnya adalah persiapan operasional,” ujar Kepala BPPW Kepri, Fasri Bachmid, Kamis (17/11) di Tanjungpinang.

Menurutnya, PLBN Serasan akan dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Karena BNPP adalah lembaga yang bertugas untuk menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan.

“Selain itu, BNPP juga menetapkan rencana kebutuhan anggaran, mengoordinasikan pelaksanaan dan melaksanakan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan batas wilayah negara,” jelasnya.

BACA JUGA: Gubernur Kepri Dorong PLBN Natuna jadi Pintu Masuk Wisman

Lebih lanjut katanya, pihaknya diplot untuk memonitor kesiapan pengoperasian PLBN Serasan. Dalam hal ini, sudah dilakukan pertemuan di Kantor Bupati Natuna, Selasa (15/11) lalu.

“Infrastruktur yang dibangun tentunya diharapkan dapat difungsikan sesuai dengan rencana. Karena memang PLBN Serasan adalah 1 diantara 11 PLBN yang dibangun Pemerintah,” tutupnya.

Belum lama ini, Kepla Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri, Doli Boniara mengatakan, Pemprov Kepri tertarik untuk mengelola PLBN Serasan. Menurutnya, infrastruktur strategis ini yang bisa menjadi lintasan perbatasan.

“Karena dibangun di Provinsi Kepri, tentu ada harapan terlibatnya Pemprov Kepri dalam pengelolaan infrastruktur itu nanti,” ujar Doli Boniara.

Dijelaskannya, salah satu tujuan pembangunan PLBN adalah untuk mengatur lalu lintas orang dan barang. Outputnya adalah pada peningkatan ekonomi daerah.

Seperti diketahui, Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Natuna di Serasan sempat molor dari target. Sampai akhir Januari lalu, proyek strategis nasional senilai Rp145 miliar tersebut progresnya masih 73 persen.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kemen PUPR) menargetkan pembangunan selesai pada Februari 2022 lalu.

Kemudian, dalam laporan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepri sebagai Satuan Kerja (Satker) Kemen PUPR ke Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, pembangunan baru akan tuntas 100 persen pada Mei 2022.

Namun dalam perjalannya, pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Natuna itu baru rampung pada Agustus 2022 lalu.

Pada awal pembangunan PLBN Serasan diplot dengan anggaran Rp133 miiar. Namun infrastruktur yang dibangun sejak 2020 tersebut membutuhkan anggaran sampai Rp145 miliar. (*)

reporter: jailani

 

 

Jalin Kedekatan, PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Gathering di Batam

0

batampos– PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru mengadakan gathering di Batam. Kegiatan ini bertujuan menjalin kedekatan dengan partner media dari tiga wilayah tugas, Pekanbaru, Batam, dan juga Padang.

Suasana keakraban gathering PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru do KTM Resort, Sekupang, Kamis (17/11/2022). F Tim publikasi Pegadaian.

“Pegadaian hadir menjadi mitra masyarakat. Dan media adalah jembatan kami dalam menyampaikan informasi. Gathering ini kami adakan untuk menjalin kedekatan, menjaga hubungan baik seperti selama ini makin kompak dengan media,” ujar Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Maryono saat gala dinner di kawasan KTM Resort, Sekupang, Kamis (17/11/2022).

Hari pertama diadakan dengan kumpul bersama jurnalis dan tim Pegadaian di kantor pusat Mega Legenda, kunjungan ke agen terbaik Dessy di Tanjungbuntung, makan siang bersama di rumah makan mitra Pegadaian di kawasan Pulau Rempang, serta permainan Outbond di Sekupang.

“Kegiatan gathering ini kami laksanakan sekali dua tahun. Ini, Batam untuk pertama kali kami adakn. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi dan kekompakan dengan media,” ujar Kabag Humas dan Protokoler Kanwil II Pekanbaru yang juga bertugas menjadi Ketua Panitia Gathering PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Muthia Dharma.

Gathering ini diadakan selama dua hari berturut-turut sampai Jumat (18/11/2022). (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak

Karyawan Tempat Makan Diduga Lakukan Tindak Asusila Kepada Anak Pelanggannya

0
ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan

batampos – RA, karyawan tempat makan di salah satu pusat perbelanjaan di wilayah Lubukbaja, diadili atas kasus asusila. Pria berusia 21 tahun ini diduga telah menyodomi anak dari pelanggan yang kerap makan di restoran tempatnya bekerja.

