Ketua DPP PDIP Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berziarah ke makam Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/9). (Istimewa)
batampos – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Perjuangan (PDIP) Puan Maharani, bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berziarah ke makam Taufiq Kiemas. Pertemuan tersebut sekaligus membuka sinyal kerja sama antara PDIP dan PKB untuk Pemilu 2024.
Puan dan Muhaimin membaca yasin dan tahlilan saat mendoakan Taufiq Kiemas di makamnya yang berada di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/9).
Muhaimin Iskandar diketahui punya kedekatan dengan ayah kandung Puan tersebut sejak masih muda. Baik Puan, maupun Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin itu, sama-sama didampingi jajaran partai masing-masing.
“Alhamdulillah, kita sudah sama-sama melakukan tahlil, yasin, ihktiar aswaja untuk bisa mendoakan almarhum Pak Taufiq Kiemas,” kata Puan.
Usai berziarah, Puan dan Cak Imin berjalan kaki menuju tempat makan Pecel Pincuk yang berada di area kompleks TMP Kalibata. Kedua pimpinan DPR itu sempat duduk terpisah dengan jajaran partainya dan berbincang serius.
Menurut Puan, dirinya dan Cak Imin sudah seperti saudara, karena telah berjuang sejak masa orde baru.
“Kami berdua kenalnya dari SMA dan mahasiswa, dan sampai di sini sebagai Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR. Kami berharap pertemuan ini akan membawa berkah, kebersamaan sebagai saudara,” tuturnya.
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menambahkan, dirinya bersama Cak Imin sudah sering bertukar pikiran. Puan menegaskan, pertemuan hari ini juga masih seputar bagaimana ke depan membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
“Sekarang sudah bersama, cuma harapan itu (ke depan) lebih bisa bersama-sama. Dan tentu saja pertemuan ini seperti yang sudah saya sampaikan di pertemuan lalu, dengan NasDem, Gerindra, harapannya adalah bagaimana ke depan kita bisa sama-sama mencari pemikiran, membangun bangsa. Bukan hanya di kontestasi 2024 tapi justru paska kontestasi 2024,” jelas Puan.
Puan pun menyatakan, pertemuan ini menjadi pembuka kemungkinan kerja sama PDIP dan PKB di Pemilu 2024. Apalagi, dirinya dan Cak Imin maupun PDIP dan PKB sudah memiliki hubungan serta kerja sama yang baik sejak lama.
“Sebagai saudara, pastinya kita tetap menyadari kapan waktunya bertanding, kapan waktunya bersaing. Itu yang paling penting. Jadi karena masih satu tahun saya rasa masih bisa terus terbangun, terbuka, untuk menyamakan visi-misi, cita-cita,” jelas Puan.
Sementara itu, Cak Imin menyampaikan, ikut berziarah dengan Puan, karena almarhum Taufiq Kiemas sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri. Karena sejak masih menjadi aktivis, Cak Imin ikut memperjuangkan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di masa orde baru.
“Pak Taufiq Kiemas (TK) setiap hari memberi kami gagasan, ide, akhirnya seperti ayah sendiri. Bahkan ketika kami butuh apa, SPP kurang, Pak TK yang bantu. Bahkan terakhir saya mau ngelamar istri saya nggak punya duit, minta Pak Taufiq Kiemas. Jadi itu orangtua kami betul,” terang Cak Imin.
Cak Imin juga mengharapkan bisa terus berkoalisi dengan PDIP. Meski PKB telah menyepakati kerja sama dengan Gerindra untuk Pemilu 2024, menurutnya, dinamika politik masih bisa berkembang.
“Semoga ini yang menjadi jalan dan perjalanan koalisi masih satu tahun. Semoga ada rintisan-rintisan terus, perkembangan akan dinamis. Yang jelas kita berharap PDIP bisa terus bareng PKB seperti sekarang,” pungkasnya. (*)
Gubernur Papua Lukas Enembe berjalan bersama seorang perempuan di Changi Airport, Singapura. (Istimewa)
batampos – Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengungkap dugaan perjudian Gubernur Papua Lukas Enembe. Bahkan, orang nomor satu di Provinsi Papua itu bisa berjalan tanpa memakai kursi roda.
Hal ini disampaikan Boyamin usai membongkar aktivitas Gubernur Papua Lukas Enembe bermain kasino di sejumlah negara, pada Juli 2022. Dalam sebuah rekaman video, Lukas Enembe terlihat berjalan bersama seorang perempuan di Changi Airport, Singapura.
“Ini Lukas Enembe bisa berjalan di Bandara Changi Singapura pada Juli 2022,” kata Boyamin dikonfirmasi, Minggu (25/9).
Menurut Boyamin, Enembe memiliki sejumlah tempat langganan untuk bermain judi di luar negeri di antaranya Malaysia, Singapura, dan Filipina.
“Tempat-tempat judi yang menjadi langganan Lukas Enembe misalnya di Solaire Resort and Casino di Manila, Genting Highland otomatis, itu di Malaysia dan Singapura itu adalah kasino di Crockford Sentosa,” ungkap Boyamin.
“Saya punya punya fotonya, dan juga ada beberapa, baik laki-laki dan perempuan, itu udah jadi pengikutnya Pak Lukas Enembe di luar negeri,” sambungnya.
Selain video, Boyamin juga membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan Enembe tengah bermain judi di Casino Genting Highland, Malaysia pada 19 Juli 2022. Boyamin pun memiliki catatan aktivitas orang-orang di lingkaran Lukas Enembe beserta manifes pesawat pribadi dari Jakarta ke Jayapura.
“Termasuk kegiatan orang-orangnya yang baru bulan September tanggal 10-15 itu ada aktivitas pesawat pribadi dari Jakarta menuju Jayapura, ada manifes pesawatnya,” ungkap Boyamin.
Aktivitas yang tak wajar ini membuka kotak pandora aktivitas Lukas, yang belakangan diklaim tengah mengalami sakit keras. Agar dizinkan berobat, dokter pribadi Lukas Enembe, Anthon Mot, bersama kuasa hukumnya, Stefanus Roy, menyambangi kantor KPK pada Jumat (23/9) lalu, guna meminta izin agar Lukas diizinkan berobat ke Singapura.
