Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 6817

Almarhum Prof Azyumardi Azra Peraih Gelar Sir Pertama dari Indonesia

0
Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra meninggal dunia di Rumah Sakit Kedah, Selangor, Malaysia, Minggu (18/9) (Dewan Pers)

batampos – Indonesia kehilangan seorang tokoh kebangsaan yang aktif menyuarakan soal keislaman dan demokrasi. Dia adalah Prof Dr H Azyumardi Azra, M Phil, MA, CBE, yang sampai akhir hayatnya menjabat sebagai ketua Dewan Pers.

Cendekiawan muslim kelahiran 4 Maret 1955 itu menutup usianya di Rumah Sakit Kedah, Selangor, Malaysia, Minggu (18/9). Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit di Malaysia.

Semasa hidupnya, Azyumardi Azra dikenal sebagai seorang Profesor yang ahli pada bidang sejarah, sosial, dan intelektual Islam. Bahkan, dia juga menekuni banyak profesi, mulai dari wartawan, dosen, penulis, hingga menjadi guru besar.

Azyumardi Azra pada 2010 memperoleh gelar Commander of the Order of British Empire (CBE). Titel ini merupakan sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi ‘Sir’ pertama dari Indonesia.

Gelar CBE diberikan Kerajaan Inggris kepada individu untuk menghargai kontribusi positif yang telah dilakukan di bidang pekerjaan mereka. Melalui gelar tersebut Azyumardi Azra dianggap telah diakui sebagai anggota keluarga bangsawan Inggris.

Azyumardi memulai karier pendidikan tingginya sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1982, kemudian atas bantuan beasiswa Fulbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Universitas Columbia tahun 1988.

Selain itu pada 1992, ia juga memperoleh gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen Sejarah, Universitas Columbia tahun 1990 dan Doctor of Philosophy dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Pada 2004 disertasi yang sudah direvisi diterbitkan secara simultan di Canberra (Allen Unwin dan AAAS), Honolulu (Hawaii University Press), dan Leiden, Negeri Belanda (KITLV Press).

Azyumardi kembali ke Jakarta pada 1993, saat itu mendirikan sekaligus menjadi pemimpin redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi Islam. Azyumardi juga pernah menjadi profesor tamu pada Universitas Filipina dan Universitas Malaya, Malaysia keduanya pada tahun 1997.

Selain itu, dia merupakan anggota dari Selection Committee of Southeast Asian Regional Exchange Program (SEASREP) yang diorganisir oleh Toyota Foundation dan Japan Center, Tokyo, Jepang antara tahun 1997-1999.

Sejak Desember 2006 menjabat Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sebelumnya sejak tahun 1998 hingga akhir 2006 Azyumardi Azra adalah Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia pernah menjadi Wartawan Panji Masyarakat (1979-1985), Dosen Fakultas Adab dan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1992-sekarang), Guru Besar Sejarah Fakultas Adab IAIN Jakarta, dan Pembantu Rektor I IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1998).

Ia juga merupakan orang Asia Tenggara pertama yang di angkat sebagai Professor Fellow di Universitas Melbourne, Australia (2004-2009), dan anggota Dewan Penyantun (Board of Trustees) Universitas Islam Internasional Islamabad Pakistan (2004-2009). (*)

Reporter: JP Group

Walikota Tanjungpinang Berang, Pasar Tak Representatif

0
Sejumlah pedagang melihat kondisi pasar sementara di Batu 7 Tanjungpinang. F. Humas Pemko Tanjunginang

batampos- Walikota Tanjungpinang, Rahma meluapkan kemarahannya ke jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanjungpinang. Walikota berang karena pembangunan Pasar Sementara Batu 7 terkesan asal-asalan. “Saya kecewa dan marah dengan PU, khususnya ke Bidang Cipta Karya. Ini ulah mereka, sehingga jadi begitu pasar tersebut,” katanya kesal usai meninjau pasar tersebut.

Menurut Rahma, hal ini salah dari perencanaan awal oleh Cipta Karya yang Kepala Bidangnya dikepalai Desi. Sebab dia yang menunjuk konsultan perencana yang asal-asalan membuat pasar sementara. “Itu pasar apaan. Sangat tidak layak. Kasian pedagang. Anggaran Rp 3,2 miliar, pasarnya kayak gitu,” sebutnya.

