Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6780

Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia: Martin Pole Position

0
Jorge Martin rebut pole position sekaligus rekor lap di kualifikasi MotoGP Malaysia, Sabtu (22/10). (MotoGP.com)

batampos – Sesi kualifikasi MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang, Malaysia, diisi serentetan drama yang bisa kemungkinan besar memengaruhi jalannya balapan hari ini.

Dua pesaing yang berpeluang berebut gelar, Francesco Bagnaia dan Aleix Espargaro mengalami crash di waktu hampir bersamaan. Sedangkan, Fabio Quartararo juga nyaris mengalami insiden crash sesaat kemudian.

Meski begitu, lolos dari celaka, Quartararo gagal memperbaiki catatan waktunya di Q2 dan terpuruk sebagai pembalap yang menghuni posisi terbawah Q2. Alhasil, hari ini dia akan start dari posisi ke-12.

Di kualifikasi pertama Francesco Bagnaia dan Marc Marquez berhasil lolos ke Q2.

Di awal sesi, Jorge Martin langsung melesat dan mencatat 1 menit 58,021. Itu sudah cukup baginya untuk menjadi yang tercepat. Sekaligus rekor baru di Sepang.

Waktunya lebih cepat 0,5 detik dari rider tercepat kedua Luca Marini saat itu.

Tak berapa lama Enea Bastianini memperbaiki catatan waktunya dan naik ke posisi kedua, berjarak 0,2 detik.

Memasuki paro kedua sesi, Aleix Espargaro tampak berlari keluar garasi sesaat setelah melihat layar TV.

Ternyata dia memburu slipstream di belakang Martin yang baru saja keluar. Sedangkan, Marquez mencuri slipstream di belakang Bagnaia.

Namun Bagnaia mengalami crash di tikungan 4 tepat di depan Marquez. Ini menjadi insiden kedua dalam sehari bagi pemimpin klasemen tersebut. Sedangkan berkat ‘’tarikan’’ Bagnaia, Marquez naik ke posisi ketiga.

Tak lama berselang Aleix Espargaro menyusul Bagnaia mengalami crash. Catatan waktunya hanya cukup menempatkan Espargaro di posisi ke-10.

Di percobaan terakhirnya, Martin kembali menggila dan memperbaiki catatan waktunya menjadi 1 menit 57,790 detik. Itu adalah lap tercepat yang pernah tercatat di Sirkuit Sepang.

Sedangkan, meski mengalami crash, Bagnaia tetap start di depan Quartararo. Yakni di posisi ke-9. Quartararo bakal start dari posisi ke-12. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Kemenkominfo dan Siberkreasi Melakukan Literasi Digital

0

kominfo

batampos – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Siberkreasi melakukan literasi digital.

Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, survei nasional oleh Kemenkominfo bersama Kata Data pada tahun 2021 menunjukkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia berada pada level sedang dengan skor 3.49.

“Ini dihitung berdasarkan skor indek empat pilar literasi digital seperti kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital,” ujarnya saat membuka acara webinar literasi digital, kemarin.

Baca Juga: Venory Boutique & Cafe Tawarkan Konsep Boutique dan Cafe

Ia menjelaskan, kenaikan skor indeks literasi digital ini merupakan suatu peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi serupa di tahun 2020 yang menunjukkan skor 3,46.

“Kemenkominfo akan terus meningkatkan pencapaian tersebut dengan menyasar kelompok-kelompok strategis di masyarakat,” ujarnya.

Berangkat dari visi tersebut, Kemenkominfo berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi kembali hadir di wilayah Sumatra dan sekitarnya untuk meningkatkan literasi digital bagi masyarakat melalui program “Indonesia Makin Cakap Digital 2022”.

Baca Juga: Daftar Lengkap 5 Jenis Obat Sirop yang Dilarang untuk Dikonsumsi

Program ini bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk webinar (seminar dan diskusi secara online), talkshow dalam format hybrid (offline dan online).

Serta special event penunjang kegiatan literasi digital dengan target penduduk di wilayah Sumatra dan sekitarnya, khususnya di segmen kelompok masyarakat atau komunitas.

Lanjutan kegiatan webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk Komunitas/Masyarakat Sumatra dan sekitarnya di bulan Oktober ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 24 Oktober 2022 pukul 08.00 – 10.00 WIB dengan tema “KONSEP BISNIS DIGITAL: PEMASARAN MELALUI WEBSITE”.

