Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 668

Pemkab Anambas Dorong Jurnalis Tingkatkan Kompetensi Lewat UKJ

0
Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu didampingi mantan Bupati Natuna, Raja Amirullah menerima kunjungan dari Jurnalis Batam Pos, Ihsan Imaduddin. F. Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas terus mendorong insan pers untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bekerja secara profesional, beretika, dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Upaya pengembangan SDM jurnalis menjadi perhatian serius Pemkab Anambas mengingat peran media yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jurnalis dituntut tidak hanya cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Salah satu langkah yang dinilai efektif untuk meningkatkan kapasitas jurnalis adalah melalui Uji Kompetensi Jurnalis/Wartawan (UKJ/W). UKJ menjadi instrumen penting untuk mengukur kemampuan, pemahaman, serta tanggung jawab wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Melalui UKJ, jurnalis akan diuji berdasarkan jenjang kompetensi, mulai dari Wartawan Muda, Madya, hingga Utama. Peserta yang dinyatakan lulus berhak memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pengakuan profesionalitas dari lembaga yang berwenang.

Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa seorang wartawan telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan Dewan Pers, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap karya jurnalistik yang dihasilkan.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu menegaskan Pemkab Anambas sangat mendukung langkah jurnalis dalam meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme.

“Pemerintah daerah tentu sangat mendukung peningkatan kapasitas jurnalis. UKJ ini bukan sekadar ujian, tetapi juga proses pembelajaran untuk meningkatkan profesionalisme insan pers,” ujar Raja Bayu.

Ia berharap jurnalis Anambas yang mengikuti UKJ dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Dengan kompetensi yang diakui, jurnalis diharapkan semakin percaya diri dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Wartawan yang kompeten akan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat. Ini sangat penting bagi pembangunan daerah,” katanya.

Lebih lanjut, Raja Bayu menilai sinergi antara pemerintah dan media harus terus dijaga. Media yang profesional dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program, kebijakan, serta aspirasi masyarakat.

Ia juga berpesan agar jurnalis tidak berhenti belajar meski telah mengantongi sertifikat UKJ. Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi.

Dengan dorongan peningkatan SDM melalui UKJ ini, Pemkab Anambas berharap jurnalis lokal mampu bersaing secara profesional, menjaga marwah pers, serta berkontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas.(*/adv)

Artikel Pemkab Anambas Dorong Jurnalis Tingkatkan Kompetensi Lewat UKJ pertama kali tampil pada Kepri.

Diusulkan Naik, Disnaker Ajukan Dua Opsi Nilai Alfa UMK Bintan 2026

0
Kepala Disnaker Bintan, Ii Santo. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bintan mengusulkan dua opsi nilai alfa dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan tahun 2026. Usulan tersebut dibahas dalam rapat Dewan Pengupahan Bintan yang digelar di Kantor Disnaker Bintan, Bintan Buyu, Jumat (19/12).

“Kami merekomendasikan dua nilai alfa,” kata Kepala Disnaker Bintan Ii Santo usai rapat.

Ii Santo menjelaskan, dua nilai alfa yang diusulkan masing-masing 0,5 dan 0,7. Usulan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, yang menetapkan rentang nilai alfa dari 0,5 hingga 0,9.

“Nilai alfa yang kita usulkan 0,5 dan 0,7,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hasil pembahasan Dewan Pengupahan tersebut akan segera disampaikan kepada Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk menjadi bahan pertimbangan penetapan UMK 2026.

“Secepatnya kita sampaikan ke Pak Bupati,” katanya.

Berdasarkan data Disnaker Bintan, UMK Bintan tahun 2025 tercatat sebesar Rp 4.207.762. Adapun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bintan berada di angka sekitar 8,89 persen, sementara inflasi Provinsi Kepulauan Riau tercatat sekitar 2,70 persen.

Sesuai rumusan dalam PP 49/2025, perhitungan UMK 2026 menggunakan formula: UMK = (Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi × Alfa)) × UMK tahun sebelumnya.

