Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6674

Minta Relawan Ikut Jaga Situasi Tetap Kondusif, Ganjar: Jangan Membenturkan Antar Pihak!

0
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Istimewa)

batampos- Politikus PDI Perjuangan Ganjar Pranowo meminta para relawan yang mengatasnamakan sebagai pendukung dirinya agar ikut menjaga situasi kondusif jelang memasuki tahun politik, dikutip dari ANTARA.

“Ini kan bahaya, apalagi dia pakai nama Ganjar lagi. Wong saya tidak pernah membentuk itu (relawan), maka tolong jaga kondusivitas agar demokratisasi berjalan makin baik dan matang,” kata Ganjar di sela melakukan kunjungan kerja, di Jakarta, Selasa (1/11).

Dirinya juga meminta semua pihak menahan diri, serta tidak boleh lagi ada pihak apalagi yang mengatasnamakan relawan Ganjar Pranowo yang membentur-benturkan satu pihak dengan pihak lain atau membenturkan partai politik.

Hal itu disampaikan terkait adanya relawan yang mengatasnamakan Ganjar Pranowo yang melaporkan Puan Maharani ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini, termasuk upaya membenturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDIP.

“Sudah saya sampaikan, di tengah proses demokratisasi yang berjalan, saya minta semuanya menahan diri. Jangan membentur-benturkan,” ujarnya pula.

Oleh karena itu, dirinya berharap semua pihak bersabar dan memberikan proses seleksi yang ada sepenuhnya pada partai politik

Bahwa relawan nanti akan berkontribusi, iya, tapi nanti, bukan sekarang. Nanti bisa kok, jadi jangan buat isu yang nggak baik,” katanya lagi.

Ganjar menyesalkan apa yang terjadi saat ini, awalnya dirinya mengaku hanya diam saja, namun karena banyaknya informasi yang diterima, akhirnya buka suara.

“Karena tiap hari saya dapat informasi itu, lama-lama ya saya harus ngomong juga. Janganlah membentur-benturkan apalagi membenturkan Pak Presiden Jokowi dengan partai termasuk dengan partai saya di PDIP. Kedua, kemarin ada yang melaporkan Mbak Puan ke KPK. Saya cari itu orangnya,” katanya menegaskan pula. (*)

Reporter : JP GROUP

Mendagri Minta Pemda Optimalkan BTT dan Bansos dalam Mengatasi Inflasi

0
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengoptimalkan belanja tak terduga (BTT) dan bantuan sosial (Bansos) dalam rangka mengendalikan inflasi. Menurut Tito, pada sisa dua bulan tahun anggaran, Tito meminta Pemda untuk mengoptimalkan anggaran BTT dan Bansos agar segera direalisasikan.

Tito menegaskan, upaya itu dilakukan untuk mengendalikan perekonomian agar tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

“Untuk Belanja Tak Terduga yang sudah ada arahan dari Bapak Presiden, dan sudah ada edaran dari kami untuk dapat membelanjakan untuk intervensi dalam rangka inflasi, dari 12T lebih sekarang baru terpakai 2T lebih. Berarti masih ada lebih kurang 10T lebih, (waktu) tinggal 2 bulan. BTT ini digunakan untuk hal-hal yang tak terduga, misalnya bencana, tapi juga sebagian bisa dialokasikan untuk penanganan inflasi,” kata Tito dalam keterangannya, Rabu (2/11).

Tito menyampaikan, sejumlah Pemda telah merealisasikan BTT dengan cukup baik. Dia menyebut, daerah tersebut di antaranya Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Papua, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Sedangkan untuk daerah provinsi yang realisasi BTT-nya masih di bawah 2 persen per 28 Oktober 2022 adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.

Tito juga meminta Pemerintah Kabupaten/Kota memberikan perhatian terhadap realisasi BTT yang dinilai masih rendah di daerah Kabupaten Sukoharjo, Bengkulu Selatan, Indragiri Hulu, Kota Palembang, Palopo, Kupang, dan daerah lainnya yang memiliki nilai realisasi rendah.

