Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6848

Shin Tae-yong Disodori Perpanjangan Kontrak, PSSI Target Juara Piala AFF 2022

0
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (Michael Siahaan/Antara)

batampos – Peringkat FIFA Indonesia dan Curacao berbeda jauh. Indonesia berada di urutan ke-155 dunia, sedangkan Curacao berdiri di posisi ke-84 FIFA.

Dengan perbedaan ranking FIFA tersebut, di atas kertas Curacao lebih diunggulkan atas Indonesia.

Tapi, Shin Tae-yong (STY) mampu mematahkan prediksi itu. Pada pertemuan pertama, dia membawa Indonesia menang dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat.

Lalu, pada pertemuan kedua yang digelar Selasa malam (27/9) di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia kembali menang 2-1.

Keberhasilan itu membuat Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tidak ragu untuk menyodorkan perpanjangan kontrak baru kepada STY.

”Sesuai hasil analisis dan diskusi kami, STY sukses memberikan kemajuan pesat terhadap prestasi timnas. Tidak hanya timnas senior, tapi juga kelompok umur. Karena itu, STY akan kami sodori perpanjangan kontrak. Minimal 4 tahun,” ucap mantan Kapolda Jawa Barat itu.

STY layak mendapatkan perpanjangan kontrak jangka panjang. Sebab, pelatih asal Korea Selatan itu sukses meloloskan timnas senior ke Piala Asia 2023 setelah kali terakhir tampil di ajang itu pada 2007. Lalu, dia juga sukses membawa timnas U-20 lolos ke Piala Asia U-20 2023 Uzbekistan.

Iriawan berharap STY mampu memberikan prestasi yang lebih baik. Yang terdekat, timnas senior Indonesia akan berlaga di ajang AFF Cup 2022. Pada ajang itu, Indonesia akan berhadapan dengan Kamboja (23/12).

Setelah itu, giliran Indonesia bertemu Brunei Darussalam (26/12), Thailand (29/12), dan Filipina (2/1).

”Indonesia harus meraih hasil maksimal di AFF Cup 2022. Kami mau juara. Semoga target itu bisa tercapai,” kata Iwan Bule.

“Dan, semoga Indonesia bisa diperkuat dua pemain naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh. Sekarang Indonesia sudah kuat. Dengan kehadiran mereka, tentu Indonesia bisa lebih kuat,” tambahnya. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Konsorsium Jembatan Batam Bintan Menarik Minat Sejumlah Negara, Ada Tiongkok

0
Jembatan Batam Bintan
Desain pembangunan Jembatan Batam–Bintan. (Dokumentasi Kementerian PUPR/Antara)

batampos – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jembatan Batam Bintan (Babin) menarik minat banyak negara untuk terlibat dalam konsorsium. Bagi menggesa persiapan lelang, Badan Perencaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta Pemprov Kepri untuk menyelesaikan pekerjaan pendukung.

“Dari pemaparan Bappenas dalam rapat koordinasi Proyek KPBU Jembatan Babin, Selasa (27/9) lalu. Ada belasan perusahaan dari sejumlah negara yang berminat menjadi konsorsium,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPP) Provinsi Kepri, Abu Bakar melalui Pejabat Fungsional Dinas PUPP Provinsi Kepri, Sayed Wahidin, kemarin di Tanjungpinang.

Dikatakannya, perusahan yang berminat tersebut ada dari Korea, Tiongkok, Jepang dan sejumlah negara lainnya. Dijelaskannya, untuk pembangunan trase Batam-Tanjungsauh akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan skema pinjaman luar negeri.

“Untuk pembangunan trase Batam-Tanjungsauh skemanya adalah dukungan konstruksi pemerintah dengan nilai Rp3,34 triliun atau setara 300 juta USD,” jelas Sayed.

Baca Juga: Pelabuhan Internasional Sekupang Kembali Beroperasi

Kemudian untuk bagian Tanjungsauh-Bintan menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Secara keseluruhan pembangunan Jembatan Babin diproyeksikan sebesar Rp14,12 triliun. Mega proyek ini, sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Masih kata Sayed, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pertama adalah pembebasan lahan, kedua soil investigasi. Dikatakannya, untuk masalah lahan, progresnya hampir tuntas. Karena masih tersisa sekitar 0,26 persen. Adapun lokasinya berada di wilayah kerja BP Batam.

