Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6876

Ketum Muhammadiyah

0

Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam menuai penyesalan dan kecaman dari banyak pihak. Kerusuan yang terjadi pasca pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya itu membuat Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir turut menyampaikan rasa duka mendalam.

“Kami menyesalkan peristiwa tragis tersebut. Lebih-lebih menyangkut nyawa manusia yang besar jumlahnya. Padahal satu jiwa saja sangat berharga yang harus dijaga,” kata Haedar dalam keterangan resminya, Minggu (2/10).

Lebih dari itu, Haedar Nashir mendesak untuk dilakukan investigasi yang objektif dan tuntas atas tragedi yang menewaskan ratusan pendukung sepak bola itu.

Menurut Haedar, tragedi di Kanjuruhan bukan hanya persoalan nasional, tetapi sudah berskala global. “Tragedi ini mengoyak marwah bangsa dan negara Indonesia,” tegas Haedar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengklaim, dua dari 127 korban yang meninggala adalah anggota Polri. Kemudian, 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Sisanya, meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat. Hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan. “Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian. Sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” kata Nico.

Sejatinya, kata Nico, pertandingan di Stadion Kanjuruhan berjalan dengan lancar. Namun, ada sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa setelah pertandingan berakhir. Pendukung Arema FC merasa kecewa. Beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, petugas melakukan tembakan gas air mata.

“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak napas, kekurangan oksigen,” ujar Nico.

Pesta 6 Gol di Laga Liverpool vs Brighton & Hove Albion

0
Bek kanan Liverpool Trent Alexander-Arnold berduel memperebutkan bola dengan pemain Brighton Koaro Mitoma dalam pertandingan Liga Premier Inggris pada Sabtu (1/10). Phil Noble/Reuters/Antara

batampos – Pesta enam gol terjadi saat Liverpool ditahan imbang Brighton & Hove Albion dengan skor 3-3 dalam pertandingan pekan ke-9 Liga Inggris di Anfield, Liverpool, Sabtu (1/10) WIB.

Liverpool tertinggal dua gol sebelum 20 menit lewat sepasang gol Leandro Trossard. Roberto Firmino memperkecil skor di babak pertama.

Tuan rumah berbalik unggul lewat gol kedua Firmino dan bunuh diri Adam Webster. Brighton mencuri satu poin berkat hat-trick Trossard di 10 menit akhir pertandingan.

Itu merupakan hasil imbang ketiga Liverpool musim ini dan membuat mereka tertahan di posisi ke-9 klasemen dengan 10 poin. Brighton di posisi keempat dengan 14 poin, demikian laporan laman resmi Liga Premiar Inggris seperti dilansir dari Antara.

Liverpool yang mengambil inisiatif serangan malah kebobolan gol cepat saat laga baru berjalan empat menit. Pascal Gross memberikan bola kepada Danny Welbeck yang meneruskannya ke Leandro Trossard dengan umpan backheel. Trossard mengecoh Trent Alexander-Arnold sebelum menaklukkan kiper Alisson Becker untuk membuat skor menjadi 1-0.

Brighton nyaris menambah keunggulan pada menit ke-12 ketika Soley March melepaskan umpan silang ke kotak penalti dan disambut tandukan Welbeck, yang bisa ditepis Alisson. Dua menit kemudian rapuhnya lini belakang Liverpool membuat Brighton mendapatkan kans lagi. Serangan balik Brighton diakhiri dengan tendangan keras Trossard ke gawang, tetapi Alisson masih bisa menepisnya.

Pada menit ke-18, Trent membuat kesalahan yang berujung gol kedua bagi Brighton. Bek kanan asal Inggris itu salah mengoper dan dipotong Moises Caicedo yang menyodorkan bola kepada March di kotak penalti. March memberikan balik bola tersebut kepada Trossard yang dengan tenang memasukkan bola ke gawang Alisson.

Tertinggal 0-2, Liverpool mulai menyerang dengan agresif. Pada menit ke-31, Mohamed Salah mendapat bola di depan gawang setelah menerima umpan lambung Trent. Tetapi bola tembakannya bisa ditepis Robert Sanchez.

Firmino memperkecil skor jadi 1-2 pada menit ke-33 lewat sontekan di depan gawang meneruskan umpan Salah. Gol tersebut sempat ditinjau VAR karena Salah dianggap offside, sebelum akhirnya disahkan.