“BTT-nya yang masih 0 atau di bawah 2 persen, (tolong) digunakan BTT-nya,” ucap Tito.

Mantan Kapolri ini juga menyoroti realisasi Bansos di seluruh Pemda sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak inflasi.

“Bansos juga salah satu instrumen untuk menjaga sosial safety net. Jaring pengaman sosial bagi masyarakat kita yang betul-betul mereka perlu dibantu karena ada kenaikan harga-harga, barang dan jasa,” ungkap Tito.

Tito membeberkan, dari alokasi APBD Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia, jumlah alokasi anggaran bansos sebesar Rp 12,032.97 triliun. Namun angka tersebut baru terealisasi sebesar 49,68 persen atau Rp 5,977.52 triliun per 28 Oktober 2022.

Angka itu didapat dari realisasi di tingkat provinsi sebesar 52,55 persen atau Rp 3,309.50 triliun, realisasi kabupaten 47,11 persen atau Rp 2,165.56 triliun, dan realisasi di tingkat kota sebesar 44,18 persen atau Rp 502,46 miliar.

“Itu dari 12 triliun lebih seluruh Pemda terpakai lebih kurang hampir separuh, (atau) 50 persen. Masih ada dua bulan lagi (untuk) bisa dialokasikan untuk membantu masyarakat,” pungkas Tito.  (*)

Reporter : JP GROUP

Memotret Tren CMIIW, Kuy, Cans, dan Gemay di Kalangan Muda

0

Penelitian yang hasilnya dituangkan menjadi jurnal memperlihatkan para remaja mengefisiensikan penggunaan kata agar lebih akrab dengan lawan bicara. Bahasa walikan pun kini tak cuma populer di Malang Raya.

LAILATUL FITRIANISurabaya

BERSELANCAR di media sosial sudah menjadi bagian dari keseharian Anisyah Dwi Anggraini. Suatu hari di tengah keasyikan scrolling reels Instagram, ide menghinggapi setelah menyaksikan sebuah video. Video tersebut menunjukkan seorang kreator konten sedang memarodikan cara bicara cece-cece Surabaya dengan mencampur tiga bahasa: bahasa Jawa Suroboyoan, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Dia pun meluncur ke TikTok untuk mendapatkan lebih banyak konten serupa. Dari sana, mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) itu akhirnya menemukan titik terang untuk skripsinya. Skripsi yang rencananya dijuduli Campur Kode dalam Video Konten Cece Surabaya pada Akun TikTok @brandonlilhere: Kajian Sosiolinguistik tersebut saat ini tengah dalam proses.

”Video di TikTok-nya @brandonlilhero kan benar-benar booming banget. Aku merasa bahasa yang digunakan di situ banyak code switching dan code mixing. Fenomena yang menarik ya, trilingual,” tutur Nisya, sapaan akrabnya.

Remaja 22 tahun itu pun memulai penelitiannya.

Salah satu yang dia temukan, perbedaan usia ternyata memengaruhi cara berbahasa. ”Ada video yang situasinya anak ngobrol sama ortunya. Ternyata, cece-cece lebih condong menggunakan bahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris, sedangkan mamanya lebih banyak mixing dengan kosakata Hokkian daripada bahasa Inggris,” ujarnya.

Untuk membuktikan asumsinya, Nisya pergi ke salah satu mal di Surabaya Barat. Dia banyak mendengar dan menyimak. Dugaannya tepat, golongan remaja yang paling banyak mencampur bahasa Inggris. Meski Nisya Jawa tulen, dia jadi tersadar bahwa selama ini juga kerap mencampur bahasa dalam percakapan sehari-hari.

”Sedikit banyak aku relate. Sebagai yang sama-sama pengguna bahasa arek, aku sering banget mixing dengan bahasa Indonesia, kadang juga bahasa Inggris disisip-sisipkan,” imbuhnya.