“Kalau untuk lahan, kita yakin akan selesai secepat mungkin. Sehingga bisa dihibahkan ke Kementerian PU,” jelasnya lagi.

Selanjutnya, untuk soil investigasi dicari solusinya. Karena pekerjaan tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar. Kementerian PU meminta daerah untuk menghandle tanggungjawab ini. Namun dengan kondisi anggaran sekarang ini, tentunya cukup berat.

“Beberapa waktu lalu, Pak Gubernur sudah menyurati Kementerian PU mengenai persoalan ini. Kemudian bersama Bappenas, ada skema pekerjaan menggunakan dana pinjaman luar negeri atau sepaket dalam anggaran pembangunan trase Batam-Tanjungsauh,” paparnya.

Baca Juga: Kepala BP Batam Ingin Ekonomi Tanjungpinang Tumbuh seperti Batam

Disebutkannya, lewat APBD TA 2021 lalu, Pemprov Kepri sudah menyelesaikan delapan titik. Adapun anggaran yang sudah dihabiskan sebesar Rp8,7 miliar. Sedangkan sisa pekerjaan masih ada 16 titik lagi. Karena banyak pekerjaan dibawah laut, memerlukan anggaran lebih kurang Rp50 miliar.

“Pekerjaan beratnya, karena berada didasar laut. Makanya harus dilakukan orang-orang ahli. Rumitnya, pekerjaan ini, maka memerlukan dana besar,” tutupnya.

Dalam pembangunan itu nanti, Menteri PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Jembatan Batam -Bintan. Proyek ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi biaya logistik antara Pulau Batam dan Pulau Bintan, serta dapat mengefisiensikan mobilitas kendaraan dari kedua wilayah di Kepulauan Riau tersebut.

Jembatan Batam Bintan direncanakan akan dibangun sepanjang 14,753 Km dengan pembagian 7.98 Km untuk porsi KPBU (Pulau Bintan – Pulau Tanjung Sauh) dan 6.76 Km untuk porsi dukungan pemerintah (Pulau Tanjung Sauh – Pulau Batam) yang akan bersumber dari Pinjaman Luar Negeri.

Adapun rencana kecepatan 80 km/jam, lebar lajur 3,6 m, lebar bahu luar 3,0 m lebar bahu dalam 1,5 m, lebar median (termasuk bahu dalam) 4,0 m. Kemudian jumlah junction 2 (Batam dan Bintan), jumlah interchange 1 (Tanjung Sauh). Sementara itu, bentang jembatan cable stayed 500 m pada alur pelayaran, vertical clearence 60 m pada alur pelayaran lalu lintas awal pada 2024 dengan prediksi 8.106 kenderaan (mobil dan motor) perhari.(jpg)

Novel yang Hampir Membuatnya Menyerah Penanda 17 Tahun Andrea Hirata Berkarya

0
Andrea Hirata (tengah) saat peluncuran karya terbarunya, “Brianna dan Bottomwise” di Jakarta (21/8). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Andrea Hirata sempat bingung mau dibawa ke mana cerita novel terbarunya, tapi akhirnya bisa menulis sampai 200 bab yang rencananya dibagi menjadi trilogi. Dia mengakui, sampai sekarang belum ada karyanya yang bisa menandingi Laskar Pelangi, yang disebutnya sebagai ”titipan langit”.

KHAFIDLUL ULUMJakarta

ANDREA Hirata masih ingat pesan gurunya ketika mengikuti International Writing Program (IWP) di University of Iowa, Amerika Serikat, pada 2015. Kala itu, guru besar di bidang penulisan kreatif tersebut menyatakan bahwa tema yang paling sulit dalam menulis fiksi adalah musik.

”Waktu itu saya nggak percaya,” tutur penulis tetralogi Laskar Pelangi tersebut saat peluncuran buku barunya, Brianna dan Bottomwise, di Jakarta bulan lalu.

Bagi penulis kelahiran Belitung pada 24 Oktober 1967 itu, yang paling sulit dalam menulis fiksi adalah bidang psikologi, antropologi, politik, dan tema lainnya. Musik, menurut dia, tidak terlalu sulit karena bahannya sangat banyak.

Namun, setelah menjalani sendiri tantangan gurunya itu dalam penulisan Brianna dan Bottomwise, Andrea baru sadar dan mengakui bahwa apa yang dikatakan sang guru benar. ”Ini novel pertama yang membikin saya hampir menyerah,” tutur dia.

