Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6645

Selena Gomez Ungkap Putus Dari Justin Bieber Adalah Hal Terbaik

0
Selena Gomez (antara)

batampos – Selena
Gomez menggambarkan putus dari Justin Bieber sebagai “hal terbaik yang pernah terjadi” padanya. Hal ini terungkap saat Gomez membuka tentang perpisahannya dengan Justin Bieber di “Selena Gomez: My Mind & Me”.

Gomez berbicara jujur ​​tentang akhir hubungannya dengan Justin Bieber pada 2018 silam. Mengutip laporan yang disiarkan Fox News, Sabtu, dalam film dokumenter baru yang dirilis di Apple TV+ pada hari Jumat itu.

Baca juga:Promotor Minta Maaf, Konser NCT 127 Dihentikan Sebelum Waktunya

“Ini lebih dari sekadar cinta yang hilang,” katanya tentang lagu hit 2019, “Lose You To Love Me,” yang secara luas diyakini tentang perpisahannya dengan Bieber.

“Saya belajar untuk memilih diri saya sendiri, untuk memilih hidup, tetapi juga berharap orang-orang dapat menemukan rahmat dan kedamaian di dalamnya juga. Lagu ini tentang mengetahui bahwa Anda benar-benar kehilangan setiap bagian dari diri Anda hanya untuk menemukan kembali diri Anda sendiri,” ungkap Gomez.

Gomez dan Bieber memiliki romansa yang kala itu putus-nyambung yang berlangsung dari 2012 hingga 2018. Tak lama setelah mereka berpisah untuk selamanya, Bieber dikabarkan menikahi Hailey Baldwin.

“Saya merasa dihantui oleh hubungan masa lalu yang tidak ingin dilepaskan oleh siapa pun. Kemudian saya melewatinya, dan saya tidak takut lagi,” kata Gomez.

Gomez kemudian merenungkan akhir hubungan, dan bagaimana akhirnya dia menemukan cahaya dalam situasi yang gelap. Dia mengungkapkan bahwa dia seperti harus melalui patah hati terburuk dan kemudian melupakan semuanya begitu saja.

“Saya merasa seperti harus melalui patah hati terburuk yang pernah ada dan kemudian melupakan semuanya begitu saja, itu benar-benar membingungkan,” jelasnya.

“Tapi saya hanya berpikir itu perlu terjadi, dan pada akhirnya itu adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya,” pungkasnya. (*)

Reporter: antara

 

 

Ini Kata Menko Perekonomian Terkait Kendala Perizinan yang Dialami Investor di Batam

0
bp batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kemeja hitam) membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger, meninjau Batam Aero Technic (BAT) yang berada di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara soal masih adanya kendala perizinan yang dialami oleh pengusaha atau investor di Batam.

Seharusnya kata dia, semua perizinan sudah selesai di tingkat BP Batam, tak perlu lagi ke pusat.

”Peraturan Pemerintah (PP) nomor 41 tahun 2021 kan telah terbit. Dalam aturan itu, semua kewenangan perizinan berusaha di Batam adalah kewenangan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Jadi, sangat disayangkan kalau masih ada yang belum dijalankan,” ujar Airlangga, di sela-sela kunjungannya di KEK Nongsa Digital Park (NDP) bersama Dubes AS dan Kanada, Jumat (4/11/2022).

Baca Juga: Menko Perekonomian Gandeng Para Duta Besar ke Batam

Namun, Airlangga belum menjelaskan lebih rinci sudah sejauh mana penyelarasan Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK) dari kementerian dan lembaga yang berwenang.

”Kalau itu sudah ada PP, tinggal dilaksanakan saja,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Wilayah Batam, Peter Vincen, menyampaikan, pelaku usaha merasa terbantu dengan terobosan yang telah dilakukan BP Batam.

