Penyidik KPK keluar dari kantor DPMD Bangkalan di Jalan Halim Perdana Kusuma. (DARUL HAKIM/JAWA POS RADAR MADURA)
batampos – Operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bangkalan kembali berlanjut kemarin. Lembaga antirasuah itu mendatangi empat kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemkab.
Empat instansi tersebut meliputi dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD), dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker), dinas ketahanan pangan (DKP), dan badan pendapatan daerah (bapenda).
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Madura di lapangan, operasi dimulai pukul 09.00. Yang pertama didatangi adalah kantor DPMD dan disperinaker. Dua OPD itu diperiksa secara bersamaan. Tak hanya menggeledah kantor, tim KPK juga memeriksa sebuah mobil bernopol M 1264 HY yang berada di depan kantor DPMD.
Penyidik KPK meninggalkan kantor DPMD tepat pukul 10.39 dengan membawa satu koper warna hitam dan tas ransel. Sementara itu, dari kantor disperinaker, penyidik membawa barang sitaan di dalam dua koper dan satu kardus.
Tak jauh berbeda dengan penggeledahan selama dua hari sebelumnya, upaya wartawan untuk mendapatkan keterangan dari penyidik KPK tetap tidak berhasil. Mereka tidak memberikan penjelasan sedikit pun.
Setelah digeledah, Kepala DPMD Bangkalan Hosin Jamili juga tidak bisa dimintai keterangan. Dia memilih menghindar. Sementara itu, dari kantor ketahanan pangan (DKP), tim KPK membawa barang sitaan yang dimasukkan ke dua koper dan satu kardus. Sedangkan dari kantor bapenda, penyidik KPK membawa satu koper dan satu kardus.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DKP Hairul Rahman mengklaim, saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di instansinya, tidak ditemukan bukti-bukti yang diperlukan. ’’Saya tidak tahu penggeledahan yang dilakukan tentang apa. Hanya, saya disodorkan surat dari pengadilan untuk memeriksa kantor ketahanan pangan oleh penyidik,’’ jelasnya.
Untuk diketahui, operasi yang dilakukan KPK sudah berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, yang diperiksa adalah ruang kerja bupati, Wabup, sekretaris kabupaten (Sekkab) Bangkalan, serta rumah dinas bupati.
Pada hari kedua, yang didatangi adalah kantor dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) di Jalan Soekarno-Hatta serta kantor DPRD Bangkalan. Hanya, sejauh ini KPK belum membeberkan kasus yang sedang ditangani. (*)
ILUSTRASI: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua Kamaruddin Simanjuntak saat hadir menjadi saksi di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). Saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini merupakan saksi dari pihak jaksa penuntut umum. Total 12 saksi akan dihadirkan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Kamaruddin Simanjuntak sebagai saksi dalam sidang Richard Elizier alias Bharada E, terkait perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (25/10).
Dalam persidangan, Kamaruddin kerap dicecar majelis hakim lantaran kerap menyampaikan keterangan tanpa didasarkan dengan bukti terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua. Misalnya, keterangan Kamaruddin yang menyebut bahwa Putri Candrawathi turut menembak Yosua.
Selain itu, Kamaruddin juga menyampaikan keterangan bahwa terdakwa Ferdy Sambo bertengkat dengan istrinya, terdakwa Putri Candrawathi lantaran Brigadir Yosua mengetahui adanya wanita lain dalam hubungan rumah tangga kedua pimpinannya tersebut.
Herannya, Kamaruddin tidak mau mengungkap informasi yang disampaikannya itu berasal dari mana sumbernya. Hanya saja, ia berkali-kali menjawab pertanyaan majelis hakim soal keterangannya tersebut dengan informais yang sifatnya intelijen sehingga sumber identitas minta dirahasiakan.
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyoroti keterangan Kamaruddin Simanjuntak dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua, dalam kapasitas sebagai saksi terdakwa Bharada Richard Elizier. Menurut dia, Kamaruddin menyampaikan perkiraan semua.
“Itu bukan keterangan saksi, tetapi perkiraan saksi,” kata Fickar saat dihubungi wartawan pada Selasa (25/10).
Namanya keterangan saksi, kata dia, tentunya menyampaikan sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakannya sendiri. Sementara, Fickar melihat Kamaruddin dalam persidangan itu hanya menyampaikan informasi dari orang lain.