Liverpool coba menambah gol di sisa babak pertama, tetapi hingga turun minum tidak ada gol tambahan.

Masuk di babak kedua, Liverpool langsung menggebrak dan menyamakan skor pada menit ke-54. Firmino mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Luis Diaz.

Firmino menguasai bola dengan kaki kanan dan mengecoh satu pemain, sebelum menaklukkan Sanchez dari jarak dekat dengan kaki kirinya. Gol itu membuat Liverpool makin bernafsu untuk mencetak gol lagi.

Firmino nyaris bikin mencetak gol ketiganya pada menit ke-57, andai saja sundulannya dari jarak dekat tidak ditangkap Sanchez. Liverpool akhirnya berbalik unggul 3-2 pada menit ke-63 saat Adam Webster menjebol gawangnya sendiri, setelah bola hasil sepak pojok Trent mengenai badannya.

Meski dalam posisi memimpin, Liverpool masih belum nyaman dalam bermain dan kerap mendapatkan tekanan dari Brighton. Satu peluang didapat tim tamu lewat sontekan Welbeck pada menit ke-74 setelah menerima umpan Estupinan, tetapi Alisson bisa menepisnya.

Kemenangan Liverpool di depan mata akhirnya buyar setelah Brighton menyamakan kedudukan pada menit ke-83. Trossard mencetak trigol setelah memanfaatkan kesalahan pemain Liverpool. Kesalahan dari sisi kanan pertahanan Liverpool membuat Brighton leluasa melakukan serangan dan umpan Kaoru Mitoma dituntaskan Trossard dengan tembakan ke ke pojok atas.

Liverpool berupaya untuk menambah gol, tetapi upayanya sia-sia. Hingga laga Liverpool vs Brighton berakhir, skor imbang 3-3 bertahan. (*)

 

 

 

Reporter: Antara

Airlangga Hartarto Sampaikan Duka Mendalam Atas Tragedi Kanjuruhan

0
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (F.Istimewa)

batampos – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Tragedi kerusuhan dalam laga Liga 1 tersebut menjadi catatan paling buruk dalam sejarah sepakbola nasional. Berdasarkan laporan pihak berwenang, hingga Minggu (2/10/2022) sudah 127 orang meninggal akibat kerusuhan usai pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya.

“Saya sampaikan duka mendalam untuk seluruh insan sepakbola nasional, dan masyarakat Indonesia atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Sepakbola sedianya hiburan untuk dinikmati, jangan sampai menjadi tragedi kemanusiaan,” tutur Airlangga dalam keterangan, Minggu (2/10/2022).

Ketum Golkar meminta seluruh pihak berwajib mengusut tuntas tragedi yang mengakibatkan duka mendalam untuk insan sepakbola nasional dan dunia. Terlebih pada prosedur keamanan dan keselamatan penonton sepakbola di stadion.

Airlangga juga meminta seluruh pihak dalam pelaksanaan pertandingan bertanggungjawab penuh pada kondisi dan dampak yang terjadi akibat kerusuhan ini.

“Tidak boleh ada saling menyalahkan, yang ada harus bersikap ksatria, merasa diri yang paling salah, agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya di sepakbola nasional kita,” tegas Airlangga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengimbau, seluruh suporter bola di Indonesia bisa bergandengan tangan, dan satu tekad untuk memajukan sepakbola nasional. Airlangga mengimbau, jangan sampai pertandingan di dalam lapangan, menjadi kebencian sesama suporter.

Airlangga juga meninstruksikan kader Golkar di Malang maupun Jawa Timur, bergerak untuk membantu seluruh korban kerusuhan.

“Saya instruksikan kader Golkar di Malang, sekitarnya, dan Jatim, siap bergerak membantu para korban. Bantu apa yang bisa dibantu, yang penting tunjukkan kepedulian sebagai sesama manusia, karena kejadian di Stadion Kanjuruhan adalah tragedi sepakbola dunia,” tegas Airlangga.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi usai pertandingan Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Persebaya 3-2 ini mulai rusuh usai pertandingan saat Aremania memasuki lapangan. Kondisi jadi tak terkendali yang mengakibatkan setidaknya 127 orang meninggal dunia hingga Minggu pagi. (*)

LaNyalla Sesalkan Pemakaian Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan

0
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Istimewa)

batampos – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan penggunaan gas air mata oleh polisi dalam menangani kerusuhan suporter dalam tragedi Kanjuruhan yang sedikitnya menewaskan 129 orang.