Baca Juga: Ini Kata Apindo Terkait UMK Batam 2023

Pihaknya mengharapkan sesuai amanat PP 41 tahun 2021, maka perizinan yang berada di wilayah KPBPB Batam dapat dilaksanakan di Batam saja.

“Kami berinvestasi di Batam saat ini sudah sangat mudah, perizinan sudah cepat, BP Batam lakukan terobosan. Namun, ada beberapa hal yang harus kami sampaikan kaitannya dengan UU Cipta Kerja, belum semua perizinan bisa kami dapatkan di Batam,” katanya.

Ia mencontohkan masalahan perizinan lingkungan yang harus ke pemerintah pusat. Sehingga, otomatis proses berinvestasi itu akan semakin sulit dan panjang bagi para pengusaha.

Baca Juga: Keluarga Korban Kapal Xing Shun 1 Berharap Pemerintah Indonesia Terlibat Dalam Pencarian

”Kalau misal bisa ditarik lagi ke Batam, ini akan sangat baik,” kata Peter.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengharapkan dukungan para pelaku usaha. Semangat percepatan investasi yang dituangkan dalam UU Nomor 11 tahun 2020 dan PP nomor 41 tahun 2021, ia harapkan dapat secara penuh terlaksana sesuai harapan pelaku usaha.

”Perubahan sudah kita wujudkan salah satunya mempermudah semua perizinan,” ujarnya.

Selanjutnya, hadirnya PP 41 ini adalah untuk percepatan investasi dan kemudahan kegiatan berusaha di Batam.

Baca Juga: Pelaku Usaha Harapkan Perizinan Dipusatkan ke Batam

”Namanya percepatan tentu pelaku usaha berharap semua dapat dilakukan dan selesai di Batam. Semoga keluhan rekan-rekan pelaku usaha dapat didengar oleh pemerintah,” ujar Rudi.

Pasca pemberlakuan PP Nomor 41 tahun 2021, tercatat daftar perizinan berusaha yang menjadi kewenangan BP Batam di KPBPB adalah 69 jenis perizinan dari delapan sektor.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Doodle Hari Ini, Merayakan Raja Ali Haji

0

 

batampos – Hari ini, Sabtu 5 November 2022, Google merilis Doodle sempena merayakan cendekiawan, sejarawan, dan penyair Raja Ali Haji bin Raja Haji Admad, yang secara luas dianggap sebagai salah satu penulis Indonesia paling berpengaruh pada zamannya.

Ia menerima penghargaan Pahlawan Nasional Indonesia atas kontribusinya pada budaya Melayu dan sejarah Indonesia.

Doodle Hari Ini, Merayakan Raja Haji Ahmad

0

batampos – Hari ini, Sabtu 5 November 2022, Google merilis Doodle sempena merayakan cendekiawan, sejarawan, dan penyair Raja Ali Haji bin Raja Haji Admad, yang secara luas dianggap sebagai salah satu penulis Indonesia paling berpengaruh pada zamannya.

Ia menerima penghargaan Pahlawan Nasional Indonesia atas kontribusinya pada budaya Melayu dan sejarah Indonesia.

Bawa Benda Terlarang, 3 Nelayan di Batam Dituntut 20 Tahun Penjara

0
Borgol hukum
Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos – Tiga nelayan di Batam dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Batam. Ketiganya dinilai memiliki sabu seberat 11 kilogram yang akan dijual seharga Rp 2 miliar.

Penangkapan ketiganya berawal saat salah satu nelayan, A, tengah melaut dan melihat belasan bungkus teh cina mengapung di laut perairan Sasah, Batam.

Karena penasaran, ia mengambil bungkus teh tersebut dan membukanya. A langsung kaget melihat isi dalam bungkus teh yang berisi serbuk kristal berwarna putih, yang tak lain sabu.

Tanpa membuang waktu, A langsung mengambil semua bungkusan teh yang mengapung dan membawa ke darat. A berinisiatif mengubur belasan bungkus teh tersebut di tanah sekitar rumahnya.