“Jadi kalau mendengar tidak langsung (hanya kata orang), maka itu hanya perkiraan yang didasarkan pada keterangan orang lain. Jadi bukan keterangan saksi karena tidak dilihat, tidak didengar dan tidak dirasakannya sendiri, melainkan kata orang lain,” jelas dia.
Maka dari itu, Fickar mengatakan majelis hakim akan mempertimbangkan apa yang disampaikan Kamaruddin dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua tersebut. Menurut dia, keterangan saksi harus disertai dengan bukti pendukung. “Perkiraan itu tidak punya nilai pembuktian jika tidak didukung alat bukti lain,” ungkapnya.
Diketahui, pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak menuding Putri Candrawathi ikut menembak Yosua di rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022. Hal tersebut disampaikan Kamaruddin saat jadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (26/10). (*)
ILUSTRASI: Kuasa Hukum Keluarga Brigadir Yosua Kamaruddin Simanjuntak saat hadir menjadi saksi di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022). Saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini merupakan saksi dari pihak jaksa penuntut umum. Total 12 saksi akan dihadirkan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Kamaruddin Simanjuntak sebagai saksi dalam sidang Richard Elizier alias Bharada E, terkait perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (25/10).
Dalam persidangan, Kamaruddin kerap dicecar majelis hakim lantaran kerap menyampaikan keterangan tanpa didasarkan dengan bukti terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua. Misalnya, keterangan Kamaruddin yang menyebut bahwa Putri Candrawathi turut menembak Yosua.
Selain itu, Kamaruddin juga menyampaikan keterangan bahwa terdakwa Ferdy Sambo bertengkat dengan istrinya, terdakwa Putri Candrawathi lantaran Brigadir Yosua mengetahui adanya wanita lain dalam hubungan rumah tangga kedua pimpinannya tersebut.
Herannya, Kamaruddin tidak mau mengungkap informasi yang disampaikannya itu berasal dari mana sumbernya. Hanya saja, ia berkali-kali menjawab pertanyaan majelis hakim soal keterangannya tersebut dengan informais yang sifatnya intelijen sehingga sumber identitas minta dirahasiakan.
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menyoroti keterangan Kamaruddin Simanjuntak dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua, dalam kapasitas sebagai saksi terdakwa Bharada Richard Elizier. Menurut dia, Kamaruddin menyampaikan perkiraan semua.
“Itu bukan keterangan saksi, tetapi perkiraan saksi,” kata Fickar saat dihubungi wartawan pada Selasa (25/10).
Namanya keterangan saksi, kata dia, tentunya menyampaikan sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakannya sendiri. Sementara, Fickar melihat Kamaruddin dalam persidangan itu hanya menyampaikan informasi dari orang lain.
“Jadi kalau mendengar tidak langsung (hanya kata orang), maka itu hanya perkiraan yang didasarkan pada keterangan orang lain. Jadi bukan keterangan saksi karena tidak dilihat, tidak didengar dan tidak dirasakannya sendiri, melainkan kata orang lain,” jelas dia.
Maka dari itu, Fickar mengatakan majelis hakim akan mempertimbangkan apa yang disampaikan Kamaruddin dalam persidangan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua tersebut. Menurut dia, keterangan saksi harus disertai dengan bukti pendukung. “Perkiraan itu tidak punya nilai pembuktian jika tidak didukung alat bukti lain,” ungkapnya.
Diketahui, pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak menuding Putri Candrawathi ikut menembak Yosua di rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022. Hal tersebut disampaikan Kamaruddin saat jadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (26/10). (*)
Personel Polsek Sagulung memberikan imbauan agar masyarakat waspada aksi pencurian kendaraan bermotor. Foto: Polsek Sagulung
batampos – Polsek Sagulung mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat meninggalkan sepeda motor saat parkir atau ditinggal pergi dan untuk menghindari pencurian diimbau agat menggunakan kunci ganda.
Jajaran Polsek Sagulung kembali menyambangi masyarakat di berbagai lokasi strategis untuk menyampaikan pesan Kamtibmas tersebut.
Lokasi wisata jembatan I Barelang, pusat perbelanjaan hingga pemukiman terbuka yang dianggap rawan kembali disambangi jajaran Polsek Sagulung. Menyampaikan pesan yang sama, Polsek Sagulung juga imbau agar sistem keamanan lingkungan (Siskamling) juga kembali diaktifkan masyarakat.