Baca Juga: Kena Tilang Elektronik, Begini Cara Bayarnya

Webinar ini menghadirkan Fajria Fatmasari, Kepala Inkubator Bisnis Politeknik APP Jakarta & Praktisi Literasi Digital; Pradipta Nugrahanto, CEO & Co-Founder Paberik Soeara Rakjat; serta Tio Prasetyo, Indonesia Market Editor for FIFA+ & Praktisi Literasi Digital sebagai narasumber. Kegiatan webinar akan dilakukan dan disiarkan menggunakan platform Zoom Meeting dan anggota kelompok masyarakat atau komunitas yang ingin mengikuti webinar tersebut dapat mendaftarkan diri dengan mengisi formulir elektronik melalui link: https://bit.ly/PendaftaranSumatra2503

E-sertifikat dan beragam hadiah menarik sudah disiapkan untuk para peserta webinar. Informasi lebih lanjut mengenai program #MakinCakapDigital dapat diakses melalui Media Literasi Digital Kominfo di website: info.literasidigital.id atau event.literasidigital.id; Instagram: @literasidigitalkominfo; dan Facebook Page: Literasi Digital Kominfo. Informasi program juga dapat diakses melalui media sosial Siberkreasi di Instagram: @siberkreasi, Facebook Page: Siberkreasi, Twitter: @SiBerkreasi, TikTok: @siberkreasi.id, dan Youtube: Siberkreasi.(*)

Eks Bupati Tanah Bumbu Segera Disidang

0
Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menggunakan rompi orange saat ditetapkan sebagai tersangka kasus pemberian izin usaha pertambangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (28/7/2022). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming semakin dekat untuk duduk di kursi pesakitan pengadilan. Tersangka tunggal dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan izin usaha pertambangan (IUP) di Tanah Bumbu tersebut telah dilimpahkan penyidik kepada jaksa penuntut umum (JPU) pada Jumat (21/10). Rencananya, sidang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding mengungkapkan, Maming saat ini berstatus tahanan jaksa. Sembari menunggu persidangan, jaksa melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. ”Penyerahan tersangka dan barang bukti untuk tersangka MM (Mardani Maming, Red) telah selesai dilaksanakan dari tim penyidik kepada tim jaksa,” kata Ipi kemarin (22/10).

Dia menjelaskan, berkas perkara telah diperiksa tim jaksa. Dari sisi formil maupun materiil, berkas tersebut dinyatakan terpenuhi dan layak dibawa ke tahap persidangan. ”Dari hasil pemeriksaan tim jaksa, ini (kasus Maming) layak disidangkan,” ujar Ipi.

Sesuai dengan ketentuan, jaksa memiliki waktu 14 hari kerja untuk melimpahkan berkas perkara dan tersangka ke pengadilan. Dalam rentang waktu itu, jaksa juga menyiapkan naskah dakwaan untuk dibacakan di hadapan majelis hakim. ”Sidang rencana di pengadilan tipikor pada PN Jakarta Pusat,” ungkapnya.

Terkait bantahan dan argumentasi pihak Maming sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan kejanggalan penanganan kasus, Ipi menyampaikan bahwa pihaknya akan menguraikan dan membuktikan seluruh dugaan perbuatan Maming di pengadilan. ”Tentunya (pembuktian) berdasar alat bukti yang telah dikumpulkan selama penyidikan,” paparnya.

Dalam perkara tersebut, Maming diduga menerima suap dan gratifikasi Rp 104,3 miliar. Duit itu diterima dalam rentang waktu 2010–2020 atau saat Maming menjabat bupati Tanah Bumbu. KPK menjelaskan, Maming memberikan persetujuan IUP kepada perusahaan swasta yang terafiliasi dengan Henry Soetio. Henry yang diduga pemberi suap kini sudah meninggal. (*)

ReporterL JP Group

Venory Boutique & Cafe Tawarkan Konsep Boutique dan Cafe

0
bisnis
Venory Buotique & Cafe. Foto: Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Venory Buotique & Cafe menawarkan konsep yang berbeda dari cafe lainnya cefe ini menghadirkan sensasi ngopi sambil berbelanja.