Baca Juga: UMP Kepri Ditentukan 21 November

Berselang beberapa hari, ia pun mengajak nelayan lain, I, yang saat itu tengah mencari sotong untuk menjual sabu yang didapat. Awalnya I sempat menolak, namun tergiur harga sabu yang mahal, I pun mengikuti A.

Saat hendak menjual, keduanya juga mengajak nelayan lainnya, Ab, untuk membawa pompong menemui pembeli. Dimana, sabu seberat 11,09 kg itu dijual seharga Rp 2 miliar.

Namun, sebelum melakukan transaksi, ketiganya ditangkap petugas BNNP pada 15 Mei 2022 lalu.

Baca Juga: Truk Bermuatan Wajib Pakai Terpal

Dalam tuntutanya, JPU menilai ketiganya terbukti melanggar pasal 114 jo 132 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemufakatan jahat.

Hal itu disimpulkan dari fakta-fakta selama persidangan berlangsung. Mulai dari keterangan saksi hingga terdakwa.

”Perbuataan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Karena itu, sudah seharusnya kedua terdakwa dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” jelas jaksa.

Baca Juga: Begini Kronologi Balita Tewas Ditangan Pacar Ibu

Menurut jaksa, ada hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan, perbuataan ketiga terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam hal pemberantasan narkotika.

Merusak generasi bangsa dan meresahkan masyarakat. Sedangkan hal meringankan, menyesali.

”Menyatakan I, A dan Ab (menyebut nama lengkap,) terbukti melanggar pasal 114 jo 132 tentang narkotika. Menuntut ketiganya dihukum 20 tahun penjara, serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara,” jelas jaksa.

Baca Juga: Warga Batam Kesulitan Minta Sambungan Air Bersih

Atas tuntutan itu, ketiga terdakwa melalui kuasa hukum yang ditunjuk negara, Christopher, meminta waktu untuk menyampaikan pembelaan.

”Kami minta waktu satu minggu yang mulia, untuk mengajukan pembelaan,” ujar Christopher kepada majelis hakim yang diketuai Yoedi didampingi Dwi Nuramanu dan Ningsih.

Sidang pun akhirnya ditunda hingga pekan depan, dengan agenda pledoi atau pembelaan(*)

Reporter: Yashinta

Aktivitas Mocil Mengancam Keselamatan Pengunjung Taman Gurindam 12

0

batampos-Warga Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang meminta Satpol PP Provinsi Kepri menertibkan akvitas motor cilik (mocil) racing di Taman Gurindam 12, Tanjungpinang. Karena dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

“Kami berharap, aktivitas racing mocil di Gurindam 12 ditertibkan. Selain karena kebisingan, juga sangat rawan terhadap kecelakaan,” ujar Yuliana, warga Tanjungpinang Timur, Jumat (4/11) di Tanjungpinang,

Menurutnya, lokasi bermain yang berada dalam satu kawasan dengan permainan lainnya tentu sangat beresiko. Baik itu pada keselamatan pengunjung, ataupun akan-anak yang bermain.

BACA JUGA: Mayat Bocah Ditemukan Mengapung di Perairan Taman Gurindam

“Kalau hanya mengingatkan, dan tidak ada penertiban sama saja tidak ada respon. Karena mocil tersebut sangat tidak ramah dengan lingkungan,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggraini, warga Perumahan Kijang Kencana, Tanjungpinang. Menurutnya, anak-anak yang bermain mocil juga tidak didukung dengan alat keselamatan.

“Kalau yang ramah lingkunga, kita tidak ambil soal. Karena memang aktivias mocil yang sering menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi mengatakan, pihaknya sudah memberikan teguran kepada pelaku usaha sewa mocil di Laman G12. Menurutnya, tidakan tersebut adalah bentuk respon atas keluhan masyarakat Tanjungpinang.