Libatkan masyarakat sebagai petugas keamanan lingkungan tentu lebih efektif karena lebih kenal dengan warga di sekitarnya. Jika ada orang asing yang bisa saja berniat tak bagus tentu akan lebih mudah diketahui ketimbang tim patroli polisi.
“Kita tak bosan-bosan untuk sampaikan pesan Kamtibmas ini. Aksi kejahatan termasuk pencurian kendaraan motor masih terus terjadi jadi besar harapan kami agar masyarakat lebih waspada lagi ke depannya. Jadilah polisi bagi diri sendiri dan keluarga. Perhatikan keamanan kendaraan saat parkir. Sepeda motor harus pasang kunci ganda,” imbau Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra, Kamis (26/10).
Sosialisasi Kamtibmas ini juga dibarengi dengan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Berbagai penyakit baru yang muncul belakangan ini seperti gagal ginjal akut juga diawasi.
Pengawasannya dengan mendatangi apotek ataupun tempat penjualan obat-obatan untuk memastikan obat atau sirup yang ditarik BPOM tidak lagi dijual. Begitu juga dengan Covid-19, pengawasan protokol kesehatan tetap prioritas.(*)
ILUSTRASI. Data dari Agustus 2022 hingga hari ini, ada total 206 kasus ginjal akut pada anak. Dan 99 di antaranya dinyatakan meninggal. (just dial)
batampos – Jumlah kasus gangguan ginjal akut hingga hari ini, Kamis (27/10) yang berujung gagal ginjal akut menjadi 269 kasus se-Indonesia. Dari angka itu, sebanyak 157 anak meninggal dunia. Jumlah itu naik dibandingkan Selasa (25/10) bahwa angka kasus ginjal akut saat itu sebanyak 255 kasus dan kematian anak 143 jiwa meninggal.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menegaskan ada kenaikan 18 kasus dibanding dua hari lalu. Namun dari total 18 kasus itu, hanya 3 kasus baru yang dilaporkan oleh sejumlah rumah sakit. Sisanya, adalah kasus pada September dan awal Oktober yang baru dilaporkan.
“Update gangguan ginjal akut total 269 kasus, yang dirawat masih 73 kasus, 157 kasus meninggal 58 persen. Sembuh 39 kasus,” kata Syahril kepada wartawan secara virtual, Kamis (27/10).
Menurutnya, setelah edaran larangan obat sirop, dalam 2-3 hari ini ada 3 kasus yang tercatat. Jumlah total kasus terdiri dari 27 provinsi.
“Sebanyak 15 kasus yang baru dilaporkan,” katanya.
Sejumlah provinsi dengan kasus tertinggi di antaranya DKI Jakarta 57 kasus, Jawa Barat 38 kasus, dan provinsi lainnya Aceh, Sumatera Barat, dan Banten. Ia berharap dengan adanya surat larangan minum obat sirup sebagai kewaspadaan dini, diharapkan kasus bisa ditekan.
“Dan selalu waspada sejak awal. Jangan terlambat di saat anak sudah kurang frekuensinya atau tidak buang air kecil. Jika sudah sampai kondisi itu, itu sudah stadium 3,” katanya. (*)
batampos – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menilai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lamban melakukan riset penyebab gagal ginjal akut pada anak. Sementara yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini hanya aksi sporadis yang belum tentu efektif mengatasi masalah.
“Penelitian terkait sebab-sebab terjadinya maupun kebijakan impor antidotum Fomepizole dari Singapura sebagai obat pada pasien kasus gagal ginjal akut (GGA) sebagai kebijakan yang bersifat sporadis. Karena tidak jelas lembaga mana yang melakukan penelitian tersebut,” kata Mulyanto dalam keterangannya, Kamis (27/10).
“Memang terkesan Kemenkes gerak cepat. Namun apakah kesimpulan yang diperoleh tersebut benar-benar dapat dikatakan valid secara scientific? Ini masih perlu pembuktian lebih lanjut,” imbuhnya.
Mulyanto menjelaskan, saat ini Kemenkes tidak lagi memiliki badan penelitian dan pengembangan (litbang), termasuk lembaga kajian pendukung kebijakan. Sebab seluruh badan litbang baik di kementerian teknis maupun di lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) telah dilebur ke dalam BRIN.
Namun sangat disayangkan, sampai hari ini tidak terdengar gerak cepat BRIN untuk meneliti sebab-sebab sekaligus obat bagi pasien kasus gagal ginjal akut yang telah menelan korban ratusan anak ini.
