Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 689

Tumpukan Sampah Mengular di Jalan Dekat Kawasan Industri Sekupang, Warga Keluhkan Bau Menyengat

0
Tumpukan sampah rumah tangga tampak mengular di sepanjang ruas jalan tak jauh dari Kawasan Industri Sekupang, Kamis (18/12). F.Rengga Yuliandra

batampos – Tumpukan sampah rumah tangga tampak mengular di sepanjang ruas jalan tak jauh dari dekat Kawasan Industri Sekupang. Warga mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari sampah tersebut.

Pantauan Batam Pos di lokasi, sampah yang dibungkus dalam karung dan kantong plastik berbagai warna ditumpuk di bahu jalan hingga memakan sebagian badan jalan, menimbulkan bau menyengat terutama pada siang hari.

Dari pengamatan, sampah tersebut diduga sudah menumpuk selama beberapa hari tanpa pengangkutan. Kondisi ini memaksa kendaraan yang melintas memperlambat laju karena sebagian badan jalan tertutup sampah. Tak hanya itu, sisa-sisa sampah juga terlihat berserakan di sekitar lokasi, diduga akibat hembusan angin serta aktivitas bongkar muat.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak citra kawasan industri.

“Bagaimana Kota Batam bisa bersih kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, apalagi lokasinya dekat kawasan industri,” ujar Anita, warga yang melintas di lokasi.

Baca Juga: Hadapi Lonjakan Nataru, Dirut PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu di Batam

Selain bau tak sedap, warga juga khawatir tumpukan sampah tersebut dapat memicu munculnya penyakit, terlebih di musim hujan saat ini. Genangan air di sekitar lokasi berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan nyamuk serta memperparah pencemaran lingkungan.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan masih adanya aktivitas pembuangan sampah. Beberapa kendaraan roda tiga terlihat berhenti untuk menurunkan muatan, menandakan lokasi tersebut diduga dijadikan titik pembuangan sementara. Namun karena belum ada penanganan cepat, volume sampah terus bertambah.

Warga pun berharap penutupan lokasi benar-benar dilakukan secara permanen dan diikuti dengan pengawasan ketat, agar persoalan sampah di kawasan industri tidak terus berulang.

“Kalau ini dibiarkan, citra Batam sebagai kota industri dan tujuan investasi bisa tercoreng,” ujar Yuli, warga lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Sekupang, Ersan, menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya sudah pernah dibersihkan sekitar satu bulan lalu. Namun, karena tidak adanya penutupan fisik, sampah kembali menumpuk.

“Itu sudah kita angkut sebulan lalu, tapi susah dibersihkan kalau tidak ditutup. Rencananya memang mau kita tutup total dan dipindahkan ke TPS Beliung,” ujar Ersan.

Baca Juga: Polisi Bakal Bersiaga di Tempat Wisata Pada Akhir Tahun

Ia mengungkapkan, pihak kecamatan berencana memasang portal agar tidak ada lagi kendaraan yang membuang sampah di lokasi tersebut, terutama pada malam hari.

“Kalau tidak dipasang portal, tetap saja malam hari orang buang sampah. Rata-rata yang buang itu rumah makan dan kaki lima, bahkan ada dari kecamatan lain,” katanya.

Ersan menyebutkan, keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi salah satu kendala utama, terutama saat hujan karena antrean di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Minggu ini rencananya akan kita angkut dan bersihkan habis. Setelah itu lokasi akan ditutup permanen. Kita pasang portal seperti di sekitar SMAN 1, motor masih bisa lewat, tapi mobil harus buka-tutup portal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kewenangan kontainer sampah berada di DLH, sementara pihak kecamatan hanya berupaya mengambil langkah darurat demi menjaga kebersihan wilayah. (*)

Artikel Tumpukan Sampah Mengular di Jalan Dekat Kawasan Industri Sekupang, Warga Keluhkan Bau Menyengat pertama kali tampil pada Metropolis.

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Batam Meningkat Tajam Sepanjang 2025

0
Ilustrasi kekerasan pada perempuan. Foto: Jawapos.com

batampos – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Batam sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan. Temuan ini disampaikan Jaringan Safe Migran dalam pemaparan Catatan Akhir Tahun (Catahun) 2025 yang digelar pada Kamis (18/12) siang di Acara Penutupan 24HKTPA di Gedung Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Center.