Jika menggunakan nilai alfa 0,5, maka UMK Bintan 2026 diperkirakan mencapai Rp 4.508.407. Sementara jika menggunakan nilai alfa 0,7, UMK Bintan 2026 diproyeksikan menjadi Rp 4.583.221.

Sementara itu, Penasehat SBSI Bintan T Sianturi menyatakan pihaknya mengusulkan nilai alfa 0,7, sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bintan mengusulkan nilai 0,5.

Ia berharap pemerintah daerah turut mengaktifkan tim pengendali inflasi agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjamin.

“Ini bukan cuma soal buruh, tapi hajat hidup orang banyak,” kata Sianturi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Apindo Bintan Anton Setiawan menegaskan pihaknya mengikuti ketentuan yang diatur dalam PP tentang pengupahan. Menurutnya, penentuan nilai alfa perlu mempertimbangkan peran tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Anton menilai, pertumbuhan ekonomi Bintan lebih banyak dipengaruhi oleh investasi, sementara sebagian besar perusahaan di Bintan bersifat padat modal, bukan padat karya.

“Karena padat modal, jadi kita mengusulkan 0,5 dari range 0,5 sampai 0,9,” ujarnya.

Ia menambahkan, usulan nilai alfa 0,5 tetap menghasilkan kenaikan UMK yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“0,5 kenaikannya lebih besar dari tahun lalu, kalau tidak salah sekitar 7 persen lebih,” katanya.

Anton berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga iklim investasi di Kabupaten Bintan agar tetap kondusif.

“Iklim ekonomi dan suasana kerja harus dijaga supaya investor merasa aman dan semakin banyak yang masuk,” pungkasnya.(*)

Artikel Diusulkan Naik, Disnaker Ajukan Dua Opsi Nilai Alfa UMK Bintan 2026 pertama kali tampil pada Kepri.

Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota

0
Kepri Mall Batam resmi bertransformasi menjadi K SQUARE yang resmi dibuka (opening) pada Jumat (19/12) ini. F. Andhika Ibrahim/Batam pos

batampos – Setelah 15 tahun hadir sebagai salah satu pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Batam, Kepri Mall Batam resmi bermetamorfosis menjadi K SQUARE. Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perubahan menyeluruh yang menghadirkan konsep baru di bidang bisnis, hiburan, dan gaya hidup.

Proses perubahan Kepri Mall Batam yang berdiri sejak 15 Oktober 2010 di atas lahan seluas sekitar 26.681 meter persegi tersebut dilakukan melalui renovasi besar-besaran pada interior dan eksterior gedung. Tampilan baru K SQUARE kini terlihat lebih modern, eksklusif, dan tetap mengusung kearifan lokal yang berpadu dengan kehadiran berbagai tenant merek internasional.

Transformasi ini merupakan bagian dari proyek rejuvenasi yang digagas oleh Retail First Indonesia (RFI) dengan nilai investasi mencapai Rp200 miliar. K SQUARE diposisikan sebagai Gateway of Opportunity, yakni gerbang peluang investasi dan lifestyle yang terinspirasi dari dinamika kawasan Singapura.

Center Director K SQUARE, Ian, mengatakan perubahan ini bertujuan menjadikan K SQUARE sebagai destinasi terdepan di pusat Kota Batam.

Baca Juga: Pilates di Batam: Ini 6 Studio dengan Fasilitas Lengkap dan Trainer Profesional

“Perubahan nama menjadi K SQUARE ini merupakan bentuk sinergi untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi bisnis, hotel, area residensial, dan gaya hidup di jantung Kota Batam,” ujarnya.

Ian menjelaskan, K SQUARE menghadirkan berbagai tenant dan fasilitas baru yang belum pernah ada sebelumnya di Batam. Salah satunya adalah Gogo Supermarket dengan konsep yang lebih segar dan modern.