Menurutnya, keberadaan Mocil yang dianggap sudah mulai mengganggu keamanan dan ketertiban di area bermain. Dikarenakan yang mengendarai anak-anak kecil dibawah umur tanpa dilengkapi alat keamanan.

Personel Satpol PP Provinsi Kepri mendata pelaku usaha sewa motor cilik (mocil) racing di Laman Gurindam 12, Tanjungpinang, Kamis (3/11) malam lalu. F. Satpol PP Provinsi Kepri

“Atas laporan yang diterima, saya langsung turunkan tim untuk melakukan pendataan dan memberikan pengarahan kepada pelaku usaha penyewaan motor kecil ini,” ujar Hendri Kurniadi, Jumat (4/11)

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Instansi terkait guna menyelesaikan permasalahan ini agar Taman Gurindam 12 Tepi Laut bisa menjadi tempat rekreasi yang aman dan nyaman untuk semua kalangan.

“Saya akan segera berkoordinasi dengan Instansi terkait untuk penataan keberadaan Mocil ini,” jelasnya lebih lanjut.

Selain melakukan pendataan dan memberikan pengarahan, pihaknya juga meminta kepada pengunjung untuk memberikan pemahaman kepada anak atau keluarganya yang bermain menggunakan Mocil

“Untuk pengunjung Taman Gurindam 12 saya mohon untuk dapat memberikan penjelasan kepada anak atau saudaranya yang hendak menggunakan Mocil untuk berhati-hati dan gunakan alat keselamatan,” tutupnya. (*)

reporter: jailani

Ini Kata Apindo Terkait UMK Batam 2023

0
Demo Buruh 4 F Cecep Mulyana 1
Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, menyatakan, pihaknya siap untuk mengikuti apa yang sudah diatur pemerintah dalam PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Ia mengatakan, sesuai aturan itu, sudah dirumuskan formulasi penghitungan UMP maupun UMK.

Komponen yang dipakai dalam formulasi tersebut adalah adanya batas atas dan batas bawah, tingkat inflasi atau pertumbuhan ekonomi mana salah satu yang lebih tinggi, dan juga tingkat pengangguran.

Baca Juga: Airlangga, Dubes Kanada dan Amerika Tinjau KEK Nongsa

”Jadi semua komponen pembentuk upah sudah dipertimbangkan dalam rumus ini,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketika rumus tersebut diterapkan di kabupaten atau kota yang upah minimum tahun sebelumnya sudah tinggi, maka kenaikan tahun depannya mungkin akan relatif kecil.

Baca Juga: Keluarga Korban Kapal Xing Shun 1 Berharap Pemerintah Indonesia Terlibat Dalam Pencarian

Tapi jika beberapa tahun belakangan upah minimum di daerah naik belum terlalu tinggi, maka kenaikan upah minimum tahun depan akan relatif lebih tinggi.

”Kami tentunya mengajak semua pihak untuk mematuhi peraturan pemerintah tersebut. Berapa pun persentase kenaikannya, mari kita jalankan dan patuhi bersamasama,” pungkasnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda

Menko Perekonomian Gandeng Para Duta Besar ke Batam

0
bp batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kemeja hitam) membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger, meninjau Batam Aero Technic (BAT) yang berada di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger ke Kota Batam, untuk melihat potensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Jumat (4/11/2022).

Kedatangan Meko Bidang Perekonomian dan kedua Dubes tersebut disambut langsung oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kunjungan ini merupakan dukungan berharga dari pemerintah Indonesia untuk investasi Batam. Khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park dan Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (BAT).

Baca Juga: Airlangga, Dubes Kanada dan Amerika Tinjau KEK Nongsa

“Kami tentu sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Menko, yang membawa dua Duta Besar ke Batam dan KEK kita. Nongsa Digital Park memiliki Hub data center terbesar di Indonesia, disebut sebagai digital bridge dan menjadi Proyek Strategis Nasional. Kita harapkan tentu dengan kunjungan langsung kedua Dubes, dapat menarik koleganya para investor untuk datang dan menanamkan modalnya di KEK kita,” ujarnya.