Dalam pemaparan tersebut, perwakilan Jaringan Safe Migran dari Rumah Faye, Kiki, menyampaikan data kekerasan sepanjang tahun 2025 yang dibandingkan dengan tahun 2024. Dari hasil penghimpunan Jaringan Safe Migran, tercatat total 448 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2025.

“Ini sangat miris. Jujur kami sedih sekali karena lonjakannya begitu luar biasa, lebih dari seratus persen,” ujar Kiki kepada Batam Pos saat konferensi pers.

Ia menjelaskan, pada tahun 2024 Jaringan Safe Migran hanya mencatat 164 kasus kekerasan. Peningkatan tajam pada 2025 ini menunjukkan situasi yang semakin mengkhawatirkan.

Meski demikian, Kiki menegaskan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan tunggal terkait penyebab lonjakan kasus tersebut.

Baca Juga: Hadapi Lonjakan Nataru, Dirut PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu di Batam

“Dengan tingginya angka ini, kami belum bisa langsung menyatakan satu jawaban pasti. Apakah karena sistem pencatatan dan pelaporan yang semakin baik, atau memang terjadi peningkatan kasus kekerasan di lapangan yang spektrumnya justru semakin luas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi ini perlu ditelaah lebih mendalam agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih tepat dan berkelanjutan.

Sementara itu Romo Paschal Paschal dari Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran-Perantau (KKPPMP) Batam menjelaskan, angka tersebut menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Jaringan Safe Migran mencatat 24 kasus kekerasan terhadap anak, sementara pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 132 anak korban kekerasan. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari lima kali lipat dalam kurun satu tahun.

Sementara itu, untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dewasa, pada 2024 tercatat 140 korban, sedangkan pada 2025 jumlahnya meningkat drastis menjadi 316 kasus. Jika digabungkan, total keseluruhan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani Jaringan Safe Migran sepanjang 2025 mencapai 448 kasus.

“Angka ini menunjukkan bahwa situasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Batam masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak,” kata Romo Paschal.

Ia menjelaskan, Jaringan Safe Migran memberikan pendampingan kepada para korban, baik secara mandiri maupun melalui mekanisme rujukan dengan berbagai lembaga terkait. Pendampingan tersebut meliputi penyediaan shelter atau rumah aman, layanan pemulangan korban, konseling psikologis, layanan kesehatan, hingga pendampingan hukum.

Selain memaparkan jumlah korban, Romo Paschal juga mengungkapkan profil pelaku kekerasan berdasarkan data pendampingan yang dilakukan. Pelaku kekerasan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari keluarga sebesar 22 persen, kenalan sebanyak 14,8 persen, teman dekat sekitar 8 persen, hingga dari lingkungan komunitas seperti guru, ustaz, atau pendeta sebesar 4,5 persen.

“Fakta ini menunjukkan bahwa pelaku kekerasan justru banyak berasal dari lingkungan terdekat korban, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman,” ujarnya.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Sabu Hampir 2 Ton, Tiga Terdakwa Jalani Pemeriksaan

Menurut Romo Paschal, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius, karena berdampak panjang terhadap kondisi fisik, psikologis, dan sosial korban.

Jaringan Safe Migran sendiri merupakan jejaring yang terdiri dari 15 lembaga yang fokus pada pelayanan, perlindungan, dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk korban dalam konteks migrasi dan perdagangan orang.

Ia menegaskan, data Catatan Akhir Tahun ini diharapkan menjadi bahan refleksi bersama bagi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas agar upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dapat dilakukan secara lebih serius dan berkelanjutan.

“Tanpa kerja sama semua pihak, sulit bagi kita menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak,” tutup Romo Paschal. (*)

Artikel Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Batam Meningkat Tajam Sepanjang 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Ramalan Shio 19 Desember 2025: 6 Shio Paling Beruntung Soal Uang

0
Ilustrasi. F. Istimewa.

batampos – Ramalan shio Jumat, 19 Desember 2025, dipengaruhi Hari Terbuka dengan energi Anjing Air yang melambangkan terbukanya peluang dan jalan menuju kemajuan.