Bukan hanya Nisya atau di Surabaya saja. Belakangan muncul juga tren bahasa Jaksel. Bahasa gaul ala anak Jakarta Selatan itu mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam satu kalimat, bahkan satu kata. Kepopuleran bahasa Jaksel tidak hanya di kalangan anak muda ibu kota, tetapi sudah meluas ke kota-kota lain di tanah air.

”Kayak BTW (by the way), FYI (for your information), realize, basically, itu kan akrab banget dengan sehari-hari dan sudah sering kita pakai. Bahkan, adikku yang kosakatanya masih belum kompleks sudah menggunakannya. Kalau bapak ibukku masih butuh penjelasan apa itu OTW, BTW,” papar Nisya.

Dalam sosiolinguistik, fenomena itu disebut alih kode dan campur kode. Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unair Ni Wayan Sartini melihatnya sebagai fenomena kebahasaan masyarakat. Hasil pemikiran atau ide kreatif anak muda.

”Tidak akan menjadi masalah jika masyarakat menggunakan bahasa yang bercampur. Selama penggunaannya berada dalam situasi yang tepat. Sebagai bahasa pergaulan, sah-sah saja,” jelasnya seperti dikutip dari laman Unair.

Tren bahasa Jaksel hanya satu di antara sekian bahasa gaul yang hype di generasi Z. Media sosial membuat penyebarannya semakin cepat dan luas. Karena itu, tiga dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menelaah ekspresi remaja melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial.

”Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola pembentukan bahasa gaul dan penggunaannya. Sebagai upaya mendokumentasikan perkembangan bahasa di masyarakat,” ujar Fida Pangesti, satu di antara ketiga dosen.

Fida bersama dua rekannya, Daroe Iswatiningsih dan Fauzan, mengumpulkan data dari lima belas remaja yang aktif menggunakan bahasa gaul saat berkomunikasi. Ketiganya memantau media sosial 15 responden tersebut, baik Facebook, Twitter, Instagram, maupun WhatsApp.

Ekspresi Remaja Milenial melalui Penggunaan Bahasa Gaul di Media Sosial, demikian hasil penelitian mereka yang kemudian ditampilkan di KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol 7 No 2, Oktober 2021. ”Itu diambil dalam kurun waktu lima bulan, sejak 10 Februari hingga akhir Juli tahun lalu. Hasil yang kami temukan sangat banyak dan beragam,” ujarnya.

Di antaranya, bahasa gaul berupa singkatan, akronim, pemendekan kata yang dipelesetkan, kata yang mengalami pergeseran makna, dan pembalikan kata. Bahasa yang digunakan pun beragam, mulai bahasa daerah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, hingga campur kode bahasa Indonesia dan bahasa asing.

Kalangan remaja dinilai kerap menyingkat kata dan membuat akronim. Misalnya, PC (private chat), CMIIW (correct me if I’m wrong), OTW (on the way), mager (malas gerak), kepo (knowing every particular object), baper (bawa perasaan), bucin (budak cinta), gabut (gaji buta), dan gercep (gerak cepat).

”Pola pembentukan persekutuan mengambil suku pertama di masing-masing kata. Namun demikian, bentuk akronim tersebut sudah menjadi kesepakatan bersama pemakainya,” lanjutnya.

Fida menyebut pemendekan dan pemelesetan kata menjadi pola pembentukan bahasa gaul yang unik dan menarik untuk dikaji mendalam. Para remaja mengefisiensikan penggunaan kata agar lebih akrab dengan lawan bicara. Misalnya, cans (cantik), lur (dulur), dan sans (santai).

’’Penutur remaja juga terlihat berupaya melakukan permainan bahasa atau pemelesetan kata. Contohnya, mehong (mahal), sotoy (sok tahu), gemay (gemas), keleus atau keles (kali),” tambahnya.

