Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6646

Casemiro, Raja Angkat Beban Manchester United

0
Casemiro (dua dari kanan) mencetak gol sundulan untuk menghindarkan Manchester United dari kekalahan saat menghadapi Chelsea di Stamford Bridge. (ASH DONELON/MANCHESTER UNITED )

batampos – Salah satu resep kondisi fisik Cristiano Ronaldo yang tetap prima hingga usia 37 tahun adalah disiplin berlatih di gym.

Yang patut diacungi jempol, sebagai pemain veteran, Ronaldo masih mampu mengangkat beban lebih berat ketimbang pemain yang masih muda.

CR7 pun mendapat julukan ”King of the Gym” gara-gara mampu mengangkat beban 250 kilogram dengan kakinya selama 30 kali.

Baca Juga: MU Harus Playoff, Arsenal Lolos ke 16 besar

Tapi, rekor itu telah berpindah ke Casemiro. Gelandang bertahan asal Brasil itu disebut mampu mengangkat beban hingga 300 kilogram

”Kemampuan angkat beban Casemiro membuat para pemain United takjub,” tulis Daily Star.

Casemiro yang juga berusia tidak muda, 30 tahun, diketahui juga sosok yang rajin nge-gym semasa di Real Madrid.

Seperti yang diungkapkan Toni Kroos, gelandang Real yang menjalin koneksi apik dengan Casemiro dan Luka Modric selama periode 2016 sampai 2022. Ketiganya dijuluki The Three Musketeers.

”Terkadang Anda ingin rileks sejenak ketika menghadapi situasi serius (seperti dalam sesi latihan tim semasa membela Real Madrid, Red).”

Baca Juga: Rekor Napoli Berakhir karena Telinga Kanan

”Masalahnya, dia (Casemiro, Red) adalah orang yang sulit untuk hal itu,” tutur Kroos kepada Manchester Evening News.

Casemiro tidak menampik bahwa berkarier di liga seperti Premier League menuntut kekuatan fisik yang prima.

Hal itulah yang membantunya terus dipercaya starter oleh pelatih United Erik ten Hag dalam delapan laga terakhir.

Empat di antaranya bermain penuh (90 menit), tiga di antaranya melebihi 80 menit, dan hanya sekali berdurasi satu jam permainan (63 menit melawan FC Sheriff di matchday kelima fase grup Liga Europa, 28/10, Red). (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Datangi Kejati Kepri, Mahasiswa Minta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Oknum Ketua DPRD Anambas

0

 

batampos – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Pemuda Revolusioner (GPR) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri meminta kasus dugaan Korupsi Kolisi dan Nepotisme (KKN) oleh Oknum Ketua DPRD Anambas diusut tuntas.

foto: Peri Irawan / Batam Pos
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi GPR berorasi di depan Kantor Kajati Kepri mendesak agar kasus dugaan KKN oleh oknum Ketua DPRD Anambas segera diusut tuntas, Jumat (4/11).

Koordinator aksi, Angga Hardika menyebutkan dalam aksinya itu membawa 3 tuntutan.

1. Mendesak Kejati Kepri untuk transparansi terkait pemeriksaan Tim Kelompok Kerja (POKJA) terkait dugaan KKN yang dilakukan oknum Ketua DPRD Anambas

2. Mendesak Kajati Kepri untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan KKN oleh Oknum Ketua DPRD Anambas.

3. Apabila tuntutan tidak direalisasikan dalam waktu 14 hari kami akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kepri, Nixon Andreas Lubis menerangkaan perkara KKN yang diduga dilakukan oknum Ketua DPRD Anambas sekarang masih terus bergulir, dan dalam tahap Pulbaket.

“Kasus menyangkut perkara yang masih berjalan dan dalam waktu dekat akan kita gelar perkara dan diekspos kesimpulannya,” Kata Nixon.

Kata Nixon dalam perkara itu Ketua DPRD Anambas diduga menggunakan kekuasaan dan kewenangan, demi mempengaruhi proses pengadaan di Kabupaten Anambas Tahun 2021.

Setidaknya penyidik Kejati Kepri sudah memeriksa sebanyak 18 orang saksi. Belasan saksi itu termasuk Ketua DPRD Anambas, Hasnidar serta pihak terkait lainnya.

“Nanti kita sampaikan kerugian negara yang disebabkan, kami akan terbuka,” katanya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

Mission Impossible Quartararo, Enggan Tertekan Hadapi MotoGP Valencia

0
Fabio Quartararo (kiri) dan Francesco Bagnaia saling menyemprotkan sampanye di atas podium Sirkuit Sepang, Malaysia. (MOHD RASFAN / AFP)

batampos – Mempertahankan gelar juara yang diraihnya tahun lalu seakan menjadi mission impossible bagi Fabio Quartararo.