Energi ini menghadirkan kesetiaan, kejujuran, serta dorongan untuk mengambil keputusan yang berpijak pada nilai hidup.

Pengaruh Bulan Tikus Tanah dan Tahun Ular Kayu turut menjaga stabilitas keuangan agar tetap praktis dan berorientasi ke depan. Kesuksesan finansial datang dari keberanian mempercayai nilai diri dan arah yang telah dipilih.

Berikut 6 shio yang menarik keberuntungan dan kesuksesan uang pada 19 Desember 2025:

1. Anjing

Keputusan jangka panjang yang diambil mulai menunjukkan hasil. Ada kepastian bahwa langkah yang ditempuh sudah berada di jalur yang tepat.

2. Tikus

Keberuntungan muncul dari kejernihan berpikir dan pilihan yang semakin jelas. Hari ini membuka pendekatan baru terhadap pengelolaan uang, prioritas, dan keahlian.

3. Ular

Rasa percaya diri terhadap penilaian sendiri semakin kuat. Situasi yang sebelumnya terasa samar kini menjadi lebih terang dan mudah dipahami.

4. Kuda

Sebuah percakapan penting membangkitkan semangat tanpa memicu kekhawatiran. Keberuntungan datang seiring kembalinya momentum yang sempat tertahan.

5. Kerbau

Stabilitas terasa nyata setelah menyadari bahwa kekhawatiran sebelumnya tidak sepenuhnya terbukti. Rasa lega membantu mempertajam fokus.

6. Babi

Sikap baik dan kerja sama mengubah cara pandang terhadap urusan keuangan atau pekerjaan. Keberuntungan hadir dengan nuansa tenang dan menenangkan.

Secara umum, ramalan shio 19 Desember 2025 berada dalam energi keberuntungan dan kesuksesan finansial yang mengalir alami. Enam shio ini berpeluang meraih kemajuan keuangan yang stabil, konsisten, dan bermakna.(*)

Artikel Ramalan Shio 19 Desember 2025: 6 Shio Paling Beruntung Soal Uang pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tekuk AC Milan Tanpa Gol Balasan, Napoli Melaju ke Final Piala Super Italia

0
Kiper AC Milan Mike Maignan melakukan penyelamatan pada pertandingan semifinal Piala Super Italia menghadapi Napoli di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Kamis (18/12) malam waktu setempat. Pertandingan itu dimenangkan Napoli dengan skor 2-0. (acmilan.com)

batampos – Napoli melaju partai final Piala Super Italia 2025 setelah menekuk AC Milan dengan skor 2-0. Pertandingan babak semifinal itu digelar di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Jumat (19/12) dini hari WIB.

Dikutip dari laman Serie A seperti dilansir dari Antara, kemenangan Napoli atas AC Milan hadir berkat gol yang dicetak David Neres (39′) dan Rasmus Hojlund (64′).

Pertandingan final Piala Super Italia 2025 yang akan digelar pada Selasa (23/12) dini hari WIB, di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh. Napoli akan menghadapi pemenang laga semifinal antara Bologna kontra Inter Milan. Laga Bologna versus Inter Milan berlangsung pada pada Sabtu (20/12) dini hari WIB.

Saat bersua Napoli, AC Milan mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu. Tapi beberapa peluang yang mereka dapatkan belum bisa memberikan ancaman ke lini pertahanan lawannya itu.

Rossoneri baru bisa menciptakan peluang membahayakan pada menit ke-35 melalui sundulan Adrien Rabiot. Namun bola masih menyamping dari gawang Napoli.

Meski sempat mendapatkan tekanan, Napoli mampu unggul terlebih dahulu ketika laga memasuki menit ke-39 melalui gol David Neres. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Il Partenopei.

Memasuki babak kedua, Napli memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan melalui Amir Rrahmani. Tapi Upaya itu dapat diantisipasi kiper AC Milan Mike Maignan pada menit ke-54.