“Larangan penggunaan gas air mata itu telah diatur FIFA dan tertuang pada Bab III tentang Stewards, pasal 19 soal Steward di pinggir lapangan. Jelas ditulis: Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendali massa,” kata LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (2/10).

Menurut mantan Ketua Umum PSSI itu, penggunaan gas air mata menimbulkan kepanikan sehingga ratusan orang berdesakan ingin keluar dari tribun yang kemudian membuat korban berjatuhan.

LaNyalla juga menilai tragedi Kanjuruhan membuktikan lemahnya koordinasi. Padahal sebelum match, pasti ada rakor pengamanan antara Panpel dengan Kepolisian.

“Entah apa alasan yang membuat polisi menembakkan gas air mata ke tribun, sehingga membuat kepanikan massal,” kata LaNyalla yang sedang kunjungan kerja di Jawa Timur.

Mantan Ketua Badan Timnas PSSI itu mengatakan, strategi evakuasi yang utama adalah mengamankan pemain, dan itu sudah dilakukan.

“Selanjutnya tinggal mencegah penonton melakukan perusakan atau saling serang antara dua kubu. Sambil semua pintu keluar dan jalur evakuasi dibuka untuk pengosongan stadion,” katanya menambahkan.

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, upaya pengosongan tribun dengan menembakkan gas air mata, jelas menyalahi aturan FIFA.

Dunia sepakbola tanah air berduka. Ratusan pendukung Arema meninggal setelah terjadi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang.

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyebut peristiwa ini menjadi catatan kelam sepakbola nasional. Ia sangat berdukacita atas peristiwa tersebut dan meminta semua stakeholder sepakbola nasional melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kerusuhan sepakbola memang pernah terjadi. Tapi kejadian di Kanjuruhan ini sangat luar biasa, karena jumlah korban sangat besar. Sebuah catatan kelam bagi persepakbolaan nasional, bahkan dunia. Saya prihatin dan menyesalkan kenapa hal itu harus terjadi,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, mengatakan kerusuhan pecah usai pertandingan Derby Jawa Timur yang mempertemukan Arema Malang dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Kerusuhan dipicu kekalahan tim tuan rumah Arema Malang.

Peristiwa ini dikabarkan membuat 129 orang meninggal dunia, di antaranya 2 anggota polisi. Diketahui 34 orang meninggal di dalam stadion dan lainnya meninggal rumah sakit. (*)

Reporter: Antara

Amankan 3 Poin, Napoli Aman di Puncak Klasemen Serie A

0
Selebrasi Khvicha Kvaratskhelia usai mencetak gol ketiga Napoli dalam pertandingan Liga Italia lawan Torino pada 1 Oktober 2022. (ANTARA/AFP/ANDREAS SOLARO)

batampos – Napoli sukses mengamankan tiga poin saat mengalahkan Torino 3-1 dalam lanjutan Liga Italia pekan ke-8 di Stadion Diego Armando Maradona, Naples pada Sabtu (1/10).

Andre-Frank Zambo Anguissa menyumbangkan dua gol untuk Napoli, sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia. Torino mencetak gol hiburan melalui Antonio Sanarbia.

Tambahan tiga poin membuat Napoli sementara memantapkan posisi mereka di puncak klasemen dengan 20 poin dari 8 laga, unggul tiga angka dari Atalanta, yang baru bermain 7 kali. Sementara Torino tertahan di peringkat 9 dengan 10 poin, demikian laporan laman resmi Serie A. Bermain di hadapan pendukungnya, Napoli langsung mengambil inisiatif serangan melawan Torino.

Tim tuan rumah sudah langsung unggul saat laga baru berjalan enam menit. Andre-Frank Zambo Anguissa menjebol gawang Torino lewat sundulannya setelah memaksimalkan umpan silang Mario Rui. Skor menjadi 1-0.

Napoli kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-12. Anguissa kembali mencatatkan namanya di papan skor, kali ini lewat sepakan kaki kanan usai mendapat sodoran Matteo Politano.

Dua gol Napoli melecut Torino. Tim tamu sempat menebar ancaman pada menit ke-18, lewat aksi Nikola Vlasic. Namun, upayanya masih bisa dimentahkan kiper Alex Meret. Napoli, yang masih memegang kendali permainan, akhirnya bisa menambah gol lagi pada menit ke-31. Khvicha Kvaratskhelia mengubah skor menjadi 3-0 usai menceploskan bola dengan kaki kiri setelah memanfaatkan umpan Piotr Zielinski.