Selama ini, sepanjang 17 tahun karier kepenulisannya, dia tidak pernah merasa ”setidakberdaya” itu dalam menulis karya sastra. Brianna dan Bottomwise betul-betul menguras pikiran dan tenaganya.

Setelah dua minggu menulis naskah, Andrea menceritakan, dirinya tiba-tiba berhenti. Dia bingung mau dibawa ke mana cerita novel tersebut.

Menulis fiksi bertema musik akan mudah terjebak dalam tulisan biografi atau tulisan untuk majalah musik. Andrea pun berusaha keras untuk menghindari jebakan tersebut dan akhirnya berhasil menyelesaikan naskah novel pertama bertema musik.

Sebelum mulai menulis naskah untuk karya terbarunya tersebut, dia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melakukan riset. Selain membaca banyak karya tentang musik, dia juga kerap bertanya kepada temannya yang ahli musik.

Awalnya, lanjut dia, Brianna dan Bottomwise direncanakan menjadi dwilogi. Tapi, karena naskah yang sudah ditulis cukup banyak, sekitar 200 bab, rencana itu pun berubah. ”Mungkin akan menjadi trilogi,” terang Hirata.

Dia mengaku memang sering berubah pikiran terkait seri karyanya. Yang awalnya trilogi berubah menjadi tetralogi.

Brianna dan Bottomwise merupakan novel ke-14 Andrea. Karya debut yang langsung melambungkan namanya adalah Laskar Pelangi, kemudian dilanjutkan Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Karya-karyanya lain menyusul setelah itu. Di antaranya, Buku Besar Peminum Kopi, Sebelas Patriot, Padang Bulan, dan Cinta di Dalam Gelas.

Demikian suksesnya Laskar Pelangi di pasar, karya itu sampai diadopsi ke dalam dua format berbeda. Yang pertama film layar lebar, berikutnya drama musikal. Kesuksesannya juga melahirkan banyak epigon dengan setting berbeda, tapi sari cerita yang senada.

Andrea mengakui, sampai sekarang belum ada karyanya yang berhasil menandingi keberhasilan Laskar Pelangi. Banyak orang yang selalu membandingkan karyanya yang lain dengan kesuksesan Laskar Pelangi. ”Bahkan, saya sendiri juga seperti itu,” tutur dia.

Dia sudah berusaha menulis karya seperti Laskar Pelangi, tapi tidak berhasil. Tiap kali ada yang bertanya, dan itu sering terjadi, bagaimana dirinya bisa menulis Laskar Pelangi, dia selalu tidak bisa menjawabnya.

Menurut dia, kesuksesan Laskar Pelangi berkah dari Ibu Muslimah, salah satu tokoh dalam karya tersebut. Jadi, bukan karena dia penulis brilian.

Laskar Pelangi, lanjut Andrea, merupakan karya titipan dari langit. Bisa saja dititipkan ke orang lain. ”Kebetulan dititipkan kepada saya,” tuturnya.

Selain dibaca banyak orang dan diadopsi ke bentuk seni lain, novel itu juga berdampak besar terhadap kemajuan daerahnya, Belitung. Berkat buku dan film Laskar Pelangi, Belitung melambung jadi destinasi wisata incaran.

Belitung pun mendapat julukan Bumi Laskar Pelangi. Menurut Andrea, sejak terbit dan munculnya film Laskar Pelangi, kunjungan wisata naik 1.800 persen. Dunia akhirnya mengenal Belitung.

Dia pun terus berusaha memajukan daerahnya. Museum, kata Andrea Hirata, menjadi salah satu buktinya. Melalui museum itu, masyarakat akan mengetahui sejarah Belitung.

Museum tersebut juga menjadi tempat mendidik anak muda sebagai penulis. Sebelum pandemi Covid-19, pihaknya sering mengumpulkan siswa SMA untuk belajar menulis.

Andrea juga berusaha melestarikan bahasa asli Belitung. Menurut dia, ada 50 kata asli pulau yang satu provinsi dengan Bangka tersebut yang hampir punah. Pihaknya sudah melakukan riset. ’’Kami punya datanya,” ungkapnya.

Andrea mengembangkan pula budaya asli Belitung. Salah satunya seni tari dan orkes Melayu. Saat peluncuran buku terbarunya, dia pun mengajak beberapa penari asli Belitung untuk meramaikan acara tersebut.