“Semoga tim KPK memberi ruang untuk memberikan kesempatan kepada beliau untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Anthon.
Terkait kasus yang membelit Lukas, Stefanus berjanji kliennya akan kooperatif setelah dizin berobat ke luar negeri.
“Bapak Lukas Enembe akan tetap mengjormati penyidikan ini akan memberikan keterangan setelah dia sehat kembali,” kata Stefanus.
Terkait aktivitas judi Lukas, Stefanus mengatakan bahwa kliennya kerap bermain judi di kasino di Singapura. Dia mengutarakan, apa yang dilakukan Enembe sebagai hal lumrah yang biasa dilakukan pejabat.
“Ya biasalah, bukan hanya Pak Gubernur, semua pejabat kita sering main di sana,” urai Stefanus.
Untuk diketahui, dugaan aliran uang judi Lukas Enembe ini sebelumnya diungkapkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Diduga terdapat aliran uang senilai SGD 55 juta atau sekitar Rp 560 miliar terkait transaksi judi kasino.
“Salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai SGD 55 juta atau Rp 560 miliar itu setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu,” ujar Ivan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/9).
Ivan mengungkapkan, dalam satu periode waktu ada setoran tunai dengan nilai fantastis mencapai SGD 5 juta. PPATK juga menemukan adanya pembelian jam tangan senilai Rp 550 juta oleh Lukas.
“PPATK juga mendapatkan informasi bekerja sama dengan negara lain dan ada aktivitas perjudian di dua negara yang berbeda, dan itu juga sudah PPATK analisis dan sudah PPATK sampaikan kepada KPK,” tutur Ivan.
PPATK juga sudah membekukan transaksi sejumlah pihak pada 11 penyedia jasa keuangan. Para pihak tersebut diduga memiliki kaitan dengan kasus Lukas.
“PPATK sudah melakukan pembekuan penghentian transaksi kepada beberapa orang di 11 penyedia jasa keuangan (PJK), ada asuransi, ada bank, dan kemudian nilai dari transaksi yang dibekukan oleh PPATK di 11 PJK tadi ada Rp 71 miliar lebih, dan ada juga transaksi di Rp 71 miliar tadi itu mayoritas dilakukan di anak yang bersangkutan di putra yang bersangkutan,” pungkasnya. (*)
Ahmad Fanani yang penanganan kasusnya juga tak jelas sampai sekarang mendesak Kapolri untuk melakukan audit secara terperinci terkait dengan Satgassus Merah Putih. Berikut bagian akhir laporan hasil kolaborasi Jawa Pos dengan Tirto.id, Project Multatuli, dan deduktif.id.
BUKAN hanya kasus penangkapan Dandhy Dwi Laksono. Tim juga menemukan jejak Satgassus Merah Putih (MP) dalam kasus-kasus lain.
Pertama, kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017. Dalam kasus itu, Ahmad Fanani menjadi tersangka pada Juni 2019. Fanani merupakan eks bendahara Pemuda Muhammadiyah yang punya kedekatan personal dengan Dahnil Anzar Simanjuntak, koordinator juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Dia juga tercatat sebagai calon ketua umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) dalam Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah di Jogjakarta pada November 2018.
Seperti Dandhy, penyidikan kasus Fanani pun terkatung-katung sampai sekarang.
Sampai lebih dari tiga tahun kemudian, statusnya pun masih tersangka. Tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian, baik berupa SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan) maupun dokumen pemberitahuan lain.
Dari penelusuran yang tim lakukan berdasar dokumen S.Pgl/2979/VII/RES.3.3./2019/Dit Reskrimsus, tiga penyidik kasus Fanani terafiliasi dengan Satgassus MP. Pertama, Kombespol Iwan Kurniawan (saat ini berpangkat Brigjen Pol). Dia menjabat anggota pok anev pada Satgassus MP 2019 serta kepala anev pada Satgassus MP 2020 dan 2022.
Penyidik kedua adalah AKBP Bhakti Suhendarwan. Dia menjabat Katim sidik I-2 pada Satgassus MP 2019 serta anggota tim sidik I pada Satgassus MP 2020 dan 2022. Penyidik ketiga adalah AKP Emil Winarto. Dia menjabat anggota tim sidik I-2 (Satgassus MP 2019) serta anggota sidik I (Satgassus MP 2020 dan 2022).
Fanani mendesak Kapolri melakukan evaluasi besar-besaran. ”Kapolri tidak boleh berhenti pada pembubaran satgassus, tapi juga perlu melakukan penyelidikan pada kinerjanya. Bahkan, kalau perlu dilakukan audit secara terperinci,” ujarnya.
Tim juga menemukan tiga nama anggota Satgassus MP yang identik dengan nama penyidik kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Penyelidikan dan penyidikan itu bergulir pada 2019–2020.
Kombespol Dedy Murti Haryadi merupakan koordinator satuan tugas (satgas) penanganan kasus air keras. Dalam Sprin Satgassus MP 2019, Dedy menjabat Katim sidik II-1. Sementara dalam Satgassus MP 2020, Dedy menjadi suksesor Sambo di sekretariat. Selain Dedy, ada dua nama anggota Satgassus MP yang menjadi penyidik kasus Novel. Yang pertama adalah Kompol Raindra Ramadhan Syah.
Raindra kembali masuk struktur satgassus 2022. Dia menjabat anggota tim sidik II dengan pangkat AKBP. Tak hanya terlibat di penyidikan air keras, Raindra juga tersangkut masalah etik di Polri seiring keterlibatannya dalam dugaan rekayasa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas mantan kepala satgassus sekaligus mantan Kadivpropam Ferdy Sambo.
Selanjutnya, ada nama AKP Akhmad Fadilah. Dalam keanggotaan Satgassus MP 2019, dia menjabat anggota tim sidik II-1. Jabatan tersebut tidak berubah ketika Fadilah masuk Satgassus MP 2020. Si struktur satgassus 2022, Fadilah kembali menjadi anggota tim sidik II di bawah kendali Kasubsatgas Sidik II Kombespol Hengki Haryadi.
Novel membenarkan bahwa nama-nama tersebut ada dalam penyidikan kasusnya.
