
batampos- Meskipun telah menelan APBN ratusan miliar, namun ada empat pelabuhan di Provinsi Kepri yang berstatus mangkrak. Dirjen Hubla sedang melakukan evaluasi untuk melanjutkan atau tidak.
“Kita ingin menyelamatkan aset negara yang sudah dibangun. Karena pembangunannya sudah menggunakan APBN ratusan miliar,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Kepri, Andri Rizal, Rabu (09/11/2022) di Tanjungpinang.
Mantan Kepala BPKAD Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, empat pelabuhan yang berstatus mangkrak tersebut adalah Pelabuhan Dompak, Pelabuhan Tanjungmoco yang berada di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang.
Sedangkan Pelabuhan Malarko berada di Kabupaten Karimun. Sementara itu, Pelabuhan Tanjungberakit, berada di wilayah Kabupaten Bintan.
“Kita juga sudah menyampaikan kondisi lapangan ke Dirjen Hubla setelah melakukan identifikasi,” jelasnya.
BACA JUGA: 7 Tahun Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang Mangkrak
Menurutnya, seluruh proyek pelabuhan laut yang diketahui mangkrak tersebut akan ditinjau ulang oleh Dirjen Perhubungan. Infrastruktur yang dinilai layak, akan dilanjutkan.
“Jika dinilai masih layak akan dilanjutkan kembali agar bisa memberi manfaat untuk masyarakat dan dunia investasi,” jelasnya lebih lanjut.
Ditambahkannya, modernisasi dan revitalisasi yang dilakukan pemerintah terhadap pelabuhan adalah dalam rangka menyelesaikan persoalan dibidang konektivitas.
“Apakah masalah infratruktur maupun sumber daya manusia atau SDM di pelabuhan. Saat ini, sedang dibahas oleh Dirjen Perhubungan Laut,” tutupnya. (*)
reporter: jailani