Defisit 23 poin dari rivalnya Francesco Bagnaia menuju seri terakhir sekaligus penentuan GP Valencia akhir pekan ini, rider Yamaha tersebut sadar betul terhadap posisinya.

Namun dia menyatakan, tidak akan terlalu tertekan dengan kondisinya tersebut.

Baca Juga: Bagnaia atau Quartararo yang Juara MotoGP 2022? Tunggu di GP Valencia

Untuk meraih gelar juara keduanya di MotoGP, Quartararo tak hanya butuh kemenangan di Valencia. Namun, Bagnaia harus finis di posisi ke-15 atau lebih buruk.

Sementara, Bagnaia hanya butuh finis ke-14 untuk memastikan gelar pertamanya di kelas premium.

Harapan masih ada setelah di MotoGP Malaysia, Quartararo meraih hasil positif meski harus bergelut dengan cedera patah jari.

”Kami menjalani balapan hebat di Malaysia. Aku benar-benar menikmatinya. Senang sekali bisa kembali ke podium (posisi ke-3),” ujar Quartararo.

Baca Juga: Spurs Lewati Teror Halloween di Liga Champions

”Menjuarai MotoGP tahun ini akan sangat sulit. Tentu saja, aku akan memberikan 100 persen seperti biasanya.”

”Tapi aku tidak akan terlalu tertekan dengan perebutan gelar juara dunia.”

”Ini adalah balapan terakhir musim ini. Dan aku ingin menikmatinya, lalu mengakhirinya dengan hasil bagus,” tandasnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Tips Berkendara saat Musim Hujan

0

image0 2 e1667555000711

batampos – Belakangan ini cuaca khususnya di Kota Batam sedang tidak menentu, seringkali hujan melanda dikota kita tercinta ini. Berkendara saat musim hujan tentunya butuh perhatian yang ekstra. Permukaan jalan menjadi licin dan genangan air kerap menjadi kendala, belum lagi jika curah hujan sedang tinggi, kemungkinan besar jarak pandang selama berkendara pun akan terbatas.

Instruktur Safety Riding Honda Kepri, Christofer Valentino mengatakan, sebelum berkendara harus perhatikan beberapa hal. Pertama, periksa kondisi dan kinerja komponen motor kita khususnya ban, pastikan tanda batas keausan ban melalui TWI (Tread Wire Indicator) pada ban motor jangan sampai sudah melampaui batas, ban yang sudah tipis dapat membuat motor cenderung mudah tergelincir.

Serta periksa tekanan angin atau udara pada ban harus sesuai, karena jika tidak sesuai dapat berpotensi menyebabkan motor tidak stabil atau kehilangan traksi saat dikendarai terutama saat jalan basah atau hujan.

Baca juga: Airlangga, Dubes Kanada dan Amerika Tinjau KEK Nongsa

Waspadai permukaan jalan akan lebih licin, terutama saat awal turun hujan maka sebaiknya kurangi kecepatan. Hindari melakukan pengereman dan manuver yang mendadak, dan jaga jarak aman dengan objek disekitar kita, terutama dengan kendaraan yang di depan.

Hindari situasi aquaplaning, kondisi saat ban kehilangan traksi atau cengkeraman pada permukaan jalan ketika melintasi genangan air alias ban mengapung pada genangan air tersebut.

Tak jarang genangan air kita temui saat cuaca hujan, sehingga kita perlu ekstra hati-hati saat melewatinya.

Jaga kecepatan, hindari mengebut agar ban tidak mengalami aquaplaning. Jika seandainya harus mengerem saat melintasi genangan air usahakan melakukannya secara halus agar motor tetap stabil dan ban tidak kehilangan cengkraman.

Baca Juga: Keluarga Korban Kapal Shinsung Berharap Pemerintah Indonesia Terlibat Dalam Pencarian

Berkurangnya jarak pandang serta pendengaran kita saat proses berkendara sehingga kita harus memastikan seluruh instrumen kelistrikan kendaraan berupa lampu utama, lampu isyarat dan klakson berfungsi dengan baik sebagai media komunikasi kita dengan pengendara dan pengemudi sekitar, dan gunakan helm dengan kaca bening serta pastikan secara keseluruhan kondisi dan fungsinya dalam keadaan baik.