Hal paling janggal, kata Novel, penyidikan itu sama sekali tidak pernah memeriksa saksi-saksi kunci yang mengetahui adanya pengamatan oleh terduga pelaku penyiraman.
”Penanganan kasus itu sama sekali tidak berpihak pada korban dan terkesan sekadarnya saja,” ujarnya.
Novel menjadi sasaran penyiraman air keras pada 11 April 2017. Ketika itu dua orang yang tidak dikenal menyiramkan air keras ke wajahnya saat hendak pulang ke rumah sepulang dari salat Subuh.
Akibat serangan itu, Novel yang saat ini menjadi ASN Polri mengalami luka parah pada bagian mata. Bahkan, mata kirinya cacat.
Penanganan kasus itu sempat macet selama lebih dari dua tahun sebelum akhirnya Polri menetapkan dua tersangka pada akhir Desember 2019. Dua-duanya adalah polisi. Yakni, Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Dalam keterangannya, pelaku mengaku tidak suka pada Novel dan menyebut Novel sebagai pengkhianat.
Temuan tim soal keterkaitan Satgassus MP dengan kasus Dandhy, Fanani, dan Novel hanyalah permukaan. Masih ada kasus-kasus kontroversial nan janggal lain yang penanganannya juga melibatkan Satgassus MP. Salah satunya kasus penetapan tersangka aktivis HAM Haris Azhar serta Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Fatia Maulidiyanti.
Keduanya menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sejak 17 Desember 2021. Dalam penyidikan, teridentifikasi sejumlah nama anggota Satgassuss MP yang menjadi penyidik dalam kasus tersebut.
Di antaranya, Kombespol Auliyansyah Lubis yang berperan sebagai penyidik sekaligus Dirreskrimsus PMJ. Dia menjabat anggota pok anev pada Satgassus MP 2019. Dalam Satgassus MP 2020, Lubis yang kala itu adalah Kapolresta Semarang masuk tim asistensi wilayah. Kemudian, di satgassus 2022, Lubis menjabat Kasubsatgas sidik III.
Di bawah satgas sidik III itu juga ada nama-nama penyidik yang menangani kasus Haris-Fatia. Di antaranya, Kompol Rovan Richard Mahenu sebagai anggota. Rovan juga ada dalam Sprin Satgassus MP 2019 dan 2020. Pada 2019, dia tercatat sebagai anggota tim lidik-1. Saat itu dia masih berpangkat AKP.
Sementara dalam Sprin Satgassus MP 2020, Rovan yang berpangkat kompol menjabat anggota tim sidik III. Yang menarik, nama Rovan juga pernah masuk bagan ”Kaisar Sambo dan Konsorsium 303” yang mencuat bersamaan dengan terbongkarnya kasus pembunuhan Yosua.
Selain Lubis dan Rovan, ada nama Kompol Welman Feri yang menjadi penyidik kasus Haris-Fatia. Bersama Rovan, Welman juga anggota tim sidik III dalam Sprin Satgassus MP 2020. Dia juga menjadi ”anak buah” Lubis di satgassus 2022 sebagai anggota tim sidik III.
”Semua yang identik itu harus diungkap dengan evaluasi yang formal,” kata Haris ketika mengetahui nama-nama penyidik yang menangani perkaranya ada dalam struktur Satgassus MP.
Kecurigaannya bermula saat dia hendak dijemput paksa polisi pada 18 Januari 2022. Ketika itu dia berada di kantor Lokataru di kawasan Pulomas, Jakarta Timur. ”Mestinya kan saya dipanggil, diundang pakai surat, tapi malah didatangi pagi-pagi. Waktu itu saya belum mandi, masih pakai celana pendek,” kenang pendiri Lokataru Foundation itu.
Dia menduga nama-nama tersebut punya tugas khusus untuk memidanakan, merekayasa kasus, dan mengkriminalisasi orang-orang yang berseberangan dengan narasi penguasa. ”Jadi, wajar kalau banyak desakan membongkar kinerja satgassus ini,” tuturnya.
Tim telah mencoba meminta konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak kepolisian terkait dengan dugaan sindikasi kriminalisasi dan rekayasa kasus tersebut. Surat permohonan wawancara telah dikirim ke Jenderal Pol (pur) Tito Karnavian yang menjabat Kapolri pada 2019. Surat permohonan wawancara juga dikirim ke Jenderal Pol (pur) Idham Azis yang menjabat Kapolri setelah Tito.
Permohonan wawancara juga dikirim tim ke Kadivhumas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Namun, hingga sekarang, surat-surat tersebut belum mendapat respons. (*/habis)
Tersangka Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi saat rekonstruksi. (Dery Ridwansah JawaPos.com)
Nama-nama anggota Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih Polri teridentifikasi dalam sejumlah kasus ’’kontroversial’’ yang menyasar aktivis hak asasi manusia (HAM) dan tokoh vokal di Indonesia dalam rentang waktu 2019–2021. Berikut laporan hasil kolaborasi Jawa Pos dengan Tirto.id, Project Multatuli, dan deduktif.id.
”SETELAH penangkapan itu, yang paling terpukul adalah keluarga. Terutama, ibu saya yang sudah sepuh,” ungkap Dandhy Dwi Laksono. Dia tidak akan pernah melupakan peristiwa 26 September 2019 itu. Harinya pun dia masih ingat. Kamis. Tepatnya, Kamis malam.
Saat itu, Dandhy baru saja pulang dari kantor Watchdoc Documentary di Jalan Cempaka Dalam, kawasan Pondokgede, Bekasi. Seharian penuh dia mengerjakan editing video bersama sejumlah rekan. Jenuh. Penat.
Sesampai di rumahnya di kompleks Jatiwaringin Asri, juga di Bekasi, pria 46 tahun tersebut hanya ingin secepatnya istirahat. Tapi, sekitar pukul 22.45 WIB, empat pria berbadan tegap menggedor pintu pagar. Mengaku polisi, mereka menyodorkan surat perintah penangkapan.
Di tengah kekalutannya, Dandhy tak kehilangan akal sehat. ”Apa perkaranya?” tanya jurnalis senior itu kepada empat polisi yang bersikeras menangkapnya. Tak ada jawaban.