Owner Venory Buoutiquq & Cafe, Vensa Prita, menyampaikan, dengan mengusung konsep ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat Batam untuk ngopi sekaligus belanja di satu tempat.

Koleksi fashion yang ditawarkan buoutique tersebut juga tampil dengan kesan mewah namun dengan harga yang relatif terjangkau.

“Cocok untuk semua kalangan remaja atau ibu-ibu muda. Soalnya buoutique di sini lengkap, kualitas eksklusif dan harga terjangkau,” katanya, Sabtu (22/10/2022)

Vensa Prita , menambahkan tidak hanya menjajakan bahan kualitas dan harga terjangkau selama grand opening pihaknya memberikan promo khusus selama seminggu.

“Untuk baju diskon 30 sampai 50 persen. Untuk kerudung diskon 5 persen dan untuk cafenya promo beli satu gratis satu,” kata dia.

Sementara kafenya sendiri menghadirkan sajian kopi khas Bukit Tinggi (kopi kampung) dengan cita rasa yang berbeda. Menurutnya sajian kopi ini yang membedakannya dengan kopi di kafe lain.

“Kita ada kopi susu kampung jadi kopi susunya langsung dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat,” kata dia.

Pengunjung juga bisa mencicipi beragam menu lainnya.

“Kita ada promo juga untuk di kafe beli satu gratis satu, caranya follow Instagram Venory,” katanya.

Tak hanya tersedia di lokasi Venory juga menghadirkan layanan pembelian online. Para pengunjung bebas berbelanja atau sekedar santai di Ruko Bintang Raya depan Bundaran Madani,Batamcenter.

“Jam oprasionalnya Senin-Jumat buka mulai 09.00 WIB – 21.00 WIB dan Sabtu-Minggu 09.00 WIB – 22.00 WIB,” tutupnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Sang Ayah Yakin AKBP Dody Tak Terlibat Penjualan Barang Bukti Narkoba

0
Irjen (Purn) Pol Maman Supratman (kanan), ayah dari AKBP Dody Prawiranegara tak percaya jika anaknya terlibat dalam kasus penjualan barang bukti narkoba jaringan Irjen Pol Teddy Minahasa. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

batampos – Irjen (Purn) Pol Maman Supratman, ayah dari AKBP Dody Prawiranegara tak percaya jika anaknya terlibat dalam kasus penjualan barang bukti narkoba jaringan Irjen Pol Teddy Minahasa. Dia menyakini ada tekanan terhadap anaknya.

“Anak saya tidak mungkin berbuat seperti itu. Saya jamin itu mungkin karena tekanan saja harus melaksanakan perintah pimpinananya,” kata Maman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (22/10).

Maman mengatakan, keluarga sangat terkejut atas penangkapan Dody. Keluarga percaya bahwa Dody tidak bersalah dalam perkara ini.

“Sekarang saya menunggu keadilan saja semoga kasus ini diproses dengan seadil-adilnya dengan melihat prestasi anak saya dan perjalanan karir anak saya,” tegas Maman.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikkan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya adalah polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Sitimoranh, dan Aipda AD.

Para tersanga sudah dikenakan penahan di Polda Metro Jaya. Khusus Irjen Teddy dikenakan penempatan khusus (Patsus) di Mabes Polri, sambil menjalani proses sidang kode etik. (*)

Reporter : JP Group

Menko PMK Minta Kapolri Usut Potensi Pidana

0
Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) ditemani Wali Kota Bogor Bima AArya saat diwawancarai di sela meninjau lokasi pengungsian warga terdampak longsor di Gang Barjo, Kebon Kelapa Kota bogor di Masjid Jami Nurul Ikhlas Jalan Veteran, Sabtu (22/10/2022). (ANTARA/Linna Susanti)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kemarin (022/10) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke apotek-apotek di Kota Bogor, Jawa Barat. Didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya, Muhadjir ingin memastikan pihak apotek menaati instruksi Kemenkes untuk tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup sementara. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury).

Ada tiga apotek yang didatangi rombongan Menko PMK. Yakni, Apotek Sehat, apotek di RS PMI Bogor, dan Apotek Villa Duta. Dari tiga apotek tersebut, Menko PMK mendapati bahwa pengelola sudah mematuhi imbauan Kemenkes untuk tidak menjual obat sirup. Mereka telah memasang pengumuman terkait tidak memperjualbelikan obat sirup untuk sementara. ”Semua yang kami lihat, alhamdulillah sudah mematuhi. Tidak lagi melayani penjualan dan resep berbentuk obat sirup,” terangnya.