Dua menit sebelum babak pertama habis, Torino baru bisa memperkecil ketertinggalannya. Antonio Sanabria menjebol gawang Napoli dan skor 3-1 bertahan sampai jeda. Selepas turun minum, laga berjalan lebih seimbang. Napoli dan Torino sama-sama menciptakan banyak peluang.

Pada menit ke-53, Giacomo Raspadori melepaskan sepakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Sayang usahanya masih bisa diredam. Dua menit berselang, Matteo Politano nyaris menambah gol buat Napoli, andai sepakannya tidak membentur tiang gawang.

Torino mencoba keluar dari tekanan, dengan berusaha menekan balik. Namun, beberapa upaya Il Toro tidak membuahkan hasil. Sampai laga bubar, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 3-1 bertahan untuk kemenangan Napoli atas Torino. (*)

 

 

Reporter: Antara

Jual Motor Curian di Medsos, Penadah Ditangkap Polsek Lubukbaja

0
Borgol hukum
Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos – Jajaran Polsek Lubukbaja menangkap Febri Prasetya, di kawasan Tanjunguma, Selasa (27/9) dini hari. Pria 18 tahun ini diamankan saat menjual motor hasil curian.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono mengatakan pelaku ditangkap usai menjual motor Honda Beat BP 2543 HQ di media sosial (medsos) Facebook. Pelaku menjual motor tersebut dengan harga Rp 3 juta.

“Kita mendapatkan informasi kalau ada motor dengan harga miring yang dijual di Facebook. Kemudian kita pancing,” ujar Budi.

Baca Juga: Warga Kesulitan Dapatkan Vaksin Booster Padahal Jadi Syarat Perjalanan

Budi menjelaskan dari pemeriksaan, motor yang dijual merupakan hasil curian rekannya di kawasan Sekupang pada akhir Juli lalu.

“Pelaku ini hanya bertugas menjual motor curiannya saja. Pemetiknya merupakan temannya,” kata Budi.

Selain pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa motoe dan STNK. Budi mengaku masih melakukan pengembangan terhadap pelaku.

“Pemetik (pencuri motor) ada di LP Sekupang. Masih pengembangan, pelaku belum ditangkap,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 480 KUHP tentang pertolongan perbuatan jahat dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Arsenal Menang Lawan 10 Pemain, Kukuh di Puncak Klasemen

0
Penyerang Arsenal Gabriel Jesus merayakan gol kedua timnya ke gawang Tottenham Hotspur. (Adrian Dennis/AFP)

batampos – Arsenal keluar sebagai pemenang derbi London Utara. Ini setelah The Gunners menghajar Tottenham Hotspur dengan skor 3-1 dalam laga pekan kesembilan Premier League di Stadion Emirates, London (1/10).

Tuan rumah unggul lebih dulu lewat Thomas Partey. Tottenham menyamakan kedudukan 1-1 melalui eksekusi penalti Harry Kane.

Tetapi, Gabriel Jesus dan Granit Xhaka sukses mengantarkan Arsenal meraih kemenangan. Tottenham bermain pincang karena bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-62. Sebab, Emerson Royal mendapatkan kartu merah.

Kemenangan ini membuat tim besutan Mikel Arteta kian kukuh di puncak klasemen sementara. Arsenal mengoleksi 21 poin. Arsenal unggul empat poin dari Manchester City dan Tottenham yang berurutan menempati posisi kedua dan ketiga.

Arsenal tampil menekan tamunya sejak awal dan nyaris membuka keunggulan pada menit ketiga melalui tembakan bek Gabriel Magalhaes. Namun, kiper Hugo Lloris masih bisa mengamankan gawang Tottenham.

Sebaliknya, tim tamu tampak kesulitan mengembangkan permainan dalam 10 menit pertama. Tottenham baru bisa menciptakan peluang pada menit ke-13 lewat Richarlison. Sayang tembakan pemain asal Brasil itu belum cukup untuk menaklukkan kiper Aaron Ramsdale.

Publik tuan rumah bersorak riuh pada menit ke-20. Yakni ketika Partey mencetak gol dengan memanfaatkan umpan sodoran Ben White.

Tottenham berusaha bermain sabar dalam keadaan tertinggal. Sampai kemudian, Tottenham memperoleh hadiah tendangan penalti setelah Richarlison dijatuhkan Gabriel di area terlarang.