Dandhy lantas pelan-pelan membaca surat yang tadi disodorkan. Dalam surat itu ada nama Fathurrozi. Lengkap dengan gelar dan jabatannya. Inspektur Dua (Ipda) Fathurrozi Sarjana Hukum (SH).
Si empunya nama menjabat di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Tertulis pula nama Ipda Huntal D.M.T. Sibarani SH dalam surat itu. Dia juga berasal dari kesatuan yang sama dengan Fathurrozi.
Dandhy yang sudah letih pun lantas ’’menyerah”. Tiba di gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, dia langsung menjalani pemeriksaan.
Petugas mencecarnya soal unggahan tertanggal 23 September 2019 di akun Twitter-nya. Ketika itu, dia mengunggah utas peristiwa di Papua. Yakni, dugaan aksi represif aparat terhadap mahasiswa dan pelajar di Jayapura dan Wamena.
Dari lima cuitan yang menjadi utas Dandhy, polisi fokus pada poin yang diunggah pukul 13.26 WIB. Ada dua foto di sana. Foto pertama adalah peristiwa di Jayapura. Cuitan Dandhy berbunyi: Mahasiswa Papua yang eksodus dari kampus-kampus di Indonesia, buka posko di Uncen. Aparat angkut mereka dari kampus ke Expo Waena. Rusuh. Ada yang tewas.
Foto kedua adalah peristiwa di Wamena. Bunyi cuitan Dandhy adalah: Siswa SMA protes sikap rasis guru. Dihadapi aparat. Kota rusuh. Banyak yang luka tembak.
Dalam pemeriksaan itu, Dandhy menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan unggahannya. Sebaliknya, penyidik menganggap Dandhy mengunggah hal yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Bahkan, mengandung ujaran kebencian dan isu SARA. Maka, Dandhy dianggap melanggar pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45 A ayat (2) UU Nomor 8/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau pasal 14 dan pasal 15 UU Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Jumat dini hari itu Dandhy dilepas. Tapi, dia menyandang status tersangka.
Tiga tahun telah berlalu sejak peristiwa penangkapan itu, statusnya pun belum berubah. Tetap tersangka. Selama itu pula, Dandhy tidak pernah sekali pun mendapat surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dari kepolisian.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menyebut penangkapan Dandhy sebagai upaya pembungkaman. Aktivis yang juga jurnalis spesialis film dokumenter sekaligus pendiri Watchdoc itu memang vokal. Dia lantang menyuarakan dugaan pelanggaran HAM di sejumlah daerah. Terutama di Papua.
AJI dan LBH Pers tidak asal saat menyebut apa yang Dandhy alami itu sebagai pembungkaman. Sebab, polisi terang-terangan melanggar prosedur administrasi. Itu mengacu pasal 112 ayat (2) juncto pasal 227 ayat (1) KUHAP.
Dalam aturan itu, sebelum melakukan penangkapan, aparat penegak hukum lebih dulu harus memanggil yang bersangkutan. Itu pun harus melalui prosedur yang patut. Yakni, selambat-lambatnya disampaikan tiga hari sebelum tanggal hadir yang ditentukan. Bukan langsung melakukan penangkapan seperti yang dialami Dandhy.
Jejak Satgassus Merah Putih
Dokumen dengan kode Sprin /681/III/HUK.6.6./2019, Sprin/1246/V/HUK.6.6./2020, dan Sprin/1583/VII/HUK.6.6./2022 itu berisi ratusan nama polisi. Nomor registrasi pokok (NRP) dan pangkat mendampingi masing-masing nama yang terpampang di sana. Ada perwira tinggi (pati), perwira menengah (pamen), perwira pertama (pama), bintara, dan tamtama.
Ratusan polisi itu tergabung dalam Satgassus Polri. Tugas mereka adalah menyelidik dan menyidik tindak pidana yang menjadi atensi pimpinan di dalam dan luar wilayah Indonesia. Satgassus itu merupakan salah satu satuan nonstruktural dalam tubuh Polri yang rangkaian tugas-tugasnya dibiayai dari anggaran dinas.
Sejak 2019, eksistensi satgassus yang dikenal dengan sebutan Satgassus Merah Putih (MP) itu diperpanjang tiap tahun. Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membubarkan satgassus tersebut pada 11 Agustus lalu. Itu seiring posisi Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai kepala satgassus. Sambo terjerat kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kini dia telah resmi dipecat dan tinggal menunggu proses pidana.
Sambo menjadi pemimpin Satgassus MP sejak 2020. Landasan hukumnya adalah Sprin/1246/V/HUK.6.6./2020 dan Sprin/1583/VII/HUK.6.6./2022. Sebelum dibubarkan Listyo, Satgassus MP diperkuat oleh 421 polisi aktif lintas pangkat dan jabatan. Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyebut Satgassus MP sebagai kelompok polisi elite yang direkrut atas dasar ’’kedekatan”.
Menghimpun informasi dari berbagai sumber, tim menemukan fakta bahwa Satgassus MP kali pertama dibentuk pada era Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 2016. Tujuan awal pembentukannya adalah menangani perkara-perkara lintas direktorat di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Namun, dalam perjalanannya, kewenangan satgassus semakin luas.
Merujuk Sprin Satgassus 2019, 2020, hingga 2022, setidaknya ada empat tindak pidana yang menjadi fokus penyelidikan dan penyidikan satgassus. Yakni, tindak pidana peredaran psikotropika-narkotika, tindak pidana pencucian uang (TPPU), pemberantasan korupsi, serta pelanggaran informasi dan transaksi elektronik (ITE).
Saat dipimpin Sambo, Satgassus MP pernah membongkar kasus penyelundupan sabu-sabu seberat 821 kilogram. Operasi sukses di Serang, Banten, itu berlangsung pada Mei 2020.
Salah satu sumber di kepolisian menyatakan bahwa satgassus dibentuk Tito dengan niat yang baik. Salah satunya adalah mempersingkat proses administrasi dan birokrasi di kepolisian saat menangani berbagai masalah keamanan dan ketertiban masyarakat.
Namun, seiring berjalannya waktu dan membesarnya kewenangan, sumber tersebut melanjutkan, peran Satgassus MP justru melenceng dari tujuan awal. ”Karena tidak ada pengawasan (terhadap Satgassus MP, Red), akibatnya rentan terjadi penyalahgunaan,” ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut.