Alumnus Universitas Indonesia itu mengaku tipe penulis yang spontan. Ketika melihat sesuatu yang menarik, dia pun cepat-cepat menulis.

Dia bisa menulis dengan apa dan di mana saja. Misalnya, ketika sedang makan nasi bungkus. Ketika muncul ide, dia bisa memanfaatkan kertas bungkus nasi tersebut sebagai medium, bahkan sampai menghasilkan tiga bab.

Andrea menulis apa yang dia alami dan rasakan. ”Menulis itu seperti bernapas,” ungkapnya.

Hidup merupakan proses bercerita. Hidupnya memang lekat dengan budaya bertutur. Tumbuh di lingkungan Melayu, bahkan ketika ibunya marah pun disampaikan melalui pantun.

Dia menambahkan, setiap menulis naskah novel, dirinya tidak pernah membaca ulang. Selesai, langsung dikirim ke editor. Karena itu, kerap terjadi kesalahan tulis.

Misalnya, kata ketika sering ditulis ketiak. ”Editor hampir mengalami gangguan jiwa,” katanya seraya terkekeh.

Nurani Puspitosari –editor Bentang Pustaka yang menerbitkan karya-karya penulis yang pernah menuntut ilmu di Paris, Prancis, dan Sheffield, Inggris, tersebut– membenarkan. Rani, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Andrea mempunyai ciri khas tersendiri.

Gaya berceritanya seperti orang Melayu bertutur. Mungkin, gaya bahasanya itu dianggap tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Namun, Bentang justru mempertahankan itu.

“Kalau diubah, justru akan membunuh kekhasan itu,” ucapnya. (*)

Drama Fury-Joshua Berlanjut

0
Tyson Fury menjatuhkan Deontay Wilder dalam WBC Heavyweight Title di The Grand Garden Arena, MGM Grand, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (22/2/2020). (REUTERS/STEVE MARCUS)

batampos – Rencana duel akbar kelas berat antara dua petinju asal Inggris, Tyson Fury dan Anthony Joshua, belum bisa keluar dari drama.

Setelah sempat meyakinkan publik pertarungan itu bakal terwujud, kemarin (28/9) Fury malah memastikan laga tersebut batal lagi. Di sisi lain, pihak Joshua masih yakin duel tetap bisa terlaksana.

Fury, sang pemegang sabuk juara dunia kelas berat versi WBC, mengungkapkan hal itu dalam video yang dia unggah di Instagram kemarin.

Di rekaman tersebut, Fury mengklaim tawaran yang diberikan kepada Joshua sudah hangus.

Gara-garanya, sampai tenggat waktu yang ditentukan, yakni kemarin, belum ada tanda tangan yang dibubuhkan pihak Joshua di atas kontrak yang dikirimkan oleh pihak Fury.

’’Aku sudah memberi kesempatan. Dan waktu itu sudah lewat. Kesempatan untuk Joshua telah berakhir. Lupakan semuanya,’’ ucap Fury di video tersebut dilansir The Guardian.

Petinju 34 tahun itu menambahkan, dirinya tidak mau tahu apa pun alasan yang dibuat Joshua.

Sebelumnya, Joshua sempat mengucapkan ke media bahwa dirinya sepakat menerima tantangan dari Fury. Namun, dia juga menyebut mustahil untuk menandatangani kontrak pada Senin lalu.

Karena Joshua, promotor, dan pengacara sedang mempelajari kontrak yang dikirimkan Fury. ’’Itulah gunanya kami mempekerjakan pengacara. Kami harus pastikan semuanya berjalan baik dan legal,’’ ucap Joshua dilansir ESPN.

Fury menyebut itu hanya alasan yang dibuat-buat pihak Joshua. Dia yakin, yang sesungguhnya, Joshua tidak memiliki nyali untuk melawannya di atas ring.

’’Aku sudah tahu. Sebenarnya kamu tidak memiliki cukup nyali untuk melawan Gypsy King (julukan Fury, Red). Aku tak peduli apa pun yang kamu katakan. Semoga sukses dengan kariermu,’’ ucap Fury.

Lepas dari klaim yang dilontarkan Fury di media sosial, promotor Joshua, Eddie Hearn, malah menyebut proses kontrak pertarungan ini masih terus berjalan.

Promotor kedua pihak juga disebut masih bekerja sama untuk memastikan duel tersebut bisa terwujud.

’’Sudah banyak kemajuan dalam proses negosiasi yang dilakukan kedua pihak promotor bersama pihak broadcaster.”