Selain itu, kawasan hiburan keluarga juga diperkuat melalui kehadiran Fun World Adventure, yang dilengkapi wahana permainan anak, hingga arena bermain bowling khusus anak-anak.

“Untuk bioskop, Cinépolis dijadwalkan mulai beroperasi minggu depan,” tambahnya.

Dari sisi tenant, K SQUARE akan menghadirkan sejumlah merek ternama seperti Adidas, Skechers, Samsung, serta Mumuso yang disebut sebagai gerai terbesar di Batam. Selain itu, Oh! Some dan beberapa tenant lainnya juga akan hadir untuk pertama kalinya di Kota Batam.

“Oh! Some terbesar ada di sini, Mumuso juga pertama kali buka di Batam. Bahkan, ada beberapa tenant baru yang akan mulai beroperasi pada minggu terakhir tahun 2025,” jelas Ian.

Baca Juga: Batam Berusia 196 Tahun, DPRD Tekankan Pembangunan Tertata dan Berkeadilan

Pengunjung K SQUARE juga akan dimanjakan dengan fasilitas amphitheater indoor, satu-satunya di Batam, yang dirancang sebagai ruang bersantai, bekerja, dan melepas penat. Area ini dilengkapi giant screen terbesar di Batam dengan ukuran sekitar 15×12 meter.

“Pengunjung bisa duduk santai, bekerja, atau sekadar menikmati suasana sambil menonton tayangan di giant screen,” katanya.

K SQUARE dijadwalkan grand opening pada Jumat (19/12). Pusat perbelanjaan ini sudah mulai menerima pengunjung sejak pukul 10.00 WIB, sementara seremoni pembukaan resmi akan digelar pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Ian pun mengajak masyarakat Batam dan sekitarnya untuk datang dan merasakan langsung pengalaman baru berbelanja dan beraktivitas di K SQUARE. (*)

Artikel Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota pertama kali tampil pada Metropolis.

Apa Itu Lampu Kota Mobil? Ini Fungsi dan Manfaatnya untuk Keselamatan Berkendara

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Setiap kendaraan bermotor dilengkapi dengan berbagai jenis lampu yang berfungsi membantu penerangan dan keselamatan saat berkendara. Salah satu komponen yang kerap dianggap sepele namun memiliki peran penting adalah lampu kota mobil.

Lampu kota dikenal juga sebagai lampu senja. Lampu ini dirancang untuk meningkatkan visibilitas kendaraan, khususnya saat kondisi cahaya mulai berkurang, tanpa menyilaukan mata pengendara lain di jalan.

Penggunaan lampu kota umumnya dilakukan saat sore hari, menjelang malam, atau ketika kendaraan melintas di area dengan pencahayaan minim, seperti kawasan perkotaan dan jalan lingkungan.

Dikutip dari Suzuki, terdapat sejumlah fungsi penting lampu kota yang wajib diketahui pengendara:

1. Menandakan Posisi Kendaraan

Lampu kota berfungsi sebagai penanda keberadaan kendaraan agar mudah terlihat oleh pengguna jalan lain, terutama saat malam hari atau kondisi cahaya redup.

2. Menunjukkan Arah Laju Mobil

Lampu kota membantu menunjukkan arah pergerakan kendaraan. Lampu putih menandakan kendaraan datang dari arah berlawanan, sementara lampu merah menunjukkan kendaraan berada di arah yang sama.

3. Memberikan Patokan Ukuran Kendaraan

Dalam kondisi minim penerangan, pengendara sering kesulitan memperkirakan ukuran kendaraan lain. Lampu kota membantu memberikan gambaran lebar dan panjang kendaraan di jalan.

4. Meningkatkan Visibilitas di Jalan

Lampu kota memberikan pencahayaan ringan yang sangat berguna di kawasan perkotaan, terutama saat senja atau malam hari tanpa perlu menyalakan lampu utama.