Harry Kane yang maju menjadi algojo sukses mengecoh Ramdale untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1 pada menit ke-31.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Dan empat menit memasuki babak kedua, Arsenal langsung menggebrak untuk kembali unggul. Yakni saat Gabriel Jesus dengan cermat memanfaatkan kemelut di depan gawang Tottenham. Gol ini terjadi setelah Lloris gagal mengantisipasi sempurna tembakan kaki kiri Bukayo Saka.

Gol tersebut membuat Arsenal semakin percaya diri. Hingga, malapetaka menimpa tim tamu lantaran Emerson melanggar Gabriel Martinelli. Emerson langsubg dihadiahi kartu merah oleh wasit pada menit ke-62.

Situasi 11 lawan 10 langsung bisa dimanfaatkan oleh Arsenal. Hanya lima menit setelah kartu merah Emerson, Arsenal menambah keunggulan melalui aksi Xhaka.

Ketertinggalan dua gol direspons Antonio Conte dengan melakukan empat pergantian pemain sekaligus. Tetapi langkah itu tak banyak mengubah keadaan maupun skor 3-1 yang dipertahankan Arsenal hingga peluit tanda bubaran.

Arsenal selanjutnya akan menjamu Liverpool di Emirates pada Minggu (9/10) pekan depan. Sedangkan Tottenham sehari sebelumnya melawat ke markas Brighton & Hove Albion. (*)

 

 

Reporter: Antara

IPW: Tim Pencari Fakta Harus Ungkap Penyebab Kematian Polisi

0

batampos – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan penyebab tewasnya dua personel polisi dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, harus diungkap secara jelas jika tim pencari fakta atas peristiwa tersebut terbentuk.

“Ada polisi yang meninggal. Ini penyebabnya apa? Apakah karena polisi diserang kemudian menggunakan gas air mata atau setelah tembakan gas air mata baru polisi diserang?” kata Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, Minggu (2/10).

BACA JUGA: 127 Orang Meninggal Dunia akibat Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang 

Sugeng mengatakan hal tersebut merespons tragedi di Stadion Kanjuruhan usai pertandingan lanjutan Liga 1 antara Arema FC berhadapan dengan Persebaya Surabaya yang sedikitnya menewaskan 127 orang suporter.

IPW juga mendesak agar pemangku kepentingan terkait segera membentuk tim pencari fakta supaya kebenaran, penyebab, dan lain sebagainya bisa terungkap secara jelas. Sugeng juga menyinggung kepolisian yang menggunakan gas air mata untuk menghalau massa di Stadion Kanjuruhan.

Padahal, sesuai aturan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), penggunaan gas air mata dilarang seperti tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 huruf b, yang menyebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa.

“Stadion itu kan tertutup dengan jumlah penonton yang ribuan. Kalau gas air mata digunakan untuk mengurai, pasti tidak akan terhindarkan. Gas air mata itu tidak keluar dari stadion,” katanya.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta menyebutkan dua dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut merupakan anggota Polri.

“Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang dua di antaranya adalah anggota Polri,” di Jawa Timur, Minggu (2/10). (*)

Reporter: Antara

Ini Manfaat Minum 2-3 Cangkir Kopi Sehari

0
Ilustrasi seorang pria meminum kopi (Pixabay)

batampos – Era sekarang ini, ngopi sudah jadi tren. Minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari dikaitkan dengan kemungkinan hidup lebih lama, demikian menurut studi baru para peneliti di Australia.

Para peneliti seperti disiarkan Insider, Kamis, menganalisis data dari 450.000 orang di Biobank Inggris, yang diamati selama sekitar 12,5 tahun.

Mereka menemukan, peminum kopi bubuk 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal lebih awal dibandingkan dengan bukan peminum kopi.

Peminum kopi instan dan tanpa kafein memiliki kemungkinan kematian dini 11 persen dan 14 persen lebih rendah.

Menurut studi, orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi, apa pun jenisnya, juga lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit kardiovaskular.

Sementara peminum kopi berkafein memiliki kemungkinan sedikit lebih rendah terkena aritmia atau detak jantung tidak teratur.

BACA JUGA: Rokok Tanpa Minum Kopi Kurang Nikmat

“Temuan kami menunjukkan minum kopi dalam jumlah cukup dapat dinikmati sebagai perilaku yang menyehatkan jantung,” kata penulis utama studi Peter Kistler, dari Baker Heart and Diabetes Research Institute di Australia.