Dalam sidak tersebut, dia juga mendapati bahwa apotek-apotek itu sudah menyiasati pengganti obat sirup dengan meracik obat puyer. ”Kalau ada resep dokter sudah memberikan alternatif dalam bentuk puyer, sehingga memang butuh waktu meracik lagi. Tetapi itu solusi tepat,’’ ujarnya.

Selain melakukan sidak, mantan Mendikbud itu juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengusut kasus AKI pada anak-anak tersebut. Pengusutan itu penting untuk memastikan ada tidaknya tindak pidana di balik kasus tersebut. Sebab, gangguan ginjal kronis itu sudah mengancam upaya pembangunan SDM, khususnya perlindungan terhadap anak. Selain itu, adanya kemungkinan masih terdapat korban lagi.

Permintaan itu disampaikan setelah rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Yakni, Kemenkes, Kemendag, Kemenperin, dan BPOM. Rakor dihadiri oleh Menkes Budi G. Sadikin dan jajaran pejabat eselon I Kemenkes, Kepala BPOM Penny Lukito, Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemendag Ignatius Warsito, serta Direktur Impor Kemendag Sihar Pohan pada Jumat (21/10). ”Saya langsung telepon ke Pak Kapolri supaya kasus gagal ginjal akut ini diusut untuk ditelaah kemungkinan adanya tindak pidana,’’ ucapnya.

Muhadjir menegaskan, pengusutan tersebut penting lantaran bahan baku obat yang dicurigai tercemar EG dan DEG itu adalah hasil impor. Sementara itu, di negara asal tak ada kasus seperti yang tengah dialami Indonesia saat ini. ”Karena itu, perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku, masuknya ke Indonesia, hingga proses produksi obat-obat yang mengandung dua zat berbahaya itu,” jelasnya.

Masyarakat juga kembali diimbau untuk tidak mengonsumsi obat sirup untuk anak-anak. Menurutnya, bila ingin mengonsumsi obat tersebut, harus ada resep dan rekomendasi dari dokter. ’’Terutama anak-anak usia 1–15 tahun. Mohon diwaspadai betul penggunaan obat sirup,” katanya.

Selain itu, untuk mengantisipasi agar tak ada lagi korban, Muhadjir meminta pelayanan kesehatan dari tingkat terkecil di desa atau kelurahan lebih proaktif turun ke lapangan. Mereka harus melakukan penyisiran kasus. Mulai dari mengecek hingga mendata riwayat kesehatan dan obat yang dikonsumsi anak-anak. Dia tak ingin pelayanan kesehatan hanya menunggu pasien datang. Tetapi harus menyisir sampai tingkat terbawah untuk dicatat riwayat kesehatan atau pengobatannya.

’’Saya mohon kepala desa, bidan desa, dan kepala puskesmas untuk menyisir anak-anak usia 15 tahun ke bawah. Lakukan pemeriksaan secara masif, baik mereka yang sudah memakai obat sirup maupun yang belum,” tutur mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut. (*)

Reporter: JP Group

Hilangkan Pungli Oknum Polantas Polri Fokus Sosialisasi dan Peningkatan Fasilitas Tilang Elektronik

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (jawapos.com)

batampos – Kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang tilang manual memunculkan harapan yang positif dari masyarakat. Yakni, bakal hilangnya praktik pungutan liar (pungli) dari oknum polantas.

Sebagaimana diberitakan, larangan tilang manual itu dituangkan dalam surat telegram nomor ST/264/X/HUM.3.4.5./2022 tertanggal 18 Oktober 2022. Dalam surat telegram itu disebutkan, untuk menggantikan tilang manual, dimaksimalkan pelaksanaan tilang berbasis elektronik, yakni (ETLE), baik statis maupun mobile.

Pengamat kepolisian Bambang Rukminto mengatakan, kebijakan tersebut memiliki harapan tinggi untuk menurunkan pungli di bidang lalu lintas. Hal itu juga seiring dengan perkembangan teknologi yang makin canggih. Namun, tetap ada pekerjaan rumah bagi Polri. ”Problemnya soal sosialisasi ke masyarakat atau pengendara kendaraan bermotor,” jelasnya kemarin (22/10).