Kemudian sebaiknya pilih jalur rute perjalanan yang sudah kita kenali. Jika melewati rute yang belum kita kenali sebelumnya agar lebih berhati-hati, mengidentifikasi dengan cermat kondisi jalan, arus lalu lintas, serta kontur permukaan jalan yang akan kita lalui.

Situasi perjalanan yang tidak biasa seperti terpaan hujan dan hembusan angin membuat tubuh kita perlu tambahan perlengakapan penunjang agar tetap bisa konsentrasi dalam proses berkendara. Gunakan jas hujan dengan model 2 pieces yang terdiri dari jaket dan celana yang berwarna cerah. Gunakan sarung tangan yang menutupi seluruh jari secara penuh dengan bahan yang nyaman, dan lengkapi rain shoes cover ( bungkus pelindung sepatu ) agar sepatu tidak basah sehingga kita tetap nyaman selama perjalanan.

Baca Juga: Balita di Batam Tewas Dianiaya Pacar Ibunya

Dan yang terakhir tidak ada salahnya kita melihat prediksi cuaca sebelum berkendara terlebih dahulu, dengan begitu kita bisa mempersiapkan diri dan perlengkapan berkendara untuk kondisi hujan lebih awal, dan disarankan jika cuaca hujan kita sebaiknya mempersiapkan diri untuk berangkat lebih awal karena ketika hujan kita membutuhkan waktu untuk memakai

perlengkapan berkendara untuk kondisi hujan serta waktu tempuh diwaktu hujan relatif menjadi lebih lama.

“Nah kira-kira seperti itu nih beberapa tips berkendara saat hujan, yang terpenting juga adalah awareness alias kesadaran kita akan keselamatan berkendara terutama saat cuaca kurang baik seperti yang sering terjadi belakangan ini, semoga bisa bermanfaat, selalu selamat sampai tujuan, dan jangan lupa selalu cari aman saat naik motor” tutupnya. (*)

 

 

 

Reporter : Azis Maulana

Tinjau Penanaman Tebu di Mojokerto, Jokowi: Varietas Baru Luar Biasa

0
Presiden Joko Widodo (kiri) berfoto bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) saat peringatan HUT ke-10 Partai NasDem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11/2021). Acara tersebut mengusung tema Satu Dekade di Jalan Restorasi.   FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau penanaman tebu di kebun tebu Temu Giring, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (4/11). Selain itu, Presiden Jokowi juga berkesempatan untuk berdialog dengan para petani tebu mengenai penanaman tebu dengan varietas baru.

“Ini kita telah memulai sesuatu yang baru untuk urusan tebu, karena kita gunakan varietas yang paling baru ini. Tadi dr. Plinio (pakar tebu dari Brasil) menyampaikan bahwa di sini tidak perlu pemupukan untuk yang nitrat. Kemudian yang potas tidak perlu, karena tanahnya sudah bagus. Ini yang sangat bagus,” ujar Kepala Negara dalam keterangannya, Jumat (4/11).

Jokowi menuturkan, penanaman tebu dengan varietas baru dalam waktu 26 hari menunjukkan hasil yang baik. Bahkan, hasil penanaman tebu varietas baru di Tanah Air menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan di Brasil.

“Dengan telah ditanam (varietas baru) ini yang sudah 26 hari, dilihat tadi hasilnya luar biasa. Biasanya di Brasil itu hanya nongolnya 2 (batang), di sini bisa nongol 4 atau 5 (batang). Ini juga sesuatu yang luar biasa,” tutur Jokowi.

Jokowi pun menargetkan, untuk dapat menyiapkan 700 ribu hektare lahan tebu agar dapat mencapai swasembada gula dalam 5 tahun ke depan. Lahan tersebut akan tersebar di beberapa daerah, baik di Jawa maupun luar Jawa.

“Kita bisa betul-betul menyiapkan 700 ribu hektare, kita akan mandiri, kita akan swasembada gula dalam 5 tahun ke depan. Dan akan saya siapkan yang 700 (ribu hektare) itu. Sekarang baru dapat 180 ribu hektare. Kita butuhnya 700 ribu hektare, akan saya siapkan,” ucap Jokowi.

Dalam dialog dengan para petani tebu, Presiden Jokowi menanyakan perkiraan hasil produksi tebu dengan menggunakan varietas baru tersebut. “Bapak-bapak udah nyoba yang (varietas) baru ini? Kalau melihat yang sudah ada yang 26 hari itu bagaimana?” tanya Jokowi.

“Belum Pak, kalau yang seperti ini bisa 2.000 (kwintal) 1 hektare, atau 200 ton,” jawab seorang petani tebu.