Setelah beberapa upaya yang dilakukan, Napoli berhasil menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-64. Tembakan Rasmus Hojlund membuat skor berubah menjadi 2-0.

Selanjutnya AC Milan berupaya untuk setidaknya memperkecil ketertinggalan mereka. Akan tetapi hingga pertandingan usai, skor 2-0 untuk kemenangan Napoli tetap bertahan.

AC Milan pun gagal mengulangi prestasi pada 2024. Saat itu mereka menjadi kampiun Piala Super Italia. (*)

Artikel Tekuk AC Milan Tanpa Gol Balasan, Napoli Melaju ke Final Piala Super Italia pertama kali tampil pada Olahraga.

Hadapi Lonjakan Nataru, Dirut PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu di Batam

0
Direktur Utama PELNI Tri Andayani meninjau langsung kesiapan KM Nggapulu saat sandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, Kamis (18/12), guna memastikan pelayanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 berjalan aman dan nyaman. F.Istimewa

batampos – Menghadapi lonjakan penumpang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero memastikan kesiapan armada lautnya. Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, turun langsung melakukan monitoring ke KM Nggapulu saat kapal sandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, Kamis (18/12).

Monitoring ini menjadi bagian dari komitmen PELNI dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan transportasi laut selama periode peak season libur akhir tahun. Tri Andayani yang akrab disapa Anda didampingi Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda, Kepala Cabang PELNI Batam Edwin Kurniansyah, serta Nakhoda KM Nggapulu Capt. Roberto Matualage.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran direksi mengecek langsung kondisi kapal, fasilitas penumpang, kesiapan kru, hingga standar keselamatan pelayaran. Anda menegaskan bahwa pelayanan prima kepada masyarakat menjadi prioritas utama PELNI selama Nataru.

“Kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan seluruh armada PELNI siap memberikan pelayanan terbaik selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Kami ingin memastikan penumpang dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Anda.

Baca Juga: DPRD Batam Gelar Paripurna Istimewa Peringati HJB ke-196

Tak hanya itu, melalui sistem pengeras suara kapal, Anda juga menyapa para penumpang KM Nggapulu sekaligus menyampaikan ucapan selamat menikmati libur Natal dan Tahun Baru. Ia turut mengimbau penumpang untuk mematuhi aturan keselamatan, menjaga ketertiban, serta kebersihan kapal selama pelayaran.

“Saya mengajak seluruh penumpang untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan, agar pelayaran kita berjalan lancar hingga tujuan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, memastikan meski terjadi peningkatan jumlah penumpang selama Nataru, seluruh operasional kapal tetap berada dalam batas aman. PELNI, kata Edwin, terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan instansi terkait.

“Jumlah penumpang masih sesuai dengan kapasitas kapal dan batas dispensasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap terjaga,” jelas Edwin.

Untuk mendukung kelancaran angkutan Nataru, KM Nggapulu dijadwalkan melayani Pelabuhan Batam sebanyak tiga kali keberangkatan pada Desember dan dua kali pada Januari 2026. Kapal ini melayani rute Tanjung Priok – Batam – Belawan (PP) sebagai bentuk dukungan terhadap operasional KM Kelud.

Baca Juga: Mobil Terbakar di Bengkong Polisi, Begini Kondisi Pengemudinya

Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus memastikan distribusi transportasi laut di wilayah barat Indonesia tetap berjalan lancar selama libur akhir tahun.

Usai periode Nataru yang berakhir pada 8 Januari 2026, KM Nggapulu akan kembali beroperasi pada rute reguler, yakni Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Bau-Bau – Namlea – Ambon – Ternate – Bitung – Ternate – Ambon (PP). (*)

Artikel Hadapi Lonjakan Nataru, Dirut PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu di Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Farm Tirta Madu III Panen 6 Ribu Ekor Ayam per Hari, Penuhi Kebutuhan Bintan Pinang

0
Ayam siap panen di Farm Tirta Madu III milik PT. Indojaya Agrinusa di Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kamis (18/12). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Pasokan ayam di Bintan menipis sehingga membuat harga ayam potong mengalami kenaikan.