Dalam lawatan kali ini, Menko Perekonomian Airlangga yang juga merupakan Ketua Dewan Kawasan KPBPB Batam membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger.

Airlangga mengatakan, kunjungannya ke Batam dengan membawa serta para Dubes guna mempromosikan potensi dan kapasitas KEK di Indonesia yang siap menerima investasi AS dan Kanada, salah satu unggulan yang didorong oleh pihaknya adalah Batam.

Baca Juga: Pelaku Usaha Harapkan Perizinan Dipusatkan ke Batam

Menurutnya, Batam merupakan kawasan khusus (KPBPB) dan lebih berpotensi menarik investor dan mengembangkan digital talent, mengingat telah tersedianya studio animasi dan studio alam di Kawasan Nongsa Digital Park seperti halnya studio film di Vancouver Kanada.

Airlangga mengajak Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y. Kim untuk meninjau langsung kesiapan KEK di Batam untuk showcase bahwa Indonesia siap menerima investasi untuk berbagai usulan proyek yang telah dibahas pada kunjungan kerja di Washington DC dan mewujudkan komitmen Pemerintah AS terkait alokasi dana program CHIPS.

Hal ini merupakan tindaklanjut dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IPEF tanggal 8-9 September 2022, Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian telah melakukan pertemuan bilateral dengan Gina Raimondo, US Secretary of Commerce yang salah satunya membahas Program CHIPS Pemerintah AS yang menyediakan dana Federal sebesar USD 50 Miliar untuk membangun industri semikonduktor.

Baca Juga: Pesan Ketua Kadin Indonesia untuk Milenial

Dalam pertemuan tersebut dibahas usulan kerjasama dalam pengembangan sumber-sumber energi terbarukan, energi bersih, berbagai usulan proyek dalam skema rantai pasok termasuk semikonduktor, pengembangan industri kesehatan, dan pengembangan pusat data (data center).

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y. Kim, mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk antusias besar bagi Amerika dan Kanada melihat peluang kerja sama yang mungkin dilakukan di Batam ke depan.

Hal ini dikuatkan dengan hubungan kuat Amerika dengan Batam ditandai sejak hadirnya perusahaan USA Mc Dermott di Batam sejak tahun 1970.

“Saya telah berbicara dengan perusahaan US dan Kanada serta para investor, mereka sangat antusias dengan apa yang saya presentasikan tentang Batam dan SEZ (KEK) didalamnya. Iklim investasi yang kondusif, lokasi strategis dan pengalaman serta dukungan pemerintah Indonesia dan BP Batam, membuat saya sangat berharap koneksi yang telah terjalin dengan kuat selama ini, dapat terus berjalan untuk mencapai opportunity terbaik bersama-sama,” katanya.

Baca Juga: 47 Persen Hutan di Kepri Hilang

Menko Perekonomian juga turut mengajak Duta Besar Kanada, Nadia Burger, untuk meninjau langsung kesiapan KEK di Batam sebagai showcase bahwa Indonesia siap menerima investasi untuk pengembangan industri semikonduktor, digital talent, dan sektor-sektor lainnya.

Saat ini Kanada dikenal sebagai pengembang Artificial Intelligence (AI) dan pemrograman semikonduktor terbesar di dunia serta memiliki program pendidikan dan pelatihan dalam bidang tersebut.

Melihat besarnya potensi yang terdapat di Kanada, Menko Perekonomian mengharapkan Kanada dapat bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas digital talent Indonesia.