Berawal saat ibu korban membawa dua anaknya untuk pergi ke salon. Sesampai di salon, sang ibu melakukan creambath, sedangkan anaknya yang merupakan korban dalam kasus ini, ingin ke toilet.

Merasa toilet tak jauh dari salon, sang ibu mengizinkan anaknya ke toilet seorang diri karena sudah kebelet ingin buang air besar. Di toilet, ternyata korban bertemu dengan RA yang sudah ia kenal karena sering bertemu di tempat makan.

Baca Juga: Dua Terdakwa Dugaan Korupsi SMKN 1 Batam Minta Dibebaskan

Bukannya menolong sang anak, Restu diduga membujuknya untuk masuk salah satu toilet. Di sana, ia pun menyodomi sang anak. Puas melampiaskan nafsunya, RA kemudian memberi korban koin untuk bermain game.

Korban kemudian kembali ke salon tempat ibunya. Namun, sang ibu curiga karena anaknya membawa koin mainan. Korban pun bercerita bahwa koin itu didapat dari Restu.

Korban menceritakan kejadian yang ia alami di toilet. Tak terima anaknya jadi korban pelecehan, sang ibu melaporkan RA ke polisi. Kemarin, RA duduk sebagai terdakwa perkara pencabulan anak di Pengadilan Negeri Batam.

Agenda sidang adalah mendengar keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi korban yang masih berusia 7 tahun. Proses persidangan tersebut berlangsung tertutup.

Baca Juga: Warga Nongsa Keluhkan Truk Tanpa Penutup, Jalan Baru Jadi Kotor

Christopher, kuasa hukum terdakwa yang ditunjuk oleh majelis hakim, mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi ada yang dibenarkan dan dibantah oleh terdakwa. Termasuk keterangan saksi korban anak yang mengaku disodomi serta ditendang.

”Terdakwa membantah menyodomi dan menendang korban. Menurutnya, saat itu ia hanya menyeboki sang anak usai buang air besar,” ujar Christopher usai sidang.

Baca Juga: Gubernur Kepri Bilang Begini Terkait PMI Ilegal

Begitu juga dengan pemberiaan koin, dibantah oleh terdakwa. Sedangkan keterangan dari ibu korban mengatakan, ia curiga karena celana anaknya terpasang rapi.

Padahal biasanya, sang anak selalu memakai celana asal-asalan setiap dari kamar mandi.

”Sidang ditunda minggu depan, agendanya mendengar keterangan ahli,” sebut Christopher.

Reporter: Yashinta

Kuota Beasiswa Doktor PMDSU Ditambah

0
Ilustrasi beasiswa. Kuota beasiswa Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dilipatgandakan pada tahun depan. (Istimewa)

batampos – Tahun depan, kuota beasiswa Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) dilipatgandakan. Upaya ini dilakukan guna mengejar target lulusan doktoral yang belum tercapai.

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Tjitjik Srie Tjahjandarie mengatakan, akselerasi pertumbuhan jumlah sumber daya manusia (SDM) pendidikan tinggi bergelar doktor merupakan salah satu kunci meningkatkan daya saing bangsa melalui inovasi. Di mana saat ini, jumlah SDM bergelar doktor baru mencapai 16 persen. Sementara berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2024, jumlah SDM bergelar doktor ditargetkan bisa menyentuh angka 20 persen.

Guna mengejar kekurangan tersebut, Direktorat Sumber Daya Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek meluncurkan program PMDSU. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarajat untuk memperoleh beasiswa studi lanjut pada jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) dalam waktu empat tahun saja.

“Karena apabila melalui program doktor reguler, kita perlu waktu minimal tujuh tahun. Namun dengan adanya program PMDSU ini diharapkan kita dapat mencetak doktor dalam waktu empat tahun,” ujarnya, Kamis (17/11).

Kabar baiknya, Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek Mohammad Sofwan Effendi memastikan, tahun depan alokasi beasiswa PMDSU naik dua kali lipat dari saat ini. Yakni, sebanyak 300 penerima.