BACA JUGA: Pekan Depan, Pasar Sementara di Batu 7 Dibuka

Padahal sejak awal Rahma telah berpesan, meskipun ini hanya pasar sementara, namun tetap harus dibangun senyaman mungkin dan representatif. “Mejanya kecil, lantainya tidak disemen, tak ada pintu, tak ada tempat simpan barang. Sangat tidak layak,” terangnya.

Menindaklanjiti hal tersebut, Walikota telah memerintahkan agar segera diubah dan dibuat lebih bagus. Seharusnya yang diutamakan adalah kenyamanan pedagang dan pembeli serta keamanan barang dagangan. “Jajaran PU sudah saya panggil,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Tanjungpinang, M Irfan mengatakan Walikota Rahma, tidak terima dengan pembangunan pasar itu. “Seperti ibu Wali bilang, itu salah dari awal perencanaan, khususnya desainnya,” sebutnya.

Irfan mengaku, ia baru ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas. Tidak mengikuti dari awal perencanaan pasar tersebut. Namun, saat ini ia harus bertanggungjawab untuk membuat pasar itu sebagaimana mestinya. “Saya sudah rapatkan. Pak Kabidnya sebenarnya juga baru, beliau melanjutkan. Tapi kami tetap cari solusi terbaik, agar pasar itu lebih baik,” jelas Irfan. (*)

reporter: yusnadi

Prof Azyumardi Azra Sosok Intelektual Progresif

0
Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra. (ANTARA/Putu Indah Savitri/pri)

batampos – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri (IKALUIN) Jakarta Ace Hasan Syadzily mengenang Ketua Dewan Pers dan juga Guru Besar UIN Jakarta Prof Azyumardi Azra sebagai sosok intelektual yang progresif

“Beliau adalah intelektual yang progresif dengan berbagai karya bukunya dan tulisannya di berbagai jurnal internasional,” kata Ace dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (18/9).

Ia mengatakan pemikiran keagamaan, politik, kebangsaan, dan sosial dari Prof Azyumardi Azra sangat konstruktif dalam konteks keindonesiaan.

“Beliau termasuk di antara pembaharu Islam di Indonesia masa kini,” ujar Ace yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut.

Dia mengatakan berbagai penghargaan dari dunia internasional telah disandang oleh Prof Azyumardi Azra, salah satunya dari Kerajaan Inggris dengan gelar “Commander of the Order of the British Empire” (CBE) dan berhak mendapatkan gelar Sir.

Ace pun merasa kehilangan sosok Prof Azyumardi Azra sebagai tokoh bangsa dan guru bangsa yang selalu ia ikuti pikiran dan pandangannya, karena cerdas dan kritis.

“Saya pribadi merasa dibesarkan secara intelektual dalam bimbingan beliau. Beliau guru saya dan pembimbing saya sewaktu menjadi aktivis mahasiswa. Hingga saat ini, beliau selalu memberikan masukan-masukan terkait langkah dan jalan politik yang saya ambil,” kata dia pula.

“Kami sangat kehilangan guru kami. Selamat tinggal guru bangsa,” ujar Ace lagi.

Prof Azyumardi Azra mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia pada Minggu pukul 12.30 waktu setempat.

Mantan Rektor UIN Jakarta itu berpulang setelah sempat dirawat sejak Jumat (16/9) akibat gangguan kesehatan yang dialaminya saat melakukan kunjungan kerja ke Malaysia. (*)

Reporter: Antara

Golkar: Proyek Dimulai SBY, Mangkrak, Diselesaikan Jokowi

0
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (jawapos.com)

batampos – Politikus senior Partai Golkar Ridwan Bae menyatakan, prestasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) melampaui era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pembangunan infratruktur. Ridwan mengatakan, Jokowi sangat mendorong kemajuan infrastruktur Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo selama hampir sembilan tahun ini adalah yang terbaik di antara yang lainnya. Saya punya data. Kita bicara berdasarkan data, jadi tidak asal ngomong,” kata Ridwan Bae kepada wartawan, Minggu (18/9).