“Moga-moga ada hasilnya di sini, dari 1.500 (kwintal) bisa ke 2.000 (kwintal) itu gede banget,” tutur Kepala Negara.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. (*)

Reporter : JP GROUP

Mitsubishi Triton Racikan Tim Ralliart Siap Berlaga di AXCR

0
Dari hasil pengujian, menghasilkan input terkait pengurangan bobot serta meningkatkan karakteristik output dari engine untuk meningkatkan pengendalian (Istimewa)

batampos– Mobil reli Mitsubishi Triton dengan dua pebalapnya siap berlaga di ajang balapan Asia Cross Country Rally atau dikenal sebagai AXCR. Ajang ini kembali digelar di Kawasan Thailand dan Kamboja, setelah dua tahun absen akibat pandemik Covid-19. Dalam kompetisi AXCR, ketahanan mobil menjadi salah satu point penting untuk bisa mencapai hasil terbaik.

Selain itu kerja tim dalam mendukung pembalap mempersiapkan segala aspek mulai dari kendaraan serta kecepatan dalam perbaikan. Mobil penggerak 4 roda yang digunakan, juga menjadi pembuktian atas daya tahan yang mampu dicapai melahap setiap medan yang dilewatinya.

Ajang balapan yang digelar pertama tahun 1996 hingga saat ini masih terus menjadi reli lintas negara yang bersertifikat FIA dan menjadi impian para pereli asia termasuk dari Indonesia.

Baca juga:Rangga Jones dan Shye Kolaborasi, Rilis Single We’ll Be Alright

AXCR saat ini telah menjadi daya tarik banyak pebalap di bagian negara Asia. Setiap tahun, Asia Cross Country Rally memberi peserta berbagai tantangan medan yang tersebar selama 6 hingga 9 hari dan mencakup dari 2.000 km hingga 4.200 km di sebanyak mungkin tempat.

Mitsubishi Motors Corporation akan menjadi salah satu peserta yang siap berlaga dalam ajang Asia Cross Country Rally (AXCR). Menerjunkan dua pebalap andalannya yang telah lulus seleksi dalam kejuaran nasional.

Dua pebalap Mitsubishi Motors yang akan turun dalam AXCR tahun ini salah satunya Rifat Sungkar pemenang Indonesian Sprint Rally Championship yang juga merupakan brand ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia. Serta Chayapon Yotha (Thailand), yang telah memenangkan Thailand Autocross Championship.

Mitsubishi Motors menurunkan dua unit mobil reli Mitsubishi Triton yang akan berlaga di kategori grup T1 atau sebagai prototipe kendaraan lintas alam. Tim Mitsubishi Ralliart akan menjadi tim yang cukup kuat melalui sumber daya yang dibutuhkan menghadapi tantangan AXCR.

Tim ini dinakhodai Hiroshi Masuoka, mantan pembalap yang juga merupakan juara Reli Dakar dua kali sekaligus engineer dari Mitsubishi Motors akan menemani tim untuk memberikan dukungan teknis.

Sebelum turun di balapan resmi, Tim Mitsubishi Ralliart menggunakan mobil Triton telah melakukan tes uji ketahanan sejauh 1.100 km di trek balap off-road Grand Prix Motor Park di Kanchanaburi, di barat Thailand, dari 29 hingga 31 Agustus.

Dari hasil pengujian tersebut, menghasilkan input terkait pengurangan bobot serta meningkatkan karakteristik output dari engine untuk meningkatkan pengendalian maksimal dari pebalap dan mobil agar tetap gesit dalam melibas jalan berkelok-kelok.

Input teknis lain juga dilakukan di sektor suspensi, di mana tim teknis Mitsubishi Ralliart menambahkan dual damper baru. Diyakini telah diperhitungkan mengikuti karakter trek dan berkontribusi pada peningkatan signifikan dalam stabilitas berkendara, serta kemampuan berkendara di jalan yang kasar.

Berkat penyesuaian yang telah dilakukan tim Ralliart saat uji coba, dinilai Rifat Sungkar memuji impresi mobil dalam pengalaman pertamanya bersama mobil reli Triton.

“Pembalap reli melewati banyak tikungan yang berbeda, satu demi satu. Sangat penting bagi mobil reli untuk memiliki kemampuan manuver dan pengendaraan yang sangat baik seperti yang diinginkan pengemudi, dan daya tahan dan keandalan yang tinggi di jalan yang kasar. Co-driver yang baik dapat menavigasi secara akurat dan cepat juga penting untuk hasil yang sukses. Melalui uji ketahanan, kami dapat memastikan bahwa mobil reli Mitsubishi Triton memberikan kinerja yang sangat baik dalam hal jalan kasar kelincahan dan daya tahan,” ujar Rifat.