Dalam bahasa gaul, lanjut Fida, juga terjadi pembalikan kata. Bahasa walikan pun kini tidak hanya populer di kawasan Malang Raya. Namun, juga digunakan penutur daerah lain seperti kata sabi (bisa) dan kuy (yuk).

Sebagai generasi Z yang aktif bermedia sosial, Nisya sendiri mengaku gampang terbawa tren. Kosakata baru di media sosial kerap dia bawa dalam komunikasi di lingkungannya.

”Secara alamiah switching ke bahasa anak Twitter misalnya. Komunikasi sama teman gitu aku pakai bahasa-bahasa di medsos itu. Kayak seru gitu feel-nya,” ungkap remaja asal Sidoarjo itu.

Menurut dia, tren bahasa tersebut bukan suatu penyimpangan. Apalagi bahasa bersifat dinamis sehingga akan terus berkembang. Bagi Nisya, yang terpenting adalah cara menyikapinya.

”Fenomena ini justru memunculkan variasi bahasa. Fine-fine aja asalkan kita dapat menempatkan posisi sesuai konteks dan situasi,” ucapnya. (*)

PKS Minta NasDem Untuk Tidak Terburu-buru Deklarasi Capres dan Cawapres

0
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos- Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) meminta Partai NasDem tidak terburu-buru melakukan deklarasi calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada 10 November 2022. Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menegaskan, sampai saat ini belum ada kesepahaman terkait capres dan cawapres yang akan diusung Koalisi Perubahan, di antaranya NasDem, Demokrat, dan PKS.

“Kami menghormati usulan Partai Nasdem terkait usulan deklarasi 10 November mendatang. Namun, pekerjaan rumah di tim kecil, antara Nasdem, Demokrat, dan PKS harus dituntaskan terlebih dahulu,” kata Kholid kepada wartawan, Rabu (2/11).

Kholid menyampaikan, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan tim kecil bentukan PKS, NasDem dan Demokrat. Hal ini terkait program perjuangan, desain pemerintahan ke depan, dan strategi kemenangan.

“Ini yang paling krusial, pasangan capres-cawapres yang akan kita usung bersama. Ini harus kita tuntaskan dahulu, sebelum kita bicara waktu deklarasi,” ungkap dia.

Menurut Kholid, PKS juga saat ini terus memperjuangkan Ahmad Heryawan atau Aher sebagai cawapres yang mendampingi Anies Baswedan yang diusung Nasdem sebagai capres. Sementara di sisi lain, PKS menyadari, Partai Demokrat juga mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

“Tentu kami juga menghormati calon-calon sahabat kami dari Partai Demokrat misalnya mengusulkan Ketum AHY. Atau Partai Nasdem yang sudah memiliki preferensi kepada calon tertentu,” ujar Kholid.

Oleh karena itu, Kholid mengatakan perlu membahas cawapres secara terbuka, rasional dan obyektif dengan mengedepankan rasa kebersamaan untuk kepentingn bangsa lebih tinggi di atas kepentingan politik.

“Tentu pembahasan di tim kecil tersebut, kami DPP PKS akan melaporkan ke majelis syuro dan kami akan menunggu keputusan majelis syuro, terkait koalisi capres dan cawapers,” pungkasnya. (*)

Reporter : JP GROUP

Jadikan Gerakan Global, Diadopsi Agenda Tetap G20

0
 Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kiri) bersama Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Mohammed Al-Issa di lokasi R20 di Nusa Dua, Bali (1/11). (LTN PBNU)

batampos – Salah satu side event jelang penyelenggaraan KTT G20 adalah Religion Forum (R20). Kegiatan yang digagas Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ini, digelar di Nusa Dua Bali hari ini sampai besok (2-3/11). Gus Yahya menekankan pelaksanaan R20 adalah gerakan global untuk menghasilkan solusi persoalan dunia dari pandangan agama.