Mulyanto menegaskan BRIN terkesan lamban dalam merespons kebutuhan riset secara sektoral. Bukan hanya pada kasus gagal ginjal akut hari ini di Kemenkes, namun juga pada kasus penyakit kuku-mulut sapi sebelumnya di Kementeran Pertanian.
Akhirnya, secara de facto, yang bergerak melaksanakan riset adalah kementerian teknis yang bersangkutan dengan kelembagaan, SDM, dan anggaran riset seadanya. Karena dengan terbentuknya BRIN, kementerian teknis tidak lagi memiliki SDM, anggaran, dan laboratorium riset.
“Ini kan jadi kontra produktif,” tegas Mulyanto.
“Karenanya sudah selayaknya, riset untuk mendukung kebijakan sektoral ini dikembalikan lagi pada kementerian teknis. Jangan dilebur ke dalam BRIN,” papar Mulyanto.
Untuk diketahui Kementerian Kesehatan bersama IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan profesi terkait telah melakukan surveilans atau penyelidikan epidemiologi untuk mencari sebab sebab terjadinya kasus GGA pada anak.
Pemerintah menduga kasus GGA pada anak ini akibat adanya cemaran senyawa kimia pada obat tertentu yang saat ini sebagian sudah teridentifikasi.
Pemerintah juga sudah menyingkirkan kasus yang disebabkan infeksi, dehidrasi berat, oleh perdarahan berat termasuk keracunan makanan minuman. Dengan kata lain penelitian tersebut telah menjurus kepada salah satu penyebab, yaitu adanya keracunan atau intoksikasi obat.
Sementara itu Kemenkes memutuskan menggunakan obat penawar antidotum Fomepizole setelah melakukan tes toksikologi pada sejumlah pasien gagal ginjal akut yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Impor antidotum Fomepizole dari Singapura sebagai obat kasus GGA pada anak ini sudah dilakukan. (*)
Ganjar Pranowo dan F.X. Rudyatmo setelah memberikan klarifikasi ke DPP PDIP pada Senin (24/10) dan Rabu (26/10). (MIFTAHULHAYAT-FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
Pengamat: Mega Tak Ingin Simpatisan Saling Serang
batampos – PDI Perjuangan (PDIP) menindak tegas semua kader yang berbicara tentang pencapresan pada Pemilu 2024.
Setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijatuhi sanksi teguran lisan, kemarin (26/10) giliran Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang diberi sanksi teguran keras dan terakhir. Para anggota Fraksi PDIP DPR yang membentuk Dewan Kolonel pun tidak luput dari sanksi.
Ganjar disanksi karena menyatakan siap maju sebagai calon presiden (capres). Sementara itu, F.X. Rudy dijatuhi sanksi karena mendukung Ganjar maju sebagai capres 2024. Keduanya dipanggil dan dimintai klarifikasi oleh DPP PDIP terkait dengan pernyataan soal pencapresan. Ganjar dipanggil pada Senin (24/10), sedangkan Rudy baru dipanggil kemarin.
Rudy datang ke kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.15. Dia mengenakan seragam resmi partai berwarna merah dan masker berwarna merah-putih. Selanjutnya, Rudy dipersilakan masuk ke ruang klarifikasi. Di dalamnya sudah menunggu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Dewan Kehormatan PDIP Komarudin Watubun.
Setelah 1,5 jam, Hasto, Komar, dan Rudy menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil pertemuan tertutup tersebut. Komar mengatakan, setelah dilakukan klarifikasi, Rudy dinyatakan melanggar keputusan kongres PDIP yang menetapkan bahwa semua yang menyangkut calon presiden dan wakil presiden menjadi kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. ”Seluruh kader harus tertib, tanpa kecuali,” terangnya.
Menurut dia, Rudy adalah kader senior sehingga sanksi yang diberikan lebih berat. ”Karena itu, kami jatuhkan sanksi peringatan keras dan terakhir kepada Saudara F.X. Rudyatmo. Saya serahkan ini untuk dilaksanakan,” tegas anggota Komisi II DPR itu. Komar menyatakan, Rudy adalah teman seperjuangannya yang sama-sama sebagai kader senior. Walaupun demikian, dia harus tegas kepada semua kader yang melanggar. Dia tidak akan pandang bulu agar semua kader dari Sabang sampai Merauke merasakan keadilan partai. ”Dalam posisi ini, saya harus tegas, saya tidak pandang bulu. Karena Anda (Rudy, Red) adalah teman perjuangan saya, bagian dari sejarah partai,” ungkapnya.