Setelah berpartisipasi dalam tes ketahanan sebelumnya pada bulan Juni, Chayapon Yotha juga memberikan respons positif setelah mengendarai mobil yang ditingkatkan pada kecepatan reli yang diantisipasi.

“Kecepatan bukanlah segalanya dalam kompetisi reli. Untuk menang, penting untuk memaksimalkan rasa persatuan antara pengemudi dan mobil reli, dan mengendalikan tempo secara fleksibel antara akselerasi dan deselerasi. Kami telah mengkonfirmasi bahwa mobil reli Triton memiliki hasil akhir yang bagus dan merespons masukan pengemudi dengan tepat dan gesit,” yakin Chayapon sang Co-driver.

Hiroshi Masuoka, Direktur Tim Mitsubishi Ralliart, berkomentar, “Suatu kehormatan untuk menyambut pembalap berbakat seperti mereka ke dalam tim. Rifat memiliki banyak pengalaman dalam reli sprint, jadi jika kami melakukan pekerjaan dengan baik sebagai tim untuk mengelola aspek jarak jauh dari reli lintas alam, dia akan memberikan kinerja yang hebat.”

Masuoka menambahkan, “Chayapon memiliki pengalaman luas dalam reli lintas alam dan meningkat setiap kali di masuk ke dalam mobil, jadi saya mengharapkan hasil yang baik darinya. Berkenaan dengan Triton, dua tes ketahanan yang telah dijalankan memungkinkan kami mengidentifikasi masalah dan menangani bersama mereka. Kami akan melakukan uji coba pada November sebelum AXCR 2022, namun performa Triton sejauh ini terlihat bagus dan saya yakin para pembalap akan mampu memberikan performa yang tangguh dan solid.”(*)

Reporter : jpgroup

 

Airlangga, Dubes Kanada dan Amerika Tinjau KEK Nongsa

0
KEK Nongsa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (tengah kemeja hitam) bersama Duta Besar Kanada, Nadia Burger dan Duta Besar Amerika, Sung Y Kim, melakukan foto bersama saat meninjau infinte studio di kawasan Nongsa Digital Park (NDP). Foto; Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, membawa Duta Besar Kanada, Nadia Burger dan Duta Besar Amerika, Sung Y Kim, melihat potensi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) di Nongsa, Kota Batam, Jumat (4/11/2022).

“Kunjungan ke tiga tempat, satu ke KEK Batam Aero Teknik (BAT), KEK Nongsa Digital Park (NDP), dan PT Satnusa,” kata Airlangga, saat di jumpai di Infinite Studios.

Airlangga menerangkan, peninjauan bersama Dubes Kanada dan Amerika di KEK BAT untuk melihat fasilitas sarana dan pra sarana apa saja yang perlu ditambah.

Baca Juga: Keluarga Korban Kapal Shinsung Berharap Pemerintah Indonesia Terlibat Dalam Pencarian

Selain itu kata dia, KEK BAT kedepannya akan membutuhkan kerjasama untuk perawatan mesin pesawat.

“Kemudian kunjungan ke Infinite Studio NDP mengupdate Digital Park di sini. Termasuk perkembang di sini, KEK NDP beberapa data center sudah di siapkan ,” terangnya.

Ia menjelaskan, ada komitmen dengan tambahan dari IBM untuk kampus merdeka diharapkan dapat direalisasikan pada Maret 2022.

Baca Juga: Pelaku Usaha Harapkan Perizinan Dipusatkan ke Batam

Kemudian dapat merekrut pendidikan secara Hybrid dan cloud akademi serta beberapa investasi di pengembangan data center.

Agenda selanjutnya, yakni meninjau PT Sat Nusapersada. Di perusahaan industri semikonduktor itu Airlangga, Dubes Kanada dan Amerika melihat pengembangan chipset.

“Jadi beberapa potensi itu nantinya akan ditawarkan ke Kanada dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Baca Juga: 47 Persen Hutan di Kepri Hilang

Pemerintah lanjutnya, terus mendorong KEK bisa menarik investor dibidang digital. Karena saat ini sudah tersedia fasilitas dan konektivitasnya terutama di Kota Batam.

“Nantinya juga akan dibangun ketersediaan tenaga listrik berbasis solar akan didorong oleh BP Batam dan Pemprov Kepri,” ujarnya.