Dalam paparannya sehari menjelang penyelenggaraan R20 kemarin (1/11), Gus Yahya mengatakan R20 tidak boleh jadi even biasa saja. Kegiatan R20 harus diadopsi oleh negara-negara anggota G20 lainnya. Dia besyukur Presiden Joko Widodo selaku ketua G20 periode sekarang, menyetujui pelaksanaan R20 menjadi bagian dari side event G20. “Kami ingin kegiatan R20 ini diadopsi dan jadi agenda (tetap) G20 dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Gus Yahya mengatakan R20 berupaya mengumpulkan para pemimpin agama dunia. Bersama-sama membangun dialog yang jujur dan lugas mengenai dua topik mendasar. Yaitu bagaimana menyikapi realitas problem relasi komunal antarkelompok agama yang berbeda. Menurut dia pada kenyataannya, kondisi ini masih menjadi situasi yang sangat problematis dalam berbagai krisis di dunia.

Lalu yang kedua adalah adalah bagaimana para pemuka agama dapat mengembangkan visi tentang agama. Sehingga dapat menjadi sumber solusi atas berbagai permasalahan global. Upaya yang mewujudkan dua topik besar itu adalah, dengan menanamkan nilai luhur serta spiritual agama, ke dalam dinamika politik dan ekonomi internasional.

“Gagasan diadakannya konferensi para pemuka agama internasional ini, dikembangkan oleh PBNU tepat setelah kongres nasional Desember (2021) lalu,” jelas dia. Baginya G20 Presidensi Indonesia adalah sebuah kesempatan besar. Dia menyampaikan lagi, Presiden Jokowi menyetujui R20 masuk dalam rangkaian kegiatan atau forum G20.

Dia mengakui bahwa usaha menghasilkan gerakan global dalam R20 bukan hal sepele. Untuk itu dia menggandeng Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL). Dia berharap dengan sumber daya dan jaringan Liga Muslim Dunia, upaya membuat gerakan global itu bisa terwujud. “MWL merupakan entitas terpenting dengan predikatnya sebagai organisasi Islam internasional,” jelasnya.

Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Mohammed Al-Issa menyambut baik kolaborasi R20 itu. “Dari Bali-lah akan ada aksi nyata mewujudkan perdamaian antarpemeluk agama,” katanya. Al-Issa mengatakan agenda R20 sangat penting dalam membangun pemahaman antara budaya dan peradaban. Baginya, peradaban dan budaya itu juga dalam sejarahnya dibentuk dari agama.

Dia menekankan bahwa begitu banyak masalah di dunia ini yang dilatari agama. Sehingga sudah seharusnya umat beragama secara bersama-sama mewujudkan perdamaian. “Tugas kita membangun, mewujudkan perdamaian di antara semua kalangan,” katanya.

Baginya forum R20 dalam rangkaian G20 Presidensi Indonesia harus bisa mewujudkan gagasan perdamaian dunia secara nyata. Sebab baginya, dialog yang ada selama ini masih dalam tataran konsep. Saat ini adalah momentum membuat langkah nyata.

Seperti diketahui, R20 digelar di Bali pada 2-3 November 2022. Acara ini dihadiri lebih dari 400 undangan dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah para pemimpin agama, sekte, dan aliran kepercayaan dari berbagai negara dengan jutaan pengikut. Forum ini mengusung semangat harmoni agar antaragama saling menghargai dan tidak saling mereduksi. Serta mendorong terjadinya dialog yang dapat mengkristalisasi upaya perdamaian dunia. Rencananya hari ini gelaran R20 dibuka oleh Presiden Jokowi secara langsung. (*)

Reporter: JP Group

Jadikan Gerakan Global, Diadopsi Agenda Tetap G20

0
 Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kiri) bersama Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Mohammed Al-Issa di lokasi R20 di Nusa Dua, Bali (1/11). (LTN PBNU)

batampos – Salah satu side event jelang penyelenggaraan KTT G20 adalah Religion Forum (R20). Kegiatan yang digagas Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ini, digelar di Nusa Dua Bali hari ini sampai besok (2-3/11). Gus Yahya menekankan pelaksanaan R20 adalah gerakan global untuk menghasilkan solusi persoalan dunia dari pandangan agama.