Sanksi kepada Rudy tersebut jauh lebih berat daripada sanksi untuk Ganjar yang hanya teguran lisan. Mengenai hal itu, Komar menjelaskan beberapa alasannya. Pertama, kata dia, Rudy adalah kader senior di partai. Menurut dia, kader senior sekaliber Rudy seharusnya menjadi suri teladan bagi anggota partai lainnya. Maka, jika ada pelanggaran yang dilakukan kader senior, sanksinya lebih berat. ”Itu risikonya sebagai kader senior. Dia harus jadi suri teladan bagi anggota partai,” bebernya.
Alasan berikutnya, lanjut dia, Rudy seharusnya tak boleh menyampaikan pernyataan dukungan terhadap calon presiden tertentu. Dalam hal ini tentu dukungan kepada Ganjar Pranowo. Sebab, pernyataan dukungan demikian hanya boleh dilakukan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Secara pribadi, kader boleh mendukung calon-calon yang ada, tapi tidak boleh mengungkapkannya. Kader hanya boleh menyiapkan barisan. ”Jika sudah diumumkan, semua kader harus melaksanakan keputusan itu,” tuturnya.
Komar menambahkan, sanksi untuk Ganjar lebih ringan karena dia tidak mendeklarasikan diri sebagai calon presiden. Ganjar hanya menjawab pertanyaan wartawan. Ganjar menyatakan siap sebagai capres jika ditugaskan partai demi bangsa dan negara. Menurut dia, partai memang mempersiapkan kader bangsa untuk siap dicalonkan ke tingkatan mana saja.
Hasto Kristiyanto menambahkan, sanksi berat kepada Rudy adalah bentuk perlakuan yang sama atau equal treatment dalam hal kedisiplinan. ”Sanksi ini teguran, bukan pembebastugasan, bukan pemecatan. Jadi, ada tahapan-tahapan pemberian sanksi,” paparnya.
Menurut dia, partainya tidak sewenang-wenang memberikan sanksi. Pihaknya mengundang Rudy terlebih dahulu untuk melakukan klarifikasi. Partai juga menyampaikan bukti-bukti terkait dengan dugaan pelanggaran. Setelah dilakukan klarifikasi, partai mengambil keputusan memberikan sanksi.
Sementara itu, Rudy menyatakan legawa menerima sanksi tersebut. Bahkan, dia menyampaikan terima kasih atas konsolidasi dan klarifikasi yang dilakukan DPP PDIP. Pada dasarnya, sebagai kader senior partai, dia mempunyai prinsip sikap dan komitmen terhadap Ketum PDIP Megawati. ”Sehingga dengan sanksi yang diberikan kepada saya, sanksi keras dan terakhir itu pun saya terima dengan penuh tanggung jawab,” kata Rudy.
Ke depan, dia akan menjalankan tugas untuk memenuhi momen pemenangan pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden sesuai dengan apa yang diputuskan Ketum.
Komar menambahkan, selain Ganjar dan Rudy, partainya menjatuhkan sanksi kepada sejumlah anggota Fraksi PDIP DPR yang membentuk Dewan Kolonel untuk mendukung Puan Maharani sebagai capres. Dia menilai Dewan Kolonel telah membuat organisasi di luar AD/ART partai. Soal nama-nama anggota Dewan Kolonel yang diberi sanksi, Komar mengatakan bahwa dirinya sudah menghubungi mereka satu per satu.
Dewan Kolonel itu tidak punya kaitan apa pun dengan militer. Istilah tersebut diciptakan anggota Fraksi PDIP DPR yang ingin mengusung Puan Maharani sebagai capres dari PDIP. Pembentukan Dewan Kolonel diinisiasi oleh Anggota DPR dari PDIP Johan Budi. Koordinatornya adalah Trimedya Panjaitan. Sedangkan anggotanya adalah para loyalis Puan Maharani. Antara lain, Utut Adianto, Bambang Wuryanto, Hendrawan Supratikno, dan Masinton Pasaribu. Dewan Kolonel bertugas meningkatkan citra Puan di daerah pemilihan masing-masing anggota.
Tak lama setelah pembentukan Dewan Kolonel, muncul reaksi dari para relawan pendukung Ganjar. Seakan ingin memberikan sindiran, mereka mendirikan Dewan Komando Perjuangan Rakyat Jelata yang mereka singkat menjadi Dewan Kopral.