Tim lantas menelusuri dokumen Sprin Satgassus MP. Ada tiga polisi yang menjadi penyidik dalam perkara Dandhy dan juga anggota Satgassus MP pada 2019 dan 2020.
Yang pertama adalah AKBP Roberto G.M. Pasaribu. Dalam Sprin Satgassus Polri tertanggal 6 Maret 2019, dia menjabat kepala tim (Katim) Sidik I-1. Dalam Sprin Satgassus 2020 atau ketika jabatan Kapolri beralih dari Tito Karnavian ke Idham Azis, nama Roberto kembali masuk dengan jabatan Katim Sidik III.
Ketika itu, pimpinan satgassus adalah Sambo. Jabatannya kala itu adalah direktur tindak pidana umum Bareskrim. Kemudian, di satgassus 2022, Roberto yang sudah berpangkat Kombespol menjadi bagian tim asistensi wilayah.
Kompol Adri Desas Furyanto, penyidik lain dalam kasus Dandhy, juga tercatat sebagai anggota Satgassus MP 2019. Nama Adri tercantum dalam surat perintah penangkapan nomor SP.Kap/461/xxxx/2019/Ditreskrimsus yang menjadi landasan hukum penangkapan Dandhy. Secara struktural, Adri berada di bawah naungan Tim Sidik I-1 atau anak buah Roberto kala itu.
Bukan hanya itu, Ipda Huntal yang ikut dalam penangkapan Dandhy juga anggota Satgassus MP 2020. Huntal anggota Tim Sidik III, di bawah Roberto. Huntal juga tercatat dalam Sprin Satgassus 2022 sebagai anggota Tim Sidik III, dengan pangkat iptu.
”Ini jelas ngawur sekali, karena apa yang terjadi pada saya itu ngawur,” ujar Dandhy ketika tim memaparkan hasil temuan berdasar riset dokumen.
Satu lagi pertanyaan menggelayut di benaknya. Apa relevansi Satgassus MP dengan kasusnya pada September 2019?
Tim telah mencoba meminta konfirmasi Tito Karnavian (Kapolri periode Juli 2016 hingga Oktober 2019), Idham Azis (Kapolri periode 1 November 2019 hingga 27 Januari 2021), dan Divisi Humas Polri untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun, hasilnya nihil.
Kabag Penum Kombespol Nurul Azizah yang menerima kedatangan tim mengatakan, pihaknya perlu berkoordinasi dengan atasan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait satgassus tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, Nurul belum memberikan kabar kepada tim tentang hasil koordinasi yang dimaksud.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur mengatakan, pertanyaan-pertanyaan lain yang harus dijawab adalah terkait pendanaan satgassus selama ini. Menurut dia, setiap operasi penanganan perkara membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ”Operasi itu (penyelidikan dan penyidikan, Red) kan mahal. Dari mana biayanya?” ujarnya. (*)
batampos – Tasyakuran peresmian Bank Riau Kepri (BRK) Syariah yang disejalankan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kepulauan Riau ke-20 berlangsung meriah dengan rangkaian acara funbike serta menghadirkan artis legendaris asal Malaysia.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad melepas peserta fun bike.
Funbike yang diikuti ribuan peserta ini berkumpul di garis finish yaitu halaman Gedung Daerah Tanjungpinang untuk menantikan hadiah dengan nilai puluhan juta yang sudah disediakan panitia.
Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad pada kesempatan itu berterimakasih kepada pihak BRK Syariah atas kegiatan yang dilaksanakan yang ikut memeriahkan HUT Kepri ke -20.
“Ini adalah acara syukuran BRK Syariah, sebulan yang lalu BRK Syariah ini sudah berhasil konversi diresmikan oleh wakil presiden dan dihadiri dua gubernur,” kata Ansar di Gedung Daerah, Minggu (25/9)
Ansar menyebutkan sejak 2002 lalu, ketika Provinsi Kepri terbentuk hubungan dengan BRK Syariah tidak pernah putus, hingga sekarang dan ke depannya Provinsi Kepri beserta tujuh kabupaten kota masih menjadi pemegang saham bank itu.
“Sekarang BRK Syariah sudah besar, tidak mungkin kita memisahkan diri. Setiap tahun kita dapat deviden dan CSR,” sebut Ansar.
Selain itu, hal lain yang membanggakan adalah BRK Syariah tidak hanya berorientasi pada profit, tapi ikut menjadi triger pengembangan ekonomi syariah di semua wilayah.
“Makanya di Tambelan hingga ujung Pulau Natuna ada kantor kas BRK Syariah. Jika dihitung-hitung sebenarnya mereka rugi, namun karena tugasnya sebagai pengembangan ekonomi masyarakat, BRK Syariah tetap memenuhi itu,” papar Gubernur.
Sementara itu, Direktur Utama PT. BRK Syariah Perseroda, Andi Buchari menjelaskan dengan keberhasilan konversi tersebut ia berharap itu bisa simbol keberhasilan kedepanya dan masyarakat tidak ragu lagi untuk menabung ke BRK Syariah.
“Seperti balon terbang tinggi ke angkasa, BRK Syariah bisa berkembang bersama masyarakat,” kata Andi.
Dalam kegiatan itu, kata Andi juga dilakukan penandatanganan Sistem Pengalihan Akad Konversi (SPAK), sehingga bagi warga yang selama ini masih dengan akad konvensional juga dipersilahkan datang ke outlet BRK Syariah untuk merubahnya menjadi akad syariah.
“Kita juga dapat penghargaan dari Bank Indonesia sebagai bank yang pertama mengimplementasikan BI Fast di Sumareta,” tambahnya. (*)
batampos – PT Citra Tubindo Engineering (CTE) menyelesaikan pabrikan offshore rig untuk eksplorasi gas alam PT Medco Energi di Natuna. Ada dua rig yang telah diselesaikan oleh CTE yakni untuk lapangan Malong dan Belida.
Tipe rig yang dibuat jenis Zeepod, diklaim pertama kali diproduksi di Indonesia. Rig jenis ini cocok untuk penambangan di laut yang dalam. Proyek ini ditaksir nilai mencapai kisaran 40 hingga 50 juta Dolar Amerika Serikat.