Baca Juga: UMKM Kota Batam Harus Punya ‘Power’

“Pertemuan hari ini menunjukkan koneksi yang kuat antara US, Kanada dan Batam Indonesia. Kami tentu berharap terjalin kerja sama di beragam bidang dalam jalinan bisnis ketiga relasi ini.” Kata Nadia Burger.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke PT. Satnusa Persada, pemasok papan sirkuit cetak dan perakitan suku cadang mekanik dan pembuatan komponen elektronik terbaik dengan salah satu produk ekspor smarthphone dan CHIPS.(*)

Menko Perekonomian Gandeng Para Duta Besar ke Batam

0
bp batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kemeja hitam) membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger, meninjau Batam Aero Technic (BAT) yang berada di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Foto: Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger ke Kota Batam, untuk melihat potensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Jumat (4/11/2022).

Kedatangan Meko Bidang Perekonomian dan kedua Dubes tersebut disambut langsung oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, kunjungan ini merupakan dukungan berharga dari pemerintah Indonesia untuk investasi Batam. Khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa Digital Park dan Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (BAT).

Baca Juga: Airlangga, Dubes Kanada dan Amerika Tinjau KEK Nongsa

“Kami tentu sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Menko, yang membawa dua Duta Besar ke Batam dan KEK kita. Nongsa Digital Park memiliki Hub data center terbesar di Indonesia, disebut sebagai digital bridge dan menjadi Proyek Strategis Nasional. Kita harapkan tentu dengan kunjungan langsung kedua Dubes, dapat menarik koleganya para investor untuk datang dan menanamkan modalnya di KEK kita,” ujarnya.

Dalam lawatan kali ini, Menko Perekonomian Airlangga yang juga merupakan Ketua Dewan Kawasan KPBPB Batam membawa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Nadia Burger.

Airlangga mengatakan, kunjungannya ke Batam dengan membawa serta para Dubes guna mempromosikan potensi dan kapasitas KEK di Indonesia yang siap menerima investasi AS dan Kanada, salah satu unggulan yang didorong oleh pihaknya adalah Batam.

Baca Juga: Pelaku Usaha Harapkan Perizinan Dipusatkan ke Batam

Menurutnya, Batam merupakan kawasan khusus (KPBPB) dan lebih berpotensi menarik investor dan mengembangkan digital talent, mengingat telah tersedianya studio animasi dan studio alam di Kawasan Nongsa Digital Park seperti halnya studio film di Vancouver Kanada.

Airlangga mengajak Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y. Kim untuk meninjau langsung kesiapan KEK di Batam untuk showcase bahwa Indonesia siap menerima investasi untuk berbagai usulan proyek yang telah dibahas pada kunjungan kerja di Washington DC dan mewujudkan komitmen Pemerintah AS terkait alokasi dana program CHIPS.

Hal ini merupakan tindaklanjut dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IPEF tanggal 8-9 September 2022, Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian telah melakukan pertemuan bilateral dengan Gina Raimondo, US Secretary of Commerce yang salah satunya membahas Program CHIPS Pemerintah AS yang menyediakan dana Federal sebesar USD 50 Miliar untuk membangun industri semikonduktor.

Baca Juga: Pesan Ketua Kadin Indonesia untuk Milenial

Dalam pertemuan tersebut dibahas usulan kerjasama dalam pengembangan sumber-sumber energi terbarukan, energi bersih, berbagai usulan proyek dalam skema rantai pasok termasuk semikonduktor, pengembangan industri kesehatan, dan pengembangan pusat data (data center).

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y. Kim, mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk antusias besar bagi Amerika dan Kanada melihat peluang kerja sama yang mungkin dilakukan di Batam ke depan.

Hal ini dikuatkan dengan hubungan kuat Amerika dengan Batam ditandai sejak hadirnya perusahaan USA Mc Dermott di Batam sejak tahun 1970.

“Saya telah berbicara dengan perusahaan US dan Kanada serta para investor, mereka sangat antusias dengan apa yang saya presentasikan tentang Batam dan SEZ (KEK) didalamnya. Iklim investasi yang kondusif, lokasi strategis dan pengalaman serta dukungan pemerintah Indonesia dan BP Batam, membuat saya sangat berharap koneksi yang telah terjalin dengan kuat selama ini, dapat terus berjalan untuk mencapai opportunity terbaik bersama-sama,” katanya.