5. Menghemat Konsumsi Energi

Dibandingkan lampu utama, lampu kota memiliki intensitas cahaya yang lebih rendah sehingga konsumsi daya listrik lebih kecil. Hal ini membantu efisiensi energi kendaraan.

Dengan berbagai fungsi tersebut, lampu kota masuk dalam kategori lampu posisi yang memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan berkendara. Pengendara disarankan untuk menggunakan lampu kota sesuai kondisi dan memastikan fungsinya selalu optimal.(*)

Artikel Apa Itu Lampu Kota Mobil? Ini Fungsi dan Manfaatnya untuk Keselamatan Berkendara pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pilates di Batam Kian Diminati, Ini 5 Studio dengan Fasilitas Lengkap

0
Ilustrasi pilates. F. Freepik.

batampos – Olahraga pilates semakin diminati masyarakat Kota Batam. Selain berfokus pada keseimbangan tubuh dan fleksibilitas, pilates juga dinilai aman karena dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta.

Tren gaya hidup sehat ini tidak hanya diminati warga lokal, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Batam. Seiring meningkatnya minat, sejumlah studio pilates dengan fasilitas lengkap dan trainer profesional pun bermunculan di berbagai kawasan kota.

Berikut 5 studio pilates di Batam yang dapat menjadi pilihan untuk berolahraga:

1. Serenity Pilates Studio

Serenity Pilates Studio menawarkan ruang latihan yang luas dan nyaman. Studio ini cocok bagi pemula karena didampingi oleh trainer berpengalaman.
Alamat: Ruko Batamas, Jl. Pasir Putih No.83A Blok B6, Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

2. The Core Lab

The Core Lab dilengkapi dengan berbagai peralatan pilates modern. Setiap peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari trainer profesional.
Alamat: Jl. Gajah Mada No.12, Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

3. The Ladies Studio

Studio ini khusus diperuntukkan bagi wanita dengan konsep semi private. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap dan nyaman.
Alamat: Ruko Grand Orchid Blok A2 No.10–11, Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

4. AnjaPro Pilates Studio

AnjaPro Pilates Studio menawarkan suasana ruangan yang nyaman dengan dukungan trainer profesional. Fasilitas lengkap membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan.
Alamat: Puri Casablanca Blok B.02, Sukajadi, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

5. Ohana Pilates

Ohana Pilates dikenal dengan konsep tempat yang estetis dan modern. Alat serta fasilitasnya lengkap untuk menunjang latihan pilates.
Alamat: Komplek DC Mall Blok B No.22 (Gate 1, area parkir motor).

Banyaknya studio pilates di Batam mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan gaya hidup sehat. Pilates pun menjadi pilihan olahraga yang fleksibel dan ramah bagi berbagai kalangan.

Sebelum berolahraga, masyarakat diimbau untuk memastikan jadwal latihan serta melakukan reservasi terlebih dahulu sesuai ketentuan masing-masing studio.(*)

Artikel Pilates di Batam Kian Diminati, Ini 5 Studio dengan Fasilitas Lengkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

0
Ariastury Sirait.

batampos – Memasuki akhir tahun 2025 dan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BP Batam memastikan pelayanan publik di bawah Kedeputian Bidang Pelayanan Umum tetap berjalan optimal. Hal ini dilakukan guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas dan potensi gangguan layanan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, khususnya pada layanan pengelolaan air bersih, limbah, hunian, hingga fasilitas kesehatan.

“Untuk layanan air bersih, nanti harus ada rapat koordinasi dengan ABH (Air Batam Hilir) guna mengawal distribusi air kepada masyarakat. Apabila terjadi kebocoran, harus bisa segera ditangani. Begitu juga jika ada masyarakat yang membutuhkan pasokan air, harus cepat diakomodir,” katanya, Jumat (19/12).

Selain air bersih, BP Batam juga memastikan pengelolaan limbah tetap siaga selama masa libur. Kesiapsiagaan ini dipertahankan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat.