Salah satunya dengan memperjelas dan menambah rambu-rambu lalu lintas. Sebab, rambu-rambu itu merupakan peringatan yang bisa mencegah masyarakat merasa dijebak. ”Jangan sampai masyarakat merasa dijebak karena peraturan terus berubah,” paparnya.

Menurut dia, infrastruktur di setiap kota dan kabupaten berbeda. Baik kondisi maupun fasilitasnya. Hal itu harus diatasi bersama dengan kerja sama lintas sektoral.

Bambang berharap aturan larangan tilang manual itu dapat diberlakukan seterusnya. Dengan demikian, benar-benar tidak ada tilang manual yang sangat potensial dimainkan. Baik untuk memeras, pungli, ataupun jebakan-jebakan yang menggerus citra kepolisian.

Dia berharap ada peningkatan infrastruktur teknologi sehingga ETLE benar-benar bisa meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara. ”Sekaligus menurunkan angka kecelakaan,” terangnya.

Terpisah, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanan menjelaskan, penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas tetap dilaksanakan. Tujuannya adalah meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat demi keselamatan saat berkendara.

Penyelesaian penegakan hukum dilakukan dengan dua cara, yaitu secara justitia dan nonjustitia. Justisia berarti penyelesaiannya melalui proses hukum sampai vonis pengadilan (tilang). ”Sedangkan nonjustitia yaitu penegakan hukum dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya patuh dan taat terhadap peraturan perundang-undangan untuk perlindungan dan keselamatan masyarakat sendiri, memberikan sosialisasi, teguran kepada para pelanggar, dan lain-lain,” paparnya dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, penegakan hukum tidak harus dengan tilang. Korlantas Polri lebih menekankan langkah edukatif agar masyarakat mengerti pentingnya keselamatan lalu lintas. (*)

Reporter: JP Group

Surya Paloh: Saya Dukung Anies karena Mampu Perkuat Nilai Kebangsaan

0
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menyampaikan pidato dalam kegiatan silaturahim kebangsaan dengan sejumlah doktor dan guru besar dari berbagai universitas, di Ballroom NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (22/10/2022). ( ANTARA/Tri Meilani Ameliya.)

batampos – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan alasan mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Dia menilai Anies merupakan sosok yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

“Sekarang, saya dukung Anies (karena) pada waktu ini, (dia) yang saya anggap tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” ujar Surya saat menyampaikan pidato dalam kegiatan silaturahim kebangsaan dengan sejumlah doktor dan guru besar dari berbagai universitas, di Ballroom Nasdem Tower, Jakarta, Sabtu (22/10).

Oleh karena itu, ia merasa heran dengan beberapa pihak yang menilai Partai Nasdem sebagai “kadrun”, yakni julukan untuk orang-orang yang dianggap berpikiran sempit, terpengaruh gerakan ekstremisme, dan fundamentalisme dari Timur Tengah, bahkan radikal setelah mengusung Anies sebagai capres pada Pemilu 2024.

Hal yang hampir serupa, ujar Surya, terjadi pada Pilkada 2017. Pada saat itu, ia menyampaikan bahwa Nasdem mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Namun, akibat dukungan itu Partai NasDem dicap berbagai pihak sebagai partai penista agama. “Kan aneh, dukung Ahok saya dibilang penista agama, sekarang dukung Anies dibilang ini baru jadi kadrun,” ujar Surya.

Ucapannya itu disambut gelak tawa dari para pihak yang menghadiri silaturahim kebangsaan tersebut. Sebelumnya, DPP Partai Nasdem secara resmi telah mendeklarasikan dan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Surya Paloh di Ballroom Nasdem Tower pada Senin 3 Oktober 2022. Anies yang juga hadir dalam kesempatan itu menerima pencalonan tersebut. “Dengan memohon rida Allah, dengan memohon petunjuk-Nya, dan seluruh kerendahan hati, bismillahirrahmanirrahim, kami terima dan bersiap menjawab tantangan itu,” kata mantan Mendikbud itu. (*)

Reporter: JP Group

Santri Jangan Lupa Tugas Utama Menjaga Agama

0
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas (dua dari kiri) menghadiri Upacara peringatan Hari Santri 2022, Sabtu (22/10). (jawapos.com) 

batampos – Upacara peringatan Hari Santri 2022 di berbagai daerah kemarin (22/10) kental dengan nuansa santri. Peserta upacara laki-laki mengenakan busana khas santri: sarung dan peci hitam dengan atasan baju berwarna putih.