PT. Indojaya Agrinusa turun tangan dengan panen 6 ribu ekor ayam hidup setiap hari untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Kepala Produksi PT Indojaya Agrinusa, Faisal mengatakan sejak dua hari terakhir mereka panen 6 ribu ekor ayam per hari untuk mencukupi kebutuhan lokal sesuai arahan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan.

“Kita tidak menjual ke Batam dulu karena fokus untuk memenuhi kebutuhan lokal, Bintan dan Tanjungpinang,” kata Faisal di Farm Tirta Madu III, Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kamis (18/12).

BACA JUGA: Harga Ayam Potong Naik, DKUPP Bintan: Suplai Peternakan Berkurang karena Belum Panen

Ia mengatakan ayam yang dipanen telah berusia 21 hari dengan berat rata-rata sekitar 0,9 hingga 1 kilogram (Kg).

Menurutnya, keberadaan Farm Tirta Madu III disiapkan untuk mengatasi kelangkaan ayam. Namun, farm ini dioperasikan lebih cepat untuk menjaga pasokan ayam.

Saat ini sekitar 106 ribu ekor ayam hidup dari 2 kandang di Farm Tirta Madu III segera panen, masing-masing kandang berisikan sekitar 53 ribu ekor ayam.

“Ayam di Farm Tirta Madu III siap panen 6 hari lagi dengan usia 21 hari,” katanya.

Setelah panen di Farm Tirta Madu III, mereka juga akan panen sekitar 8 ribu ekor ayam dari kemitraan peternak lokal di Gunung Lengkuas dan Teluk Sebong.

Ia berharap panen ayam saat ini bisa memenuhi pasokan pasar lokal sehingga harga ayam potong bisa kembali normal. (*)

Artikel Farm Tirta Madu III Panen 6 Ribu Ekor Ayam per Hari, Penuhi Kebutuhan Bintan Pinang pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Batam Gelar Paripurna Istimewa Peringati HJB ke-196

0
DPRD Batam memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025, Kamis (18/12).

batampos – DPRD Kota Batam menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Batam (HJB) ke-196 Tahun 2025, Kamis (18/12). Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi puncak rangkaian peringatan hari jadi kota yang telah berusia hampir dua abad tersebut.

Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin; Wakil Ketua I, Aweng Kurniawan; Wakil Ketua II, Budi Mardianto; Wakil Ketua III, Hendra Asman; dan dihadiri Wali Kota, Amsakar Achmad; unsur Forkopimda; para anggota DPRD; tokoh adat; tokoh agama; organisasi kemasyarakatan; pelajar; serta berbagai elemen masyarakat.

Mengawali rapat, Ketua DPRD Kamaluddin, menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri rapat paripurna dalam rangka peringatan HJB ke-196.

Penetapan Hari Jadi Kota Batam berlandaskan Perda Kota Batam No 4 Tahun 2009. Dalam perda tersebut ditegaskan bahwa Hari Jadi Kota Batam jatuh pada tanggal 18 Desember 1829, yang merujuk pada peristiwa bersejarah saat Raja Isya Ibni Raja Ali diberi kuasa sebagai pemegang perintah atas Nongsa dan rantau takluknya oleh Komisaris Jenderal atau Residen Riau.

“Hari ini merupakan hari yang penting dan bersejarah bagi masyarakat Kota Batam. Dengan penuh takzim dan rasa syukur, kita berkumpul untuk memperingati perjalanan sejarah sebuah negeri bertuah yang telah melalui proses panjang menuju kemajuan dan kejayaan,” kata dia.

Baca Juga: Dari Titah Raja hingga Kota Strategis Nasional, Batam Menapaki Usia 196 Tahun

Peringatan HJB tidak sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa seluruh masyarakat merupakan bagian dari perjalanan sejarah Batam. Sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, Batam membutuhkan kerja keras, karya bakti, serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat guna menciptakan catatan sejarah yang gemilang bagi generasi mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Kamal juga menyampaikan komitmen DPRD Batam sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. DPRD berkomitmen untuk menghasilkan peraturan daerah yang dibutuhkan masyarakat, memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, menyerap aspirasi masyarakat melalui rapat dengar pendapat dan pokok-pokok pikiran DPRD, serta menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam akan terus melakukan perbaikan diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perpanjangan tangan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, peringatan HJB yang diperingati setiap bulan Desember menjadi momentum refleksi akhir tahun 2025 sekaligus menyambut tahun 2026 dengan semangat optimisme. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk memperkuat sinergi dan merencanakan langkah-langkah strategis demi mewujudkan Batam sebagai kota madani yang inovatif, berbudaya, dan berkelanjutan sebagai pusat investasi dan pariwisata.