“Hal ini tentu perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, agar Indonesia memiliki SDM mumpuni yang siap berkontribusi di berbagai bidang pembangunan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, program PMDSU sudah memasuki batch VI dengan total 1.008 penerima beasiswa. PMDSU juga telah berhasil mencetak doktor muda yang saat ini sudah berkarier di berbagai institusi, baik sebagai dosen maupun peneliti.

Plt. Dirjen Dikti Riset Nizam menambahkan, keberadaan doktor di sebuah negara sangat lah penting. Karena, mampu memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menghasilkan inovasi. “Inovasi inilah yang akan membuat Indonesia keluar dari middle trap income,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan daya saing bangsa tidak terlepas dari peningkatan daya saing perguruan tingginya. Oleh sebab itu, untuk mencapai perguruan tinggi berkelas dunia, dibutuhkan dosen dan peneliti yang produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Ia pun mengapresiasi capaian publikasi ilmiah mahasiswa PMDSU yang mencapai 1.921 publikasi internasional. Capaian ini tidak lepas dari peran promotor yang membimbing dalam melakukan penelitian.

“Kita sudah mampu mengejar kuantitas, sekarang tugas mahasiswa PMDSU untuk tetap produktif meningkatkan kualitas,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi SMKN 1 Batam Minta Dibebaskan

0
smkn 1
Penahanan tersangka kasus dugaan korupsi dana BOS di SMK Negeri 1 Batam olej Kejari Batam. Foto: Istimewa

batampos – Sidang dugaan korupsi penyalahgunaan dana BOS dan Komite tahun 2107-2019 SMKN 1 Batam kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (17/11/2022). Kedua terdakwa yakni Mantan Kepala SMKN 1 Batam, LLS dan Bendahara Dana Bos SMKN 1 tahun 2017-2019, WD, mengikuti persidangan secara virtual dari Rutan Tanjungpinang.

Agenda sidang, yakni esepsi terdakwa yang dibacakan kuasa hukumnya di depan majelis hakim. Dalam esepsi tersebut, kuasa hukum terdakwa meminta agar majelis hakim membatalkan semua dakwaan jaksa.

Salah satu alasannya, karena dakwaan jaksa dinilai tidak cermat dan tidak lengkap. Tak hanya itu, kuasa hukum terdakwa juga meminta majelis hakim membebaskan LLS dan WD dari segala dakwaan dakwaan, serta membersihkan nama baik kedua terdakwa, atas dakwaan jaksa.

Baca Juga: Residivis Curi 3 Unit Motor Dealer di Bengkong

“Esepsi dari kuasa terdakwa menilai dakwaan kami tak lengkap serta tak cermat. Padahal sudah jelas, dalam dakwaan itu sudah dirinci satu persatu apa yang menjadi penyebab kerugiaan negara,” ujar Kasi Pidsus Kejari Batam, Aji Sastrio Prakoso.

Atas esepsi itu, lanjut Aji, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan memberi tanggapan, yang telah dijadwalkan pada minggu depan. Untuk isi tanggapan esepsi, akan dibacakan pada saat proses persidangan nanti.

“Kami akan beri tanggapan minggu depan. Intinya esepsi yang mereka sampaikan sudah masuk pokok perkara,” terang Aji.

Baca Juga: 10 Hotel di Batam Buka Lowongan Kerja

Sidang sebelumnya, JPU Dedi Simatupang menjelaskan, dugaan korupsi yang dilakukan kedua terdakwa terjadi dalam kurun waktu 2017-2019.

Modus yang diduga digunakan dalam menyalahgunakan dana Bos dan Komite yakni dengan melakukan markup, laporan fiktif, meminta fee dan lainnya. Dalam dakwaan juga dijelaskan 8 poin bagaimana dana bos dan komite itu diduga dikorupsi oleh kedua terdakwa.

Karena itu, tindakan melawan hukum yang dilakukan terdakwa secara bersama-sama dalam pengelolaan anggaran SMKN 1 Batam tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 berupa dana BOS dan dana Komite telah menyebakan kerugian keuangann negara Rp. 468.974.117. Tujuannya yakni memperkaya pribadi kedua terdakwa.