Batam lanjutnya, diharapkan menjadi ‘jembatannya’ Indonesia menuju digital konektivitas.

“Talenta, potensi, lokasi dan fasilitas sudah ada dan terus berkembang,” pungkasnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Mengenai KDRT dalam Novel ”Deviasi”

0
Nurhaida

KETIKA saya menyaksikan tayangan mengenai dugaan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh seorang selebritas terhadap pasangannya, ingatan saya mengarah kepada sebuah novel yang pernah saya baca.

Kasusnya tidak persis sama seperti novel yang saya baca, tetapi ada bagian yang sama di antara keduanya, yaitu mengenai adanya KDRT yang dilakukan terhadap pasangan.

Novel tersebut berjudul Deviasi. Bagian kedua dari novel Deviasi berjudul Delusi. Novel yang saya bahas dalam tulisan ini hanya satu novel, yaitu Deviasi yang lebih mengarah kepada tindakan kekerasan yang dilakukan si tokoh antagonis terhadap tokoh protagonis.

Novel ini merupakan novel terbitan Gramedia Pustaka Utama cetakan keempat: Oktober 1999. Novel Deviasi ditulis oleh seorang penulis wanita bernama Mira W.

Mira W. adalah novelis terkenal yang dibanggakan oleh Indonesia karena dari tangannya sudah lahir puluhan tulisan yang berupa novel, novelet, dan cerita pendek yang disukai masyarakat (Badanbahasa.kemdikbud.go.id).

Ia merupakan seorang dokter. Sebagian novel yang ditulisnya tidak terlepas dari kehidupannya sebagai seseorang yang memiliki latar belakang akademis di bidang kesehatan. Beberapa novelnya sudah dialihwahanakan menjadi film dan sinetron, seperti Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat, dan Dari jendela SMP.

Deviasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat dimaknai sebagai ‘penyimpangan (dari peraturan)’. Novel Deviasi ini berhubungan dengan tokoh bernama Rivai Maringka yang perilakunya menyimpang.

Novel tersebut mengisahkan tindakan kekerasan yang dilakukan Rivai Maringka terhadap pasangannya yang bernama Arneta. Ia melakukan tindakan menyakiti pasangannya untuk merasakan kepuasan seksual, yang dalam istilah psikologi disebut dengan sadomasokisme.

Rivai Maringka digambarkan sebagai seorang laki-laki tampan dan memesona. Ia merupakan pengusaha sukses yang dikagumi banyak orang karena kemampuannya dalam membangun dan mengelola bisnisnya. Pesonanya membuat seorang perempuan cantik bernama Arneta menjadi terpikat. Ia menerima Rivai Maringka menjadi suaminya.

Kesalahan yang dilakukan oleh Arneta adalah ia tidak mengenali terlebih dahulu dengan baik kepribadian Rivai Maringka sebelum menikah sehingga setelah menikah, Arneta menjadi korban kekerasan fisik dan psikis yang dilakukan suaminya.

Di awal perkenalan mereka, Rivai sudah menunjukkan perilaku yang pemarah dan mudah melakukan kekerasan. Saat itu, Arneta merasa ngeri ketika seorang pemuda tidak sengaja menumpahkan isi cangkirnya dan membasahi jaket Arneta. Peristiwa itu menyebabkan emosi Rivai tersulut, dan ia mengekpresikannya dengan mengasari si pemuda itu.

Ketika itu, Arneta belum mengetahui kepribadian Rivai yang sebenarnya. Apalagi, di awal perkenalan dengan orang yang disukai, biasanya seseorang menunjukkan sifat-sifat baiknya, seperti rajin, ramah, sopan, sabar, dan lembut.

Hal itu juga yang ditunjukkan Rivai Maringka. Akan tetapi, ketika ada kejadian yang memicu kemarahannya, sifat aslinya akan muncul. Ketika peristiwa ini terjadi, dari cara si tokoh mengekspresikan emosi marahnya, kepribadian yang sebenarnya akan terlihat.

Dan seorang pemuda yang sedang mundur-mundur membidikkan kameranya, membentur lengannya. Cangkir terguncang. Sebagian isinya tumpah membasahi jaket Arneta.