Komar menegaskan, pihaknya akan memanggil mereka semua untuk dimintai klarifikasi terkait dengan pembentukan organisasi di luar partai itu. ”Kami sedang persiapkan untuk panggil gelombang berikutnya. Tertibkan semua tanpa terkecuali,” tegasnya.
Komar menyatakan, Puan tidak terlibat dalam pembentukan Dewan Kolonel. Para anggota Fraksi PDIP berinisiatif sendiri untuk membentuk organisasi tersebut. ”Kadang-kadang teman-teman ini kan terlalu kreatif, untuk cari muka kadang juga. Itu bukan menolong pemimpin, kadang menjerumuskan pemimpin juga,” tandas legislator asal Papua itu.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo menyatakan menerima dengan lapang sanksi teguran lisan yang dijatuhkan Dewan Kehormatan DPP PDIP terhadap dirinya. “Tentu sebagai kader, saya akan taat dan menerima. Tentu ini bagian dari komunikasi publik yang rasanya saya harus memperbaiki,” kata Ganjar.
Ganjar menyampaikan, terkait Pilpres 2024 dan siapapun nantinya yang akan diusung oleh PDIP, dirinya siap dan patuh terhadap keputusan partai. Dia juga menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak prerogatif dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Pak Sekjen sudah bicara, lihat baju saya, semua keputusan terkait pilpres adalah keputusan Ketum. Jadi, semua pasti akan mengikuti. Dan saya orang yang setuju,” tegas Ganjar.
Pada bagian lain, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengatakan, Megawati ingin menertibkan semua kader yang berbicara tentang pencapresan. Menurut dia, Megawati tampaknya tidak ingin ada kegaduhan di internal PDIP soal capres, baik dari pendukung Ganjar maupun Puan.
Sebelumnya, para pendukung Puan selalu menyerang Ganjar. Mereka terus mengkritik kubu Ganjar. Dengan penertiban yang dilakukan DPP PDIP, tidak ada saling serang di antara pendukung. Tidak ada lagi kader yang menyerang Ganjar. ”Megawati ingin situasi partai tenang dan solid,” paparnya. (*)
Siti Elina ditangkap saat mencoba menerobos masuk ke Istana Negara. (Istimewa)
batampos – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap 2 pria berinisial BU dan JM. Penangkapan ini terkait dengan aksi Siti Elina yang menerobos masuk Istana Negara dan menodongkan pistol ke Paspampres.
“BU itu adalah suaminya Siti Elina,” kata Kabag Banops Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar kepada wartawan, Kamis (27/10).
BU dan JM diduga berafiliasi dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII) Jakarta.
BU diduga memiliki jabatan sebagai pembantu bendahara NII Jakarta Utara. Sementara itu, untuk JM adalah guru yang mendoktrin yang bersangkutan.
“Setelah pemeriksaan akun dan analisis ditemukan dua orang lainnya yang juga terhubung dengan kelompok NII Jakarta. Yaitu atas nama BU dan JM. BU dan JM diketahui sudah berbaiat kepada Amir NII,” jelas Aswin.
Sebelumnya, seorang perempuan bercadar diamankan oleh petugas kepolisian karena diduga hendak menerobos masuk ke area Istana Negara.
Perempuan tersebut sempat menodongkan pistol jenis FN kepada Paspampres yang bertugas sebelum akhirnya diringkus. (*)
batampos– Helikopter AS350 yang mereka tumpangi mendarat darurat di dekat Brinchang, Cameron Highlands, Malaysia, Rabu (25/10). Akibatnya 5 tenaga kesehatan yang jadi penumpang helikopter dan seorang pilot mengalami luka-luka.
Ilustrasi – Helikopter AS350 milik Gendarmerie Prancis terlihat di pegunungan Massif du Sancy. (Wikimedia Commons/Fabien1309)
Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan peristiwa nahas terjadi pada sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan menimpa anggota Pasukan Doktor Udara (FDU) dari Dinas Kesehatan Daerah (PKD) Kinta.
Menurut dia, hingga pukul 19.00 empat korban telah dibawa untuk mendapatkan perawatan medis, dua di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Sultanah Hajjah Kalsom (HoSHKA), sedangkan dua korban lainnya sedang dievakuasi.