”Semuanya sedang bekerja keras untuk memastikan laga ini terwujud. Tidak ada sama sekali ucapan deadline yang harus kami penuhi dalam proses negosiasi resmi yang sedang berjalan ini,’’ ucap Hearn dilansir ESPN. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

BC Batam Usut Kasus Kapal Tanker MT Zakira Penyelundup BBM Ilegal

0
bea cukai 2
Kapal tanker bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis solar yang diamankan Bea Cukai Kota Batam. Foto: BEa Cukai untuk Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dengan kapal tanker MT Zakira. Dari pengakuan nahkoda kapal, MI, penyelundupan itu baru pertama kali dilakukan.

“Pengakuan (nahkoda), baru sekali. Tapi penyidik lagi mendalami,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Rizki Baidillah, Rabu (28/9) pagi.

Rizki menjelaskan saat ini penyidik BC Batam juga tengah menghitung nilai muatan yang diangkut kapal tersebut. Termasuk kapasitas tangki kapal itu.

“Nilai dan muatan riilnya masih dihitung, karena masih berdasarkan pengakuan nakhoda. Kita harus memastikan dengan manifest dan sounding ukur,” katanya.

Rizki juga belum bisa memastikan tujuan kapal tanker tersebut ke Tanjunguncang. “Masih proses pendalaman. Nanti akan kita info jika ada update terbaru,” paparnya.

Sebelumnya, Bea Cukai Batam menangkap kapal tanker MT Zakira di perairan Pulau Karimun Besar, Minggu (25/9). Kapal berbendera Indonesia ini mengangkut 600 ribu kiloliter minyak solar High Speed Diesel (HSD).

Penindakan itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya kapal tanker dari Tanjunguncang yang diduga bermuatan minyak menuju keluar daerah pabean tanpa dokumen. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti Satgas Patroli Laut Jaring Sriwijaya.

Kemudian BC mengawasi kapal tersebut dari pemantauan radar dan terdeksi berada pada posisi sebelah timur Teluk Penawar perairan Malaysia. Di lokasi terpantau banyak kapal mendekat ke kapal tanker tersebut. Diduga kapal tanker itu tengah melakukan Ship-to-Ship (STS) minyak solar HSD secara ilegal. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Pemkab Karimun akan Normalisasi Drainase di Sekitar Pasar Malam Karimun

0
pekerjaan normalilasi drainase di sekitar pasar malam

batampos- Pemerintah kabupaten Karimun, akhir melakukan normalisasi drainase, gorong-gorong dikawasan kuliner pasar malam. Camat Karimun Agung Jati Kusuma ketika dikonfirmasi mengatakan, pengerjaan tersebut telah dimulai. Mulai dari parit, drainase hingga gorong-gorong secara bertahap.

” Kalau tak salah ada empat ttitik. Kemudian, ada gorong-gorong juga nanti dibangun hingga mengalir ke arah laut,” terangnya, Rabu (28/9).

Dengan adanya pengerjaan tersebut, para pedagang tetap berjualan seperti biasa. Sebab, sudah ada kesepakatan bahwa pekerjaan dimulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Kemudian, para pedagang sudah mulai membuka dagangannya baik yang diemperan maupun kedai kopi. Sehingga, tidak ada masalah terhadap para pedagang.

BACA JUGA: Masyarakat Antusias Belanja di Pasar Relokasi

” Ada diberi batas nanti lokasi yang dalam pengerjaan. Memang, untuk sementara waktu kurang nyaman bagi pengunjung,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya normalisasi tersebut diharapkan tidak ada lagi banjir. Dan, dirinya berharap kepada para pedagang maupun pemilik kedai agar menjaga lingkungan supaya tidak membuang sampah sembarangan. Sehingga, tidak tersumbat drainase maupun gorong-gorong.

” Paling penting jaga kebersihanlah. Selain normalisasi juga akan diperbaiki atap dan pembuatan gapura di pasar malam nanti. Untuk mempercantik kawasan kuliner legendaris,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, pekerja sedang melakukan pekerjaan dengan dibatasi dan pemberitahuan bahwa daerah tersebut untuk sementara waktu tidak dapat dilalui.(*)

reporter: tri Haryono

Setelah Absen 2 Tahun, GP Singapura Kembali Akhir Pekan Ini

0
Persiapan balapan Formula 1 di Sirkuit Jalanan Marina Bay sedang dikebut (28/9). Candra Kurnia/Jawa Pos

batampos – Setelah absen 2 tahun dari kalender balap Formula 1 akibat , GP Singapura akhirnya kembali ke Sirkuit Jalanan Marina Bay akhir pekan ini.