“Intinya sama, untuk pengelolaan limbah juga harus standby,” ujar Tuty.

Pengawasan juga dilakukan terhadap Unit Hunian Gedung Agribisnis Taman (HGAT), yang dikelola BP Batam, seperti rumah susun, kawasan Taman Rusa Sekupang, Taman Kolam, kawasan agribisnis, hingga sport hall. Pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas selama masa libur panjang.

Di sektor layanan kesehatan, Rumah Sakit BP Batam (RSBP) juga disiagakan dengan sistem piket. Tuty menyebut, jadwal piket telah disusun untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien menjelang dan selama libur Nataru.

“Di RSBP juga harus ada jadwal piket untuk mitigasi membludaknya pasien jelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Ia menambahkan, sistem piket seluruh unit pelayanan di bawah Kedeputian Pelayanan Umum akan berjalan selama masa libur, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Dengan kesiapsiagaan ini, BP Batam berharap pelayanan publik tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani libur akhir tahun dengan aman dan nyaman. (*)

Artikel Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal pertama kali tampil pada Metropolis.

Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

0
Ariastury Sirait.

batampos – Memasuki akhir tahun 2025 dan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BP Batam memastikan pelayanan publik di bawah Kedeputian Bidang Pelayanan Umum tetap berjalan optimal. Hal ini dilakukan guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya aktivitas dan potensi gangguan layanan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, khususnya pada layanan pengelolaan air bersih, limbah, hunian, hingga fasilitas kesehatan.

“Untuk layanan air bersih, nanti harus ada rapat koordinasi dengan ABH (Air Batam Hilir) guna mengawal distribusi air kepada masyarakat. Apabila terjadi kebocoran, harus bisa segera ditangani. Begitu juga jika ada masyarakat yang membutuhkan pasokan air, harus cepat diakomodir,” katanya, Jumat (19/12).

Selain air bersih, BP Batam juga memastikan pengelolaan limbah tetap siaga selama masa libur. Kesiapsiagaan ini dipertahankan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat.

“Intinya sama, untuk pengelolaan limbah juga harus standby,” ujar Tuty.

Pengawasan juga dilakukan terhadap Unit Hunian Gedung Agribisnis Taman (HGAT), yang dikelola BP Batam, seperti rumah susun, kawasan Taman Rusa Sekupang, Taman Kolam, kawasan agribisnis, hingga sport hall. Pengawasan ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelayakan fasilitas selama masa libur panjang.

Di sektor layanan kesehatan, Rumah Sakit BP Batam (RSBP) juga disiagakan dengan sistem piket. Tuty menyebut, jadwal piket telah disusun untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien menjelang dan selama libur Nataru.

“Di RSBP juga harus ada jadwal piket untuk mitigasi membludaknya pasien jelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Ia menambahkan, sistem piket seluruh unit pelayanan di bawah Kedeputian Pelayanan Umum akan berjalan selama masa libur, terhitung mulai 24 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Dengan kesiapsiagaan ini, BP Batam berharap pelayanan publik tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalani libur akhir tahun dengan aman dan nyaman. (*)

Artikel Jelang Nataru, BP Batam Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal pertama kali tampil pada Metropolis.

Gerakan Ayah Ambil Rapor Disambut Positif di Bintan, Ibu Masih Dominan

0
Para ayah mengambil rapor anak ke sekolah di SDN 001 Teluk Bintan di Desa Bintan Buyu, Jumat (19/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sejumlah ayah di Kabupaten Bintan menyambut baik gerakan ayah mengambil rapor anak di sekolah. Meski demikian, pantauan di lapangan menunjukkan peran tersebut masih didominasi oleh para ibu.

Salah satu orangtua murid, Nuryanto, ayah dari Maura, siswa kelas IV SD Negeri 001 Teluk Bintan, mengaku mendukung penuh gerakan tersebut. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor membuat orangtua lebih memahami perkembangan pendidikan anak.