Saat kejadian, helikopter tersebut sedang dalam penerbangan pulang ke Ipoh setelah tim FDU melakukan kunjungan rutin ke Desa Orang Asli, Gua Musang, Kelantan.
Pemberitahuan tentang insiden tersebut diterima oleh HoSHKA pada pukul 13.50 dari Markas Besar Polisi (IPD) Distrik Cameron Highlands.
Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Malaysia langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya penyelamatan korban, kata Khairy. (*)
Jeka Saragih (kanan) saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta kemarin (25/10). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)Je
Jeka Saragih yang Mengejar Mimpi Menjadi Petarung Indonesia Pertama di UFC
Mengenal bela diri lewat wushu dengan tujuan agar tidak dipalak, Jeka Saragih hanya butuh satu kemenangan lagi di final untuk memastikan kontrak dari UFC. Berharap bisa bertemu Presiden Jokowi untuk menyampaikan kondisi kampungnya yang jalannya rusak.
RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta
JEKA…Jeka…Jeka. Teriakan tersebut lantang disuarakan puluhan fans ketika Jeka Saragih menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta kemarin (25/10) siang. Mulai dari spanduk hingga poster yang bertulisan namanya terpampang di area kedatangan lobi timur.
Perwakilan Pemuda Batak Bersatu hingga warga Simalungun kemudian memberi Jeka kalung bunga dan goto, aksesori penutup kepala yang khusus dikenakan pria Simalungun. Senyumnya semakin mengembang tatkala sang istri, Destina Uliana Siahaan, yang menggendong anak hasil pernikahan mereka, Jaysen Saragih, datang menghampiri.
Sambutan luar biasa tersebut tak terlepas dari hasil yang didapat petarung asal Bah Pasunsang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, itu. Fighter berjuluk Si Tendangan Maut tersebut berhasil mengunci tiket ke final dalam ajang Road to UFC (Ultimate Fighting Championship) setelah mengalahkan petarung Korea Selatan Won Bin-ki pada semifinal di Etihad Arena, Abu Dhabi, Minggu (23/10).
”Pertama-tama, saya patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Pencipta karena diberi kesempatan dan kembali ke Indonesia dengan selamat dan tanpa kurang apa pun. Saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang menyambut,’’ buka Jeka Saragih saat diwawancarai awak media.
Jeka sangat senang bisa kembali ke Indonesia dan memeluk sang putra yang sudah begitu dirindukan. Dia menyebut perjuangannya untuk bisa sampai ke final Road to UFC sangat panjang dan banyak yang dikorbankan. ”Salah satunya, meninggalkan keluarga, anak, istri, dan semua,’’ ungkapnya.
Proses latihan disebutnya juga sangat berat karena dia merasa membawa nama baik para petarung tanah air. ”Ini marwah Indonesia juga (yang harus dijaga) di kancah internasional,’’ bebernya.
Sebelum tampil di semifinal, Jeka berlatih keras di Studio 540, San Diego, Amerika Serikat, selama satu bulan. Di tempat tersebut, Jeka mendapat pelatihan dari Marc Fiore, pelatih MMA (mixed martial arts) beberapa juara UFC.
Latihan keras itu akhirnya berbuah. Jeka Saragih memastikan tiket final di setengah ronde pertama alias 2 menit 41 detik dengan kemenangan KO atas murid petarung top UFC Chan Sun-jung alias Zombie Korea tersebut.
”Kemarin (sebelum pertandingan semifinal) pelatih instruksikan ketika ada kesempatan habisi,’’ bebernya.
Di final pada Februari 2023 di Korea Selatan, Jeka bakal menghadapi Anshul Jubli, petarung asal India yang juga mengalahkan atlet Korea, Kyung Pyo-kim. Jeka tak gentar dengan lawan yang memiliki julukan King of Lions itu.
”Kalau saya, mau lawan dari mana saja santai. Yang penting, di atas ring dihabisin saja. Disikat. Saya optimistis. Kalau tidak optimistis, ngapain. Lebih baik berhenti di Jakarta saja,’’ katanya.
Menurut dia, hasil latihan di San Diego menjadi salah satu faktor positif yang membuatnya bisa mengalahkan lawan dengan cepat. Dia mengaku banyak perubahan yang didapat.
”Karena pelatih juga memberikan bukan hanya dari segi teknik, tapi juga mental dan kepercayaan diri. Karena dalam latihan itu, hati dan pikiran kita juga harus menikmati latihan tersebut,” bebernya.