Selain itu, Ridwan menyebut kesejahteraan masyarakat pada era Jokowi juga dinilai lebih baik, dibandingkan saat pemerintahan SBY. Menurut Ridwan, hal itu dapat dilihat dalam data indeks kesejahteraan rakyat.

“Bagaimana tidak, pasalnya sejak 10 tahun memimpin, Presiden SBY nyatanya hanya menyelesaikan konstruksi jalan tol sepanjang 189,2 km saja dan terdapat 24 bandar udara (bandara) yang berhasil diselesaikan pada kabinet tahun 2004 hingga 2014 tersebut,” sambung Ridwan.

Di sisi lain, lanjut Ridwan, terdapat 18 proyek bendungan yang mangkrak pada era SBY. Ridwan mengatakan, proyek mangkrak tersebut akhirnya diselesaikan Jokowi setelah tahun 2014.

“Jalan tol yang berhasil dikonstruksikan adalah sepanjang 1.762,3 km. Kemudian ada sebanyak 30 bendungan yang diselesaikan dan juga sebanyak 29 bandara yang berhasil rampung hingga setidaknya bulan ini, September 2022,” imbuhnya.

“Bukan hanya itu, namun pembangunan infrastruktur yang berhasil dilakukan di era Presiden Jokowi adalah konstruksi jalan desa sepanjang 316.590 km,” sambungnya.

Ridwan melanjutkan, Jokowi juga masih mempunyai beberapa target lain yang hendak dicapai, yaitu penyelesaian pembangunan jalan tol sepanjang 750 km dengan target selesai tahun 2023 hingga 2024. “Target yang direncanakan oleh Pak Jokowi ini kurang lebih 2 tahun, jauh lebih panjang ketimbang capaian jalan tol yang dibangun semasa kepemimpinan SBY selama 10 tahun, yakni hanya 189,2 km,” papar Ridwan.

“Pembangunan infrastruktur di kepemimpinan Presiden Jokowi bahkan mampu dirasakan oleh seluruh masyarakat secara luas, termasuk masyarakat desa dan pelosok hingga merata,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Goljar H Ilham Pangestu. Dia menyebut, pembangunan infrastruktur di zaman Presiden Jokowi cukup membanggakan.

Menurut Ilham, hal tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Pemerintah terlihat cukup gencar membangun infrastruktur. Saya melihat usaha tersebut adalah cara Presiden Jokowi untuk memeratakan pembangunan di Indonesia,” tukasnya. (*)

Reporter: JP Group

Dubes: Prof Azyumardi Azra Meninggal Karena Serangan Jantung

0
Lobi Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, Minggu (18/9/2022). ANTARA/Virna P Setyorini

batampos – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia di Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia karena serangan jantung.

Dubes Hermono, di Rumah Sakit Selangor, Malaysia, Minggu, mengatakan berdasarkan surat kematian yang dikeluarkan pihak rumah sakit disebutkan penyebab kematian Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra yakni “acute inferior myocardial infarction”.

“Jadi tertulis dalam surat tersebut penyebabnya ‘acute inferior myocardial infarction’,” ujar dia.

Prof Azyumardi Azra sempat memperoleh upaya resusitasi dari tim dokter sebelum mengembuskan napas terakhir pada pukul 12.30 waktu setempat, di coronary care unit (CCU) rumah sakit tersebut.

Istri Prof Azyumardi Azra, Ipah Farihah bersama putra keduanya Firman El Amny Azra sempat menemani di saat akhir beliau.

Saat ini pihak keluarga bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur melakukan penanganan jenazah almarhum Prof Azra.

Ketua Dewan Pers Profesor Azyumardi Azra mendapat perawatan di Rumah Sakit Serdang, Selangor, sejak Jumat (16/9) sore.

Prof Azyumardi Azra hendak menghadiri undangan dari Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dalam Konferensi Internasional Kosmopolitan Islam yang dilaksanakan di Selangor, Malaysia, pada 17 September.

Presiden ABIM Muhammad Faisal Abd Aziz mengatakan Prof Azyumardi Azra akan menjadi salah satu pembicara dalam konferensi tersebut.