“Tipe ini (Zeepod) pertama di Indonesia, kami bangga bisa mengerjakannya. Tenaga dari Indonesia, bahan-bahannya dari Indonesia, seperti besi dari karakatau,” kata CEO Citramas Group, Kris Wiluan, Jumat (23/9).
Pemilihan barang-barang dari dalam negeri, diharapkan Kris dapat mendukung pertumbuhan dalam negeri. Ke depan, ia mengatakan akan terus mengutamakan penggunaan bahan-bahan dari dalam negeri.
Pembuatan rig Zeepod yang memiliki teknologi lebih tinggi, dibandingkan rig-rig jenis lainnya, kata Kris, menjadi bukti kualitas tenaga kerja di Batam tidak jauh beda dari luar negeri.
“Hari ini pengiriman rangkaian terakhir, top site-nya. Part lainnya sudah dikirim terlebih dahulu,” ucap Kris.
Ia mengatakan pengerjaan rig ini tepat waktu dan tidak ada mengalami satu kecelakaan pun. Hal ini menjadi sebuah prestasi bagi CTE.
Rig tipe zeepod ini ada dua unit dibuat. Satu unit dikerjakan dalam waktu 9 bulan, satu unit lainnya dikerjakan dalam waktu 12 bulan. Unit pertama sudah dikirimkan dan dipasang.
“Ini top site-nya dikirimkan, dan kemungkinan awal tahun depan sudah dapat beroperasi,” ujarnya.
Project Manager Malong dan Belida, Faruq Fatoni mengatakan zeepod adalah teknologi baru di Indonesia. Namun, di luar negeri sudah sering dilakukan.
Ia menjelaskan zeepod adalah teknologi yang membuat rig menjadi seperti puzzle. Rig jenis ini cocok untuk di laut kedalaman 80 sampai 90 meter.
“Ada beberapa section. Kesulitannya adalah bagaimana setiap potongan puzzle ini bisa simetris dengan lainnya. Sehingga saat pemasangan tidak ada problem, jika tidak semetris. Pasti pemasangannya akan bermasalah, kami bersyukur pengerjaanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Proyek ini, kata Faruq dapat terlaksana, berkat 400 orang tenaga kerja.
Kepala Divisi Manajemen Aset SKK Migas, Ahmad Riad mengatakan proyek ini termasuk salah satu prioritas dari SKK Migas. Sebab, blok Malong dan Belida, masuk dalam program pemerintah.
Ia mengatakan ke depan masih banyak proyek, dan dipastikannya proyek akan diprioritaskan dibuat di Indonesia. “Kalau Batam, tergantung nanti tendernya bagaimana,” ujarnya.
Lapangan di Malong dan Belida masuk dalam proyek yang mendatangkan pendapatan bagi negara. Lalu, targetnya juga untuk penyaluran gas ke Singapura. (*)
Ariella Canesya saat menjadi DJ di salah satu event di Malang. Canesya juga merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Ubaya. (Canesya untuk Jawa Pos)
Disc jockey (DJ) identik dengan dunia gemerlap. Namun, Ariella Canesya berhasil membuktikan bahwa profesi DJ bisa membawa manfaat yang positif. Bahkan, saat ini perempuan 20 tahun itu juga berprestasi sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Surabaya (Ubaya).
SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya
ARIELLA Canesya memilih jalur yang sedikit berbeda dengan anak muda lainnya. Di usia 20 tahun ini, Canesya justru menekuni dunia DJ secara profesional. Meski masih terbilang muda, prestasinya tidak diragukan di dunia DJ.
Anak sulung di antara tiga bersaudara itu pernah meraih 3rd place Cardinal X DJ Competition Indonesia 2018, 2nd place Hot Important Night (HIN) DJ Battle Champion Indonesia 2018 (kompetisi DJ yang bekerja sama dengan berbagai negara di ASEAN), dan yang terakhir masuk Top 100 DJane of Asia/Indonesia 2021.
’’Sebagai DJ muda, saya cukup bangga bisa menduduki peringkat ke-65 DJane se-Asia,” kata Canesya kepada Jawa Pos kemarin (22/9).
Canesya mulai belajar menjadi DJ pada 2017. Saat itu, dia masih SMA. Pada saat libur panjang, dia ingin mengisi waktu luang dengan berkegiatan positif.
’’Passion saya memang di musik. Saat itu musik-musik bergenre EDM, jungle, trap, R&B, dan lainnya sedang ngetren. Akhirnya saya tertantang mencoba menjadi DJ,” ujarnya.
Apalagi, tidak semua anak muda menguasai DJ. Keterampilan merangkai musik atau lagu memang harus dipelajari secara khusus di samping adanya bakat. Dari situlah, Canesya mulai belajar DJ secara otodidak.
’’Setelah berjalan sejak 2017, dapat dukungan dari banyak orang. Hingga akhirnya, saya masuk Top 100 DJane of Asia,” kata dia.
Putri pasangan Erry Nuurachman dan Weinny Agustin itu mengatakan, saat ini sudah ada satu karya musik yang dihasilkannya. Bahkan, musiknya sudah diluncurkan di sejumlah platform. Mulai Sportify hingga iTune. ’’Sudah ada satu lagu yang saya buat. Ke depan, semoga ada karya baru,” ujarnya.
Sebagai seorang DJ profesional perempuan, tentu masih banyak image negatif di masyarakat karena DJ identik dengan dunia hiburan malam. Namun, Canesya justru ingin membuktikan bahwa DJ bukanlah pekerjaan yang negatif. Di dalam keluarga besar, dia juga mendapatkan dukungan menjadi DJ profesional perempuan. ’’Saya ingin mengubah image DJ yang negatif menjadi positif karena musik itu fun dan DJ adalah salah satu wadah generasi muda untuk berkarya,” kata penggemar DJ Martin Garrix berkebangsaan Belanda itu.
Bagi Canesya, DJ hanyalah hobi yang mengasyikkan. Musik bisa menjadi obat stres dan membuat orang bahagia. Biasanya, denga bermain musik, pikiran menjadi senang.
’’Saat nge-DJ ada karya musik yang dibuat dan ketika didengar bisa membuat orang happy,” ujar perempuan yang hobi bermain musik sejak TK itu.