Sementara itu, Wali Kota Amsakar, dalam sambutannya mengawali dengan ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Batam dalam rangka peringatan HJB ke-196 Tahun 2025.

Baginya, peringatan HJB memiliki arti penting, tidak hanya sebagai penanda lahirnya sebuah kota, tetapi juga sebagai proses pewarisan nilai-nilai kecintaan, kebanggaan, dan rasa memiliki masyarakat terhadap Kota Batam dan masa depannya.

Momentum tersebut dikemas dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi seluruh komponen masyarakat, mulai dari Forkopimda, DPRD, lembaga adat, paguyuban, organisasi sosial kemasyarakatan, hingga pelajar. Tujuannya adalah memperkuat rasa cinta dan kebanggaan terhadap Batam serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat yang multietnik, multiagama, dan multigolongan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Polisi Bakal Bersiaga di Tempat Wisata Pada Akhir Tahun

Amsakar juga menjelaskan, bahwa tema peringatan Hari Jadi Batam ke-196 Tahun 2025 adalah “Unggun dan Berdaya Saing”. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah gerak pembangunan Kota Batam.

“Unggul adalah tentang karakter, kualitas manusia, penghargaan terhadap ilmu, budaya, harmoni, dan akhlak. Unggul mencerminkan kota madani yang tumbuh modern tanpa kehilangan identitas dan nilai,” ujar dia.

Unggul juga dimaknai sebagai pembangunan sumber daya manusia yang terdidik, sehat, produktif, dan berkarakter kuat, sehingga mampu bersaing di tingkat regional dan global dengan tetap menjaga jati diri Melayu yang ramah, santun, dan beradab. Selain itu, unggul berarti birokrasi yang melayani, tata kelola kota yang modern, penegakan hukum yang adil, serta ruang publik yang inklusif.

Sementara itu, berdaya saing dimaknai sebagai kemampuan Batam menghadapi persaingan global melalui infrastruktur yang tangguh, layanan publik yang profesional, regulasi yang memudahkan investasi, serta kesiapan masyarakat dan industri. Sebagai kota yang berada di jalur pelayaran internasional, Batam dinilai memiliki potensi besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 6,69 persen dan meningkat menjadi 6,89 persen hingga Triwulan III Tahun 2025. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional.

Batam juga menjadi penopang utama perekonomian Provinsi Kepri dengan kontribusi sebesar 65,39 persen hingga Triwulan III Tahun 2025. Sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah.

Dari sisi ekspor, berdasarkan data BPS Batam dan BP Batam, nilai ekspor Batam pada tahun 2024 mencapai 16 miliar dolar Amerika Serikat, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 14,6 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara realisasi investasi hingga Triwulan III Tahun 2025 tercatat mencapai Rp33,66 triliun, meningkat 74,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan di berbagai sektor ini menunjukkan Batam semakin unggul dan berdaya saing secara nasional maupun internasional,” kata Amsakar.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta menjaga integritas, stabilitas, dan kondusivitas Kota Batam.

“Tidak ada kota yang maju karena satu orang. Kota yang maju adalah kota yang warganya bergerak bersama,” katanya. (*)

Artikel DPRD Batam Gelar Paripurna Istimewa Peringati HJB ke-196 pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Lanjutan Kasus Sabu Hampir 2 Ton, Tiga Terdakwa Jalani Pemeriksaan

0
Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan perkara narkotika dengan barang bukti hampir dua ton sabu, Kamis (18/12). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan perkara narkotika dengan barang bukti hampir dua ton sabu, Kamis (18/12). Perkara ini menyeret enam terdakwa, yakni dua warga negara Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube serta empat warga negara Indonesia Fandi Ramadha ,Leo, Richard, dan Hasiholan Samosir.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik dengan hakim anggota Douglasdan Andi Bayu. Dalam persidangan tersebut, majelis menyatakan pemeriksaan terhadap terdakwa Weerapat, Teerapong, dan Fandi ditunda untuk menghadirkan saksi meringankan (a de charge).