“Menurut saya bagus, jadi lebih tahu soal sekolah anak,” ujar Nuryanto, Jumat (19/12).

Nuryanto datang langsung ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya sebagai bentuk berbagi peran dengan sang istri.

“Istri ambil rapor anak di SMK, saya di SD,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Apau, seorang pemilik bengkel di Jalan Lintas Barat, yang mengaku baru mengetahui adanya gerakan ayah ambil rapor anak. Meski demikian, ia menilai gerakan tersebut sebagai langkah positif.

Orangtua dari Chelsyh Meryanty, siswa kelas V SD Negeri 001 Teluk Bintan ini, sebelumnya menyerahkan urusan pengambilan rapor kepada istrinya. Namun kali ini, ia turut ambil bagian lantaran jadwal pengambilan rapor kedua anaknya bersamaan.

“Waktunya bersamaan, jadi istri ambil rapor si kakak di SMP Negeri 008 Sri Bintan, saya yang ambil di sini,” katanya.

Kehadiran ayah di sekolah juga memberi kesan tersendiri bagi siswa. Chelsyh Meryanty mengaku senang karena rapornya diambil langsung oleh sang ayah.

“Senang bisa diambilkan rapor oleh ayah,” ujarnya polos.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 001 Teluk Bintan, Murni, menyambut baik gerakan ayah mengambil rapor anak di sekolah. Ia menyebut, sebelumnya juga telah ada gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.

“Kita tahu selama ini ibu yang biasa mengambil rapor anak ke sekolah. Dengan gerakan ini, ayah jadi tahu situasi sekolah dan perkembangan anaknya,” kata Murni.

Ia menambahkan, pihak sekolah telah mengimbau orangtua, khususnya ayah, agar berperan aktif dalam pengambilan rapor. Namun pada pelaksanaannya, masih banyak ibu yang datang ke sekolah.

“Hari ini masih banyak ibu-ibu yang datang mengambil rapor anak. Mungkin banyak bapak-bapaknya yang masih bekerja,” ujarnya.

Murni berharap ke depan semakin banyak ayah yang meluangkan waktu untuk datang ke sekolah, sehingga dapat mengetahui secara langsung hasil belajar dan perkembangan anak. (*)

Artikel Gerakan Ayah Ambil Rapor Disambut Positif di Bintan, Ibu Masih Dominan pertama kali tampil pada Kepri.

Tiongkok Beri Insentif Nikah, tapi Warganya Tetap Pilih Melajang

0

Batampos –  Pemerintahan Tiongkok semakin agresif menawarkan berbagai insentif demi mendorong warganya menikah, mulai dari uang tunai, voucher pernikahan, hingga acara pernikahan massal. Namun, upaya ini dinilai belum mampu membendung tren melajang yang terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.

PASANGAN menikah di Beijing, Tiongkok, Oktober 2025 lalu. Pemerintah setem pat memberi cukup banyak insentif agar warganya menikah. F Reuters

Contohnya Liao Xiaofen,29, yang menggelar pernikahan adat tradisional di Lyuliang, provinsi Shanxi. Selain tertarik pada adat setempat, keputusan menikah Liao diperkuat oleh insentif uang tunai sebesar 1.500 yuan dari pemerintah lokal bagi pasangan yang mendaftarkan pernikahan di sana.

Bagi masyarakat pedesaan, bonus ini tergolong menarik. Pendapatan bulanan penduduk desa di Tiongkok rata-rata sekitar 1.900 yuan, sehingga insentif tersebut menjadi daya tarik nyata, meski hanya bersifat pemanis bagi pasangan yang memang berniat menikah.

Sepanjang 2025, berbagai kota seperti Ningbo, Hangzhou, hingga Shaoxing di provinsi Zhejiang menawarkan voucher hingga 1.000 yuan, diskon foto pernikahan, paket bulan madu, hingga pernikahan bertema unik demi mendongkrak angka pernikahan dan kelahiran.