Beberapa pembicara lainnya berasal dari Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Konferensi itu akan dibuka oleh Ketua Emeritus Institut Internasional Pemikiran Islam (IIIT) Anwar Ibrahim. (*)

Reporter: Antara

Survei LPI: Jenderal Andika Perkasa Salah Satu Tokoh Berpengaruh

0
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. (Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden/Antara)

batampos – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa masuk dalam salah satu dari 10 tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Hal ini berdasarkan hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang bekerja sama dengan Indonesian Publik Institute (IPI) dan Indonesian Club (IC).

Peneliti LPI Febri Wahyuni Sabran menyatakan, Andika menjadi salah satu yang terbaik disebabkan karena kinerjanya dalam mengangkat martabat dan citra TNI ke taraf internasional secara mengagumkan.

“Pak Andika berhasil membangun kerjasama militer secara elegan dan prospektif dengan negara-negara adidaya. Ini hal yang membanggakan. Panglima berhasil menjaga keutuhan TNI meskipun ada penumpang gelap berusaha memecah belah TNI dari dalam dengan berbagai isu yang tidak benar,” kata Febri Wahyuhi, Minggu (18/9).

Sementara itu, pendiri LPI Boni Hargens mengungkapkan, Andika layak diapresiasi kelas menengah intelektual di Indonesia sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam pemerintahan saat ini.

“Tidak hanya sektor keamanan tetapi juga dalam sektor penguatan demokrasi. Hal itu disebabkan karena promosi nilai-nilai demokrasi yang sukses dilakukan Panglima di kalangan internal TNI,” ucap Boni.

Selain itu, lanjut Boni, TNI semakin profesional di bawah kepemimpinan Jenderal Andika. “Kita bangga TNI makin professional. Pak Andika sukses membawa TNI ke ranah internasional dengan pola komunikasi yang lebih elegan dan bermutu. Kita benar-benar dihargai dan dipandang sebagai partner yang handal oleh negara-negara lain dalam sektor keamanan. Ini prestasi dan harus kita beri dukungan dan penghargaan yang sepadan,” tutup Boni. (*)

Reporter: JP Group

Toko Baju Dibobol Pencuri Bermasker, Aksinya Terekam CCTV

0
Pelaku pencurian yang terekam cctv,. f. tangkapan layar ponsel

batampos- Toko baju Moda Paolo Jalan DI Panjaitan Batu 9 Tanjungpinang dibobol pencuri, Sabtu (17/9). Sejumlah uang tunai hingga perhiasan digasak pencuri.

Pencurian itu terungkap setelah salah seorang karyawan toko baju yakni Fahmi, akan membuka toko. Saat masuk, karyawan tersebut melihat laci kasir sedikit terbuka. Setelah dicek, ternyata uang tunai di laci tersebut raib.

BACA JUGA: Pencuri Bobol Toko di Bintan Center Terekam CCTV

Selain uang modal, lanjut Fahmi, uang hasil penjualan senilai Rp 3 juta dan sebuah ponsel, serta sebuah cincin emas juga hilang dibawa kabur pencuri. “Biasanya bos menaruh uang modal di laci ini. Tapi dicek sudah tidak ada,” ungkapnya.

Selanjutnya Fahmi bersama karyawan lain, mengecek jendela yang ada di lantai dua. Karyawan mengetahui pencuri masuk melalui jendela samping lantai dua. Dari rekaman CCTV (kamera pengawas), pencuri mengenakan baju dan topi putih serta masker sedang mencongkel laci kasir. “CCTV ada yang dirusak juga,” terangnya.

Pencuri, lanjut Fahmi, menggunakan sebuah alat berupa linggis untuk membobol dua laci kasir berisi uang modal penjualan baju. “Kami belum lapor polisi. Kata pimpinan menunggu itikad baik pelaku,” tegasnya. (*)

reporter: yusnadi

Hasil Kualifikasi MotoGP Aragon: Bagnaia Berpeluang Menang Lagi

0
Francesco Bagnaia marmerayakan pole position bersama tim Ducati di parc ferme Sirkuit Aragon. (Jun Qian Motorsport for Jawa Pos)

batampos – Francesco Bagnaia berpeluang meraih kemenangan kelima secara beruntun setelah sukses meraih pole position di MotoGP Aragon Sabtu (18/9).

