
batampos – Harga ayam potong di Pasar Baru Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, mengalami penurunan sekitar Rp1.000 per kilogram. Saat ini, ayam potong dijual dengan harga Rp43.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp44.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang ayam potong, Ayu, mengatakan penurunan harga terjadi setelah pasokan ayam kembali stabil. Sebelumnya, harga sempat naik akibat pasokan yang menipis.
“Awalnya harga Rp42.000 per kilogram, lalu naik jadi Rp44.000 karena pasokan berkurang. Setelah pasokan stabil, sekarang turun jadi Rp43.000 per kilogram,” ujar Ayu, Selasa (23/12).
Meski pasokan sudah relatif stabil, Ayu mengungkapkan pedagang masih dibatasi dalam pengambilan ayam dari pemasok. Saat ini, pedagang hanya diperbolehkan mengambil 50 kilogram per hari, turun dari sebelumnya 70 kilogram per hari.
“Masih sangat terbatas,” katanya.
Menurut Ayu, kondisi pasar saat ini masih aman karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang memasuki masa libur sekolah. Namun, ia memperkirakan permintaan ayam akan meningkat saat program MBG kembali berjalan.
“Kalau MBG mulai lagi tanggal 5 Januari 2026, pasti permintaan naik. Biasanya mereka sudah pesan ayam tanggal 2 atau 3 Januari,” ujarnya.
Ia menegaskan, pedagang hanya mengikuti pergerakan harga dari pemasok. Jika harga naik, pedagang akan menyesuaikan, begitu juga sebaliknya.
“Kalau harga dari pemasok naik, kami ikut naikkan. Tapi kalau turun, pasti ikut turun,” tambahnya.
Sementara itu, harga daging beku di Pasar Baru Tanjunguban justru mengalami kenaikan. Saat ini, daging beku dijual sekitar Rp125.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp115.000 per kilogram.
Pedagang daging beku, Supar, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh tersendatnya pasokan dari Batam, sehingga stok di pasaran berkurang.
“Barang sulit masuk dari Batam, sementara permintaan tinggi. Otomatis harga jadi mahal,” ujarnya.
Meski harga meningkat, Supar menyebut masyarakat masih tetap membeli daging beku, namun dengan jumlah yang lebih sedikit.
“Biasanya beli setengah kilogram, sekarang paling beberapa ons,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa bukan hanya daging beku yang mengalami kenaikan harga, melainkan sejumlah komoditas lain.
“Semuanya mahal sekarang, jadi ibu rumah tangga harus pintar-pintar mengatur keuangan,” ujarnya.
Di sisi lain, harga sejumlah komoditas sayuran justru mengalami penurunan. Pedagang sayur, Rida, menyebut harga cabai merah turun menjadi Rp80.000 per kilogram dari sebelumnya Rp95.000 per kilogram. Sementara cabai rawit turun menjadi Rp80.000 per kilogram dari Rp90.000 per kilogram.
“Cabai hijau juga turun jadi Rp60.000 per kilogram dari Rp70.000 per kilogram,” katanya.
Selain itu, harga wortel turun menjadi Rp22.000 per kilogram dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram. Namun, untuk komoditas timun, saat ini belum tersedia di pasaran.
“Timun sedang kosong. Biasanya dijual Rp10.000 sampai Rp12.000 per kilogram,” tutupnya. (*)
Artikel Ayam Murah, Daging Beku Mahal di Pasar Baru Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.