Dalam paparannya sehari menjelang penyelenggaraan R20 kemarin (1/11), Gus Yahya mengatakan R20 tidak boleh jadi even biasa saja. Kegiatan R20 harus diadopsi oleh negara-negara anggota G20 lainnya. Dia besyukur Presiden Joko Widodo selaku ketua G20 periode sekarang, menyetujui pelaksanaan R20 menjadi bagian dari side event G20. “Kami ingin kegiatan R20 ini diadopsi dan jadi agenda (tetap) G20 dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Gus Yahya mengatakan R20 berupaya mengumpulkan para pemimpin agama dunia. Bersama-sama membangun dialog yang jujur dan lugas mengenai dua topik mendasar. Yaitu bagaimana menyikapi realitas problem relasi komunal antarkelompok agama yang berbeda. Menurut dia pada kenyataannya, kondisi ini masih menjadi situasi yang sangat problematis dalam berbagai krisis di dunia.

Lalu yang kedua adalah adalah bagaimana para pemuka agama dapat mengembangkan visi tentang agama. Sehingga dapat menjadi sumber solusi atas berbagai permasalahan global. Upaya yang mewujudkan dua topik besar itu adalah, dengan menanamkan nilai luhur serta spiritual agama, ke dalam dinamika politik dan ekonomi internasional.

“Gagasan diadakannya konferensi para pemuka agama internasional ini, dikembangkan oleh PBNU tepat setelah kongres nasional Desember (2021) lalu,” jelas dia. Baginya G20 Presidensi Indonesia adalah sebuah kesempatan besar. Dia menyampaikan lagi, Presiden Jokowi menyetujui R20 masuk dalam rangkaian kegiatan atau forum G20.

Dia mengakui bahwa usaha menghasilkan gerakan global dalam R20 bukan hal sepele. Untuk itu dia menggandeng Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL). Dia berharap dengan sumber daya dan jaringan Liga Muslim Dunia, upaya membuat gerakan global itu bisa terwujud. “MWL merupakan entitas terpenting dengan predikatnya sebagai organisasi Islam internasional,” jelasnya.

Sekjen Liga Muslim Dunia Syekh Mohammed Al-Issa menyambut baik kolaborasi R20 itu. “Dari Bali-lah akan ada aksi nyata mewujudkan perdamaian antarpemeluk agama,” katanya. Al-Issa mengatakan agenda R20 sangat penting dalam membangun pemahaman antara budaya dan peradaban. Baginya, peradaban dan budaya itu juga dalam sejarahnya dibentuk dari agama.

Dia menekankan bahwa begitu banyak masalah di dunia ini yang dilatari agama. Sehingga sudah seharusnya umat beragama secara bersama-sama mewujudkan perdamaian. “Tugas kita membangun, mewujudkan perdamaian di antara semua kalangan,” katanya.

Baginya forum R20 dalam rangkaian G20 Presidensi Indonesia harus bisa mewujudkan gagasan perdamaian dunia secara nyata. Sebab baginya, dialog yang ada selama ini masih dalam tataran konsep. Saat ini adalah momentum membuat langkah nyata.

Seperti diketahui, R20 digelar di Bali pada 2-3 November 2022. Acara ini dihadiri lebih dari 400 undangan dari dalam dan luar negeri. Mereka adalah para pemimpin agama, sekte, dan aliran kepercayaan dari berbagai negara dengan jutaan pengikut. Forum ini mengusung semangat harmoni agar antaragama saling menghargai dan tidak saling mereduksi. Serta mendorong terjadinya dialog yang dapat mengkristalisasi upaya perdamaian dunia. Rencananya hari ini gelaran R20 dibuka oleh Presiden Jokowi secara langsung. (*)

Reporter: JP Group

Polisi Dor Pelaku Pembobol Rumah Kosong di Tanjungpinang

0

batampos -Tim Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang menangkap pelaku pencurian rumah RS, 33, Selasa (1/11/2022). Proses penangkapan, polisi terpaksa melumpuhkan target karena berusaha kabur saat ditangkap. Dor…

Foto: Peri Irawan / Batam Pos
Pelaku pembobol rumah kosong di Km 6 digiring ke Polresta Tanjungpinang, Selasa (1/11/2022).