Rider-rider Ducati melanjutkan dominasinya di sesi latihan bebas ke babak kualifikasi. Tiga barisan terdepan benar-benar dikavling pembalap yang menunggangi motor pabrikan Italia tersebut.

Bagnaia membukukan waktu terbaik 1 menit 46,069 detik. Di posisi kedua ditempati rekan satu timnya Jack Miller dengan selisih sangat tipis +0,090 detik.

Sedangkan Enea Bastianini (Gresini) mengamankan posisi terakhir di baris terdepan.

Di tengah dominasi Ducati tersebut, rival utama Bagnaia, Fabio Quartararo justru gagal tampil maksimal di babak penentuan posisi start tersebut.

Sang juara bertahan hanya mampu mengamankan posisi start ketujuh di lap kedua sebelum upaya terakhirnya. Kemudian catatan waktunya membaik di lap terakir dan naik satu posisi ke urutan keenam.

Catatan waktunya terpisah 0,733 detik di belakang Bagnaia.

Sebaris dengan Quartararo, ada Jorge Martin (Pramac) start di posisi kelima. Dan Aleix Espargaro (Aprilia) di posisi start empat. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

ASN Korupsi dan Pelanggar Disiplin Berat Bisa segera Diberhentikan

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Folly Akbar/Jawapos)

batampos – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan, penerbitan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 821/5492/SJ tertanggal 14 September 2022 bertujuan agar pengelolaan pembinaan kepegawaian di daerah berjalan lebih efektif dan efisien.

Kemendagri meluruskan anggapan bahwa edaran tersebut memberikan izin kepada penjabat (Pj), pelaksana tugas (Plt), maupun penjabat sementara (Pjs) kepala daerah untuk memutasi maupun memberhentikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) begitu saja.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan mengatakan, SE tersebut berisi dua poin pokok dalam mendukung pembinaan kepegawaian di daerah agar lebih efektif dan efisien. Pertama, Mendagri memberikan izin kepada Pj, Plt, dan Pjs kepala daerah untuk menjatuhkan sanksi atau hukuman disiplin bagi PNS yang tersangkut korupsi dan pelanggaran disiplin berat.

“Hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 18 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 bahwa kepala daerah harus menetapkan penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersangkut korupsi,” kata Benni Irwan dalam keterangannya, Minggu (18/9).

Benni mencontohkan, selama ini apabila ada seorang ASN yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi, maka bupati akan melakukan pemberhentian sementara. Namun, hal ini tidak bisa langsung dilakukan, karena harus izin Mendagri terlebih dahulu.

Sedangkan amanat PP Nomor 94 Tahun 2021 pegawai yang bersangkutan harus segera diberhentikan sementara. “Sehingga, dengan izin yang tersebut dalam SE, ASN yang melakukan pelanggaran dapat segera diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” terang Benni.

Poin kedua, lanjut Benni, Mendagri memberikan izin kepada Pj, Plt, dan Pjs kepala daerah yang akan melepas dan menerima ASN yang mengusulkan pindah status kepegawaian antardaerah (mutasi antardaerah), maupun antarinstansi (mutasi antarinstansi). Dengan demikian, Pj, Plt, dan Pjs kepala daerah tidak perlu lagi mengajukan permohonan persetujuan tertulis sebagaimana yang diatur sebelumnya. Upaya ini dilakukan agar proses pindah status kepegawaian tersebut berjalan lebih efektif dan efisien.

“Pada dasarnya SE itu hanya memberikan persetujuan amat terbatas, hanya 2 urusan diatas kepada Pj Kepala Daerah untuk kecepatan dan kelancaran birokrasi pembinaan kepegawaian, dan sangat jauh berbeda dengan kewenangan kepala daerah definitif,” ujar Benni.

Namun, lanjut Benni, untuk mutasi pejabat internal daerah, seperti pengisian jabatan tinggi pratama dan administrator, Pj, Plt, dan Pjs kepala daerah tetap harus mendapatkan izin tertulis dari Mendagri. “Kalau tidak dapat izin dari Mendagri, maka kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan oleh daerah,” tegasnya.