Di halaman kantor pusat Kementerian Agama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga mengenakan busana serupa. Pengenaan busana khas santri itu merupakan yang pertama sejak Hari Santri ditetapkan pada 22 Oktober 2015 silam.

Dalam sambutannya, Yaqut mengajak para santri untuk istiqamah pada jalan perjuangan. Termasuk membela agama dan bangsa. Selain itu, Yaqut mengajak semua santri menjaga martabat kemanusiaan. ”Doakan bangsa dan ulama, jaga martabat kemanusiaan,” pesan Yaqut.

Upacara di halaman kantor Kemenag itu diikuti pejabat eselon I dan II. Para pejabat fungsional dan pegawai Kemenag juga ikut dalam upacara tersebut. Ribuan santri dan aparatur sipil negara (ASN) kantor Kemenag di berbagai daerah mengikuti upacara secara dalam jaringan.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengangkat tema ”Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Lewat tema itu, Yaqut ingin menyampaikan pesan bahwa santri selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Keterlibatan tersebut tercatat dalam sejarah.

Karena itu, Yaqut menekankan agar para santri siap sedia ketika Indonesia memanggil. Santri dengan berbagai latar belakang juga harus siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Dulu, lanjut Yaqut, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga untuk berperang melawan penjajah.

Ada banyak catatan sejarah yang menggambarkan kiprah para santri tempo dulu. Misalnya, para santri yang berperang menggunakan senjata bambu runcing yang telah didoakan oleh Kiai Subchi Parakan Temanggung. Kemudian, di Surabaya, Resolusi Jihad digelorakan Kiai Hasyim Asy’ari untuk melawan Belanda. Di Semarang, ketika pecah pertempuran lima hari, para santri turut berada di garda depan.

Pasca kemerdekaan, KH Wahid Hasyim, ayah Abdurrahman Wahid (Gus Dur), juga menjadi salah satu santri yang terlibat aktif dalam pemerintahan awal kemerdekaan. ”Catatan sejarah ini menunjukkan bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga, mengasosiasikan santri hanya dengan bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat,” ujarnya.

Meski bisa menjadi apa saja, Yaqut meminta santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama. Santri harus pula mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. ”Menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzun nafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi,” tuturnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo menyebut para santri selalu menjadi jalan keluar bagi bangsa. Setiap zaman yang dilalui bangsa ini, ada peran santri yang berdiri di depan. ”Para santri adalah pribadi yang berakhlakul karimah, cinta bangsa, dan berpikiran maju,” ungkapnya di laman akun medsosnya. (*)

Reporter: JP Group

Kemenkes Bagikan Obat Penawar Gratis

0

batampos – Pemberian obat penawar (antidotum) menjadi salah satu langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menekan peningkatan angka kematian anak-anak yang teridentifikasi penyakit gagal ginjal akut. Obat penawar yang diimpor dari Singapura itu sejauh ini cukup ampuh memulihkan anak-anak dari penyakit misterius tersebut.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan, antidotum itu sudah didistribusikan ke seluruh rumah sakit yang merawat pasien acute kidney injury (AKI) tersebut. Seluruh biaya terkait antidotum itu gratis. ”Biaya akan ditanggung Kementerian Kesehatan,” ujarnya dalam diskusi dalam jaringan (daring) kemarin (22/10).

Syahril menerangkan, obat penawar itu merupakan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Sejauh ini, antidotum telah diberikan kepada anak-anak pengidap AKI yang dirawat di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Dari laporan Kemenkes, kondisi anak yang mendapat obat penawar itu cenderung membaik.

”Ada perubahan yang bagus dari pasien (setelah diberi antidotum, Red). Mulai keluar air kencingnya, keadaannya juga membaik,” ungkap Syahril.

Meski begitu, Syahril menyebut, tak semua pasien AKI mengalami reaksi positif setelah diberi antidotum. Ada yang tidak mengalami perubahan setelah mendapat obat penawar.