Baca Juga: 47 Persen Hutan di Kepri Hilang

Menko Perekonomian juga turut mengajak Duta Besar Kanada, Nadia Burger, untuk meninjau langsung kesiapan KEK di Batam sebagai showcase bahwa Indonesia siap menerima investasi untuk pengembangan industri semikonduktor, digital talent, dan sektor-sektor lainnya.

Saat ini Kanada dikenal sebagai pengembang Artificial Intelligence (AI) dan pemrograman semikonduktor terbesar di dunia serta memiliki program pendidikan dan pelatihan dalam bidang tersebut.

Melihat besarnya potensi yang terdapat di Kanada, Menko Perekonomian mengharapkan Kanada dapat bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas digital talent Indonesia.

Baca Juga: UMKM Kota Batam Harus Punya ‘Power’

“Pertemuan hari ini menunjukkan koneksi yang kuat antara US, Kanada dan Batam Indonesia. Kami tentu berharap terjalin kerja sama di beragam bidang dalam jalinan bisnis ketiga relasi ini.” Kata Nadia Burger.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke PT. Satnusa Persada, pemasok papan sirkuit cetak dan perakitan suku cadang mekanik dan pembuatan komponen elektronik terbaik dengan salah satu produk ekspor smarthphone dan CHIPS.(*)

UMP Kepri Ditentukan 21 November

0
buruh demoo
Ilustrasi. Para pekerja di Kota Batam yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Wali Kota Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Messa Haris/Batam Pos

batampos – Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri akan ditentukan pada 21 November mendatang. Namun, sampai saat ini, pembahasan belum rampung karena ada beberapa data yang diperlukan namun belum didapatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri.

Kepala Disnakertrans Kepri, Mangara M Simarmata, mengatakan, pihaknya belum menerima surat dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait pembahasan upah.

Selain itu, penentuan UMP juga membutuhkan beberapadata. Sedangkan, dari Disnaker Provinsi Kepri baru mengantongi data yang mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Baca Juga: Truk Bermuatan Wajib Pakai Terpal

”Biasanya surat dari Kemenaker itu datang tanggal 10 atau 11 (November),” kata Mangara, Jumat (4/11/2022).

Selain surat dari Kemenaker, Disnakertrans Provinsi Kepri juga membutuhkan beberapa data, seperti angka inflasi, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan masyarakat per kapita, angka jumlah anggota dalam satu Kartu Keluarga (KK) dan sebagainya.

”Sampai saat ini pun, kami baru pegang PP 36 saja,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Kronologi Balita Tewas Ditangan Pacar Ibu

Meskipun belum ada persiapan apapun, Mangara, mengatakan, bahwa pada 21 November nanti, Provinsi Kepri sudah diwajibkan menentukan UMP.

”Harus sudah ketok palu dan ditandatangani oleh bapak Gubernur (Ansar Ahmad),” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, pihaknya masih menunggu pembahasan UMP di Provinsi Kepri.

Setelah ada penetapan UMP Kepri, barulah Pemerintah Kota Batam menentukan Upah Minimum Kota (UMK) Batam.

Baca Juga: Pelaku Usaha Harapkan Perizinan Dipusatkan ke Batam

”Kami tidak boleh mendahului UMP, jadi provinsi dulu bahas, barulah di kita (Batam),” ucapnya.

Saat ditanya apakah UMK Batam bakal naik? Rudi mengatakan belum dapat memproyeksikannya. Sebab, sampai sejauh ini belum ada satupun data statistik mengenai berapa acuan penghitungan UMK yang masuk ke Disnaker Kota Batam.

”Kami masih menunggu lah,” ucapnya.(*)

Reporter: Fiska Juanda