Pemuda itu belum sempat minta maaf ketika Rivai sudah maju mencengkeram leher jaketnya dengan kasar.
“Rivai! Jangan!” cegah Arneta sopan. Dia ngeri melihat sikap Rivai.
“Minta maaf kepadanya!” Rivai melepaskan cengkeramannya dengan berang. Matanya menatap buas. (Mira W., 1999:31)

Melalui pandangan mata si tokoh ketika ia menatap dengan buas, tergambar kondisi emosi Rivai Maringka saat itu.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Currenct Directions Psychological Science, psikolog Sebastiaan Manthôt dan Stefan Van der Stigchel berpendapat bahwa fungsi pupil tidak hanya sebagai pengatur cahaya yang masuk ke mata, tetapi lebih dari itu, ukuran pupil adalah cerminan emosi dan niat dari pemiliknya (https://health.kompas.com).

Ini sejalan dengan pepatah yang mengungkapkan bahwa mata adalah jendela jiwa.

Setelah menjadi istri Rivai, Arneta baru mengetahui deviasi seksual yang dialami suaminya. Rivai sering menganiaya istrinya ketika mereka melakukan hubungan suami istri. Kemudian di waktu yang lain, ia menunjukkan kasih sayangnya kepada istrinya.

Hanya Arneta yang tahu. Di rumah, Rivai dapat berubah seratus delapan puluh derajat. Di kamar tidur, Rivai harus mengasari istrinya untuk mendapat kepuasan. Di rumah, lagaknya seperti penguasa. Di depan kakaknya, dia bisa lebih jahat lagi. Dia bisa menghukum istrinya dengan sadis untuk kesalahan yang diperbuatnya. (Mira W., 1999:19)

Perilaku yang ditunjukkan Rivai dapat berubah-ubah setiap waktu. Pengalaman traumatis berupa kekerasan fisik dan verbal yang dialami oleh Rivai Maringka sejak kecil dapat menjadi penyebab perubahan emosinya.

Perilaku Rivai terbentuk sejak kecil ketika ia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga pelaku kekerasan. Ayahnya mengasarinya semenjak ia kecil. Ia juga sering menyaksikan kekerasan yang dilakukan ayahnya kepada ibunya. Itulah yang membentuk kepribadian Rivai Maringka sehingga ia menjadi pelaku tindak kekerasan.

Dodge, Bates, dan Pettit (1990) menjelaskan bahwa anak-anak yang mengalami atau terbiasa melihat kekerasan akan mengadaptasi kekerasan sebagai respons yang benar untuk dilakukan (www.uc.ac.id).

Efek kekerasan pada anak sering kali diabaikan, bahkan diremehkan. Padahal, anak yang menjadi korban kekerasan berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan, baik fisik maupun mental, serta mengalami penurunan kualitas hidup yang dapat terus berlanjut hingga dewasa (alodokter.com).

Itu yang dialami Rivai Maringka sejak kecil sehingga ia mengalami masalah kesehatan mental.

Ayah-ibu Rivai Maringka adalah pasangan sadomasosis yang sempurna. Sejak kecil Rivai sudah sering menyaksikan ayahnya menyiksa ibunya. Ambivalensi Rivai terpecah antara menikmati kesadisan itu sendiri dan membenci tokoh yang melakukannya. (Mira W., 1999:263)

Novel Deviasi karya Mira W. dapat menjadi pembelajaran bagi pembaca untuk berhati-hati dan waspada terhadap orang yang melakukan tindakan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan psikis.

Tindakan penyelamatan diri harus dilakukan, seperti yang dilakukan oleh Arneta ketika ia memutuskan untuk bercerai dari Rivai. Kisah yang ditampilkan dalam novel Deviasi adalah tindakan kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa perempuan juga dapat melakukan tindakan kekerasan.

Tindakan kekerasan dalam rumah tangga dan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat dilakukan oleh laki-laki, tetapi juga oleh perempuan. Kekerasan tidak memandang jenis kelamin. Kekerasan juga tidak selalu berbentuk fisik, tetapi dapat juga berbentuk psikis yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, dan merasa tidak berdaya.

Psikolog Rosdiana Setyaningrum (dalam femina.co.id) mengemukakan bahwa Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) memang tidak selalu dilakukan oleh Laki-laki karena laki-laki dan perempuan sama-sama dapat menjadi pelaku.
“Orang melakukan KDRT biasanya untuk menunjukkan power. Biasanya, mereka adalah orang-orang yang tidak terlalu percaya diri sehingga penghargaan terhadap dirinya rendah. Ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan”. (*)

Oleh : Nurhaida
*Penulis adalah Pengkaji Sastra di Balai Bahasa Provinsi Aceh

Ayah di Tiongkok: Kebijakan Nol Covid Telah Membuat Anak Saya Mati

0

batampos – Penanganan kasus Covid-19 di Tiongkok mendapat kecaman dari warga. Hal itu bermula dari meninggalnya balita laki-laki berusia 3 tahun yang terlambat mendapatkan penanganan medis. Sang ayah, Tuo Shilei, menceritakan, Wenxuan, anaknya, sakit setelah sang istri terpeleset dan jatuh saat memasak pada Selasa (1/11). Diduga, dia keracunan karbon monoksida. Tuo mencoba menghubungi polisi dan ambulans, tapi tidak ada yang mengangkat.