Selanjutnya, setelah proses pembinaan kepegawaian tersebut dilaksanakan, maka Pj, Plt, dan Pjs kepala daerah tetap harus melaporkan kepada Mendagri paling lambat tujuh hari kerja terhitung sejak kebijakan tersebut diambil. (*)

Reporter: JP Group

Ketika Warga Batam Merogoh Kocek lebih Dalam Usai Kenaikan Harga BBM

0

 

batampos – Kenaikan harga Bahan Bakar Subsidi (BBM) mulai berdampak terhadap daya beli warga Kota Batam, Kepulauan Riau. Kenaikan BBM, diiringi kenaikan tarif ojek online yang dilakukan Kementerian Perhubungan, semakin membebani konsumen. Karena itu, warga berharap, tak ada lagi kenaikan BBM dan tarif ojek online.

Sejumlah warga Batam, menilai, dari sisi keuangan, mereka harus mengeluarkan anggaran lebih, dampak kenaikan BBM dan juga biaya transportasi, termasuk ojek online.

“Dampak ekonomi secara langsung adalah semakin besar pengeluaran untuk membeli BBM, ya biasanya 25 ribu untuk 2-3 hari, sekarang 35 ribu 2-3 hari untuk pemakaian motor dari rumah ke kantor,” ujar Agus Susanto, karyawan swasta di Batam, kepada wartawan, Sabtu pagi (17/9/2022).

Disampaikan Agus, akibat harga BBM naik, ia harus memangkas beberapa pos, seperti belanja makanan yang biasanya dilakukan secara online melalui aplikasi. Kemudian, tidak membeli barang-barang yang dirasa tidak penting. Bahkan, sebelum BBM naik, menurutnya sejumlah harga bahan pokok, termasuk telur, sudah naik.

“Jelas pengeluaran bertambah. Karena harga-harga sudah naik, efek kenaikan BBM, ditambah ada kenaikan tarif ojol, kami berharap jangan lagi ada kenaikan,” ujar Agus.

Sementara itu, terkait kenaikan tarif ojek online, menurut dia tidak masalah sepanjang pelayanan dan service serta promo terus diberikan aplikator. Hanya saja, ia menilai, untuk beberapa fitur seperti pembelian makanan lewat aplikasi, dari sisi ongkos kirim, mengalami kenaikan signifikan. Ia berharap, pemerintah tak lagi menaikkan ongkos kirim di aplikasi seperti Gojek dan Grab.

“Hanya saja jadi berpikir dua kali untuk pesan makanan online karena biaya kirim jadi naik signifikan,” ucap Agus.

Kenaikan BBM yang berimbas pada kenaikan biaya transportasi juga dirasakan pelaku usaha kecil yang ada di Batam. Ita Kurniasih (49) yang membuka usaha kue sejak 2015, baik sesuai pesanan maupun menjual secara online, mengaku menjadi serba salah karena jika menaikkan harga, pembeli akan turun.

Sementara jika dinaikkan, ada masalah daya beli. Karena itu, ia minta pemerintah tak lagi menaikkan BBM dan juga tarif ojek online karena ia juga sering menggunakan jasa ojek online untuk mengirim pesanan kue.

“Bagi pelaku usah mikro seperti saya, kenaikan BBM, sembako, biaya transportasi seperti ojol, sangat berdampak ke penjualan. Karena serba salah menaikkan harga kemampuan pembeli makin menurun, karena mereka berpikirnya dari pada jajan mending beli beras. Juga ongkos kurir otomatis naik jadinya pembeli berat di ongkir,” ucap Ita.

Sebagai pelaku usaha skala kecil, ia mencari cara agar bisa mendapat bahan baku dengan harga lebih murah, tapi terkadang ketika ada yang murah, dari sisi jarak juga jauh. Otomatis, pemakaian BBM jadi lebih banyak dan akhirnya tetap saja biayanya menjadi lebih besar.

“Otomatis pemakaian BBM jadi lebih banyak. Tetap saja jadinya modal yang keluar lebih besar dari biasanya. Harapan saya kepada pemerintah, dari pada bantuan tunai, yang kadang tak tepat sasaran, lebih baik bantuan itu untuk biaya menstabilkan harga bahan pokok di lapangan. Kami pelaku usaha mikro berusaha mandiri, tanpa jadi beban pemerintah asal itu tadi harga-harga terjangkau,” ujar Ita. (*)