Banyak penelitian menemukan kopi baik untuk orang-orang. Sebuah makalah dalam The Journal of Nutrition tahun lalu menemukan orang Italia yang minum tiga hingga empat cangkir espresso setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena semua penyebab kematian dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.

Manfaat kesehatan mungkin tetap ada bahkan setelah menambahkan sedikit gula. Orang di Inggris yang minum kopi tanpa pemanis hingga kopi yang sedikit manis memiliki kemungkinan 31 persen lebih kecil untuk meninggal (karena penyakit) dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak minum kopi.

Hal ini merujuk pada sebuah penelitian yang melacak 171.000 orang selama tujuh tahun.

Hubungan antara kopi tanpa kafein dan umur panjang dapat bermanfaat bagi orang yang sensitif terhadap kafein, atau yang ingin membatasi asupan kopi mereka hingga empat cangkir sehari yang direkomendasikan.

Walau begitu, banyak penelitian tentang kopi dan umur tak menemukan hubungan langsung. Studi biasanya mengamati perilaku selama periode waktu, tidak dapat menentukan kausalitas, karena faktor lain seperti lingkungan atau perilaku dapat berkontribusi pada hasilnya. (*)

reporter: antara

Tragedi Kanjuruhan Terbesar Kedua Sejarah Kerusuhan di Stadion Sepak Bola

0
Seorang warga melintas di samping mobil yang terbakar pascakerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc)

batampos – Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) yang menewaskan setidaknya 127 orang menjadi tragedi yang menelan korban jiwa terbesar kedua dalam sejarah kerusuhan di stadion sepak bola.

Tragedi pertama dengan jumlah korban jiwa terbesar, dikutip dari laman footballgroundguide.com, Minggu, terjadi di Stadion Nasional (Estadio Nacional), Lima, Peru, saat laga Peru vs Argentina pada 1964.

Kejadian yang menewaskan 326 orang tersebut terjadi akibat kerusuhan di dalam stadion dan dihalau polisi yang membuat penonton panik berlari di pintu keluar yang ternyata masih tertutup dan membuat banyak yang terinjak-injak.

BACA JUGA: Mahfud MD Tegaskan Tragedi Kanjuruhan Bukan Bentrok Antarsuporter  

Tragedi kedua terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) malam, usai pertandingan antara tuan rumah Arema FC yang kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.

Suporter Arema FC yang kecewa dengan kekalahan itu melampiaskan dengan turun ke lapangan mengejar pemain dan ofisial sehingga polisi berupaya menghalau, termasuk menembakkan gas air mata.

Penonton yang panik berlari ke pintu keluar sehingga terjadi penumpukan. Akibatnya fatal, banyak penonton yang terinjak-injak, terhimpit, dan sesak nafas.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Tragedi ketiga, terjadi Stadion Olahraga Accra, Ghana, yang mempertandingkan laga antara Heart of Oak vs Kotoko pada 2001.

Pertandingan antara dua klub raksasa Ghana itu awalnya berjalan kondusif ketika Kotoko unggul sementara, namun dua gol di akhir laga membalikkan keadaan dan akhirnya memenangkan Heart of Oak.

Fans Kotoko bereaksi buruk dengan melemparkan botol dan kursi ke lapangan yang direspons polisi dengan gas air mata, yang membuat para penggemar Kotoko keluar.

Namun, penonton tidak menyadari jika gerbang tidak terbuka sehingga akhirnya berdesak-desakan dan menyebabkan 126 orang meninggal.

Tragedi keempat terbesar terjadi di Stadion Hillsborough, Inggris, ketika laga Liverpool vs Nottingham Forest pada 1989 yang terjadi karena penonton berdesak-desakan dan menyebabkan setidaknya 96 orang tewas.

Kelima, tragedi memilukan yang terjadi di Stadion Dasharath, Nepal, saat pertandingan antara Janakpur Cigarette Factory dan Liberation Army of Bangladesh pada 1988.

Pertandingan awalnya berjalan baik, tetapi di tengah laga terjadi badai salju yang menyebabkan para penonton panik karena 75 persen areal stadion masih terbuka.

Polisi kemudian menghalau yang justru mengarah penonton ke pintu keluar yang masih tertutup dan menyebabkan setidaknya 93 orang tewas karena terhimpit dan terinjak-injak. (*)

Reporter: Antara