batampos- Menjelang panen sorgum akhir bulan ini, petani Kampung Sungai Jeram Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara mulai menutupi pucuk tanaman dengan plastik.
“Mulai berbunga 25 Agustus, lalu kita mulai tutupi pucuk tanaman yang bakal buah dengan plastik agar tidak diserang burung saja,” kata petani sorgum dari Kelompok Tani Milenial Kreatif, Suroso di kebunnya, Jumat (2/9).

Suroso mengatakan, cara ini dilakukan mereka untuk menghindari penurunan produksi akibat serangan hama burung.
Dia memperkirakan, sorgum yang akan panen di lahan seluas 1 hektare ini sekira 6 ton.
Setelah ini, Suroso mengatakan, bakal ada lagi panen sorgum di kampungnya.
Karena, bulan Juli 2022 lalu, petani di kampungnya menanam sorgum di lahan seluas 1,5 hektare.
BACA JUGA: Harga Pupuk Nonsubsidi Mahal, Petani di Bintan Menjerit
“Hanya waktu tanam tidak seragam. Yang 1 hektare akan panen dulu akhir bulan ini,” jelasnya.
Sementara Ketua Kelompok Tani Milenial Kreatif, Rusdi mengatakan, ini merupakan panen kedua sorgum setelah berhasil panen perdana sorgum di kampungnya.
Dia mengatakan, perhatian pemerintah terhadap tanaman satu ini sangat besar. Bahkan, kelompoknya salah satunya di Bintan akan mendapatkan pendampingan langsung dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam waktu dekat.
Ke depannya, Rusdi berharap, ada bantuan mesin untuk pengolahan sorgum pascapanen dan gudang untuk menyimpan sorgum sebelum dipasarkan.
Rusdi juga mengharapkan bantuan dari pemerintah agar secara terus-menerus mengedukasi masyarakat terkait olahan makanan dan minuman dari bahan baku tanaman sorgum. (*)
reporter: Slamet