Persiapan menjelang balapan malam alias night race itu terus dikebut sampai saat ini.

Jawa Pos yang melaporkan langsung satu-satunya seri balapan F1 di Asia Tenggara menyaksikan kesibukan para pekerja yang sedang menyelesaikan pemasangan berbagai fasilitas sirkuit.

Pekerjaan itu harus selesai besok karena biasanya, tim dan pembalap biasanya sudah melakukan track walk atau inspeksi sirkuit pada sore hari.

Mereka akan mempelajari permukaan aspal, cengkeraman atau gripnya, juga melihat apakah ada kerusakaan di trek.

YouGov melakukan poling secara real time kepada 1000 warga Singapura dewasa mengenai digelarnya kembali balapan tersebut setelah dua tahun absen.

Hasilnya, 6 dari 10 responden yakin balapan jet darat tersebut akan memberi dampak positif pada perekonomian lokal.

Sektor-sektor yang terkena dampak langsung oleh pergelaran tersebut adalah pariwisata, hiburan, retail, dan ekonomi secara keseluruhan.

Sementara sekitar 37 persen responden menyebut sektor yang akan terdampak buruk oleh balapan F1 ini adalah lingkungan, transportasi, dan keamanan.

Poling tersebut dilakukan selama tiga hari pada pekan lalu dan melibatkan 1045 orang responden berusia di atas 18 tahun. (*)

 

Reporter: JPGroup

Tetangga Saling Aniaya dan Lapor Karena Parkir, Berdamai di Kejari Batam Lewat RJ

0
SAVE 20220928 193622 e1664419796412
Kajari Batam mendamaikan Hary Juandi Sitorus dan Junifer Antoni Samosir.

batampos – Hary Juandi Sitorus dan Junifer Antoni Samosir, dua orang yang tinggal bertetangga di kawasan Batamcenter harus berurusan dengan hukum. Hanya karena masalah parkiran, keduanya saling aniaya dan lapor polisi. Namun akhirnya mereka didamaikan melalui program Restorative Justice (RJ) di Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (28/9).

Pertikaian antar keduanya terjadi pada 18 Juli 2022 lalu. Berawal saat Hary mendatangi Junifer sesaat usai memarkirkan kendaraanya. Kepada Junifer, Hary meminta agar memarkirkan kendaraan dengan baik, alasannya karena menganggu.

Namun Junifer sudah merasa memarkirkan kendaraan dengan baik, hingga terjadi perang mulut. Tak sampai disitu, perang mulut keduanya pun berlanjut hingga adu jotos. Keduanya mengalami luka lebam dan saling lapor polisi.

Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Herlina Setyorini mengatakan Kejari Batam melihat konflik antar keduanya harus diselesaikan secara damai, karena tinggal berdekatan. Karena itu melalui program RJ, Kejari Batam mendamaikan Hary dan Junifer. Sehingga penuntutan terhadap perkara keduanya yang dijerat pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan dihentikan.

“Penghentian perkara penganiayaan, berdasarkan Keadilan Restoratif. Kami melihat, keduanya masih bisa berhubungan baik, karena tinggal bertetanggaan. Disayangkan jika terjadi konflik yang berujung penjara,” ujar Herlina.

Menurut dia, RJ para tersangka disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) setelah melakukan ekspos perkara. Syarat-syarat permohonannya terpenuhi berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor : 01/E/EJP/02/2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Hari ini, saya menyerahkan surat pemberhentian penuntutan, tersangka mendapat pengampunan melalui program RJ. Keduanya saling memaafkan dan berdamai,” jelas Herlina.

Kedepannya, Herlina berharap keduanya tak terlibat dengan tindak pidana apapun. Sebab apabila kembali melakukan perbuataan pidana, keduanya dipastikan tak dapat pengampunan melalui RJ lagi.

“Saya tegaskan, RJ hanya bisa didapat sekali seumur hidup. Jadi seandainya jika yang bersangkutan kembali melakukan kasus yang sama atau tindak pidana lain, maka tak ada lagi RJ. Kasus yang bersangkutan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Herlina.