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Ronny Burungudju menjelaskan RS merupakan pelaku pencurian rumah di belakang Hotel Kita, Kilometer (Km) 6 di Jalan D.I Panjaitan pada Minggu (30/10/2022).

Kejadian berawal ketika korban pulang ke rumah dan melihat kondisi di dalam rumah sangat berantakan. Setelah mencoba bertanya kepada tetangga, korban menemukan pintu samping rumah telah dirusak serta barang elektronik sudah hilang.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 14 juta kemudian melaporkan kejadian ke pihak kepolisian,” kata Ronny, Rabu (2/11/2022).

Dalam proses penangkapan RS, lanjut Ronny berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku sedang berada di rumahnya di Jalan D.I Panjaitan, Km 6.

Ketika penangkapan pelaku mencoba untuk kabur, sehingga pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.

“Kita lepaskan tembakan dan mengenai kaki kiri pelaku, karena pelaku mencoba kabur,” sebut Ronny.

Tidak hanya RS, polisi juga mengamankan barang bukti hasil pencurian berupa tiga unit televisi, kamera, proyektor, sejumlah cincin batu akik, serta satu unit sepeda motor.

“Barang elektronik ini juga diakui pelaku merupakan hasil pencurian yang dilakukannya,” kata Ronny lagi.

Sekarang pelaku RS sudah diamankan di sel tahanan Polresta Tanjungpinang untuk proses hukum selanjutnya. (*)

Siswa SMAN I Teluk Sebong dan Toapaya Terpilih sebagai Duta Genre Bintan

0
Siswa SMAN 1 Toapaya, Cecilia terpilih sebagai Duta Genre Kabupaten Bintan saat menerima piala dari Bunda Genre Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani di aula Kantor Bupati Bintan, Senin (31/10). F.Adi

batampos- Dua siswa di Bintan terpilih sebagai Duta Genre Bintan dalam ajang pemilihan Duta Genre tingkat Kabupaten Bintan.

Mereka adalah Syahrul, siswa SMAN 1 Teluk Sebong dan Cecilia, siswa SMAN 1 Toapaya.

Kedua siswa tersebut akan mewakili Kabupaten Bintan dalam ajang pemilihan Duta Genre Provinsi Kepri untuk diseleksi menuju nasional.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, pemilihan Duta Genre Bintan diikuti 47 peserta. Setelah mengikuti bimbingan dan seleksi akhirnya dipilih 10 orang peserta untuk babak final.

BACA JUGA: Utusan MAN 1 Natuna Raih Dua Nominasi di Ajang Apresiasi Duta GenRe Provinsi Kepri

Dalam kesempatan itu, Roby sempat memuji kehebatan peserta saat menjawab pertanyaan seputar genre di Indonesia.

Menurutnya, semua peserta hebat karena mampu menjawab pertanyaan dengan baik.

“Semuanya juara di hati masyarakat Bintan,” kata dia. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Ini Perbedaan Siaran Analog dan Digital

0

batampos – Analog switch-off (ASO) akan diterapkan mulai hari ini, 2 November 2022. Kementerian Komunikasi dan Informatika membagikan informasi soal perbedaan siaran televisi terestrial analog dengan siaran digital.

“Siaran digital bukan televisi berlangganan, tidak harus membayar biaya bulanan,” kata Staf Staf Khusus Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti saat webinar “Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan STB Bantuan Kominfo bersama Komisi I DPR RI”, Senin.

Siaran digital juga berbeda dengan layanan video-on-demand berbasis internet. Siaran digital adalah siaran free-to-air gratis.