“Untuk para terdakwa asal Thailand dan terdakwa Fandi, pemeriksaan diundur dan dijadwalkan kembali pada 5 Januari,” ujar Ketua Majelis Hakim Tiwik di ruang sidang.

Baca Juga: Sabu 2 Ton Dikendalikan Buronan BNN RI, Kepala BNN RI: Indonesia Pasar Haram Terbesar

Sementara itu, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap terdakwa Hasiholan, Richard, dan Leo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggali keterangan Richard dengan merujuk pada fakta persidangan sebelumnya, termasuk keterangan para saksi dan barang bukti yang telah terungkap.

Di hadapan majelis, Richard mengaku pertama kali mendapat tawaran kerja dari Hasiholan yang telah dikenalnya. Ia diajak bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) untuk rute Surabaya–Batam.

“Saya ditawari kerja di kapal kargo, namun saat berangkat kapal dalam kondisi kosong. Soal jual beli kapal itu , saya tidak tahu,” kata Richard.

Richard juga menyebutkan setelah berada di Batam, komunikasi dan pengurusan operasional dilakukan oleh seseorang bernama Jacky Tan melalui Weerapat.
Persoalan gaji disebut dibayarkan untuk masa kerja empat bulan, sementara kebutuhan operasional diatur oleh Jacky Tan.

“Komunikasi pakai bahasa inggris sedikit tapi saya tak tau dia warga negara mana,” kata Richard.

Berdasarkan uraian JPU, perkara ini bermula pada April 2025 ketika Hasiholan menawarkan pekerjaan kepada Fandi Ramadhan sebagai ABK kapal tanker.

Pada 1 Mei 2025, Fandi berangkat bersama Hasiholan, Leo, dan Richard ke Thailand dan bertemu dengan Teerapong serta Weerapat.

Para terdakwa kemudian menginap sekitar 10 hari di Sakura Budget Hotel, Thailand, sambil menunggu instruksi dari sosok yang disebut sebagai dalang utama dengan sejumlah alias, antara lain Mr. Tan Jacky Tan, Chanchai, Captain Tui dan Tan Zen

Pada 13 Mei 2025, mereka menuju kapal Sea Dragon menggunakan speed boat dan berlayar menuju titik koordinat pengambilan paket.

Dini hari 18 Mei 2025, para terdakwa menerima 67 kardus berbungkus plastik putih dari kapal ikan berbendera Thailand, setelah memperoleh kode berupa uang Myanmar yang dilaminasi.

Seluruh kardus disembunyikan di bagian haluan dan tangki bahan bakar kapal. Setelah itu, bendera Thailand dilepas untuk menghindari deteksi aparat. Namun, upaya tersebut gagal setelah kapal dicegat tim gabungan Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai pada 21 Mei 2025 pukul 00.05 WIB di perairan Karimun, lalu dikawal ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang.

Hasil pemeriksaan menemukan seluruh kardus berisi kemasan teh China yang di dalamnya terdapat kristal putih. Uji laboratorium memastikan barang bukti tersebut merupakan narkotika jenis metamfetamina dengan berat total mencapai 1.995.130 gram.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melakukan permufakatan jahat untuk menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara, atau menerima narkotika golongan I melebihi lima gram tanpa izin.

Mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup. (*)

Artikel Sidang Lanjutan Kasus Sabu Hampir 2 Ton, Tiga Terdakwa Jalani Pemeriksaan pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Lakukan OTT Lagi, 10 Orang Diamankan dalam Operasi Senyap

0
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya melakukan operasi tangkap tangan atau OTT di Banten dan Jakarta. Lembaga Antirasuah juga melaksanakan operasi senyap di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar), Kamis (18/12). Sebanyak 10 orang diamankan dalam operasi tersebut.

Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi OTT tersebut. Dia menyatakan bahwa Tim KPK memang tengah bekerja dalam operasi senyap di Bekasi. Namun demikian, dia belum merinci kasus yang melatari dilakukannya operasi tersebut.

”Sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan (Bekasi),” ungkap Budi kepada awak media pada Kamis malam.

Menurut Budi pihaknya belum bisa mengungkap secara detail OTT tersebut lantaran petugas masih bekerja di lapangan. Nama-nama dari 10 orang yang diamankan melalui OTT tersebut juga masih dirahasiakan. Dia belum bisa menyampaikannya kepada publik.

”Saat ini tim sudah mengamankan sekitar 10 orang,” terang dia singkat.

Sebagaimana aturan dan ketentuan yang berlaku, KPK punya waktu 1×24 jam setelah OTT untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Apakah menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi atau dibebaskan karena tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, KPK mengamankan 9 orang melalui OTT di Banten dan Jakarta pada Rabu (17/12). Rinciannya seorang jaksa, 2 orang penasihat hukum, dan 6 orang pihak swasta. Semua pihak yang terjaring dalam OTT itu sudah dibawah ke Gedung Merah Putih KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

”Bahwa sejak sore sampai dengan malam (kemarin), tim mengamankan sejumlah 9 orang di wilayah Banten dan Jakarta. Di antaranya 1 merupakan aparat penegak hukum, 2 merupakan penasihat hukum, dan 6 lainnya merupakan pihak swasta,” jelasnya.

Budi memastikan bahwa OTT di Bekasi berbeda dengan OTT di Banten dan Jakarta. Meski belum disampaikan secara detail ihwal konstruksi kasus mapun kronologi OTT secara terperinci, kedua operasi senyap itu dipastikan tidak memiliki kaitan sama sekali. (*)

Artikel KPK Lakukan OTT Lagi, 10 Orang Diamankan dalam Operasi Senyap pertama kali tampil pada News.

Polisi Bakal Bersiaga di Tempat Wisata Pada Akhir Tahun

0
Wisata pantai di Barelang diserbu pengunjung saat liburan. F. Eusebius

batampos – Tempat wisata di kawasan Galang menjadi tempat favorit liburan panjang pada akhir tahun. Kawasan ini biasanya akan dipenuhi pengunjung hingga terjadi kemacetan panjang.

Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal mengatakan pihaknya akan melakukan pengamanan di sejumlah lokasi wisata tersebut. Seperti di Pantai Melur, Pantai Vivio, hingga Camp Vietnam.

“Pengamanan akan kita tingkatkan. Termasuk memasang spanduk imbauan untuk pengunjung,” ujarnya, Rabu (17/12).

Baca Juga: Ini 5 Cafe di Batam Berdekorasi Natal dengan Makanan Lezat, Cocok untuk Rayakan Akhir Tahun

Dalam imbauan tersebut, para orangtua diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau aktivitas anak saat di pantai.

Kemudian masyarakat diminta untuk memperhatikan barang bawaan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya aksi pencurian.

“Jangan sampai lengah, anak harus terus dipantau. Dan barang berharga jangan dibawa,” katanya.

Hendrizal menambahkan dalam pengamanan ini, personelnya akan bersiaga di dalam dan di pintu masuk. Selain itu, pihaknya meminta pengelola wisata untuk menyediakan safety, seperti pelampung, atau life jaket.

“Untuk keselamatan pengunjung ini harus diperhatikan juga oleh pihak pengelola,” ungkapnya.

Baca Juga: Ratusan Personel Dikerahkan, Pengamanan Natal–Tahun Baru di Batam Diperketat

Sementara Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan akan memberikan pengamanan kepada masyarakat yang berliburan pada akhir tahun ini.

“Personel ini kita insert bukan hanya dititik-titik tersebut, tetapi juga di jalur-jalur yang berpotensi terjadinya gangguan,” ujarnya.

Zaenal berjanji akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momen liburan ini. Termasuk turis yang berkunjung ke Batam.

“Pelayanan terbaik akan kita berikan selama masa Natal dan liburan akhir tahun ini,” tutupnya. (*)

Artikel Polisi Bakal Bersiaga di Tempat Wisata Pada Akhir Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.