Namun para ahli menilai insentif finansial tidak cukup menyentuh akar masalah.

Demografer Yi Fuxian dari University of Wisconsin–Madison mengatakan, penurunan angka pernikahan dan fertilitas dipicu faktor struktural, seperti biaya hidup dan harga rumah yang semakin tinggi serta pengangguran anak muda. “Kalau kerja saja sulit, menikah dan punya anak jelas makin berat,” ujarnya seperti dikutip dari CNA, Jumat (19/12/2025).

Data Statistik resmi di Tiongkok menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Pada 2024, hanya 6,1 juta pasangan yang menikah di sana, turun hampir 55 persen dibanding 2013. Hampir 30 persen warga berusia 30 tahun masih lajang pada 2023, lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade sebelumnya.

Meski ada kenaikan tipis jumlah pernikahan di 2025 ini, analis menilai hal itu lebih disebabkan penyederhanaan proses administrasi, bukan meningkatnya minat menikah. Banyak perempuan muda mulai mempertanyakan apakah pernikahan sepadan dengan risikonya.

Su Meng,32, pekerja teknologi di Shanghai, memilih melajang karena merasa mandiri secara finansial dan melihat perlindungan hukum bagi perempuan dalam pernikahan masih lemah. Ia mengkritik aturan masa tunggu perceraian 30 hari dan minimnya perlindungan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Sosiolog Mu Zheng dari Universitas Nasional Singapura menilai, kekerasan verbal dan emosional di Tiongkok masih kerap dianggap urusan privat, padahal berdampak serius. “Jika negara ingin mendorong pernikahan, perlindungan hukum dan dukungan sosial harus diperkuat,” tegas Zheng.

Perubahan sosial juga menggeser makna pernikahan. Perempuan modern yang mandiri tidak lagi melihat pernikahan sebagai kebutuhan ekonomi, sementara ketimpangan gender dalam pengasuhan anak dan pekerjaan domestik tetap menjadi hambatan besar.

Meski begitu, sebagian perempuan muda masih terbuka pada pernikahan, asalkan tidak mengorbankan diri atau sekadar tunduk pada tekanan keluarga dan usia. Bagi mereka, pernikahan ideal adalah pilihan sadar, bukan kewajiban sosial.

Para analis sepakat, tanpa reformasi besar di bidang hukum, ekonomi, dan kesejahteraan sosial, insentif nikah hanya akan berdampak terbatas. Upaya kecil tidak cukup mengubah masalah demografi yang sangat kompleks. (*)

Artikel Tiongkok Beri Insentif Nikah, tapi Warganya Tetap Pilih Melajang pertama kali tampil pada News.

Ironi Kota Layak Anak, Tapi 132 Anak di Batam Jadi Korban Kekerasan

0
Ilustrasi.

batampos – Belum habis euforia Batam yang meraih predikat Nindya dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025, malah sebuah ironi justru mencuat ke permukaan. Data Jaringan Safe Migran menunjukkan lonjakan drastis kasus kekerasan ke anak di Kota Bandar Madani. Jika pada 2024 tercatat 24 anak menjadi korban, maka pada 2025 jumlahnya melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi 132 anak.

Angka ini menyisakan pertanyaan mendasar: sejauh mana predikat Kota Layak Anak merefleksikan kondisi riil perlindungan anak di Batam?

Batam beberapa bulan lalu mencatatkan prestasi nasional yang konon jadi banggan. Pada Agustus, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI menganugerahkan penghargaan KLA kategori Nindya kepada Batam, dengan skor 770,16 dari total 1.000 poin. Predikat ini menempatkan Batam satu tingkat di bawah kategori Utama dan Paripurna, menandakan capaian cukup tinggi dalam sistem pembangunan daerah berbasis pemenuhan hak anak.