Ditempat yang sama Hary berterimakasih kepada Kejari Batam karena sudah memberi pengampunan, dan ia bisa bebas dari jerat hukum. Ia berjanji kedepannya akan lebih berhati-hati dan tidak berurusan dengan hukum lagi.

Diketahui, Restorative Justice adalah upaya penyelesaian perkara di luar jalur hukum atau peradilan, dengan mengedepankan mediasi antara pelaku dengan korban. Syarat pelaku yang bisa mendapatkan RJ adalah belum pernah di hukum, kemudian ancaman hukuman dari perbuataanya itu kurang dari 5 tahun. Dicontohkannya, jika mencuri nilai barang yang dicuri tak lebih dari Rp 2,5 juta. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

Komisi X Minta Mendikbudristek Tangani PPPK Guru

0
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly. (Istimewa)

batampos – Persoalan terkait guru di Indonesia seolah tak ada habisnya. Baru-baru ini, ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sambat belum terima gaji berbulan-bulan. Uniknya, mereka bukan mendatangi pemerintah atau DPR, tapi Hotman Paris Hutapea.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, langkah tersebut diambil lantaran para guru sudah tak memiliki cara lain untuk memperoleh haknya. Apalagi, mereka telah melapor ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Komisi X, hingga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) namun tak ada feedback.

“Alhasil mereka mencari cara alternatif, semoga jadi atensi. Walaupun tidak ada jaminan bisa langsung terselesaikan,” ujarnya, kemarin (28/9).

Kejadian ini, kata dia, harus jadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya Kemendikbudristek, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sebab, kondisi ini merupakan bentuk kedzoliman bagi mereka yang sudah menunaikan kewajibannya. “Ini sangatlah tidak adil. Mereka sudah tidak digaji 10 bulan. Tidak ada alasan yang bisa diterima oleh akal sehat dan hati nurani,” ingkapnya.

Mirisnya lagi, lanjut dia, para guru ini sejatinya merupakan guru-guru yang sudah puluhan tahun mengabdi menjadi guru honorer dengan gaji yang sangat kecil. Lalu dijanjikan hidup lebih layak dengan menjadi PPPK, namun nyatanya gaji tak dibayarkan berbulan-bulan. Bahkan membuat para guru terpaksa berhutang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Jadi saya rasa ini pemerintah kota patut diberikan sanksi oleh Kementerian Dalam Negeri karena abai terhadap tanggung jawab mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Satriwan menilai, kondisi ini menjadi salah satu tanda jika proses rekrutmen guru PPPK, mulai tahap 1 hingga 2 sangat bermasalah. Terlihat dari koordinasi yang buruk antara pemerintah daerah dengan pusat. Soal gaji misalnya. Pemerintah pusat telah mengalokasikan gaji PPPK melalui Dana alokasi umum namun di lapangan, banyak daerah yang tidak mengalokasikannya. “Nah ini tidak hanya terjadi di kota Bandar Lampung, tapi juga terjadi di Kabupaten Serang. Jadi saya rasa, daerah-daerah memang tidak memiliki tanggung jawab kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dan guru,” keluhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly menyebut, para PPPK guru memilih datang ke Kopi Johny bukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) maupun DPR lantaran lelah. Sehingga, mereka mencari bantuan dari tempat lain. ”Guru-guru PPPK ke Kopi Johny berharap dukungan Hotman Paris. Itu pengacara lho, bukan menteri. Mas Nadiem ke mana,” katanya.

Kondisi ini, dinilainya, kontradiktif dengan program pengangkatan satu juta guru PPPK yang digembar-gemborkan Mendikbudristek. Padahal nyatanya, banyak persoalan terkait PPPK guru termasuk gaji yang menunggak berbulan-bulan.

Senada, Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru juga menyayangkan kondisi tersebut. Ia mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) untuk bertindak cepat. Mengingat, gaji mereka belum dibayarkan sejak Desember 2021 lalu. ”Mereka mengeluhkan 9 bulan terakhir ini belum mendapatkan gajinya sama sekali. Jadi tolong ada action cepat dari pak menteri,” tegasnya.

Selain itu, Kemendikbudristek juga didesak untuk segera memproses pengangkatan guru honorer sesuai janji Mendikbudristek sebelumnya. Apalagi, dari seleksi PPPK guru sebelum-sebelumnya, banyak guru honorer yang tidak lolos. Bahkan, mirisnya lagi, pemerintah daerah (pemda) tak memaksimalkan pengajuan formasi PPPK guru untuk wilayahnya. Jumlah formasi yang diajukan jauh dari kebutuhan riil di daerahnya.