Jeka Saragih sangat ingin tampil di UFC dan melawan banyak petarung hebat. ”Banyak (yang mau dilawan), tapi kan belum bisa kita ungkapkan karena kita harus ambil dulu kontrak dari UFC,’’ ujarnya.
UFC adalah perusahaan yang sampai dengan 2022 telah menghelat 600 event MMA. Dikomandani Dana White sejak 2001, UFC yang mempertarungkan 12 kelas (8 putra dan 4 putri) tumbuh menjadi industri besar kelas dunia.
Fransino Tirta, manajer Jeka, menjelaskan bahwa finalis akan mendapatkan opsi untuk dikontrak. Hanya, keputusan akhir tetap ada di UFC. ”Jadi, pastinya jika ingin langsung dapat kontrak, Jeka harus memenangkan ajang ini,’’ ungkapnya.
Ketua Dewan Juri One Pride MMA Max Metino menambahkan, berdasar perhitungannya, kalaupun nanti Jeka tidak berhasil menang di final, masih ada kemungkinan untuk mendapatkan kontrak dari UFC. ”Walaupun menang atau kalah, promotor UFC pastinya melihat performa Jeka yang dengan pukulan knockout-nya membuat lawan KO seketika. Itu mereka (UFC) pasti tertarik,’’ bebernya.
Menurut dia, itu capaian besar Sebab, sepanjang sejarah UFC yang dimulai sejak 1993, belum ada satu pun fighter Indonesia yang mampu menembus final Road to UFC.
Di final nanti, kata dia, kans Jeka untuk bisa menang sangat besar. Apalagi Jeka dianggapnya sangat eksplosif hingga akhirnya bisa mengalahkan Won Bin-ki yang merupakan unggulan untuk bisa juara di kelas lightweight.
”Bayangkan Jeka hampir tidak masuk dalam seleksi, tapi akhirnya masuk yang terakhir. Dari lima kandidat itu, ternyata dia membuktikan bahwa dia yang paling pantas dan maju sampai babak final. Jeka menghadapi Won Bin-ki hanya butuh satu ronde,’’ ucapnya bangga.
Ada lima petarung Indonesia yang mengikuti Road to UFC. Namun, empat di antaranya gagal di opening round.
Pertautan Jeka Saragih dengan bela diri dimulai sejak masih di bangku SMP dengan bergabung di ekstrakurikuler wushu. Motivasinya saat itu hanya ingin melindungi diri. ”Latihan mulai SMP itu ada faktor dipalakin orang juga. Saya kan jauh dari kota, ngekos. Ya, anak kampunglah,’’ ungkapnya.
Saat itu, senioritas masih sangat kental. Misalnya, ada senior yang mau makan dan merokok, juniorlah yang harus membelikan. ”Kan nggak fair lah, dipalakin. Ya, saya kasihan juga sama adik-adik saya. Jadilah seperti ini (belajar bela diri),’’ ujarnya.
Kariernya di wushu sebenarnya cukup baik dengan berhasil menang dalam kejuaraan nasional di Jogjakarta pada 2013. Seharusnya, Jeka tampil di PON Jawa Barat 2016. ”Dikatakan orang tua untuk apa itu. Nggak ada ini masa depannya. Lalu, mainlah saya ke Batam,’’ ceritanya.
Di Batam, dia tetap berlatih dan magang di sasana Batam Fighter Club (BFC). Dari situ Jeka ditawari tampil di ajang One Pride TVOne oleh sang pemilik BFC, Yakob Sucipto.
Pria kelahiran 1 Januari 1995 itu mengiyakan tawaran tersebut yang akhirnya membukakan jalannya menuju Road to UFC. Di laga debut di One Pride pada 2016, Jeka takluk oleh Kevin Sulistio. Namun, sejak kekalahan tersebut, Jeka hanya menelan satu kekalahan lagi dari Angga Hans pada 2020. Setelah itu, 13 kemenangan, termasuk di semifinal Road to UFC, berhasil dia catat.
Di luar urusan ring, Jeka Saragih mengaku ingin sekali bertemu Presiden Joko Widodo. Sebab, ada harapan yang hendak dia sampaikan langsung. ”Kampung saya itu dikenal dengan jalannya yang rusak. Itu harapan besar saya, semoga kampung saya bisa dibangun. Kami ingin dibangun karena di sana itu banyak yang tidak terceritakan,’’ harapnya. (*/c6/ttg)