Baca Juga: Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Batam Meningkat Tajam Sepanjang 2025

KLA merupakan sistem penilaian yang mencakup berbagai indikator, mulai dari ketersediaan ruang publik ramah anak, layanan pendidikan dan kesehatan, hingga kebijakan perlindungan anak lintas sektor. Batam bukan pendatang baru dalam ajang ini. Kota ini telah menyandang status KLA pada 2022 dan 2023. Namun, data kekerasan anak tahun ini seolah berjalan berlawanan arah dengan narasi capaian tersebut.

Dua Tafsir Pemerintah

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, tak menampik keprihatinan atas lonjakan angka kekerasan terhadap anak. Namun begitu, ia menawarkan dua kemungkinan tafsir.

“Di satu sisi, kecenderungan kasus muncul bisa berarti kesadaran keluarga sudah semakin baik. Kalau sebelumnya masih berpikir-pikir untuk melapor, sekarang sudah lebih terbuka,” kata Amsakar.

Dia menilai, meningkatnya pelaporan bisa menjadi indikator membaiknya kesadaran hukum warga. Lalu, tafsir kedua jauh lebih gelap.

Baca Juga: Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Tajam, Safe Migran Nilai Batam Belum Layak Menyandang Predikat Kota Ramah Anak

“Kemungkinan kedua, memang terjadi peningkatan problem rumah tangga,” ujarnya.

Meski tak mengurai akar persoalan secara detail, Amsakar menyebut, bahwa kasus kekerasan terhadap anak tak bisa dilepaskan dari tiga lingkungan utama: rumah tangga, sekolah, dan lingkungan pergaulan.

Jika kekerasan seksual mendominasi, maka problem serius justru berada di ranah keluarga. Ketahanan keluarga yang harus dibangun bersama.

Amsakar mengaku sedih dengan data tersebut. Ia bilang, angka itu sebagai sinyal kuat bahwasanya koordinasi lintas pemangku kepentingan belum berjalan optimal. Dalam waktu dekat, dia berencana memperkuat koordinasi dengan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Komisi Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, hingga lembaga pemasyarakatan anak, untuk menelusuri akar persoalan.

Perda Ramah Anak: Harapan Baru?

Lonjakan kasus ini terjadi nyaris bersamaan dengan disahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Ramah Anak menjadi Perda oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama DPRD Batam. Regulasi ini digadang-gadang menjadi payung hukum baru untuk memperkuat perlindungan anak secara struktural. Ia optimis, dengan regulasi yang semakin kuat, perlindungan terhadap anak juga akan semakin efektif.

“Salah satu substansi Perda ini adalah bagaimana memberikan perlindungan terhadap anak-anak kita,” kata Amsakar.

Namun, ia juga menyampaikan batas kewenangan pemerintah daerah. “Soal kebijakan hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Pemerintah tidak memiliki kewenangan masuk ke ranah itu,” katanya, merujuk pada penanganan pidana kasus kekerasan anak.

Pengawasan Jadi Kunci

Dari sisi legislatif, Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, memastikan pengesahan Perda hanyalah awal. “Setelah Perda disepakati, kerja kami selanjutnya adalah pengawasan,” tambahnya.

Ia menyebut, Perda Ramah Anak lahir dari kebutuhan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan regulasi itu tak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar berdampak pada perubahan di lapangan.

“Kami akan terus kawal agar Perda ini memberikan perubahan nyata,” katanya.

Lonjakan kasus kekerasan terhadap anak membuka kotak pandora, bahwa perlindungan anak tidak cukup diukur dari skor dan piagam penghargaan. Dari angka-angka penilaian KLA, terdapat realitas keluarga rapuh, relasi kuasa yang timpang, serta lingkungan yang belum sepenuhnya aman bagi anak. (*)

Artikel Ironi Kota Layak Anak, Tapi 132 Anak di Batam Jadi Korban Kekerasan pertama kali tampil pada Metropolis.