”Aksi cepat yang dilakukan oleh Kemendikbudristek akan sangat berarti bagi para guru honorer dan PPPK. Bukan hanya untuk memenuhi hak mereka, namun juga menunjukkan rasa kepedulian kepada para pengajar tersebut,” paparnya.

Sebagai informasi, sebanyak 1.166 guru honorer dan PPPK mendatangi Hotman untuk meminta bantuan. Mereka mengeluh belum mendapatkan gaji. Sebelum ke sana, para guru ini pun mengaku telah melayangkan surat ke Komisi X DPR RI, Kemendikbudristek, serta Pemerintah Bandar Lampung. Mirisnya, tuntutan mereka tidak digubris. (*)

Reporter: JP Group

Xavi Hernandez Dibuat Pusing Virus FIFA

0
Xavi Hernandez kehilangan banyak permainnya lantaran cedera. (LLUIS GENE/AFP )

batampos – Awal bulan ini, setelah mengalahkan Sevilla FC 3-0 pada jornada keempat La Liga (4/9), entrenador FC Barcelona Xavi Hernandez berkoar bahwa timnya bisa bicara banyak musim ini.

Pembelian pemain seperti Robert Lewandowski, Raphinha, Jules Kounde, dan Franck Kessie memperkuat skuad Barca sesuai keinginan Xavi.

Barca pun mampu membayangi kesempurnaan Real Madrid di La Liga dengan selisih hanya 2 poin (16-18) setelah enam jornada.

Tetapi, FIFA Matchday pada bulan ini bisa membuat optimisme Xavi tereduksi.

Bagaimana tidak, ada empat pemain Barca yang cedera sekembalinya dari tugas membela timnas masing-masing.

Korban virus FIFA –begitu sebutannya– antara lain bek Uruguay Ronald Araujo, bek Prancis Jules Kounde, serta duo Belanda masing-masing gelandang Frenkie de Jong dan striker Memphis Depay.

Berdasar estimasi awal tim medis Barca, kecuali Memphis, tiga pemain lain diragukan bisa membela Barca saat menghadapi Inter Milan dalam matchday ketiga fase grup Liga Champions pekan depan (5/10).

Bahkan, bisa juga berlanjut pada matchday keempat (13/10) melawan tim yang sama. Padahal, kemenangan dalam dua laga itu bisa mengunci tiket fase knockout.

Untuk cedera Araujo, situasinya pelik. Bek 23 tahun itu berkejaran dengan waktu demi tampil di Piala Dunia 2022 karena cedera paha kanannya lumayan serius.

Seperti dilansir Sport, Araujo telah pergi ke Finlandia untuk menjalani operasi bersama Dr Lasse Lempainen.

Operasi perlu dilakukan karena estimasi awal Araujo butuh waktu 6 pekan sampai 8 pekan untuk pulih. Sangat mepet dengan perhelatan Piala Dunia yang kickoff pada 20 November nanti.

”Kami akan menunggu perkembangannya dari hari ke hari,” kata pelatih Uruguay Diego Alonso kepada El Pais.

Barca sejatinya sudah melakukan langkah untuk meminimalkan cedera pemain mereka di FIFA Matchday kali ini.

Seperti ”meneror” timnas yang diperkuat pemain mereka supaya berhati-hati agar tidak sampai cedera parah. Salah satunya ke Brasil untuk memproteksi winger Raphinha.

Seperti dilansir Barca Blaugranes, pelatih Brasil Tite mengungkapkan bahwa Barca sampai mengirimkan staf pelatih untuk memantau latihan Selecao.

Bahkan, utusan Barca itu meminta kepada pelatih fisik Brasil agar beban latihan maupun pertandingan yang dijalani Raphinha tidak terlalu berat.

Ketika melawan Ghana (24/9), Raphinha turun selama 80 menit. Bisa jadi, menit bermain Raphinha berkurang ketika Selecao menghadapi Tunisia dini hari tadi (28/9) WIB.

’’Mereka telah kehilangan Araujo. Mereka cemas (kehilangan lebih banyak pemain, Red). Jadi, mereka menanyakan kondisi Raphinha dengan detail kepada kami yang kami tentu tidak akan menutupinya,’’ beber Tite. (*)

 

 

Reporter: JPGroup