Selama ini Canesya sudah sering manggung untuk menjadi DJ di beberapa event. Biasanya event perusahaan, ulang tahun, pernikahan, dan acara mal. ’’Setiap perform, pasti keluarga besar ikut semua kasih support,” katanya.
Meski sudah terjun di dunia hiburan dan menjadi influencer, Canesya tetap tidak melupakan pendidikan. Saat ini perempuan kelahiran 11 September 2002 itu tercatat sebagai mahasiswa semester V Fakultas Kedokteran Ubaya. Bahkan, di kampus dia juga pernah menjadi finalis Duta FK Ubaya 2021. (*)
Pesepak bola tim nasional Indonesia Marc Klok melakukan seleberasi usai mencetak gol ke gawang Tim Nasional Curacao pada pertandingan FIFA Match Day di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022). (ANTARA/Raisan Al Farisi)
batampos – Tim nasional Indonesia berhasil memenangi laga persahabatan (FIFA Match Day) pertama kontra Curacao dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Tim tamu sempat memimpin lebih dulu berkat gol cepat Rangelo Janga, tapi Indonesia membalikkan keadaan melalui Marc Klok dan Fachruddin Aryanto sebelum Juniho Bacuna membuat babak pertama berakhir imbang 2-2. Dimas Drajad mencetak gol semata wayang di babak kedua untuk mengunci kemenangan tuan rumah.
Meski berstatus tim tamu, Curacao tampak ingin membuktikan statusnya sebagai negara urutan ke-84 peringkat FIFA dan sejak sepak mula berusaha mendominasi penguasaan bola serta menekan Indonesia yang ada di peringkat ke-155.
Delapan menit pertandingan berjalan, Janga sukses membuka keunggulan untuk Curacao ketika dengan sigap memanfaatkan bola muntah yang membentur tiang gawang tuan rumah.
Indonesia berusaha keluar dari penguasaan permainan Curacao dan hasilnya pada menit ke-18 skuad Garuda sukses menyamakan kedudukan melalui gol Klok. Menerima umpan backheel dari Egy Maulana Vikri, Dimas cermat meneruskan bola kepada Klok yang berdiri tanpa kawalan dan tinggal melesakkannya ke gawang Curacao.
Gol itu seperti melecut momentum bagi Indonesia yang empat menit kemudian sukses berbalik merebut keunggulan 2-1 atas Curacao, ketika lemparan ke dalam Pratama Arhan disambut sundulan Fachruddin yang cukup untuk memperdaya kiper Tyrick Bodak.
Sayangnya keunggulan itu tak bertahan lama, sebab pada menit ke-23 Curacao melancarkan serangan balik cepat yang sukses membongkar pertahanan Elkan Baggott dkk dan diselesaikan Bacuna untuk membuat gawang tuan rumah bobol lagi.
Empat gol yang tercipta dalam kurun waktu 23 menit membuat pertandingan semakin terbuka dan Shin tampak berusaha memanfaatkan sisi sayap untuk menembus pertahanan negara Laut Karibia itu, tetapi hingga turun minum tidak ada gol tambahan dan skor imbang 2-2 bertahan.
Shin berusaha menambah tenaga segar Indonesia saat babak kedua dimulai dengan memasukkan Marselino Ferdinan dan Saddil Ramdani untuk menggantikan Ricky Kambuaya dan Egy. Hal itu tampaknya cukup mujarab, sebab pada menit ke-63 Indonesia sukses merestorasi keunggulan mereka lewat gol Dimas, yang memanfaatkan umpan matang buah kerja sama apik antara Klok dan Arhan.
Indonesia sempat memperoleh kesempatan bagus ketika Marselino dilanggar Aryton Statie tak jauh dari kotak penalti, sayang eksekusi tendangan bebas Saddil belum membuahkan gol. Sisa waktu pertandingan berlalu tanpa ada peluang berarti dan Indonesia sukses mempertahankan keunggulan 3-2 atas Curacao hingga peluit tanda laga bubaran berbunyi.
Kemenangan tersebut jelas menjadi modal positif bagi para pemain Indonesia untuk menambah kepercayaan diri sebelum menghadapi Curacao lagi dalam laga persahabatan internasional selanjutnya di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (27/9) pekan depan. (*)
Hakim Agung Sudrajat Dimyati (tengah) saat akan dimasukkan ke Rumah Tahanan KPK. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak buang-buang waktu untuk mengumpulkan alat bukti guna menguatkan konstruksi perkara dugaan suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Sehari setelah pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT), penggeledahan dilakukan di rumah sejumlah tersangka dan di Mahkamah Agung (MA).
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengungkapkan, serangkaian kegiatan lanjutan penyidikan itu dilakukan setelah pihaknya menetapkan sepuluh tersangka dugaan suap pengurusan perkara di MA. Di antara sepuluh tersangka tersebut, delapan sudah ditahan. Antara lain enam tersangka sebagai penerima suap: Dimyati, Desy Yustria dan Muhajir Habibie (PNS pada Kepaniteraan MA), Elly Tri Pangestu (panitera pengganti MA), serta Nurmanto Akmal dan Absari (PNS MA).
Lalu dua tersangka pemberi suap, yakni pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno. Sedangkan dua orang lain dari pihak swasta, yakni Ivan Dwi Kusuma dan Heryanto Tanaka, masih buron dan diminta menyerahkan diri. Keduanya merupakan debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.
Ali menjelaskan, dari hasil penggeledahan itu, tim penyidik mendapatkan sejumlah alat bukti berupa dokumen penanganan perkara dan data elektronik. Semua barang bukti tambahan tersebut telah disita untuk dianalisis tim penyidik. ”Analisis segera dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan para tersangka,” ungkapnya kemarin (24/9).
Selain dugaan suap terkait pengurusan perkara perdata KSP Intidana, KPK saat ini mendalami indikasi suap terkait pengurusan perkara lain. Pendalaman dilakukan seiring hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengamini hal tersebut. Menurut dia, pegawai-pegawai MA yang ditetapkan sebagai tersangka itu juga mengurus perkara-perkara lain di MA. Dari situ KPK menelusuri dugaan suap lain yang berkaitan dengan pengurusan perkara. Tentu dengan mempelajari pola suap yang sedang didalami saat ini. ”Itu semua harus didasarkan atas kecukupan alat bukti,” ujarnya.