Dewan Pakar Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prof Keri Lestari mengungkapkan, langkah pemulihan menggunakan antidotum pernah dilakukan terhadap pasien-pasien AKI di Amerika Serikat sekitar 1990 silam. Saat itu, ada anak-anak yang menjadi korban cemaran senyawa etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), atau EG monometil eter tersebut.

Syahril menambahkan, selain melakukan pemulihan menggunakan antidotum, Kemenkes saat ini terus menyisir anak-anak yang terjangkit penyakit gagal ginjal akut. Dari pendataan terakhir, baru 22 provinsi yang disisir. Totalnya, ditemukan 241 anak mayoritas usia di bawah 5 tahun (balita) yang teridentifikasi penyakit AKI. Sebanyak 133 di antaranya meninggal dunia.

”Ini kami sedang sisir seluruh provinsi,” ujarnya. Menurut dia, dokter anak punya peran penting untuk membantu pendataan. Khususnya pendataan di luar rumah sakit. ”Memang harus ada pendataan yang akurat dari dokter anak,” ungkapnya.

Terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan, setiap produk obat yang dihasilkan oleh industri farmasi dalam negeri sudah mengikuti standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dan memenuhi persyaratan mutu sesuai farmakope Indonesia atau kompendial lainnya.

’’Kasus ditemukannya etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas pada obat sirup merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh industri farmasi,” jelasnya di Jakarta. Kemenperin terus mendorong perusahaan-perusahaan industri farmasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap produk-produk yang dihasilkan. ’’Serta terus memantau perkembangan informasi dari kementerian dan lembaga terkait,” imbuhnya.

Dari hasil investigasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ditengarai kedua zat tersebut merupakan cemaran. Bukan bahan baku tambahan yang digunakan pada formulasi dan proses produksi obat sirup. Cemaran itu diduga berasal dari empat bahan baku tambahan, yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol.

Menurut Agus, empat bahan itu bukan bahan berbahaya atau dilarang dalam pembuatan sirup obat. Empat bahan tersebut telah digunakan sejak lama. Namun, baru dua yang sudah dapat diproduksi di dalam negeri. Yaitu, sorbitol dengan kapasitas 154.000 ton per tahun dan gliserin sebesar 883.700 ton per tahun. Sedangkan propilen glikol dan polietilen glikol belum dapat diproduksi dalam negeri sehingga harus impor.

Agus menyebut, Kemenperin telah berkoordinasi dengan industri farmasi yang produknya mengandung cemaran EG dan DEG melewati ambang batas aman. Pihak industri menyatakan bahwa tidak ada penggunaan bahan baku EG maupun DEG pada proses produksi. Karena itu, EG dan DEG diduga berasal dari cemaran bahan baku tambahan lain yang disebutkan di atas.

’’Sebagai tindak lanjutnya, industri terus melakukan evaluasi internal, pengujian kandungan cemaran bahan baku pada laboratorium independen, serta berkoordinasi untuk melakukan penarikan produk dari pasar. Hal ini sejalan dengan komitmen industri farmasi untuk memproduksi produk obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu,” jelas Agus.

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mendesak pemerintah menaikkan status AKI menjadi kejadian luar biasa (KLB). Dengan begitu, penanganan bisa lebih optimal. Pihaknya juga meminta dibentuk tim independen pencari fakta. Tim independen itu bertugas menelusuri lebih jauh penyebab gagal ginjal akut dan upaya surveilans ke daerah.

”Kami tahu Kemenkes bekerja, BPOM bekerja, tapi ini harus tertampung dalam satu tim. Ada IAI, IDAI yang harus terlibat di dalamnya,” ucapnya. Tim itu diharapkan dapat menemukan fakta-fakta mengenai EG dan DEG yang melampaui ambang batas pada sejumlah merek obat. Di mana letak kesalahan yang terjadi, apakah saat produksi atau justru ketika sudah diedarkan. ”Ini perlu ditelusuri. Kalau ada pelanggaran, tentu harus diproses,” tegasnya.

Komisinya juga akan mengusulkan panitia kerja (panja) khusus untuk mengusut kasus yang telah menewaskan lebih dari 100 anak tersebut. (*)

Reporter: JP Group