Baca Juga: Parkir di Badan Jalan, Kendaraan akan Diderek

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur melanggar pasal 2 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP, ” jelas Dedy.(*)

Reporter: Yashinta

Dorong Komnas HAM Bentuk Tim Ad Hoc

0
Rombongan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2022).Kedatangan mereka ke Kantor Komnas HAM itu untuk mencari keadilan terhadap kematian dari anggota keluarga mereka yang disebabkan tembakan gas air mata yang diarahkan ke arah penonton saat itu. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

batampos – Perwakilan keluarga korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta Pusat kemarin (17/11). Mereka diterima secara langsung oleh tiga komisioner Komnas HAM. Yakni Uli Parulian Sihombing, Hari Kurniawan, dan Prabianto Mukti Wibowo. Usai audiensi tertutup dengan tiga komisioner Komnas HAM itu, mereka menyampaikan keterangan kepada awak media.

Yono, salah seorang perwakilan keluarga korban, secara tegas menyatakan bahwa kedatangannya ke Jakarta untuk menuntut janji pemerintah. Persisnya janji yang pernah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. ”Yang mengatakan bahwa (tragedi di Kanjuruhan) itu harus diusut tuntas,” ungkap dia. Selain itu, pihaknya meminta supaya proses hukum atas peristiwa tersebut dilakukan secara transparan. ”Tidak ada yang ditutup-tutupi,” pintanya.

Secara keseluruhan, tidak kurang dari 80 perwakilan keluarga korban yang turut serta bertolak dari Malang ke Jakarta. Sebagian menemui komisioner Komnas HAM, sebagian lainnya menyambangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Saat bertemu dengan Komisioner Komnas HAM, mereka didampingi oleh Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania serta Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS).

Sekjen Federasi KontraS Andy Irfan menyampaikan bahwa perwakilan keluarga korban tragedi di Kanjuruhan menagih hak mereka untuk memeroleh keadilan. Kepada komisioner Komnas HAM yang baru bertugas, mereka menyampaikan bahwa ada dugaan pelanggaran HAM berat dalam peristiwa 1 Oktober lalu. Mereka menilai yang terjadi saat itu bukan sebatas pelanggaran HAM. Dia menyebut, ada enam menit mematikan dalam peristiwa tersebut.

Menurut Andy, selama enam menit itu terjadi serangan sistematis kepada Aremania yang hadir dalam laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya. ”Ada tanggung jawab komando di situ yang sangat terorganisir dengan jelas,” imbuhnya. Dalam enam menit, kata dia, petugas keamanan menembakkan puluhan gas air mata ke arah penonton. Bukan hanya penonton yang merangsek masuk ke lapangan, tembakkan gas air mata juga diarahkan ke tribun penonton.

Bukan hanya dari keterangan saksi yang turut menyaksikan pertandingan malam itu, sejumlah video menunjukkan fakta tersebut. Termasuk video yang telah dikantongi oleh Komnas HAM di era komisioner sebelumnya. Secara spesifik, Andy menyebut, 45 tembakkan gas air mata diletuskan oleh aparat di Stadion Kanjuruhan. ”Mulai tribun utara, selatan dan sebagaiya,” kata dia. Akibatnya penonton panik dan berusaha keluar stadion secara bersamaan.

Kondisi itu, lanjut Andy mengakibatkan banyak Aremania kehilangan nyawa. ”Kami menemukan bahwa puluhan orang meninggal dunia di tribun,” imbuhnya. Atas tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan keluarga korban tragedi di Kanjuruhan, dia meminta Komnas HAM kembali membentuk tim untuk mendalami dugaan pelanggaran HAM berat. ”Kami berharap komisioner Komnas HAM yang baru membentuk tim penyelidikan ad hoc dugaan pelanggaran HAM berat,” ungkap dia.

Komisioner Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengakui bahwa perwakilan keluarga korban tragedi Kanjuruhan datang ke Komnas HAM untuk menyampaikan harapan mereka. Sebagai komisioner baru, dia menyatakan bahwa pihaknya kini tengah memelajari berkas laporan komisioner sebelumnya. ”Kami sedang memelajari berkas lama dari laporan komisioner Komnas HAM yang lama,” imbuhnya. Pihaknya memastikan tidak menutup diri terhadap bukti-bukti baru. (*)

Reporter: JP Group