Terpisah, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menyatakan, terungkapnya kasus dugaan suap hakim agung makin memperlihatkan bahwa kondisi lembaga kekuasaan kehakiman tersebut benar-benar mengkhawatirkan. Apalagi, sampai ada enam orang dari pihak MA yang menjadi tersangka. ”Lembaga peradilan semakin tercoreng dengan adanya kasus ini,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin.
Berdasar data KPK, ada 21 hakim yang terbukti melakukan praktik korupsi selama ini. Itu belum termasuk Dimyati yang kasusnya saat ini tengah bergulir di KPK. ”Ini tentu menunjukkan bahwa ada yang salah dengan sistem pengawasan dan pencegahan korupsi di lingkungan peradilan kita,” terang dia.
Lemahnya proses pengawasan di lingkungan peradilan menjadi poin krusial yang disorot ICW. Kurnia menyebut Badan Pengawas MA dan Komisi Yudisial (KY) sebagai entitas yang patut ditunjuk terkait lemahnya pengawasan itu. ”Karena kondisi itu (lemahnya pengawasan di lingkungan peradilan, Red) memungkinkan masih banyaknya oknum dan petugas pengadilan yang korup,” ujarnya.
Longgarnya pengawasan tersebut, lanjut Kurnia, sejalan dengan kinerja MA yang semakin ngawur dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir. Kinerja MA yang dimaksud berkaitan dengan pengenaan hukuman ringan terhadap pelaku korupsi yang terus berulang. ”Di 2021 rata-rata vonis pengadilan hanya mencapai 3 tahun 5 bulan,” ungkap pria berkacamata tersebut.
Bukan hanya itu, MA banyak mengobral diskon pemotongan masa hukuman pelaku korupsi melalui proses peninjauan kembali (PK). ICW mencatat, pada 2021 ada 15 terpidana korupsi yang dikurangi hukumannya oleh MA melalui upaya hukum luar biasa tersebut. ”Itu membuat pelaku korupsi tidak mendapatkan efek jera,” cetusnya.
Yang lebih parah lagi, lanjut Kurnia, MA juga berkontribusi terhadap pembebasan bersyarat (PB) 23 napi korupsi yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Itu menyusul dibatalkannya regulasi yang mengatur secara ketat pemberian remisi terhadap napi korupsi oleh MA melalui uji materiil Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. ”Evaluasi secara menyeluruh harus benar-benar dilakukan oleh MA kalau memang ingin membersihkan praktik korupsi di lembaga peradilan,” tegas Kurnia.
Sementara itu, Ketua Kamar Pengawasan MA Zahrul Rabain mengatakan, pihaknya sudah berusaha meningkatkan kredibilitas aparatur peradilan. Pembenahan dilakukan dengan berbagai pendekatan. Mulai pengawasan yang sifatnya struktural hingga pengawasan melekat. ”Kami dapat pelajaran untuk meningkatkan pengawasan,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan, KPK melakukan OTT di Jakarta dan Semarang terkait dugaan suap pengurusan perkara di MA. KPK kemudian menetapkan sepuluh tersangka, yakni 6 orang merupakan aparatur peradilan di lingkungan MA, 2 advokat, dan 2 pihak swasta yang beperkara.
KPK mendapatkan barang bukti uang SGD 205.000 yang bersumber dari Ivan dan Heryanto. Uang itu rencananya dibagi-bagi ke sejumlah pihak. Di antaranya untuk Dimyati Rp 800 juta. (*)
Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja lolos ke final Indonesia International Series 2022. (Humas PP PBSI)
batampos – Seluruh laga final Indonesia International Series (IIS) 2022 menjadi milik tuan rumah. Ada 10 wakil Indonesia yang akan bertanding pada lima nomor berbeda di GOR Among Rogo, Jogjakarta, hari ini (25/9).
Pada final nomor ganda putra akan menjadi panggung para pemain senior yang mempertemukan Kenas Adi Haryanto/Reinard Dhanriano melawan Alfian Eko Prasetya/Ade Yusuf Santoso.
Alfian/Ade maju ke final setelah mengandaskan perlawanan Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo dalam straight game dengan skor 21-14, 21-12.
Sementara itu, Kenas/Reinard lolos ke partai puncak setelah menang atas Raymond Indra/Daniel Edgar Marvino 21-16, 21-11.
“Hari ini cukup melelahkan karena lawan pemain-pemain muda, kakinya cepat tapi mungkin masih belum matang jadi banyak mati sendiri. Jadi kami lebih bermain aman saja,” ucap Kenas dikutip dari keterangan PBSI.
“Untuk besok di final lawannya kan teman sendiri. Sudah tahu permainan masing-masing jadi besok anggap latihan saja lah. Harapannya bisa juara Insyaallah,” tambahnya.
Pada nomor ganda putri, pasangan anyar Ridya Aulia Fatasya/Kelly Larissa melesat ke final. Mereka menyudahi perlawanan Marsheilla Gischa Islami/Salli Lin 21-17, 21-17.
Ridya/Kelly akan bertarung memperebutkan gelar Indonesia International Series melawan sesama ganda putri Indonesia Ririn Amelia/Virni Putri. Sebelumnya, Ririn/Virni mengandaskan wakil Taiwan Sung Yu-hsuan/Wang Szu-min dengan rubber game 21-13, 16-21, 21-14.
Sementara itu, gelar tunggal putri akan diperebutkan oleh unggulan ketiga Stephanie Widjaja dan Mutiara Ayu Puspitasari.
Adapun di sektor tunggal putra, pertarungan puncak akan unggulan teratas Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay melawan Iqbal Diaz Syahputra.
Pada sektor ganda campuran, terjadi duel nonpelatnas. Yakni Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja melawan Moh Reza Pahlevi/Melati Daeva Oktavianti.
Dengan hasil ini maka Indonesia dipastikan memborong semua gelar dalam ajang Indonesia International Series 2022, Minggu (25/9).
Indonesia sebetulnya telah mendominasi bahkan dalam laga semifinal. Dari 10 pertandingan hanya ada satu wakil asing, yakni ganda putri Taiwan Sung/Wang.