Setelah 30 menit, kondisi putranya memburuk. Tuo melakukan CPR, lalu menggendong putranya untuk keluar mencari pertolongan. Namun, penjaga melarangnya keluar dan memintanya menghubungi otoritas setempat atau ambulans. Seperti diketahui, wilayah Lanzhou di-lockdown selama tiga pekan terakhir.

Panik, Tuo menabrak pembatas dan naik taksi ke rumah sakit. Sayangnya, begitu mereka sampai di rumah sakit, dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa Wenxuan. ’’Tidak ada bantuan yang diberikan. Serangkaian kejadian itu membuat anak saya tewas,’’ ujar Tuo.

Berbicara kepada BBC, Tuo Shilei, ayah bocah itu, mengkritik kebijakan Covid-19, dengan mengatakan bahwa pengendalian pandemi terlalu jauh ketika dia berjuang untuk membawa anaknya, Wenxuan, dari kompleks perumahannya ke rumah sakit dan membutuhkan waktu lebih dari satu jam.

“Penyebab kematian putra saya adalah kecelakaan. Tapi, selama seluruh proses permintaan bantuan kami, ada penghindaran tanggung jawab dan melalaikan tugas,” ucap Tuo yang tinggal bersama keluarganya di Kota Lanzhou di provinsi Gansu, mengatakan BBC.

Dalam wawancara terpisah dengan Reuters, ayah berusia 32 tahun itu menyalahkan kebijakan nol Covid di Tiongkok atas kematian anaknya. Tuo mengatakan bahwa Wenxuan dibunuh secara tidak langsung.

“Ada pemeriksaan di pos terkait penanganan Covid-19. Staf tidak bertindak, dan kemudian mengabaikan dan menghindari masalah, dan kemudian kami diadang di pos pemeriksaan lain,” kata Tuo kepada Reuters.

Terkait insiden itu, polisi setempat mengeluarkan pernyataan untuk mengonfirmasi insiden tersebut dan mengungkapkan bahwa Wenxuan meninggal karena keracunan karbon monoksida. Dengan pernyataan itu, kemarahan publik meledak. Beberapa warga yang marah turun ke jalan untuk memprotes kebijakan ketat nol Covid di Lanzhou, yang telah di-lockdown sejak Oktober. (*)

Reporter : JP GROUP

RSAW Menjadi RS Mata Wakaf Pertama Dengan Sertifikasi RS Syariah

0

batampos – IHEX tahun ini diselenggarakan pada 3-6 November 2022 di Yogyakarta. Diikuti oleh ratusan instansi kesehatan islami dari seluruh Indonesia dalam Expo dan membawa topik-topik kesehatan international dalam rangkaian konferensi serta seminar.

Mengusung tema “Bangkitkan Ekosistem Kesehatan Syariah Pasca Pandemi”, IHEX 2022 juga menyelenggarakan MUKISI Innovation, sebagai penghargaan kepada lembaga-lembaga kesehatan anggota Majelis Upaya Kesehatan Islami Seluruh Indonesia (Mukisi) yang telah melakukan inovasi dan trobosan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan yang bernuansa islami.

Direktur Utama RS Mata Achmad Wardi. dr. Moh Badrus Sholeh M.Kes yang sekaligus sebagai Ketua LAZ Mukisi dalam IHEX 2022 ini pun berkesempatan memberikan pemaparan tentang Kekuatan Potensi ZISWAF dalam memperkuat ekosistem kesehatan syariah.

RSAW merupakan salah satu rumah sakit wakaf pertama di Indonesia yang di dukung penuh oleh Badan Wakaf Indonesia dan Dompet Dhuafa dengan bertujuan memberikan kebermanfaatan yang luas khusunya penyakit mata.

Oleh karenanya saya mengajak semua stackholder yang ada di sini untuk ikut berkontribusi dalam aksi kebaikan.

Selain itu sebagai konsistensi bakti kepada masyarakat, RSAW memberikan pemeriksaan mata kepada pengunjung IHEX 2022 yang memerlukan.  (*)


Reporter : JP GROUP