Setidaknya ada enam perbedaan yang perlu diketahui masyarakat tentang perbedaan siaran analog siaran digital.

BACA JUGA: Akan Ada Fitur Siaran Langsung di Netflix

Perbedaan yang pertama, siaran analog menggunakan teknologi lama yang dirancang untuk suara, sementara siaran digital untuk transmisi suara dan data.

Seorang pramuniaga mengecek dekoder televisi atau set top box (STB) yang dijual di salah satu toko elektronik di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (28/10/2022). Kominfo akan menghentikan siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) di Jabodetabek pada 2 November 2022. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/aww. (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)

Kedua, pada siaran analog, sinyal yang dipancarkan berupa sinyal analog yang akan ditangkap oleh antena. Siaran digital menggunakan sinyal sistem siaran digital.

Ketiga, siaran analog bergantung pada kedekatan perangkat televisi dengan menara pemancar. Kualitas gambar dan suara siaran analog akan semakin jernih jika perangkat berada semakin dekat dengan pemancar.

Sementara siaran digital, perangkat televisi tidak perlu berada dekat dengan menara pemancar untuk mendapatkan gambar yang bersih dan suara yang jernih.

Keempat, dari segi teknis, siaran analog menggunakan pancaran dengan modulasi langsung pada pembawa frekuensi. Pada siaran digital, data akan dibuat dalam kode digital, setelah itu, baru dipancarkan.

Kelima, perbedaan teknologi yang digunakan membuat siaran analog masih terdapat gangguan atau noise. Sementara pada siaran digital, tayangan bersih dan suara jernih.

Terakhir, biaya penyiaran yang dibutuhkan pada siaran analog lebih tinggi dibandingkan siaran digital.

Pemerintah dan penyelenggara multipleksing saat ini terus mendistribusikan perangkat set top box kepada warga miskin di berbagai daerah menjelang migrasi ke siaran digital. (*)

reporter: antara

Pelebaran Jalan Hang Jebat Batubesar Belum Dilanjutkan

0
Pelebaran Jalan Batubesar ff Iman Wachyudi
Beberapa epkerja membersihkan puing-puing bangunan di sepanjang Jalan Hang Jebat, Batubesar, Nongsa. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Hingga kini pelebaran Jalan Hang Jebat atau di Simpang Tiga Batubesar belum dilanjutkan. Padahal di sisi kiri dan kanan jalan sudah bebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL), bahkan pohon-pohon besar di area tersebut juga sudah ditebang.

Kepala BP Batam, Muhamamd Rudi, menyampaikan, pihaknya tidak bisa melanjutkan pelebaran di ruas jalan tersebut karena keterbatasan anggaran.

“Kita tak punya uang cukup untuk satu kali kerja. Setiap pembukaan jalan memang ada yang tak selesai,” ujar Rudi.

Baca Juga: Aliran Air Mati 24 Jam di Perumahan Putra Jaya Tanjunguncang

Ia mencontohkan, apabila pihaknya butuh pembukaan jalan sekitar 10 meter, pihaknya pasti buka 15 meter. Pembagiannya 10 meter untuk jalan dan 5 meter serap.

“Serap itu biasanya tak terselesaikan sehingga debu berterbangan,” katanya.

Saat ini pihaknya tengah fokus menanam pohon di pinggir jalan lokasi tersebut. Penanaman pohon ini dilakukan sejak Agustus 2022 lalu.

Baca Juga: Personel Dewa 19 Tiba di Batam, Ribuan Penonton Sudah Tukarkan Tiket

“Kita sudah tanam pohon kayu jati mas. Penanaman pohon ini sampai ke Nongsa, sehingga diprediksi selesai selama sebulan,” kata Rudi.

Pembangunan jalan dilanjutkan pada 2023 mendatang. Pihaknya tengah menyiapkan DED jalan tersebut.

“Kalau uangnya cukup, pelebaran jalan akan cepat selesai,” tutupnya.(*)

Reporter: Azis Maulana